You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembentukan suatu organisasi yaitu untuk mencapai
suatu tujuan tertentu. Begitu pula dengan salah satu
organisasi yang sangat besar seperti dunia persekolahan
dalam tingkat nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan
maka harus dibuat rancangan untuk mencapai tujuan
tersebut

agar

dalam

pelaksanaannya

terorganisir

dan

terarah. Oleh karena itulah kita mengenal yang namanya
kurikulum.
Kurikulum

dipersiapkan

dan

dikembangkan

untuk

mencapai tujuan pendidikan, yakni mempersiapkan peserta
didik agar mereka dapat hidup di masyarakat. Makna dapat
hidup di masyarakat itu memiliki arti luas, yang bukan saja
berhubungan dengan kemampuan peserta didik untuk
menginternalisasi nilai atau hidup sesuai dengan normanorma masyarakat akan tetapi juga pendidikan harus berisi
tentang

pemberian

pengalaman

agar

anak

dapat

mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan
bakat mereka. Dengan demikian dalam sistem pendidikan
kurikulum merupakan komponen yang sangat penting,
sebab di dalamnya bukan hanya menyangkut tujuan dan
arah pendidikan saja akan tetapi juga pengalaman belajar
yang

harus

dimilki

setiap

siswa

serta

bagaimana

mengorganisasi pengalaman itu sendiri.
Kedudukan kurikulum ini sangat strategis dalam seluruh
aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan
kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan
kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum
tidak bisa dilakukan tanpa memahami konsep dasar dari
kurikulum. Pada

dasarnya

1

kurikulum

merupakan

suatu

sistem yang terdiri dari beberapa komponen.4 MANFAAT PENULISAN Dalam penulisan makalah ini ada beberapa manfaat.5 METODE PENULISAN Beberapa metode yang digunakan untuk menyelesaikan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana konsep dasar kurikulum ? 2. Untuk mengetahui konsep dasar kurikulum. diantaranya : 1. 2. yaitu : 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Di antara manfaatnya. 2 . Penyusun berusaha mencari atau membuka situs-situs yang berhubungan dengan makalah ini. Agar penulis bisa menambah wawasan mengenai Konsep Dasar Kurikulum dan Pembelajaran. Metode Book Survey Penyusun berusaha mengkaji ataupun menelaah buku dari berbagai sumber yang berhubungan dengan pembahasan makalah ini. Komponenkomponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji suatu kurikulum lembaga pendidikan itu. 1. “ 1. Oleh karena itu. Untuk mengetahui konsep dasar pembelajaran. khususnya bagi penyusun. 2. Metode Browsing 3.3 TUJUAN PENULISAN Ada beberapa tujuan pokok dalam penyusunan makalah ini. Agar pembaca bisa mengetahui dan menerapkan tentang Konsep Dasar Kurikulum dan Pembelajaran. perlu di susun sebuah makalah yang mampu menjadi inspirasi bagi manusia untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan. Bagaimana konsep dasar pembelajaran ? 1. 1. maka dalam penyususnan makalah ini dapat dirumuskan beberapa masalah. diantaranya : 1. Berkenaan dengan hal di atas. penyusun menyusun sebuah makalah yang bertajuk “ Konsep dan/atau Definisi Kurikulum dan Pembelajaran. 2.

1 KONSEP DASAR KURIKULUM 1. 1986:5).BAB II PEMBAHASAN 1. 2004:3). dan dalam Bahasa Prancis dikenal dengan carter yang berarti to run (berlari) (BMPM. Secara terminologi. direncanakan dan dirancangkan secara sistematika atas dasar norma-norma yang berlaku pembelajaran dan dijadikan pedoman dalam proses bagi pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir.1 PENGERTIAN KURIKULUM Kata kurikulum berasal dari bahasa Latin curere. Kurikulum juga bisa berasal dari kata curriculum yang berarti a running course. Menurut Dakir kurikulum itu memuat semua program yang dijalankan untuk menunjang proses pembelajaran. yang berarti jarak yang harus ditempuh. kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan. yang berarti lapangan perlombaan lari.1. Dari dunia atletik istilah ini dipakai dalam dunia pendidikan dengan arti sejumlah mata pelajaran tertentu yang harus ditempuh atau sejumlah pengetahuan yang harus dikuasai untuk mencapai suatu tingkat atau ijazah (Nasution. 1986). Secara singkat menurut Nasution kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan atau tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya (Nasution. Program 3 yang dituangkan tidak . 2005:1).

tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. 4. 5. Pengertian kurikulum di atas dianggap terlalu sempit karena membatasi pengalaman anak kepada situasi belajar di dalam kelas dan tidak menghiraukan pengalamanpengalaman edukatif di luar kelas. Menurut John Dewey kurikulum sesungguhnya tidak lain dari pengalaman. Dalam perkembangan selanjutnya kurikulum mendapat pengertian yang lebih luas. pengalaman ras. Menurut Ralph Tyler kurikulum sebagai semua pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. (b) serangkaian pengalaman pendidikan yang dipergunakan oleh sekolah untuk menyempurnakan perkembangan anak. 2. dan pengalaman anak yang direkonstruksi terus-menerus menjadi sejumlah pengetahuan atau bidang studi. Menurut Franklin Bobbit kurikulum dirumuskan sebagai keseluruhan pengalaman. Dewasa sebagai segala ini kurikulum diartikan hal yang berhubungan dengan upaya pendidikan. 3. seperti yang dikemukakan oleh para ahli berikut ini : 1. Menurut Krug kurikulum terdiri dari semua pengajaran yang dipakai 4 sekolah untuk alat memberi . Menurut Caswell dan Campbell kurikulum adalah semua pengalaman yang dimiliki anak di bawah bimbingan guru. pandangan ini (yang termasuk Dengan demikian pandangan tradisional) memandang kurikulum tidak lebih dari sekadar rencana pelajaran di suatu sekolah. baik (a) pengalaman langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan perkembangan kesanggupan-kesanggupan individu.terpancang dari segi administrasi saja tetapi menyangkut keseluruhan yang digunakan dalam proses pembelajaran.

6. Menurut Harnack kurikulum meliputi semua pengalaman belajar dan mengajar yang terpimpin dan diarahkan oleh sekolah. 8. Menurut Johnson kurikulum suatu rangkaian hasil belajar yang diinginkan. Kurikulum mengantisipasi hasil pengajaran bukan mengantisipasi alat untuk mencapai tujuan. Suatu kurikulum biasanya terdiri dari pernyataan-pernyataan mengenai tujuan (umum dan spesifik). dan suatu program evaluasi. Di samping pengertian-pengertian kurikulum yang dipaparkan di atas di dalam UU Pendidikan No. seleksi dan organisasi bahan. Menurut Hass kurikulum adalah semua pengalaman individu anak dari suatu program pendidikan yang tujuannya mencapai tujuan umum maupun tujuan yang spesifik yang direncanakan dalam rangka teori. 9. 1988:3-5). Menurut Hilda Taba kurikulum tersusun dari unsur-unsur tertentu. Menurut Robert Gagne kurikulum sebagai suatu rangkaian unit bahan yang disusun sedemikian rupa sehingga setiap unit dipelajari secara utuh. riset atau praktik profesional masa lalu dan sekarang (Kaber. 7. Dari pendapat-pendapat di atas dapat diketahui bahwa pandangan baru tentang kurikulum dapat disimpulkan 5 .2 tahun 1989 disebutkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. strategi belajar maupun mengajar. dengan syarat kecakapan dan kemampuan yang terdapat dalam tujuan unit sebelumnya harus dikuasai oleh anak terlebih dahulu.kesempatan belajar kepada siswa menuju tujuan belajar yang dikehendaki. 10.

alat-alat pelajaran. 2. seperti bangunan sekolah. perlengkapan. 1. tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. dan lain-lain (Wiryokusumo. Kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai pendidikan disekolah dan sebgai pedoman yang dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah.2 FUNGSI KURIKULUM Kurikulum memiliki beberapa fungsi. karyawan tata usaha.1. termaksuk didalam nya mengakomodir harapan dan kepentingan pendidikan anaknya di sekolah. sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa untuk berkembang. Kurikulum sebagai dasar bagi pengelolaan pembelajaran di kelas dari mulai perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. bagi sekolah dalam tataran institusi (hubungan antar lembaga pendidikan) kurikulum juga berfungsi sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum pada jenjang berikutnya. Bagi sekolah (tataran manajerial).bahwa kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh sekolah untuk siswa. diantaranya : 1. 1988:6). Melalui program kurikuler. 6 orang tua terhadap . Bagi guru (tataran operasional). Disamping itu. 3. Kurikulum tidak terbatas hanya pada mata pelajaran-mata pelajaran saja. Bagi masyarakat. perpustakaan. Melalui program yang direncanakan itu siswa melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan pendidikan yang telah ditentukan. halaman sekolah. kurikulum disusun sedemikian rupa agar memungkinkan siswa melakukan berbagai ragam kegiatan. Oleh karena itu. Kurikulum berfungsi mengakomodir harapan dan kepentingan masyarakat terhadap pendidikan.

Namun . fungsi kurikulum. Bagi siswa sebagai subjek pendidikan. Fungsi penyesuaian. e. Fungsi persiapan. Fungsi diagnostik.4. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayaanan terhadap perbedaan individu. Kurikulum sebagai alat pendidikan untuk memelihara nilai-nilai dan budaya dalam menjamin kesinambungan sosial budaya masyarakat. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh.3 KONSEP KURIKULUM Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa pengertian kurikulum terus berkembang sejalam dengan perkembangan teori dan 7 praktik pendidikan. menerima dan mengarahkan segenap potensi dan kelemahan yang dimilikinya. Fungsi pemilihan. Fungsi diferensiasi.1. b. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu kepentingan mempersiapkan kelanjutan studinya siswa atau untuk persiapan untuk dapat hidup dalam masyarakat. d. Fungsi pemeliharaan. c. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mengantarkan siswa agar memilki kemampuan lingkungannya. 1. Fungsi integrasi. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus dapat membantu dan mengarahkan siswa untuk memahami. mencakup: a. guna tercapai aktualisasi diri. g. f. menyesuaikan baik dirinya lingkungan fisik dengan maupun lingkungan sosial.

3. yaitu bidang study kurikulum. Suatu kurikulum dapat juga menunjuk pada suati dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. Hal ini merupakan ahli kajian para ahli kurikulum dann ahli pendidikan dan pengajaran. yaitu: 8 pengertian. yaitu : 1. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum. melalui studi kepustakaan dan kegiatan penelitian dan percobaan. Kurikulum Sebagai Bidang Studi Dimensi ketiga memandang kurikulum sebagai bidang studi. sehingga menemukan hal – hal baru. diperoleh beberapa dimensi pengertian kurikulum sebagai berikut : R. Keempat dimensi tersebut. sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. mengevaluasi. . kegiatan belajar mengajar. Kurikulum Sebagai Substansi Dimensi ini memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulummemiliki empat dimensi dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. dan menyempurnakannya. Kurikulum Sebagai Sistem Dimensi ini memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem prsekolahan. yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. 2. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep – konsep dasar tentang kurikulum.berdasarkan hasil kajian. Hasil dari suatu sistem adalah tersusunnya kurikulum. bahan ajar. Ibrahim (2005) mengelompokkan kurikulum menjadi tiga dimensi. melaksanakan. jadwal dan evaluasi.

4. Pertama. Kurikulum sebagai ide.1 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran merupakan perkembangan dari istilah pengajaran. dalam bentuk praktek pembelajaran. dan waktu. dilakukan oleh Pembelajaran seorang guru adalah atau yang upaya yang lain untuk membelajarkan siswa yang belajar (Hasanah. Kurikulum sebagai suatu ide. Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. yang didalamnya memuat tentang tujuan. yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. yaitu : 1.2. Kurikulum menurut persepsi pengajar. Kedua. Kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. 2. 2. yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian. 2012). Secara garis besar. Kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik. pola guru. terdapat empat pola pembelajaran. 6. 2. alat bantu. alat-alat. 4. Kurikulum sebagai suatu kegiatan. 5. Kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. bahan. khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. kegiatan.2 KONSEP DASAR PEMBELAJARAN 2. Sementara itu. dan 9 .1. dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. pola pembelajaran guru dengan siswa tanpa menggunakan alat bantu. Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian. Kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas. 3. 3.

proses pembelajaran yang diarahkan pada usaha menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendorong terhadap pengembangan thinking. pengenalan. Ketiga. akan tetapi dibentuk oleh individu itu dimilikinya. akan tetapi lebih dari itu. Seorang guru harus mampu menciptakan pola pembelajaran yang bervariasi. teaching of thinking. b. dan sebgainya. Berdasarkan atau bahan pembelajaran pola-pola belajar di atas. dengan siswa. guru. Keempat. Proses berpikir otak kiri bersifat logis. linier. Asumsi yang mendasari pembelajaran berpikir adalah bahwa pengetahuan itu tidak datang dari luar. berpikir kreatif. yang sadar Teaching about diarahkan untuk terhadap proses berpikirnya (metodologinya). kesadaran 10 spasial. sendiri La dalam Costa struktur (1985) kognitif yang mengklasifikasikan mengajar berpikir menjadi tiga yakni. dan rasional sedangkan ota kanan bersifat noverbal. Proses pembelajaran adalah proses pemanfaatan otak Otak manusia terdiri dari dua bagian otak kiri dan otak kanan.siswa. Makna pembelajaran ditunjukan oleh beberapa ciri sebagai berikut: a. pembelajaran membantu siswa lebih kognitif. skuensial. media. yang maka pembelajaran bukan hanya sekadar mengajar dengan pola satu. . adalah proses pembelajaran yang diarahkan untuk pembentukan keterampilan berpikir kritis . pola media dengan siswa atau pola pembelajaran jarak jauh menggunakan media disiapkan. Teaching for thinking. Pembelajaran adalah proses berpikir Belajar menekankan kepada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antara individu dengan lingkungan.

Learning to be. Learning to do. yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dniding kelas. akan tetapi juga berorientasi pada pada proses belajar. dan visualisasi. belajar itu bukan hanya sekedar mendengar dan melihat dengan tujuan akumulasi pengetahuan akan tetapi belajar untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi. Learning to live together adalah belajar untuk bekerja sama. Keduabelahan otak tersebut perlu dikembangkan secara seimbang dan optimal. kerativitas. Dalam proses belajar siswa bukan hanya sadar akan apa yang harus dipelajari akan tetapi juga memilki kesadaran dan kemampuan bagaiman cara mempelajari yang harus dipelajari. 11 .bentuk. belajar itu pada dasarnya tidak dapat berorientasi pada produk atau hasil. 2. belajar adalah membentuk manusia yang ‘menjadi dirinya sendiri” dengan kata lain belajar untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai individu yang memilki tanggung jawab sebagai manusia. seni. Learnig to know atau Learning to learn. Dalam kontek ini termasuk juga pembentukan masyarakat demokratis yang memahami dan menyadari akan adanya setiap perbedaan pandangan antara individu. Prinsip belajar sepanjang hayat sejalan dengan empat pilar pendidikan universal: 1. c. 4. Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat Belajar adalah proses yang terus menerus. 3.

Untuk itu.BAB III PENUTUP 3. karena itu tidak lain adalah kekeliruan penyusun.1 KESIMPULAN Kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan. 3. bagi pembaca yang ingin mencoba metode pembelajaran ini. direncanakan dan dirancangkan secara sistematika atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan Pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh seorang guru atau yang lain untuk membelajarkan siswa yang belajar. Apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan. 12 .2 SARAN Penyusun berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga makalah ini juga bisa dijadikan acuan khususnya. penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi meningkatkan penyusunan makalah berikutnya.

13 .