You are on page 1of 24

MAKALAH BIOKIMIA

METABOLISME LIPID : DEGRADASI LIPID

Disusun oleh :
Kelompok 3
Fatkhi Nur Khoiriyah

(13304241016)

Nur Rohmah Widayati

(13304241040)

Ratih Dewanti

(13304241061)

Olivia Kurnia Hatami

(13304241065)

Lanna Murpi Pertiwi

(13304244010)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014
DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................................1
Daftar Isi ....................................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................................3
BAB II ISI ..................................................................................................................................5
Hidrolisis Trigiserida .............................................................................................................5
Aktivasi Asam Lemak ...........................................................................................................6
β-oksidasi Asam Lemak ........................................................................................................8
BAB III PENUTUP ......................................................................................................................
Daftar Pustaka ..............................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

2

khususnya bagi hewan. mempunyai peran sangat penting dalam proses proses metabolisme secara umum. Sebagian besar lipid sel jaringan terdapat sebagai komponen utama membran sel dan berperan mengatur jalannya metabolisme di dalam sel. (Murray. dan disimpan di dalam sel sebagai butir-butir lemak yang hampir murni serta dapat disimpan dalam jumah amat besar di daam jaringan adiposa. Triasilgliserol merupakan senyawa yang mengandung energi tertinggi di antara nutrien-nutrien utama (lebih dari 9 kkal/g). adipocytes. Kira-kira 95 % energi biologik yang tersedia dari triasilgliserol terletak pada komponen lemak berantai panjang. Di usus halus enzim pankreas lipase yang diaktifkan oleh hormon epineprin 3 . Triasilgliserol yang berasal dari diet makanan tidak larut dalam air. Lipid terdapat dalam semua bagian tubuh manusia terutama dalam otak. hanya 5 % yang diberikan oleh bagian gliserol (Lehninger. Untuk mengangkutnya menuju usus halus dan agar dapat diakses oleh enzim.Karbohidrat. dan lipid dibentuk dan dibongkar dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan. 1985 : 193). 1985 : 119). 2003 : 125) Triasilgliserolsecara konstan didegradasi dan diresintesis. Sebagian besar triasilgliserol disimpan dalam sel-sel jaringan adiposa. Rata-rata 40 persen atau lebih kebutuhan energi harian manusia di negara-negara modern di simpan dalam bentuk triasilgliserol. Semuanya kemudian menghasilkan asetil ko-a yang akan masuk dalam suatu jalur yang sama yaitu jalur sikus krebs. protein. Trigliserida merupakan senyawa lipid utama yang terkandung dalam bahan makanan (Wirahadikusumah. Triasilgliserol atau trigliserida adalah senyawa lipid utama yang terkandung dalam bahan makanan dan sebagai sumber energi yang penting.

2003 : 126). Dalam proses metabolisme lemak menjadi ATP. khususnya bagi hewan. yaitu: .simpanan triasilgliserol dalam adiposa Pemakaian asam lemak sebagai bahan bakar atau energi meliputi 3 tahap yaitu : 1. Di dalam sel otot (myocyte) asam lemak dioksidasi untuk energi dan di dalam sel adipose (adipocyte) asam lemak diesterifikasi untuk disimpan sebagai triasilgliserol. yang melepaskan asam lemak bebas dan gliserol kedalam jaringan tersebut (Murray. Silomikron bergerak melalui sistem limfa dan aliran darah ke jaringan-jaringan. Komponen ini kemudian diangkut menuju sel-sel target (sel yang memerlukan energi). Tahap pertama dari proses metabolisme lemak adalah hidrolisis trigleserida menjadi gliserol dan asam lemak. Hidrolisis Trigliserida 2. berbeda dengan metabolisme karbohidrat. Aktivasi Asam Lemak 3. Triasilgliserol dalam jaringan adiposa merupakan sumber cadangan utama dalam tubuh. Triasilgliserol secara konstan didegradasi dan diresintesis. Barulah ketika tubuh kekurangan energi senyawa ini akan didegradasi untuk memperoleh energi. tetapi dihidrolisis oleh lipoprotein lipase dalam jaringan yang memiliki enzim tersebut.yang mendegradasi triasilgliserol menjadi asam lemak dan gliserol. adipocytes. 4 . Di dalam mukosa usus asam lemak dan gliserol disintesis kembali menjadi triasilgliserol. Triasilgliserol tersebut kemudian digabungkan dengan kolesterol dari diet makanan dan protein khusus membentuk agregat yang disebut silomikron.suplai triasilgliserol dari makanan .sintesis triasilgliserol dalam hati jika sumber energi internal melimpah . kemudian gliserol masuk ke jaur glikolisis melalui dihidroksi aseton dan konversi senyawa dilanjutkan masuk ke siklus krebs dan sikus glioksilat. β-oksidasi asam emak menjadi Asetil-koA BAB II ISI Hidrolisis Trigliserida Triasilgliserol atau trigliserida adalah senyawa lipid utama yang terkandung dalam bahan makanan dan sebagai sumber energi yang penting. Silomikron (mengandung triasilgliserol) ini tidak diambil langsung oleh hati. Ada 3 sumber asam lemak untuk metabolisme energi pada hewan. Asam lemak dan gliserol diabsorbsi ke dalam mukosa usus. Sebagian besar triasilgliserol disimpan dalam sel-sel jaringan adiposa.

1994 : 216). Gambar. lalu masuk dalam jalur glikolisis kemudian. Hidrolisis Trigliserida pada Jaringan Adiposa 1.Sedangkan asam lemak masuk mengalami oksidasi dan menghasilkan asetil ko-A ( Arbianto. hanya 5 persen yang diberikan oleh bagian gliserol (Lehninger. konversi senyawa dilanjutkan masuk ke sikus krebs. Gliserol 95 persen energi biologik yang tersedia dari triasilgliserol terletak pada ketiga komponen asam lemak berantai panjang. Gliserol langsung masuk ke jalur glikolisis melalui dehidroksi aseton fosfat. 5 . 1985 : 195).

Gliserol yang terbentuk pada lipolisis diabsorpsi oleh liver. Asam lemak mempunyai berbagai peranan antara lain : menyusun membran dan molekul pembentuk energi. Asam lemak sebagai pembentuk energi dapat dioksidasi dengan tahapan yaitu asam lemak yang berada pada sitosol perlu diaktifkan dan dioksidasi agar dapat masuk kedalam mitokondria. 2. yang diaktifkan oleh hormon epineprin. Asam lemak dipindahkan ke dalam sitosol dari dua sumber : 1. Asam Lemak Asam lemak adalah hasil hidrolisis trigleserida selain gikogen. yang terikat pada albumin serum. 2. gliserol kemudian akan difosforilasi dan dioksidasi menjadi dihidroksiaseton fosfat karena peran enzim triosa fosfat isomerase akan mengisomerasi dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehid-3-fosfat yang akan diubah menjadi asam piruvat (proses glikolisis) yang berlangsung di dalam hati. Senyawa ini dibebaskan menembus membran sel. Pemecahan triasilgliserol sel oleh kerja lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Aktivasi Asam Lemak 6 . Asam lemak bebas yang diperoleh dari mealui darah. Asam lemak adaah sutatu senyawa yang terdiri dari rantai panjang hidrokarbon dan gugus karboksilat yang terikat pada ujungnya. masuk kedalam sitosol.

. golongan ini pertama-tama harus mengalami rangkaian dari ketiga reaksi enzimatik untuk memasuki matriks mitokondria.. (1) 7 . yang melakukan reaksi : RCOOH + ATP + KoA-SH  Asil lemak – koA + AMP + Ppi.. Berikut tahapan-tahapannya : Tahap pertama.Gambar. asil-koA sintease (enzim pengaktif). Proses Aktivasi Keseluruhan Asam lemak Asam lemak bebas dalam sitosol tidak dapat melalui membran mitokondria. tempat terjadinya oksidasi asam lemak.. dikatalisa oleh enzim yang terdapat pada mebran luar mitokondria.

ATP memacu pembentukan ikatan tioester antara gugus karboksil asam lemak dan gugus sulfhidril pada KoA Dalam proses aktivasi ini dibutuhkan 2 fosfat berenergi tinggi karena ATP akan diubah menjadi pirofosfat (PPi) dan AMP.S-koA + karnitin  asil lemak – karnitin + koA-SH 8 . tetapi dengan bantuan enzim karnitin asiltransferase I.(2) Reaksi keseluruhan. Senyawa pirofosfat merupakan aninhidra yang mudah terpecah menjadi 2 gugus fosfat. anorganik pirofosfatase : Pirofosfat + H2O  2 fosfat.1 2 Gambar.. Pada reaksi ini terbentuk suatu ikatan tioester antara gugus karboksil lemak dan gugus tiol koenzim-A menghasilkan Asil lemak –koA. asil lemak-koA tidak dapat menembus dinding dalam mitokondria. Tahap kedua. Tahap pertama aktivasi Asam lemak bereaksi dengan ATP membentuk asiladenilat yang kemudian bergabung dengan KoA untuk menghasilkan asil KoA.. yang terdapat pada dinding luar dari membran dalam ini . yaitu jumlah reaksi (1) dan (2). Pemecahan ini dikatalis oleh enzim. mengkatalis reaksi kedua pada proses masuknya asam lemak yaitu : Asil lemak ...adalah Asam lemak + ATP + koA-SH  asil-lemak-S-koA + AMP + 2P Hal ini berarti aktivasi asam lemak menjadi asil-koA didorong oleh dua senyawa fosfat berenergi tinggi.

Hasilnya Ester asil-lemak-karnitin dapat menembus melalui membran dalam. Asil lemak-koA siap untuk melangsungkan oksidasi asam lemak di dalam matriks mitokondria (Lehninger. 1985 : 196-200. Oksidasi asam lemak Jenuh 9 . yaitu oksidasi. Jadi energi yang dipindahkan pada kedua tahap oksidasi asam lemak. Martoharsono. dengan berulang-ulang melalui rangkaian enzim yang melepaskan satu unit asetil dua karbon pada sekali proses. oksidasi asam lemak terjadi dalam dua tahap utama. 2006 : 43-45). Kedua tahap oksidasi asaam lemak mengakibatkan aliran atom hidrogen atau elektron yang bersangkutan melalui rantai transport electron pada mitondria menjadi oksigen. 1. juga muncul sebagai asetil KoA. Pada tahap pertama asam lemak mengalami pelepasan unit dua karbon berturutturut secara oksidatif. masuk dalam matriks mitokondria. Pada akhir dari tujuh proses ini. Pembentukan tiap molekul asetil KoA memerlukan pelepasan empat atom hidrogen dari asam lemak oleh kerja dehidrogenase.karnitin + koA-SH  asil lemak-S-koA + karnitin Enzim pertama di dalam proses pemasukkan asam lemak adalah karnitin asiltransferase I. Masing-masing proses memotong unit dua karbon sebagai asetil KoA. Jadi asetil KoA yang diturunkan dari oksidasi asam lemak memasuki lintas umum akhir. unit dua karbon yang terakhir dari asam palmitat. Jadi asam lemak 16 karbon (asam palmitat) mengalami 7 kali proses melewati rangkaian enzim ini. yaitu asetil KoA. proses masuknya gugus asil lemak secara enzimatik ialah dengan memindahkan asil dari karnitin menuju koA di dalam mitokondria oleh asil karnitin transferase II. bersama-sama dengan asetil KoA yang datang dari glukosa melalui oksidasi piruvat. enzim tersebut terletak pada permukaan sebelah dalam dari membran dalam enzim ini membuat kembali asillemak-koA dan membebaskannya dalam matriks Asil Lemak. mulai dari ujung karboksil rantai asam lemak. disimpan dalam bentuk ATP. Asil lemak-karnitin merupakan ester oksigen dan asil lemak-koA merupakan suatu tioester. Tahap ketiga. Yang berkaitan dengan aliran electron ini adalah fosforilasi oksidatif ADP menjadi ATP. Pada tahap kedua oksidasi asam lemak. Akibat keseluruhannya adalah pengubahan rantai asam paalmitat 16 karbon menjadi 8 potongan 2 karbon dalam bentuk gugus asetil. residu asetil dari asetil KoA dioksidasi menjadi CO2 dan H20 melalui siklus asam sitrat. yang merupakan enzim pengatur dan juga mengontrol kecepatan oksidasi asam lemak. Oksidasi Asam Lemak Setelah asam lemak dapat memasuki mitokondria. dalam bentuk asetil KoA.

yakni:  Tahap dehidrogenasi pertama Setelah ester asil lemak KoA jenuh masuk ke dalam matriks. molekul itu mengalami dehidrogenasi enzimatik pada atom karbon α dan β (atom karbon 2 dan 3) untuk membentuk ikatan ganda pada rantai karbon dan menghasilkan suatu trans-Δ2 -enoil-KoA sebagai produk. Tahap Dehidrogenasi Pertama  Tahap hidrasi Pada tahap kedua dari siklus oksidasi asam lemak.Proses Oksidasi : Bagian pertama oksidasi asam lemak jenuh memiliki empat tahap. trans-Δ2 -enoil-S-KoA + H2O ↔ L-3-hidroksiasil-S-KoA Gambar. Dalam tahap yang dikatalisa oleh dehidrogenase asil-KoA. yaitu enzim yang mengandung FAD sebagai gugus prostetik Asil lemak-S-KoA + E-FAD → trans-Δ2 -enoil-S-KoA + E-FADH2 Gambar. Tahap Hidrasi  Tahap dehidrogenase kedua 10 . air ditambahkan pada ikatan ganda transΔ2 -enoil-KoA untuk membentuk l stereoisomer β-hidroksiasil-KoA yang ditunjukkan oleh 3 hidroksiasil-KoA yang dikatalisis oleh enoil-KoA hidratase.

L-3-hidroksiasil-S-KoA + NAD+ ↔ 3-ketosil-S-KoA + NADH + H+ Gambar. yaitu ester KoA dari asam lemak semula yang sekarang diperkecil dengan dua atom karbon.Proses Tiolisis Bagian kedua asam lemak jenuh 11 .Pada tahap ketiga siklus oksidasi asam lemak ini L-3-hidroksiasil-S-KoA didehidrogenasi membentuk 3-ketosil-KoA oleh kerja 3-hidroksiasil-KoA dehidrogenase dan NAD + sebagai penerima electron spesifik. Tahap Oksidasi  Tahap tiolisis Tahap keempat dan terakhir dari siklus oksidasi asam lemak jenuh dikatalisis oleh asetilKoA asetiltransferase (tiolase) yang melangsungkan reaksi 3-ketoasil-KoA dengan molekul dari KoA-SH bebas untuk membebaskan potongan 2 karbon karboksil terminal dari asam lemak asalnya. sebagai asetil-KoA. dan produk sisanya. 3-ketosil-S-KoA + KoA-SH ↔ asil lemak –s KoA yang diperpendek + asetil-s-KoA Gambar.

menghidrasi fumarat menjadi malat. mengkatalis perubahan asam sitrat menjadi isositrat secara reversibel. 3) Isositrat hidrogenase. 2) Akonitase. membentuk oksaloasetat dan satu lagi dari malat. Tahap terakhir ini menyempurnakan siklus asam sitrat. mengoksidasi suksinat menjadi fumarat. mengubah suksinil KoA menjadi suksinat. mendekarboksilasi isositrat menjadi alfa-ketoglutarat secara oksidatif. Perhitungan ATP Oksidasi Asam Palmitat (Asam Lemak Jenuh) 12 . Asetil KoA dioksidasi melalui siklus asam sitrat atau siklus krebs : Reaksi-reaksi dalam siklus asam sitrat: 1) Sitrat sintase. Dalam proses ini NAD+ doreduksi menjadi NADH dan CO2 dilepaskan. 5) Suksinil KoA sintesa. menghasilkan suksinil KoA dan KoA. 7) Fumarat hidratase. mengkatalis kondensasi asetil KoA dengan oksaloasetat untuk membentuk sitrat. NAD+ yang lain pun direduksi menjadi NADH dan CO2 dilepaskan. 4) Alfa-ketoglutarat dehidrogenase.Asetil-KoA yang dihasilkan oleh babak pertama oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat. 8) Malat dehidrogenase. 6) Suksinat dehidrogenase. Enzim ini memindahkan dua atom H ke FAD untuk membentuk FADH2.

13 . yaitu asam miristat 14 karbon. yang sama dengan rangkaian pertama. sehingga rantainya diperpendek dengan 2 atom karbon. Miristoil KoA ini sekarang dapat masuk ke dalam siklus oksidasi asam lemak dan mengalami rangkaian empat reaksi selanjutnya. dimulai dengan ester KoA asam palmitat (16 atom ) adalah Palmitoil-S-KoA + KoA-SH + FAD + NAD + + H2O  Meristoil-S-KoA + asetil-A-KoA + FADH2 + NADH + H+ Setelah pemindahan satu unit asetil-KoA dari palmitoil-KoA. asam laurat.KoA dan ATP  Satu molekul asetil-KoA dan dua pasang atom hidrogen dipindahkan dari asil lemak-KoA berantai panjang yang masuk ke tahap ini. kita berhadapan dengan ester KoA asam lemak yang telah diperpendek. yaitu ester KoA dari asam lemak homolog 12-karbon.Babak pertama Oksidasi Asam Lemak Menghasilkan Asetil. Persamaan bagi satu tahap. menghasilkan molekul asetil-KoA kedua dan lauril-KoA.

Oleh karena itu. dengan fosforilasi yang terjadi bersamaan dengan itu: 8asetil-S-KoA + 16O2 + 96Pi + 96 ADP  8KoA-SH + 96ATP + 104H2O + 16CO2 14 (b) . seperti hati atau jantung. dan ada dua molekul ATP yang dihasilkan dari ADP dan fosfat selama terjadinya transport pasangan elektron ke oksigen dan fosforilasi oksidatif yang berkaitan dengan itu. pada akhirnya akan dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O oleh lintas yang sama. lima molekul ATP dibentuk per molekul asetil-KoA yang dipindahkan pada setiap lintas yang melalui rangkaian ini. yang terjadi pada jaringan hewan. yakni siklus asam sitrat.Bersama-samaa. termasuk transport elektron dan fosforilasi oksidatif: Palmitoil-S-KoA + 7KoA-SH + 7O2 + 35Pi + 35ADP  8asetil-S-KoA + 35ATP + 42H2O (a) Inilah persamaan keseluruhan bagi babak pertama oksidasi asam lemak. ketujuh lintasan yang melalui siklus Oksidasi asam lemak diperlukan untuk mengoksidasi satu molekul palmitoil-KoA untuk menghasilkan delapan molekul asetil-KoA: Palmitoil-S-KoA + 7KoA-SH + 7FAD + 7NAD + + 7H2O  8 asetil-S-KoA + 7FADH2 + 7NADH + 7H+ Setiap molekul FADH2 yang terbentuk selama oksidasi asam lemak memberikan sepasang elektron ke ubikuinon pada rantai respirasi.persamaan berikut ini menggambarkan neraca keseimbangan babak kedua di dalam oksidasi asam lemak. yaitu oksidasi kedelapan molekul asetil-KoA yang dibentuk dari palmitoil-KoA. Babak Kedua Oksidasi Asam Lemak. transport selanjutnya dari setiap pasang elektron menuju oksigen mengakibatkan pembentukan tiga molekul ATP dari ADP dan fosfat. Asetil-KoA  Dioksidasi melalui Siklus Asam Sitrat Asetil KoA yang dihasilkan dari oksidasi asam lemak tidak berbeda dengan asetil-KoA yang dibentuk dari piruvat. Serupa dengan hal tersebut. setiap molekul NADH yang terbentuk memindahkan sepasang elektron ke NADH dehidrogenase mitokondria. Jadi. kita dapat menuliskan persamaan keseluruhan bagi oksidasi palmitoil-KoA menjadi delapan molekul asetil-KoA. Gugus asetilnya.

Jumlah ATP yang dihasilkan dalam oksidasi asam palmitat adalah ATP yang dihasilkan dari beta-oksidasi + ATP yang dihasilkan dari siklus asam sitrat atau siklus krebs = 131 ATP. 1 mol asetil KoA menghasilkan 12 ATP. Selanjutnya asetil KoA yang dihasilkan dari beta-oksidasi ini akan masuk ke dalam siklus asam sitrat atau siklus krebs. maka 8 x 2 = 16 ATP GTP = 1 x 8 = 8 mol. Oleh karena aktivasi asam palmitat menghasilkan 8 asetil KoA maka perhitungannya menjadi: Dalam 8 mol asetil KoA. kita memperoleh persamaan keseluruhan bagi oksidasi sempurna palmitoilKoA menjadi karbon dioksida dan air. setelah diaktivasi dan ditransfer oleh karnitin maka akan masuk ke mitokondria dan selanjutnya mengalami beta-oksidasi asam lemak dan masuk ke siklus krebs. Palmitoil KoA akan membentuk asetil KoA dengan 7 kali beta-oksidasi. (72 ATP + 16 ATP + 8 ATP) = 96 ATP 3. dapat dirincikan sebagai berikut: Asam palmitat yang mempunyai 16 atom karbon (C16H32O2). 1 FADH2 yang setara dengan 2 ATP dan 1 GTP yang setara denagn 1 ATP. dalam beta oksidasi asam lemka jenuh asam palmitat dihasilkan 35 ATP. terbentuk 3 NADH yang setara denagn 9 ATP. 2.Dengan menggabungkan persamaan (a) dan (b) bagi babak pertama dan kedua oksidasi asam lemak. Asetil KoA masuk ke siklus asam sitrat atau siklus krebs. yaitu menghasilkan 7 FADH2 dan 7 NADH yang masing-masing setara dengan 2 ATP dan 3 ATP. Jadi. Jadi. maka 24 x 3 = 72 ATP FADH2 = 1 X 8 = 8 mol. NADH = 3 x 8 = 24 mol. maka 8 x 1 = 8 ATP Jadi. Dimana dalam satu kali siklus asam sitrat ini. Palmitoil-S-KoA + 23O2 + 131Pi + 131ADP  KoA-SH + 131ATP + 16CO2 + 146H2O (c) Atau dengan cara lain. digunakan 1 mol asetil KoA yang didapat dari hasil beta-oksidasi. 1. 15 .

Tiga diantaranya termasuk dalam golongan asam lemak esensial yaitu asam linoleat. yang satu isomerase dan yang lain sebagai epimerase. Melalui kerja 2 enzim pembantu. asam lemak tak jenuh mengalami suatu mekanisme reaksi tambahan yaitu reaksi isomerasi bentuk cis ke trans yang dikatalis oleh enzim enoil koenzim-A isomerase. Untuk itu dalam degradasinya. siklus oksidasi asam lemak yang dijelaskan di atas dapat juga mengoksidasi asam lemak tidak jenuh yang biasa dimanfaatkan oleh sel sebagai bahan bakar. yaitu senyawa enoil koenzim-A memiliki konfigurasi trans.(Lehninger. Akan tetapi. Oksidasi asam lemak tak jenuh memerlukan 2 enzim tambahan yaitu: a) Enoyl CoA isomerase b) 2. berlangsung melalui mekanisme yang sama seperti untuk asam lemak jenuh. Kerja enzim ini. yaitu dengan mekanisme oksidasi-β. asam oleat dan asam arakhidonat. Tetapi hal yang menarik dalam oksidasi asam lemak tak jenuh adalah bahwa ikatan rangkap pada asam lemak mempunyai konfigurasi cis. Ikatan ganda tersebut biasanya tidak berada pada letak spesifik pada rantai asam lemak. Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yana memiliki dua atau lebih ikatan rangkap. Sedangkan ikatan rangkap senyawa antara dalam jalur mekanisme oksidasi –β. oksidsasi asam dapat juga mengoksidasi asam lemak tidak jenuh. yang dapat dikatalisa oleh hidratase enoil-KoA. 1985 :205) 2.Pada umumnya oksidasi asam lemak tak jenuh.4 dienoyl CoA reduktasse 16 . Oksidasi Asam Lemak Tak Jenuh Asam lemak yang tidak jenuh banyak dijumpai dalam alam. seperti asam oleat. melalui kerja dua enzim pembantu. enzim yang biasanya mengkatalisis reaksi pertambahan air dengan ikatan ganda ∆2-enoil-KoA yang dihasilkan selama β-oksidasi asam lemak.

Contoh reaksi oksidasi asam lemak tak jenuh pada asam linoleat 17 .

Linoleil-KoA mengalami 3 putaran melalui urutan oksidasi asam lemak baku yang telah kita kenal. dan ikatan ganda sis lainnya di antara karbon nomor 6 dan 7.Gambar. satu di antara karbon 9 dan 10 dan yang lain di antara karbon nomor 12 dan 13. 18 . 2. epimerase (L-3-OH-asil-SkoA) diperlukan untuk oksidasi banyak asam lemak tidak jenuh. Asam linoleat dengan 18 karbon yang memiliki 2 ikatan ganda sis. C17H31COOH (C18:2 cis) Enzim pembantu lainnya. 1. menghasilkan 3 molekul asetil-KoA dan ester KoA asam lemak tidak jenuh 12 karbon dengan ikatan ganda sis di antara karbon 3 dan 4 seperti dalam oleil KoA. Urutan reaksi dalam oksidasi asam lemak jenuh (contoh : asam linoleat dalam bentuk linoleoyl-CoA) Sebagai contoh jalur β-oksidasi asam linoleat.

Total Energi Oksidasi Asam Lemak Tak Jenuh Pada molekul yang kita oksidasi tadi yaitu oksidasi asam linoleat dengan 18 karbon. Ikatan ganda cis pada Δ3 lalu diisomerisasi oleh enoil-KoA isomerase menjadi trans Δ2enoil-KoA. tapi produknya dalam hal ini adalah D stereoisomer dari 3-hidroksiasil-KoA. dengan demikian jumlah ATP yang dihasilkan pada β-oksidasi asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom C yang sama. energy yang di hasilkan berupa ATP adalah sebagai berikut: β-oksidasi ATP 1 2 3 4 5 6 7 8 Total 5 5 5 3 5 3 5 5 36 Energi total yang di hasilkan dari oksidasi asam linoleat adalah : = energi aktifasi+ energy β oksidasi+ energy siklus Kreb’s = -2 ATP + 36 ATP + 108 ATP 19 . yang mengalami reaksi selanjutnya dari urutan normal oksidatif. Molekul dapat dikatalisa oleh hidratase enoil-KoA. Senyawa ini bukan substrat untuk enzim dehidrogenase yang kedua oleh karena itu harus diubah dulu menjadi bentuk L oleh enzim epimerase. yaitu epimerase 3-hidroksiasil KoA menjalankan peranannya. Pada asam lemak tak jenuh . 4. Hasil keseluruhannya adalah bahwa asam linoleat di ubah menjadi 9 asetil KoA dengan bantuan 2 enzim pembantu. 1 putaran selanjutnya menghasilkan asil lemak KoA tidak jenuh dengan 8 karbon. menghasilkan molekul asetil KoA. menghasilkan tambahan 3 asetil KoA. yang biasanya terbentuk pada oksidasi asam lemak jenuh.dan bukannya streoisomer L. enzim pembantu yang kedua. Asil lemak tersebut mengandung ikatan ganda sis Δ2. Molekul ini lalu dioksidasi sepeti proses yang telah kita kenal. selain molekul asetil-KoA.3. tersadi 8 kali proses β oksidasi dan menghasilkan 9 asetil koA. Pada saat ini. Enzim ini melangsungkan epimerase D menjadi L-3-hidroksiasil-KoA yang sekarang dapat melangsungkan reaksi normal menjadi asetil KoA dan 6 karbon molekul asil KoA yang jenuh. ada siklus β-oksidasi yang tidak melalui reaksi dehidrogenasi I yang menghasilkan FADH2. 5. yaitu pemotongan 2C yang mengandung ikatan rangkap.

20 . dengan ikatan ganda sisnya di antara karbon nomor 3 dan 4.= 142 ATP Jadi proses oksidasi asam lemak tak jenuh (asam linoleat) menghasilkan energy sebesar 142 ATP. ini termasuk ke dalam jalur β-oksidasi dan secara bertahap dipisahkan asetil-KoAnya. Contoh reaksi oksidasi asam lemak tak jenuh pada asam oleat 1. 2. Pada proses oksidasi asam oleat atau Oleil-KoA yaitu suatu asam lemak tidak jenuh terdiri dari 18 karbon yang banyak dijumpai. Asam oleat pertama-tama diubah menjadi oleil KoA yang diangkut melalui membran mitokondria sebagai oleil-karnitin dan diubah menjadi oleil-KoA di dalam matriks. 3. menghasilkan 3 molekul asetil KoA dan ester KoA asam lemak tidak jenuh 12-karbon. Ikatan gandanya terjadi pada ikatan atom C nomor 9 dan 10 dan berbentuk cis (ditunjukkan oleh Δ9). Molekul oleil KoA memasuki 3 putaran melalui siklus oksidasi asam lemak.

4. yaitu hidratase enoil-KoA. yang bekerja hanya terhadap ikatan ganda trans. cis 21 . yaitu isomerase enoil-KoA. Namun demikian. Produk ini tidak dapat dikatalis oleh enzim selanjutnya pada siklus asam lemak normal. dengan kerja satu di antara dua enzim pembantu.

D-Metilmalonil-KoA mengalami epimerasi enzimatik membentuk stereoisomer LMetilmalonil-KoA dengan bantuan enzim metilmalonil epimerase. Bikarbonat (HCO3) menjadi gugus karboksil yang baru dan ATP memberikan energi untuk membentuk ikatan kovalen baru yang menghasilkan AMP dan pirofosfat. dimulai pada ujung rantai karboksil ini. 3.KoA (3C). menghasikan 9 asetil KoA lainnya. Senyawa yang terakhir ini mengalami 4 putaran lagi mengalami siklus normal asam lemak. Akan tetapi. komponen asam lemaknya hanya memiliki 5 atom karbon. dari satu molekul asam oleat 18 karbon. Oksidasi Asam Lemak dengan Atom Karbon Ganjil Asam lemak dengan jumlah karbon ganjil ditemukan dalam jumlah nyata pada lipid berbagai tanaman dan beberapa organisme laut. yang lalu mengubahnya menjadi L-3-hidroksiasil-KoA yang bersangkutan. substrat bagi putaran terakhir rangkaian oksidasi asam lemak adalah asil lemak KoA. 2. asil lemak KoA (5C) teroksidasi dan terurai menghasilkan produk asetil KoA (2C) dan propionil. Molekul asetil KoA teroksidasi melalui siklus asam sitrat. dioksidasi dengan lintasan yang sama seperti asam lemak berkarbon genap. sementara propionil-KoA masuk ke dalam lintas enzimatik yang agak menyimpang. menghasilkan asetil KoA dan asam lemak jenuh 10 karbon sebagai ester KoA nya. 3. Propionil-KoA dikarboksilasi menjadi D-Metilmalonil-KoA oleh enzim karboksilase propionil-KoA yang mengandung biotin. 22 . Asam lemak berantai karbon ganjil (berukuran panjang). Produk ini sekarang dikatalis oleh enzim-enzim lainnya pada siklus asam lemak. Propionil-KoA + ATP + CO2 → D-Metilmalonil-KoA + AMP +PP i 4.Δ3-enoil-KoA diisomerasi menjadi trans-Δ2-enoil-KoA yang merupakan substrat normal bagi enoil KoA hidratase. Pada akhir β−oksidasi . Prosesnya yaitu: 1.

Karena masuk siklus krebs lewat Succinyl-CoA maka degradasi asam lemak dengan atom C ganjil lebih cepat dibandingkan dengan degradasi asam lemak dengan atom C genap. 23 . yang memerlukan deoksiadenosilkobalamin sebagai koenzim. 1 FADH. ⃗ metilmalonil-KoA mutase Suksinil-KoA L-Metilmalonil-KoA Reaksi metilmalonil-koA mutase merupakan reaksi yang luar biasa. dan 1 GTP. 1 NADH. Jumlah energi yang dihasilkan dalam 1 siklus krebs jika masuk lewat Suksinil . Jumlah energi yang dihasilkan dalam 1 siklus krebs jika masuk lewat asetil-koA yaitu 3 NADH. L-Metilmalonil-KoA membentuk Suksinil-KoA yang dikatalisis oleh enzim metilmalonilKoA mutase. Reaksi ini terdiri dari perpindahan gugus-CO-S-KoA pada atom karbon 2 pada gugus propionil asal dari metilmalonil-KoA dengan atom H pada atom karbon 3.D-Metilmalonil-KoA ⃗ metilmalonil epimerase L-Metilmalonil-KoA 5. dan 1 FADH sebesar 6 ATP.CoA yaitu 1 GTP.

dan Lipid. Robert K. BIOKIMIA : Konsep-konsep Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Wirahadikususmah. BIOKIMIA : Metabolisme energi. semua akan diubah menjadi asetil-koA menjadi energi (siklus krebs) yang berjumlah lebih banyak daripada yang dihasilkan molekul karbohidrat dan protein. Tempat degradasi asam lemak terdapat di sel hati. 1982. 2009. 1985. Muhamad. Bandung : Penerbit Erlangga Martoharsono. Yogyakarta : UGM Press Murray. sel otot dan di dalam jaringan adiposa. DAFTAR PUSTAKA Arbianto. Albert L. Bandung : Depdikbud Dikti Lehninger. Karbohidrat. Soeharsono. β-Oksidasi Asam Lemak Ganjil BAB III KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah proses degradasi protein selalu diawali dengan hidroilisis triasilgliserol menjadi gliserol dan asam lemak yang membentuk asetilkoA yang akan diubah menjadi energi. genap maupun ganjil setelah hidrolisis trigliserida adalah aktivasi asam lemak yang dilanjutkan dengan proses beta oksidasi. Purwo.Gambar. Biokimia Jilid 2. sedangkan tahapan degradasi asam lemak baik asam lemak jenuh. tidak jenuh. Biokimia Harper Edisi 27. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1 (diterjemahkan oleh Maggy Thenawidjaja). Bandung : Penerbit ITB 24 . Tahapan degradasi gliserol menjadi asetil ko-A langsung menuju proses glikolisis. 1996.