BAB 2

PENGENALAN ALAT MANUAL TANGAN
2.1 TUJUAN
Setelah mempelajari job ini mahasiswa diharapkan mampu :
1.
2.
3.
4.

Menyebutkan peralatan kerja kayu secara manual
Menjelaskan fungsi setiap alat
Menjelaskan cara menggunakan alat tersebut
Dan mampu menggunakan alat – alat tersebut

2.2 ALAT – ALAT TANGAN
1. Bangku kerja / tempat menukang bagian – bagian dari alat ini
antara lain :
a. Mundam
digunakan.

: Tempat meletakkan alat sewaktu alat tidak

b. Lokasi kerja

: Tempat dimana kita mengerjakan benda kerja.

c. Penjepit /klem : Alat yang di gunakan untuk menjepit benda kerja.
d. Stopper

: Alat untuk menahan benda kerja saat mengetam,
terbuat dari kayu
atau besi yang dapat di pindah – pindahkan.

2. Alat pengukur dan pemberi tanda
a. Pensil

b. Kraspen

c. Siku baja

e. Siku goyang

f. meteran

g.meter lipat

h. mistar baja

gergaji potong b.gergaji bajang d.ketam panjang .gergaji punggung c.alat pemotong a.A.

Pahat tusuk H.E.pahat kuku .pahat lubang I.ketam sponing G.ketam kupu kupu F.

J.Alat penggerak K.Penggerak lilit .Penggerak sekrup L.

Ketam panjang : di gunakan untuk mengetam kayu yang panjang b.lurus dan siku a. Ketam pendek : di gunakan untuk mengetam kayu yang pendek c. Gergaji punggung d.B. Alat pemotong ( gergaji ) a. Gergaji besi b. Ketam Untuk membuat permukaan bidang kayu menjadi rata . Ketam tongkat/kupu-kupu : di gunakan untuk menghaluskan bidang – bidang yang . Gergaji belah c. Ketam baja : di gunakan untuk menghaluskan permukaan kayu dan ketam ini Terbuat dari baja tuang dan di lengkapi dengan baut penyetel untuk posisi dan kemiringan mata ketam d. Gergaji lubang 3.

ketam ini digunakan dengan satu tangan karena bentuknya kecil. Pahat lubang : di gunakan untuk membuat lubang – lubang yang dangkal c. : di gunakan untuk membuat alur . Klem ( penjepit ) e. Kakatu c. 4. Alat penggerak ( bor ) a. Penggerak benam ( counter sink ) 6. Palu kayu b. Penggerak pilin ( bor erwin / engkol ) c.lebar mata ketamnya antara 4 – 12cm : di gunakan untuk mengetam ujung kayu Serat . Ketam alur ketamnya dapat g. Pahat Untuk memotong serat kayu dan membuat lubang a. 5. Pahat tusuk : di gunakan untuk mendapatkan bidang yang rata b. Obeng d. Penggerak sekrup ( bor uncek ) e. Alat – alat bantu a. mata Diganti – ganti . Pengerak pusat b. Ketam blok atau ujung Lengkung. Palu besi f. Ketam sponing pinggir balok sesuai f. Tangg. : di gunakan untuk mengetam Dengan ukuran sponing. Pahat kuku : di gunakan untuk menghaluskan pekerjaan yang sisinya Cembung atau cekung. Kikir kayu . Penggerak lilit d.e.

3. pilihlah muka/bidang kayu yang lebih lebar yaitu muka I sebagai bedoman awal . a. 6.6 LANGKAH-LANGKAH KERJA 1) pengetaman .4 BAHAN YANG DIGUNAKAN Kayu kamper ukuran 55 x 6/8 cm 3. simpanlah alat-alat pada bangku kerja dengan baik dan teratur apabila belum diperlukan 2. 2. 7. 3. gergaji tangan pemotong/pembelah gergaji punggung ketam pendek kasar/halus palu besi siky dan siku verstek meteran pensi kraspen 3.2 INSTRUKSI UMUM Dalam pekerjaan ini dimaksudkan untuk latihan mengetam dan mengergaji dengan bahan sebatang kayu ukuran 6/8 cm yang akan diketam menjadi ukuran 5/7 cm.BAB 3 LATIHAN DASAR MENGETAM DAN MANGERGAJI 3. 4.1 TUJUAN 1. 4. 3.lurus dan siku melukis atau memberi tanda gores pada benda kerja memotong dan membelah kayu dengan menggunakan gergaji tangan 3. menggunakan perkakas tangan mengetam rata. pelajari dahulu gambar kerja dan ikuti langkah-langkah kerja dengan teratur 3. Ikuti petunjuk-petunjuk instruktur 3. 5.3 PERALATAN YANG DIGUNAKAN 1. pusatkanlah perhatian/pikiran pada pekerjaan 4.5 KESELMATN KERJA 1. 2.

)mengetam dengan sisi tebal II hingga lurus. mengetam sisi tebal III sampai ½-garis perusut menarik garis perusut untuk menentukan tebalnya sisi II dan III mengetam sisi IV sampai ½. A. c.jarak dari lukisan I sebesar 1.periksa semua permukaan apakah sudah rata.Melukis benda kerja (bagian-bagian yang akan digergaji)  melukis dengan ukuran 10 cm dari ujung.garis perusut. menarik garis perusut untuk menentukan lebarnya.lurus dan siku satu sama.b. d.5 cm  Melukis bidang II (mulai dari ujung berlawanan dengan ujung lukisan bidang I) .rata dan siku terhadap muka I. mengetam muka lebar I hingga lurus dan rata.7 cm dengan menggunakan gergaji punggung B.kemudian dibagi 7 bagian sama besar  Melukis garis miring membentuk sudut 45°dengan 4 bagian sama besar. Memotong menjadi ukuran bersih balok =53. e.dokontrol dengan siki 2. f.

5 cm dan jarak masing-masing garis 1.5 cm selanjutnya melukis garis tegak lurus pada sisis lebar dan membentuk sudut 45°pada sisi tebal dengan jarak masing-masing2. a) Dengan cara berselang-seling sedikit demi sedikit secara bergantian hingga batas akhir.   Melukis garis sejajar dengan jarak 10 cm dari ujung dalam 5 bagian yang sama besar melukis 4 garis tegak lurus dengan jarak dari lukisan tadi 1. e) Dengan cara berselang seling. b) Menggergaji dengan menggunakan gergaji potong. .digergaji ukuran bersih( tepat pada garis). c) Dengan cara berselang seling.2 cm Menggergaji : 1) Menggergaji belah dengan menggunakan gergaji pembelah baik bagian melebar maupun bagian tebal. d) Menggergaji dengan menggunakan gergaji punggung.digergaji dengan ukuran CATATAN : Penggergajian dengan berselang seling atau bergantian gunanya untuk mencegah terjadinya pecah-pewcah pada bagian-bagian sampingnya yang telah digergaji.

.

matikanlah lebih dahulu pusat listriknya. Konsentrasikan pikiran dan pekerjaan.pisau girik. apabila terjadi sesuatu kelainan pada mesin. bekerjalah menurut lembaran keselamatan kerja yang telah ditetapkanuntuk tiap  mesin. spindle.gurdi.pisau.pelindung cincin.terpasang   dengan kuat dan tepat sebelum memprgunakan mesin. Usakan sewaktu penyetelan dan menghidupkan mesin dilakukan oleh satu orang saja. hidupkan mesin dan pilih kecepan yang baik menurut pekerjaan yng harus diselesaikan.sekali-kali jangan   melakukan penyetelan pada mesin yang sedang berjalan.segera matikan mesin dan berdirilah  menjauhi mesin sampai pemutaran berhenti Awas sekali-kali jangan meninggalkan mesin yang berjalan karena orang lain dapat  memengannya tanpa mdngetahau akibatnya.dsb.jangan pergunakan mesin sebelum mesin itu mencapai kecepatan operasi  penuh.BAB 4 KESELAMATAN KERJA MESIN 4. periksalah apakah mesinnya bersih dan aman untuk  dipergunakan lagi oleh orang lain berikutnya. Setelah selesai memakai mesin matiakn motornya dan tinggalkan mesinnya hanya  apabila pemutaranya sudah berhenti sama sekali.1 KESELAMATAN KERJA SECARA UMUM UNTUK SEMUA MESIN KAYU  periksa aliran listrik dan pastikan semua bagian mesin sepertimur. . Hindari lingkungan yang membahayakan. Jika akan mengganti pisau atau meraparasi/menyetel mesin.atau daun gergaji.sepatu dan pakaian yang    praktis)seperlunya. pastikan bahwa semua alat pengaman dipasang secara baik. sebelum meningglkan mesin.kacamata.areal harus bersih dari potongan-potongan  kayu dan kotoran atau minyak Gunakan perlengkapan kerja (masker. Sebelum mesin dihidupkan. pastikan bahwa alat pemotong yang di pakai tajam dan terpasang dengan baik.dan pastikan bahwa tidak ada benda yang  menghambat pemutaran mesin pemotong itu.periksa bahwa tidak ada orang lain yang masih menyetel atau mengadakan perbaikan pada mesinnya. Laksanakan penyetelan apapun sebelum mesin dijalankan.

kemudian kunci tempat itu.anti penumbuk balik di setel 3 mm lebih rendah dari permukaan benda kerja. selalu pasang daun gergaji dengan gigi mengarah ke putaran motor.sebelum   mempergunakannya. pada waktu mengergaji.jangan di tarik terlalu  cepat karena akan mengakibatkan daun gergaji terjepit atau menimbulkan kecelakaan.Arah dorongan benda kerja harus dilakukan dari sisi yang berlawanan terhadap anti penumbuk balik. pilih permukaan kayu pekerjaan yang dapat menempel stabil terhadp pengantar/meja  mesin.selalu kembalikan daun gergajinya ke posisi berhenti di  belakang dan matikan mesin. untuk pekerjaan membelah. jangan pindahkan benda kerjanya setelah di gergajis sebelum daun gergajinya kembali  pada posisi berhenti di belakang.anti penunbuk balik (antkiback) harus bebas terhadap  benda kerja. pilihlah daun gergaji yang tepat untuk pekerjaan.2 KESELAMATAN KERJA MESIN GERGAJI AYUN PEMOTONG(RADIAL ARM SAW)   Semua penyetelan dilaksanakan hanya pada waktu mesin keadaan mati. . untuk pekerjaan memotong.4.dn sekali-kali  tangan jangan terletak segaris dengan celah yang digergaji. Selesai melakukan operasi.periksalah ketajamannya. menariknya gergaji harus perlahan-lahan dan dapat dirasakan.tempatkan jari pada salah satu sisi daun gergaji.setel ketinggian daun gergaji sampai daun gergaji itu  memotong kurang lebih 2 mm dari permukaan alas meja. untuk pemotong putus.

2.miring dan serong Membuat sponing/alur 4. 5. 6. 1. 3.daun gergaji 3.untuk menahan benda kerja agar tetap menempel oada  penagantar pembelah Block pengantar.untuk pengantar pembelah bentuk orang 4.untuk mendorong benda krja yang kecil.motor 2.bagian yang terpenting bagi mesin geraji ayun 1.2 KESELAMATAN KERJA MESIN GERGAJI BUNDAR(CIRCE SAW) . 4. Papan pendorong.membuat takik membuat purus Bagian.Fungsi Mesin Gergaji Ayun      Memotong tegak.miring dan serong Membelah tegak. Alat-alat bantu untuk menjaga keamanan   Tongkat pendorong.pengaman lock=pengunci 5.anti penumbuk balik:untuk menahan benda kerja agar jangan sampai beralik memental pada saat membelah 6.meja kerja.

 Pasanglah tudung pengaman dengan kokoh dan benar. apabila kayu akan digergaji melengkung.pakain kerja janga kedodoran. setelah selesai melakukan operasi.posisi badan dan tangan berada di salah satu sisi di daun   gergaji. jangan melakukan pengergajian tanpa penggantar (pengantar belah dan  potong)atau pengantar khusus. setel daun gergaji maksimal 5 mm lebih tinggi di atas permukaan benda kerja  yang digergaji. mintahlah petunjuk atau persetujuan instruktur sebelum melakukan pekerjaan  yang memerlukan alat bantu khusus.letak bidang yang cekung menempel di  meja. ketika mengergaji. jangan sekali-kali mencoba menyingkirkan/mengambil sisa potongan kayu kecil  pada saat gergaji berputar. apabaila daun gergaji masih berputar.mintalah ijin instruktur atau pengawas.janganlah kayu itu di tarik ke belakang. gunakan kaca mata dan masker.matikan mesin gergaji dan turunkan daun  gergaji ke bawah permukaan meja. . jangan mengergaji benda kerja bentuk bulat atau silinder tanpa menggunakn alat  bantu khusus.Jika perlu melepas tudung  pengamanan untuk suatu operasi.

Membuat cekungan pada benda bulat. 6. Tudung pengaman. 4. Pengantar belah tambahan Meja kerja Penyetel kemiringan daun gergaji. peraturan untuk membelah mesin gergaji bundar gunakan tongkat pendorong untuk membelah kayu yang jaraknya antara daun gergaji dan pengantar<10cm. Membauat purus. Jangan menggunakan pengantar belah sebagai pembnatyas(stopper). 5.dan sama skali tidak boleh mendorong atau menarik kayu yang hendak di belih.mesin jangan di matikan. Anti penumbuk balik. 9. . 1. Membelah tegak lurus dan sudut 45°-90° Memotong tegak lurus dan sudut 45°-90° Membuat alur V dan U.biarlah daun gergaji berputar terus hingga dingin dan lurus putaranya. 3. jangan membelah kayu yang pannjangnya < 15 cm 2. Membuat sponing. 8. Daun gergaji Pengantar belah utama. jika daun gergaji menjadi panas dan mulai goyang berputarnya. 5. Jauhkan pengantar (belah)sebelum menggunkan pengantar potong (umetre gage) 3. 2.kecuali jika dipasang kayu dipasang kayu batas (clearance block) Fungsi/kegunaan 1. Jangan sakali-kali memotong kayu di mana bidang yang menempel pada pengantar potong(metre gauge)kurang dari 15 cm 4. Motor Spilter. 4. 2. 6. Bagian-bagian dari mesin gergaji bundar 1. 3. 5. 4.kayu harus segera dan secepat mungkin ditarik atau di angkat. Gunakan alat/kayu pendorong untuk menggergaji benda yang kecil peraturan memotong 1. Tempatkan jari/tangan sedikitnya 10 cm dari daun gergaji 2. Pembamntu hanya sekedar memegang kayu. 7. jangan membelah kayu lebarnya< 1 cm anatar pengantar dan daun gergaji. waktu membelah harus menggunakan spiliter 3.

juga menggunakan papan pegas jika lebarya kurang dari 2 cm 7. 10.4 KESELAMATAN KERJA MESIN KETAN PERATA(SURPACE PLANNER) 1. 5.dan tebalnya<1 cm. Gunakan papan pegas(feather board)untuk memengang/menekan benda kerja yang tebalnya kurang dari 1 cm.meja belakang sama tinggi terhadap pisau ketam 4.apakah telah dalam posisi atau persyaratan yang benar sebelum mengoperasikan mesin. Pergunakanlah selalu tudung pengaman. 11.1. 4. 9. Janganlah merubah kedudukan meja belakang kecuali untuk hal-hal khusus.kecuali jika membuat potongan sponing 2. Gunakan papan pendorong (push board) untuk mengetam kayu yang panjangnya<30 cm.tempatkan di meja muka dan belakang(untuk mengetam bagian muka kayu)untuk mengetam bagian sisi/tepi kayu. Alat tambahan pada mesin gergaji bundar Tongkat pendorong Papan pebdorong Block pengantar Dll 4. Gunakanlah alat bantu khusus untuk pekerjaan-pekerjaan special. Gunakan tongkat pendorong (push stick) untuk mengetam sisi tebal kayu jika tingginya kurang dari 5 cm atau 2 cm lebih rendah dari tinggi pengantar 8. 3. Jangan sekali-kali menekan benda kerja tepat diatas pisau ketam.serta mintalah . 3. PanPeriksalah lebih dahulu kedudukan meja depan belakang.dan membahayakan bila terjadi tumbuk balik. Jangan mulai bekerja sebelum putaran mesin mencapai kecepatan penuh.tergantung dari lebar pengetaman dan jenis kayunya 6. 2. Pengetaman meskipun yang normal harus tidak lebih dari 3 mm. Jangan berdiri di meja muka.

13. 2. 2.(untuk menekan benda kerja yang kecil agar tidak terangkat 4. Alat-alat tambahan.kalau tidak. Papan pendorong 2.5 KESELAMATAN KERJA MESIN KETAM PENEBAL(THICKNESSER PLANNER) . Membuat tirus. 1. Pakaian kerja jangan kedodoran (terutama bagian tangan ) Fungsi mesin ketam perata 1. Membuat coakan . 3. 3.akan terjadi putaran yang tidak seimbang. 5. Motor Pisau ketam Meja yang terdiri dari dua bagian : meja depan dan meja belakang. Papan pengas. Bagian-bagian dari mesin ketam perata 1. Mengetam bidang I dan II(siku 90°) Mengetam miring 45°-90°.12. Tudung pengaman Pengantar. 4. dpada saat yang sama. 4.

gantilah semuanya.mata kayu lepas atau pecahpecah kayu yang parah.5 a 2 mm 7.atau 5 cm lebih panjang dari jarak antara ro masuk dan keluar 4. 5.apakah bebas dari paku. Apabila mau mengganti atau menjalankan pisau. 12.dan keluarkan benda kerjanya. Periksa benda kerja. 6. Sesuaikan kekuatan rol penggerak terhadap lebar pengetaman dan kekerasan kayu 10.1. 4. Apabila benda kerja macet tidak mau jalan. Bidang Mengetam III dan IV dimana bidang I dan II sudah saling tegak lurus 2. Tebal pengataman maksimal 1. Jangan mengetam kayu yang tebalnya kurang dari 5 mm. 11.jangan sekali-kali memaksa mendorong benda kerja yang macetdengan memukulnya 9. Jaga posisi jari/tangan ditempat yang aman terhadap rol penggerak dan meja jika sedang memasukkan benda kerja. 3.kemudian turunkan meja ketam setelah motor berhenti berputar.kemudian di pasang pisau yang sama tajam serta ukurannya.bidang yang di ketam(tebal kayu)minimal 1.dan untuk lebar + 15 cm adalah 5 cm. Panjang benda kerja minimal 35 cm. 8. Benda kerja yang panjangnya kurang dari 35 cm dapat diketam jika diikuti/disambungdengan pengetam berikutnya yang panjangya lebih dari 35 cm 5. Fungsi mesin ketam penebal 1.kecuali mempergunakan pengantar khusus (block pengantar) 6. Matikanlah selalu lebih dahulupusat listriknya apabila akan memperbaiki mesin atau melepas pisau. 2.ambil bagian yang tertebal sebagai pengukuran awal.5cm.sebelum mesin dijalankan.untuk lebr papan + 8 cm. Jika mengetam sisi tebal kayu. Setel ketinggian meja sesuai dengan tebal benda kerja dengan pemotongan + 1 cm.5 -2. 13. dari ketam perata Mengetan untuk bentuk tirus Mengetam untuk bentuk bikonfek Mengetam dengan bentuk glombang Membuat bentuk segibanyak Dll . Bidang kayu yang menempel ke meja harus sudah di ketam lurus dan rata 3.matikan mesin.

4. 2. 4. 10. Lakukan pengeboran dua kali atau lebih apabila lubang yang akan di bor di tekan ke benda kerja. Pisau ketam Rol penggerak Rol depan dan belakang Meja kerja Penyetel ketinggian 4.alas apabila dirasa akan tembus. Lakukan penyetelan hanya jika mesin dalam keadaan mati. Pakailah sepatu penggurdi(bor) yang akan dipakai.kedalam cengkam (ehuck)paling sedikit 2 cm 6.5KESELAMATAN KERJA MESIN BOR (DRILL PRESS) 1. Ingat. Masukan mata bor router atau lainyya.mesin harus jalan lebih dahulhi sebelum bor ditekan ke benda kerja. maka putarannya makin lambat 3. 9.kecuali sekrup umpan dikirim halus. 3. Tempatkan tangan cukup aman dari mata bor dan sedapat munkin benda kerja harus selalu dimatikan terhadap meja supaya tetap kokoh 5.makin besar diameter bor. Gunakan ganjal.waktu mengebor .makin besar diameter bor. Bilaman mengunakan pisau router dorongan benda kerja berlawanan dengan putarannya. 5. 8. Jangan sekali sekali mengunakan bor Irwin(auger bit). . Pilihlah kecepatan sesuai terhadap bor yang akan di pakai.Bagian-bagian dari mesin ketam perata 1. 2.maka putarannya mulai lambat. 7.

Untuk pengeboran yang besar dapat mngunakan mata gergaji 4. Semakin besar mata borr maka semakin lambat pula putarannya.1 TUJUAN 1. BAB 5 KUSEN PINTU 5. 3. Untuk pengeboran dowel sebaiknya mengunakan pembatas agar dalamnya bisa tersentuh 3. 9. Mata bor irwintidak boleh digunakan pada bor mesin. FUNGSI MESIN BOR 1. 5. Untuk pengeboran yang cukup dalam harus dilakukan berulang ulang agar mata bor tidak panas. 2. 5. 7. ketam perata . Untuk mengebor dowel BAGIAN BAGIAN DARI MESIN BOR 1. dan baik hasilnya . Untuk pengeboran tembus dan tidak tembus 2. gergaji belah. Untuk mengebor miring(benda kerja dimiringkan) 3. Usahakan kepala tidak terlalu dekat dengan mata bor dan rambut harus pendek dan rapi. 4. Motor listrik Sabuk ban Roda penerus Ropda pemutar Tuas otomatus Cak/pencekam Tiang mesin Meja mesin Alas meja SYARAT SYARAT PENGUNAAN MESIN BOR 1. Menyetel dan mengoperasikan mesin – mesin diantaranya : gergaji ayun . 2. aman . 6.11. dan gergaji pita sesuai bentuk dan macam pekerjaan yang sedang dilakukan dengan betul . 8. ketam penebal.

Bagian dari kusen pintu yaitu ambang datar dan tiang. siku dan lurus.5 – 4 ) cm ini tergantung dari tebal daun pintu. Mesin gergaji ayun Mesin ketam perata Mesin ketam penebal Mesin gergaji belah Mesin gergaji pita Mesin bor Siku. 2. 8.dan kekokohan hubungannya maka dibuat alur kapur dan pasang angkur yang berukuran diameter 10 mm – 25 mm. 5. Untuk kusen dengan lubang angina –angin di atasnya maka ukuran tinggi dari pada lubang angina harus benar – banar sama.tebal daun pintu rata – rata ( 3 – 4 ) cm sehingga lebar sponing sekitar ( 3. Agar hubungan kusen dengan tembok kelihatan baik maka pada kusen dibuatlah sponing kapur yang berukuran 1 x 1 cm .2. meteran Pahat tusuk dan lubang .2 INSTRUKSI UMUM Kusen pintu berfungsi untuk menggantungkan daun pintu dan juga untuk menambah keindahan dan menahan pasangan dinding agar pasangan sekitar lubang dinding untuk pintu tidak runtuh. lubang angin bermacam – macam sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Pertemuan ambang datar dan tiang. ini diperhitungkan agar bahan untuk lis efektif . Ukuran yang umum dipakai untuk rumah tinggal berkisar 80 cm lebarnya dan tingginya 200 cm tampa angina – angina . pertemuan ambang datar dengan tiang ( ambang tegak ) dibuat lubang dan pen/purus lebar purus 1/3 lebar ambang dan tebalnya = tebal kusen – tebal sponing.5 cm dan tebalnya setebal daun pintu + sekitar 3mm agar tidak terlalu sempit setelah daun pintu dipasang. Menyebutkan fungsi utama dari pada kusen pintu pada suatu konstruksi bangunan 3. dan lebarnya sekitar 3. 5. 5.5 . pensil . 3. 7. Untuk sponing kaca dibuat tebalnya = 1. 6. tebal sponing = 1.3 PERALATAN YANG DIGUNAKAN 1. Membuat kusen pintu sesuai dengan gambar job dengan langkah kerja yang betul dan hasil yang baik .5 cm . 4.

Amplas hingga halus dan memasang skoor agar tidak mudah berubah sudut – sudutnya 13. 4.9. Bagian – bagian sambungan dicoba untuk dirakit 10.4 BAHAN – BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Memeriksakan kepada instruktur dan memberi komentar tentang pekerjaan tersebut .5 LANGKAH KERJA 1. Menghitung kebutuhan bahan dan merencanakan pemotongannya sehingga sedikit 3. Paku lis 1 inch 5. Merakit . Palu kayu 5. 5. Membuat sponing pintu dan sponing kaca 9. teliti dan jelas bagiannya 7. mungkin bahan yang terbuang Memotong bahan sesuai kebutuhan Mengetam dua bidang dengan ketam perata hingga lurus dan siku Mengetam dua bidang lainnya dengan ketam penebal hingga lurus dan siku Melukis atau menandai benda kerja benda kerja esuai gambar job dengan betul . Papan berukuran ( 1/20x400 ) cm untuk lis kaca 3. 6. jangan sampai baling harus siku dengan sudut – sudutnya 11. Membuat lis kaca dan memasangnya 12. Mengerjakan lubang dan purusnya 8. Kayu berukuran ( 6/12x400 ) cm 2. Menyiapkan alat dan bahan 2.