You are on page 1of 23

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

ANALISIS INVESTASI SEKTOR PUBLIK

Oleh : Kelompok VI
Anggota Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Malinda Nur Affifah
I Gusti Ngurah Adhi Partama
Fariz Herendra Wilatikta
Krisna Dharma
Putu Bayu Eka Yustikarana
Greafi Glenn
Chrismendo Haniel Caesario Paath

(1506305001)
(1506305105)
(1506305111)
(15063051
(1506305147)
(1506305161)
(1506305163)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2016/2017

DAFTAR ISI

Daftar Isi .........................................................................................................i
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang .......................................................................................1
Bab II Isi
Program investasi publik.........................................................................2
Penentuan kebutuhan investasi publik ...................................................3
Aspek kelayakan investasi .....................................................................4
Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi publik ...............................5
Teknik dasar penilaian investasi publik...................................................8
Kasus.......................................................................................................17
Bab III Penutup
Kesimpulan .............................................................................................20

1 Latar Belakang Investasi merupakan suatu pengeluaran modal saat ini untuk megharapkan pengembalian atau hasil pada masa yang akan datang. meningkatkan kualitas. badan usaha dapat mengembalikan profitabilitas. Pada umumnya perusahaan mencurahkan sejumlah besar modal untuk sebuah proyek investasi yang diharapkan memberikan manfaat untuk masa depan dalam beberapa tahun. Pengelolaan laporan keuangan telah mengalami kemajuan yang akuntabel dan transparan dalam semua aspek transaksi keuangan perusahaan. dan memperkuat proses strategis bisnis di seluruh mata rantai nilai mereka. pembangunan. Perusahaan dapat mengamankan keunggulan kompetitifnya dengan mengusahakan strategi biaya rendah (yaitu biaya-kepemimpinan) atau strategi diferensiasi produk. Oleh karena itu perlu dipelajari analisis investasi modal mulai dari peran strategis analisis biaya modal hingga pertimbangan-pertimbangan mutakhir dalam pengambilan keputusan investasi modal. mendapatkan kembali atau memperluas pangsa pasar. dan kegiatan promosi produk. merespons perubahan iklim bisnis. Keputusan atas suatu investasi pada umumnya didasarkan pada pertimbangan investor terhadap besarnya return (pengembalian) yang diharapkan serta risiko yang diperkirakan akan dihadapi. Analisis investasi (investment analysis) dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkirakan prospek suatu investasi di masa yang akan datang. Hubungan antara risiko dengan return bersifat positif artinya apabila risiko tinggi maka return yang diharapkan juga akan tinggi. Anggaran belanja khususnya belanja modal merupakan hal yang sangat penting dalam penataan anggaran perusahaan. Analisis ini sangat diperlukan dengan pertimbangan bahwa kondisi investasi masa yang akan datang bersifat tidak pasti (uncertainty). 1 . Selain itu perusahaan juga berkemungkinan mencurahakan bagian yang lebih besar dari anggaran modal investasi untuk penelitian. Namun pada dasarnya keputusan investasi modal harus mendukung landasan strategis perusahaan.BAB I PENDAHULUAN 1. Melalui investasi modal yang direncanakan dengan baik. mengurangi biaya.

Penganggaran modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal/investasi. pemerintah terlebih dahulu perlu menentukan kebutuhan investasi yang diperlukan. c. Sebelum diambil keputusan untuk melakukan investasi. anggaran pembangunan dan anggaran rutin dipisahkan. Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Dalam praktiknya terdapat permasalahan yang sulit diselesaikan. dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Fokus perhatiannya ditujukan untuk mengintegrasikan kebijakan dengan pengeluaran manajemen. Untuk menentukan kebutuhan investasi perlu dilakukan evaluasi yang mencakup: 2 . dianataranya adalah: a. Di kebanyakan Negara berkembang. Mengevaluasi relevansi proyek-proyek yang ada. Memastikan bahwa program investasi publik yang diajukan merupakan program yang komprehensif.BAB II PEMBAHASAN 2. Untuk memberikan mekanisme dalam mengatur proyek investasi publik secara lebih efisien dan efektif. sedangkan pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek. kegiatan. program investasi public merupakan bentuk dari dual budgeting. Keputusan investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program. Mengembangkan analisis dan perencanaan untuk pengeluaran investasi dan pengeluaran rutin. Pengeluaran untuk investasi publik harus mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran rutin. dan praktik manajemen keuangan di sector publik. yaitu pemisahan anggaran modal/investasi dari anggaran rutin. Kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi tidak saja akan berdampak pada anggaran tahun berjalan. karena pengeluaran investasi/modal memiliki efek jangka panjang.1 Program Investasi Publik Dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat. alokasi sumber daya. Memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang. b. Selain itu. namun juga akan membebani anggaran tahuntahun berikutnya. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional. pemerintah dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan investasi publik. d.

IRR. Investasi penambahan kapasitas 3 . Kriteria kelayakan investasi meliputi aspek-aspek teknis. Perhitungan kelayakan investasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis. Inventarisasi investasi memuat daftar nama dan jenis investasi. Inventarisasi investasi 2. konsidi barang modal yang saat ini ada. misalnya: NPV. Ada beberapa cara dalam menggolongkan usul-usul investasi. Penentuan kebutuhan investasi publik terkait dengan dua kegiatan. Tambahan cakupan layanan yang dibutuhkan saat ini dan masa yang akan datang. dan aspek distribusi. Cakupan layanan dengan tingkat investasi yang sekarang ada. yaitu peningkatan kuantitas dan peningkatan kualitas investasi. Umur ekonomi terkait dengan perkiraan waktu efektif suatu barang modal dapat memberikan manfaat. ARR. PP (Payback Period). 5. financial dan aspek ekonomi. sedangkan umur teknis terkait dengan kemampuan barang modal dalam memberikan manfaat hingga tidak mampu lagi memberikan manfaat. Cost-Benefit Analysis. Inventasrisasi kebutuhan investasi 6. Jadi umur teknis suatu barang modal bisa lebih lama daripada umur ekonomisnya. Penilaian investasi public perlu mempertimbangkan umur teknis dan umur ekonomis dari barang modal yang akan dibeli. berarti umur teknis barang modal tersebut telah habis. apakah baik atau buruk. Analisis yang mendalam sebelum dilakukan investasi sangat penting dilakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparansi dan kewajaiaran anggaran.1. nilai investasi. 4. sosial-budaya. Investasi penggantian Pengeluaran investasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. dan Cost Effectiveness Analysis. Evaluasi kelayakan investasi 7. Bila umur ekonomi barang modal telah habis. Salah satu penggolongannya adalah: 1. Bila barang modal telah using dan tidak mampu lagi memberikan manfaat. 2. maka perlu pembelian barang modal baru untuk menggantinya. 3.2 Penentuan Kebutuhan Investasi Publik Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan bagi masing-masing unit organisasi. 2.

b. Produktivitas barang modal diukur berdasarkan rasio antara input dengan output yang dihasilkan. sosial-budaya. Aspek Sosial dan Budaya Untuk melaksanakan suatu proyek maka perlu mempertimbangkan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek teknisnya. Untuk jenis investasi baru. Aspek Ekonomi dan Finansial Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya 4 . ekonomi. Aspek sosial budaya mencakup juga aspek legal lingkungan. maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak. Jumlah penambahan unit barang modal ditentukan oleh produktivitas barang modal yang saat ini ada. Rasio ini pada dasarnya mencerminkan tingkat efisiensi barang modal yang bersangkutan. 3. maka pemerintah harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi penambahan kapasitas. karena aspek-aspek tersebut satu sama saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Seluruh aspek harus dipertimbangakn dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan. Suatu proyek investasi yang akan dilakukan harus mempertimbangkan aspek legalitas dan dampak lingkungan yang merugikan. maka pertimbangan mengenai aspek teknis. Aspek sosial-budaya ini menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata. a. dan aspek distribusi harus mendapat perhatian lebih besar. Aspek Teknis Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus dipertimbangkan. c. Jika suatu barang modal sudah kurang (tidak) efisien lagi. Investasi baru Investasi juga dapat berupa investasi baru yang belum ada sebelumnya. sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.Investasi penambahan barang modal perlu dilakukan bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan pelayanan. 2. sementara terjadi kenaikan cakupan pelayanan yang harus dilakukan pemerintah.3 Aspek Kelayakan Investasi Dalam perencanaan dan analisis investasi harus mempertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tertentu.

Pembiayaan hutang memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan modal sehingga kreditor akan meminta tingkat kembalian (rate of return) yang lebih rendah dibandingkan dengan investor karena risiko investasi berbanding lurus dengan return investasi. yaitu pembiayaan modal (equity finance) dan pembiayaan utang (debt finance). pembiayaan utang memiliki biaya yang 5 . Pada sector swasta terdapat dua sumber pendanaan. Disamping itu. dari mana mendapatkan modal untuk melaksanakan proyek. Tingkat diskonto yang digunakan Tingkat diskonto merefleksikan tingkat keuntungan (rate of return) yang diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu. Keuntungan yang diperoleh para kreditor sebagai pemberi utang. sedangkan investor memperoleh keuntungan berupa deviden dan gain atas saham yang dimilikinya. apakah dari public revenue atau oleh individu. solvabilitas. apakah proyek dijalankan oleh public agencies atau oleh individu. maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Harga per saham merefleksikan laba di masa depan yang diharapkan (expected future earnings). Aspek finansial menerangkan pengaruh-pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Publik Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi public adalah: 1. Aspek Distribusi Keputusan investasi merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah distribusi pelayanan public secara adil dan merata. Aspek distribusi terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan public (equity & equality). Berdasarkan perencanaan anggaran. apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak. Jika suatu proyek tidak memberikan keuntungan yang diisyaratkan (required rate of return). d. Perhitungan tingkat diskonto merupakan bagian yang cukup kompleks dalam analisis investasi. keputusankeputusan mengenai efisiensi proyek secara finansial. berupa pembayaran bunga utang. dan likuiditas perlu dipertimbangkan. Semakin tinggi risiko investasi. Untuk itu perlu diketahui siapa yang akan menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek investasi. maka proyek tersebut harus ditolak. 2.cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan.

Asumsi dalam pendekatan ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. Semakin tinggi tingkat inflasi. Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih manfaat sekarang (current benefit) mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yang menilai terlalu rendah (underestimate) manfaat yang akan diperoleh di masa depan. Untuk tujuan analisis biaya manfaat.(D/V) Dalam hal ini: Ko = biaya modal total Ke = biaya modal (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi modal) Kd = biaya utang (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi utang) T = tingkat pajak E = Harga pasar saham D = harga pasar surat berharga utang V = E + D = nilai pasar perusahaan secara keseluruhan Berdasarkan asumsi bahwa seluruh biaya dan manfaat suatu proyek telah dinilai cukup. sehingga nilai tersebut perlu didiskontokan untuk beberapa periode waktu sebelum berbagai alternatif investasi diperbandingkan untuk ditentukan investasi mana yang akan dilakukan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan social discount rate sebagai suatu tingkat yang merefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini atas manfaat yang akan diterima di masa yang akan datang. Biaya modal total dapat dinyatakan dalam bentuk biaya modal rata-rata tertimbang dengan rumus: Ko = Ke.lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan modal. semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yang 6 . 2.(E/V) + (Kd.(1 – T). Tingkat inflasi Penilaian investasi harus memperhitungkan perkiraan tingkat inflasi. Biaya utang (cost of debt) lebih murah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (cost of equity) karena pembayaran bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pajak. masalah berikutnya yang perlu dipertimbangkan berfokus pada tingkat diskonto (discount rate) yang cocok yang akan digunakan. Antara biaya dan manfaat terjadi pada titik waktu yang berbeda. maka perlu digunakan tingkat diskonto sosial (social discount rate). atau disebut social time preference time (STPR). Oleh karena itu dilakukan pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia.

Tingkat kesempatan sosial yang dikorbankan. terjaminnya property right dan contract right dapat menurunkan risiko investasi. 7 . Faktor-faktor tersebut menyumbang risiko investasi suatu negara (country risk) yang jika sudah sangat parah dapat mengarah pada kategori default country. Dalam keadaan seperti ini terdapat beberapa alternatif investasi yang dapat dilakukan akan tetapi tidak tersedia cukup dana untuk membiayai investasi-investasi yang diajukan. Risiko dan ketidakpastian Required rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. Tingkat utang pemerintah. Perankingan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat juga menggunakan model pemrograman linear. seperti utang luar negeri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang. Ketidakpastian ekonomi dan hokum.diharapkan (expected future returns) sehingga semakin tinggi tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Terjaminnya keamanan berinvestasi. selain memperhatikan faktor-faktor di atas penilaian investasi publik juga harus memperhatikan hal-hal berikut: a. 4. b. Tingkat utang pemerintah adalah jumlah yang harus dibayarkan pemerintah sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan diluar pajak. proyek investasi public yang dilakukan pemerintah harus memiliki kualitas yang minimal sama jika proyek tersebut dilakukan oleh swasta. dan kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi. Pada organisasi sector publik. tidak adanya jaminan keamanan. penegakan hokum dan demokrasi. Inflasi yang tinggi menyebabkan required rate of return semakin tinggi. kekacauan sosial-politik. Capital rationing Capital rationing adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi. Atau dengan kata lain. Oleh karena itu harus dilakukan perankingan investasi. dengan jumlah investasi yang sama. 3. Disebut juga social opportunity cost rate yang terkait dengan pengertian bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkan tingkat keuntungan (return) yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sector swasta dengan penggunaan dana yang sama.

misal biaya yang muncul dalam bentuk perusakan pemandangan. 3.c. maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship). Organisasi sector public seringkali dihadapkan pada banyak alternative investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. polusi udara. manfaat-manfaat sosial juga akan diperoleh dari pembuatan jalan baru tersbut seperti pengurangan kemacetan lalu lintas. Pada organisasi sector public biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur dengan satuan uang. prinsip penilaian investasi sangat sederhana. dan lain sebagainya. 8 . sehingga teknik-teknik analisis biaya manfaat sangat cocok untuk diterapkan. Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah. mempercepat perjalanan. Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya social (social cost/benefit) yang ditimbulkan dari investasi public yang akan dilakukan. Social time preference rate. sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahankelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. yaitu: 1. Dalam analisis biayamanfaat ini. mengurangi biaya pendistribusian barang. polusi suara.5 Teknik Dasar Penilaian Investasi Publik Pada dasarnya. Di lain pihak. 2. Oleh karena itu perlu diidentifikasi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. Sebagai contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencankan membuat sebuah jalan baru. kemungkinan bertambahnya kecelakaan. Social time preference rate merefleksikan tingkat keuntungan yang diisyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di masa depan. 2. Keterkaitan antara satu proyek dengan proyek lain yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi lain. Di samping itu juga akan timbul biaya-biaya sosial dari proyek tersebut. Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan. benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan social yang diperoleh. dan lain sebagainya.

Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah. Dalam kondisi tersebut. Analisis moneter mungkin mengindikasikan bahwa proyek akan memberikan nilai uang terbaik. Tidak semua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan. Metode aliran kas yang didiskontokan (discounted cash flow/DCF) Metode tradisional yang sering digunakan adalah tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan (accounting rate of return on capital employed-ROCE) dan payback period (PP). sedangkan informasi modal dapat diketahui dari neraca. Terkadang terdapat kesulitan dalam langkah kedua ini. Terdapat beberapa teknik untuk melakukan penilaian investasi. bahkan beberapa diantaranya tidak dapat dipakai dalam pengukuran yang obyektif dalam bentuk moneter. seperti depresiasi 9 . penghitungan angka akuntansi didasarkan pada konsep akuntansi akrual dan memasukkan item-item bukan kas. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi. yaitu: 1. tetapi faktor-faktor politik. Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal penentuan penerimaan proyek. Terdapat dua masalah dalam menggunakan metode ROCE ini. respon pemerintah. serta tekanan-tekanan sosial menyebabkan pertimbangan biaya manfaat diperlukan atas proyek tersebut. ROCE secara sederhana dirumuskan: Laba akuntansi Juumlah modal yang diinvestasikan Informasi mengenai laba akuntansi diperoleh dari laporan rugi/laba oragnisasi. Teknik untuk mengevaluasi investasi dibedakan menjadi dua metode. ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi perhitungan. Pertama. misalnya manfaat dan biaya sosial.Langkah kedua adalah menghitung manfaat dan biaya investasi dalam satuan rupiah. 4. yanitu dengan menggunakan analisis efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis). yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung. Metode penilaian investasi tradisional 2.

NPV diperoleh dengan cara mengurangkan pengeluaran investasi awal dengan aliran kas di masa depan yang di-present value-kan. IRR mendiskontokan future cash flow pada tingkat NPV yang bernilai nol. manajer publik dapat menggunakan alat analisis yang biasa digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek pada sektor swasta. IRR dinyatakan dalam presentase. dan sebagainya. misalnya NPV. IRR. Untuk menganilisis usulan investasi publik. payback period. …. Atau dengan kata lain adalah ukuran yang menyertakan aliran kas bersih di masa dating (future net cash flow) dengan pengeluaran investasi awal. NPV dihitung dengan cara mendiskontokan aliran kas di masa dating (future cash flow) dengan factor diskonto tertentu yang merefleksikan biaya kesempatan modal opportunity cost of capital). ROCE hanya mengukur periode tunggal tanpa memperhitungkan nilai waktu uang (time valur of money). Kedua. 50 th (umur proyek) CF = cash flow 10 . Net Present Value Net Present Value dapat dirumuskan sebagai berikut: NPV =CFo+ CF 1 CF 2 CF 3 CFn + + + …+ (1+i) (1+i)² (1+i)³ (1+i) ʱ Atau: n CFt ∑ ( 1+ i) ͭ t=0 Dalam hal ini: i = tingkat diskonto n = 1. Metode penilaian investasi dengan menggunakan discounted cash flow misalnya adalah net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR).dan cadangan kerugian piutang. proyek yang memiliki nilai IRR yang besar adalah proyek yang potensial untuk diterima. Proyek yang memberikan nilai NPV positif adalah proyek yang memiliki prioritas untuk diterima dan proyek yang dinilai BPV-nya negative adalah proyek yang harus ditolak.

Dengan formulasi lain. Payback period dirumuskan sebagai berikut: Payback period= Investasi Awal Keuntungan tahunan 11 jangka waktu . … . NPV dinyatakan. Net present benefit dapat dirumuskan sebagai berikut: NPB=Mo−Co+ M −C M2 M3 Mn−Cn + + + …+ (1+t ) (1+ t)² ( 1+ t )³ (1+t) ʱ Atau: n ∑ Mn−Bn ( 1+i ) ͭ n=0 Dalam hal ini: NPB = nilai bersih. Analisis Payback Period Metode payback period digunakan untuk mengetahui pengembalian investasi. yaitu manfaat dikurangi dengan biaya pada tahun ke-n i = tingkat bunga n = 1. NPV =( Cash flow x Present value factor ) −Investasi ¿ ( CF x pvf )−I (CF x pvf) disebut juga Gross Present Value Net Present Benefit (NPB) Net Present Benefit (Manfaat Bersih Sekarang) merupakan nilai bersih suatu proyek setelah dikurangi seluruh biaya pada satu tahun tertentu dari keuntungan atau manfaat yang diterima pada tahun yang bersangkutan dan didiskontokan dengan tingkat bunga yang berlaku. 50 th (umut proyek) M = manfaat C = biaya Catatan: proyek yang dipilih adalah jenis proyek yang memiliki nilai NPB tertinggi.

2. yaitu: 1. Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai. Analisis Biaya-Manfaat (Cost Benefit Analysis) Metode cost benefit analysis (CBA) atau benefit cost ratio merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present value) dari seluruh manfaat keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruuh biaya proyek tersebut. berdasarkan CBA criteria keputusan yang lebih besar dari biayanya. Namun demikian. suatu proyek akan dilaksanakan bila (M/C)>1. Metode payback period mengabaikan nilai waktu uang 3. Keuntungan dalam analisis biaya manfaat harus pula memasukkan keuntungan social dan biaya social. Benefit/cost ratio dapat juga dirumuskan sebagai berikut: Gross Present Value= Benefit /cost ratio Investasi 12 .Payback period merupakan teknik analisis investasi yang relative mudah dan sederhana. Payback period mengandung kelemahan. Analisis benefit-cost ratio dirumuskan sebagai berikut: M =Mo+ C=Co+ M1 M2 Mn + + …+ (1+ t) (1+t )² (1+t) ʱ C1 C2 Cn + + …+ (1+t) (1+ t)² (1+t )ʱ Berdasarkan metode ini. Proyek yang diterima adalah proyek yang memiliki keuntungan social yang didiskontokan (discounted value of social benefits) yang lebih besar dari nilai biaya social yang di-diskontokan (discounted value of social cost). Metode payback period tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat mutually exclusive. Metode ini akan memberikan hasil yang konsisiten dengan metode Net Present Benefit apabila B/C>1 berarti pula B-C lebih besar dari 0. Sehingga banyak digunakan.

000.000.909 3. Biaya dianggap sebagai manfaat negative. kelemahan ini disebabkan karena adanya kesulittan dalam penghitungan manfaat dan biaya. maka penghitungan Benefit/cost ratio adalah sebagai berikut: Proyek A B Investasi Rp 16.000.tahun 1-5 (10%) 0.09 1.452.. namun di sisi lain dapat dimasukkan sebagai manfaat.- Ratio 1. Untuk memberikan ilustrasi mengenai koonsep Benefit/cost ratio. beberapa item yang bersifat intangible seperti kerusakan lingkungan harus diperhitungkan. hidup dengan lingkungan yang aman.dengan memberikan aliran kas sebesar Rp 7.200.- Cash Inflow PV Gross Present Benefit/Cost Rp 9. sebagai contoh pemerintah memiliki dua proposal proyek membutuhkan investasi sebesar Rp 16. Dengan demikian B-C ratio dapat berpeluang memberikan hasil yang keliru dalam menentuukan proyek. Analisis biaya-manfaat dikembangkan sebagai alat untuk membangun kriteria-kriteria terhadap penilaian investasi sektor publik. Di satu sisi dapat dimasukkan sebagai biaya. penghematan waktu.000.000.000..200.000.000.. Untuk menentukan manfaat social bersih ini tidak hanya diperhitungkan manfaat yang tangible melainkan juga termasuk manfaat yang intangible.000. termasuk di sini manfaat social bersih yang diperoleh dari investasi. 13 . keputusan investasi delam organisasi sektor publik lebih difokuskan pada penilaian apakah masyarakat secara keseluruhan akan menjadi baik dengan adanya investasi tersebut.791 Value Rp 17.200.000. Jika tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 10%. maka proyek B lebih layak diterima daripada proyek A karena proyek B memiliki ratio manfaat/biaya yang lebih besar dari proyek A. Sementara itu.000. Secara umum. dan lain sebagainya.295. Demikian halnya ketika perhatian diarahkan pada pengukuran biaya.. Keputusan mengenai aktivitas investasi dalam private sector ditekankan dengan nilai apakah pemilik perusahaan akan menjadi lebih baik dengan melakukan investasi tersebut.dan memberikan aliran kas masul Rp 9.per tahun selama lima tahun.800.200.Rp 24.14 Berdasarkan Benefit/cost ratio.tahun 1 Rp 7.. sehingga kemungkinan terjadi manipulasi besar. seperti: bebas dari polusi.satu tahun dari sekarang.Rp 27.000..Kelemahan metode B-C ratio adalah tidak adanya pedoman yang jelas mengenai hal-hal yang masuk sebagai perhitungan biaya dan manfaat. Proyek kedua membutuhkan investasi sebesar Rp 24.200.

Demikian juga. Manfaat sosial bersih secara garis besar dapat dinyatakan sebagai berikut: Sosial benefit/private benefit + External Sosial cost/private benefit + External Net Social Benefit Dixon menerangkan bahwa terdapat tiga langkah dalam melakukan analisis biaya-manfaat. beberapa dampak (efek) yang relative tidak signifikan tidak perlu dimasukkan dalam analisis biaya-manfaat. 2. akan tetapi yang bersifat tidak berwujud (intangible) relative sulit untuk dihitung. Namun demikian. bagaimanakah kita menilai 14 . jika teknik pemadam dinilai misalnya dengan jumlah orang yang terselamatkan dari kebakaran. Masih dengan menggunakan contoh dinas pemadam kebakaran di atas. namun hal ini tidak signifikan dimasukkan dalam analisis. jika dengan teknik pencegahan kebakaran tertentu dapat menyebabkan pengurangan staf yang dibutuhkan tetapi dinas pemadam kebakaran memutuskan untuk menggunakan penghematan waktu tersebut untuk pelatihan staf tambahan. yaitu satu manfaat atau biaya yang menyebabkan manfaat atau biaya yang lain dimasukkan secara bersama-sama. yaitu: 1. Manfaat dan biaya yang berwujud (tangible) lebih mudah untuk dihitung. Mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat. cost of time yang dihabiskan oleh petugas pemadam kebakaran dan penyediaan alarm kebakaran merupakan bentuk biaya yang sifatnya tangible. Misalnya. maka dalam analisis biaya-manfaat tidak dapat menghitung kedua-keduanya sebagai manfaat. Sebagai contoh teknik pemadam kebakaran tertentu mungkin memiliki pengaruh berupa pengurangan polusi lingkungan terkait dengan kejadian kebakarang rumah. analisis biayamanfaat pada dasarnya harus dapat mengukur manfaat sosial bersih (net social benefit). Meutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya double counting.Menurut Dixon (1944) dalam Blundell dan Murdock (1997).

jika organisasi menggunakan tanahnya sendiri yang mana sebuah bangunan akan didirikan di atasnya. Membuat estimasi biaya yang akan terjadi (running cost) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 3. Biasanya nilai yang tertinggi dimasukkan dalam biaya dan manfaat yang terjadi lebih awal. dan tanah. Hal tersebut meliputi pula penentuan biaya bangunan. Membuat estimasi output terukut selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 4. Dengan demikian. analisis costeffectiveness memusatkan pada pengukuran suatu yang dapat diukur. Timing dan aliran biaya dan manfaat. maka biaya yang dipakai harus dinilai berdasarkan harga pasar pada saat itu (current market value) 2. Untuk menyesuaikan nilai biaya dan manfaat yang berbeda karena waktu. Tahap ketiga terkait dengan masalah waktu penekanan biaya atau manfaat yang terjadi. Langkah-langkah dalam melakukan analisis efektivitas biaya adalah sebgai berikut: 1.intangible benefit tersebut secara kuantitaif? Biasanya untuk mengukurnya digunakan harga bayangan (shadow price) misalnya biaya nasional untuk merawat sejumlah x orang yang menjadi korban kebakaran dan kehilangan pendapatan dan harta benda karena peristiwa tersebut. Hal ini penting karena sumber daya yang diperlukan oleh sebuah proyek harus dinilai pada opportunity cost penuhnya. Dengan kata lain. Analisis Efektifitas Biaya (Cost-Effectiveness Analysis) Analsis efektivitas biaya dilakukan karena terdapat kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat sosial secara kuantitatif. Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal. maka digunakan tingkat diskonto (discount rate). 3. perlatan. Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan 15 . namun tidak dinilai. baik di masa sekarang maupun di masa yang akan dating atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuantifikasikan. Analsis cost-effectiveness meliputi penilaian terhadap biaya dan mafaat yang dapat dikuantifikasi.

367 jiwa merupakan usia produktif. Pemda telah menyiapkan lokasi yang strategis. Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan. Prosedur yang biasa dipakai adalah menghitung nilai sekarang (present value) tetapi proyek-proyek yang dimiliki umur yang berbedaa mungkin lebih tepat dibandingkan dengan menggunakan biaya tahunan ekuivalen (equivalent annual cost). Pihak kecamatan akan menyiapkan lahan yang lokasinya sesuai dengan master plan Pemda. JAWA TENGAH Pembangunan Usaha Grosir di 20 Kecamatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen berencana membangun usaha grosir yang meliputi 20 kecamatan di seluruh wilayahnya. Tanah (ukuran 30mx40m2 x Rp 400. terdapat beberapa kesulitan dalam melakukan analisis efektivitas biaya. Jumlah pelanggan prospektif dilihat dari populasi penduduk Kabupaten Sragen ± 900. Namun demikian. Dalam praktiknya. mekanisme pendiskontoan pada dasarnya tidak berbeda dari yang biasa diterapkan pada sector swasta.5.6 Kasus INVESTASI DI KABUPATEN SRAGEN.000. Besarnya dana yang diperlukan untuk melakukan investasi tersebut: 1.000 jiwa dengan 682. Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan. sebagai gambaran dalam seksi pendahuluan pada analisa cost-benefit. Investasi ini dilakukan dengan pola bagi hasil antara Pemda setempat dengan investor yang berminat. 2. Kesulitan tersebut terjadi pada waktu membuat estimasi atau perkiraan mengenai waktu dan besarnya jumlah biaya dan manfaat di masa dating.000) : Rp 480. Kesulitan juga dialami pada saat pemilihan tingkat diskonto (discount rate) yang tepat atau penyesuian untuk tiungkat risiko dan ketidakpastian.000 16 . 6. sedangkan pembangunan dan pengelolaannya diserahkan kepada investor.

Modal Kerja : Rp. Total : Rp 1.588 (baik) 4.2 bulan 2. investasi ini juga menyediakan tempat usaha dan memberikan kesempatan kerja yang lebih luas lagi. Di sisi lain. ARR : 22. Selain itu. b.000 10.000. 17 . Mereka akan kehilangan sebagian konsumen.000 3. NPV : 1. IRR : 10.2. Namun.000) : Rp 520. tentunya terdapat social opportunity cost yang ditanggung oleh masyarakat dimana pasti akan terjadi pertambahan polusi suara akibat aktivitas jual beli. PI : 1. Peralatan komputer/mesin hitung : Rp 5.hari.510.000. Selain itu juga masalah sampah dan kelancaran lalu lintas. sebagai berikut: 1. Dengan demikian.000. Aspek Sosial dan Budaya Pembangunan usaha grosir ini kemungkinan besar berdampak pada penjual retail atau toko.toko kecil yang sudah ada. Aspek Teknis Investasi usaha grosir tersebut telah memenuhi aspek teknis.778 (> 1 diterima) Analisis Investasi di atas tergolong investasi baru dengan tujuan menyediakan tempat untuk usaha grosir bagi masyarakat di 20 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sragen.185 (baik) 5.- 3. 500. Pay Back Periode: 6.000. evaluasi investasi harus ditekankan pada keempat aspek berikut ini: a. Dengan adanya investasi ini. Bangunan (260 m2 x Rp 2. diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekitar.000 Berdasarkan analisa investasi dapat disimpulkan.000.000.000.000 4.175. usaha grosir ini juga akan memudahkan konsumen atau masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan sehari.

Dengan demikian. dapat kita lihat bahwa indicatorindicator tersebut menunjukkan bahwa investasi usaha grosir ini merupakan investasi yang menguntungkan. d. proyek ini juga turut mengundang partisipasi dari pihak swasta sehingga alokasi dana Pemerintah Daerah tidak akan terlampau banyak terkuras di proyek ini saja. Selain itu. pembangunan tidak hanya terpusat pada kecamatan. Hasil perhitungan NPV positif denganpayback period yang relative sangat singkat. maka investasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Aspek Ekonomi dan Finansial Dari hasil analisis investasi yang telah dilakukan. Selain itu. 2 bulan. Aspek Distribusi Investasi ini memungkinkan terjadinya distribusi yang merata karena dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Sragen. 18 . hanya 6. dengan mengikutsertakan modal dari investor swasta.c.kecamatan kota.

Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan bagi masing-masing unit organisasi.1 Kesimpulan Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. yaitu peningkatan kuantitas dan peningkatan kualitas investasi. aspek ekonomi dan finansial.BAB III PENUTUP 3. Analisis yang mendalam sebelum dilakukan investasi sangat penting dilakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparansi dan kewajaiaran anggaran. aspek social dan budaya. dan capital 19 . dan aspek distribusi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi public adalah tingkat diskonto yang digunakan. Penentuan kebutuhan investasi publik terkait dengan dua kegiatan. Dalam perencanaan dan analisis investasi harus mempertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tertentu yaitu aspek teknis. Penganggaran modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal/investasi. risiko dan ketidakpastian. tingkat inflasi.

Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. yaitu metode penilaian investasi tradisional dan metode aliran kas yang didiskontokan (discounted cash flow/DCF) Metode tradisional yang sering digunakan adalah tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan (accounting rate of return on capital employed-ROCE) dan payback period (PP). Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan. 3. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi. Terdapat beberapa teknik untuk melakukan penilaian investasi. 2.rationing. Teknik untuk mengevaluasi investasi dibedakan menjadi dua metode. ROCE secara sederhana dirumuskan: Laba akuntansi Juumlah modal yang diinvestasikan Net Present Value dapat dirumuskan dengan: NPV =CFo+ CF 1 CF 2 CF 3 CFn + + + …+ (1+i) (1+i)² (1+i)³ (1+i) ʱ Atau: n CFt ∑ ( 1+ i) ͭ t=0 Net present benefit dapat dirumuskan dengan: NPB=Mo−Co+ M −C M2 M3 Mn−Cn + + + …+ (1+t ) (1+ t)² ( 1+ t )³ (1+t) ʱ Atau: n ∑ Mn−Bn ( 1+i ) ͭ n=0 Payback period dirumuskan dengan: 20 . Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship). yaitu 1. Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah 4.

Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan. Membuat estimasi output terukut selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 4. yaitu memutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan. Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal. dan timing dan aliran biaya dan manfaat. Dixon menerangkan bahwa terdapat tiga langkah dalam melakukan analisis biaya-manfaat. analisis biaya-manfaat pada dasarnya harus dapat mengukur manfaat sosial bersih (net social benefit).Payback period= Investasi Awal Keuntungan tahunan Analisis benefit-cost ratio dirumuskan dengan: M =Mo+ C=Co+ M1 M2 Mn + + …+ (1+ t) (1+t )² (1+t) ʱ C1 C2 Cn + + …+ (1+t) (1+ t)² (1+t )ʱ Benefit/cost ratio dapat juga dirumuskan dengan: Gross Present Value= Benefit /cost ratio Investasi Menurut Dixon (1944) dalam Blundell dan Murdock (1997). mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat. Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan. Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan 5. 2. 6. 21 . Membuat estimasi biaya yang akan terjadi (running cost) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 3. Langkahlangkah dalam melakukan analisis efektivitas biaya yaitu: 1.