You are on page 1of 8

12.1.

2 Eksposur Terhadap Perubahan Kurs
Jika kurs berubah-ubah seperti yang dijelaskan di muka, bagaiman
pengaruhnya terhadap organisasi. Eksposur apa yang dihadapi oleh
organisasi? Literatur keuangan internasional membagi tiga jenis eksposur
yang dihadapi oleh perusahaan berkaitan dengan perubahan kurs, yaitu:
1. Eksposur Transaksi
2. Eksposur Akuntansi
3. Eksposur Operasi
Ketiga jenis eksposur tersebut, dalam kaitannya dengan timing perubahan
kurs, bisa dilihat pada bagan berikut.
Bagan 12.1. Eksposure Terhadap Perubahan Kurs

a. Eksposur Transaksi
Eksposur transaksi adalah eksposur yang terjadi karena perusahaan
memasuki kontrak tertentu, yang kemudian memunculkan sejumlah nilai
uang yang rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai contoh, misalkan
importir Indonesia membeli barang dari Amerika Serikat senilai $1 juta.
Pembayaran dilakukan tiga bulan mendatang. Kewajiban melunasi utang
dagang tersebut senilai $1 juta rentan terhadap perubahan kurs dimasa
mendatang, pada saat utangnya jatuh tempo, melemah, maka ia akan
mengalami kerugian karena harus menyediakan rupiah yang lebih banyak.
Sebagai contoh, jika kurs Rp/$ jatuh menjadi Rp.20.000/$, padahal saat ini
kurs Rp/$ adalah Rp.10.000/$, maka ia harus menyediakan rupiah dua kali
lebih banyak. Tetapi jika kurs rupiah tiga bulan mendatang menguat
terhadap dolar, importir tersebut akan memperoleh keuntungan. Sebagai
contoh, misal tiga bulan mendatang kurs Rp/$ menjadi Rp.5.000/$ maka ia
akan menyediakan rupiah lebih sedikit (separuh dari rupiah yang
disediakan saat ini).

Posisi spot dihadapi oleh eksportir tersebut akan terlihat seperti berikut ini. Bagan 12.2. Posisi Spot Eksportir: Long $ . Posisi Spot Importir: Short $ Bagan tersebut menunjukan bahwa jika rupiah melemah (bergerak ke kanan).3. maka importir tersebut mengalami kerugian. importir tersebut memperoleh keuntungan. Bagan 12. semakin besar kerugian importir tersebut. dan akan menerima $1 juta tiga bulan mendatang. Semakin besar penguatan rupiah (kurs bergerak ke kiri).Bagan berikut ini menunjukan situasi yang dihadapi oleh importir tersebut. Misalkan seorang eksportir Indonesia menjual barang ke Amerika Serikat. Semakin besar pelemahan rupiah. semakin besar keuntungan importir tersebut. Tetapi jika rupiah menguat. karena menyediakan rupiah yang lebih sedikit.

kemudian dikonversikan ke laopran keuangan dengan mata uang lain.000.000 . Eksposur Akuntansi Eksposur akuntansi terjadi karena laporan keuangan dengan mata uang tertentu.10.000 1.000 2.000 Awal tahun ($) Kurs=Rp.000.000.000 5.000/$ 200 400 400 1. Ekposur Akuntansi Dalam Rp Kas Piutang Dagang Persediaan Aktiva Tetap Total Aset Utang Dagang Utang Jangka Panjang Modal Saham Total Pasiva 1. misalkan suatu perusahaan multinasional Amerika Serikat.000. rentan (terekspos) terhadap perubahan kurs.Bagan tersebut menunjukan contoh yang berkebalikan dengan sebelumnya. Ilustrasi di atas menunjukan bahwa eksportir dan importit. Jika rupiah melemah.000.000 2.000. Misalkan neraca anak perusahaan tersebut pada awal tahun terlihat berikut ini. karena ia akan menerima rupiah yang lebih sedikit. karena memasuki kontrak atau transaksi perdagangan. jika rupiah menguat (kurs bergerak ke arah kiri).5.000/$ 100 200 200 500 1.000 200 200 6.000. karena ia akan memperoleh rupiah yang lebih banyak. Sebaliknya. akhirnya menghadapi risiko perubahan kurs.000 2. Sebagai ilustrasi.000.3. Tabel 12.000 600 1.000.000 10.000 2. b. memiliki anak perusahaan di Indonesia. maka eksportir tersebut akan memperoleh keuntungan. Perubahan kurs bisan menyebabkan proses konversi semacam itu menghasilkan keuntungan atau kerugian.000 10. (lihat kolom 2). eksportir tersebut akan mengalami kerugian.000 400 400 Akhir tahun ($) Kurs=Rp.200 2.000 2.

maka neraca tersebut perlu dikonversi ke $. Toyota harus membayar input. menjadi Y50/$. Akibatnya daya saing mobil Toyota di Amerika Serikat menjadi turun. .000/ bahwa total aset perusahaan adalah $2. Misalkan yen menguat terhadap dolar AS. misalkan produsen mobil Jepang Toyota menjual mobilnya ke Amerika Serikat. karena operasi Toyota rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai ilustrasi. maka harga mobil Toyota di Amerika Serikat akan menjadi lebih mahal dibandingkan dengan sebelumnya.000 Harga Toyota ($) Kurs adalah Y100/$ $ 10 Harga Toyota ($) Kurs adalah Y50/$ $ 20 Misalkan harga mobil tersebut adalah 1.000/10) di Amerika Serikat. modal saham turun nilainya menjadi $600.10. Misalkan satu tahun kemudian perusahaan tidak melakukan aktivitas apa-apa. sedangkan perusahaan multinasional tersebut merupakan perusahaan Amerika Serikat.10.000/$ menjadi Rp. Tabel berikut ini menjelaskan kenapa demikian. maka operasi Toyota bisa terganggu karen pemasukan menjadi lebih sedikit. Jika kurs yen/dolar adalah yen 100/$. Bagaimana efek perubahan kurs tersebut terhadap neraca anak perusahaan dalam dolar? Kolom (4) menyajikan hasil konversi dengan menggunakan kurs yang baru yaitu Rp. sehingga nilai ekonomis perusahaan tersebut sama antara awal tahun dengan akhir tahun. Kenaikan harga tersebut karena kenaikan harga mobil dalam yen (harga mobil dalam yen tetap). Toyota dalam contoh di atas dikatakan mempunyai eksposur operasi.5. Terlihat total aset turun menjadi $1. Perhatikan bahwa kerugian tersebut bukan dikarenakan perubahan nilai ekonomis perusahaan.000. harga mobil di Amerika Serikat menjadi $20. Nilai ekonomis perusahaan sama antara awal tahun dengan akhir tahun. yang menyebabkan modal sahamnya berkurang nilainya. tetapi karena perubahan kurs saja. Karena harga mobil Toyota di Amerika Serikat semakin mahal. Penurunan modal saham tersbut menunjukan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Jika yen menguat terhadap dolar AS. yaitu rupiah melemah dari Rp. modal saham adalah $1.000.10 juta. Misalkan kurs awal tahun adalah Rp. tenaga kerja di Jepang. padahal pengeluaran tetap sama. Dengan kurs baru.000/$. Harga Toyota (dalam yen) Yen 1. Satusatunya perbedaan adalah kurs berubah. c. akibat selanjutnya adalah penjualan Toyota di AS berkurang.000/$. Esksposur Operasi Eksposur operasi adalah operasi perusahaan yang rentan (terekspos) terhadap perubahan kurs. Tetapi semata-mata karena perubahan kurs. Jika pemasukan terganggu.5. Di sisi lain. Karena neraca tersebut dalam rupiah.200. Terlihat harga mobil Toyota menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya.000 yen. yang mengakibatkan kas masuk Toyota dari penjualan di Amerika Serikat berkurang. maka mobil tersebut akan mempunyai harga yaitu $10 (1.Total aset adalah Rp.

teknologi baru bisa menghancurkan perusahaan yang tidak menguasai teknologi baru tersebut. Bagan 12. akibatnya adalah menurunnya aliran kas untuk Toyota. sementara perusahaan dengan teknologi yang lebih sederhana digambarkan . Kurva Biaya Rata-Rata Perusahaan Dengan Tenologi Perusahaan yang menggunakan teknologi yang lebih ekstensif digambarkan mempunyai kurva biaya rata-rata AC2. di sisi lain memunculkan risiko baru. Sayangnya risiko yang berkaitan dengan teknologi yang relatif lebih sulit dipahami karakteristiknya. Perusahaan yang menggunakan teknologi yang tepat bisa mendorong bisnis perusahaan (meningkatkan penjualan dan menurunkan biaya). Karena aliran kas berkurang.d. Eksposur Ekonomi Eksposur operasi digabung dengan eksposur transaksi menjadi eksposur ekonomi Eksposur Ekonomi = Eksposur Operasi + Eksposur Transaksi Eksposur ekonomi adalah nilai perusahaan yang rentan terhadap perubahan kurs.4. kembali ke contoh Toyota berkurang. Tetapi penggunaan teknologi yang tidak tepat bisa merugikan perusahaan dengan signifikan. meskipun risiko teknologi tersebut merupakan suatu yang riil. dan lebih sulit diantisipasi. Dalam kasus yang lebih ekstrim. lebih sulit dikuantifisir. Dengan demikian harga saham Toyota terekspos (rentan) terhadap perubahan kurs. Risiko Teknologi Teknologi di satu sisi mempunyai manfaat.2. nilai atau harga saham Toyota bisa turun. 12. Sebagai ilustrasi.

Biaya Total Perusahaan Dengan Teknologi Intensif versus Teknologi Ringan Bagan di atas menggambarakan dua perusahaan:   Perusahaan yang melakukan investasi yang signifikan di bidang teknologi.5. Perusahaan dengan teknologi yang lebih baik akan mempunyai posisi persaingan yang lebih baik juga. Dengan kata lain biaya tetap perusahaan tersebut cukup tinggi (FC2). sehingga slope dari TC1 lebih besar dibandingkan dengan slope dari TC2. Karena itu slope dari TC2 cenderung lebih datar. Dari bagan di atas terlihat bahwa jika perusahaan beroperasi dengan output di bawah Q*. Tetapi jika perusahaan beroperasi di atas Q* maka perusahaan dengan teknologi tinggi akan lebih efisien. Karena itu depresiasinya lebih sedikit dan biaya tetapnya lebih kecil. semakin efisien operasi perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan dengan teknologi yang lebih rendah. Semakin besar output yang dihasilkan. Tetapi biaya variabel perusahaan tersebut lebih rendah. Perusahaan yang investasi di bidang teknologinya lebih sedikit akan menggunakan mesin yang lebih sedikit. maka perusahaan dengan teknologi lebih rendah akan lebih efisien (mempunyai biaya yang lebih rendah). akan . Karena perusahaan melakukan investasi yang signifikan di bidang teknologi. Bagan 12.mempunyai kurva biaya rata-rata AC2. Tetapi biaya variabelnya lebih besar. kemudian dikapitalisasi. Dari kurva terlihat bahwa perusahaan dengan teknologi tinggi beroperasi lebih efisien. Semakin besar output yang dihasilkan. Perusahaan tersebut ditandai dengan TC2 (total cost atau biaya total). seperti ditunjukan oleh FC1. Karena itu teknologi bisa menjadi alat persaingan bisnis. Alternatif lain untuk melihat efek dari teknologi adalah dengan menggunakan bagan berikut ini. maka depresiasi yang dibebankan menjadi tinggi.

penggunaan teknologi bisa memunculkan risiko-risiko yang berkaitan dengan teknologi tersebut. Untungnya Direktu baru berhasil melakukan perubahan sehingga IBM bisa bertahan sampai sekarang. Dengan komputer. risiko yang sering dihadapi adalah kesalahan manusia (human error) seperti kesalahan mecatat karena kecapaian. meskipun frekuensi kerugian semacam itu tidak banyak. Nampaknya Zip-drive akan menjadi standar baru menggantikan floppy-drive. Berikut ini beberapa ilustrasi risiko yang muncul karena teknologi. mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan lebih banyak nasabah dibandingkan dengan bank yang tidak mempunyai ATM atau jaringan ATMnya tidak banyak. dan mempunyai kapasitas lebih besar.    Ketergantungan pada teknologi bisa mengakibatkan timbulnya risiko baru. yang lebih murah dan mempunyai kapasitas yang jauh lebih banyak.semakin efisien bagi perusahaan yang menggunakn teknologi yang lebih besar. Beberapa analis menganggap kesalahan ada pada perusahaan karena tidak bisa memanfaatkan momentum dengan cepat. banyak perusahaan yang beralih dari mainframe ke PC. semakin andal. Pada teknologi manual (dikerjakan oleh manusia). risiko semacam itu bisa dihilangkan karena komputer tidak pernah kecapaian. Perusahaan dengan teknologi yang lebih baik bisa meluncurkan produk baru. IBM pada tahun 1970-an merupakan perusaaan yang terkemuka dengan produk andalannya yaitu computer mainframe. Tetapi karena sesuatu hal. Tetapi risiko yang baru muncul yaitu risiko terkena serangan virus. Tetapi sumber penghalang lain adalah munculnya teknologi penyimpanan data yang lebih baik. lebih baik lagi. IBM termasuk salah satu perusahaan yang mempopulerkan PC. IBM terlambat mengantisipas sehingga penjualan mainfrme jatuh. Pangsa pasar computer mainframe mecapai lebih dari 90%. Tetapi PC tersebut tidak pernah dianggap sebagai produk serius. yang bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar. Di samping manfaat teknologi seperti yang dibicarakan. Flash diks juga mulai populer dengan kualitas yang kebih baik dibandingkan degan floppy-disk atau CD. bedanya Zip-drive lebih tebal. kerusakan komputer. Secara ekonomis Zip-drive tersebut lebih baik dibandingkan dengan diskdrive. komputer PC mualai populer. floppy disk sempat mendapat persaingan dari produk baru yaitu Zip-drive (buatan Iomega). Zipdrive tidak pernah berkembang pesat apalagimenggantikan floppy-drive. Karena itu beberapa PC mulai memasang Zip-drive tersebut bersamaa dengan floppy disk-drive. inovasi baru. Pada tahun 1990-an. Zip-drive mirip dengan disk drive. bank yang mempunyai ATM yang lebih baik. Ketika PC semakin baik. Di samping bisa mengefisienkan operasi perusahaan. seperti CD recordable dan writeable. Frekuensi kesalahan semacam itu relatif sering. . Sebagai contoh. jaringan yang lebih tersebar. IBM berada dalam krisis besar. Zip-drive gagal menjadi standar dalam PC karena munculnya teknologi baru yang lebih baik. penggunaan teknologi yang tepat bisa meningkatkan penjualan. karena biayanya yang lebih murah. Pada tahun 1980-an.

Pada waktu pabrik selesai dibangun. misal tigas tahun. Akibat selanjutnya. sehingga bisa melakukan antisipasi lebih baik. Seperti disebutkan di muka.pembangunan pabrik tersebut memakan waktu lama. risiko teknologi lebih sulit dikuantifisir. ternyata muncul teknologi baru yang lebih efisien. Kegagalan mengantisipasi teknologi baru bisa mempunyai dampak negatif seperti ilustrasi tersebut. . meskipun risiko tersebut benar-benar riil. Akibatnya pabrik yang sudah terlanjur dibangun tersebut tidak akan seefisien jika pabrik menggunakan teknologi baru tersebut. produk semen yang dihasilkan akan lebih mahal dibandingkan dengan produk semen pesaing yang menggunakan teknologi baru. Bagaimanapun manajer risiko harus sadar bahwa risiko teknologi ada. Misalakan suatu perusahaan melakukan investasi pada pabrik semen.