Thomas dan Bessemer melakukan proses pemurnian besi kasar dalam pembuatan baja ini pada

prinsipnya sama yakni menggunakan Converter, namun Bessemer menggunakan Converter
dengan dinding yang dilapisi dengan Flourite dan Kwarsa sehingga dinding Converter menjadi
sangat keras kuat dan tahan terhadap temperature tinggi, akan tetapi dinding converter
ini menjadi bersifat asam sehingga tidak dapat mereduksi unsur Posphor, oleh karena itu dapur
Bessemer hanya cocok digunakan dalam proses pemurnian besi kasar dari bijih besi yang
rendah Posphor (Low-Posphorus Iron Ores). Sedangkan Thomas menyempurnakannya
dengan memberikan lapisan batu kapur (limestone) atau Dolomite sehingga dinding converter
menjadi basa dan mampu mereduksi kelebihan unsur Posphor dengan mengeluarkannya bersama
terak
Linz-Donawitz (LD-Processes), salah satu proses pemurnian besi dengan sistem converter ini
pertama dikembangkan di austria, proses dengan hembusan udara bertekanan hingga 12 bar di
atas convertor dengan posisi vertical, setelah besi mentah (pig iron) bersama dengan sekrap
dimasukan yang kemudian dibakar, udara yang dihembuskan menghasilkan pembakaran dengan
unsur
karbon, belerang dan posphor yang terkandung didalam besi mentah tersebut, hal ini terjadi pada
saat converter dalam posisi miring.
https://ndesoneandik.files.wordpress.com/2012/04/554_pengetahuan-bahanteknik.pdf