You are on page 1of 2

MASIH ADANYA GURU DENGAN KOMPETENSI TIK RENDAH

Oleh: Mega Cahya Pratiwi (1300662)
Rendahnya kompetensi TIK yang dimiliki oleh guru masih saja terdapat dalam
pendidikan abad 21. Hal ini dianggap perlu menjadi perhatian bagi para kalangan praktisi
pendidikan dan pemerintah. Terlebih kurikulum yang diterapkan saat ini, yaitu kurikulum
2013, menuntut pengintegrasian teknologi dengan proses pembelajaran siswa agar dapat
bersaing dalam era global. Jika kemampuan guru dalam penggunaan teknologi rendah maka
akan berpengaruh pula terhadap kemampuan siswanya. Akan sulit bagi para pelajar Indonesia
untuk mengejar ketertinggalan dengan negara maju lainnya sehingga menimbulkan
kesenjangan digital (digital divide) karena tertinggal jauh dalam pengintegrasian teknologi.
Oleh karena itu perlu adanya upaya baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak guru untuk
mengupayakan kembali pengembangan kompetensi TIK bagi guru agar dapat
mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi secara komprehensif.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih saat ini
menyebabkan pertukaran informasi menjadi semakin cepat pula tanpa mengenal batas ruang
dan waktu. Hal ini memudahkan akses informasi untuk memperluas pengetahuan. Negara
yang mampu menguasai pengetahuan adalah negara yang mampu bersaing dalam era global
seperti sekarang. Untuk itu UNESCO telah mengelompokkan enam aspek kompetensi TIK
diantaranya (1) Pemahaman TIK dalam pendidikan, (2) Kurikulum dan Penilaian, (3)
Pendagogi, (4) Teknologi Informasi dan Komunikasi, (5) Organisasi dan Administrasi, (6)
Pembelajaran Guru Profesional. Dan dari setiap aspek tersebut terdapat pula tiga tingkatan
kemampuan dalam pengaplikasiannya seperti sebagai berikut:
1. Literasi teknologi, yaitu kemampuan memanfaatkan TIK secara komprehensif
dalam mempersiapkan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat agar siap
mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan produktivitas ekonomi,
meningkatkan keterlibatan, membuat sumber daya berkualitas tinggi, dan
meningkatkan keterampilan keaksaraan.
2. Pendalaman pengetahuan, yaitu kemampuan memanfaatkan TIK dalam
pembelajaran yang lebih mendalam untuk mendorong siswa agar mampu
memecahkan permasalahan yang dihadapinya dalam lingkungan masyarakat.
3. Pencipta pengetahuan, yaitu kemampuan memanfaatkan TIK dalam meningkatkan
produktivitas siswa dalam keterlibatannya menciptakan dan menginovasikan
pengetahuan.
Namun hingga tahun 2016 ini masih ada guru yang belum memiliki kemampuankemampuan seperti yang sudah disebutkan tadi. Beberapa alasan yang menjadi penyebabnya
yaitu kurangnya fasilitas TIK, tidak tersedianya petugas khusus yang menangani bagian keTIK-an, akses internet yang belum memadai, serta rendahnya kemampuan ekonomi siswa
untuk memenuhi kebutuhan teknologi. Adapun sekolah-sekolah yang sudah memiliki fasilitas
yang memadai tidak didukung dengan kemampuan gurunya karena rata-rata usia guru lebih
dari 40 tahun sehingga sulit mengikuti perkembangan teknologi, seperti yang terjadi di SMP
Negeri 12 Bandung. Pada mulanya tiap ruangan dalam sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas
proyektor, namun karena jarang digunakan oleh guru lama-kelamaan alat tersebut menjadi
rusak dan tidak dapat digunakan lagi, hanya tersisa dua buah saja.

Munir. Jakarta: Ristekdikti. Diakses: kaltara. Damris.jpnn. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Interaksi Guru-Siswa. (2015). Sastradipoera Komaruddin. (2014). Pitoyo. L. mulai dari perencanaan.kompas. Marzal. 37-45. . 4(2). 26 April). 2 Februari). (2016. Sehingga yang berhak menjadi guru profesional adalah guru-guru yang sebelumnya telah mengikuti SM3T dan PPG. APTEKINDO. Guru di Kota Ini Masih Banyak yang Gaptek. hlm.prokal. Rasyidah. Zar. hingga pemutusan hubungan kerja. Pro Kaltara.com/baca/sains/pendidikan/2016/02/02/Reformasi-PerguruanTinggi-Penghasil-Calon-Guru. Referensi: Esy. perawatan. (2015). Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Namun seharusnya upaya ini juga dibarengi dengan pengadaan tim atau lembaga khusus yang menangani bidang TIK seperti pengembang serta penyedia sumber belajar digital dan pelatihan TIK yang ditujukan bagi guru. kompensasi. 495-500. 26(2). [Online]. 6 Desember). hlm. Bandung: Alfabeta. pengembangan dan pelatihan. Kerangka Kompetensi TIK Bagi Guru. Sigit. Terutama birokrasi dalam manajemen sumber daya guru profesional yang transparan. baik dari pemerintah itu sendiri. Reformasi Perguruan Tinggi Penghasil Calon Guru. Bandung: Kappa-Sigma. (2015.com/read/2016/04/26/392857/Sia-sia-Digaji-Jutaan-KalauGurunya-Masih-Gaptek-. Revitalisasi LPTK. Ana. hlm. Diakses: http://print. Duh Miris. Keterampilan dan Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Guru Matematika SMA/MA di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (2010). Yuliatmojo. JPNN.html. Investigasi Pengetahuan. Wiranto. (2007). (2016. Sia-Sia Digaji Jutaan. Diakses: http://www. Menejemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Fungsi Operatif. Kompas. Selain itu juga dengan merombak pendidikan guru profesional dari yang hanya melalui sertifikasi menjadi lebih diperketat melalui program SM3T dan PPG. Napitulu. guru maupun calon guru dan masyarakat. Jefri. pengintegrasian. 157-165. Ester. jujur dan bersih.Reformasi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah dalam mengatasi persoalan ini.. (2014). Kalau Gurunya Masih Gaptek. Edu-Sains. Jurnal Varidika: Varia Pendidikan. pengadaan. Yaitu dengan menyusun rencana jangka panjang (>2016) dan rencana jangka pendek (2015-2016) revitalisasi LPTK. Upaya-upaya tersebut perlu ditunjang dengan dukungan dari berbagai pihak. [Online].. [Online].co/read/news/1217-duh-miriss-guru-di-kotaini-masih-banyak-yang-gaptek.. Mempersiapkan Guru pada Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.