You are on page 1of 2

Dyskinesia

Ini adalah gejala yang mendasari gerakan gangguan. Dyskinesia secara harfiah berarti
gerakan tidak normal (dys) (kinesia).
Ini bercirikan kejang, tics dan pandangan atau lebih kompleks writhing gerakan lambat
(athetosis), cepat, dendeng gerakan (terbit) atau kejang sekelompok otot (dystonia).
Mungkin ada hypokinesia atau kekurangan gerakan atau akinesia kurangnya gerakan dan
brady kinesia atau memperlambat gerakan. Ini semua umumnya terlihat pada penyakit
Parkinson.
Kelainan ini kompleks gerakan mungkin muncul perlahan-lahan atau mungkin muncul tibatiba dan tak terduga dengan cepat kembali ke normal.
Dyskinesia mungkin dapat terlihat dalam penyakit Parkinson dan serupa lainnya kondisi.
Mereka mungkin melihat pada asupan obat-obatan tertentu seperti Levodopa untuk penyakit
Parkinson terapi atau antipsychotic obat untuk kondisi psikiatri
Tardive Dyskinesia
Disebabkan oleh defisiensi kolinergik yang relatif akibat supersensitif reseptor dopamin di
puntamen kaudatus. Merupakan manifestasi gerakan otot abnormal, involunter, menghentak,
balistik, atau seperti tik mempengaruhi gaya berjalan, berbicara, bernafas, dan makan pasien
dan kadang mengganggu. Faktor predisposisi dapat meliputi umur lanjut, jenis kelamin
wanita, dan pengobatan berdosis tinggi atau jangka panjang. Gejala hilang dengan tidur,
dapat hilang timbul dengan berjalannya waktu dan umumnya memburuk dengan penarikan
neuroleptik. Diagnosis banding jika dipertimbangkan diskinesia tardive meliputi penyakit
Hutington, Khorea Sindenham, diskinesia spontan, tik dan diskinesia yang ditimbulkan obat
seperti Levodova, stimulant, dan lain-lain.
Gambar 2. Gerakan Involunter pada Tardive Dyskinesia2
Perlu dicatat bahwa tardive diskinesia yang diduga disebabkan oleh kesupersensitivitasan
reseptor dopamin pasca sinaptik akibat blockade kronik dapat ditemukan bersama dengan
sindrom parkinson yang diduga disebabkan karena aktifitas dopaminergik yang tidak
mencukupi. Pengenalan awal perlu karena kasus lanjut sulit diobati. Banyak terapi yang
diajukan tetapi evaluasinya sulit karena perjalanan penyakit sangat beragam dan kadangkadang terbatas. Diskinesia tardive dini atau ringan mudah terlewatkan dan beberapa merasa
bahwa evaluasi sistemik, Skala Gerakan Involunter Abnormal (AIMS) harus dicatat setiap
enam bulan untuk pasien yang mendapatkan pengobatan neuroleptik jangka panjang.
Pasien geriatri (berusia lebih dari 60 tahun atau lansia) membutuhkan penanganan yang
berbeda dibandingkan dengan pasien dewasa muda. Hal tersebut disebabkan karena pasien
geriatri memiliki reaksi yang berbeda terhadap penyakit, selain terdapat juga kondisi yang
secara khusus terkait dengan penuaan. Kondisi khusus tersebut misalnya masalah kesehatan
yang biasanya ditemukan pada pasien geriatri seperti, inkontinensia, sering terjatuh, masalah
memori, dan efek samping yang disebabkan oleh obat-obatan. Umumnya pasien geriatri
memiliki penyakit ganda, seperti komplikasi diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung

Pada intermaxilarry space Terjadi perubahan bentuk dentofasial.dan menurunnya jumlah sel pada lapisan osteogenik dari fascia fibrosa.dagu menjadi maju ke depan . Tulang alveolar: Perubahan sejalan dengan usia yg mencakup meningkatnya jumlah lamela interstitital.dan dapat diperparah dengan bruxism.koroner.pada usia lanjut gigi permanen menjadi kering.dan suhu denaturasi meningkat. faktor sosial yang bermasalah juga mempengaruhi kondisi kesehatan pasien geriatri.lebih rapuh dan berwarna lebih gelap.sebagian gigi mungkin tanggal dan telah mempunyai restorasi.menghasilkan septum interdental yang lebih padat.dengan bertambahnya usia permukaan periodontal dari tulang alveolar menjadi tajam dan serabut kolagen mennjukkan insersi yang kurang teratur ke dalam tulang.peningkatan kekuatan mekanik.jaringan ikat gingiva menjadi semakin kasar dan padat.keriput meluas dari sudut bibir dan sudut mandibula. Jaringan periodontal: Epitel gingiva: Semakin menipis dan penurunan keratinisasi dari epitel gingigva telah dilaporkan seiring umur. Jaringan ikat gingiva:seiring bertambahnya usia.hialngnya intermaxillary space dapat terjadi karena enggunaan gigi geligi yang berlebihandann kegagalan dalm melakukan restorasi jaringan gigi yang hilang dan dapat menyebabkan sindroma rasa sakit pada tmj. Perubahan fisiologis dan morfologis yang dapat terjadi pada pasien Gigi: Moroflogi gigi berubah sesuai dengan bertambahnya usia karena pemakaian atau abrasi. Pasien geriatri juga memiliki gejala dan tanda penyakit yang tidak khas dan daya cadangan faal menurun yang disertai gangguan fungsional. .perubahan kualitatif dan kuantitatif untuk kolagen mencakup peningkatan kecepatan konversi dari kolagen yang dapat larut menjadi kolagen yang tidak dapatlarut. selain faktor usia.neuralgia pada lidah dan kepala .permukaan oklusalnya mnjdi datar akibat pergeseran gigi selama proses mastikasi. Disamping itu.