You are on page 1of 7

Ance Trio Marta bercerita, ayahnya seorang kontraktor di Riau.

Tetapi, karena suatu hal, sang
ayah bangkrut dan asetnya dijual guna menutupi kebangkrutan. “Kami pindah dari kota ke
kampung. Saat itu saya kelas III SD.”
Di kampung, orangtuanya bertani untuk mempertahankan hidup. “Orangtua saya petani
biasa, menanam cabai, tomat, dan apa saja yang bisa ditanam di kebun,” katanya.
Maka, saat di kelas IV SD, Ance memulai usaha. “Saya menjual apa pun, seperti gorengan di
sekolah. Saya juga dagang sayuran, orangtua tak tahu-menahu soal ini. Duitnya saya gunakan
membeli buku,” katanya.
Ance juga menjadi kondektur mobil angkutan. “Ketika SMA, saya menjadi guru privat
mengajar Bahasa Inggris untuk siswa SD. Nilai uangnya tak seberapa, tetapi buat saya, semangat
kerja itu yang penting,” katanya.
Walau sibuk, prestasi akademisnya tak mengecewakan. “Di SMP saya juara umum, sewaktu
SMA masuk lima besar,” katanya.
Kondisi ekonomi keluarga pun tak membuat langkah Ance surut untuk menikmati bangku
kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). “Baju dan sepatu ketika SMA saya bawa semua ke Bogor
biar bisa berhemat,” katanya.
Sampai di Bogor, ia mulai memutar otak untuk membiayai kuliah. Ketika masih semester I di
IPB tahun 2005, ia berdagang roti keliling ke tempat-tempat kos. “Satu roti harganya Rp 300, saya
jual Rp 500,” tutur Ance.
Ketertarikan Ance di bisnis ikan dimulai dari “kecelakaan”. “Waktu itu, 18 September 2007,
saya mengantar teman membeli tanah,” ujar Ance menceritakan perjalanan pertamanya ke Desa
Cibuntu Kulon, Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat.
“Waktu itu, saya lihat ada bak sampah di bekas kolam yang tidak dipelihara. Kolam itu
kemudian saya sewa Rp 300.000 per tahun. Luasnya sekitar 500 meter persegi,” tuturnya.
“Saya coba menebar ikan lele, tetapi empat kali rugi. Saya pindah ke kolam lain dan berhasil.
Ternyata, kolam pertama terlalu dingin, tidak cocok untuk lele,” kenangnya. Bekas kolam itu kini
menjadi kolam pembibitan ikan bawal.

Saya belajar sambil jalan.000. Dari usaha itu saya mendapat keuntungan. Saya bilang kepada dia. tahun 2008 dia membuat profil usaha di situs web layanan direktori usaha. Saya bingung. indukan yang berharga itu dicuri. Tragisnya. Apa Bapak punya sertifikat tanah yang bisa digunakan untuk modal?” kata Ance. “Saya cari dulu orang yang mau membeli ikan siap konsumsi. Lalu. yang Rp 200. Ance berhasil di bisnis lele.” katanya. “Kita untung Pak. “Dari situlah saya tahu kebutuhan konsumsi ikan dan pasokan bibit. “Saya sebutkan bahwa saya menjual segala jenis bibit ikan. Ia memilih bertahan dengan beralih pada pembenihan ikan. mau lanjut kuliah atau kerja untuk melunasi utang. Anakan umur seminggu dijualnya seharga Rp 10 per ekor. “Uang saya ludes. Pak Mantri namanya. Dari jumlah itu. “Saya bisa membayar utang kepada teman-teman. Dia telusuri asal-usul bibit ikan. Saya berkonsentrasi pada penyediaan larva ikan bawal. Pak Mantri pun merelakan sertifikat tanahnya dijadikan agunan bank. itu uang investasi dari teman-teman. “Saya sempat menjadi calo bibit ikan selama tiga bulan.” katanya. Saya menjadi tahu seluk-beluk pembibitan. tetapi kemudian rugi Rp 120 juta.” katanya. bisnis Ance mulai bangkit. Dia sempat terguncang karena duit yang digunakan untuk membeli indukan itu merupakan tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.000 saya berikan kepada pegawai. Tahun 2008 ia mendapat kredit Rp 10 juta untuk modal dasar membeli indukan ikan bawal. “Padahal. Hari demi hari ia lewati dengan target pertama mengembalikan utang. . ada yang mengontak saya. sekitar 100 ekor. saya cari petani yang mau membesarkan bibit ikan sehingga semua siklus bisa dipegang. Ance memiliki ratusan ekor induk.” katanya. itu uang hasil keuntungan bisnis kolam. tersisa Rp 300. dan pemasarannya. Secara matematis. Keuntungannya juga lumayan. Kunci dari keberhasilannya adalah membuat sistem bisnisnya lebih dulu. pembesaran. jadi bisa dihitung pendapatannya. order bibit ikan. tetapi masalahnya saya tak punya modal karena indukan dicuri. menirukan ucapannya ketika itu kepada Pak Mantri.Ketika itu. Sempat putus asa karena tak punya modal. Dari internet itu. learning by doing. Uangnya saya pakai membeli indukan bawal.” kata Ance yang mencari bibit ikan ke berbagai daerah.” ujarnya. Setahun setelah mendapat kredit bank. tiap induk menghasilkan 200.000 anakan.” katanya.” katanya. “Saya membeli indukan 3 kuintal.

Ance bukan ahli pemijahan atau pembesaran ikan.” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.Dari sisi keahlian. mulai dari pembibitan. . Keunggulannya adalah menyatukan semua jaringan pada seluruh level bisnis ikan. “Saya juga membuat rumah pelatihan di areal wisata yang akan saya beli. hingga pemasaran. pembesaran. Teknik itu ia pelajari dari petani setempat. Ia juga melebarkan sayap bisnis dengan pengolahan ikan dan bisnis restoran bermenu ikan.

mendatangkan celah usaha yang mulai banyak diminati dan menguntungkan. Nila Sultana bisa memiliki berat bobot 420 g/ekor bisa dicapai dalam waktu 120 hari . Pria yang akrab disapa sunanto ini meski tak memiliki basic perikanan murni. Banyak pelaku agribisnis perikanan ramai-ramai membudidaya ikan nila.JICA. apalagi kebutuhan ikan nila selalu ada meskipun saat ini persaingan terbilang lumayan ketat. 6 Oktober 1979 ini. Jawa Barat yang cukup sukses mengembangkan Nila adalah Sunanto Tjahyadi. Salah satu pembudidaya asal Subang. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang sangat populer dibudayakan di Indonesia. Jadi saya awalnya hanya hobi memancing dan menjadi pembudidaya ikan nila unggulan. sunanto terus meningkatkan mutu pelayanan. prospek usaha ini kedepan masih sangat bagus. Nila Sultana dan Keunggulan. pakan ikan. Menurutnya. Dalam budidaya Nila Sultana. Ikan Nila sultana merupakan salah satu Ikan konsumsi air tawar dikalang masyarakat dan masuk kategori unggulan. Sunanto Tjahyadi. Untuk menghadapinya selain menghasilkan ikan nila yang berkualitas. dan peralatan yang mendukung seperti jaring . dan gift.5 juta. mampu menghasilkan jenis-jenis nila unggulan seperti Nila Sultana. Jenis ikan konsumsi yang ditemukan oleh Balai Benih Ikan Air Tawar Sukabumi ini merupakan hasil penelitian panjang sejak 2001. dan Putih. Saat ini yang sedang populer dibudidayakan para petani adalah jenis kan Nila Sultana. Seperti apa strategi usahanya dan bagai mana perjalanan usahanya.’’ kata Sunanto. ‘’Awal mulai perjalanan saya bulan Desember 2013 saya mengeluarkan uang sebesar Rp 50 juta untuk membeli 2 ribu liter nila unggulan (per liter 100-150 ekor). sayapun dulu mendapatkan pengetahuan beternak bandeng. dan udang alam dari ayah saya dan seputaran biologi ikan nila didapat dari teman-teman para pembudidaya ikan nila. salah satu pembudi daya ikan Nila Sultana mampu mendulang omset hingga Rp 13.’’ kenang pria kelahiran tanggerang . Gesit. ‘’saya hanya sampai semester dua Universitas Tarumanegara. Saat ini mulai banyak petani beralih membudidayakan ikan nila unggulan seperti varietas Sultana karena memiliki harga jual tinggi dibanding jenis ikan konsumsi lain. Ikan Nila Sultana yang beredar di masyarakat merupakan hasil persilangan sepuluhb varietas nila unggul seperti ikan nila Gift.Ikan Nila yang saat ini tengah digemari sebagai komoditas unggulan di sektor perikanan. sunanto meneruskan warisan keluarga dengan mendapatkan 1 – 2 hektar. Nirwana. Dagingnya yang gurih dan kenyal menjadi salah satu kelebihan ditambah kandungan protein ikan Nila juga tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Nila jenis ini memiliki ciri khas tubuh putih kehitaman dan bagian punggung agak kekuningan.

Sunanto tak menerapkan pembelian minimum kepada konsumen khusus yang datang ke lahan kolam nilanya. Ikan nila dapat berkembang dengan baik dalam kondisi suhu air kolam antara 25 hingga 28 derajat. dan Gift) dengan harga per kilo Rp 25 ribu. Ikan nila yang saya besarkan ini dagingnya kenyal. Bogor. Dari mulai Desember 2013 lalu hingga sekarang sedikitnya Sunanto telah menjual sekitar 5-7 kuintal Nila. ‘’yang saya kembangkan ialah nila jenis Sultana.000. Tanggerang. menurut saya sih poin budidaya. Di bawah atau diatas suhu tersebut perkembangan nila cukup lambat. saat ini paling populer karena paling banyak diminati oleh konsumen. ia sudah mempunyai kolam seluas 7 hektar termasuk kolam pembesaran dan pembibitan dibantu dua orang karyawan yang telah dia didik.’’ ujar Sunanto.’’ ujar Sunanto. Yang sukses balik lagi ke feeling masing-masing dan sayangi mahluk hidup dengan pemberi pakan yang mengandung protein pokonya ikan sehatlah. Kedepan Sunanto ingin segera menambah jumlah kolam yang banyak untuk kolam perkembangangbiakan ikan Nila Sultana . walaupun baru berjalan hampir 2 tahun omset yang diraup Sunanto sebesar Rp 12.000 dengan keuntungan bersih 60% atau sekitar Rp 7. Salah satu faktor penghambat dalam budidaya ikan nila adalah cuaca. Cengkareng.” ucap Sunanto. Nirwana. Maka itu banyak petani ikan nila termasuk saya membudidayakan ikan Nila Sultana .”saat ini konsumen asal tanggerang. Kendala dan Rencana ke Depan. saat ini dalam membudidaya ikan nilanya. Nirwana. Bahkan menjadi komoditi ekspor dan menjadi konsumsi perusahaan besar pengolahan hasil ikan sehingga membuat Nila Sultana mempunyai nilai jual tinggi. Melihat kapasitas penjualan 5-7 kuintal nila per bulan. dan Gift. belum bisa dipenuhi.500. dan seputaran Teluk Naga. Lebih lanjut Sunanto mengatakan. Sunanto sangat mudah memasarkan hasil budidaya ikan nila karena ayahnya sudah ada nama di daerah Pakuhaji. Saat ini Sunanto menjual ikan nila unggulan berumur 4 bulan keatas (Sultana. Banten. “menurut saya jenis ikan Nila Sultana.dari penebaran bibit ukuran 2 – 3 cm. Selain itu Sunanto memasarkan melalui penyebaran brosur di seputaran Tanggerang. Karena ikan nila yang saya budidayakan tidak bau lumpur dan rasa berbeda dari ikan nila lainnya saat dikonsumsi. Di luar varietas nila saya juga menjual jenis ikan patin dan ikan Mas konsumsi. Harga. dan Serang. Awal usaha. Hanya saja jika permintaan dari luar Pulau Jawa. pembelian ikan nila saat ini hanya dilayani apabila konsumen datang ke tambaknya berada di kawasan Tanggerang Banten. “ risiko budidaya ikan nila ini paling fatal adalah kematian. serta pH sekitar 6-8. apalagi jika terjadi hujan terus-menerus.500. meskipun pembelian berapapun ia layani. Karenanya diharapkan para petani mengerti cara budidaya yang baik dan benar. gurih dan tidak bau lumpur.” ujar Sunanto.

Dari 29 anggota yang juga menuai sukses. sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare. 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta. Pasalnya. Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti. tapi karena perkembanganya bagus shingga mendapatkan untung yang besar maka teman teman lainya ikut dalam kelompok Suganda. bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg. Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar. . Kapetakan.” ungkap Suganda. Jawa Barat. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton. Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3. Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon. 95% sudah mempunyai asuransi. namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon. Bandung. pasar ikan di Indonesia masih tergolong besar. Diceritakan. dan Tegal. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele. Pada awalnya Suganda hanya sendiri dalam membudidaya. Cirebon. bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. Jalan Sunan Gunungjati. Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang.Budi Daya ikan lele bila ditekuni serius mendatangkan laba yang menggiurkan. “Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Namun Suganda mengatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Saya saja sendirian.

Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan. masyarakat di sana belum tentu cocok. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah. . tentu harus ada tambahan kolam. Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon. Dengan hasil budi daya Suganda bisa menyekolahkan anaknya ketingkat Sekolah Menengah Atas terfavorit di kota Cirebon. Nah. “Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang. Selain menyekolahkan anak Suganda juga sudah mempunyai sebuah mobil dan beberapa kendaraan roda dua yang telah ia beli. masalahnya adalah ketersediaan lahan. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan.” kata Suganda.“Untuk bisa tingkatkan produksi.” tandasnya.