You are on page 1of 8

LAMPIRAN A

TUGAS KHUSUS
A.1 Latar Belakang
940 B-4 merupakan salah Boiler utilitas yang memproduksi satu boiler high
pressure dibagian superheated steam untuk konsumsi utama ke pembangkit listrik
tenaga uap (PLTU) sebagi penggerak turbin generator, dan selebihnya dipakai untuk
menggerakkan turbin -turbin pompa atau kompresor. Boiler ini juga berfungsi dalam
pengadaan Medium Pressure Steam dan Low Pressure Steam. Kinerja boiler seperti
efisiensi dan rasio penguapan berkurang seiring waktu disebabkan oleh pembakaran
yang tidak baik, fouling, dan perwatan serta pengoperasian yang buruk. Kualitas da
bahan bakar dan air juga mempengaruhi kinerja dari boiler. Uji efisiensi membantu
kita untuk mencari tahu seberapa jauh efisiensi boiler telah kurang dari efisiensi
terbaik yang seharusnya. Penyimpangan penyimpang yang diobservasi dapat
diinvestigasi lebih lanjut untuk selanjutnya dapat menentukan bagian yang
bermasalah yang memerlukan perbaikan oleh karena penting untuk mengetahui
efisiensi boiler yang terkini agar dapat dilakukan evaluasi kinerja boiler, yang
sanagat dibutuhkan untuk penghematan energy dalam industri.
A.2 Rumusan Masalah
Salah satu elemen penting di bagian utilitas HDc adalah keberadaan Boiler
940 B-1 Masalah masalah yang terjadi pada boiler seperti kurangnya pasokan udara,
kandungan air dan hidrogen yang tinggi pada fuel oil, pembakaran yang tidak in
akan secara langsung mempengaruhi efisiensi kinerja sempurna dan lain boiler. oleh
karena itu boiler merupakan suatu indikator yang penting dalam mendeteksi
gangguan pada boiler. Maka akan dilakukan penghitungan efisiens boiler yang
dipengaruhi oleh beberapa faktor baik secara direct ataupun indirect.
A.3 Tujuan
Adapun tujuan dari tugas khusus yang diberikan adalah melihat nilai efisiensi
boiler 940-BI dan menentukan faktor faktor apa saja yang secara signifikan
mempengaruhi efisiensi boiler 940-B1

LaporanKhusus Kerja Praktek
PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI

LA-1

0509 46 0.6918 EFF 81.0516 65 0.63984 4 7.0518 86 0.511 09 82.287 52 82.92358 8 1.6918 53 1.52783 7.6918 53 1.0515 LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI L4 2.4395 99 2.203 LA-2 .366 9 82.4395 99 2.4395 99 2.6918 53 1.112 12 81.0519 59 0.4395 99 2.5 Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup dari tugas khusus yang diberikan adalah melakukan perhitungan terhadap nilai efisiensi boiler dengan menggunakan metode direct dan indirect.92194 7 1.6 Hasil Perhitungan A.6918 53 1.6918 53 1.0513 49 0.0519 15 0.4395 99 2.A.90217 8 1.4395 L5 L6 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 0 3 3 L7 1.6918 53 1.6.29480 6 7.20066 6 7.4395 99 2.36738 2 7.949 42 82.6918 53 1.469 9 81.6918 53 1.90046 2 1.65438 2 7.92259 3 1.0512 06 0. A.16303 6 7.4 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari evaluasi efisiensi pada boiler 940-Bi adalah mengetahui nilai efisiensi dari boiler tesebut dan dapat mengetahui faktor faktor apa saja yang menyebabkan penurunan efisiensi sehingga dapat menjadi suatu pertimbangan dalam usaha peningkatan efisiensi boiler.1 Hasil Perhitungan Efesiensi Pada Boiler 940 B-4 Menggunakan Indirect Method Tabel A.91694 9 1.989 75 82.0510 2 0.90973 7 1. A.67676 9 7.1 Hasil Perhitungan Efesiensi Pada Boiler 940 B-4 Menggunakan Indirect Method Tanggal 01/08/2016 02/08/2016 03/08/2016 04/08/2016 05/08/2016 06/08/2016 07/08/2016 08/08/2016 09/08/2016 L1 7.91321 L3 0.44466 L2 1.90645 5 1.973 87 82.4395 99 2.4395 99 2.

92353 8 1.44137 7 Rata-rata Keterangan : 9 1.6918 53 1.8 7.91829 1 1.4395 99 2.4395 99 2.6918 53 1.077 49 82.4395 99 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 0 3 53 1.91267 2 1.4395 99 2.6918 53 1.91214 9 1.91985 8 1.040 97 82.950 64 82.55785 8 20/08/2016 7.0514 95 99 2.0517 28 0.6918 53 02 81.0517 25 0.4395 99 2.411 87 82.0509 73 0.59295 2 21/08/2016 7.6918 53 1.25369 7 16/08/2016 7.4395 99 2.6918 53 1.46293 2 13/08/2016 7.0519 57 0.6918 53 1.4395 99 2.183 05 82.65102 6 10/08/2016 7.0519 08 0.0514 55 0.55952 8 19/08/2016 7.91021 1.977 53 82.6.67564 9 12/08/2016 7.229 01 82.6918 53 1.6918 53 1.0517 94 0.43250 2 22/08/2016 7.0505 98 0.6918 53 1.37785 2 17/08/2016 7.0515 37 0.6918 53 1.91836 6 1.61582 5 11/08/2016 7.4395 99 2.90459 1.42089 6 18/08/2016 7.0513 7 0.4395 99 2.079 31 82.6918 53 1.0514 77 0.98684 1 15/08/2016 7.17666 1 14/08/2016 6.216 32 82.4395 99 2.0511 25 0.4395 99 2.4395 99 2.90108 4 1.1 Hasil Perhitungan Efesiensi Pada Boiler 940 B-4 Menggunakan Direct Method LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-3 .0518 39 0.92244 4 1.89238 1 1.91403 9 1.92087 8 1.4395 99 2.276 07 82.6918 53 1.704 03 82.4395 99 2.6918 53 1.91306 9 01 0.206 61 L1 =Kehilangan panas karena dry gas (Dry gas loss) L2 =Kehilangan panas karena hidrogen di dalam bahan bakar (Hidrogen in fuel oil) L3 = Kehilangan panas karena air di dalam bahan bakar (Moisture in fuel oil) L4 = Kehilangan panas karena air di udara (Moisture in air) L5 = Kehilangan panas karena pembakaran tidak sempurna (CO loss) L6 = Kehilangan panas karena radiasi permukaan boiler (Cassing loss) L7 = Kehilangan panas karena aliran bawah (Blow down loss) A.015 98 81.496 17 82.

boiler ini menggunakan bahan bakar berupa fuel Oil.76893 75.07 34. Boiler 940 B-4 berkapasitas 68 ton/jam high preasure (HP) steam bertekanan 60 kg/cm2 dan temperatur sekitar 355 oC.26696 73.30369 72.84 2.499554001 2.10 45. LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-4 .53 Fuel Oil Flow (m3/jam) 3.78 31.99124 75.306147668 3.62 44.73565 73.2 Hasil Perhitungan Efesiensi Pada Boiler 940 B-4 Menggunakan Direct Method Tanggal 01/08/2016 02/08/2016 03/08/2016 04/08/2016 05/08/2016 06/08/2016 07/08/2016 08/08/2016 09/08/2016 10/08/2016 11/08/2016 12/08/2016 13/08/2016 14/08/2016 15/08/2016 16/08/2016 17/08/2016 18/08/2016 19/08/2016 20/08/2016 21/08/2016 22/08/2016 Rata-rata A.836373334 3.73 3.0982 73.77 3.350466001 2.90 36.63 46.56 2.37 44.84 33.85 41.43 45.79 39.00 45.481826668 2.7 Steam Product (Ton/jam) 45.6 3.88117 Pembahasan BoIler 940 B-4 merupakan salah satu high preasure boiler yang menerima umpan berupa high boiling water (HBW) yang kemudian kan menghasilkan superheated steam untuk konsumsi pembangkit listrik tenaga uap.61 3.76 46.313417001 2.45 44.90671 74.17 46.360909091 fuel oil in mass Flow 3.3751 73.190920001 3.82922 74.21302 73.08849 74.3 2.74 2.517281334 2.95 3.36 47.69 3.60 34.2 3.190920001 3.41976 74.120010668 3.Boiler Feed Water (BFW) disuplai dari pompa HBW P-2A/B/C.36478 71.90623 74.62273 74.82 3.18918 72.78 2.315011335 2.8 2.925010001 2.190920001 3.26 3.6 3.481826668 3.889555334 3.031374001 3.34 40.315011335 3.199783668 3.614781668 2.42 3.77155 72.978997789 Efisiensi Direct 73.8 3.270693001 2.155465335 2.75625 74.61 3.74 3.57 45.6 3.01 40. dan juga menghasilkan medium preasure dan low preasure steam.82834 72.92 41.Tabel A.341602335 3.51242 73.11039 74.32691 75.12 33.52 3.

karena pada kenyataannya bahan bakar tidak terkonversi 100% menjadi energi panas dan tidak semua energi dari bahan bakar diserap oleh fluida proses.23 agustus yang diperoleh dengan metode indirect : LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-5 . berikut distribusi nilai heat loss rata-rata pada boiler 940 B-4 pada tanggal 1 . Ketidakakuratan metode direct disempurnakan oleh metode indirect yang memperhitungkan setiap heat loss yang mungkin terjadi .berikut merupakan grafik perbandingan antara efesiensi boiler yang dihitung dengan metode indirect method dan direct method: 84 82 80 78 76 74 72 70 68 66 EFF Indirect Efisiensi Direct Gambar A.1 Grafik Efesiensi Boiler dengan Perhitungan Direct Method dan Indirect Method tanggal 1-23 Agustus Dari gambar di atas dapat dilihat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil perhitungan direct method dan direct method.input yang dihitung berdasarkan energi yang diperoleh fluida proses dibadingkan dengan kandungan energi dari bahan bakar boiler kurang efektif dalam menentukan nilai efesiensi secara akurat. hal membuktikan bahwa metode direct atau yang dikenal denganmetode output .

Hal ini kemungkinan disebabkan karena ada jelaga yang terbentuk pada pipa-pipa yang bertindak sebagai isolator terhadap perpindahan panas.00% L1 L2 L3 L4 L5 L6 L7 Gambar A.00% 6.00% 2. kehilangan panasnya sebesar 6. LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-6 . memiliki perbedaan sebesar 1. Kehilangan panas karena kandungan hidrogen dalam fuel oil dapat memberikan kontribusi yang yang cukup berpengaruh pada kehilangan panas boiler.00% 3.5 persen disebabkan suhu gas cerobong yang meningkat. Suhu cerobong yang meningkat dapat menandakan pembentukan jelaga yang berlebihan. Pembersihan berkala pada permukaan pipa-pipa boiler dan cerobong perlu dilakukan untuk menghilangkan endapan yang sulit dihilangkan tersebut.23 % antara kehilangan panas aktual dengan kehilangan panas di desain. Pada data desain.21 % sedangkan data aktual sebesar 7.2 Grafik Distribusi Heat Loss Pada Boiler 940 B-4 dengan Menggunakan Indirect Method Pada grafik di atas dapat terlihat bahwa kehilangan panas karena dry gas.00% 0.00% 5. Diperkirakan bahwa 3 mm jelaga dapat mengakibatkan kenaikan pemakaian bahan bakar sebesar 2.00% 7.00% Heat Loss 4.441377.00% 1.Heat Loss 8.

hal ini bukan lah suatu masalah karena setiap fuel oil yang digunakan telah melewati uji kandungan hidrogen dimana fuel oil tidak boleh melebihi standar yang telah ditentukan.16 0. Untuk kehilangan panas karena blowdown.3 perbandingan heat loss pada design boiler terhadap heat loss aktual dari hasil perhitungan secara indirect Losses Dry gas Hidrogen dalam fuel oil Moisture in fuel Moisture dalam udara Pembakaran tidak sempurna Radiation and convection Blowdown Simbol L1 L2 L3 L4 L5 L6 L7 Aktual (%) 7.21 6. umur boiler juga mempunyai pengaruh besar terhadap kinerjanya.441377 1.karena hidrogen yang terdapat di dalam fuel oil dapat dapat teroksidasi membentuk air yang dapat menyerap kalor yang dihsilkan boiler.36 0. Hal ini disebabkan terjadi karena fuel oil yang digunakan berasal dari crude yang berbeda-beda dan memiliki kandungan hidrogen yang berbeda-beda dan pada kasus ini fuel oil yang dihgunakan memiliki kandungan hidrogen yang rendah. Terlepas dari semua itu.1 Kesimpulan LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-7 . Pada heat loss karena radiasi dan konveksi disebabkan oleh telah usia boiler yang cukup lama sehingga terdapat bagian-bagian boiler yang memiliki celah yang dapat mengeluarkan panas dan isolasi boiler yang berupa beton tahan api sudah berkurang ketahanan nya untuk menghambat panas. kemungkinan ada aliran air untuk blowdown yang berlebihan yang menyebabkan adanya kehilangan panas.8 Kesimpulan dan Saran A.051495 2.727 - A.439599 0 3 1. Berdasarkan perhitungan indirect terhadap kehilangan panas boiler dapat terlihat bahwa nilainya lebih kecil daripada nilai heat loss desain nya.913069 0.02 0. Berikut merupakan perbandingan heat loss pada design boiler terhadap heat loss aktual dari hasil perhitungan secara indirect: Tabel A.8. Efisiensi boiler juga menurun seiring dengan semakin tuanya umur boiler tersebut.691853 Desain (%) 6.

Efisiensi boiler juga menurun seiring dengan semakin tuanya umur boiler tersebut 5. Faktor kehilang panas terbesar adalah karena gas buang dry gas sebesar 7. perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kenaikan kandunagan hidrogen dalam fuel oil terhadap efesiensi boiler.2 %. kinerjanya. Penentuan efesiensi boiler dengan direct method memang sangat sederhana dan praktis namun kita tidak dapat melihat faktor-faktor kehilangan panas secara spesifik sedangkan pada metode indirect walaupun memakan waktu yang lebih lama namun lebih akurat. LaporanKhusus Kerja Praktek PT PERTAMINA (Persero) RU II DUMAI LA-8 . diperlukan data komposisi flue gas pada tiap harinya agar diperoleh perhitungan efesiensi yang lebih akurat. 3.441 %.514% dan moisture dalam udara sebesar 2. A.2 Saran 1. Diperlukan pengembangan teknologi pemanfaatan dry gas untuk meningkatkan efesiensi boiler sperti untuk dijadikan sumber panas preheater di uni-unit lain. 4. 3. Faktor yang paling utama yang menyebabkan terjadinya penurunan efisiensi boiler adalah umur boiler yang sudah tua.439%.8. 4.1. moisture dalam fuel oil 0.91%.88 % dan dengan metode indirect sebesar 82. Beberapa faktor penurunan efesiensi tidak dikarenakan oleh internal boiler namun dari eksternal yakni hidrogen dalam fuel oil sebesar 1.23 agustus yang dilakukan dengan metode direct dan indirect diperoleh efesiensi rata-rata metode direct sebesar 73. Perlu dilakukan penamambahan excess air hingga menjadi 15% untuk menghindari adanya fuel oil yang tidak terbakar 2. Dalam evaluasi efesiensi Boiler 940 B-4 pada tanggal 1 . 2.