You are on page 1of 21

MAKALAH

FISIOLOGI SISTEM PENCIUMAN DAN PENGECAPAN

Di susun oleh
Shilvia Nisa N

04121003002

Rini Diana Sari

04121003032

Dwi Indrisky Fitri

04121003052

Suliana Mega L

04121003057

Fitri Rhmadani

04121003058

Feri atmajaya

04121003062

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang fisiologi
sistem penciuman dan pengecapan meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami
berterima kasih pada ibu dian wahyuni selaku dosen mata kuliah Fisiologi 1 yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita sistem penciuman dan pengecapan. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami
buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Indralaya, Juni 2015

Penyusun

.........................................................................................................................................................12 BAB III Penutup...............................................................................................................................................1 1..........................................9 2........................................2...................................................................................................2 Saran.................................................................................................................................................................... Rumusan masalah.........3 2......................................................Latar Belakang..............3 Indera penciuman.............................................DAFTAR ISI Halaman Judul.........................................ii DAFTAR ISI..........................11 2....................................17 DAFTAR PUSTAKA.......................................1 Indera pengecap............................................................2 BAB II ISI ........................................ Tujuan makalah ..............iii BAB 1 PENDAHULUAN.................................................................................................i KATA PENGANTAR..........................................................................................................................18 ..................................................2 1......................3 2........................................................................................................2 Transmisi Sinyal Pengecap ke Sistem Saraf Pusat ............................17 3.....................................................................................1 Kesimpulan...................……1 1..............................................................................4 penjalaran sinyal-sinyal penciuman ke sistem saraf pusat......................................3.....................1........................................17 3......

Berdasarkan fungsinya. Karena itu setiap makhluk hidup. pahit dan lain sebagainya. (2) Indera pendengar (telinga). yaitu interoreseptor dan eksoreseptor. dan lain sebagainya. indera ini berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan seperti mengenali/mencium bau. Indera ini berfungsi untuk mengenali setiap perubahan lingkungan. Tuhan memberikan indera kepada setiap makhluk hidup. Sel-sel ini dapat mengenali berbagai perubahan yang ada di dalam tubuh seperti terjadi rasa nyeri di dalam tubuh. kadar glukosa. memiliki sel-sel reseptor khusus. Sel-sel interoreseptor terdapat pada sel otot. .1 LATAR BELAKANG Setiap makhluk hidup di bumi diciptakan berdampingan dengan alam. karena alam sangat penting untuk kelangsungan makhluk hidup. eksoreseptor berfungsi untuk mengenali perubahanperubahan lingkungan yang terjadi di luar tubuh. indera ini berfungsi untuk mengenal perubahan lingkungan seperti mengecap rasa manis. dinding saluran pencernaan. sel-sel reseptor ini dibagi menjadi dua. tekanan darah menurun/naik dan lain sebagainya. tendon. Kelima indera ini biasa kita kenal dengan sebutan panca indera. baik yang terjadi di dalam maupun di luar tubuh. warna dan lain sebagainya.BAB I PENDAHULUAN 1. sendi. (5) Indera pembau (hidung). dinding pembuluh darah. Oleh karena itu dalam makalah ini kami akan membahas mengenai fisiologi indera penciuman dan pengecapan pada tubuh manusia. Interoreseptor ini berfungsi untuk mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh. (4) Indera pengecap (lidah). kadar oksigen menurun. Indera yang ada pada makhluk hidup. indera ini berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan seperti panas. (3) Indera peraba (kulit). indera ini berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan seperti sinar. Eksoreseptor adalah kebalikan dari interoreseptor. Untuk dapat menjaga keseimbangan alam dan untuk dapat mengenali perubahan lingkungan yang terjadi. ligamentum. Sel-sel reseptor inilah yang berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan yang terjadi. Yang termasuk eksoreseptor yaitu: (1) Indera penglihat (mata). dingin dan lain sebagainya. indera ini berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan seperti suara. khususnya manusia harus dapat menjaga keseimbangan alam.

 Untuk mengetahui Apa yang di maksud indera penciuman  Untuk mengetahui apa bagaimana penjalaran sinyal-sinyal penciuman ke ssp. Selain itu.1 Indera Pengecap Pengecapan adalah fungsi utama dari taste bud di dalam rongga mulut. BAB II ISI 2. umumnya indera pembau (hidung) juga sangat berperan dalam persepsi pengecapan. dapat merangsang ujung-ujung saraf nyeri yang . Tetapi.1. elemenelemen dalam makanan seperti merica.  Untuk mengetahui apa fungsi dari indra pengecap. Tekstur suatu makanan dideteksi oleh indera pengecap taktil dari rongga mulut.  Untuk mengetahui bagaimana transmisi Sinyal Pengecap ke Sistem Saraf Pusat.2 RUMUSAN MASALAH  Apakah yang di maksud dengan indera pengecap ?  Apakah fungsi dari indra pengecap ?  Bagaimanakah Transmisi Sinyal Pengecap ke Sistem Saraf Pusat ?  Apakah yang di maksud indera penciuman ?  Bagaimanakah penjalaran sinyal-sinyal penciuman ke ssp ? 1.3 TUJUAN MAKALAH  Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan indra pengecap.

dibentuk oleh beberapa zat kimia organic ( gula.aldehide. Adanya indera pengecapan memungkinkan manusia memilih makanan sesuai keinginan dan kebutuhan jaringan substansi nutrisi tertentu..alcohol. dan garam anorganik dari timah dan berilium. disebabkan oleh asam karena konsentrasi ion hydrogen 2.karena konsentrasi Na 3.asam sulfonat. protein.sangat berperan dalam pengecapan. zat pembentuk rasa manis bila terjadi perubahan pada struktur kimianya dapat menjadi pahit. Rasa Pahit.keton. asam halogenasi ). juga tidak dibentuk oleh satu zat kimia. 1. 4.amida. yaitu:  1 reseptor klorida  1 reseptor adenosine  1 reseptor ionosin  1 reseptor glutamate  1 reseptor ion hidrogen  2 reseptor natrium  2 reseptor kalium  2 reseptor manis  2 reseptor pahit 1. Rasa manis. dihasilkan oleh garam yang terionisasi. Rasa asam.glikol. Rasa pahit juga dapat mengindikasi bahwa makanan tersebut mengandung toxin atau beracun. Sensasi Pengecapan Utama ( perbaikan Rini diana sari NIM 04121003032) Penelitian yang bersifat psikofisiologik dan neurofisiologik telah mengenali setidaknya ada 13 reseptor kimia yang ada pada sel-sel pengecap. . Rasa Asin. amino..

Begitu juga kalau lidah kita terkena makanan yang terlalu . untuk menyatakan rasa kecap yang menyenangkan secara kualitatif. sehingga otak mampu mengenali rangsang dari lingkungannya. lalu otak akan menerjemahkan sinyal yang diberikan tersebut dan menentukan rasa dari makanan yang kita makan. artinya lezat.Jepang). Bila kita mengemut es batu sebelum makan.Impuls yang sampai keotak diolah. Selanjutnya o pada lidah terdapat reseptor untuk rasa. Rasa Umami (bhs. Ada beberapa hal yang dapat membuat reseptor kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Dari informasi inilah manusia dapat memberikan respons (tanggapan) terhadap rangsang yang datang Mekanisme kerja lidah Tiap kuncup pengecap tersusun dari sel-sel yang memiliki rambut berukuran mikro yang sensitif. o reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia o karena mampu menerima rangsang berupa zat kimia sehingga disebut kemoreseptor o Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap(taste buds) pada permukaan lidah Rangsang yang sampai kereseptor akan diterima dan diteruskan oleh saraf keotak dalam bentuk impuls listrik. Rambut-rambut super mini ini pada saat berkontak dengan makanan akan mengirimkan pesan ke otak. dinginnya es dapat membuat kuncup pengecap menjadi kurang sensitif.5. Rasa ini dominan ditemukan pada L-glutamat ( trdpt pada ekstrak daging dan keju). disebut mikrovilli.

sakit kepala.Selain itu rasa pahit dilidah erat hubungannya dengan mual-mual dan muntah. karena banyaknya plak yang terkumpul di permukaan lidah. Contoh kondisi yang mungkin menyebabkan mual-mual dan muntah yaitu maag. Bau yang kuat dari suatu makanan dapat mempengaruhi kuncup pengecap. Beberapa cara mencegah mual dan muntah:  Makan sedikit-sedikit tetapi sering  Minum minuman hangat dan makanan berkuah yang hangat  Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B6 . Mual dan muntah kebanyakan dikendalikan oleh reflek dan merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh jadi sulit bagi kita untuk mengendalikannya tetapi kita bisa memperkecil kemungkinannya sehingga bisa mempercepat penyembuhan karena kita menyerap nutrisi dari makanan. Produksi air liur yang berkurang artinya juga oksigen di mulut juga berkurang sehingga memicu pertumbuhan bakteri anaerob. produksi air liur yang berkurang dan menyebabkan keadaan mulut kering (xerostomia) juga membuat lidah tidak bekerja maksimal. mengkonsumsi obat-obatan seperti antibiotik. beberapa infeksi virus maupun bakteri. Proses pengecapan rasa tidak hanya digawangi oleh lidah tapi juga dibantu oleh hidung. Saat kita terkena influensa. Bakteri-bakteri tersebut memproduksi sulfur yang menyebabkan bau tidak sedap dan rasa pahit dilidah. dapat menyebabkan ‘tongue burning’ dan biasanya baru akan pulih dalam 1-2 hari. mengkonsumsi bahan bahan yang mengiritasi lambung dan sebagainya. Rasa pahit dilidah saat sakit disebabkan karena berkurangnya produksi air liur karena berbagai sebab. Rasa pahit dilidah biasanya disertai dengan bau nafas yang tidak sedap dan mulut kering. ibuprofen dan steroid. Lidah yang kebersihannya tidak terjaga juga dapat menyebabkan kesensitifan lidah berkurang. Makanan perlu dilarutkan dalam air liur untuk bisa dirasakan itu sebabnya Indera pengecap juga berkurang kemampuannya. Selain itu. Itu karena lidah tidak bekerja sendirian. biasanya makanan apapun terasa hambar. berbagai masalah pada pencernaan. Hidung membantu untuk pengecapan makanan dengan membauinya sebelum makanan dikunyah dan ditelan. Penyebab utamanya yakni asam lambung yang naik kemulut meninggalkan rasa pahit yang sering menetap beberapa waktu.panas.

Hal ini menguntungkan. Penyebab kanker lidah salah satunya rokok. Hindari bau-bauan menyengat Secara skema dapat ditulis bahwa makanan dan minuman merangsang ujung2 syaraf2 pengecap yg terdapat di papilla ( rangsang diteruskan ke otak ( otak memproses dan kita merasakan berbagai rasa pada makanan ). Tetapi tidak seperti kelenjar saliva yang “istirahat” pada saat kita tidur sehingga produksi saliva menurun. lidah tetap beraktivitas meskipun kita sedang tidur. Risiko tersebut akan meningkat jika mengonsumsi alkohol. Asap yang lama mengepul di rongga mulut dan terkena lidah bisa memicu kanker lidah. Rasa Asam . karena kalau tidak di bantal akan terbentuk pulau-pulau besar setiap kali kita tidur. Asap rokok yang mengumpul di rongga mulut ternyata memicu kanker. yaitu:  Asam  Asin  Manis  Pahit Manusia dapat menerima berates-ratus pengecapan yang berbeda yang merupakan kombinasi dari sensasi-sensasi dasar seperti halnya macam-macam warna yang merupakan kombinasi dari tiga sensasi warna utama. Kemampuan 13 reseptor di atas dikelompokkan menjadi empat kategori umum yang disebut sensasi utama pengecapan. Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok. terutama yang lebih dari 2 pak per hari. Lidah mendorong saliva ke tenggorokan supaya bisa ditelan. Penyebab lainnya karena tambalan atau gigi yang tajam yang menimbulkan trauma pada lidah. jangan remehkan asap rokok. 1). penyebab terbesar terjadinya kanker lidah karena merokok. Kelainan pada lidah adalah kanker lidah.

Rasa pahit dengan intensitas yang tinggi biasanya membuat manusia atau hewan membuang makanan tersebut. striknin. dan alkaloid. Kation garam yang terutama berperan rasa asin. Alkaloid banyak digunakan dalam obat-obatan . seperti kuinin. beberapa protein kecil. Rasa Manis Rasa manis tidak dibentuk oleh satu golongan kelas substansi kimia saja. asam halogenasi. Makin asam suatu asam. 4). asam sulfonat. glikol. alkohol. Kualitas rasanya berbeda-beda antara garam yang satu dengan garam yang lain karena garam juga membentuk sensasi rasa yang lain selain rasa asin. kafein. aldehid. maka sensasi yang terbentuk maki kuat. Rasa pahit ditimbulkan oleh dua substansi. asam amino. Rasa Asin Rasa asin dibentuk oleh garam-garam yang terionisasi. khususnya berbagai tipe komponen tiourea. 2.000008 M Banyak manusia yang mempunyai pengecapan yang tidak peka terhadap substansisubstansi tertentu. dan garam-garam anorganik dari timah dan berilium. Rasa pahit mengandung toksik mematikan yang terdapat dalam tanaman beracun yang merupakan alkaloid. 2). tetapi kombinasi beberapa substansi kimia yaitu gula. dan intensitas dari sensasi rasa hampir sebanding dengan logaritma dari konsentrasi ion hidrogen.0009 N  Rasa asin oleh natrium klorida 0. keton.Rasa asam disebabkan oleh asam. Rasa Pahit Rasa pahit juga sama dengan rasa manis. Ambang Batas Pengecapan Ambang batas pengecapan rangsang terhadap rasa adalah sebagai berikut:  Rasa asam oleh minuman asam hidroklorida rata-rata 0. 3). dan nikotin.01 M  Rasa manis oleh sukrosa 0. ester. yaitu tidak dibentuk hanya oleh satu tipe substansi kimia. Substansi yang sering . amida.01 M  Rasa pahit oleh kuinin 0. Sebagian besar substansi yang membentuk rasa manis adalah substansi kimia organik. yaitu substansi organik rantai panjang yang mengandung nitrogen. tetapi anionnya juga berperan walaupun kecil.

06 mm dan terdiri dari kurang lebih 50 sel-sel epitel yang termodifikasi yang disebut sel sustentakular dan sel pengecap. yaitu:  Sebagian besar indera pengecap terletak di dinding saluran yang mengelilingi papilla sirkumvalata yang membentuk garis V pada permukaan posterior lidah . Hal ini dimulai dengan pengikatan zat kimia kecap pada molekul reseptor protein yang menonjol melalui membrane vilus. Membran-membran sel pengecap mempunyai muatan negatif di bagian dalam yang berkaitan dengan bagian luar. tetapi pada manusia belum diketahui. Penerapan substansi pengecap pada rambut-rambut pengecap menyebabkan hilangnya sebagian muatan negatif tersebut. Vesikel ini mengandung substansi neurotransmitter yang dilepaskan melalui membrane sel untuk merangsang ujungujung serabut saraf dalam merespons rangsang kecap. Mikrovili inilah yang memberikan permukaan reseptor untuk pengecapan. yaitu sel pengecap yang terdepolarisasi. zat kimia kecap dibersihkan dari vilus pengecap oleh saliva yang menghilangkan rangsangan. Dari ujung-ujung setiap sel. Umur setiap sel pengecap adalah sekitar 10 hari pada mamalia tingkat rendah. Indera pengecap ditemukan pada tiga tipe papilla lidah. Banyak vesikel membentuk membran sel di dekat serabut.03 mm dan panjang sekitar 0. Perubahan potensial pada sel pengecap ini disebut potensial reseptor pengecapan.digunakan oleh para ahli psikologis untuk memperlihatkan ketidakpekaan pengecapan adalah feniltiokarbamida. Indera Pengecap dan Fungsinya Indera pengecap mempunyai diameter sekitar 0. Anyaman antara sel-sel pengecap merupakan rangkaian percabangan terminal dari beberapa serabut-serabut saraf pengecap yang dirangsang oleh sel-sel reseptor pengecap. Selanjutnya. Tipe protein reseptor di setiap vilus pengecap menentukan tipe rasa yang timbul. Ujung-ujung luar sel pengecap tersusun di sekitar pori-pori pengecap yang sangat kecil. beberapa mikrovili atau rambut pengecap menonjol ke luar menuju pori-pori pengecap dan mengarah ke rongga mulut. Sekitar 15-30% manusia mengalami ketidakpekaan pengecapan terhadap zat tersebut. Beberapa dari serabut-serabut ini berinvaginasi menjadi lipatan-lipatan membran sel pengecap. 3. Sel-sel pengecap terus-menerus digantikan melalui pembelahan mitosis sel-sel epitel di sekitarnya.

beberapa sinyal pengecap akan ditransmisikan ke traktus solitarius dari basis lidah dan bagian-bagian lain dari daerah faring melalui nervus vagus. Semua serabut pengecap bersinaps pada nukleus traktus solitarius dan mengeluarkan neuron susunan kedua ke daerah kecil dari nukleus medial posterior sentral talamus yang terletak sedikit medial dari ujung talamus daerah fasial dari sistem lemnikus medialiskolumna dorsalis. dan rostral terhadap daerah lidah dari area somatik I. Di atas usia 45 tahun banyak indera pengecap mengalami degenerasi sensasi pengecapan menjadi kurang kritis. sedangkan pada anak-anak lebih sedikit. rasa asam terletak pada dua pertiga samping lidah. Sensasi utama rasa tertentu terletak di daerahdaerah khusus. epiglottis.  Sejumlah lainnya terletak pada papilla foliata yang terletak di lipatan-lipatan di sepanjang permukaan lateral lidah. dan akhirnya. Orang dewasa mempunyai 3000 sampai 10000 indera pengecap. yaitu rasa manis dan asin terutama pada ujung lidah. Impuls pengecap dari dua pertiga anterior mula-mula akan diteruskan ke saraf kelima. ke traktus solitarius pada batang otak. Dari deskripsi jaras pengecap ini. Dari talamus. dan rasa pahit pada bagian posterior lidah dan palatum mole. neuron ketiga ditransmisikan ke ujung bawah girus postsentralis pada korteks parietalis tempat neuron melingkar ke dalam fisura sylvian dan kedalam daerah operkular insular. kemudian melalui korda timpani menuju ke nervus fasialis. Indera pengecap tambahan terletak pada palatum dan beberapa di antaranya pada pilar tonsilar. Refleks pengecap yang bergabung dalam batang otak . Sensasi pengecap dari papila sirkumvalata pada bagian belakang lidah dari daerah posterior rongga mulut yang lain akan ditransmisikan melalui nervus glossofaringeus ke traktus solitarius tetapi pada ketinggian yang sedikit lebih rendah. dan esofagus proksimal.2 Transmisi Sinyal Pengecap ke Sistem Saraf Pusat Jaras saraf untuk transmisi sinyal pengecap dari lidah dan daerah faringeal ke sistem saraf pusat. Akhirnya. ventral. juga di fisura sylvian. Sejumlah indera pengecap terletak pada papilla fungiformis di atas permukaan depan lidah. Daerah ini terletak sedikit lateral. 2. dengan segera dapat terlihat bahwa jaras ini sangat paralel dengan jaras somatik dari lidah.

dan parotis untuk membantu mengendalikan sekresi saliva selama proses penelanan makanan. dari penelitian elektrofisologi terhadap serabut saraf pengecap. walaupun mekanisme dan daerahnya belum diketahui. Adaptasi Pengecap Sensasi pengecap beradaptasi hampir menyeluruh dalam waktu satu atau beberapa menit asalkan ada rangsang yang berkesinambungan. Ketiga. dan bahkan manusia juga akan menolak setiap makanan yang mempunyai sensasi afektif yang tidak enak. Fenomena pemilihan pengecapan hampir dapat dipastikan berasal dari beberapa mekanisme yang dapat di sistem saraf pusat dan bukan dari mekanisme pada indera pengecap itu sendiri. Alasan penting untuk mempercayai bahwa pemilahan pengecapan . kandungan garam dari daerah gurun terbukti menarik hewan-hewan dari daerah yang jauh. hewan yang mengalami paratiroidektomi secara otomatis akan memilih air minum dengan kandungan kalsium klorida yang tinggi. Oleh karena itu. Fenomena serupa juga ditemukan pada banyak situasi kehidupan sehari-hari. Pertama-tama. ini adalah suatu mekanisme yang berbeda dari kebanyakan sistem sensoris lainnya. terlihat bahwa adaptasi indera pengecap sendiri biasanya berjumlah tidak lebih dari dari sekitar separuhnya. hewan-hewan yang mengalami adrenalektomi secara otomatis akan memilih air minum yang mempunyai kandungan natrium klorida tinggi dibandingkan air murni.Dari traktus solitarius. adaptasi derajat tinggi yang terjadi pada sistem saraf pusat itu sendiri. yang tentu saja pada beberapa situasi dapat melindungi tubuh kita dari substansi yang memang tidak dikehendaki. Studi percobaan berikut ini menggambarkan kemampuan hewan untuk memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. sejumlah besar impuls ditransmisikan di dalam batang otak itu sendiri langsung ke nukleus salivatorius inferior dan superior. Sebagai contoh. sublingualis. Pemilahan Pengecap dan Pengendalian Diet Pemilahan seringkali berubah sesuai dengan kebutuhan tubuh akan substansi khusus tertentu. dan ini sebaliknya bakan mentransmisikan impuls ke glandula submandibularis. Kedua. walaupun indera pengecap memang seringkali menjadi peka terhadap nutrien yang dibutuhkan. Namun. dan keadaan ini pada kebanyakan situasi cukup memenuhi kebutuhan suplai tubuh dan mencegah kematian akibat kekurangan garam. Pada setiap kecepatan. hewan yang disuntik dengan insulin dalam jumlah besar akan mengalami kekurangan gula darah dan secara otomatis akan memilih makanan yang manis dari berbagai sampel. yang beradaptasi terutama pada reseptor.

efek serupa dapat ditemukan pada hewan.3 INDERA PENCIUMAN Indera penciuman merupakan fenomena subjektif yang tidak mudah dipelajari fakta lainnya bahwa penciuman pada manusia tidak berkembang sempurna disbandingkan beberapa hewan tingkat rendah. diantarnya sel-sel olfaktori pada membrane olfaktori tersebar banyak glandula bowman kecil. yang pada dasarnya merupakan sel saraf bipolar yang berasal dari sistem saraf pusat itu sendiri. dan ini adalah silia yang bereaksi terhadap bau diudara dan kemudian akan merangsang sel-sel olfaktori .4 sentimeter persegi. Ujung mukosa dari sel olfaktori membentuk tombol. Sel-sel reseptor untuk sensasi penciuman adalah sel olfaktori. dari tempat ini akan dikeluarkan 6 sampai 12 rambut atas silia olfaktori yang beridameter 0. PERANGSANGAN SEL-SEL OLFAKTORI . orang tersebut umumnya akan membentuk pemilahan pengecapan untuk makanan tertentu dikemudian hari.3 mikrometer dan panjangnya sampai 200 mikrometer yang terproyeksikanke dalam mucus yang melapisi permukaan dalam rongga hidung. Pada setiap lubang hidung. Sel-sel olfaktori. Sebagai contoh. Ada sekitar 100 juta sel seperti ini pada epitel olfaktori yang tersebar di antara sel-sel sustentakular. Silia olfaktori yang terproyeksi ini akan membentuk alas yang padat pada mucus.merupakan fenomena sentral adalah bahwa pengalaman terdahulu dengan rasa yang tidak enak atau enak berperan penting dalam menentukan pemilahan pengecapan yang berbedabeda. jika seseorang merasa “sakit” segera sesudah makan tipe makanan tertentu. MEMBRAN OLFAKTORI Membran olfaktori terletak di bagian superior setiap lubang hidung. 2. yang menyekresi mucus ke permukaan membrane olfaktori. membrane sedikit terlipat kebawah di atas permukaan septum superior dan bahkan di atas sebagian kecil dari permukaan atas turbinate medial. Disebelah medial. membrane olfaktori mempunyai daerah permukaan sekitar 2.

Ion natrium memberi sifat positif ke sisi dalam mebran sel. Untuk ringakasnya (a) aktifasi reseptor oleh bau dapat mengaktifasi komlpek protein-G (b) hal ini kemudian banyak mengaktifasi molekul adenil siklase di bagian dalam membrane sel olfaktori yang kemudian (c) menyebabkan banyak pembentukan molekul cAMP sampai berkali-kali dan akhirnya (d) cMAP membuka saluran ion natrium yang masih banyak tersisa. Pertama. diduga karena konstituen lipid pada membrane silium menolak bau yang tidak larut dalam lemak yang berasal dari protein respetor membrane. tetapi sudah dapat memulai rangkaian efek yang membuka banyak sekalisaluran natrium. yang merupakan kombinasi dari tiga subunit. Pada perangsangan reseptor. hanya substansi yang dapat menguap saja yang dapat tercium baunya. Kedua. yaitu pintu saluran ion natrium. dengan demikian akan merangsang neuron olfaktori dan menjalarkan potensial aksi ke dalam sistem saraf pusat melalui nerfus olfaktori. Dan ketiga. Hal ini menimbulkan sensitifitas hebat pada neuronneuron olfaktori bahkan untuk jumlah bau yang sedikit sekalipun.Mekanisme eksitasi pada sel-sel olfaktori. yang memungkinakan sejumlah besar ion natrium untuk mengalir ke dalam sitoplasma sel reseptor. sangat membantu juga bila bau tersebut sedikit sekali larut dalam lemak. yaitu yaitu yang dapat terhirup ke dalam nostrilnostril. substansi yang merangsang tersebut paling sedikit harus bersifat larut dalam air. dengan demikian bau tersebut dapat berjlan melewati mucus untuk mencapai sel-sel olfaktori. Untuk merangsang sel-sel olfaktori selain mekanisme kimiawi dasar masih terdapat beberapa faktor fisik yang mempengaruhi derajat perangsangan. Kemudian berikatan dengan protein reseptor yang menonjol keluar melalui membrane siliaris. bagian reseptor yang melipat kea rah dalam akan saling bepasangan untuk membentuk yang disebut protein-G. . melipat kearah dalam dan ke arah luar. Akhirnya cAMP ini mengaktivasi protein membrane lain di dekatnya. subunit alfa memecahkan diri dari protein-G dan segera mengaktivasi adenilil siklase yang terlekat pada sisi dalam dari membrane siliaris di dekat badan sel reseptor. Bagian sel olfaktori yang memberi respon terhadap rangsangan kimia olfaktori adalah silia substansi yang berbau. Oleh karena itu walaupun bau spesifik hanya mempunyai konsentrasi yang sangat kecil. mula-mula menyebar secara difus ke dalam mucus yang menutupi silia. bahkan dari bau yang lemah sekalipun. Arti penting dari mekanisme tidak langsung yang bertujuan untuk mengaktivasi saraf-saraf olfaktori ini adalah bahwa mekanisme dapat melipatgandakan efek perangsangan. yang tercium pada saat berkontak dengan permukaan olfaktori. Sebaliknya. Siklase yang teraktivasi kemudian mengalihkan banyak molekul trifosfat adenosine intraselular menjadi monofosfat adenosine siklik (cAMP). reseptor ini merupakan molekul panjang yang menyusupkan dari melalui membrane sebanyak tujuh kali.

Hal ini memperlihatkan bahwa reseptor olfaktori cenderung mengikuti prinsip-prinsip trnasduksi yang mrip denganyang terjadi pada reseptor sensorik lainnya. Telah diasumsikan suatu mekanisme neuronal dari adaptasi ini yaitu. suatu kecepatan yang cukup tinggi utnuk serat-serat olefaktori yang berukuran sepersekian micrometer saja. jadi malah menurunkan kecepatan peletupan saraf. Karena adaptasi psikologi ini jauh lebih besar darpada derajat adaptasi reseptor itu sendiri. bervariasi mulai dari satu kali setiap 20 detik sampai dua atau tiga kali per detik. Pada nilai potensial ini.Potensial membrane dan potensial aksi pada sel-sel olfaktori. Bersamaan dengan hal ini jumlah potensial aksi meningkat sampai sekitar 20 per detik. sebagian besar sel terus-menerus menghasilkan potensial aksi pada kecepatan yang sangat lambat. Namun dari pengalaman. telah diusahakan untuk mengklasifikasikan sensasi –sensasi ini menjadi : . sebagai berikut sejumlah besar serabut saraf sentrifugal melintas dari daerah olfaktroi otak ke belakang sepanjang traktus olfaktorius dan berakhir pada sel-sel inhibitor pada bulbus olfaktorius. Kebanyakan bau menyebabkan depolarisasi membrane sel olfaktori. Diandaikan di sini bahwa sesudah timbulnya rangsangan olfaktori. bukannya menaikkan. sistem saraf pusat perlahan-lahan akan membentuk inhibisi timbal balik yang kuat untuk menekan penyiaran sinyal penciuman melalui bulbus olfaktorius. rata-rata sekitar -55 milivolt. Adaptasi Sekitar 50 persen reseptor olfaktori beradaptasi pada detik pertama atau setelah terkena rangsangan. MENCARI SENSASI UTAMA PENCIUMAN Sebagian besar ahli fisiologi percaya bahwa banyak sensasi penciuman dilayani oleh sejumlah kecil sensasi utama dengan cara yang sama seperti pada pelihatan dan pengecapan yang terdir dari beberapa sensasi terpilih. yaitu sel granula. Pada daerah yang lebih luas kecepatan implus sel olfaktorius dapat segera berubah sesuai dengan logaritma kekuatan rangsangan. sangat sedikit saraf reseptor yang beradaptasi dan berlangsung sangat lambat. seperti yang terhitung oleh mikroelektroda. Beberapa bau dapat menimbulkan hiperpolarisasi membrane sel olfaktori. Berdasarkan penelitian psikologis. hampir dapat dipastikan bahwa adaptasi terjadi dalam sistem saraf pusat.setelah itu. Potensial membrane pada selsel olfaktori yang terangsang. kita semua tahu bahwa sensasi bau dapat beradaptasi dengan jelas dalam waktu satu menit atau lebih sesudah seseorang memasuki atmosfer yang berbau kuat. menurunkan potensial negative dalam sel dari -55 turun sampai -30 milivolt atau bahkan lebih rendah lagi.

Harum bunga-bungaan (floral) 4. Sangat samar (ethereal) 6.4 PENJALARAN SINYAL-SINYAL PENCIUMAN KE SISTEM SARAF PUSAT N. Merupakan salah satu bagian dari saraf kranialis. · persepsi. Musky 3.1. Serabut aferen neuron ini bersinaps di bulbus olfaktorius dan dari sini keluar serabut yang menghubungkan bulbus olfaktorius dengan otak yang disebut traktus olfaktorius. berfungsi untuk penciuman (pembauan). dan memori yang berkaitan dengan bau-bauan. sistem limbik (amigdala. Peppermint 5. formatio retikularis : untuk pengatur atensi dan membuat orang terjaga Gambar . Bau yang tajam (pungent) 7. Busuk 2. Setelah sampai di otak. septum): untuk mengaktifkan emosi dan perilakuyang berkaitan · dengan bau-bauan. hipotalamus: untuk pengatur hasrat (drives). I (Nervus Olfactorius) merupakan saraf sensorik. sinyal olfaktori memiliki beberapa target yaitu : · korteks penciuman primer dan asosiasi di lobus temporalis: untukmembedakan bau. reseptor untuk menangkap rangsang bau-bauan adalah sel-sel olfaktorius yang merupakan sel saraf bipolar dan berada di mukosa olfaktorius (bagian atas rongga hidung). Saraf Indera Penciuman . pengatur makan dan respon otonom dalam · fungsi digestif. Camphoraceous 2.

Sel-sel ini kemudian mengirimkan akson-akson melalui traktus olfaktorius untuk menjalarkan sensasi olfaktori ke dalam sistem saraf pusat. masing-masing merupakan ujung dari sekitar 25. Dari penelitian diduga gromeruli yang berbeda akan memberi respon terhadap bau yang berbeda pula. Sistem olfaktori yang paling tua (area olfaktori medial) Terdiri dari sekelompok nuklei yang terletak dibagian midbasal otak disebelah anterior hipotalamus.Penjalaran sinyal-sinyal olfaktori ke dalam Bulbus Olfaktorius Bulbus Olfaktorius (Nervus Kranial I). Sebagian besar bentuk yang mencolok ini merupakan nuklei septal . JARAS OLFAKTORI Traktus olfaktorius memasuki otak pada sambungan anterior antara mesensefalon dan serebrum. traktus ini terbagi menjadi dua jaras. Oleh karena itu. dan yang lain berjalan disebelah lateral menuju area olfaktori lateral.000 akson yang berasal dari sel-sel olfaktori. Setiap bulbus memiliki beberapa ribu macam glomeruli. meski terlihat seperti nervus namun sebenarnya ini merupakan pertumbuhan jaringan otak dari dasar otak ke arah anterior yang memiliki pembesaran berbentuk bulat. yaitu badan sel yang juga terletak di bulbus olfaktori disebelah superior gromeluri. sedangkan area olfaktori lateral merupakan input bagi sistem olfaktori yang lebih tua dan lebih baru. Lempeng kribiformis memiliki banyak lubang kecil yang merupakan tempat di mana saraf-saraf kecil dalam jumlah yang sesuai berjalan naik dari membran olfaktorius di rongga hidung untuk memasuki bulbus olfaktorius di rongg kranial. Pada ujungnya terletak lempeng kribiformis yang memisahkan rongga otak dari bagian atas rongga hidung. yang satu berjalan di sebelah medial menuju ke area olfaktori medial. Area olfaktori medial mewakili sistem olfaktori yang paling tua. ada kemungkinan bahwa glomeruli spesifik yang terangsang merupakan petunjuk sebenarnya untuk menganalisis berbagai sinyal bau yang dijalarkan ke dalam sistem saraf pusat. Setiap glomerulus juga merupakan ujung untuk dendrit yang berasal dari sekitar 25 sel-sel mitral yang besar dari sekitar 60 sel-sel berumbai yang lebih kecil.

Arti penting dari area olfaktori medial ini telah dimengerti dengan baik dengan memperhatikan apa yang terjadi pada binatang ketika area olfaktori lateral ke dua sisi otaknya diangkat dan hanya sistem medial saja yang tersisa. dibagian anteromedialdari lobus temporalis. bergantung pada pengalaman terhadap makanan. dan sistem tua yang menyediakan pengaturan otomatis yang telah dipelajari terhadap asupan makanan beracun dan tidak sehat dan akhirnya sistem lebih baru yang sebanding dengan sebagian besar sistem sensorik kortikal lain dan digunakan untuk persepsi olfaksi secara sadar. Dari daerah ini jaras sinyal berjalan ke hampir semua bagian sistem limbik. Jadi. Jawabannya adalah area ini dengan kuat mempengaruhi lebih banyak respon primitif terhadap olfaksi. pengangkatan area lateral akan menghapus refleks-refleks olfaktori yang lebih kompleks dan telah terkondisi. seperti menjilat. Banyak jaras sinyal dari area olfaktori lateral langsung masuk ke bagiankorteks yang lebih tua.yang merupakan nuklei garis tengah yang masuk ke dalam hipotalamus dan bagian primitif sistem limbik otak lainnya. bibir. Sistem olfaktori yang kurang tua (area olfaktori lateral) Terdiri dari korteks prepiriformis dan korteks piriformis ditambah bagian kortikal nuklei amigdaloid. terutama ke bagian yang kurang primitif. . Sebaliknya. area olfaktori lateral ini dan hubungannya yang banyak dengan sistem perilaku limbik menyebabkan seseorang mengembangkan sikap antipatinya terhadap makanan secara sempurna yang menyebabkan mual dan muntah. Ini adalah satu-satunya area dari seluruh korteks serebal dimana sinyal sensorik berjalan langsung ke korteks tanpa melalui talamus. sistem yang lebih baru ini kemungkinan terutama membantu dalam hal analisis bau secara sadar. Jaras yang lebih baru Arah berjalannya ke dorsomedial nukleus talamik dan kemudian ke kuadran lateroposterior korteks orbitofrontal. Contoh. terdapat sistem olfaktori sangat tua yang mencetuskan refleks olfaktori dasar. atau emosi primitif yang berkaitan dengan bau tersebut. yang disebut paleokorteks. salivasi dan respon makan lainnya yang disebabkan oleh bau makanan. seperti hipokampus yang tampaknya menjadi hal penting dalam proses belajar untuk menyukai atau tidak menyukai makanan tertentu. Didasarkan pada penelitian terhadap monyet. yaitu sistem yang berkaitan dengan perilaku dasar.

Peppermint. Indera pengecap mempunyai diameter sekitar 0. Musky. dan Busuk. Sel-sel pengecap terus-menerus digantikan melalui pembelahan mitosis sel-sel epitel di sekitarnya.BAB III PENUTUP 3.2 Saran Semoga makalah kami dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bidang ilmu Keperawatan PSIK UNSRI. Tekstur suatu makanan dideteksi oleh indera pengecap taktil dari rongga mulut. telah diusahakan untuk mengklasifikasikan sensasi –sensasi ini menjadi : Camphoraceous. umumnya indera pembau (hidung) juga sangat berperan dalam persepsi pengecapan. Tetapi.03 mm dan panjang sekitar 0.06 mm dan terdiri dari kurang lebih 50 sel-sel epitel yang termodifikasi yang disebut sel sustentakular dan sel pengecap. Harum bunga-bungaan (floral). Sangat samar (ethereal). 3. Namun karena makalah ini masih jauh dari kata sempurna kami selaku penulis memberikan saran untuk kedepan agar makalah ini dapat di perbaiki sesuai dengan perkembangan ilmu. Bau yang tajam (pungent). . Berdasarkan penelitian psikologis.1 Kesimpulan Pengecapan adalah fungsi utama dari taste bud di dalam rongga mulut.

dan E. (1997). Bandung : Diktat kuliah fakultas ilmu pendidikan Indonesia. Nur. Guyton. Hall. fisiologi kedokteran. (2008). Euis dan dr Faizah R.DAFTAR PUSTAKA Dr. Psikologi FAAL. Jakarta : EGC . Heryati.