You are on page 1of 7

TINJAUAN ABSOLUTIS FILSAFAT MATEMATIKA

Banyak perbedaan pandangan antara filsuf absolut dan filsuf fallibilis
dalam hal kebenaran matematika. Pendapat absolutis menyatakan bahwa
kebenaran matematika adalah kepastian absolut, hanya matematika yang mungkin
merupakan bidang yang pasti, ilmu pengetahuan yang tidak dapat dipertanyakan
dan objektif. Ini berlawanan dengan pendapat fallibilis bahwa kebenaran
matematik dapat dikoreksi, dan tidak akan pernah dipandang sebagai sesuatu yang
bebas dari koreksi dan revisi.
Filsafat Matematika
Filsafat matematika merupakan cabang filsafat yang bertugas untuk
memikirkan dan menerangkan sifat dasar matematika. Ini merupakan hal khusus
dari tugas epistemologi yang memikirkan ilmu pengetahuan manusia secara
umum. Filsafat matematika membicarakan seperti pertanyaan tentang: Apakah
basis ilmu pengetahuan matematika? Apakah sifat dasar kebenaran matematika?
Apakah karakteristik kebenaran matematika? Apa yang menjadi pembenaran dari
pernyataan mereka? Mengapa kebenaran matematika perlu kebenaran?
Filsafat matematika secara tradisional bertugas menyediakan pondasi
kepastian ilmu pengetahuan matematika. Itulah yang menyediakan sistem
sehingga ilmu pengetahuan matematika dapat dibuat kebenarannya secara
sistematis.

untuk memperkuat klaim mereka dalam menjelaskan kebenaran yang sistematis. karena terdiri dari proposisi yang dinyatakan dalam basis dengan alasan sendiri. Ilmu pengetahuan matematika diklasifikasikan ke ilmu pengetahuan apriori. dasar menegaskan kebenaran proposisi matematika. ilmu pengetahuan yang didasari proposisi yang terdiri dari proposisi-proposisi yang diterima (yakni keyakinan) asal saja tersedia dasar yang cukup untuk menyatakan proposisi-proposisi tersebut (Sheffler. definisi.1995. Lebih ringkas. Chisholm. Menurut Filsafat Pendidikan Matematika .1996. Demikianlah matematika telah lama diambil sebagai sumber dari ilmu pengetahuan yang paling pasti untuk kemanusiaan. sebagai dasar untuk menyimpulkan ilmu pengetahuan matematika. Ilmu pengetahuan merupakan keyakinan yang dibenarkan. Pendapat Absolutis pada Ilmu Pengetahuan Matematika Pendapat absolutis mengatakan bahwa ilmu pengetahuan matematika merupakan kepastian dan kebenaran yang tidak dapat ditentang. yang sampai akhir abad ke-19 diambil sebagai kebenaran dan kepastian.2 Sifat Dasar Ilmu Pengetahuan Matematika Secara tradisional matematika telah dipandang dalam paradigma ilmu pengetahuan pasti. Alasan memuat logika deduktif. termasuk bukti deduktif. Newton menggunakan bentuk elemen itu dalam Prinsipnya. Euclid membangun struktur logika yang baik sekitar 2500 tahun yang lalu dalam Elemen-nya. Woozley. dan asumsi dari aksioma matematik atau postulat. 1949). dan Spinoza dalam Etika-nya.

ilmu pengetahuan matematika dibangun dari kebenaran mutlak dan menempati daerah khas pada ilmu pengetahuan pasti. Filsafat Pendidikan Matematika . dan hukum itu masih tetap dipakai. Dalam sebuah seri publikasi Gottlob Frege (1879. Hukum Frege membolehkan perluasan sifat ini dipandang seperti himpunan. yang membolehkan suatu himpunan dapat dibuat dari perluasan beberapa sifat atau konsep yang diterapkan pada himpunan itu (Furth. Namun pendapat absolutis pada ilmu pengetahuan matematika menghadapi masalah pada awal abad ke 20 ketika sejumlah kontradiksi diturunkan dari matematika (Kline. Hasil kemelut ini dikembangkan pada sejumlah kelompok dalam filsafat matematika yang bertujuan membuat dasar ilmu pengetahuan matematika dan menyusun kembali kepastiannya. formalisme dan konstruktivisme (termasuk intuisionisme). 1893) menyusun formula yang paling teliti yang pernah dikenal dalam logika matematika pada saat itu. Tetapi himpunan merupakan anggota dari dirinya sendiri jika dan hanya jika tidak kontradiksi. sebagai dasar ilmu pengetahuan matematika. Russel membuat paradoks yang terkenal dengan mendefinisikan sifat “tidak ada yang menjadi anggota dirinya sendiri”. Hukum Frege tidak dapat digugurkan tanpa melemahkan sistemnya. seperti “semua bujang tidak kawin”. 1965). bagaimanapun dapat menunjukkan bahwa sistem Frege tidak konsisten. Masalah terletak pada hukum dasar V Frege. 1963. Kneebone. Banyak filsuf baik modern maupun tradisional menganut pendapat absolutis ilmu pengetahuan matematika. Wilder.3 pendapat ini. 1964). 1980. Tiga kelompok besar dikenal sebagai logisisme. Russel (1902). bagian dari logika dan pernyataan benar berdasarkan makna istilah.

asumsi hanya kepercayaan keliru dan bukan dasar ilmu pengetahuan pasti. Aksioma hanya Filsafat Pendidikan Matematika . dan kesimpulan dari bukti logis dalam keadaan terbaik sama pastinya dengan premis terlemah. Pada logika deduktif hanya meneruskan kebenaran. Tiga kelompok besar dikenal sebagai logisisme. Ada sistem matematika bergantung pada sekumpulan asumsi dan mencoba membangun kepastian melalui pembuktiannya. Tidak ada jalan untuk membebani asumsi. Formalisme merupakan kelompok yang bertujuan untuk menerjemahkan matematika ke sistem formal yang tidak terinterpretasikan.4 Logisisme merupakan kelompok yang menilai matematika murni sebagai bagian dari logika. dan dari kontradiksi. Ketiga kelompok bekerja pada logika deduktif untuk menunjukkan kebenaran teorema matematika berdasarkan asumsinya. Kekeliruan dari Absolutisme Sejumlah kelompok dalam filsafat matematika gagal menyusun kepastian absolute dari kebenaran matematika. Setiap bagian aksioma atau prinsip ini diasumsikan tanpa demonstrasi. Konstruktivisme merupakan kelompok yang memiliki program diantaranya merekonstruksi pengetahuan matematika dan melindungi dari kehilangan makna. Tanpa bukti. mengarah kekemunduran tidak terbatas. Kebenaran absolut dalam matematika masih menyisakan kemungkinan. prinsip kepastian secara intuitif dan aksioma terbukti-sendiri. dan intusionisme (konstruktivisme). Bagi logisisme. bukan mengemukakannya. formalisme. dan intusionisme ini masing-masing terdiri dari aksioma logika. Sehingga masih terbuka untuk ditolak dan diragukan. formalisme.

membutuhkan asumsi lebih jauh. dan argumen tersebut merupakan kesamaan pada logika. Logika menyediakan norma untuk membenarkan informasi sehingga teorema matematika diperoleh. Sehingga kita dapat menyusun kepastian matematika tanpa membuat asumsi. Sehingga ketergantungan deduksi logis menambah kumpulan asumsi tempat kebenaran matematika bersandar. asumsi membutuhkan jaminan kebenaran. Penyusunan kebenaran matematika. yang diterapkan tanpa demonstrasi. Secara ringkas. kebenaran dan bukti matematika bersandar pada deduksi dan logika. Ia begitu bersandar pada asumsi yang tidak dapat dihilangkan. yakni aksioma dan aturan inferensi dari logika itu sendiri. Tetapi untuk menjadi ilmu pengetahuan yang benar. Ini merupakan asumsi yang tidak mudah dan tidak dapat dihilangkan. Filsafat Pendidikan Matematika . deduksi-teorema dari sekumpulan aksioma. Kebenaran matematika akhirnya bergantung pada sebuah asumsi yang tidak dapat dihilangkan. Menyangkut yang mendasari logika pada sandaran bukti matematika. Tidak ada jaminan valid bagi pengetahuan matematika selain dari demonstrasi atau bukti. Tinjauan Fallibilis dari Absolutisme Pendapat absolutis memiliki kelemahan besar dalam masalah kebenaran asumsi dari aksioma. dengan demikian kepastian matematika gagal menjadi kepastian mutlak. Tetapi logika sendiri lemah pondasi.5 dapat dikeluarkan dengan menggantinya dengan asumsi yang paling tidak kekuatannya sama.

Selain kritik ini. Asumsi keempat menyatakan konsistensi dari representasi ini (pada asumsi ketiga) dapat dicek. Demikian absolutisme perlu menyusun ulang matematika informal ke sistem deduktif formal. ada masalah lain menyertai kegunaan bukti sebagai dasar kepastian matematika. Matematika terdiri dari teori-teori yang dipelajari di antara sistem matematika. Tidak ada yang dapat menjamin kepastian matematika kecuali bukti deduktif formal penuh. berdasarkan sekumpulan asumsi. yang memperkenalkan asumsi lebih jauh. Tetapi ini tidak dapat didemonstrasikan. Asumsi ketiga menyatakan teori matematika dapat diterjemahkan valid ke dalam kumpulan aksioma formal. beberapa sistem terpaksa memperluas asumsi. Jika pengecekan dari bukti formal tidak dapat memberikan jalan keluar. bukti bahwa matematikawan membuat jaminan dalam menyatakan teorema dapat ditafsirkan ke dalam bukti formal dengan penuh ketelitian. Asumsi kedua menyatakan bukti formal yang teliti dapat dicek untuk kebenaran. Untuk membangun bahwa sistem matematika aman. Dalam hal ketidakkonsistenan dan absolutisme jelas tidak cocok. seperti konsep dan bukti yang lebih cermat. maka klaim apa saja dari kepastian mutlak harus dilepaskan.6 Anggapan lebih jauh dari pendapat absolutis adalah bahwa pondasi matematika bebas dari kesalahan. Filsafat Pendidikan Matematika . Tetapi bukti seperti itu jarang ada. Kita tidak pernah tahu bahwa semua sistem matematika adalah aman kecuali yang paling sederhana dan kemungkinan kesalahan dan ketidakkonsistenan harus tetap ada. Ada beberapa asumsi yang merupakan syarat perlu bagi kepastian matematika Asumsi pertama menyatakan. Formalisasi dari teori-teori matematika intuitif berperan penting dalam masalah matematika yang tidak terantisipasi.

7 Pendapat fallibilis Pendapat fallibilis menyatakan bahwa kebenaran matematika dapat dikoreksi. Bentuk negatif tentang penolakan pada absolutisme. dan tidak akan pernah dipandang sebagai sesuatu yan bebas dari koreksi dan revisi. Bentuk positif adalah bahwa ilmu pengetahuan matematika terbuka direvisi terus menerus. Filsafat Pendidikan Matematika . Kita harus merealisasikan bahwa pendapat absolutis adalah sebuah idealisasi. Ilmu pengetahuan matematik bukan kebenaran mutlak dan tidak memiliki validitas absolut. Kesimpulan Penolakan pada absolutisme tidak dilihat sebagai pembuangan matematika dari taman surga. tesis positif dan tesis negatif. 1980) tidak berarti suatu kehilangan dari ilmu pengetahuan. akan tetapi memberi kemajuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. “Kehilangan kepastian” (Kune. Tesis fallibilis mempunyai 2 bentuk yang ekuivalen. tidak mungkin terjadi. daerah kepastian dan kebenaran.