You are on page 1of 9

Soal

1. Bagaimana suatu perumahan dikatakan slums (kumuh) ? sebutkan beberapa contoh
pada suatu kawasan di malang serta jelaskan mengapa hal itu terjadi !
2. Sebutkan apa yang membedakan antara perumahan kumuh dan perumahan liar !
bagaimana cara mengatasi permasalahan pada kedua perumahan tersebut, jelaskan
dengan contoh tersebut !
3. Saudara tentu memahami makna perumahan tradisional maupun perumahan modern,
prinsip apa yang menjadikan berbeda pada perumahan tersebut ? jelaskan dengan
contoh di malang !
Jawaban

1.

Kota pada awalnya berupa permukiman dengan skala kecil, kemudian mengalami
perkembangan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, perubahan sosial ekonomi,
dan budaya serta interaksinya dengan kota-kota lain dan daerah sekitarnya. Namun
yang terjadi dengan kota-kota di indonesia adalah bahwa pertumbuhan penduduk
tidak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana kota dan peningkatan
pelayanan perkotaan. Bahkan yang terjadi justru sebagai kawasan perkotaan
mengalami degradasi lingkungan yang berpotensi menciptakan permukiman kumuh.
( sobirin, 2001 : 41)
 Teknologi Sepuluh November, Surabaya (Titisari dan Farid Kurniawan, 1999 :89), dalam menentukan kekumuhan suatu kawasan, dapat ditinjau dari empat
aspek, yaitu :

3.

1. Kondisi bangunan atau rumah,
2. Ketersediaan prasarana dasar dan lingkungan,
Kerentanan status penduduk, dan
4. Berdasarkan aspek pendudukung, seperti tidak tersedianya lapangan kerja
yang memadai, kurangnya tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan sosial
dan dapat dikatakan hampir tidak ada fasilitas yang dibangun secara bersama
swadaya maupun non swadaya oleh masyarakat. Berdasarkan kriteria tersebut
maka studi tersebut menentukan tiga skala permukiman kumuh, yaitu tidak
kumuh, kumuh dan sangat kumuh
 Menurut ( khomarudin, 1997 ) suatu perumahan dikatakan kumu karena :
1.
2.
3.
4.

Luas rumah tidak sebanding dengan jumlah penghuni.
Rumah hanya sekedar tempat untuk berlindung dari panas dan hujan.
Lingkungan dan tata permukimannya tidak teratur tanpa perencanaan.
Prasarana kurang ( mck, air bersih, saluran pembuangan, listrik, jalan
lingkungan ).
5. Fasilitas sosial kurang ( sekolah, rumah ibadah, balai pengobatan).

2. Pemilikan hak atas lahan sering legal. Tata bangunan sangat tidak teratur dan bangunan-bangunan pada umunya tidak permanen dan malahan banyak sangat darurat 7. kadang-kadang jalan ini sudah tersembunyi dibalik atap-atap rumah yang sudah bersinggungan satu sama lain. 7. . sehingga apabila hujan kawasan ini dengan mudah akan tergenang oleh air. dan malahan biasa terdapat jalanjalan tanpa drainase. 6. Penduduk sangat padat antara 250-400 jiwa/Ha.6. 3. Jalan-jalan sempit dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. karena sempitnya. Mata pencarian tidak tetap dan no-formal . Ini adalah salah satu contoh perumahan kumu yang ada di malang. 5. Fasilitas drainase sangat tidak memadai. artinya status tanahnya masih merupakan tanah negara dan para pemilik tidak memiliki status apa-apa. memanfaatkan air sumur dangkal. Pendapat para ahli perkotaan menyatakan bahwa apabila kepadatan suatu kawasan telah mencapai 80 jiwa/Ha maka timbul masalah akibat kepadatan ini. 4. psikologis dan perlindungan terhadap penyakit. tepatnya berda di Jln untung suropati dibawa jembatan jendral gatot subroto. Fasilitas pembuangan air kotor/tinja sangat minim sekali. antara perumahan yang dibangun tidak mungkin lagi memiliki persyaratan fisiologis. air hujan atau membeli secara kalengan. Pendidikan masyarakat rendah  Menurut Sinulingga (2005) ciri-ciri kampung/permukiman kumuh terdiri dari : 1. Fasilitas penyediaan air bersih sangat minim. Ada diantaranya yang langsung membuang tinjanya ke saluran yang dekat dengan rumah.

Pada permukiman ini sistem jaringan air bersihnya menggunakan pompa dan sumur yang digunakan bersama-sama. dimana air sungai tersebut sangat kotor dan dapat menimbulkan penyakit. .Permukiman ini memiliki jalan-jalan yang sempit. Saking sempitnya kadang-kadang jalan pada permukiman sudah tersembunyi dibalik atap-atap rumah yang sudah bersinggungan satu sama lain. akibat dari pemakain bersama tersebut beberapa warga pencuci pakaian menggunakan air sungai. yang hanya dapat dilalui oleh penjalan kaki dan kendaraan beroda dua.

Faktor Internal (Alami). disebutkan bahwa pertumbuhan permukiman kumuh dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : - Growth of density (pertambahan penduduk) Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk yaitu dari kelahiran dan adanya pertambahan jumlah keluarga. Faktor Eksternal (yang disebabkan). maka akan membawa masalah baru. Lama Menetap di permukiman. 2007). 2.Perumahan liar adalah perumahan yang berada bangunan-bangunan atau tanah-tanah milik negara yang bukan untuk permukiman seperti di pinggiran sungai. Secara manusiawi mereka ingin menempati rumah milik mereka sendiri. tentu saja memiliki untuk tinggal di permukiman di sekitar pusat kota. Perbedaan perumhan liar dan perumhan kumuh : . permukiman kumuh biasanya ada di pinggiran kota dan di tengah kota. . material lokal yang tersedia. Modal dalam Perumahan (buruh. berkaitan dengan kekuatan dan tekanan yang disebabkan dari dalam permukiman dan dari pemukim itu sendiri seperti: Agama/Etnik. dapat berasal dari luar permukiman seperti Pemilik lahan. dibawah jalan layang. 2.Penyebab terjadinya permukiman kumu : Menurut Constantinos A. dll). Hal ini juga akan menyebabkan pertumbuhan perumahan permukiman di kawasan pusat kota. di taman-taman kota dan lahan terbuka hijau lainnya. Kaum urbanisasi yang bekerja di pusat kota ataupun masyarakat yang membuka usaha di pusat kota. ada 2 (dua) faktor yang bertindak sebagai kekuatan pembangkit dan menentukan kualitas serta ukuran sebuah permukiman termasuk permukiman kumuh dan liar (Srinivas. Tempat/Lokasi Kerja. - Urbanization (Urbanisasi) Dengan adanya daya tarik pusat kota maka akan menyebabkan arus migrasi desa ke kota maupun dari luar kota ke pusat kota.Doxiadis (1968). Keamanan tetap. Dengan demikian semakin bertambahlah jumlah hunian yang ada di kawasan permukiman tersebut yang menyebabkan pertumbuhan perumahan permukiman. yaitu : 1. Kebijakan Pemerintah kota atau Lama menetap di kota.kumuh adalah permukiman yang tidak memenuhi standar suatu permukiman pada umumnya. bantaran rel kereta api. . Secara umum. Tempat Asal. Bahasa. Aktivitas Pembangunan atau Kehadiran penyewa.

Contoh perumhan kumuh dan liar di malang : Ini merupakan salah satu contoh perumhan kumuh yang ada di malang gamaba 1 berada di jalan jln untung suropati dan gambar 2 di jalan Muharto Gambar 1 Gambar 2 Kawasan permukiman kumuh yang beradah di jalan mangunsarkoro .

sedangkan setelah masa revolusi industri kebutuan fungsinya bertambah . atau arsitektur yang artistik & estetik yang dapat dipertanggungkan secara ilmiah. penataan kawasan maupun penggunaan elemen dekorasi. hebat dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya. (sumber : arsitektur modern) Merupakan arsitektur yang ilmiah sekaligus artistik dan estetik. hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih “manusiawi” yang ditrapkan pada bangunan. misalnya dalam wujud bangunan. Merupakan usaha totalitas daya.Kawasan permukiman kumuh yang beradah di jalan jaksa pasar besar Cara mengatasi perumhan kumuh dan liar di malang : o Dengan membangun rumah susun o Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan merawat sarana dan prasarana lingkungan o Membuat program perbaikan kampung o Memperbaiki tata kelola pemerintahan o Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk masyarakat kalangan bawah 3. puri dan fungsi keagamaan. progresip. Yang mendorong timbulnya arsitektur modern : o Pendidikan formal yang mengajarkan & mendorong pemikiran modern o Adanya fungsi-fungsi kebutuhan baru yang mendesak. Refleksi kekuatan di luar manusia tersebut acapkali diwujudkan dalam berbagai hal. ( sumber : kampong naga bentuk kearifan local srsitektur permukiman berkelanjutan. kepercayaan atau agama. upaya dan karya dalam bidang arsitektur yang dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru. sri handiyani) Sedangkan Pemahaman tentang “arsitektur modern” adalah. dahulu fungsi bangunan hanya difokuskan pada istana. konsep dasar bangunan arsitektur tradisional bersumber dari alam (kosmos) yang digambarkan melalui mitos-mitos.

batu bata. o Desain interior dan tata letak ruangan Hampir semua interior rumah tradisional menggunakan konsep terbuka. stasiun dan sebagainya.yaitu pabrik. publikasi dan perdebatan. granit. direncanakan di dalam Pabrik. kramik. akar dan tanah. sehingga manusia dapat menuntut apa yang dibutuhkan secara mutlak. o Adanya promosi tentang keberadaan ARSITEKTUR MODERN melalui pameran-pameran. o Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan. kristal. dan kaca.dan peletakan masa banguan yang disusun tidak rapi sedangkan perumahan modren terlihat mewah dan rumah pada perumahan tersusun rapi o Kegunan fungsi awal Pada awalnya perumahan tradisional dipergunakan sebagai tempat beristirahat dan berteduh sedangkan rumah modern memiliki fungsi tambahan yaitu estetika o Bahan pembuat dan sifatnya Untuk rumah tradisional terbuat dari bahan-bahan yang murni dari alam seperti kayu. Sedangkan interior rumah modern ruang-ruangnya di dalamnya sudah dipisakan oleh pratisi. kantor. tidak dari bentuk luar. (sumber arsitektur modern) Prinsip yang membedakan perumahan tradisonal dan modern : o Unsur-unsur Dasar Pembentuk Perumahan tradisonal terlihat kuno. karena segala sesuatunya dibuat. Sedangkan untuk hunian modern menggunakan material telah diolah sedemikian rupa sehingga kualitasnya semangkit meningkat seperti semen. baik berupa pratisi fisik maupun pratisi visual. bambu. Contoh perumahan tradisonal dan modern di malang : . dimana ruang-ruangnya dibuat menyatu satu sama lain. o Penggunaan dan penanganan bahan bangunan sangat mudah.

dinding pada perumahan ini menggunakan anyaman bambu dengan atap genteng ataupun seng. granit. jalan pada perumahan ini menggunaka paving. batu bata. perumahan ini tertata dengan rapi dan bersih. dan kaca) dibadingkan dengan perumahan tradisonal. Penggunaan materialnya juga modern (semen. paving dan ada yang diaspal. Pada perumahan tradisonal ini memiliki jarak anatara satu rumah dengan rumah lainnya. kristal. Jalan pada perumhan ini ada yang dipekeras. .Ini merupakan salah satu contoh perumahan tradisonal di kota malang yang berda di desa dalisodo wagir. kramik. Gamba diatas merupakan perumahan modern yang beradah di istana tidar.