SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI GFP

Prapanen (Good Farming Practices) Budidaya Pertanian Sarana Produksi Pertanian
GHP.
Presentasi berjudul: "SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP
TAHAPAN PRODUKSI GFP Prapanen (Good Farming Practices) Budidaya Pertanian
Sarana Produksi Pertanian GHP."— Transcript presentasi:
2 SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI
GFP Prapanen (Good Farming Practices) Budidaya Pertanian Sarana Produksi
Pertanian GHP (Good Handling Practices) GMP Pascapanen (Good Manufacture
Practices) GDP (Good Distribution Practices) Penanganan Pascapanen Pengolahan
Hasil Distribusi Konsumen Pasar
3 GOOD MANUFACTURING PRACTICES ( GMB )  Ruang lingkup mencakup cara
produksi yang baik, dari bahan mentah sampai produk dihasilkan  Pedoman Cara
Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB)  Adalah cara produksi yang
memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara: a.Mencegah
tercemarnya pangan olahan oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain
b.Mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen. c.Mengendalikan
proses produksi  Persyaratan dasar bagi penerapan HACCP
4 TUJUAN PENERAPAN CPPOB a.menghasilkan pangan olahan yang bermutu, aman
untuk dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen; b.mendorong industri
pengolahan pangan agar bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk
yang dihasilkan; c.meningkatkan daya saing industri pengolahan pangan; dan
d.meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri pengolahan pangan.
5 MANFAAT CPPOB a. Meningkatkan kepercayaan pelanggan b. Meningkatkan image
dan kompetensi perusahaan/organisasi c. Meningkatkan kesempatan
perusahaan/organisasi untuk memasuki pasar global melalui produk/kemasan yang
bebas bahan beracun (kimia, fisika, biologi) d. Berpartisipasi dalam program
keamanan pangane e. Menjadi pendukung penerapan sistem manajemen mutu
6 Persyaratan Food Safety Persyaratan Food Safety Tidak membedakan Skala Usaha
Kecil, Menengah atau Besar
7 CPMB SK Menkes No. 23/1978 UU No. 7/1996 PP No. 28/2004 CPPOB Permenperin
No. 75/2010
8 Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) Peraturan Menteri
Perindustrian RI No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan
Olahan yang Baik Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75/M-IND/PER/7/2010
tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik

Mesin/Peralatan  Mesin/peralatan yang kontak langsung dengan bahan pangan olahan didesain.  Perhatikan desain dan tata letak. sarana pembersihan/pencucian. dikonstruksi dan diletakkan sehingga menjamin mutu dan keamanan produk  Perhatikan persyaratan dan tata letak mesin/peralatan. pengawasan dan pemantauan mesin/peralatan dan bahan perlengkapan serta alat ukur 15 18 Aspek/Bagian CPPOB 5.Lokasi Untuk menetapkan letak pabrik/tempat produksi perlu mempertimbangkan lokasi dan keadaan lingkungan yang bebas dari sumber pencemaran. Struktur ruangan (lantai. permukaan tempat kerja dan penggunaan bahan gelas). sarana higiene karyawan. Mesin dan peralatan 5. Persyaratan “dapat” (can) adalah persyaratan yang mengindikasikan apabila tidak dipenuhi mempunyai potensi yang kurang berpengaruh terhadap keamanan produk. atap dan langit-langit. Karyawan 10 10.Fasilitas Sanitasi  Fasilitas sanitasi pada bangunan pabrik/tempat produksi dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan higiene. Label dan keterangan produk 12.Bangunan  Bangunan dan ruangan dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan higiene. Bangunan 3. Pengangkutan 15.  Perhatikan sarana penyediaan air. Pemeliharaan dan program sanitasi 14. 14 18 Aspek/Bagian CPPOB 4. pintu. 12 18 Aspek/Bagian CPPOB 1. bahan penolong. 2. jendela dan ventilasi.Fasilitas Sanitasi  Fasilitas sanitasi pada bangunan pabrik/tempat produksi dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan higiene.Bahan  Bahan yang dimaksud adalah bahan baku. permukaan tempat kerja dan penggunaan bahan gelas). Produk akhir 8. 3. Penyimpanan 13. sarana pembersihan/pencucian. Lokasi 2. dinding. 13 18 Aspek/Bagian CPPOB  Perhatikan desain dan tata letak. Bahan 6. sarana toilet. bahan tambahan.9 1. dan BTP  Perhatikan persyaratan bahan dan air 6. sarana higiene karyawan. dinding. jendela dan ventilasi. mudah dilakukan kegiatan sanitasi. air. Persyaratan “seharusnya” (should) adalah persyaratan yang mengindikasikan apabila tidak dipenuhi mempunyai potensi yang berpengaruh terhadap keamanan produk. mudah dipelihara. sarana pembuangan air dan limbah. pintu. atap dan langit-langit. Pengawasan proses 7.  Mudah dibersihkan. sarana pembuangan air dan limbah. Pengemas 11. Penarikan produk 18. Fasilitas sanitasi 4. Pelatihan 17. 3. Struktur ruangan (lantai.  Perhatikan sarana penyediaan air. Pelaksanaan pedoman 11  3 tingkatan: Persyaratan “harus” (shall) adalah persyaratan yang mengindikasikan apabila tidak dipenuhi akan mempengaruhi keamanan produk secara langsung. Laboratorium 9. sarana toilet. Dokumentasi dan pencatatan 16.Pengawasan Proses  Untuk mengurangi terjadinya produk yang tidak .

Penyimpanan  Penyimpanan bahan dan produk akhir dilakukan dengan baik agar tetap aman dan bermutu. penanganan limbah. penyipanan bahan berbahaya. penyimpanan mesin/peralatan produksi. prosedur pembersihan dan sanitasi. pengawasan terhadap kontaminasi. penyimpanan label.memenuhi syarat mutu dan keamanan.Produk Akhir  Diperlukan spesifikasi produk akhir  Perhatikan persyaratan produk akhir 8.Karyawan  Higiene dan kesehatan karyawan yang baik akan memberikan jaminan tidak mencemari produk  Perhatikan persyaratan karyawan. pengawasan proses khusus.Laboratorium  Adanya laboratorium memudahkan industri mengetahui secara cepat mutu bahan dan produk  Perhatikan kepemilikan laboratorium. . program pengendalian hama. program pembersihan.  Perhatikan cara penyimpanan. label pangan olahan agar dapat dibedakan satu sama lain. 21 18 Aspek/Bagian CPPOB 12. perlu tindakan pencegahan melalui pengawasan proses 16 18 Aspek/Bagian CPPOB 6. 23 18 Aspek/Bagian CPPOB 14. penyimpanan wadah dan pengemas. 17 18 Aspek/Bagian CPPOB 7.Pengemas  Penggunaan pengemas yang memenuhi syarat akan mempertahankan mutu dan melindungi produk terhadap pengaruh dari luar  Perhatikan persyaratan kemasan 20 18 Aspek/Bagian CPPOB 11. penyimpanan bahan dan produk akhir. pakaian pelindung.  Perhatikan persyaratan wadah dan alat pengangkutan.Pengangkutan  Pengangkutan produk akhir membutuhkan pengawasan untuk menghindari kesalahan yang mengakibatkan kerusakan dan penurunan mutu. 22 18 Aspek/Bagian CPPOB 13. cara berlaboratorium yang baik (GLP) 18 18 Aspek/Bagian CPPOB 9.Pemeliharaan dan Program Sanitasi  Pemeliharaan dan program sanitasi terhadap fasilitas produksi dilakukan secara berkala untuk menghindari kontaminasi silang  Perhatikan pemeliharaan dan pembersihan.  Perhatikan label produk.Pengawasan Proses  Pengawasan proses dimaksudkan untuk menghasilkan pangan olahan yang aman dan layak dikonsumsi  Perhatikan pengawasan bahan. pemeliharaan wadah dan alat pengangkutan.Label dan Keterangan Produk  Kemasan diberi label yang jelas dan informatif untuk memudahkan konsumen mengambil keputusan. penanggung jawab pengawasan keamanan pangan 19 18 Aspek/Bagian CPPOB 10.

penanganan bahan dan pembersih). Pedoman Perkuliahan Agronomi Lanjut .24 18 Aspek/Bagian CPPOB 15. faktor2 penyebab penurunan mutu dan tidak aman.Dokumentasi dan Pencatatan  Perusahaan yang baik melakukan dokumentasi dan pencatatan mengenai proses produksi dan distribusi  Perhatikan dokumentasi/catatan yang diperlukan 25 18 Aspek/Bagian CPPOB 16.com weblog Skip to content Home 1. faktor2 penyebab penyakit dan keracunan.Pelaksanaan Pedoman  Perusahaan seharusnya mendokumentasikan pengoperasian program CPPOB  Manajemen perusahaan harus bertanggung jawab atas sumber daya untuk menjamin penerapan CPPOB  Karyawan sesuai fungsi dan tugasnya harus bertanggung jawab atas pelaksanaan CPPOB Agroland’s Weblog Just another WordPress. prinsip dasar pembersihan dan sanitasi. CPPOB. 26 18 Aspek/Bagian CPPOB 17.Penarikan Produk  Penarikan produk merupakan tindakan menarik produk dari peredaran  Penarikan dilakukan apabila produk diduga penyebab timbulnya penyakit/keracunan  Perhatikan tindakan penarikan produk 27 18 Aspek/Bagian CPPOB 18.Pelatihan  Pelatihan dan pembinaan merupakan hal yang penting dalam melaksanakan sistem higiene  Kurangnya pelatihan dan pembinaan terhadap karyawan merupakan ancaman terhadap mutu dan keamanan produk  Pembina dan pengawas harus mempunyai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan praktek higiene pangan  Perhatikan program pelatihan (dasar2 higiene.

Good Agricultural Practices Pengertian Good Agriculture Practice Standar pekerjaan dalam setiap usaha pertanian agar produksi yang dihaslikan memenuhi standar internasional. Pertanyaan yang muncul: . Kontrol kualitas dapat dilakukan dengan mengecek proses produksi. Tujuan Good Agriculture Practice GAP adalah praktek pertanian yang bertujuan untuk: Memperbaiki kualitas hasil berdasar pada standar spesific Menjamin penghasilan yang tinggi Menjamin teknik produksi yang sehat Maksimasi efisiensi dalam penggunaan sumberdaya alam Mendorong pertanian berkelanjutan Minimasi resiko pada lingkungan Teknik yang digunakan pada GAP: Berdasar pada rekomendasi ahli pertanian senior Dirancang untuk kesesuaian dengan kondisi lokal aktual & kemudahan adopsi oleh petani. maka produksi pertanian akan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pengertian Agronomi 3. Dengan mengikuti manual tersebut secara tepat. Lingkungan & ZPT About 6. Good Agricultural Practices 7.2. Standar ini harus dibuat dalam bentuk manual(yang tentu saja akan secara terus menerus diperbaiki) yang akan diterapkan oleh petani. Setiap penyimpanan kualitas & produktifitas dapat diketahui dari penyimpangan proses. Pertanian Masa Depan 6. Analisis Masalah Produksi Tanaman 5. Tantangan bagi Agronomist 4. Potensi Hasil & Hasil Potensial.

Komoditas apa saja yang harus diikutsertakan? Apa bedanya dengan prosedur yang sudah ada? GAP = Usaha mencegah masalah GAP dimulai dari mencari masalah : * Masalah petani/pertanian/lapangan produksi: Varietas Pengelolaan tanaman & lapangan produksi Pengendalian hama & penyakit Suplai sarana produksi Produktifitas Kualitas produk Harga jual petani * Masalah pedagang/distributor/ eksportir: Waktu suplai Standar kualitas Selera konsumen Penanganan panen & pasca panen: Persyaratan konsumen Persyaratan komoditas Peraturan pengemasan Kematangan Kerusakan fisik. penyakit pasca panen Metode sampling Transportasi dan distribusi * Masalah aturan perdagangan : Sanitari & phytosanitary serta Karantina . fisiologis.

com/good-agricultural-practices/ .wordpress. tepat dan penting (suitable. penyimpanan dan penanganan pestisida yang tidak tepat Teknik perlindungan tanaman yang tidak tepat https://agroland. appropriate.lalat buah Perlakuan pasca panen Standar mutu. and necessary in practice) Direkomendasikan oleh penyuluh pertanian T Dikenal oleh petani terlatih Prinsip Umum: # Menjaga kesehatan dan kualitas tanaman dan hasil tanaman dengan: Mencegah terjadinya penyakit Pencegahan masuknya organisme berbahaya Pengendalian organisme berbahaya # Menjaga bahaya yang mungkin muncul pada kesehatan manusia dan binatang serta lingkungan dari: Penggunaan. pengemasan Trade Barier * Masalah Lingkungan: Ecolabeling ISO 14000 Prinsip GAP pada Perlindungan Tanaman * Dilakukan berdasar IPTEK mutakhir * Berada dalam keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan * Perlindungan tanaman dilakukan dengan teknik yang : Secara ilmiah terbukti aman Dihargai sebagai teknik yang sesuai.

pdf GAP (Good Agricultural Practices) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) oleh : amar mukadar FAKULTAS PERTANIAN AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA .com/2010/09/kuliah-gap-1.https://agroland.files.wordpress.

Anonymous. . 1999. Standar ini mengatur penanganan mulai dari lahan hingga menjadi makanan/minuman yang aman untuk dikonsumsi. Dalam konteks mutu produk pangan yang sesuai dengan tuntutan pasar global. Kadarisman. 2008). Seri standar tersebut direvisi setiap enam tahun sekali. Thaheer. perdagangan komoditas pertanian menghadapi persaingan yang semakin ketat. Hubeis. lingkungan sekitar dan dunia (Anonymous. peningkatan biaya tersebut akan diimbangi dengan penerimaan oleh konsumen. Membanjirnya produk impor menjadi bukti bahwa fenomena pasar bebas telah mulai berlangsung saat ini. tantangan yang paling dominan bagi agroindustri adalah kemampuan untuk memberikan ja-minan kepada konsumen bahwa produk yang akan mereka konsumsi bermutu dan aman. tidak mengandung/terce-mar bahan kimia yang berbahaya sesuai dengan selera pasar lokal dan atau global. Konsekuensinya. industri pangan dan bahan baku pangan harus mampu menerapkan sistem jaminan mutu dan jaminan keamanan pangan sebagai fokus kegiatan utama. Untuk memenangkan persa-ingan tersebut. 2005 dalam Kurniawan. 2000. baik dari sesama ASEAN maupun dari negara-negara lainnya di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Latin. pengendalian mutu yang efektif akan mengurangi tingkat risiko rusak atau susut (Anonymous.PENDAHULUAN Dalam era globalisasi. Akhir-akhir ini telah muncul pesaing-pesaing baru. 1994. Cahyono. 2006a. sehingga keunggulan komparatif agribisnis Indonesia harus diubah menjadi keunggulan kompetitif. 2002. 2008). keluarga. Aman berarti aman untuk diri sendiri. yang dapat dipahami sebagai pangan yang diproses secara higienis. teman. 2002. serta pada tingkat harga yang terjangkau. dengan tujuan menjamin bahwa pemasok menyerahkan atau memproduksi barang atau jasa sesuai persyaratan yang ditetapkan. Disamping dapat menimbulkan citra yang baik dari konsumen. Anonymous. Pada September 2005 ISO telah merilis standar baru mengenai Food Safety Management System ISO 22000 (FSMS ISO 22000). apabila produk pangan tersebut memenuhi standar ISO (International Standard’s Organization). ISO 9000 merupakan seri standar internasional untuk sistim mutu yang menspesifi-kasikan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistim manajemen. Walaupun faktor mutu akan menambah biaya produksi.

2006) : 1. 2005). 2006. efisien. Anonymous. pemeliharaan dan pengendalian organisme pengganggu. dan dapat dirunut kembali (treaceable) asal-usul dan proses yang dilalui sebelum diperdagangkan dan digunakan. Pedoman tersebut merupakan seperangkat prinsip dan prosedur yang digali dari tradisi pertanian yang ada dan adopsi gagasan dan inovasi teknologi untuk pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (Sumarno. APS di Inggris. Budidaya. yang meliputi aspek-aspek (Sudiarto. berwawasan lingkungan. Beberapa negara telah menerapkannya seperti EUREP GAP di Uni Eropa. pakan. obat. 2008b. penambah rasa (flavor) dan parfum. Fresh Care di Australia. pengola-han primer komoditas pertanian dan penyimpanannya. bermutu tinggi. . Bahan tanaman (varietas. Pedoman GAP disusun untuk dijadikan acuan/pe-doman praktis prinsip dan tata cara pencapaiannya. ASP di New Zealand. temasuk pemilihan lahan dan pemupu-kan. 2005. terjamin. aman. identitas botani) 2. GAP difokuskan pada kegiatan budidaya. bahkan Malaysia telah pula menjalankannya melalui Skema Akreditasi Ladang Malaysia (SALM) (Sumarno. Anonymous. 2006b). pengairan.GAP (Good Agricultural Practices) GAP (Good Agricultural Practices) adalah suatu pedoman dalam “praktik pertanian yang baik dan benar” untuk memperoleh hasil panen yang optimal. yang diperdagangkan dan digunakan dalam industri makanan. Sudiarto.

1998 dalam Astuti. Panen. pengeringan. yaitu : . peraja-ngan. Pengemasan. 2002). Perbedaan manajemen GAP yang terkait dengan SOP yang berbeda atau lingkungan lahan yang berbeda diberi penomoran batch yang berbeda pula. Penyimpanan dan pengiriman. 8. atau proses untuk menentukan komponen. dan penyulingan 5. Sistim HACCP mempunyai tiga pendekatan pen-ting dalam pengawasan dan pengendalian mutu produk pangan (Hadiwihardjo. Personel dan fasilitas untuk personel Untuk seluruh tahapan GAP perlu disusun berbagai standar prosedur operasionalnya (SOP). 7. Pengolahan primer termasuk pencucian. produk.3. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) HACCP atau dapat diterjemahkan menjadi “analisis bahaya dan pengendalian titik kritis” adalah suatu analisis yang dilakukan terhadap bahan. 2008d) . Anonymous. Jadi HACCP merupakan suatu sistim pengawasan yang bersifat mencegah (preventif) terha-dap kemungkinan terjadinya keracunan atau penyakit melalui makanan. mulai dari pertanaman sampai ke konsumen (Kurniawan. Peralatan yang digunakan. antara lain dilakukan pada kondisi tana-man memberikan kualitas hasil terbaik dari kondisi cuaca yang memungkinkan dan tidak merusak hasil dan mutunya 4. kondisi atau tahap proses yang harus mendapatkan pengawasan yang ketat dengan tujuan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 2008. 6.

1. Menetapkan batas/limit kritis untuk CCP. tahap atau prosedur dalam proses dimana kontrol dapat dilakukan untuk mencegah. yaitu aspek-aspek dalam produksi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Batas kritis adalah nilai maksimum atau minimum . Menetapkan CCP (titik-titik yang memungkinkan terjadinya bahaya pencemaran). GMP. Keamanan pangan (food safety). yaitu titik. Selain itu sertifikasi HACCP juga telah menjadi suatu alat untuk menunjukkan keunggulan suatu produk dibanding produk pesaingnya (Irwantoro. menghilangkan atau mengurangi bahaya sampai pada tingkat tertentu. Penerapan GAP. Pelaksanaan kaidah-kaidah HACCP semakin men-jadi suatu kebutuhan untuk para pembuat produk agribisnis. 2007) Dalam pemahamannya HACCP mempunyai 7 prin-sip dasar yang diterapkan setelah spesifikasi produk yang diinginkan ditentukan (Anonymous. 3. Melakukan identifikasi bahaya untuk produk ter-sebut dan cara pencegahannya. 2002 dalam Gafar. merupakan karakteristik produk atau proses dalam kaitannya dengan kontaminasi produk atau fasilitas sanitasi dan higienis. 2008e). 2. 3. dan HACCP merupakan implementasi dari jaminan mutu produk pangan sehingga dapat dihasilkan produksi yang bermutu tinggi oleh produsen yang pada akhirnya akan menciptakan kepuasan bagi konsumen. Konsep HACCP ini dapat dan harus diterapkan pada seluruh mata rantai produksi makanan. termasuk pengemasan dan distribusi. Kecurangan ekonomi. karena sistim HACCP merupakan suatu sistim pencegahan dimana risiko-risiko keselamatan yang po-tensial dapat diidentifikasi dan dikendalikan ketika suatu produk diproduksi. yaitu tindakan ilegal atau penyelewengan yang dapat merugikan konsu-men. Kesehatan dan kebersihan pangan. penggunaan bahan tambahan yang berlebihan atau berat yang tidak sesuai dengan label. yaitu : 1. Tindakan ini antara lain meliputi pemal-suan bahan baku. 2.

Menetapkan langkah pemantauan CCP sesuai batas limit yang telah ditentukan. 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional. 4. HACCP dapat diterapkan pada seluruh rantai pangan dari produk primer sampai pada konsumsi akhir. melalui peningkatan keperca-yaan kemanan pangan. Selain meningkatkan keamanan pangan.go. Menjelaskan kegiatan dokumentasi yang diper-lukan untuk penerapan HACCP. Info mutu edisi Desember 2002. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.id/id/produk_uu/isi/pp2000/pnjpp10 Anonymous. 7. Penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.dimana bahaya fisik. 5. http://www. 2000. 6.indonesia. Menetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP. Nanan Nurjanah: Sistem pengendalian mutu produk dan peluang implementasi Good Agricultural Practices (GAP) Lada hitam di Indonesia 13 . menghilangkan atau mengurangi sampai pada tingkat tertentu. penerapan HACCP dapat membantu inspeksi oleh lembaga yang berwenang dan memajukan perdagangan internasional. 2002. dan penerapannya harus dipedomani dengan bukti ilmiah terhadap risiko kesehatan manusia. Menetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritis dari hasil pemantauan. dan kimia harus dikontrol pada batas kritisnya untuk mencegah. biologi.

Sistem analisa bahaya dan pengendalian titik . Good Agriculture and Collection Practice: Safety. 1998.org/GACP fact. http://www-gmp/st. Program Pasca Sarjana. S. 2008a.http://cols. Good Agricul-ture Practice.pdf Anonymous.esa-spices.pdf Anonymous. 2007. Canadian Approach to On-Farm Safety Newsletter. Spice and Natural Health Products Industry .pdf Anonymous.com/gmp. The University of Arizona Cooperative Extention. Code of Hygiene Practice for Spices and Dried Aromatic Plants. Canadian Herbs. 2008e.litbang. CAC/RCP 42 – 1995 1. 2002.edu/maricopa/fcs/haccp/about.go.htm Anonymous. Jakarta Anonymous. http://www. What is GMP?. Vol. http://tumonton.onfarmfoodsafety.htm Astuti. Institut Pertanian Bogor.org/content/pdfs/ESAQMDrev1-2Nov.arizona.Pusat Standarisasi dan Akreditasi.07.pdf Anonymous. 2008b. ISPE Homepage. No. 2008c. Good Agriculture Practices. 2006b. Spice and Natural Health Product Coalition. http://www. Information Update. Tinjauan aspek mutu dalam kegiatan industri pangan.org/files/public/FoodSafetyGuideline. http://www.2.id/pdffiles/Anjak_2006_VII_04. http:/www. Hazard Analytical Critical Control Points. 2008d.deptan. http://www. Information Update. Makalah Falsafah Sains. Quality Assurance and Tracebility for the Canadian Herb.1.astaspice. Menyikapi perkembangan moderni-sasi sistem perdagangan eceran produk pangan.net/702_05123/sussi_astuti:htm Badan Standarisasi Nasional.ca Anonymous.org/GACPfact.pdf Anonymous.http://pse.sakherbspice. 2006a. Setjen-Departemen Pertanian. ASTA Safety Guidline for Spices Sold in the United States.saskherbspice.

1996. Pelatihan Pengendalian Mutu dan Keamanan Pangan Bagi Staf Pengajar.disnaksumbar.S. Food Safety dan Implementasi Quality System Industri Pangan di Era Pasar Bebas. Hidayat.org/index2. 2002.doc Gafar. S. http://www.litbang. 1994. Sembiring.php? module=filemanager&func=download&pathext=Content Express/&view=403/Budi%20Cahyono. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Perbaikan Mutu Lada Putih dan Diverifikasi Produk Lada. Kurniawan W. 2 Februari 2008. Yuliani. p 18. Bogor. 2008. T.id Nurdjannah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bogor. Sistim Jaminan Mutu Pangan. 2008. http://www.kritis (HACCP) serta pedoman penerapannya. Surabaya.id/index. T. dan B. 2002.). Standar Nasional Indonesia. 1999. B. SNI 01-4852-1998 Cahyono. Sistim Jaminan mutu pangan.go. Sintesis Kebijakan Agribisnis Lada. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Tidak dipublikasikan) . http://perkebunan. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VII. 2007.go.bappenas.deptan. Standarisasi dan Sertifikasi Produk : Peluang dan Ancaman Produk Agribisnis. Urgensi penerapan ISO 9000. Kerjasama FATETA IPB – PAU Pangan dan Gizi IPB dengan Kantor Menteri Negara Urusan Pangan/BULOG Sistim Jaminan Mutu Pangan.A. Kadarisman.. Pelatihan Singkat dalam Bidang Teknologi Pangan. 2008.php?option=com_content&do_pdf=18id=104 Hidayat. S. Kerjasama Pusat Studi Pangan dan Gizi – IPB dengan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. E. 6 hal Karmawati. International Pepper Community. Monograf tanaman lada. Hal 195-208 Hubeis. Good Agriculture Practice (GAP for Pepper (Piper nigrum L. Angkatan II. 2008. M. Program Studi MMT-ITS. N. Rancang bangun alat pengolah lada. Laporan akhir penelitian T. ISO 14000 dan Hazards Analytical Critical Control Point pada agroindustri kelapa sawit.

Journal of Spice and Medicinal Crops. 2005. Sistem Manajemen HACCP di dalam Kurniawan W.co.html . H. Effect of treatment prior to sun-drying on black pepper quality.go. http://plasmanutfah.php? page=agenda_detail&id=1. II (1) : 36-40 Sudiarto. http://googleindonesianatural.11/kompas-cetak/0409/06/ilpeng/1248623.deptan. Praktek pertanian yang baik untuk antisipasi pasar global.id/index-prod. Hidayat.id/2011/02/gap-good-agriculturalpractices-dan. 2005.Perlukah bagi sistem produksi tanaman pangan?. Focus on Pepper. Thaheer. dan T. Good Agriculture Practice (GAP).203. p 43-60 Risfaheri dan T. 2006. http://64.blogspot.htm Sumarno. II (2). An application of Mechanical Pepper Processing in East Kalimantan. (2008). 1993. 2005.71.litbang. N.Nurdjannah. Jurnal of the pepper industry. International Pepper Community. Urgensi penerpan ISO 9000. Hidayat.