PEDOMAN

FUNGSI

:

JUDUL

1.1

:

JASA TEKNOLOGI PEMBORAN

NOMOR

:

Kpts-111/D00000/2004-SO

DIREKTORAT HULU

REVISI KE

:

1

STANDARD OPERATING
PROCEDURES OPERASI
PEMBORAN

BERLAKU TMT

:

28 Juni 2004

HALAMAN

:

1 dari 8 (BAB I)

BAB I

CHAPTER I

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

DUTIES AND RESPONSIBILITIES

Struktur

Organisasi

Operasi

1.1 Organization

Pemboran

Structure

of

Drilling

Operation

Manager
Eksplorasi/Eksploitasi

Manager

Chief Operation

o

Chief Operation

o

Ahli Teknik Bor

Drilling Engineer

Manager
E&P

(ATB)

Exploitation/Exploration

E&P
Drilling Supervisor
Manager


Pengawas Bor

Chief
Operation

Chief
Operation

Drilling Engineer

Pengawas Bor

Ahli Teknik Bor

Drilling Supervisor

1.2 Duties and Responsibilities of Drilling
1.2. Tugas dan Tanggung Jawab Ahli Teknik
Bor

Engineer
Duties

of

Drilling

Engineer

during

drilling

activities are:
Tugas

seorang

Ahli

Teknik

Bor

(ATB)

pada

kegiatan Pemboran adalah:
1.

1.

Membuat Program Pengeboran sumur
meliputi:

Offset

Data

dengan

bekerja sama dalam tim yang terdiri dari ahli
Geofisika, Geologi, Pemboran, dan Produksi.
Mempelajari laporan pemboran sumur-sumur
disekitarnya untuk mengetahui adanya suatu
keadaan anomali, seperti zone tekanan tinggi,
sirkulasi,

Studying Offset Data together
with

Mempelajari

hilang

Create the Well Drilling Program, such as:

lubang

rawan

dsb.

yang

mungkin ditemukan selama pemboran sumur
baru tersebut, agar selalu siap dengan bahan-

Geophysicist,

Geologist,

Driller,

and

Production Engineer. Studying drilling report of
surrounding wells to detect of anomaly such
as:

high

pressure

zone,

lost

circulation,

sensitive well, etc, which might be found
during drilling the well, in order to prepare the
cope procedures.

3. Hidrolika.2. Tugas Rutin ATB 1. 2. 1. Operation). Actively supervise the drilling activities (reporting Mengawasi proses pengeboran (reporting dan (WOB. spot-check) study of drilling program plan for the next pembelajaran 4. 3. baik. Bertanggung jawab kepada Ahli Utama Teknik Bor (Drilling Manager / responsible Superintendent Chief to (Drilling Drilling Manager/Chief Operation). dll)  Logging  Casing Design  Logging  Cementing  Casing Design  Well Testing (DST)  Cementing  Completion  Well Testing (DST)  Komplesi. Create the written procedures program of job tidak Critical for every received information. 4. Membuat perencanaan mempersiapkan akan 1. kepada pengawas bor untuk dilaksanakan. Take lingkungan dan berorientasi kepada keuntungan. Membuat program tertulis tahap demi tahap pekerjaan dan diserahkan 3. RPM.  Hole trajectory. BHA Design  Bit Chosen  Trayektori Lubang. pemboran sumur berikutnya. spot-check) program dengan pemboran aktif until drilling sehingga dilaksanakan dengan 3. Kritis terhadap setiap informasi yang didapat.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 2 dari 8 (BAB I) bahan/langkah-langkah untuk menanggulanginya. dilakukan program pekerjaan/peralatan pada urutan Create the program plan and prepare the dan sequence program of the next job/peripheral yang and alerting of the problem that might be program happen. . etc) Pemboran (WOB. RPM. 5. Environmentally safe and profit oriented.2.1 Drilling Engineer Routine Job 1.1. 2. 2. and analyze it logically. Mengevaluasi kinerja pemboran sebagai untuk rencana Evaluate the drilling performance as a Berwawasan keselamatan well. 5. baik langsung maupun and report to drilling supervisor to be done. directly or indirectly. 2. Desain BHA  Mud  Pemilihan Pahat  Drilling  Lumpur  Parameter Parameter Hydraulic. and program doing well. berikutnya serta kemungkinan adanya halhal yang dapat terjadi.

Bertanggung terlaksananya 3. ATB harus Exploration/Exploitation Manager. Bor 2.2 Tanggung Jawab Khusus Seorang ATB berfungsi Assistant”. 1. including the things related with work hingga pelaksanaan.3 Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas Supervise a drilling operation from the start up to execution. Cementing Mud Logger. termasuk Membantu (Wireline advice Engineer. para menyangkut Drilling Engineer must (Drilling contact the persoalan-persoalan yang menurut pendapatnya Superintendent mempunyai kaitan erat dengan keberhasilan operation). the Manager Drilling problem / with Chief Head segera menghubungi langsung Ahli Utama Teknik Bor (Drilling Manager / Chief Operation).3 Duties and Responsibilities of Drilling Eksplorasi / Eksploitasi. mulai dari activity on drilling operation according to the persiapan plan. which will decide the solution after penyelesaian pekerjaan. direct authority on rig operation. a tidak mempunyai wewenang mendiskusikan pengawas/pelaksana dengan operasi. 1.2. dan memberi petunjuk Mud engineer. but have the Perlu ditekankan disini bahwa seorang ATB di authority on every problems/time to discuss with lokasi kontrol supervisor/operator of the operation. sebagai penasehat/ A Drilling Engineer in location does not have a “Technical Assistant”. tetapi mempunyai the things which on their opinion are related to wewenang / kebebasan pada setiap soal/waktu the success of job completion.2. etc) in executing and lingkungan (K3L). Untuk hal-hal yang tidak discuss bisa diselesaikan/diputuskan di lokasi. Service pemboran sesuai dengan program. finishing the job. Responsible for the success of every safety and environmental protection. Melakukan pengawasan terhadap suatu operasi pemboran. tersebut logis atau tidak. Help and gives to Contractor hal-hal yang berhubungan dengan masalah Contractor. regarding langsung terhadap operasi rig. 1. Supervisor 1. Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Directional Drilling. 4. Discuss with drilling superintendent for the unclear things. dan menganalisa apakah informasi 4. 2. jawab seluruh kegiatan terhadap operasi 3. . For the things untuk which cannot be decided on the location. yang selanjutnya setelah akan memutuskan mendiskusikan hal dengan tersebut Manager 1.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 3 dari 8 (BAB I) langsung. Berkonsultasi dengan atasan bila ada hal-hal yang kurang jelas.2 Special Responsibility A drilling Engineer acts as an advisor/ “Technical 1.

Agreement which relate to well performance Mud (all service company). kelancaran dan keselamatan pelaksanaan well placed. Hal ini membawa available. Saran harus selalu 4. Mengawasi operasional secara terus pemboran the program. 4. diperhatikan. peralatannya siap pakai dan tanda the program or the revision. Drilling. 1. 3. Kontraktor Penyemenan. The 3. bertanggung Koordinasi jawab dengan penuh Service Company room clean and tidy. materials.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 4 dari 8 (BAB I) seperlunya kepada Service Contractor 4. sehingga teknik pengelolaan lumpur dikuasai dengan baik. konsekuensi untuk mengadakan pengecekan lumpur secara berkala atas kondisi lumpur dan pengelolaan laboratorium bila secara ada baik. Understand the content of Contract (Wireline Engineer. Mengawasi pengelolaan lumpur sehingga sifat fisik dan rheologinya dengan yang telah laboratory suggestions should be regarded selalu sesuai ditentukan whenever dalam management program atau revisinya. mengoptimalkan peralatan. 5.1 Tugas-tugas Rutin Pengawas Bor 1. Drilling supervisor hold full menerus dengan responsibility for the fluency and safety of cara drilling execution. Calibrate every bahan kimia lumpur dilokasi cukup. and protected from the weather pemboran. material dan jasa pendukung pemboran agar pekerjaan yang 2. the devices are in a (Mud Engineer) untuk meyakinkan bahwa ready persediaan identifier should be clear. Monitoring the mud so that the physical Laboratorium selalu dalam keadaan bersih and rheological properties always suit with dan rapi.3. mud periodically and good properties. Pengawas Company (Mud Engineer) to ensure the Bor terhadap supplies of chemical in location are sufficient. technique” so that could “mud be well mastered. Plan and supervise every part of well . dll) Mud Logger. and drilling support services in order to guarantee the job run properly according to 1. sumur (semua servis company). This gives the pengenal “Reagent” harus cukup jelas.3. Make coordination with Service dilakukan sesuai dengan program. pekerjaan Supervise continuously the drilling operation by optimizing the tools. dalam Directional pelaksanaan dan penyelesaian kerjanya. Engineer. Usahakan to use condition and “Reagent” measurement device. Plan and supervise the material usage for drilling.1 Drilling Supervisor Routine Job Memahami isi Surat Perjanjian Borongan (SPB) yang berkaitan dengan 1. penempatannya baik dan terlindung dari cuaca (hujan dan panas). Keep the laboratory 2. Tera consequence for always investigating the alat-alat ukur. (rain and sunshine).

 operation Dalam operasi pemboran berkoordinasi melihat target pemboran. heaving shale. 5. 8.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL 4. Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan setiap tahap program pemboran terlaksana dengan baik. 7.  6.  Determine the coring points. loss circulation. dll). working together program. 7.  yang the ada Marks the depth with the possibilities of abnormal pressure.). hilang sirkulasi. Test dengan menggunakan air 8. hitung langsung casing entering the hole and the rest right yang sudah masuk lubang dan sisanya untuk away to make sure whether the length and memastikan apakah panjang dan susunan string rangkaian telah sesuai dengan program. langkah-langkah penanggulangannya secara cepat & tepat. kedalaman-kedalaman Create “Composite Cutting Log” following the determined standard. problem (Sloughing Shale. Do the anticipation and the solving steps fast heaving shale. seperti:  drilling Geologist dengan ATG (Ahli Teknik Geologi) untuk  In sumur. numerate.  is met with the program. This On every cementing operation: Laboratory results with the water which will be used as mixer of cement suspension . digariskan dalam program. matters:  Analyze  Mengirimkan serbuk bor pada selang-selang these following the cutting according to the Tandai Send the cutting of certain intervals to the Laboratory. Lakukan antisipasi atau and accurately. measure the amount of dimasukkan dalam lubang.  Membuat “Composite Cutting Log” menurut standard yang telah ditetapkan. menomori dan membuat daftar list of casing and tubing before the strings selubung rangkaian enter the hole. Hal procedure must have done before the next ini operation. hole kemungkinan terjadinya abnormal pressure.  Determine the casing point and the casing setting depth. sehingga pelaksanaan program dapat 6. hole problem (sloughing shale. dan harus tubing dilakukan sebelum sebelum operasi selanjutnya. Make coordination with Toolpusher in Berkoordinasi dengan Toolpusher untuk order to measure. and create the mengukur.  on with Menganalisa serbuk bor seperti yang telah tertentu ke Laboratorium.  Penentuan titik kedalaman set casing (casing Point / Casing Setting Depth). Pada setiap operasi penyemenan: Hasil Lab. etc.  Tentukan titik pengintian (Coring). pemboran. : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 5 dari 8 (BAB I) Merencanakan dan mengawasi drilling in order to assure the implementation penggunaan material yang dibutuhkan pada of the program.

by Geology Department office completely with  “heading” Sewaktu pelaksanaan perforasi.  Yakinkan bahwa kalibrasi alat sebelum perekaman adalah benar. diperlukan selama pengadukan.  Measure  Give all the films and every printed kantor fungsi geologi lengkap dengan data materials suit with what have been determined “heading”.G.  atau tidak. semua cetakannya sesuai dengan yang ditentukan ke Safe the record of pressure. of cement slurry required during the mixing Menyimpan rekaman tekanan.  During perforation process.   Cek cementing additive yang akan dicampur. Measure the volume of cement slurry.  Cementing program has to be already  dengan para pelaksana di Lapangan. Hitung volume cement slurry. the cementing execution according to the  program. adonan semen yang  penyemenan penyemenan dilakukan selama proses (perhatikan “Initial 9.  Ensure the correctness of tool calibration before recording process.   semua film slurry dan 9.G.  Program penyemenan  sudah dibicarakan discussed with the field operator. sesuai kondisi lubang bor. perhatian yang aktif/khusus diperlukan dengan yang dikehendaki. Pada bersama-sama dengan ATG harus:  Selalu hadir sebagai saksi. Must present on every pressure testing. Setting Time” dari pada adonan yang dipakai). dengan cara:  Ukur panjang alat perforasi except there are other considerations. 10. Pay attention to the log quality. Harus hadir sebelum mencampur “additives”  Have to be present in the location before yang diperlukan dan mengawasi pelaksanaan the mixing of required additives and supervise penyemenan sesuai dengan program.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 6 dari 8 (BAB I) yang akan dipakai sebagai bahan pencampur adukan semen harus sudah ada. setiap “Logging” S. dapat diterima  of process. kecuali ada pertimbangan lain. volume and “Initial Setting Time” of the slurry used). On every “Logging “ operation must:  Present as witness. according to wellbore condition. Ukur S.  Measure the fluid volume needed for cementing point. adonan semen secara berkala dan beri saran mengenai S. Menyerahkan cement time needed for cementing (pay attention to Memperhatikan kwalitas log.G. volume dan waktu the periodically and give the suggestions for S. diperlukan untuk titik penyemenan. untuk meyakinkan bahwa perforasi tersebut sesuai data. Harus hadir dalam setiap uji tekanan 10.  have to be prepared already.G. by : . active/special attention required to make sure that the perforation is match as desired.  Harus menentukan volume fluida yang Investigate the cementing additives which are going to be used. whether acceptable or not.

. mengenai “Log Quality Control”. Lihat lampiran 12.  Drill Stem Test: Make coordination with Service Company (Testing Engineer) in order to prepare the DST Tools dan air). check temperatur dan penempatan chartnya serta the gauge tool for pressure. give enough time Uji Kandung Lapisan (U. Selama pengujian. Measure the length of  perforation tool before entering the hole and Bicarakan  dengan Logging the amount of bullets per foot. Pengawas Pemboran wajib meneliti “Pressure Chart”. During testing process. Catat hal-hal khusus seperti besar tekanan setiap tahap pengujian.  whenever pengukur tekanan/ “pressure gauge cabinet” jenis ulir) rangkaian UKL yang akan masuk  Inform the Drilling Superintendent (Chief lokasi. panjang dan required (which are pressure and bottle sample for gas. Engineer referensi titik nol (puncak/dasar tembakan CCL). temperature and other required data. temperatur  dan data lain yang diperlukan. catat tekanan. Operation). collar interpretation has been done correctly. minyak lubang.K.  Create the diagram (diameter. kelainan selama pengujian. temperature and yakinkan bahwa jam (clock) berjalan dengan the placement of the chart.  Before the tester entering the hole. clock is running well. required in the location.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 7 dari 8 (BAB I) sebelum masuk lubang dan jumlah peluru per kaki.L. Make sure that the baik.  the unit dan botol/tabung untuk contoh gas. beri waktu secukupnya. Yakinkan pembacaan collar telah dilaksanakan dengan (top/bottom of shots or CCL). oil. record the pressure. length.): space. Beritahu Ahli Utama Teknik Bor (Chief 11. and water). atau Discuss  Drilling Supervisor has to take and check the content of strings and the “Tester Chamber”. entered the hole. lubang.  See WireLine Quality Control”. Ensure that the benar. Koordinasi dengan Service Company (Testing Engineer) dalam menyiapkan peralatan UKL yang diperlukan (yaitu perangkat alat-alat Information about is “Log 12. bila WireLine Unit diperlukan di  with bahwa 11. Pengawas Pemboran wajib mengambil dan memeriksa contoh isi rangkaian dan “Tester  Chamber”. adanya  Drilling Supervisor must investigate “Pressure Chart”. measurement tools/ “pressure gauge cabinet” Buat gambar bagan (diameter. and thread type) of DST strings which will be Sebelum “tester” periksa dimasukkan alat ke pencatat dalam tekanan. Note any specific matters.  Logging Engineer about the zero point reference Operation).

00).00. Daily Report (06. should be reported everyday before segera kepada Ahli Utama Teknik Bor (Chief 07. thing Final Report (Chief such report loss drilling every circulation.00 the day after until setiap hari sebelum jam 07. 13. should be made and reported to (Chief Drilling Superintendent (Chief sumur right after well is completed immediately. tidak Laporan sesuai akhir usulan) harus kepada Ahli Operation) dengan pemboran dibuat Utama segera dan Teknik (termasuk disampaikan Bor setelah 14. gas cut mud dan kedalaman marker abnormal pressure. mud. gas cut yang prognosa. (includes suggestion). 13.00) harus disampaikan 14. Segera melaporkan hasil UKL kepada Ahli  Utama Teknik Bor. diselesaikan. and marker depth which unsuitable Usahakan rincian laporan dibuat jelas dan with the prognoses immediately. Melaporkan 06.00 sehari sebelumnya s/d 06. o’clock. and  any other disparity during the testing. drilling specific break. Effort the informatif. tekanan abnormal. report made clearly and informatively. Laporan harian (jam 06. drilling break.PEDOMAN FUNGSI : JUDUL : JASA TEKNOLOGI PEMBORAN NOMOR : Kpts-111/D00000/2004-SO DIREKTORAT HULU REVISI KE : 1 STANDARD OPERATING PROCEDURES OPERASI PEMBORAN BERLAKU TMT : 28 Juni 2004 HALAMAN : 8 dari 8 (BAB I) such as pressure for every testing phase. -------oOo-------------oOo------- Drilling Operation) as: of to Operation) . Report the result of DST to Drilling Superintendent immediately.00 Operation) hal-hal khusus seperti: gejala Superintendent hilang lumpur.