You are on page 1of 2

TAWURAN ANTAR SISWA

Para pelaku
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ahmad Roihan sebagai Badai
Imroatut Toyibah sebagai POLWAN
Moh. Nurul Qomar sebagai Ifan
Sitti Arifah sebagai Narator
Adet Cahya Kusuma sebagai Radiet
Yulianto sebagai Anwar
Eko Febriyanto sebagai Febri

# Pada suatu hari ada dua siswa antar sekolah yang sama-sama
bermusushan, mereka sekolah di sekolah yang tidak sama, yaitu
Sekolah” Bunga Bangsa “ dan sekolah “ Kusuma Bangsa”. Mereka
setiap hari kerjaannya bukan belajar, tetapi tawuran, sehingga suatu
hari terjadilah suatu tawuran yang tidak bisa dipisahkan seperti surat
dan perangko, tetapi mereka tetap bermusuhan. Mereka tawuran
setelah pulang sekolah.
Badai : woiiyy, anak sekolah bunga bangsa, emang ya kalau anak
sekolah bunga bangsa itu sekolahnya jelek dan fasilitasnya sedikit,
gak kayak sekolah kusuma bangsa, sekolahnya bagus dan
fasilitasnya banyak dan sekolahnya sangat besar, huuuuhhh gak
kayak sekolah bunga bangsa tuh yang sekolahnya sangat
jelek !!!!..
Radit : Woiyyy..lo itu ya, kalau punya mulut dijaga!..emang sekolah kita itu
gak bagus, tapi gak kayak sekolah kusuma bangsa yang muridnya
taunya bodoh-bodoh semua, ha ha ha ha.
Badai : hey...lo nantangin gue ya, kalo lo emang cowok sini lawan murid
sekolah kusuma bangsa!.
Radit : Ayo siapa takut, kita murid sekolah bunga bangsa gak pernah takut
sama siapapun.
Badai : Oke...kalau gitu sekarang..kita...seraaanggg!!!.
Radit : Teman- teman serang mereka....
# merekapun saling serang antar siswa, mereka saling serang ditengah
jalan hingga mereka mengganggu ketertiban jalan raya, sampai-sampai
ada seorang polisi wanita yang memisahkan tawuran antar siswa.
Polwan : hey hey..hey ada apa ini kok saya lihat dari jauh seperti kalian
sedang tawuran.
Radit dan Badai : emang kita lagi tawuran !!!
Polwan : oohhh seperti itu, bagaimana ini ceritanya kok sampai terjadi
tawuran?

dengar ya siswa itu harusnya belajar di sekolah. Badai : emang kenyataan kan bu’.. Peraturan bukan hanya didalam sekolah. bukan tawuran. saya akan laporkan kelian ke kepala sekolah kalian semua. kami ingat nasehat bu’ polisi itu!.!!!.. # Merekapun saling minta maaf dan mereka juga berjanji tidak akan tawuran lagi disekolah maupun diluar sekolah. bukan tawuran ditengah jalan seperti ini. katanya sekolah kami jelek dan fasilitasnya buruk. Mereka semua : Baik bu’ polisi. . karena kalau sampai mereka tawuran lagi mereka akan dilaporkan ke kepala sekolah mereka semua.Radit : mereka duluan bu yang mulai. # sekian dari kami kelompok 2 kami ucapkan terima kasih. ingat itu. untuk itu semua pelajar harus mentaati peraturan. kami juga minta maaf karena kami telah mengganggu ibu dan lalu lintas sekitar ya bu’ tolong maafkan kami ya bu’? Polwan : iya. # Polwan itupun menasehati para siswa itu : Polwan : Kalian sesama siswa tidak boleh saling menghina antar siswa. bahwa sekolah bunga bangsa memang jelek dan fasilitasnya buruk. Badai : iya bu’ kami minta maaf atas apa yang telah kami lakukan. kalian itu kerjaanya tawuraaannnn terus. dan merka juga akan mengganggu jalur lalu lintas sekitarnya. kalau sampai saya ngelihat kalian tawuran lagi. saya maafkan tapi jangan diulangi lagi ya!. tawuran bisa terjadi diluar sekolah maupun didalam sekolah. # merekapun mendengarkan apa perkataan polwan itu dengan rasa kecewa. # Kesimpulan dari cerita tersebut adalah : Setiap pelajar sekolah seharusnya belajar disekolah. tetapi peraturan juga ada diluar sekolah atau dalam masyarakat.karena kalian mengganggu lalu lintas sekitar..