You are on page 1of 9

BAB 13

UJIAN IMAN
(Pasal ini didasarkan pada Kejadian 16; 17:18-20; 21:1-14; 22:1-19.)
Tanpa keragu-raguan Abraham telah menerima janji akan memperoleh seorang
anak laki-laki, tetapi ia tidak menunggu Allah untuk menggenapkan sabda-Nya itu
menurut cara dan waktu-Nya sendiri. Tuhan membiarkan adanya kelambatan untuk
menguji imannya di dalam kuasa Allah; tetapi ia telah gagal dalam menghadapi ujian ini.
Dengan berpikir bahwa mustahil seorang anak akan dilahirkan olehnya pada masa
tuanya itu Sarah mengusulkan, sebagai satu rencana oleh mana maksud Ilahi dapat
diwujudkan, agar salah seorang dari hamba-hambanya yang perempuan diambil oleh
Abraham sebagai istri yang kedua. Poligami telah begitu merajalela sehingga hal itu tidak
lagi dianggap sebagai satu dosa, namun demikian itu tidak ada bedanya dengan suatu
pelanggaran terhadap hukum Allah, dan berakibat bencana kepada kesucian dan
ketenteraman hubungan keluarganya. Perkawinan Abraham dengan Hagar berakibat
buruk,

bukan

hanya

kepada

rumah

tangganya

sendiri,

tetapi

juga

kepada

generasi-generasi mendatang.
Bangga oleh karena mendapat kehormatan dengan kedudukannya yang baru sebagai
istri Abraham, dan mengharapkan akan menjadi ibu bangsa yang besar yang akan turun
dari Abraham, Hagar telah menjadi sombong serta congkak dan memperlakukan
majikannya dengan cemoohan. Kecemburuan yang timbal balik antara keduanya telah
mengganggu ketenangan rumah tangga yang dulunya berbahagia. Dipaksa untuk
mendengarkan persungutan kedua belah pihak, Abraham telah berusaha dengan sia-sia
untuk

memulihkan

kerukunan.

Sekalipun

hal

itu

merupakan

permohonan

yang

sungguh-sungguh dari Sarah sehingga ia telah menikah dengan Hagar, ia sekarang
memarahi Abraham sebagai seorang yang bersalah. Ia menghendaki untuk melenyapkan
saingannya itu; tetapi Abraham tidak mengizinkan hal itu; karena Hagar harus menjadi
ibu anaknya; seperti yang ia idam-idamkan, yaitu anak perjanjian. Namun demikian, ia
adalah hamba Sarah, dan ia masih tetap membiarkan Hagar kepada wewenang
majikannya. Roh Hagar yang congkak itu tidak dapat menahan kekejaman yang telah
ditimbulkan oleh sikapnya yang tidak hormat. "Apabila Sarah memperlakukan dia dengan
kejamnya, ia pun lari dari hadapannya."
Ia pergi ke padang pasir dan apabila ia beristirahat dekat sebuah mata air, seorang diri
dan tidak mempunyai sahabat, seorang malaikat Tuhan, dalam bentuk manusia kelihatan
kepadanya. Dengan memanggil, "Hagar, hamba Sarah," untuk mengingatkan kepadanya
akan kedudukan serta tugasnya, malaikat itu memerintahkan kepadanya, "Kembalilah
engkau kepada majikanmu serta tundukkanlah dirimu ke bawah tangannya." Tetapi
bersama-sama dengan tempelakan itu diberikan juga kata-kata penghiburan. "Tuhan

istrimu itu akan beranak kelak bagimu laki-laki seorang. Tetapi Abraham belum juga mengerti akan janji itu. Petunjuk yang diberikan kepada Abraham. "Sesungguhnya Sarah. sehingga Ismael secara terang-terangan berani mengolok-olok pewaris janji Allah itu. Ismael yang sekarang ini telah menjadi dewasa. . adanya satu sumber perpecahan yang tetap dan dia mengadu kepada Abraham. Saat itu juga pikirannya kembali kepada Ismael. melalui seorang malaikat suci. "Maka akan hal Ismael itu pun. Tetapi kepada Hagar kejadian ini merupakan satu kehancuran cita-cita yang diidam-idamkannya itu. "Tuhan akan mendengar.telah mendengar akan kesukaranmu. "Ya Tuhan. dan ia akan menjadi bapa dari satu bangsa yang besar." Dan sebagai satu pengingat yang tetap akan rahmat-Nya itu. dan di dalam kekecewaan mereka. ibu dan anaknya telah membenci anak Sarah itu. Hati bapa itu tertekan oleh duka yang tak terkatakan apabila ia menyuruh Hagar dan anaknya pergi." Namun demikian Allah tidak mengabaikan begitu saja doa Abraham. setelah ditunggu lama sekali. Abraham terdesak kepada satu keadaan yang menyulitkan dirinya. Abraham mentaati perintah malaikat itu tetapi bukannya tanpa penderitaan yang menyayat hati. yang menyinggung kesucian daripada . yang berarti kegenapan daripada harapan yang diidam-idamkan itu." Lahirnya Ishak. Dan malaikat itu memberikannya janji penghiburan bahwa sekalipun terpisah dari rumah bapanya." Kembali janji itu diberikan." "Bahwa Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." katanya. sambil mendesak agar Hagar dan Ismael diusir dari tenda mereka. Sarah melihat di dalam cara pembawaan Ismael yang sukar dikendalikan itu." Apabila Abraham hampir mencapai usia seratus tahun. hidupnya akan dipelihara. janji akan lahirnya anak itu diulangi kembali kepadanya. sambil berpegang kepada keyakinan bahwa melalui dia maksud Allah yang indah itu akan dilaksanakan. Ismael tidak akan ditinggalkan oleh Allah. Dalam kasihnya kepada anaknya itu ia berseru. kasihnya bagi Ismael atau Hagar tidak boleh dibiarkan menjadi penghalang. hendaklah engkau menamai dia Ishak. dengan satu jaminan bahwa pewaris di hari mendatang itu haruslah anak dari Sarah. . dan akan menjadikan dia satu bangsa yang besar. ia diperintahkan untuk menamai anaknya itu Ismael. karena hanya dengan cara demikian saja kerukunan serta kebahagiaan keluarganya dapat dipulihkan kembali. telah dianggap oleh semua orang yang ada di dalam kemah itu sebagai pewaris kekayaan Abraham. Kegembiraan orang banyak menambah kecemburuan mereka. biar apalah Ismael saja hidup di hadapan hadirat-Mu. Bagaimana dapat ia mengusir anaknya yang masih sangat dikasihinya itu? Di dalam kecemasannya itu ia memohon pimpinan Ilahi. Tuhan. telah memenuhi kemah Abraham dan Sarah dengan suasana kegembiraan. dalam kata-kata yang tak dapat disalah mengerti. Sekarang dengan tiba-tiba ia telah disisihkan. memerintahkan dia agar mengabulkan permintaan Sarah. maka Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan Dia. dan ahli waris berkat-berkat yang telah dijanjikan kepada turunannya. "akan kululuskan permintaanmu: Bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati dia .

Baik Abraham dan Sarah tidak mempercayai kuasa Allah. dan seorang yang berani untuk menghadapi mara bahaya. Agar ia dapat mencapai ukuran yang tertinggi. Di dalam penurutannya yang penuh iman. Seseorang di dalam gairah kemudaannya boleh jadi dengan semangat sanggup untuk menghadapi kesulitan-kesulitan dan penderitaan yang akan menyebabkan hatinya gentar di masa tuanya. dan yang paling berat bagi Abraham sampai kepada saat bilamana beban kehidupannya terasa berat di atas pundaknya. Pada waktu menerima perintah ini. Tuhan telah memanggil Abraham untuk menjadi bapa dari orang percaya. Sarah adalah satu-satunya istri Abraham yang sebenarnya. Ia telah menunjukkan Roh tidak percaya akan Allah dengan menyembunyikan kenyataan bahwa Sarah adalah istrinya. haruslah menjadi satu pelajaran bagi segala zaman. Ia sangat kaya dan dihormati oleh pemimpin-pemimpin di tempat itu. Abraham hidup di Bersyeba. Abraham telah meninggalkan kampung halamannya—-telah berpaling dari kuburan bapa-bapanya. Ia telah dianggap sebagai seorang yang sudah tua. Ribuan domba dan ternak menutupi padang-padang rumput yang terbentang di hadapan tendanya. Tetapi imannya tidaklah sempurna. tetapi sekarang semangat kemudaannya telah tiada. Ia menghormati suaminya dan di dalam hal ini ditampilkan dalam Perjanjian Baru sebagai satu teladan yang layak ditiru. yang terberat yang pernah dihadapi manusia. Tetapi Allah telah menyimpan ujian-Nya yang terakhir. Anak perjanjian itu telah bertumbuh menjadi seorang yang akil balig di sampingnya. pada waktu kakinya sedang terhuyung-huyung menuju ke liang kubur. rumah ratusan hamba-hambanya. yang setia. sekalipun di dalam generasinya. dan Tuhan tidak menempelak tuntutannya untuk mengusir saingannya itu. Di mana-mana terlihat kemah hamba-hambanya.hubungan pernikahan. dan lagi dalam pernikahannya dengan Hagar. dan kehidupannya harus nyata sebagai satu teladan iman kepada generasi-generasi mendatang. dan di sana mempersembahkan anaknya sebagai satu korban bakaran di atas satu gunung yang telah ditunjukkan kepadanya. Di dalam usia mudanya ia adalah seorang yang kuat untuk menahan kesulitan-kesulitan. Allah telah menghadapkannya kepada satu ujian yang lain. dan kesalahan inilah yang telah menyebabkan pernikahan dengan Hagar. Surga seolah-olah telah memahkotai dengan berkat-berkatnya satu kehidupan pengorbanan di dalam kesabaran menunggu harapan yang kegenapannya lama tertunda. Abraham telah mencapai usia seratus duapuluh tahun. dan Abraham rindu untuk beristirahat dari kesusahan dan kecemasan. Dalam satu khayal pada waktu malam ia diperintahkan untuk pergi ke bukit Moria. sekalipun harus dengan pengorbanan yang besar. sebagai seorang penghulu yang gagah perkasa. dan rumah kaum . Tetapi ia merasa tidak rela bahwa kasih Abraham harus diberikan kepada orang lain. Tidak ada orang lain yang berhak untuk ambil bahagian dalam hak-haknya sebagai seorang istri dan ibu. Hal itu menyatakan bahwa hak-hak dan kebahagiaan daripada hubungan ini haruslah dijaga dengan hati-hati. dikelilingi oleh kemakmuran dan kehormatan.

dan mengingat kembali akan janji yang telah diadakan hampir limapuluh tahun sebelumnya. ia telah menyuruh anaknya Ismael. tetapi tidak seorang pun yang datang untuk menolongnya. bahwa benihnya akan menjadi seperti bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya. ia meminta beberapa hal untuk meneguhkan perintah itu jikalau memang ia harus laksanakan tugas yang mengerikan itu. Haruskah ia membangunkan dia. Ia telah mengembara sebagai seorang asing di negeri pusakanya itu. penghibur di masa tuanya. bilamana anak yang lama dirindu-rindukannya telah menjadi dewasa. yakni Ishak. Baginya seolah-olah hal itu merupakan sesuatu yang mustahil dan mengerikan.keluarganya. dan berdoa. tetapi perintah Allah berdengung di telinganya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu. karena hukum Allah perintahkan "jangan kamu membunuh. Atas perintah Allah. anak muda itu tidur dengan tenangnya. kemudian dengan gemetar ia tinggalkan tempat itu. Ia pergi ke luar dari kemahnya dan menengadah ke atas ke langit yang terang dan cerah tak berawan." Perintah itu harus diturut dan ia tidak berlambat-lambatan. Waktu kembali ke kemahnya. Setan ada di samping untuk membisikkan kepadanya bahwa ia pasti tertipu. dan ia pergi ke tempat di mana beberapa kali ia telah bertemu dengan pesuruh-pesuruh surga itu. bagaimana mungkin ia harus dibunuh? Abraham tergoda untuk mempercayai bahwa boleh jadi ia berada dalam lamunan. yang ada di hadapannya." dan Allah tidak akan menuntut sesuatu hal yang pernah dilarangnya. dengan pengharapan akan bertemu lagi dengan mereka itu serta menerima petunjuk-petunjuk lebih jauh. supaya meninggalkannya. agar sekali lagi . dan pada wajahnya seolah-olah tidak ada tanda-tanda dosa. itu akan membebani kepalanya yang sudah memutih itu dengan kedukaan. Lama ia menunggu lahirnya anak perjanjian ini. dan Abraham kelihatannya telah dapat melihat wujud harapannya itu. yakni Ishak . Harinya semakin dekat. Ia pergi ke sisi Sarah yang juga sedang tertidur. dan ia harus memulai perjalanannya. dan persembahkan dia di sana sebagai korban bakaran. di atas segala sesuatunya ahli waris daripada berkat yang dijanjikan itu. . satu ujian yang lebih berat dari semua yang lainnya. begitu rupa seperti yang belum pernah dilakukannya sebelumnya. Dalam keragu-raguan dan kesedihannya ia sujud di atas bumi. . Kegelapan seolah-olah menyelubunginya. yang engkau kasihi." Ishak adalah terang rumah tangganya. Jikalau perjanjian ini akan digenapi melalui Ishak. yang engkau kasihi. Kehilangan seorang anak laki-laki seperti itu oleh kecelakaan ataupun penyakit. akan menghancurkan hati bapa yang berbahagia itu. Perintah itu dinyatakan dengan kata-kata yang pasti telah menyayat-nyayat hati bapa itu: "Ambillah anakmu yang tunggal itu. ia pergi ke tempat di mana Ishak sedang tertidur dengan nyenyaknya. dan menyampaikan kepadanya janji akan memperoleh anaknya Ishak. Ia mengingat malaikat-malaikat yang diutus untuk menyatakan kepadanya maksud Allah untuk membinasakan Sodom. Dan sekarang. tetapi ia telah diperintahkan untuk mencurahkan darah anak itu oleh tangannya sendiri. Sejenak lamanya bapa memandang kepada wajah anak yang dikasihinya itu.

dan menceritakan kepadanya tentang perintah untuk mempersembahkan korban di atas sebuah gunung yang jauh. Pikirannya tetap tertuju kepada ibu yang bangga dan berbahagia itu. masih mengharapkan bahwa beberapa pesuruh surga akan datang. Abraham memahami kata-kata Ilahi. Persiapan untuk perjalanan itu dengan cepat diselesaikan. Apabila mereka hendak memulaikan perjalanan mereka pada hari. Hingga sekarang ini ia tidak bersungut-sungut kepada Allah. tetapi menguatkan jiwanya dengan merenung-renungkan bukti-bukti tentang kebajikan dan kesetiaan Tuhan. Sementara anaknya dan orang-orang muda itu tidur. "karena ia berpikir. bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. tidak mempunyai hasrat untuk berkata-kata. ia gunakan malam itu untuk berdoa. tetapi Abraham menolak anjuran-anjuran Iblis itu. Ia tahu dengan baik bahwa pisau itu akan menikam jantung ibunya apabila itu akan mencabut nyawa anaknya. kembali kepada ibunya. dan ajakan bapanya ini tidak menimbulkan rasa heran kepadanya. kehidupan Sarah terikat di dalam hidupnya. dan memberitahukan kepadanya tanggung jawab yang mengerikan itu. . "Di dalam Ishak benihmu akan disebut"—satu benih yang jumlahnya tak terhitung seperti butir-butir pasir di tepi pantai. sambil merenung-renungkan rahasia yang menekan hatinya. segumpal awan kemuliaan menaungi gunung Moria. dan mengatakan bahwa ujian itu sudah cukup. Tetapi tidak ada yang datang untuk meringankan beban yang menindih jiwanya itu. Setan ada dekat untuk membisikkan kebimbangan dan tidak percaya. yang ketiga. dan bukankah Dia yang telah memberikan pemberian yang telah yang indah ini mempunyai hak untuk mengambil kembali milik-Nya sendiri? Kemudian ia pun mengulangi janji itu.memeluk anaknya? Haruskah ia menceritakan kepadanya akan tuntutan Allah itu? Ia rindu untuk mencurahkan segenap beban hatinya kepada istrinya itu. dan kasih ibu boleh jadi akan menolak Pengorbanan seperti itu. Ishak adalah anak mukjizat dan tidak dapatkah kuasa yang telah memberikan hidup kepadanya itu memulihkan dia kembali? Memandang jauh di balik apa yang dapat dilihat. dan kepada hari bilamana ia akan pulang ke rumah seorang diri. Akhirnya Abraham membangunkan anaknya itu. bahwa anak muda itu boleh kembali dengan selamat. dan dengan disertai oleh dua orang hambanya mereka pun berangkatlah. Bapa itu. tetapi ia dicegah oleh rasa takut jangan-jangan ia akan menghalanginya. melihat tanda yang dijanjikan. dan ia mengetahui bahwa suara yang telah berkata-kata itu berasal dari surga." Ibrani 11:19. Ishak adalah anak kebanggaan dan kesukaannya. Putranya ini telah diberikan dengan tidak diduga-duga. Ishak sudah sering pergi dengan bapanya untuk berbakti di beberapa dari antara mezbah yang menjadi tanda daripada pengembaraan bapanya. Kayu-kayu dipersiapkan dan diletakkan di atas keledainya. Dengan berdampingan bapa dan anak itu menempuh perjalanan tanpa berkata-kata. Hari itu-—hari yang terpanjang dalam pengalaman hidup Abraham-—dengan pelahan-lahan mendekati akhirnya. bapa itu sambil memandang ke sebelah utara.

bahwa engkau takut akan Allah. "Aku beserta anak ini akan pergi ke sana. bapa membawa pisau dan api. tetapi ia tidak menolak. sebab telah Kuketahui sekarang. Di dalam kegembiraan dan rasa syukurnya. korban itu akan datang.Tetapi tidak ada seorang pun kecuali Tuhan yang dapat mengerti betapa besarnya pengorbanan seorang bapa dalam menyerahkan anaknya kepada kematian." Kemudian Abraham melihat "seekor domba jantan di belakangnya. "Abraham. ia menunjukkan satu penyerahan yang suka-rela. dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Dengan cepat ia menjawab. Kemudian." Di tempat yang telah ditetapkan mereka mendirikan sebuah mezbah dan meletakkan kayu itu di atasnya. sambil berkata. Adalah dengan disertai rasa gentar dan heran. Dan sekarang kata-kata kasih yang terakhir diucapkan. sesudah itu kami kembali kepadamu. Abraham menghendaki agar jangan seorang pun kecuali Allah yang akan menyaksikan perpisahan itu Ia memerintahkan hamba-hambanya untuk menunggu di belakang. dan bersama-sama mereka itu naik ke puncak gunung. "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya. orang tua yang dipenuhi kesedihan itu. Tuhan!" Dan kembali suara itu terdengar: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia. dengan suara yang gemetar. dan menolong tangan bapanya yang lemah mengikatkan tali yang mengikat tubuhnya ke mezbah itu. dan tiba-tiba tangannya tertahan. seorang yang akan dipersembahkan. kami akan sembahyang. Ishak mengetahui akan nasibnya. Abraham. di tempat yang begitu jauh dari kandang dan dari kawanan domba. pelukan yang terakhir dilakukan. tetesan air mata yang terakhir berderai. Seorang malaikat berseru dari surga kepadanya. yang tanduknya tersangkut dalam belukar." katanya. Bapa mengangkat pisau itu untuk menyembelih anaknya. Tetapi Ishak telah dilatih sejak kecilnya untuk selalu siap menurut. Ia adalah seorang yang ikut ambil bagian dalam iman Abraham dan ia merasa satu kehormatan untuk dipanggil menyerahkan hidupnya sebagai satu persembahan kepada Allah. "Ya. Abraham memaparkan kepada anaknya tentang pekabaran Ilahi itu. betapa satu ujian! Betapa kata mesra "bapaku" itu menembus jantung Abraham! Belum-—ia belum dapat menceritakannya sekarang ini. Abraham memberikan satu nama yang baru bagi tempat yang suci itu —"Tuhan menyediakan." Kayu-kayu itu diletakkan di atas pundak Ishak. Sebenarnya ia dapat melarikan diri dari kematiannya itu. Akhirnya ia berbicara. "Anakku. tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" O." dan dengan cepat ia mengambil korban yang baru itu. dan apabila maksud-maksud Allah dinyatakan kepadanya. Dengan lemah lembut ia berusaha untuk meringankan kesedihan hati bapanya. "Bapa" "di sini sudah ada api dan kayu." . tidak dapat menolak keinginan orang muda yang masih kuat itu. anak muda itu dengan diam-diam bertanya-tanya dari manakah. kalau saja ia mau berbuat demikian. dan ia mempersembahkannya "pengganti anaknya". yang telah merasa kepayahan setelah bergumul dengan hebatnya selama tiga hari.

Abraham adalah seorang manusia. dan dengan demikian melenyapkan kekuasaannya untuk berbuat baik kepada sesama manusia. " Galatia 3:7." Kejadian 26:5. Ia bisa saja mengatakan bahwa usianya itu harus membebaskannya dari penurutan." Perbuatan iman Abraham yang besar itu berdiri sebagai satu menara terang. yang menerangi jalan hamba-hamba Allah di sepanjang zaman yang berikutnya. Dan Paulus berkata. "Abraham telah mendengarkan Firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku. bapa kita." Tetapi iman yang sejati akan nyata dalam penurutan. 22. Engkau tidak perlu menurut akan hukum itu. Kata Kristus kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya itu. dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Bahwa mereka yang hidup dari iman. dibenarkan karena perbuatanperbuatannya. ". . "Percaya saja dalam Kristus maka engkau selamat. yang merenung-renungkan . mereka itulah anak-anak Abraham. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat." Yohanes 8:39. Selama perjalanan tiga hari itu ia mempunyai cukup waktu untuk berdalih dan meragukan Tuhan jikalau ia mau menyerah kepada kebimbangan. maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. anaknya. di atas mezbah? Kamu lihat. . maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut." Yakobus 2:17. meneguhkan dengan satu sumpah yang khidmat akan berkat kepada Abraham.'" Yakobus 2:23. Ia dapat berdalih bahwa dengan mengorbankan anaknya itu. antara iman dan perbuatan. ketika ia mempersembahkan Ishak. Mereka berkata. Dan mengenai bapa daripada orang yang percaya Tuhan berkata. Tetapi Abraham tidak mau berlindung di bawah dalih-dalih ini. ia bisa dianggap sebagai seorang pembunuh. "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri-- demikianlah Firman Tuhan--: Karena engkau telah berbuat demikian. "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham. "Bukankah Abraham. tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Kata rasul Yakobus. yaitu segala perintah.Di atas gunung Moria. Karena itu Abraham disebut: 'Sahabat Allah. dan ia menurut akan perintah itu dengan sesungguh-sungguhnya. seorang Kain yang kedua. ketetapan dan hukum-Ku. Abraham tidak mencoba untuk mencari maaf bagi dirinya untuk tidak menurut kepada kehendak Allah. bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. nafsu dan sifat-sifatnya adalah sama dengan kita. "Lalu percayalah Abraham kepada Allah. Banyak orang yang gagal memahami hubungan. Dan Yohanes. bahwa hal itu akan mengakibatkan pengajarannya ditolak dan dicemoohkan. Ia mengetahui bahwa Allah adalah adil dan benar di dalam segala tuntutan-Nya. dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku. Ia tidak berdalih-dalih dengan hatinya yang luka itu. "Jika iman itu tidak disertai perbuatan. dan kepada benihnya sepanjang generasi-generasi mendatang. karena engkau mendengarkan Firman-Ku." Yakobus 2:21. tetapi ia tidak bertanya-tanya bagaimana janji itu dapat digenapi jikalau Ishak harus disembelih. Allah kembali memperbaharui perjanjian-Nya. maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.

"sudah cukup". Tidak ada ujian lain yang dapat mengakibatkan Abraham menderita tekanan jiwa yang begitu hebat seperti dengan cara mengorbankan anaknya. Melalui lambang dan janji. bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" Roma 8:32. Adalah untuk meninggalkan kesan kepada pikiran Abraham dengan kenyataan daripada Injil. Kata Kristus kepada orang Yahudi. karena Aku. Oleh sebab Abraham telah menunjukkan satu kekurangan iman di dalam janji-janji Allah. "Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita. sebagaimana dalam masalah Ishak." . Bapa. yaitu." Galatia 3:8. Kesedihan yang ia derita selama hari-hari ujian yang gelap dan hebat itu. Arena pertarungan antara Kristus dan Setan—-arena di mana rencana penebusan itu dilaksanakan--adalah merupakan sebuah buku pelajaran bagi alam semesta." Yohanes 8:56. dan untuk menyatakan dengan lebih jelas di hadapan mereka rencana keselamatan itu. Domba jantan yang dikorbankan sebagai pengganti Ishak melambangkan Anak Allah yang akan dikorbankan sebagai pengganti kita. Allah telah menyerahkan Anak-Nya kepada satu kematian yang hina dan menderita. Tidak ada suara yang berseru. telah mendapati satu tebusan. Allah ingin membuktikan kesetiaan hamba-Nya di hadapan segenap surga.dengan dalam akan kasih itu." 1 Yohanes 5:3. mengatakan kepada kita. Ujian itu lebih hebat daripada apa yang sudah . Pada waktu manusia dijatuhi hukuman mati oleh sebab pelanggarannya terhadap hukum Allah. berkata kepada orang berdosa. tetapi itu juga untuk menjadi pelajaran bagi penghuni surga dan dunia-dunia lain yang tidak berdosa. . Pengorbanan yang dituntut dari Abraham bukan saja untuk kebaikannya sendiri atau hanya untuk keuntungan daripada generasi mendatang. bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. sebagaimana juga untuk menguji imannya. Bukti yang lebih kuat apakah yang diberikan tentang belas kasihan serta kasih Allah yang tidak terbatas itu? "Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri. Untuk menyelamatkan umat yang berdosa. dan dia tidak layak untuk menerima berkat-berkatnya. dibiarkan terjadi kepadanya agar dia dapat mengerti dari (pengalamannya sendiri) sesuatu akan kebesaran daripada pengorbanan yang diadakan oleh Allah. tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua. "Hiduplah. Raja kemuliaan itu telah menyerahkan hidup-Nya.. bahwa Allah telah memerintahkannya untuk menyembelih anaknya. Makhluk-makhluk surga adalah saksi-saksi daripada peristiwa tatkala iman Abraham dan penyerahan diri daripada Ishak diuji. Malaikat-malaikat yang menyaksikan kehinaan serta tekanan jiwa yang dialami oleh Anak Allah tidak diizinkan untuk campur tangan. "Sebab inilah kasih kepada Allah. . sambil memandang kepada Anak-Nya. Dan iman Abraham tertuju kepada Penebus yang akan datang. Setan telah menuduh di hadapan malaikat-malaikat dan di hadapan Allah bahwa dia telah gagal untuk memenuhi syarat perjanjian itu. untuk menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu selain penurutan yang sempurna dapat diterima. Allah "terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham. yang Mahakuasa untuk penebusan manusia.

Tuduhan Setan dinyatakan sebagai tuduhan palsu. Penurutan terhadap larangan yang telah dikenakan kepada leluhur kita yang pertama tidak mencakup penderitaan. perhatian segenap makhluk surga tertarik akan hal itu. menyaksikan bahwa penurutan akan diberi pahala. . "Allah akan menyediakan bagi diri-Nya seekor anak domba. Anak Allah itu harus mati bagi manusia yang berdosa. dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Perjanjian Allah. "Di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Abraham menjawab. Pada waktu perintah diberikan kepada Abraham untuk menyerahkan anaknya. dan domba jantan yang telah disediakan Allah itu dipersembahkan sebagai ganti Ishak--barulah terang itu terpancar ke atas rahasia penebusan itu. yang diteguhkan kepada Abraham oleh satu sumpah di hadapan penduduk dunia lain. sekalipun kepada malaikat-malaikat untuk memahami rahasia penebusan--untuk mengerti bahwa Pemimpin surga.dihadapkan kepada Adam. "Sebab telah Kuketahui sekarang. Dengan sungguh-sungguh mereka mengamat-amati setiap langkah di dalam kegenapan daripada perintah ini. Segenap surga memandang dengan keheran-heranan serta dengan rasa kagum akan penurutan Abraham yang tidak dapat digoyahkan itu. Adalah sukar. tetapi perintah yang diberikan kepada Abraham menuntut pengorbanan yang amat menyayat hati. 1 Petrus 1:12. Kepada pertanyaan Ishak." dan pada waktu tangan bapa ditahankan pada saat hendak menyembelih anaknya. yang telah diadakan Allah bagi keselamatan manusia. bahwa engkau takut akan Allah (sekalipun ada tuduhan Setan). dan malaikat-malaikat sekalipun mengerti dengan lebih jelas akan perbuatan yang ajaib. Segenap surga bersorak-sorak melihat kesetiaannya itu. Allah menyatakan tentang hamba-Nya itu.