MAKALAH

STUDY KASUS DI NEGARA SEDANG BERKEMBANG
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Analisis Ketenagakerjaan yang di
bina Oleh : Prof. Dr. Budijanto, M.Sos

Disusun Oleh : Kelompok 3

JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Maret 2016

Melalui sehingga makalah Kami ini. Untuk itu semoga makalah yang Kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan agar kita menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah.12 Maret 2016 Penulis Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 2 . Makalah ini membahas tentang Study Kasus di Negara Sedang Berkembang yang berasal dari resuman buku Urbanisasi Pengangguran dan Sektor Informal di Kota karya Chris Manning dan Tadjuddin Noer Effendi. kami dapat juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing. Malang.KATA PENGANTAR Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat menyelesaikan dan pertolonganNya Makalah ini.

DAFTAR RUJUKAN Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 3 .

Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1.BAB 1 PENDAHULUAN A. Apa arti dari pengangguran? 2.Colombia? 5. Untuk mengetahui permasalahan pengangguran di semenanjung Malaysia 3. Untuk Mengetahui Organisasi. Untuk Mengetahui Karakter ekonomi kota : sektor produksi “berskala kecil” dan pasar tenaga kerja di coimbatore.Colombia 5. Latar Belakang B. Bagaimana Karakter ekonomi kota : sektor produksi “berskala kecil” dan pasar tenaga kerja di coimbatore. Bagaimana Sektor informal dan sektor formal semu di kordoba? 4. dan perusahaan “sektor informal di kota” : pedagang kaki lima di cali. Bagaimana Organisasi.india Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 4 . peraturan. peraturan.india? C. dan perusahaan “sektor informal di kota” : pedagang kaki lima di cali. Bagaimana permasalahan pengangguran di semenanjung Malaysia? 3. Untuk mengetahui pengertian dari pengangguran 2. Untuk Mengetahui Sektor informal dan sektor formal semu di kordoba 4. Tujuan 1.

Actuating adalah Pelaksanaan untuk bekerja. (Rahman.2011). komunikasi dan conseling (nasehat). B. perintah. Seperti : Leadership(pimpinan). dapat disimpulkan bahwa actuating/pelaksanaan artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif sesuai dengan perencanaan yang ada. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut. Fungsi dan Tujuan pelaksanaan (actuating) Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 5 . Terry (1986). oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.BAB II PEMBAHASAN A. Dari seluruh rangkaian proses manajemen. Actuating disebut juga“ gerakan aksi mencakup kegiatan yang dilakukan seorang melanjutkan kegiatan perencanaan dan pimpinan yang untuk ditetapkan pengorganisasian agar mengawali oleh dan unsur-unsur tujuan-tujuan dapat tercapai. Jadi.dalam Dimas 2010. Menurut George R. maka pimpinan mengambil tindakan-tindakannya kearah itu. pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut. Pengertian dari pelaksanaan (actuating) Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi.

Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi. Manajer mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. 1993) 1) Mengimplementasikan proses kepemimpinan. peran. objektif dalam menghadapi perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik sebagai individu maupun kelompok manusia. kepemimpinan dan sosiologi. pembimbingan.2000 dalam Anggowo. (Herujito.Fungsi pelaksanaan menurut Nawawi. dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan 2) Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan 3) Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan 4) Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan organisasi. fungsi. Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut: (James Stoner. misi dan program kerja organisasi. Seorang manajer harus mampu bersikap yaitu objektif dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi melalui pengamatan. 2003) Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 6 . dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi. harus memahami dan menerapkan ilmu psikologi. ilmu komunikasi. keahlian. Manajer yang ingin berhasil menggerakkan karyawannya agar bekerja lebih produktif. misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. peka terhadap lingkungan dan adanya kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara harmonis.2013 adalah sebagai berikut: Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.

tidak mungkin akan mampu bekerja sendiri dan pasti akan memerlukan bantuan orang lain. manusia mempunyai kebutuhan yang bersifat pribadi dan sosial. yaitu: a. 2003) Tujuan fungsi aktuasi. 2004) 1) Menciptakan kerja sama yang lebih efisien 2) Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf 3) Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan 4) Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf 5) Membuat organisasi berkembang secara dinamis C. adalah: (Gde Muninjaya dan A. juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan.Dengan kata lain. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbedabeda. Pengarahan tidak dapat berdiri Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 7 . Dalam manajemen. Prinsip mengarah pada tujuan Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan. Prinsip pelaksanaan (actuating) Pelaksanaan merupakan aspek hubungan antar manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga kerja efektif serta efesien untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu..A. pengarahan/pelaksanaan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia. memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. (Herujito. manajer harus peka dengan kodrat manusia yaitu mempunyai kekuatan dan kelemahan. dan pada diri manusia kadang-kadang muncul juga sifat-sifat emosional. pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip.

Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja. Prinsip keharmonisan dengan tujuan Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. struktur organisasi.artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti :perencanaan. serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal. dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya b. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. b. Prinsip kesatuan komando Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi. Mereka mengkehendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan. tenaga kerja yang cukup. c. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia c. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 8 .sendiri. pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan. Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain: a. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu.

Orientasi Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. lalai. Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa: 1. Suatu ketika mereka bisa lupa. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya D. Biasanya. Dengan demikian orientasi ini perlu diberikan kepada pegawai-pegawai lama agar mereka tetap memahami akan perananya. Tujuan dari tugas Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 9 . Tugas lain yang ada hubungannya 3. Tugas itu sendiri 2. : 1.d. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih f. orientasi ini diberikan kepada pegawai baru dengan tujuan untuk mengadakan pengenalan dan memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapinya. dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip di muka. Pegawai lama yang pernah menjalani masa orientasi tidak selalu ingat atau paham tentang masalahmasalah yang pernah dihadapinya. Ruang lingkup tugas 4. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup g. Informasi yang diberikan dalam orientasi dapat berupa diantara lain. Menghargai hasil yang baik dan sempurna e. atau sebabsebab lain yang membuat mereka kurang mengerti lagi. Cara pelaksanaan (actuating) Cara pelaksanaan ini digunakan karena pada umumnya pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia bekerja dengan sebaik mungkin.

Hubungan antara masing-masing tenaga kerja. Sebaliknya.5. Dst. kemampuan untuk meramalkan keadaan serta tanggapan yang diberikan oleh bawahan. perintah lisan akan lebih cepat diberikan walaupun mengandung resiko lebih besar. Perintah tertulis memberikan kemungkinan waktu yang lebih lama untuk memahaminya. Adapun perintah yang dapat berupa : a. sehingga dapat menghindari adanya salah tafsir. Jadi. Perintah formal dan informal Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 10 . Perintah lisan dan tertulis Kemampuan bawahan untuk menerima perintah sangat mempengaruhi apakan perintah harus diberikan secara tertulis atau lisan saja. Cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja 7. Perintah umum dan khusus Penggunaan perintah ini sangat bergantung pada preferensi manajer. c. b. dan ditujukan kepada para bawahan atau dapat dikatakan bahwa arus perintah ini mengalir dari atas ke bawah. perintah itu berasal dari atasan. 2. Perintah Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang-orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. (Halomoan. Delegasi wewenang 6.2009). Biasanya perintah lisan ini hanya diberikan untuk tugas-tugas yang relatif mudah. serta perintah khusus bersifat lebih mendetail. Perintah umum memiliki sifat yang luas. Perintah tidak dapat diberikan kepada orang lain yang memiliki kedudukan sejajar atau orang lain yang berada di bagian lain.

yang jawabannya belum tentu memuaskan. Sedangkan perintah informal lebih banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan ajakan. Fungsi actuating tidak terlepas dari fungsi manajemen melalui bagan dibawah ini : Penentuan Masalah Penetapan Tujuan Penetapan Tugas dan Sumberdaya Penunjang Menggerakkan dan Mengarahkan Memiiki Keberhasilan SDM Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 11 . Setelah perencanaan dan pengorganisasian selesai dilakukan. pemimpin melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan. ia akan menanyakan kepada pimpinan.Perintah formal merupakan perintah yang diberikan kepada bawahan sesuai dengan tugas/aktivitas yang telah ditetapkan dalam organisasi. 3. Kesulitan-kesulitan akan muncul bilamana tugas-tugas akan diberikan kepada bawahan itu tidak jelas. Sebagai contoh. Ini dapat menimbulkan keengganan bawahan untuk mengambil suatu tindakan. Delegasi wewenang Pendelegasian wewenang bersifat lebih umum jika dibandingkan dengan pemberian perintah. Hal ini dapat diatasi dengan membuat suatu bagan wewenang untuk menyetujui perjanjian. Langkah tersebut adalah actuating yang secara harfiah diartikan sebagai memberi bimbingan namun istilah tersebut lebih condong diartikan penggerak atau pelaksanaan. maka langkah selanjutnya yang perlu ditempuh dalam manajemen adalah mewujudkan rencana tersebut dengan mempergunakan organisasi yang terbentuk. Secara praktis fungsi actuating ini merupakan usaha untuk menciptakan iklim kerjasama diantara staf pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. misalnya kesulitan-kesulitan dalam menafsirkan wewenang. Dalam pendelegasian wewenang ini. seorang Kepala Bagian Pembelian mengadakan perjanjian pembelian dengan pihak penyedia (supplier) dengan wewenang yang kurang jelas itu.

Sifat-sifat kepemimpinan menurut Harold koontz. 2. Sikap Kediktatoran (Dictatorial attitude) Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 12 . Sikap feudal (feudal attitude) Manajer yang mempunyai sikap cara berpikir. suatu cara berpikir. mengingat manajer tersebut hidup dari masyarakat feudal. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan (actuating) Faktor-faktor yang diperlukan dalam penggerakan diantaranya : 1) Faktor Pendukung a) Kepemimpinan (Leadership) Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar berusaha dengan ikhlas untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu sikap manajer akan berbeda-beda sesuai dengan pola hidupnya. sehingga manajer yang demikian akan gagal dalam usahanya. Dengan demikian dalam masyarakat feudal dimana sikap anggota masyarakat sesuai dengan pola hidup feodalisme akan sukar lahir kepemimpinan demokratis dari para manajer. berperasaan dan bertindak. diantaranya sebagai berikut : 1) Memiliki kecerdasan orang-orang yang dipimpin 2) Mempunyai perhatian terhadap kepentingan yang menyeluruh 3) Memiliki kelancaran dalam berbicara 4) Matang dalam berpikir dan emosi 5) Memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk memimpin 6) Memahami/menghayati kepentingan kerja sama.E. Beberpa sikap manajer diantaranya yaitu : 1. berperasaan dan bertindak sesuai dengan pola-pola kehidupan feodalisme. Seorang manajer yang tidak memiliki kepemimpinan tidak akan mampu untuk mempengaruhi bawahannya untuk bekerja. yaitu suka terikat oleh aturan-aturan tertentu yang telah teradat dan selalu ingin penghormatan yang serba lebih. b) Sikap dan Moril (Attitude and Morale) Sikap ialah suatu cara memandang hidup.

sehingga suka timbul kekacauan pengertian dengan kata pengawasan sebagai terjemah dari kata control. 3) Komunikasi Horizontal yaitu komunikasi yang dilakukan baik intern maupun ekstern antar jabatan yang sama. 2) Komunikasi Ekstern yaitu komunikasi yang dilakukan keluar organisasi. d) Perangsang (Incentive) Insentif ialah sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan seseorang bertindak. e) Supervisi (Supervision) Supervisi dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan pengawasan. Dengan demkian tugas supervisor cukup berat karena ia harus dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya. serta Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 13 . pekerja akan menjadi sasaran daripada kekuasaannya. Dalam melakukan komunikasi dalam manajemen ada beberapa macam diantaranya : 1) Komunikasi intern yaitu komunikasi yang dilakukan dalam organisasi itu sendiri baik antara atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan atau antara atasan dengan bawahan atau sebaliknya. Menurut Terry Supervsi ialah kegiatan pengurusan dalam tingkatan organisasi dimana anggota manajemen dan bukan anggota manajemen saling berhubungan secara langsung. sehingga bawahan. pengorganisasian managerial dilakukan dengan effektif. penggerakan managerial diikuti dengan efektif dan pengawasan diterapkan dengan efektif.Manajer yang bersikap kediktatoran akan berpikir berperasaan dan bertindak sebagai dictator yang mempunyai kekuasaan mutlak. 4) Komunikasi Vertikal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam intern organisasi antara atasan dan bawahan atau sebaliknya dalam suasana formil. c) Tatahubungan (Communication) Komunikasi membantu perencanaan managerial dilaksanakan dengan efektif.

Seperti konsep perilaku manusia yang dikemukakan oleh Maslow. b. hal ini terjadi karena manajer kurang memahami hakekat perilaku dan hubungan antar manusia. rasa aman. Manajer harus bekerja lebih produktif 2. Hal – hal yang perlu diperhatikan manajer dalam fungsi penggerakan 1. Self Imposed discipline (disiplin yang timbul dengan sendirinya). kehendak dan watak untuk melahirkan ketaatan dan tingkah laku yang teratur. Perbedaan tersebut juga akan mempengaruhi etos kerja dan produktifitas kerja. f) Disiplin (Discipline) Disiplin ialah latihan pikiran. Manajer perlu memahami ilmu psikologi. dinegara berkembang yang menjadi prioritas adalah kebutuhan fisik. Terry. Manajer harus bersikap obyektif 2) Faktor Penghambat Kegagalan manajer dalam menumbuhkan motivasi stafnya. Manajer harus mempunyai tekat untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap lingkungan 4. R. 1986 dalam Simanjutak 2010) Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 14 . Coordinating adalah fungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kepentingan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai . Elemen dari pelaksanaan (actuating) Berikut ini adalah beberapa elemen penggerakan atau actuating dalam manajemen : a. (George. komunikasi. Command Discipline (Disiplin berdasarkan perintah). dan diterima oleh lingkungan sedangkan dinegara maju kebutuhan yang menonjol adalah aktualisasi diri dan self esteem. kepemimpinan dan sosiologi 3. Jenis disiplin ada dua : a. perasaan.memberi petunjuk untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan dan memberi nasehatnasehat kepada pegawai yang mengalami kesulitan. F.

(Prajudi Atmosudirdjo. Bilamana diambil secara singkat dan ringkas. dalam memberi perintah pun seorang atasan tidak bisa seenaknya. yaitu: a. Terry. R. directing. Dengan pengarahan yang baik dari para atasan dengan visi dan misi yang jelas dari suatu manajer perusahaan dapat menimbulkan efek yang positif untuk perusahaan itu sendiri. tetapi harus memperhitungkan langkah – langkah dan resiko dari setiap langkah yang para atasan itu ambil karena setiap keputusan dan langkah akan memberi pengaruh bagi perusahaan. 1986 dalam Simanjutak 2010) d. maka fungsi actuating dapat tercakup dalam lima sub fungsi manajemen. R. Communication. leading. (George. Tahapan actuating Tindakan actuating dibagi dalam tiga tahap. Motivating merupakan salah satu elemen penting dalam manajemen perusahaan. Commanding. (George. Terry. antara lain teamwork yang baik dan dapat memunculkan decision maker yang bagus. dengan memberikan fasilitas yang bagus dan gaji yang cukup maka kinerja para karyawan dalam perusahaan pun akan optimal. R.b. motivasi. Terry. 1986 dalam Simanjutak 2010) c. 1986 dalam Simanjutak 2010) G. yakni : communicating. Dengan menjalin komunikasi yang baik maka akan menimbulkan suasana kerja yang kondusif di perusahaan dan akan menumbuhkan teamwork atau kerjasama yang baik dalam berbagai kegiatan perusahaan. inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran dan kemauan para petugas untuk bekerja dengan penuh semangat sesuai dengan harapan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 15 . dan facilitating(George. Memberikan semangat. 1982 dalam Simanjutak 2010) Karena decision maker dan teamwork dalam suatu perusahaan adalah kunci kesuksesan suatu perusahaan untuk mencapai goal atau tujuan perusahaan seefektif dan seefisien mungkin. komunikasi antara para pimpinan dan karyawan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. motivating.

mengadakan komunikasi antara pimpinan dan staf. Memberikan kesempatan pengembangan diri melalui pemberian pendidikan dan pelatihan (Nuraida. Berkomunikasi secara efektif (Herujito. 2001 dalam Dalimunte. memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompok dan memperbaiki sikap. 2003).2006). 2008 dalam Dalimunte. seperti: pengambilan keputusan. Tindakan ini juga disebut koding yang meliputi beberapa tindakan.2006). c. Segala saran-saran atau instruksi kepada staf dalam pelaksanaan tugas harus diberikan dengan jelas agar terlaksana dengan baik terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan (Muninjaya.2006). Contohnya adalah menaikkan sistem upah untuk memotivasi para karyawan. Motivasi merupakan proses dengan apa seseorang menejer merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran organisatoris sebagai alat untuk memuaskan keinginan pribadi mereka sendiri. d. 2004 dalam Dalimunte. H. 2004). Pengarahan (directing atau commanding) yang dilakukan dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang benar.sebelumnya (Nuraida. jelas dan tegas. Makin besar hasil yang dikerjakan karyawan tersebut makin besar upah yang didapat (Pintauli. 2008). b. pengetahuan maupun keterampilan staf (Muninjaya. Tindakan ini juga disebut motivating (Muninjaya. Contoh Penerapan Actuating Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 16 . 2004).

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 17 .

id/actuating-penggerakandalam-pendidikan/). S.2010. Lampung: Universitas Negeri Lampung. (Online). available (Online).dkk.dkk. dikases pada tanggal 1 Maret 2016) Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 18 . Penerapan Fungsi Manajemen dalam program Produksi Acara Mimbar Jum'atan di Radio Global FM Yogyakarta.usu.2011.web. Rutdtra. R. 2003. (2010. dikases pada tanggal 1 Maret 2016). A. Dokter Sebagai Menejer di Puskesmas. (2004. vol. Keterkaitan Antar Penelitian Dengan Pendidikan Dan Pengemangan Ilmu Manajemen. April). Bandung: Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Anggowo. no 41 – 55. no 2 Pintauli. (http://repository. 2006. Prinsip-prinsip manajemen bisnis keluarga (family business) dikaitkan dengan kedudukan mandiri perseroan terbatas (PT).ac. 2009. Actuating dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Actuating dalam Pendidikan.pdf. vol. Menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan melalui manajemen sumber daya manusia.DAFTAR RUJUKAN Rahman. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Dalimunthe. dikases pada tanggal 1 Maret 2016) Halomoan. (Online) (http://repository. (http://www.id/. Dimas.usu. S. 12. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Harjanti. 4. Dasar-dasar Manajemen Actuating. Simanjuntak.ac. F.rumahbelajar. September). 2013.id/bitstream/123456789/1229/1/manaj emen-ritha.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 19 .