Kelainan Hemostasis pada Leukemia

Abstrak
Leukemia adalah penyakit keganasan pada jaringan hematopoietik yang ditandai dengan
penggantian elemen sumsum tulang normal oleh sel darah abnormal atau sel leukemik.
Manifestasi klinis
dari leukemia adalah perdarahan yang disebabkan oleh berbagai kelainan hemostasis. Kelainan
hemostasis yang terjadi berupa trombositopenia, disfungsi trombosit, koagulasi intravaskuler
diseminata, defek protein koagulasi, fibrinolisis primer dan thrombosis.
Pendahuluan
Leukemia adalah penyakit keganasan pada jaringan hematopoietic, ditandai dengan
penggantian elemen sumsukm tulang normal oleh sel darah abnormal atau sel leukemik.
Disebabkan juga oleh proliferasi tidak terkontrol dari klon sel darah immature yang berasal dari
sel induk hematopoietik. Sel leukemik ditemukan dalam darah perifer.
Leukemia diklasifikasikan berdasarkan tipe sel. Berdasarkan maturitas sel , dibedakan
atas, jika sebagian sel ganas besar immature maka akut, tetapi jika dominan sel matur maka
kronis. Berdasarkan turunan sel diklasifikasikan atas leukemia mieloid dan limfoid.
Salah satu manifestasi klinis adalah perdarahan, yang paling sering ditemukan adalah
petekie, purpura atau ekimosis, terjadi pada 40-70% penderita leukemia pada saat didiagnosis.
Lokasi paling sering pada kulit, mata, membrane mukosa hidung, ginggiva dan saluran cerna.
Manifestasi ini muncul karena akibat kelainan hemostasis.
Perdarah menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada leukemia akut
terutama leukemia mielositik akut dengan diferensiasi monositik dan leukemia promielositik
akut, yaitu suatu subtype leukemia mielositik, ditandai translokasi resiprokal kromososm 15 dan
17.
Kelainan hemostasis lain juga dapat terjadi adalah trombosis atau tromboemboli.
Trombosis merupakan gelaja yang ditemukan saat diagnosis pada leukemia promielositik akut
(AML-M3) 9,6%; pada AML non-M3 3,2% dan pada ALL 1,4%. Tinjauan kepustakaan ini akan
membahas mengenai berbagai kelainan hemostasis yang dapat terjadi pada leukemia.
Kelainan Hemostasis Pada Leukemia
 Trombositopenia
Adalah istilah untuk jumlah trombosit yang kurang dari kadar normal. Manifestasi perdarahan
akibat trombositopenia dapat berupa ptekie atau purpura, epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan
saluran cerna, menorrhagi hingga perdarahan otak. Berkurangnya jumlah trombosit pada
leukemia akut merupakan akibat infiltrasi sumsum tulang atau kemoterapi, selain itu disebabkan

kelainan pelepasan PF3. epinefrin atau kolagen.4%. Disebabkan karena berkurangnya atau tidak adanya agregasi trombosit dalam respon ADP.2% dan pada ALL 1. Pemeriksaan D-dimer dapat dilakukan dengan aglutinasi lateks maupun dengan ELISA. faktor V dan faktor VIII. retina dan hematuria. Perhitungan jumlah trombosit dapat dilakukan secara manual atau dengan alat automatic.  Fibrinolisis primer Fibrinolisis primer pada leukemia promielositik akut disebabkan oleh promielosit abnormal mensintesis dan mensekresi activator plasminogen serta tingginya ekspresi annexin II pada sel leukemik tersebut yang meningkatkan produksi plasmin sehingga terjadi degradasi fibrinogen.  Trombosis Trombosis dapat merupakan salah satu gejala yang ditemukan saat diagnosis yaitu pada leukemia promielositik akut (AML-M3) 9.6%. perdarahan disebabkan oleh degradasi faktor pembekuan yang diinduksi plasmin seperti fibrinogen. pada AML non-M3 3. komplikasi KID terjadi karena dilepaskannya bahan prokoagulan dari sel blast. Trombosis pada leukemia melibatkan . defisiensi granula serta penurunan pelepasan nukleotida adenine yang berasal dari trombosit. Tes untuk degradasi fibrinogen akibat proses hiperfibrinolisis dapat dideteksi dengan adanya produk degradasi fibrinogen. Tes laboratorium untuk mendeteksi pasien yang dicurigai mengalami tromboemboli adalah D-dimer yang merupakan hasil pemecahan cross-linked fibrin oleh plasmin. Trombositopenia dapat terjadi satu minggu setelah transfuse darah trombosit. proses immunologis dan hipersplenisme sekunder terhadap pembesaran limpa. sedangkan untuk konsumsi factor pembekuan yang berlebihan pada KID akan ditandai oleh pemanjangan baik APTT maupun PT.  Koagulasi intravaskuler diseminata (KID) Adalah sindrom ditandai dengan aktivasi koagulasi intravaskuler sistemik berupa pembentukan dan penyebaran deposit fibrin dalam sirkulasi sehingga menimbulkan thrombus mikrovaskuler pada berbagai organ dapat mengakibatkan kegagalan multiorgan. Manifestasi perdarah muncul akibat gangguan fungsi trombosit berupa perdarahan mukokutan. Untuk gangguan sintesis faktor pembekuan yang tergantung vitamin K akan ditandai dengan pemanjangan PT. Fibrinolisis sistemik pada leukemia promielositik akut menyebabkan pemendekan waktu lisis euglobulin dan penurunan kadar 2antiplasmin.juga oleh beberapa factor seperti koagulasi intravaskuler diseminata.  Defek protein koagulasi Tes untuk mendeteksi adanya defek protein koagulasi yaitu dengan pemeriksaan APTT dan PT serta mengukur kadar faktor pembekuan itu sendiri. Pada leukemia.  Disfungsi Trombosit Disfungsi trombosit terjadi pada leukemia mielositik kronik berupa kelainan agregasi terhadap ADP dan epinefrin. Pada fibrinolisis primer.

kegagalan jalur fibrinolitik dan perubahan endotel.berbagai mekanisme seperti aktivasi koagulasi darah melalui substansi prokoagulan yang dilepas sel leukemik. .