You are on page 1of 14

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Mahar
1. Pengertian mahar
Mahar secara etimologi adalah maskawin, sedangkan menurut terminologi
adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati
calon suami untuk menimbulkan menurut syafi’iyyah mahar merupakan syarat
kewajiban suami sebagai syarat untuk memperoleh manfaat dari isteri, baik secara
ekonomis maupun biologis. rasa cinta kasih bagi sang isteri kepada calon suami.
Jadi dapat disimpulkan bahwa mahar atau maskawin adalah pemberian
yang wajib dilakukan oleh suami kepada isteri sebelum atau sesudah menikah.
2. Sejarah pembayaran mahar (mas kawin) di suku tehit papua.
Pembayaran mas kawin di suku tehit sudah dilakukan oleh sesepuh dan
moyang-moyang terdahulu dan menjadi suatu tradisi yang diturungkan kepada
masyarakat suku tehit. Adapun masyarakat suku tehit ini tinggal di kabupaten sorong
selatan, profinsi papua barat dan mereka terkenal dengan sebutan nakohok yaitu
artinya orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi dalam strata sosial. Mereka
dikenal sebagai orang-orang yang mampu dan memiliiki kekayaan, kehormatan dan
harga diri sangat dijunjung tinggi, baik itu dari pihak laki-laki ataupun pihak
perempuan.
Oleh sebab itu suku tehit adalah salah satu suku dari antara 2 suku yaitu
suku Moi dan suku maybrat yang memiliki kedudukan strata sosial yang sama.
Tetapi yang membedakan suku tehit dari suku-suku lain yang ada dipapua adalah,
urutan pembayaran. Adapun urutan pembayaran disuku tehit yaitu dilakukan sebanyak
tiga kali, yaitu harta anak dibayar satu kali, dan harta ibu dibayar 2 kali. Bukan hanya
itu, pembayaran dilakukan juga untuk orang yang sudah meninggal yaitu pembayaran
tulang belakang.
Oleh sebab itu, diharapkan supaya anak-anak perempuan harus menikah
dengan laki-laki yang berasal dari suku tehit, karena menurut mereka hanya laki-laki
dari suku tehit yang memiliki kemampuan untuk melunasi pembayaran mas kawin
tersebut. Hal ini dikarenakan laki-laki suku tehit merupakan anak adat atau dengan
kata lain mereka yang mengetahui adat-istiadat suku tehit, sehingga hanya mereka
yang mampu membayar mas kawin kepada perempuan di suku tehit.
3. Dokumentasi pembayaran mas kawin di suku tehit.

yang berupa makanan yang dipersiapkan dari pihak perempuan untuk diberikan kepada pihak laki-laki sebagai balasan pemberian mahar. . b. b. hal ini sangatlah berdampak buruk bagi perempuan karena merasa harga dirinya telah dijatuhkan dan tidak berarti. Untuk perincian secara keseluruhan yaitu sebesar : 150 juta 4. yang merupakan hal penting dalam menunjang pembayaran mahar. Perlengkapan Adapun perlengkapan yang diperlukan yaitu : . sehingga kebudayaan ini terus dilaksanakan. Adapun benda yang digunakan untuk pembayarannya yaitu. Masyarakat budaya Masyarakat yang hidup erat dengan budaya dan menjunjung tingi nilai budaya juga merupakan faktor penentu rendah dan tingginya harga diri perempuan menikah di suku tehit. dan harga diri mereka menjadi berarti dan bernilai.Kain timur.Konsumsi. adapun kebudayaan ini sudah menjadi identitas masyarakat suku tehit. Faktor keluarga Keluarga mempunyai peranan penting dalam pembayaran mahar di suku tehit. Aspek-aspek mahar a. 5.Uang. karena ketika pembayaran tidak sesuai maka masyarakat budaya . kain timur dan kaca. . Kebudayaan Mahar merupakan kebudayaan yang diturungkan dari para moyang. adapun ketentuan nilai mahar biasanya ditentukan oleh keluarga pihak perempuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi mahar (mas kawin) a. yang merupakan alat utama pembayaran mahar. oleh sebab itu keluarga merupakan sosok yang menentukan seberapa besar mahar. Ketika pembayaran tidak sesuai dengan ketentuan keluarga maka keluarga cenderung menolak mahar yang diberika oleh calon suami. mereka menganggap bahwa kebudayaan pembayaran mahar ini mengangkat harkat dan martabat mereka.Ini adalah foto pembayaran mas kawin menurut adat suku tehit kabupaten sorong selatan.

Gecas dan Rosenberg (dalam Cast dan Burke. seperti Carl Rogers. penting. dan diakui atau tidaknya kemampuan dan keberhasilan yang diperolehnya. sebagian karena manusia memang sangat memperhatikan berbagai hal tentang diri. Konsep diri adalah kerangka kognitif yang mengorganisir bagaimana kita mengetahui diri kita dan bagaimana kita memproses informasi-informasi yang relevan dengan diri. penerimaan. Berdasarkan uraian di atas. dimana evaluasi diri tersebut merupakan hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya serta perlakuan orang lain terhadap dirinya. bagaimana citra yang ditampilkan pada orang lain. tingkat keyakinan individu terhadap dirinya sendiri sebagai orang yang mampu. mereka akan menjudge pihak pria yang tidak mampu dan pihak perempuan yang gagal dalam pergaulannya sehingga memilih calon suami yang tidak mampu. seberapa positif atau negatif seorang individu memandang dirinya. dan berharga atau tidak. 2. Evaluasi ini diekspresikan dengan sikap setuju atau tidak setuju. harga diri adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif yang dipengaruhi oleh hasil interaksinya dengan orang-orang yang penting dilingkungannya serta dari sikap. dan perlakuan orang lain terhadap dirinya. Coopersmith (1967) mendefinisikan harga diri sebagai evaluasi yang dibuat oleh individu mengenai dirinya sendiri. 1991). berhasil. 1994: 499). 2002) mendefinisikan harga diri sebagai evaluasi positif yang menyeluruh tentang dirinya. Aspek-aspek harga diri . Penilaian tersebut terlihat dari penghargaan mereka terhadap keberadaan dan keberartian dirinya. Konsep diri. Evaluasi ini memperlihatkan bagaimana individu menilai dirinya sendiri. yang melibatkan unsur evaluasi atau penilaian terhadap diri (Robinson. B. termasuk siapa dirinya. Sedangkan Branden (2001) mengatakan bahwa harga diri merupakan perpaduan antara kepercayaan diri dengan penghormatan diri. penghargaan. Pengertian harga diri Dariyo dan Ling (2002) menyatakan bahwa harga diri merupakan evaluasi individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif. dan lain-lain (Byron & Byrne.cenderung menganggap rendah perempuan dan calon suaminya. Harga diri adalah salah satu komponen yang lebih spesifik dari konsep diri. merupakan aspek yang sangat penting dalam berfungsinya manusia. konsep diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang paling penting. Harga Diri (self esteem) 1. termasuk harga diri. Bagi banyak teoretikus kepribadian.

serta menerima dengan tulus pemberian pembayaran mahar dari pihak pria b. dan pengakuan dari orang lain. Lingkungan sosial Lingkungan sosial tempat individu mempengaruhi bagi pembentukan harga diri.Aspek-aspek harga diri menurut gecas (1982) yaitu: a. harga diri adalah jati diri mereka yang perlu dilindungi dengan baik. Sebaliknya. orang yang merasa kurang dihargai. Lingkungan keluarga Keluarga mampu menerima kelebihan dan kekurangan perempuan menikah di suku tehit. Tetapi ketika mereka tidak dibayar sesuai ketentuan adat maka mereka pesimis dan mempersalahkan diri atas masalah 3. Individu mulai menyadari bahwa dirinya berharga sebagai individu . b. Dimensi worth mengarah pada tingkat individu merasa bahwa dirinya berharga atau memiliki nilai. sebagai suami yang bertanggung jawab. yaitu ditunjukkan oleh kemampuan individu bahwa dirinya merasa mampu dan memiliki sikap optimis dalam menghadapi masalah kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dengan kehidupan perempuan menikah di suku tehit. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri Menurut Koentjoro (1989) harga diri yang dimiliki oleh individu selalu mengalami perkembangan. yaitu ditunjukkan oleh kemampuan individu menghargai dirinya sendiri. Menurut Daradjat. Perasaan diterima yaitu ditunjukkan oleh kemampuan individu bahwa dirinya diterima oleh lingkungannya dan merasa dibutuhkan orang lain. Penghargaan dan penerimaan serta pengakuan membawa dampak bagi diri seseorang yaitu perasaan bahwa dirinya berharga dan diakui kehadirannya oleh lingkungan sehingga menambah rasa percaya diri dan harga dirinya. Perasaan berarti. yang mereka alami. mereka cenderung merasa mampu ketika mereka telah menyelesaikan syarat-syarat adat. b. dihina atau dipandang rendah oleh orang lain akan berusaha mempertahankan harga dirinya. penerimaan. aspek-aspek harga diri meliputi : a. Dimensi competence mengarah pada tingkat seseorang melihat dirinya sendiri sebagai seorang yang dapat dan mampu. percaya diri dan menerima apa adanya atas keadaan dirinya c. Menurut Daradjat (1976) pada dasarnya setiap individu membutuhkan penghargaan. Perasaan mampu. Hal-hal yang mempengaruhi harga diri adalah : a. Perempuan menikah disuku tehit sangat menjunjung harga diri karena menurut mereka.

selain itu kebahagiaan juga dapat timbul karena adanya keberhasilan individu dalam mencapai apa yang menjadi dambaannya. Dihina dan direndahkan karena dibayar maharnya tidak sesuai ketentuan adat ataupun sebaliknya merasaa berharga dan mampu ketika dibayar sesuai ketentuan adat. dan dapat mengolah kekuatan dan keutamaan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya perempuan lebih cenderung menjaga harga dirinya sehingga dipandang baik oleh lingkungan sekitar (masyarakat) dan kaum pria merasa mampu ketika telah membayar kaum perempuan sesuai ketentuan adat. faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri antara lain pengalaman terhadap keluarga. seperti kepuasan dalam hidup secara umum. Kebahagiaan (happiness) 1. Faktor psikologis Penerimaan diri akan mengarahkan individu mampu menentukan arah dirinya pada saat mulai memasuki hidup bermasyarakat sebagai anggota masyarakat yang sudah dewasa. cara berpikir. dan bertindak antara pria dan perempuan. sering merasakan emosi positif dan jarang merasakan emosi negatif. Perbandingan sosial Perbandingan sosial adalah hal penting yang dapat mempengaruhi harga diri kita karena perasaan bahwa diri kita mampu atau berharga kita peroleh dari suatu performance yang tergantung sebagian besar kepada siapa kita membandingkan baik dengan diri kita sendiri atau dengan orang lain. C. dan jenis kelamin. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas. faktor psikologis. Lucas.2005). Seseorang dikatakan memiliki kebahagiaan yang tinggi jika mereka merasa puas dengan kondisi hidup mereka. lingkungan sosial. serta dapat merasakan sebuah keadaan yang menyenangkan (Diener dan Larsen.dengan lingkungannya. Pengertian kebahagiaan Kebahagiaan merupakan konsep yang luas. rendahnya mood yang negatif. Oishi. kepuasan terhadap ranah spesifik kehidupan. Selain itu kebahagiaan juga memiliki empat komponen utama. dan memiliki kepuasan hidup yang tinggi (Diener. c. dalam Edington. d. perbandingan sosial. 2005). e. seperti emosi positif atau pengalaman yang menyenangkan. seperti mood dan emosi yang menyenangkan. dan ketiadaan afek negatif. adanya afek yang positif. 1984. seperti mood dan emosi yang tidak menyenangkan (Eddington & . Jenis kelamin Perbedaan jenis kelamin mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam pola pikir.

kesedihan. Aspek-aspek kebahagiaan Menurut Seligman dkk. Keterlibatan penuh bukan hanya pada karir. kebanggaan.Shuman. dan afeksi. dan rasa iri. depresi. Misalnya suami dan istri saling mengsuport dan memberikan semangat satu sama lain dalam menjalani aktifitas. dan secara konseptual berkaitan satu sama lain. tiap-tiap komponen menyediakan informasi unik mengenai kualitas subyektif kehidupan seseorang (Diener. 2005). ada lima aspek utama yang dapat menjadi sumber kebahagiaan sejati. Karena kebahagiaan tidak bergantung pada seberapa banyak peristiwa menyenangkan yang . d. kebahagiaan hati. yakni temukan makna dalam apapun yang dilakukan. Sedangkan afek negatif meliputi munculnya perasaan bersalah. kemarahan. Komponen-komponen utama kemudian dijelaskan kedalam beberapa elemen khusus. bukan hanya fisik yang beraktivitas. Scollon. ataupun anak. tetapi hati dan pikiran juga turut serta. kecemasan. Status perkawinan dan kepemilikan anak tidak dapat menjamin kebahagiaan seseorang. c. dan kekhawatiran. dan kepuasan akan masa depan. Afek positif meliputi kegembiraan. keriangaan hati. Optimis. dan afek negatif. e. Menjadi pribadi yang resilien Orang yang berbahagia bukan berarti tidak pernah mengalami penderitaan. Dengan melibatkan diri secara penuh. 2003). Temukan makna dalam keseharian Dalam keterlibatan penuh dan hubungan positif dengan orang lain tersirat satu cara lain untuk dapat bahagia. yaitu kepuasan hidup. afek positif. Afek positif dan afek negatif termasuk kedalam komponen afektif. kepuasan hidup pada masa lalu. 2. Namun. Kepuasan ini pun dijategorikan pun dikategorikan melalui kepuasan hidup saat ini. Menjalin hubungan positif dengan orang lain Hubungan yang positif bukan sekedar memiliki teman. b. malu. yaitu: a. Keterlibatan penuh membutuhkan partisipasi aktif dari orang yang bersangkutan. tetapi juga dalam aktivitas lain seperti hobi dan aktivitas bersama keluarga. sementara kepuasan hidup dan domain kepuasan termasuk kedalam komponen kognitif. stress. & Lucas. Keterlibatan penuh Bagaimana seseorang melibatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan yang ditekuni. pasangan. Mereka tidak mudah cemas karena menjalani hidup dengan penuh harapan. kepuasan ranah kehidupan. memiliki korelasi sedang satu sama lain. namun tetap realistis Orang yang optimis ditemukan lebih berbahagia. Keempat komponen utama ini. kesenangan.

Pernikahan Pernikahan memiliki hubungan yang signifikan dengan dengan kebahagiaan atau SWB terutama pada negara Amerika. namun demikian perbedaannya sangat kecil (Diener. Melainkan sejauh mana seseorang memiliki resiliensi. dan Veenhoven dalam Eddington & Shuman. Diener (dalam Eddington & Shuman. berpisah. c. 2005). Usia Telah ditemukan hasil penelitian yang menunjukan bahwa tingkat kebahagiaan cenderung stabil sepanjang rentang kehidupan (Butt & Beiser.dialami. ataupun menjadi janda atau duda. yakni kemampuan untuk bangkit dari peristiwa yang terpahit sekalipun. 2005). Jika pun terjadi penurunan tingkat kebahagiaan dalam rentang usia. dan Norwegia (Eddington & Shuman. mungkin ini disebabkan oleh menurunnya kemampuan adaptasi terhadap kondisi hidup. Penelitian tetap menunjukan hasil bahwa pernikahan dan well-being berkorelasi secara signifikan walaupun usia dan tingkat penghasilan sudah dikendalikan. Pekerjaan . Gohm. bercerai. Pasangan yang melakukan kohabitasi tanpa menikah juga memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan orang yang tinggal sendiri (Kurdek & Mastekaasa dalam Eddington & Shuman. 2005) menemukan bahwa orang yang menikah lebih bahagia dibandingkan dengan orang yang tidak menikah. & Emmons dalam Eddington & Shuman. 2005) telah menemukan bahwa hanya terdapat korelasi yang kecil namun signifikan antara tingkat pendapatan seseorang dengan tingkat kebahagaian atau SWB. seperti menurunnya tingkat penghasilan. dan perkawinan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan a. Misalnya pembayaran mahar yang tidak sesuai dengan ketentuan tidak menjadi halangan dan perasaan rendah diri bagi perempuan menikah disuku tehit serta mampu menghadapi masalah yang akan dihadapi. Horwitz. dan Suh (dalam Eddington & Shuman. Secara umum. Hal ini sejalan dengan tingkat kepuasan hidup yang juga stabil selama rentang kehidupan. Penelitian yang dilakukan Diener. b. Kanada. orang yang lebih kaya memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lebih miskin. 2005). Inglehart. 2005). 3. 2005). Namun para peneliti telah membuktikan bahwa seseorang mampu menyesuaikan goalsnya seiring dengan bertambahnya usia sehingga baik tingkat kebahagiaan maupun tingkat kepuasan hidup menjadi cenderung stabil (Eddington & Shuman.

Namun kesehatan yang dimaksud adalah penilaian subyektif bahwa dirinya termasuk orang yang sehat. 2001. Sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang mengaku bahwa dirinya adalah orang sehat adalah orang yang memiliki kecenderungan kebahagiaan yang tinggi. Kesehatan George dan Landerman (dalam Eddington & Shuman. 2005). Namun hal ini juga terkait dengan kemampuan adaptasi individu.Status pekerjaan seseorang berhubungan dengan kebahagiaan. maka ia dapat menunjukan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi (Mehnert dalam Eddington & Shuman. 2004) d. Individu yang memiliki kondisi kesehatan yang buruk atau memiliki penyakit kronis akan menunjukan tingkat kebahagiaan yang rendah. e. Agama Berbagai penelitian di Amerika telah menemukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kebahagiaan dengan keyakinan seseorang akan agamanya. 2005) menemukan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara kebahagiaan dengan kesehatan. 2005). jika individu tersebut memiliki kemampuan adapatasi ataupun kemampuan coping yang baik. D. Kerangka Pemikiran Harga Diri Perempuan Menikah Mahar kebahagiaan . bukan berdasarkan penilaian ahli kesehatan. serta partisipasi alam kegiatan keagamaan (Eddington & Shuman. kekuatan hubungan seseorang dengan Tuhannya. ibadah. dalam Carr. dan individu yang bekerja pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan (skilled jobs) lebih bahagia dibandingkan pekerja pada pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan (unskilled jobs) (Argyle. Individu yang bekerja umumnya lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak bekerja.

E. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang masih perlu dibuktikan secara empiris. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Terdapat pengaruh positif pembayaran mahar terhadap kebahagiaan perempuan menikah di suku tehit 2. (Arief. Terdapat pengaruh pembayaran mahar terhadap harga diri dan tingkat kebahagiaan dalam rumah tangga pada perempuan menikah di suku tehit kabupaten sorong selatan . Terdapat pengaruh negatif pembayaran mahar terhadap harga diri pada perempuan menikah di suku tehit 3. 2003).

1978). Kebahagiaan B. . perasaan berarti dan perasaan mampu. Item-item pada skala ini disusun sendiri oleh peneliti dan belum pernah digunakan sebelumnya. Skor untuk skala perilaku konsumtif bergerak dari 0-3 dengan memperhatikan sifat item favorabel dan unfavorabel. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah : 1. Maskawin dapat berupa suatu harta ataupun benda yang diberikan oleh suami pada saat atau sebelum prosesi perkawinan kepada istri sebagai suatu syarat perkawinan. penerimaan. yaitu merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan skalanya. Kamus Hukum Adat. Harga diri 4. (dalam Bandung : Alumni. Variabel tergantung : Mahar 2. Ketentuan penyekorannya adalah semakin tinggi skor subjek maka semakin tinggi perilaku konsumtifnya dan sebaliknya semakin rendah skor subjek maka semakin rendah perilaku konsumtifnya. Penyusunan skala ini berdasarkan teori yang telah dikemukakan Coopersmith (1967) yaitu dimensi worth. penghargaan. Harga Diri Harga diri adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif yang dipengaruhi oleh hasil interaksinya dengan orang-orang yang penting dilingkungannya serta dari sikap.182 diartikan sebagai maskawin. 2. Bentuk skala yang digunakan adalah model rating yang dijumlahkan (model Likert). Definisi operasional variabel penelitian 1.BAB III METODE PENELITIAN A. Mahar Mahar menurut Soejono Soekanto. dimensi competence dan daradjat (1976) yaitu perasaan diterima. Bentuk skala yang digunakan adalah model rating yang dijumlahkan (model Likert). Skor untuk skala mahar bergerak dari 0-3 dengan memperhatikan sifat item favorabel dan unfavorabel. yaitu merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan skalanya. Hlm. Variabel bebas : 3. dan perlakuan orang lain terhadap dirinya.

Bentuk skala yang digunakan adalah model rating yang dijumlahkan (model Likert). Distribusi skor subjek terlihat pada tabel berikut ini. dan memiliki kepuasan hidup yang tinggi (Diener. seperti emosi positif atau pengalaman yang menyenangkan. Semakin tinggi skor subjek maka semakin tinggi pula harga dirinya dan semakin rendah skor subjek maka semakin rendah juga harga dirinya. 2005). Sampel dan Sampling 1. E. yaitu (SS) sangat setuju. Tabel 1 . optimis namun realistis. Oishi. temukan makna dalam keseharian. yaitu kelompok 1 terdiri dari usia 25-30 sedangkan kelompok 2 terdiri dari usia 31-45. (TS) tidak setuju. keterlibatan penuh. Lucas. Skor untuk skala harga diri bergerak dari 0-3 dengan memperhatikan sifat item favorabel dan unfavorabel. rendahnya mood yang negatif. menjadi pribadi yang resilien. dan (STS) sangat tidak setuju. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah perempuan yang sudah menikah di distrik kohoin kabupaten sorong selatan. (S) setuju. Populasi. 3. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah dibagi dalam dua kelompok sesuai rentang usia. Penyusunan skala ini berdasarkan teori Seligman dkk. D. C. Alasan menggunakan subjek distrik kohoin karena dianggap mewakili untuk dijadikan subjek penelitian. Kebahagiaan Kebahagiaan merupakan konsep yang luas. Populasi Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh perempuan menikah di distrik kohoin. 2. yaitu menjalin hubungan positif dengan orang lain. Perempuan menikah di distrik kohoin berada pada rentang usia 25-45 tahun. Metode Pengumpulan Data Ketiga skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 4 kategori pilihan jawaban yang dipisahkan menjadi pernyataan favorabel dan unfavorabel. ada lima aspek utama yang dapat menjadi sumber kebahagiaan sejati. yaitu merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan skalanya.

2008). Bila koefisien korelasi rendah mendekati nol berarti fungsi aitem tersebut tidak cocok dengan fungsi ukur skala dan daya bedanya tidak baik. Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor aitem dengan skor skala berarti semakin tinggi konsistensi antara aitem tersebut dengan skala secara keseluruhan yang berarti makin tinggi daya bedanya. Bila koefisien korelasi yang dimaksud . Metode Analisis Data 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Pada tahap ini akan dilakukan seleksi aitem berdasarkan daya diskriminasinya.Pilihan jawaban Sangat setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Bentuk pernyataan favorable 3 2 1 0 unfavorable 0 1 2 3 3. yaitu distribusi skor skala itu sendiri. Langkah selanjutnya adalah prosedur seleksi aitem berdasarkan data empiris dengan melakukan analisis kuantitatif terhadap parameter-parameter aitem. Daya diskriminasi aitem adalah sejauhmana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur. Komputasi ini akan menghasilkan koefisien korelasi aitem total (rix) yang dikenal pula dengan sebutan parameter daya beda aitem. 2008). Suatu tes atau instrument pengukuran dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas yang rendah (Azwar. Analisis instrumen penelitian a. Pengujian daya diskriminasi aitem dilakukan dengan komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor aitem dengan suatu kriteria yang relevan. Indeks daya diskriminasi aitem merupakan pula indikator keselarasan atau konsistensi antara fungsi aitem dengan fungsi skala secara keseluruhan yang dikenal dengan istilah konsistensi aitem total (Azwar.

sehingga setiap belahan berisi item dengan jumlah yang sama banyak. Selanjutnya guna sebagai kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item-total dengan cara membandingkan nilai rhitung _ rtabel. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1. sehingga setiap belahan berisi item dengan jumlah yang sama banyak. yang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar.0 for windows. koefisien reliabilitas yang semakin rendah mendekati 0 berarti semakin rendah reliabilitas. 16. Untuk mempermudah perhitungan. artinya terdapat cacat serius pada aitem yang bersangkutan (Azwar. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisiensi reliabilitas (rxx’) yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1. Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur.digunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 16. b.00 berarti semakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya.ternyata berharga negatif. Menurut Sarwono (2006) apabila ditemukan rhitung _ rtabel maka dinyatakan valid. . Untuk mempermudah Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan formula Alpha Cronbach yaitu dengan membelah item-item sebanyak dua atau tiga bagian. Selanjutnya guna mempermudah perhitungan maka akan diolah dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 16.0 for windows d. 2008). maka akan dibantu dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) ver. c. Guna mempermudah perhitungan. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan formula Alpha Cronbach yaitu dengan membelah item-item sebanyak dua atau tiga bagian. 2008).0. Penggunaan analisis regresi dua prediktor dengan pertimbangan penelitian ini memiliki dua variabel bebas yaitu harga diri dan kebahagiaan serta satu variabel tergantung yaitu pembayaran mahar. Analisis data penelitian Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dua prediktor.00. Analisis data penelitian Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dua prediktor. Penggunaan analisis regresi dua prediktor dengan pertimbangan penelitian ini memiliki dua variabel bebas yaitu harga diri dan kebahagiaan serta satu variabel tergantung yaitu pembayaran mahar.