You are on page 1of 16

Step 7

1. Apa Diagnosis dan DD pada scenario? Dan perbedaan Schistosoma Mansoni, Haematobium, dan
Japonicum?
Jawab:
 Schistosomiasis  penyakit parasit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing schistosoma.
- Transmisi  ketika s’org penderita mencemari air tawar dengan feses yang mengandung telur
parasit, kemudian telur menetas di air
- Maifestasi klinis :
 Schistosomiasis intestinal  nyeri perut, diare, pada kasus lanjut terdapat darah di tinja,

-

hepatomegali, asites, hipertensi pembuluh darah di perut, pembesaran limfa
 Schistosomiasis urogenital  hematuria (darah dalam urin), fibrosis kaandung kemih dan
ureter, pada kasus lanjut terjadi kerusakan ginjal. Pada wanita bisa terdapat lesi genital,
perdarahan vagina, nodul di vulva. Pada pria bisa menginduksi vesikula seminalis, prostat
dan organ lainnya, ketidak suburan.
S. mansoni  vena mesenterika inferior usus besar
S. Japonicum  vena mesenterika inferior, vena mesenterika superior pada usus kecil dan besar
S. Haemaobium  pleksus vesikalis, vena dalam rectum

LEPTOSPIROSIS
penykit zoonosis yang disebakan oleh
Microorganisme Leptospira interogans. Penularannya
yaitu manusia terinfeksi melalui kontak dengan air,
tanah, lumpur yang terkontaminasi oleh urin binatang
yang telah terinfeksi leptospira. Infeksi tersebut
terjadi jika terjadi luka/erosi pada kulit atau selaput
lendir.

ANKILOSTOMIASIS
 Larva menembus kulit sampai ke usus: 1 minggu,
sampai dewasa 5-6 minggu
 A. duodenale dapat menetap di usus 6- 8 tahun
 N. americanus: 4-5 tahun
 Transmisi  larva filariform menembus kulit:
folikel rambut, pori, kulit utuh
 Port d’entrée: dorsum pedis, sela jari, tangan, sela
jari, bagian tubuh yang kontak dg tanah - menelan
larva filariform: makanan & minuman tercemar
- Manifestasi  masa inkubasi 2-26 hari, rata2 10  Larva: - kulit: ground itch, dew itch hari. Ada 2 fase khas yaitu :
makulopapular, eritema - gatal hebat
(1) Fase leptospiremia  adanya leptospira di dalam  infeksi sekunder - paru: batuk, bronkhitis,
darah dan cairan serebrospinal, berlangsung
pneumonitis

Gejala tergantung spesies cacing, jumlah cacing,
secara tiba2 dan gejala awal sakit kepala di

pdf . disebut fase imun.     gizi penderita Gastroenteritis: . Pada keadaan lebih berat demam turun setelah 7 hari dan diikuti bebas demam 1-3 hari kemudian demam kembali.id/system/files/users/saleha. menggigil dan kelemahan umum. lemah. ikterik. demam tinggi. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 633) Sumber : http://staff. fase ini berlangsung 4-7 hari.perdarhan berupa epistaksis. hiperestesi kulit. kulit ada rash. produktivitas menurun.berat anemia sesuai dg berat infeksi . dan pinggang. melena .sungkar/material/modultumbuhkembang. edema. mencret. sakit otot paha. napsu makan berkurang.ui. uremia. pada hari ke3-4 dijumpai konjungtiva suffusion dan fotofobia. mual muntah.Self limiting Eosinofilia cacing mengisap darah (protein dan zat besi) dan substansi mukosa . muntah. Sumber : Reksodiputro.akibat anemia: pusing. Sakit menyeluruh pada leher. (2) Fase imun  peningktan titer antibodi.Mual. perkembangan fisik. bradikardia relatif. menggigil. dan otot kaki terutama betis. mental dan seksual terhambat gejala ringan/tidak nampak bila gizi baik Sumber : WHO Media Center. nyeri epigastrium.ac. daya tahan menurun. demam dengan suhu 40oC. ikterus. perut. betis. A Harryanto dkk.6 minggu setelah infeksi .antikoagulan . Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1. diare.frontal. February 2016. Schistosomiasis. 2014.

.

RIA.2. dll Sumber : Reksodiputro. Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1. Bagaimana pemeriksaan penunjang dan fisik untuk menentukan dx pada scenario? Jawab :  Pemeriksaan tinja secara langsung atau kuantitatif Kato-Katz. 2014.  Uji serologis  ELISA. A Harryanto dkk. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 793) . Dikatakan infeksi berat bila ditemukan telur >400 butir dalam 1 gram tinja.

Interpretasi pemeriksaan fisik dan penunjang? Interpretasi px fisik: . 4.Hepatosplenomegaly . Makrofag tidak dapat memakan namun hanya memepel karena ukuran cacing lebih besar sehingga mengundang eosinophil. pada fase serkaria  hipertensi porta yg menyebabkan kerusakan periporta jika mengalami fibrosis maka kerja lien meningkat sehingga mengakibatkan splenomegali Interpretasi px penunjang: .3.Eosinophil: lipopolisakarida cd4 karena terdapat makrofag sehingga menghasilkan IL4 dan 5 mengaktifasi eosinophil datang untuk membunuh parasite. granula merupakan toksik untuk parasite. Apa hubungan keluhan pasien dengan pekerjaan dengan tempat tinggal? Jawab : .

situasi pekerjaan dan lain-lain. Demikian juga halnya di Desa Dodolo sumber air yang mereka gunakan berasal dari sungai. Program Pengendalian Skistosomiasis. Daerah disekitar sungai yang dipergunakanoleh masyarakat sebagai sumber air masih perlu diperiksa untuk memastikan bahwa air yang dipergunaakan oleh masyarakat terbebas dari parasit Schistosoma./3276 Jenis pekerjaan dapat berperan dalam timbulnya penyakit. Penelitian yang dilakukan didaerah tersebut menunjukkan bahwa prevalensi schistosomiasis paling banyak ditemukan pada masyarakat yang bekerja sebagai petani. misalnya adanya faktorfaktor lingkungan kerja yang langsung dapat menimbul-kan kesakitan.. 5. Penularan schistosomiasis di Dataran Tinggi Napu berhubungan dengan kebiasaan masyarakat mandi.php/MPK/article/viewFile/.litbang.14 Sebagaian besar masyarakat di Desa mekarsari dan Desa Dodolo buang air besar di jamban.depkes. mencuci di sungai.12 ejournal.id/index. 2010.12 Hal ini disebabkan karena kemungkinan terjadi kontak dengan tempat- . mandi dan mencuci disumur.Sumber : Ditjen PP dan PL Kemenkes RI.. pemanfaatan sumber air. mencuci kaki dan tangan di sungai dan berenang. Sumber air yang digunakan di Desa Mekarsari untuk keperluan sehari-hari yaitu air sungai yang dialiri dengan menggunakan sistem perpipaan. bepergian ke daerah fokus. Apa hubungan kebiasaan mck di sungai? Jawab : Perilaku pencegahan penyakit merupakan respon untuk melakukan pencegahan penyakit termasuk dengan perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain.go.

7 Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan schistosomiasis adalah menghindari kontak langsung dengan perairan yang terinfeksi..depkes.php/MPK/article/viewFile/.litbang. Masih adanya perilaku yang berisiko terhadap infeksi schistosoma seperti tidak menggunakan sepatu boot pada saat bekerja di sawah menyebab-kan penularan schistosomiasis di daerah tersebut hingga saat ini masih terus berlangsung. masyarakat memanfaatkan air yang berasal dari daerah fokus untuk mengairi sawah. Disamping itu.Penularan schistosomiasis terjadi karena adanya kontak antara manusia dengan perairan atau memasuki perairan yang terinfeksi parasit Schistosoma menyebabkan meningkatnya penderita schistosomiasis di dalam masyarakat.go. Apalagi untuk pergi ke kebun atau sawah mereka harus melewati daerah fokus.id/index./3276 ..tempat yang mengandung serkaria sangat besar. ejournal. contohnya menggunakan sepatu boot karet.

A Harryanto dkk.Sistosomula  serkaria tidak berekor yang diangkut melalui darah atau limfatik ke paru-paru dan jantung. Eosinofilia bisa juga ditemukan .2. 2014. papul. Vol. dan usus adanya jaringan granulomatosa dan fibrosis pada dinding buli-buli  terjd ulkus & polip  sisa2 telur jadi kalsifikasi Sumber : Majalah Kedokteran Andalas No. prostat. muntah. rectum.lesu. ureter.6. . pusing. Apa pathogenesis dan patofisiologi dari penyakit dari scenario? Jawab :  Patogenesis  Patofisiologi . Haematobium matang dalam pleksus venosa buli-buli. nafsu makan menurun ? .Telur  yang menyebabkan schistosomiasis dan demam katayama. Mengapa timbul diare. Infeksi berat dapat menyebabkan gejala seperti demam dan batuk.Cacing dewasa  dalam darah vena. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 794) 7. panas) 2-3 hari pasca infeksi disebut swinner’s itch.35. Telur di hepar  mengakibatkan fibrosis periportal  selanjutnya hipertensi portal namun fungsi hati tetap normal  kolateralilasi sistem portal karna hipertensi portal dapat mengakibatkan embolisasi telur ke dalam paru hipertensi portal dan kor pulmonal S. kemudian betina bertelur 46 minggu setelah penetrasi serkaria. Telur cacing betina yang dapat merusak organ . lemas. cacing jantan dan betina kawin. mual.Serkaria  penetrasi serkaria  dermatitis alergika di tempat masuknya (eritem. Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1. gatal. Juli-Desember 2011 (hal: 83) Sumber : Reksodiputro.

Mekanisme yang menyebabkan anemia! Anchiostoma (N. pendarahan. yaitu iritasi mukosa. mempunyai mekanisme menekan nafsu makan dengan menekan pusat pengatur rasa kenyang dan rasa lapar di hipotalamus. RICHARD D. Khie. Penurunan nafsu makan merupakan akibat dari kerjasama IL-1 dan TNF-α. Beberapa telur masuk ke dalam kotoran(tinja)atau kemih. Lemah & lesu Badan pasien terasa lemas. 2000). Leonard.MERCK MANUAL HANDBOOK. Idrus. Aru W. Herdiman T. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Americanus). Setiyohadi. Akibat gigitan sebagian darah hilang dan . yaitu serotonin. Cacing pita dewasa tersebut meletakkan telurtelur dalam jumlah besar pada dinding kandung kemih atau usus. Simadibrata K. schiostoma. Setiati. Pohan. Siti. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Nafsu makan menurun Nafsu makan pasien berkurang. dimana mereka tinggal untuk beberapa tahun. karena pasien tidak mendapatkan makanan yang ada sebagai sumber energi akibat kurangnya asupan nutrisi karena pasien merasa mual dan nafsu makan berkurang. karena salah satu mediator inflamasi. Pada daerah-daerah tertentu anemia gizi diperberat keadaannya oleh investasi cacing. Sumber : Suhendro. dalam Sudoyo. Peningkatan leptin dalam sirkulasi menyebabkan negatif feedback ke hipothalamus ventromedial yang berakibat pada penurunan intake makanan (Luheshi et al. Cacing tambang menempel pada dinding usus dan memakan darah. terutama oleh cacing tambang. P. SCHISTOSOMIASIS. Keduanya akan meningkatkan ekspresi leptin oleh sel adiposa. 2. Chen. Marcellus. yang menyebabkan borok.Cacing pita dewasa tersebut masuk melalui aliran darah menuju tempat terakhir di dalam pembuluh darah kecil di kandung kemih atau usus. 2007 1. askariasis. dan pembentukan jaringan luka parut. Bambang. Nainggolan. Alwi. Telur-telur tersebut menyebabkan jaringan setempat rusak dan meradang. yang dilepaskan pada proses radang..

maka limfosit T akan mengeluarkan substansi dari TH-1 yang berfungsi sebagai imuno modulator yaitu IFN gama. bila jumlahnya terlalu banyak akan menimbulkan efek toksik seperti demam.usu. repository. walaupun ini masih belum terjawab dengan jelas termasuk berapa besar jumlah darah yang hilang dengan infeksi cacing ini (10. dan somnolen (Soedarmo.dikeluarkan dari dalam badan bersama tinja. Bila terdapat 20. Jumlah cacing yang sedikit belum menunjukkan gejala klinis tetapi bila dalam jumlah yang banyak yaitu lebih dari 1000 ekor maka. Cacing berpindah tempat menghisap setiap 6 jam perdarahan ditempat yang ditinggalkan segera berhenti dan luka menutup kembali denqan cepat karena turn over sel epithel usus sangat cepat (10). 2002). Bila didalam tinja terdapat sekitar 2000 telur/ gram tinja. Dengan jumlah 5000 telur/gram tinja adalah berbahaya untuk kesehatan orang dewasa.10). .pdf 3.7). orang yang bersangkutan dapat menjadi anemia (7).ac. dan menstimulasi sel B untuk memproduksi antibodi.000 telur/gram tinja berarti ada kurang lebih 1000 ekor cacing tambang dalam perut yang dapat menyebabkan anemia berat (7. berarti ada kira-kira 80 ekor cacing tambang didalam perut dan dapat menyebabkan darah yang hilang kira-kira sebanyak 2 ml per hari. menghambat replikasi virus.(8. Namun. nyeri kepala berat. muntah.9) Dimana IFN gama akan merangsang makrofag untuk mengeluarkan IL-1 dan TNF alpha. Untuk mengetahui banyaknya cacing tambang didalam usus dapat dilakukan dengan menghitung banyaknya telur dalam tinja.id/bitstream/123456789/3676/1/fkm-rasmaliah8. nyeri sendi. IL-1 sebagai mayor imunomodulator yang juga mempunyai efek pada endothelial sel termasuk didalamnya pembentukan prostaglandin dan merangsang ekspresi intercellular adhesion molecule 1 (ICAM 1). IFN-γ sebenarnya berfungsi sebagai penginduksi makrofag yang poten. rasa dingin. Il-2 dan CSF (Colony Stimulating Factor). Muntah Antigen yang bermuatan peptida MHC II akan berikatan dengan CD4+ (TH-1 dan TH-2) dengan perantaraan TCR ( T Cell Receptor ) sebagai usaha tubuh untuk bereaksi terhadap infeksi tersebut. Kehilangan darah yang terjadi pada infeksi kecacingan dapat disebabkan oleh adanya lesi yang terjadi pada dinding usus juga oleh karena dikonsumsi oleh cacing itu sendiri . nyeri otot. Perdarahan itu terjadi akibat proses penghisapan aktif oleh cacing dan juga akibat perembesan darah disekitar tempat hisapan.

Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. pp: 176-209.Soedarmo PS. 8. In: Soedarmo dkk (ed). Bagaimana siklus hidup dari parasite tersebut? Jawab : Di dalam tubuh  larva menjadi schistosoma dewasa  hidup di dalam pembuluh darah  cacing betina melepas telur  beberapa telur keluardari tubuh ke tinja atau urin untuk melanjutkan siklus hidup parasit  dan telur lain ada yang berada di tubuh  menyebabkan reaksi kekbalan tubuh dan kerusakan progresif organ Sumber : WHO Media Center. 2002. . February 2016. Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi Pertama. Infeksi Virus Dengue. Schistosomiasis. Jakarta: IDAI.

Urinariuslebihbanyak . Faktorresikomeningkatpadausia 15-20 tahun. Heterogenitaspopulasicacing. yang 1 lebihinvasifakibatkerentanangenetispejamu 5. Kejadian S.9. dan S. 6. Tempattinggalkumuh 4. Intestinalislebihsedikit. danmenurunpadausia 40 tahun. Kemiskinan 2. Sanitasi yang jelek 3. Apa etiologi dan factor resiko dari skenario? Jawab : Faktor yang mempengaruhi : 1.

ukang daging yang terpajan saat memotong hewan. Pemancing ikan. S. Oncomelaniaditemukan di hutan. atau kontak dengan bahan lain seperti plasenta. 1. Habitat siputinihidup di daerahsepertibekassawah. saluran air dandaerah yang alamisepertitempatbecek yang terlindung. Tempat rekreasi di air tawar : berenang. arum jeram dan olahraga air lain. Japonicum :Cinadan Asia Tenggara àmanusia. 10. Mencuci atau mandi disungai atau danau. Pekerja tambang. Pekerja potong hewan. S. pemulung. di tepidanau. mendaki gunung. Dunialama : S. S. babi. genangan air hujan atau kubangan. Anak-anak yang bermain di taman. 1974). KlasifikasiSchisostma : 1. ditepihutandan di dalamhutan di bawahpohon. kerbau air 4. Pembersih selokan. Haematobiummenyerangbagianurinarius Di DataranLindu. cairan amnion dan bila kontak dengan percikan infeksius saat hewan berkemih. Japonicummenyerangbagianintestinalis 2. Mansoni :Afrika. Intercalatum :Afrika Tengah. terutama saat memerah susu. Mekongi :sungai Mekong Thailand. Tukang kebun atau pekerjaan di perkebunan. Mansonidan S. S. SebagianbesarpopulasiOncomelaniaditemukan di daerahpersawahan yang tidakdiolahdengankarakteristiktanah yang berlumpur. S. pekerja tambak udang atau ikan tawar. KepulauanKaribiadanAmerika Selatan àmannusiadanrodensia 2. Apa pencegahan pada penyakit diskenario? .Padadaerah yang alami. Laut Tengah bagiantimur.h. pemeliharaan hewan dan dorter hewan yang terpajan karena menangani ternak atau hewan. rakit bambu. Kamboja. Peternak.PadaumumnyaOncomelaniaditemukanberkelompok di tanahlumpurataumenempelpadasubstrat (Sudomo& Carney. anjing. laos 5. Faktor Resiko : Kontak dengan air yang terkonaminasi kuman leptospira atau urin tikus saat banjir. Petani tanpa alas kaki di sawah. Haematobium :AfrikadanLaut Tengah bagianTimur 3. trilomba juang (triathlon).Adanyarumput liar yang tinggidigunakanOncomelaniauntukperlindungan. O.Ada 5 jenisschisotosoma : 1. menyentuh hewan mati. Oncomelaniaditemukan di sekitarsistempengairan Sungai Lariang (Sudomo& Carney. memasuki gua. menolong hewan melahirkan. 1974). Pekerjaan tukang perahu. lindoensisditemukan di sekitarsistempengairan Sungai Gumbasasedangkan di DataranTinggiNapu. Duniabaru : S.

Dosis sekali 12-15 mg/kg/hari. Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1.Jawab : Jangan berenang atau menyebrangi air tawar di daerah yang terjadi schistosomiasis. Mansoni. Minum air yang aman. Ada juga 40-60 mg/kg/hari dosis terbagi 2 atau 3 selama 2-3 hari. danau. langsung tidak aman diminum. Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1. A Harryanto dkk. Haematobium dan S. 11. A Harryanto dkk. sungai. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 794) .  Oxamniquine  efektif untuk S. Untuk S. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 794) Sumber : Ditjen PP dan PL Kemenkes RI. 2014. 2010. Air dari kanal. Dosis 2x20 mg/kgBB/hari untuk S. Sumber : Reksodiputro. Program Pengendalian Skistosomiasis. diberikan bersama makanan Sumber : Reksodiputro. mansoni. 2014. Bagaimana tatalaksana pada skenario? Jawab :  Praziquantel  dapat menurunkan telur setelah 6 bulan terapi. Japonicum 3x perhari.

Apa komplikasi yang dapat ditimbulkan? Jawab :  Hipertensi portal  Splenomegali  Varises esofagus  Gangguan fungsi hati: ikterus.12. asites. koma hepatikum  Hiertensi pulmonal dengan korpulmonal. gagal jantung kanan  Ganggaun usus besar  Batu buli-buli  Obstruksi ren dan bulu-buli  Gagal ginjal kronik .

2014. Jakarta : Interna Publishing (Hal: 793) . Ilmu Penyakit Dalam E/6 Jilid 1.Sumber : Reksodiputro. A Harryanto dkk.