You are on page 1of 6

1

FISIKA LABORATORIUM - BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5)

Densitas dan Porositas
Ramadhan
Ghinan Nafsi, Diajeng Indraswary, Yuli setyaningrum
POLARIMETER
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail:gramaghinan@gmail.com
Abstrak — Telah dilakukan percobaan berjudul analisis
densitas dan porositas pasir. Percobaan ini bertujuan untuk
mengetahui menganalisa struktur batuan berdasarkan densitas,
menganalisa pengaruh gaya Archimedes terhadap berat batuan,
dan menentukan densitas dan porositas dari material serbuk
Prinsip kerja percobaan ini untuk mencari nilai densitas serbuk
digunakan piknometer. Ditimbang massa piknometer, massan
piknometer dan pasir, massa piknometer dan air, serta massa
piknometer, air, dan pasir. Sedangkan untuk mencari porositas
serbuk digunakan beaker glass yang telah diukur jari-jari
dalamnya, kemudian diukur tinggi air, tinggi pasir, serta tinggi
air dan pasir. Dari data tersebut dapat dihitung volume partikel
dan volume total yang dapat digunakan untuk mencari nilai
porositas serbuk. Dari percobaan berjudul analisis densitas dan
porositas pasir dapat disimpulkan bahwa nilai Dari hasil ini
dapat diketahui bahwa porositas dan densitas memiliki
hubungan berbanding terbalik. Dari data diatas dapat diamati
bahwa pasir a (serbuk1) memiliki densitas 2,809% sedangkan
untuk densitas pasir b (serbuk 2) adalah 2,5%. Densitas pada
serbuk 1 (pasir a) adalah 106,67 grm/cm^3. Gaya archimides
memberikan gaya apung ke atas sehingga menyebabkan berat
batuan berkurang dan mengurangi nilai dari densitas dan
porositasnya.

lama karena air membutuhkan lebih banyak waktu untuk
meresap ke dalam pori-pori yang tidak tersambung dengan
permukaan luar. Untuk mengatasi permasalahan dalam
pengukuran material berpori, terdapat alat sederhana yang
dinamakan piknometer. Sampel yang akan diukur massa
jenisnya dihaluskan terlebih dulu sampai berbentuk serbuk.
Piknometer ini merupakan alat untuk mengukur densitas suatu
material yang berbentuk serbuk. Dengan bentuk serbuk maka
pori-pori akan benar-benar hilang dalam sampel. Berikut
merupakan gambar piknometer yang dapat diamati pada
gambar dibawah ini :

Kata Kunci— Densitas, Piknometer, Porositas.

I.

PENDAHULUAN

P

engukuran densitas suatu material dapat dilakukan
dengan berbagai cara dan mempunyai suatu tujuan tertentu.
Untuk suatu material yang berbentuk serbuk seperti pasir,
dapat diukur densitasnya dengan menggunakan piknometer.
Densitas atau rapat massa (ρ) suatu zat merupakan
perbandingan antara massa material; dengan volume total
material tersebut. Nilai densitas dipengaruhi oleh porositas
materialnya. Porositas di Porositas dedefinisikan dengan
perbandingan dari suatu volume ruang pori dengan volume
total sampel. Oleh karena itu, untuk mengukur densitas perlu
diketahui besar porositasnya[1].
Pengukuran densitas sebuah material yang memiliki banyak
pori di dalamnya, seperti batuan, tidak sama dengan
pengukuran material-material seperti logam yang porositasnya
kecil. Massa jenis logam biasanya dilakukan dengan
menimbang berat logam tersebut dalam air. Perhitungan massa
jenisnya memanfaatkan prinsip Archimedes. Ketika ditimbang
dalam air, pori-pori tersebut memberikan gaya apung
tambahan terhadap batu, menyebabkan berat yang terukur
bukan berat batu murni dalam air, melainkan berat yang
terukur lebih kecil dari berat batu murni dalam air. Pengaruh
pori-pori dapat diminimalisir dengan merendam batu sebelum
ditimbang supaya air dapat mengisi seluruh pori yang ada,
namun proses perendaman ini akan memakan waktu yang

Gambar 1.1 Piknometer berukuran 50 ml
Secara umum porositas didefinisikan sebagai ruang kosong
dalam suatu batuan, yang merupakan perbandingan antara
volume ruang yang terdapat dalam suatu batuan yang berupa
pori-pori, retakan, rekahan, celah, dan lubang pada batuan
terhadap volume batuan secara keseluruhan. Besar-kecilnya
porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas
penyimpanan fluida reservoir. Porositas merupakan salah satu
karakteristik fisis yang diperlukan terutama untuk
mengkarakteristik fisis yang diperlukan terutama untuk
mengkarakterisasi bahan padatan hasil proses maupun yang
akan diproses kembali. Sifat porositas bahan saling
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh besaran fisis yang lain
maupun sifat termalnya, misalnya bahan yang porus akan
mempunyai nilai kerapatan yang rendah, luas permukaan yang
lebih besar, konduktivitas panas yang rendah, dan sebagainya.

batuan b.2 FISIKA LABORATORIUM . Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume air serta volume air dan serbuk. m4. batuan e . semakin kecil ukuran butir maka rongga yang terbentuk akan semakin kecil pula dan sebaliknya jika ukuran butir besar maka rongga yang terbentuk juga semakin besar. pasir sebanya 2 gram dimasukkan kedalam piknometer yang berisi air yang hampir penuh. II.dan air. Gambar 2. Komposisi mineral. Dalam percobaan kali ini terdapat dua metode yaitu metode mencari nilai densitas porositas serbuk.Pori merupakan ruang di dalam batuan yang selalu terisi oleh fluida. dan dicatat hasilnya. batuan c. diperlukan peralatan : Adapun cara kerja dalam percobaan ini. Susunan butir. Kapiler batuan ini akan tetap ada meskipun air yang terperangkap didalamnya telah menguap. m3 . Pasir dimasukkan kedalam piknometer. Volume teoritis ditentukan dari berat dan rapat teoritisnya. massa piknometer+tutup+air+pasir ini sebagai m4. massa ini digunakan sebagai massa m1.BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5) Secara umum porositas digambarkan sebagai perbandingan antara volume pori dengan volume teoritis. Batuan dengan volume pori maupun porositas yang sangat besar dapat memberikan pengaruh yang buruk terhadap kekuatannya[2]. minyak atau gas bumi. Selanjutnya ditimbang massa piknometer + tutupnya. 2) Gambar 2.1) (2. lalu diisi dengan air hingga hampir penuh. Bentuk butir atau sphericity. langkah pertama yaitu dipersiapkan alat yaitu piknometer. Densitas Pada percobaan untuk mencari nilai densitas serbuk dari sample. Timbangan digital digunakan untuk mengetahui massa pasir secara teliti. Dan yang terakhir. massa piknometer+tutup+air ini sebagai m2. Kemudian masing-masing sample ditimbang dengan menggunakan neraca digital sebanyak 2 gram. lalu pikonometer+tutup+pasir (serbuk) ini digunakan sebagai m 3. apabila ukuran butirnya sama maka susunan butir sama dengan bentuk kubus dan mempunyai porositas yang lebih besar dibandingkan dengan bentuk rhombohedral. tertutup maupun ruang antar partikel. m2 .1 Beaker glass dan piknometer . Mencari nilai densitas porositas serbuk a. Dengan bertambahnya volume pori maka nilai porositas batuan tersebut juga akan semakin meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi porositas antara lain ukuran butir atau grain size. Sedangkan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah pasir bahan bangunan a dan pasir bangunan b. batuan d. Kemudian piknometer ini dikosongkan kembali. dan mencari nilai porositas densitas batuan. sedangkan kalau bentuk butir baik maka akan memiliki porositas yang kecil. Pori-pori batuan yang saling berhubungan ini biasa disebut dengan kapiler batuan. Batuan dengan bentuk butir jelek akan memiliki porositas yang besar. langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. batuan a. sehingga kapiler ini akan mengurangi kepadatan suatu batuan. sehingga dapat dilakukan perhitungan untuk mencari nilai densitas dari pasir (serbuk) dengan menggunakan persamaan berikut ini : (2. Langkah diatas dilakukan untuk sample pasir lainnya. penggaris. METODOLOGI Dalam malakukan percobaan cincin newton ini. seperti udara. air tawar/asin.3 Neraca digital A. beaker glass. Adanya porositas muncul karena adanya pori terbuka. neraca digital. apabila penyusun batuan terdiri dari mineral-mineral yang mudah larut seperti golongan karbonat maka porositasnya akan baik karena rongga-rongga akibat proses pelarutan dari batuan tersebut[3]. Pada percobaan ini didapatkan data berupa m1 . Piknometer berfungsi untuk mengukur densitas serbuk. sendok dan.

BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5) III. Mencari Nilai densitas Porositas Batuan a.6 17.57 Tabel 3.54 massa Basah 2 (gram) 1.38 0.45 cm Tinggi Pasir (mm) 6 7 7 Tinggi Air (mm) 11 7 8 Tinggi Air + Pasir (mm) 13 10 12 Tabel 3.6 17.59 15. sehingga diperolehberat basah dari batuan tercelup. Batu ditimbang massa keringnya dengan menggunakan neraca digital.81 23.54 massa Kering 2 (gram) 1. Kemudian diukur massa basahnya dengan menggunakan neraca digital.25 Percobaan berjudul densitas dan porositas batuan dan serbuk bertujuan untuk menganalisa struktur batuan berdasarkan densitas.2 0.6 17.35 0.4 0.7 3.62 15. namun keadaan batu tersebuttidak menyentuh dasar gelas.41 Berat Basah 1 (N) 0.7 3. air. menganalisa pengaruh gaya Archimedes terhadap berat batuan.5 Data batuan pada keadaan basah jenis batu 1 2 3 4 5 massa Basah 1 (gram) 1.4 0.4 0.4 0.35 0.45 cm Tinggi Pasir (mm) 7 5 6 Tinggi Air (mm) 9 10 11 Tinggi Air + Pasir (mm) 13 13 14 Tabel 3.88 14.2 0. Berat basah dari batuan ini ditimbang dengan menggunakan neraca pegas. Dalam percobaan kali ini berlaku hukum archimedes sehingga persamaan yang digunakan : Data yang didapatkan pada percobaan untuk mencari nilai porositas serbuk yaitu diameter tabung.59 31.62 15. Lalu ditimbang lagi massa dari variasi batu yang digunakan mengukur berat kering batuan dengan batuan diikat dengan benang wol dan diukur beratnya dengan neraca pegas.41 Berat kering 1 (N) 0. dan tinggi air+pasir.3) m1 (gram) m2 (gram) m3 (gram) m4 (gram) (2. dengan dimasukkan batuan kedalam beaker glass yang berisi air hingga seluruh bagian batu tersebut tercelup ke air. Kemudian di oven lagi. HASIL DAN PEMBAHASAN B.35 0. dan menentukan densitas dan porositas dari material serbuk.25 Berat Basah 2 (N) 0.2 0.2 Data serbuk 2 dengan jari jari tabung 1.3 FISIKA LABORATORIUM . tinggi air.35 0.25 Berat Kering 2 (N) 0.56 14.4 Data batuan pada keadaan kering jenis batu 1 2 3 4 5 massa kering 1 (gram) 1.6 17. Densitas Langkah pertama batuan dipanaskan menggunakan alat pemanas 100 C selama sepuluh menit.25 Tabel 3.4 0. dan air+pasir. Adapun jenis pasir yang digunakan .3 Data massa serbuk 1 Flow chart : (2.4) 21. tinggi pasir.84 4. Dengan data tersebut maka dapat diketahui volume dari pasir.84 4.2 0. Ditunggu sampai batuan tidak mengeluarkan gelembung udara. Kemudian dicatat massa yang di dapatkan. Kemudian dilakukan penimbanggan massa padatan setelah dimasukkan dalam air (massa basah).4 0.56 14.59 15.38 0.73 33.88 14.1 Data serbuk 1 dengan jari jari tabung 1. Data tersebut dapat diamati pada table berikut ini : Tabel 3.

4 0.809 cm^3.10 data perhitungan porositas batuan percobaan 1 Jenis batu 1 2 3 4 5 massa kering 1 (kg) 0.0016 7 0.01762 0.3224181 4 0.05 0.00441 massa basah 2 (kg) 0. Berikut merupakan data perhitungan nilai densitas dan porositas serbuk yang telah dilakukan : Tabel 3.7 3 m4 (gra m) 33.8 Data perhitungan porositas serbuk 2 Tinggi Pasir (mm) 6 7 7 volum e air 7.665975 6 9.375 0.8361582 Tabel 3.3 0.01556 0. Sedangkan batuan nomor 1 tidak dapat dihitung karena gaya apungnya nol.05 0.05090 96 3.1 0.01484 5 0.35 0.24259 6.740591 7 3. Sedangkan untuk batuan porositas paling besar adalah pada batuan nomor 5 dengan porositas 26.3 0.00354 berat kerin g1 0.621 3 5.6 diatas dapat diamati data perhitungan nilai porositas serbuk masing-masing sample pasir.10 data perhitungan porositas batuan percobaan 2 Jeni s batu massa kering 2 (kg) 1 0.809% sedangkan untuk densitas pasir b (serbuk 2) adalah 2.25 0.7 dapat diketahui densitas pada serbuk 1 (pasir a) adalah 106. batuan yang digunakan adalah bahan batuan a.5824 05 6.01597 0.5 7 Densitas (gr/cm^ 3) 106. Ini menunjukkan bahwa pasir a lebih berpori daripada pasir b.48675 39 Porosit as (%) 2.00354 massa basah 1 (kg) 0.58241 5.5 9 m2 (gra m) 31.4 FISIKA LABORATORIUM .00441 0. dan batuan e.6786 23 2.2).9222 2 volume campura n 4.36054422 26.625 0.5 1588 2968 882 Tabel 3.01759 0.0016 2 0.809125 2.8 1 m3 (gra m) 23.01759 0.2 0.665975 5 8.35 0.2 gaya apun g 0 0.BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5) sebagai sample yaitu pasir Bahan bangunan a dan pasir bahan bangunan b. Nilai porositas dari pasir b adalah 2. Sehingga tidak bisa ditentuka mana pasir yang lebih besar densitasnya. densitas merupakan kerapatan massan butiran penyusun material.0016 0.38 0.4 0.0147 0.6 Data perhitungan porositas serbuk 1 Tinggi Pasir (mm) volume air volume pasir 7 8.809125 Tabel 3.0149 1 0.00449 porositas (%) 5.101819 volume campuran 3.67 grm/cm^3.9 data perhitungan densitas batuan percobaan 1 Jenis batu 1 2 3 4 5 massa kering 1 (kg) 0.2 berat basah 2 0.2 0.4943310 7 Pada table 3. Sedangkan untuk densitas batuan diketahui densitas terbesar adalah batuan 3 dan paling kecil densitasnya adalah batuan nomor 5. Densitas suatu material tidak dipengaruhi oleh bentuk (dimensi) material tersebut.7868 17 Tabel 3.0160 9 0. Sesuai dengan perngertiannya.4 0.4716981 1 2.809125 2.0177 0. meskipun bentuknya berbeda dengan jenis . batuan d.3.740591 7 4.08 0. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa porositas dan densitas memiliki hubungan berbanding terbalik.0176 4 0.01484 0. Dari tabel 3.01762 3 0. batuan c. Sedangkan untuk serbuk 2 belum dilakukan pengukuran massa seperti pada tabel 5 sehingga tidak bisa diapatkan nilai dari densitasnya.028329 6 Porositas (%) 2.5%.0149 0.1 0.3 0.05 2202. Dari data yang telah didapat diatas.25 berat basa h1 0.01556 0. Dari data diatas dapat diamati bahwa pasir a (serbuk1) memiliki densitas 2.2 0.6018 5 7.01588 4 0.00169 0.0016 0. maka dapat dicari nilai densitas serbuk dengan menggunakan persamaan (2.0045 2 porositas (%) 4.05 massa jenis batu (kg/cm^3) #DIV/0! 1759 3112 1470 708 Tabel 3.01588 0.281 48 volume pasir 8.58241 5.62535532 2.3 0.0147 0. batuan b.1 0. dan kemudian dapat dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai porositas serbuk dengan menggunakan persamaan (2.1135073 8 1.2 gaya apun g 0 massa jenis batu (kg/cm^3) #DIV/0! 2 3 4 5 0.3048 59 2.1).79428 66 3.10 data perhitungan densitas batuan percobaan 2 Jenis batu 1 massa kering 2 (kg) 0.0016 berat kerin g2 0.3 0. Sehingga akan menghasilkan nilai tak hingga bila dicari nilai densitasnya sesuai persamaan 2.262 04 4. yang juga perbandingan antara nilai massa suatu material dengan volume material tersebut.809% sehingga dalam 100 cm^3 pasir ada sebuah ruang kosong sebanyak 2.3 0.63496144 1. Sedangkan untuk mencari nilia porositas serbuk maka harus dihitung dulu volume total dan volume partikel dengan menggunakan persamaan volume tabung.7 Data perhitungan densitas serbuk 1 m1 (gra m) 21.679 96 Tabel 3.84% paling kecil adalah batuan nomor 2.

. Gaya archimides memberikan gaya apung ke tasa terhadap batuan. serta keseragaman butiran-butiran penyusunnya. maka sekalipun dimensinya berbeda namun nilai densitasnya tetap sama. yang juga merupakan perbandingan antara volume semua ruang termasuk pori. rekahan (fracture).5%. X. Material dengan nilai densitas yang kecil maka dapat diasumsikan bahwa butiran penyusunnya tersebut renggang atau tidak rapat. sehingga kerapatan massa (densitas) butiran penyusun material tersebut berarti mempunyai nilai yang kecil. Gaya archimides memberikan gaya apung ke atas sehingga menyebabkan berat batuan berkurang dan mengurangi nilai dari densitas dan porositasnya. U. Porositas merupakan ruang kosong dalam suatu material. W. Untuk menacri berat batu dalam air.809% sedangkan untuk densitas pasir b (serbuk 2) adalah 2. JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA. Dari data diatas dapat diamati bahwa pasir a (serbuk1) memiliki densitas 2.Penimbangan dilakukan dengan neraca pegas. pp. porosity. IV. KESIMPULAN Dari percobaan berjudul analisis densitas dan porositas pasir dapat disimpulkan bahwa nilai Dari hasil ini dapat diketahui bahwa porositas dan densitas memiliki hubungan berbanding terbalik. Pada saat penimbangan ditunggu agar batuan mengaluarkan semua gelembungnya. 1-7. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Ramadhan Ghinan Nafsi. Dikarenakan banyak ruang kosong yang mengisi material ini. VI. Pressure dependence of density. 2013. pp. Densitas pada serbuk 1 (pasir a) adalah 106. 1997.. lubang terhadap volume total suatu material. diharapkan bisa membantu jika dikemudian hari menemukan kesulitan dalam masalah ini. porositas. University physics 12 th Edition with modern Physics. Maka apabila suatu material memiliki nilai porositas yang besar maka didalam material tersebut terdapat banyak pori yang menyebabkan volume pori didalam material tersebut besar. Tectonophysics. USA: Perason Education. DAFTAR PUSTAKA [1] Deni Irawan.BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5) material yang sama. celah. mengucapkan terimakasih kepada asisten laboratorium karateristik bahan yang telah membantu membuat laporan praktikum ini. maka volume pori-pori (porus) besar sehingga mengakibatkan nilai porositas batuan ini besar. V. [2]Freedman. sehingga batuan berat batuan berkurang Sehingga memperngaruhi nilai dari densitas dan porositasnya. Saturasi Air. Studi Kasus: Lapangan ”ITS” Daerah Cekungan Jawa Barat Utara. dan Permeabilitas) untuk menentukan Zona Hidrokarbon. compressional wave velocity of.67 grm/cm^3. dan fluida pengisi rongga dalam material tersebut. VII. Terutama kepada Diajeng indrawary dan Yuli Setyanigrum selaku asisten laboratotium pada praktikum kali ini dan teman-teman praktikan. Densitas suatu batuan dipengaruhi oleh beberapa factor seperti jenis dan jumlah mineral serta presentasenya. Y. 2009. [3]Yang. Hal ini dilakukan agar berat batuan yang terukur menjadi maksimal dalam arti pori pori dalam batuan sudah terisi oleh air.5 FISIKA LABORATORIUM . retakan(cracks). 1-10. sehingga terdapat banyak ruang kosong dalam material tersebut.. Analisis Data Well Log (Porositas. LAMPIRAN . Penimbangan dilakukan di air agar mendapatkan gaya archimides. Inc.

BIDANG FISIKA MATERIAL (2016) 1-5) .6 FISIKA LABORATORIUM .