Sesi IV

Pengembangan Methodologi

Lokasi/Waktu:
Penanggung jawab: Wendy Sarasdyani
Fasilitator: Wano, Hony
Notulen: Ratih, Korprop Jateng
Rapporteur: Prasetyo (Kasubdit Rencana Teknik PLP)
A. Konteks dan Pendahuluan
-

-

-

-

Untuk mencapai target akses universal untuk sanitasi pada tahun 2019 diperlukan inovasiinovasi metodologi yang aplikatif yang memiliki daya ungkit tinggi dan daya saing positif
sehingga dapat membantu pemerintah daerah dalam berkontribusi untuk mencapai Universal
Akses 2019. Salah satu metodologi yang sudah terbukti efektif dalam perubahan perilaku dan
sangat fenomenal dalam melipat gandakan investasi pemerintah dalam wujud investasi
masyarakat adalah metode pemicuan Sanitasi Total yang dipimpin masyarakat (CLTS) yang
diadopsi dalam pendekatan program STBM. Tantangannya sekarang adalah:
 Bagaimana agar pendekatan ini direplikasi dan diterapkan secara meluas?
 Bagaimana agar pendekatan ini berdampak lebih luas dan terjadi percepatan ?
 Bagaimana agar perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat dapat berkesinambungan?
Stakeholder learning review merupakan wadah pembelajaran bersama antar para pelaku STBM,
yang awalnya diinisiasi di lokasi pendampingan WSP yaitu provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini
menjadi sarana bertukar pengalaman, dan juga ajang antar kabupaten untuk berkompetisi
secara sehat dan dinamis dalam menunjukkan hasil capaian kegiatan STBM. Instrumen kuat
yang digunakan disini antara lain adalah Penilaian Kinerja Kabupaten atau dikenal Benchmarking
model dan Penilaian Enabling Environment melalui Diagram Spider. Dalam perjalanannya, model
benchmarking ini kemudian “diadopsi” oleh JPIP (Jawa Pos Institut Pro Otonomi) sebagai salah
satu cara menilai kondisi eksisting kabupaten Model ini juga kemudian dikembangkan di 4
Propinsi lainnya yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB dan Bali.
Proses perubahan perilaku dalam STBM tidak hanya berhenti pada kegiatan Pemicuan, tetapi
harus dilanjutkan dengan pemanfaatan komunikasi perubahan perilaku dan pengembangan
sarana sanitasi yang terjangkau oleh masyarakat miskin, sehingga perubahan perilaku dapat
berkelanjutan.
Pengembangan teknologi tepat guna yang dapat mendukung ketersediaan berbagai pilihan
sarana sanitasi dasar yang terjangkau oleh masyarakat miskin telah dikembangkan oleh para
pengusaha sanitasi, yang sekaligus menjadi peluang usaha baru. Hal ini diperlukan untuk
memenuhi melonjaknya permintaan dari masyarakat sebagai dampak kesadaran dan kemauan
untuk berubah di masyarakat.

Bagaimana peluang sinergi program. Penerapan Pembelajaran antar daerah (Stakeholder Learning Review) sebagai ajang persaingan positif bagi para pelaku STBM Pertanyaan kunci: 1. Pengembangan Wirausaha Sanitasi Pertanyaan kunci: 1. Alamat: Puskesmas Mojoagung Kab. Perguruan Tinggi. maka ditargetkan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses sanitasi dasar pada tahun 2019. SKM. Pemerintah Daerah dan Swasta (CSR atau PKBL)? 3. Jombang. Teknologi Tepat Guna apa yang berhasil dikembangkan didaerah spesifik (berikan contoh kondisi daerah yang telah dikembangkan TTG terkait) 2. 3. termasuk masyarakat yang sangat miskin.No HP : 08113393605 2.- Dengan target universal akses.KepalaDinas Kesehatan Kab. 4. Bagaimana keberhasilan penerapan STBM di suatu daerah dapat menjadi pembelajaran daerah lain. B. ST. M. Lembaga Keuangan Mikro. No HP: 085732817219. ataupun yang tinggal di daerah spesifik. WUSAN. Bagaimana WUSAN direplikasi di seluruh Propinsi atau Kabupaten/Kota? 2. Heri Wibowo. Bagaimana peluang Inovasi kegiatan untuk penguatan WUSAN. Dari Pemerintah Daerah:dr. Topik-topik yang dibahas didalam sesi ini adalah: 1. Bagaimana memotivasi suatu daerah untuk menerapkan STBM secara komprehensif dan efektif. Bagaimana aplikasi/implementasi Promosi Kesehatan bidang sanitasi dan hygiene dalam memanfatkan potensi daerah Pembicara: Wachidanijah. Jombang. Jabatan: Sanitarian dan Pengusaha Sanitasi. pelatihan tukang sebagai ahli konstruksi jamban sehat dan pelatihan kader sebagai agen penjualan? Pembicara: 1. Dari Pengusaha Sanitasi: Muhammad Usman Efendi. MKes . kaum disabilitas dan sebagainya. Kasie PL Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur 2.Kes – Kasie Promkes Dinkes Propinsi Jateng 3. Upaya apa yang telah dilakukan untuk bisa memastikan keberlanjutan Perubahan Perilaku Masyarakat terutama dalam bidang Sanitasi dan Hygiene 2. Di masyarakat ada orang-orang dengan kebutuhan khusus. Bagaimana agar setiap daerah dapat saling berkompetisi untuk melakukan percepatan pencapaian universal akses melalui penerapan STBM. bagaimana memfasilitasi “sanitasi untuk semua” dapat terjangkau bagi semua orang . Pemanfaatan Komunikasi Perubahan Perilaku Pertanyaan kunci: 1. 2. Pengembangan TTG STBM dan Standarisasi Pertanyaan kunci: 1. Pembicara: Edy Basuki.

Umar Ali. wirausaha sanitasi kab. Jayawijaya C. Subianandi (Pak Tubi). Grobogan. Temuan Utama dan Rekomendasi Catatan : Untuk mendukung materi yang disampaikan dalam diskusi.Pembicara: 1. Dewi Sukowati. dapat melalui slide (power point) dengan jumlah maksimal 5 slide . Penerapan STBM bagi masyarakat termaginalisasi Pertanyaan kunci: 1. Jawa Tengah 5. Drs. Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang 3. Bagaimana pendekatan STBM dapat diimplementasikan di wilayah marginal Pembicara:  Dr. Msi – Kasie Sanitasi Dinas PU Kota Makassar 2. MPH – Team Leader MNCHN Project WVI cluster Jayawijaya  Yali Inggibal – Fasilitator pengembangan desa Manda. Imbang Muryanto.

ATK). Ruang Gandaria. Area lobi lantai 1. Setting: Round Table (versi cabaret = . Panitia agar memberikan informasi jenis dan nomor plat mobil menteri dan eselon 1 untuk mendapatkan akses ke lobi.30 Kedatangan LN tamu WSP. booklet acara. JAJARANNYA DAN TAMU LUAR NEGERI (18. Protokol Ruangan Makan siang di lantai 3.00 Registrasi dan check in 15. Lantai 3 Mobil para menteri dan eselon 1 diminta untuk menunggu dan parkir di lobi lantai 3.00 Persiapan Poster EO/Sekretariat Seksi Humaspubdok Run Down/Scenario Peserta datang dan registrasi.WAKTU AGENDA Oleh & PJ Hari pertama. Ada kameramen/fotografer panitia saja dan tidak berada di posisi sangat dekat dengan menteri. Menteri sampai di hotel.area ruang meeting kemang).30) 18.00 – 15. leaflet pjj.00) 12. 3 September 2014 PERSIAPAN (12.30 Kedatangan Protokol. Acara. tempat makan malam dengan menteri. turun di pintu kaca lantai 1 dan Menteri dan Eselon Publikasi disambut oleh penunggu tamu (protokoler). ruang discovery ballroom 1. di depan ruang meeting Kemang 1. Di voyer ball room.00-18. Menteri dan 1 eselon 1 kemudian diarahkan untuk duduk di ruang tunggu VIP (lobby lantai 1. Peserta yang membawa poster diminta untuk mengumpulkan ke panitia di Ruang Panitia di Ruang Gandaria. lantai 1. Peserta mengumpulkan posternya ke panitia. Ruang Meeting Kemang I.00-19. Peserta check in Peserta diarahkan makan siang di lantai 3. ruang discovery ball room 1 Setting ruangan: Round Table Ruang Sekretariat. Peserta tamu luar negeri diarahkan untuk menunggu di ruang Kemang I. lantai 3. Saat registrasi: peserta mendapat kunci kamar dan goody bag (berisi name tag.00-17.partisi DINNER MENTERI.00 – 18.00-17. lantai 3 Setting: Partisi – booth . 18. Registrasi di area lobby (lantai UG) Panitia bersama peserta daerah akan memasangkan poster di partisi poster. Hotel menyiapkan 20 kursi sofa dan minumannya di area loby kemang.

dan foto dengan perwakilan Tamu LN.00-19. pemberian cendera mata. lantai 1 Setting : Round Table versi cabaret Menteri diarahkan ke lift dan menuju lantai 3 (ball room). Menteri dan jajarannya menuju ke ruang pembukaan acara 18. MAKAN MALAM PESERTA (18.30 Dinner Acara. Protokol Menteri dan eselon 1 diminta untuk masuk ke ruang makan (Kemang I).50-19.50 18. lantai 3 Setting: teather (kursi tanpa meja) Ada panggung untuk Menteri Peserta diminta untuk ke ruang Discovery 1&2.30 Peserta bersiap mengikuti rangkaian acara pembukaan Ruang Discovery 2&3.05-19. Dir. 18.45 Press Conference Acara.20 Makan Malam Acara. Pada saat ini. duduk di posisinya.30) 18.15 19.00 19. 1 meja= 6/7 orang).30-18. Peserta Protokoler Peserta makan malam Ruang Discovery 1. Protokol Para mentri diiringi alunan music angklung mengambil posisi di meja presscon.20-19.30 Ruangan semua menghadap ke depan.45-18.25 19. MC mengundang WSP untuk memperkenalkan perwakilan LN dan penjelasan singkat dari WSP Menkes menyambut perwakilan LN dan mempersilahkan makan Terima kasih dan perkenalan/diskusi dari peserta LN Penutupan. PL untuk menjelaskan maksud dan tujuan.15 -19. pelayan telah menghidangkan makanan.30-19.25-19.45 – 19.30 19.05 19. . MC mengucapkan selamat datang dan mengundang Dir. PL menyampaikan maksud dan tujuan. Meja press con di depan ruang Kemang I Wartawan yang menunggu di ruang Kemang I diminta untuk menuju ke depan meja Press con Kemang I.WAKTU AGENDA Oleh & PJ Run Down/Scenario 18. lantai 3 Setting: Round Table 19. diikuti oleh eselon 1 dan tamu LN.30-19.

Dirigen meminta peserta untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. lantai 3 Setting: teather Ruang Discovery 2&3. Point: latar belakang.peluncuran PJJ). peserta. dan Eselon 2). eselon 1. Menteri dan jajaran diarahkan duduk di depan. lantai 3 Setting: teather Cek dengan protokoler urutan dan penempatan duduk menteri dan eselon. Ketua panitia membacakan laporannya dari Podium. PJ: Acara Alat: video. layar proyektor besar 4 buah. terima kasih untuk pendukung kegiatan. tujuan. sound cable Ruang Discovery 2&3. kemudian naik ke panggung.30 – 19. alur kegiatan (termasuk menjelaskan sesi seminar dan sesi tambahan atau side event. kursi saja untuk peserta. tamu LN diarahkan duduk di belakang. Dokumen: Laporan Ketua Panitia  disusun oleh? PASD? Alat: podium. Ketua panitia kemudian mengajak peserta untuk melihat penayangan video dukungan STBM menuju pencapaian universal akses 2019. maksud. baris kedua. Oleh MC PJ: Acara Oleh peserta Dirigen: Ibu Atik HSP PJ: Acara Oleh Ketua Panitia PJ: Acara 20.05 – 20.15 Setting the stage Penayangan Video Dukungan STBM Menuju Pencapaian Universal Akses Ruangan Oleh Panitia Ketua MC berdiri di samping kiri panggung.05 Laporan panitia ketua Panitia perlu memastikan urutan kursi jajaran menteri (mungkin bisa dengan menempelkan nama jabatan di kursi).55 – 20. Setting panggung: Podium Setting peserta: theater (baris pertama. keluaran. Pembaca doa berdiri di samping MC.55 Menyanyikan lagu Indonesia Raya 19. penyelenggaraan. lantai 3 Setting: teather Ruang Discovery 2&3.WAKTU AGENDA Oleh & PJ Run Down/Scenario menunggu Menteri dan jajarannya hadir.45) 19.20.30. Ruang Discovery 2&3.belakang. lantai 3 Setting: teather .45 – 19. dan terjemahan untuk tamu asing. mic.45 Ucapan Selamat Datang dan pembacaan doa 19. SESI PEMBUKAAN (19. kursi sofa untuk Menkes. Dirigen berdiri di samping kanan panggung.

15-20.25-20.50 Sambutan pembukaan dan peluncuran PJJ Penyerahan icon PJJ dan foto bersama (5 menit) menteri berbicara dari Podium Oleh Menteri Kesehatan Ruang Discovery 2&3. sound cable. PJ: Acara.35 Keynote speech Oleh & PJ Oleh PU Menteri PJ: Acara. Protokol. PJ: Acara. tab. Perwakilan PL. Ibu Menkes menyampaikan sambutan pembukaan Rakornas.35 – 20. lantai 3 Setting: semua menteri duduk di panggung menteri berbicara dari Podium MC mengundang Menteri PU untuk memberikan key note speech. Protokol MC mengundang Ibu Menkes ke podium untuk membuka rakornas STBM dan meluncurkan PJJ STBM. Setelah berfoto.WAKTU AGENDA 20.45 – 21. Menteri diundang ke Podium. proyektor. Perwakilan naik ke panggung dan menyerahkan icon PJJ Berfoto bersama di panggung. Ruang Discovery 2&3. MC mengarahkan semua menteri untuk melanjutkan dengan poster session dan menuju ke mobil Poster di voyer depan ball room lantai 3 . lantai 3 Setting:semua menteri duduk di panggung. Menteri diundang ke Podium. Protokol 20.25 2019 Keynote speech 20. WSP memberikan papan busa icon PJJ kepada para menteri. PJ: Acara. Protokol Oleh Menteri PPN/Bappenas Run Down/Scenario Ruangan MC mengundang Menteri PU untuk memberikan key note speech. Ruang Discovery 2&3. layar 4 buah. PJ: Acara.20.45 20. lantai 3 Setting: semua menteri duduk di panggung.00 Poster session. Ibu Menkes kemudian mengundang 2 menteri lain untuk sama-sama memencet bel untuk pembukaan Rakornas dan Peluncuran PJJ. bel.45. camera video dan foto. Skenario Peluncuran PJJ: Menteri PU dan Bappenas diundang untuk duduk di panggung. papan icon. Kelompok Menteri & Jajaran 20. PPSDM. Dokumen: keynote speech Ibu  PASD/Sekretariat STBM? Alat: podium.

dan Kesehatan tentang refleksi pelaksanaan RPJMN 2010-2014 bidang sanitasi dan dukungan STBM dalam menuju Oleh Fasilitator PJ: Acara Oleh Peserta PJ: Acara. humas pubdok  Eselon 1 Bappenas.selesai Proses Poster session dan Break HARI KEDUA. 4 September 2014 SESI PLENARY 08. moderator mengajak peserta untuk menonton video pacitan. MC mengumumkan agar peserta tetap berada di ruangan dan mengundang fasilitator untuk memandu sesi penjelasan Alur Proses Rakornas Fasilitator mengundang peserta untuk melihat poster dan break. Setelah memperkenalkan narsum. Ruangan Para menteri dan eselon meninggalkan hotel. dokumen. Dalam Negeri. Pekerjaan Umum. poster. booth PJJ (laptop. buku pelatihan) Kelompok Peserta 20. peserta tetap di kursinya Voyer ballroom.45 – 21.00. lantai 3 Setting: fasilitator ke panggung. Dokumen: factsheet Alat: partisi. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab.30 Plenary Session: Pemutaran film Pacitan sebagai pengantar diskusi plenari. lantai 3 Setting : Theather . Mobil telah terparkir di lobi lantai 3. Ruang Discovery 2&3. foto-foto. di depan lokasi press conf. MC membuka acara dan meminta eselon 1 dan moderator untuk duduk di panggung. PU. Talkshow Eselon 1 Kementerian Bappenas. Dagri. Ruang Discovery 2&3.00 Alur Rakornas 21.WAKTU AGENDA Oleh & PJ Humas Pubdok Run Down/Scenario masing-masing untuk kembali ke rumah masing-masing . Kemkes  Moderator Pak Sofyan PJ: materi Acara.00 – 09.

recorder Pubdok : diharap berkeliling untuk dokumentasi mengambil Kel.00 – 14.WAKTU AGENDA Oleh & PJ pencapaian target universal akses bidang sanitasi 2019 DISKUSI TEMATIK (BREAK OUT SESSION) 09. ATK. lantai 3. Setting Round Table. Pembiayaan dan Insentif c. setting Cat: tidak cukup waktu dari sesi plenary jam 8 pagi untuk mengubah setting theatre di discovery 1 dan 2 ke setting round table hanya saat coffee break. dan notulen masingmasing. 1: Discovery 2 lantai theatre Kel. Tool: Lembar kerja diskusi kelompok Kelas akan dipandu oleh fasilitator. Sinergi program lintas sektor d. lantai round table 3. laptop.00 Makan Siang    Run Down/Scenario Ruangan PJ: Acara. Discovery 1. Coffee break tersedia di area ruang meeting masing-masing Oleh narsum PJ: PJ sesi (materi). terdiri dari 4 kelompok (kelas): a. Pengembangan metodologi 13. moderator.30 – 13. setting 1. lantai round table Kel. acara. PJ: Acara. Catatan: DISKUSI PLENARI (PLENARY SESSION) 3. 2: Discovery 3 lantai theatre Kel. 4: Kemang 2. setting 1. Sekretariat Peserta dibagi ke dalam 4 kelompok. Peserta diminta untuk menuju ruang kelas masingmasing. 3: Kemang 1. Panitia telah membagikan nama-nama peserta per kelompok pada pagi harinya. Penguatan Kelembagaan b. Sekretariat Kelengkapan: LCD.00 Coffee break Diskusi Kelompok. Setiap kelas memiliki penanggung jawab sesi. setting .

00 Hiburan tradisional MC: Farhan Display PJJ PJ: Acara.00  Feedback dari para eselon-1 terkait hasil diskusi dan rekomendasi.00 Laporan hasil diskusi oleh rapporteur (4x10 menit) Pembahasan dan klarifikasi (20 menit) Coffee break  Oleh rapporteur (4 x 10 menit)  Oleh Moderator PJ: Acara. Discovery 2&3 lantai 3. Wrap up oleh ketua panitia    Eselon-1 dan fasilitator Ketua panitia PJ: Acara dan Materi GALA DINNER dan PEMBERIAN AWARD 18. lantai 3. Setting Theatre Eselon 1 diminta duduk di panggung dan memberikan feedback terkait rekomendasi yang difasilitasi oleh moderator. Pemberian Award humas pubdok propinsi terbaik Hari ketiga. hingga penyerahan award.00 – 17. Discovery 2&3 lantai 3. Pembukaan : Farhan Tarian: tim kesenian PPPL Display PJJ Angklung Award (untuk yang poster dan untuk doorprize) Penutupan : Farhan Discovery 1. 29 Agustus 2014 08:30-09:30 Konsolidasi komitmen proses kerjasama lintas sektor di tingkat provinsi dan PJ: Acara. Humas Pubdok Run Down/Scenario Ruangan Perwakilan dari setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi.30 – 21. Fasilitator membantu untuk mengelola kelas untuk sesi pembahasan dan klarifikasi.WAKTU AGENDA Oleh & PJ 14. lantai 3. setting round table Fasilitator mengajak peserta untuk berkelompok sesuai provinsinya dan mendiskusikan komitmen bersama Discovery 2& 3. Setting theatre .00 – 16. Setting Theatre Acara akan dipandu oleh Farhan. Materi   16. diawali dengan hiburan tradisional (tarian/lainnya).

Ruang Discovery 2&3.WAKTU AGENDA 10. kemudian diarahkan ke ruang pertemuan. Ruang Tunggu VIP Lantai 3. menunggu di ruang tunggu VIP lantai 3.00 Konsolidasi Komitmen Implementasi STBM dalam rangka menuju Universal Access 2019 (tanda tangan/deklarasi) Penutupan Penyelesaian Administrasi Oleh & PJ Oleh Menteri Dalam Negeri PJ: Protokol. Lantai 3 . lantai 3 Peserta diminta untuk ke ruang secretariat Ruang Gandaria. Acara Oleh Sekretariat Run Down/Scenario Ruangan Menteri dalam negeri datang dan keluar di pintu lantai 3.30 – 11.

perdesaan 44%). STBM telah dilaksanakan di 16. STBM diharapkan mampu untuk berkontribusi secara nyata dalam pencapaian Akses Universal Sanitasi di Indonesia pada tahun 2019. yang akan dilaksanakan di awal tahapan pembangunan jangka menengah 2015-2019.228 desa. gubernur maupun bupati dan walikota. masih ada 40. .29% atau 100 juta penduduk Indonesia yang harus mendapatkan akses sanitasi sampai akhir tahun 2019. Pendahuluan Di dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mendukung upaya percepatan peningkatan Akses Universal di Indonesia telah ditetapkan sebagai pendekatan pembangunan sanitasi nasional sejak tahun 2008. dan merumuskan garis besar pelaksanaan STBM 2015-2019 menuju Akses Universal Sanitasi di Indonesia 2019. Data SUSENAS tahun 2013 menunjukan bahwa Akses Universal di Indonesia adalah sebesar 59. Pemerintah Indonesia bertekad untuk mencapai akses 100% (Akses Universal) untuk pembangunan sanitasi di Indonesia. terutama Pemerintah Daerah dan lintas Kementerian dalam mewujudkan Akses Universal Sanitasi di Indonesia 2019. lembaga keuangan mikro dan program-program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). memiliki nilai strategis untuk memberikan arahan pembangunan sanitasi nasional.000 desa pada akhir 2014 dapat terpenuhi. Mempertimbangkan hal tersebut. B. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM. Sampai dengan akhir tahun 2013. Rapat koordinasi akan dimulai dengan refleksi pelaksanaan STBM pada RPJMN 2009-2014 untuk merumuskan garis besar pelaksanaan STBM 2015-2019 menuju Akses Universal Sanitasi Indonesia 2019. Keberhasilan STBM dilaksanakan diberbagai penjuru Indonesia.5 September 2014 A. Target ini 11 tahun lebih cepat dari target akses universal seluruh negara di dunia pada tahun 2030 seperti yang tengah dirancang oleh Tim Teknis Sanitasi PBB untuk pembangunan sanitasi pasca MDG 2015. negara donor. wirausaha sanitasi. dinas dan instansi pemerintah. Ini berarti. tidak terlepas dari adanya dukungan pimpinan pemerintah daerah. diperkirakan target pelaksanaan STBM di 20. elemen masyarakat dan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.71 (perkotaan 75%. 3 . Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) STBM ke dua. Maksud Memperkuat komitmen berbagai pemangku kepentingan. Selain adanya dukungan dari berbagai lembaga multilateral.Kerangka Acuan Rapat Koordinasi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Jakarta. dan lembaga swadaya masyarakat (NGO). serta unsur swasta yang termasuk didalamnya. maupun mobilisasi seluruh elemen seperti.

. Mengkonsolidasikan pembelajaran pelaksanaan STBM hingga 2014 untuk merencanakan pelaksanaan STBM periode 2015-2019. Output 1. Teridentifikasinya masukan-masukan strategis untuk penguatan pelaksanaan STBM dalam RPJMN 2015-2019 melalui pembahasan isu-isu strategis pelaksanaan STBM. Tersosialisasinya praktik-praktik terbaik STBM di daerah dan mendorong terlaksananya adopsi praktik terbaik tersebut di daerah lain melalui program sanitasi yang didukung oleh lintas kementerian. ii) Peningkatan layanan sanitasi (supply). dan iii) Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment).C. Tujuan    Memperkuat pemerintah daerah dalam mewujudkan tercapainya target Akses Universal Sanitasi dengan cara memobilisasi sumberdaya yang tersedia. 2. Mendukung upaya sinergi antar program sanitasi lintas Kementerian dan memperkuat komponen sanitasi dalam program multi sektor. Dipahaminya potensi STBM dalam mendukung pencapaian target Akses Universal Sanitasi dan terciptanya komitmen pemerintah daerah dan lintas kementerian untuk mewujudkan tercapainya target universal akses bidang sanitasi 2019. 3. melalui pelaksanaan strategi STBM. i) Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand). D.

Advokasi peningkatan APBD untuk sanitasi dan komponen pembiayaan sanitasi .Aplikasi Instrumen M&E bagi lintas sektor .Akses keuangan mikro .Pengembangan Wirausaha STBM .STBM sebagai bagian Strategi Pembangunan Sanitasi Kab/Kota .Mobilisasi lembaga kecamatan & desa . KIA .Penerapan pembelajaran antar daerah (SLR) . Kerangka kerja Rakornas STBM Berdasarkan maksud dan tujuan Rakornas STBM 2014 diatas.Sanitasi Sekolah Garis Besar Pelaksanaan STBM 2015-2019 Pengembangan Metodologi .Integrasi STBM dalam perbaikan gizi.Advokasi CSR Sinergi Program lintas sektor .E. Menjawab Isu-isu Kunci untuk Mengoptimalkan Kontribusi STBM menuju Pencapaian Akses Universal Sanitasi Indonesia 2019 Penguatan Kelembagaan .Pemanfaatan BOK .Pemanfaatan Komunikasi Perubahan Perilaku . maka gambaran kerangka kerjanya adalah : RPJMN 2010-2014 Berjalan Baik Tantangan  Kebijakan Pendukung  Efektifitas pelaksanaan antar daerah  Program dan Pembiayaan  Koordinasi lintas program dan lintas sektor  “Buy in” dari Pemerintah Daerah  Metodologi Pelaksanaan dan Mobilisasi Pemangku Kepentingan  Pelembagaan insentif  Strategi Pengembangan Kapasitas Institusi  RPJMN 2015-2019 Menuju Akses Universal Sanitasi Indonesia 2019 Rakornas STBM 2014.Pengembangan TTG .Implementasi UU Desa .Pengembangan SDM sanitasi Pembiayaan dan Insentif .Penguatan komponen sanitasi dalam PNPM .Akses untuk Kelompok Marginal .Aplikasi prinsipprinsip STBM dalam pembangunan Sanitasi perkotaan .

Dinas Pekerjaan Umum.Sinergi program lintas sektor. Dinas Kesehatan. 4. 2. Perwakilan dari negara lain sebagai bagian dari upaya pertukaran pengalaman dan informasi. 5. Masukan dari Negara Observer. 3. Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Agenda Rakornas . Kementerian Dalam Negeri.Pengembangan metodologi dan Peningkatan akses untuk kelompok marginal. dan Kementerian Kesehatan. konsolidasi hasil pembahasan isu-isu kunci. perumusan garis besar pelaksanaan STBM 2015-2019. Jadwal Pelaksanaan Pertemuan Rapat Koordinasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada bulan 3 s/d 5 September 2014 di Jakarta I. .Penguatan kelembagaan. Lembaga donor dan mitra pembangunan sanitasi. dan penguatan komitmen bersama. 2. Metode 1. Media massa. 6. Pakistan dan Philipina G. Diskusi tematik pembahasan isu-isu kunci untuk mengoptimalkan kontribusi STBM menuju pencapaian Akses Universal Sanitasi Indonesia 2019 . . Talkshow plenari oleh pejabat eselon 1 kementerian terkait tentang refleksi pelaksanaan RPJMN 2010-2014 sub bidang sanitasi dan dukungan STBM dalam menuju pencapaian target Akses Universal Sanitasi 2019. . Kementerian Pekerjaan Umum. Peserta Peserta Rapat Koordinasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terdiri dari : 1. Bappenas. H. a.Pembiayaan dan insentif. Sesi Plenari. 4. 5. dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Poster session tentang praktik-praktik terbaik penerapan STBM 3.F. Key note speech dan peluncuran Pelatihan Jarak Jauh STBM oleh Menteri Kesehatan RI. Pemerintah provinsi (Bappeda. b. Laos.

Talkshow Eselon 1 Kementerian Bappenas.00 – 09.15 Melihat poster session dan press 20.30 Dinner bersama dengan peserta 18.00 – 20.10 Setting the stage Penayangan Video Dukungan STBM Menuju Pencapaian Universal Akses 2019 20.00 – selesai Poster Session dan break Hari kedua.00 Laporan hasil diskusi.00 Persiapan poster session A. Pembahasan dan klarifikasi. Kelompok Peserta 18.00 Laporan ketua panitia 20. Penguatan Kelembagaan b.00 Penutupan oleh Menteri Dalam Negeri Penyelesaian Administrasi .40 – 19.00 Konsolidasi komitmen proses kerjasama lintas sektor di tingkat provinsi dan Konsolidasi Komitmen Implementasi STBM dalam rangka menuju Universal Access 2019 (tanda tangan Deklarasi/Konvensi) 10. Pengembangan metodologi & akses kelompok marginal 13.50 Menyanyikan lagu Indonesia Raya 19.00 – 17.10 – 20. Kelompok Peserta 20. Kelompok Ibu Menkes & Jajaran B. 5 September 2014 08.  Masukan dari peserta international  Wrap up oleh ketua panitia GALA DINNER dan PEMBERIAN AWARD 18. Pekerjaan Umum.45 Pembukaan Rakornas dan peluncuran PJJ STBM oleh Menteri Kesehatan A.50 – 20.00 Alur Pertemuan conference 21. dan Coffee break 16.30 Makan malam internasional dari Negara Laos.30 Plenary Session: Pemutaran film Pacitan sebagai pengantar diskusi plenari. 4 September 2014 08.30 Keynote speech oleh Menteri Bappenas 20. dan Kesehatan tentang refleksi pelaksanaan RPJMN 2010-2014 bidang sanitasi dan dukungan STBM dalam menuju pencapaian target universal akses bidang sanitasi 2019 DISKUSI TEMATIK (BREAK OUT SESSION) 09.30 – 19.30 – 19.20 Keynote speech oleh Menteri Pekerjaan Umum 20.30 – 10.20 – 20.00 Coffee break Diskusi Kelompok.00 – 16.40 Ucapan selamat datang dan pembacaan doa 19.00 – 14.00 – 17. Sinergi program lintas sektor d. Pembiayaan dan Insentif c.00  Umpan balik dari para eselon-1 terkait hasil diskusi dan rekomendasi.30 – 21. 3 September 2014 12.00 Registrasi dan check in 15.45 – 21.45 – 21.00 Hiburan tradisional ( Contoh BCC dengan Media Tradisional ) Display PJJ Pemberian Award propinsi terbaik Hari ketiga. Kelompok Ibu Menkes & Jajaran B.30 – 20.00 Makan siang DISKUSI PLENARI (PLENARY SESSION) 14. Dalam Negeri.00 – 11. terdiri dari 4 kelompok (kelas): a.WAKTU AGENDA Hari pertama.30 – 19. Philipina dan Pakistan (courtesy visit) SESI PEMBUKAAN 19.30 – 13.00 – 15.