BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam literatur pajak, tidak pernah ada satu definisi atau pengertian yang menyebutkan
bahwa pajak adalah hak masyarakat (rakyat). Bahkan, para ahli pajak seperti Prof. Adriani
dan Prof. Rochmat Soemitro selalu memberikan pengertian yang menyebutkan bahwa pajak
bukanlah hak, tetapi kewajiban. Pengertian yang dijelaskan menyatakan bahwa pajak adalah
iuran kepada Negara yang sifatnya dapat dipaksakan. Pengertian ini menunjukkan adanya
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masyarakat untuk membayar pajak. Apabila
masyarakat tidak melaksanakan kewajibannya, pemerintah bisa memaksakannya.
Sementara itu, pengertian hak tidak ada unsur pemaksa yang bisa dilakukan dari phak
lain. Persoalan pajak memang tidak terlepas dari segala aspek kehidupan manusia. Setiap
aktivitas selalu terkait dengan masalah pajak terkecuali undang-undang sendiri menyebutkan
lain. Oleh karena itu, masyarakat perlu menyadari betapa pentignya pajak walaupun tidak ada
imbalan langsung yang bisa dirasakan. Kita menyadari bahwa tidak ada suatu masyarakat
yang bisa hidup sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Bahkan, kemaslahatan
hidup masusia tidak akan pernah ada tanpa didukung dengan apa yang dinamakan pajak.
Tiap-tiap orang tidak akan mungkin bisa menyediakan fasilits yang dibutuhkannya sendiri
seperti rumah sakit, sekolah, transportasi, rasa aman, dan lainnya. Semua itu bisa terjadi bila
ada kewajiban pembayaran yang dilakukan rakyat dengan nama pajak. Dari pajaklah
pemerintah bisa menyediakan semua fasilitas umum tersebut untuk bisa dimanfaatkan
bersama-sama.
Apabila masyarakat telah melaksanakan kewajibannya membayar pajak, maka
pemerintah berperan memberikan segala bentuk pelayanan umum yang dibutuhkan
masyarakat. Pemberian ini tidak terbatas hanya kepada mereka yang membayar pajak, tetapi
juga kepada mereka yang belum membayar pajak.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana hak dan kewajiban wajib pajak?
1.2.2 Bagaimana hak dan kewajiban fiskus?
1.2.3 Bagaimana penghindaran pajak?
1

1.2.4
1.2.5

Apa yang dimaksud dengan rahasia jabatan?
Siapa kuasa atau wakil wajib pajak?

1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui bagaimana hak dan kewajiban wajib pajak.
1.3.2 Mengetahui bagaimana hak dan kewajiban fiskus.
1.3.3 Mengetahui apa dan bagaimana penghindaran pajak tersebut.
1.3.4 Mengetahui apa dan bagaimana yang dimaksud dengan rahasia jabatan.
1.3.5 Mengetahui siapa saja kuasa atau wakil wajib pajak.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
2.1.1 Hak Wajib Pajak
Hak-hak Wajib Pajak yang diatur dalam undang-undang perpajakan adalah sebagai
berikut:
1. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pengarahan dari fiskus.
Hak ini merupakan konsekuensi logis dari sistem self-assessment yang mewajibkan Wajib
Pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri.
Untuk dapat melaksanakan sistem tersebut, hak Wajib Pajak untuk mendapatkan
pembinaan dan pengarahan sesuai ketentuan yang berlaku tentu merupakan prioritas dari
seluruh hak yang dimiliki Wajib Pajak. Sekalipun sistem self-assessment berjalan, bukan
berarti wajib pajak akan paham semua ketentuan yang ada.
2

kecuali wajib pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. maka wajib pajak dapat mengajukan upaya hukum banding ke pengadilan pajak sesuai ketentuan pasal 27 UU KUP. 6. Hak mengadukan pejabat yang membocorkan rahasia wajib pajak 3 . sesusai ketentuan Pasal 11 UU KUP. Batas waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama 6 bulan dengan mengajukan permohonan secara tertulis. atau tahun pajak. Permohonan banding diajukan dalam waktu 3 bulan sejak keputusan diterima yang dilampiri dengan salinan dari surat keputusan dimaksud. Ketentuan pasal 8 ayat (1) UU KUP menegaskan bahwa pembetulan SPT tersebut diberikan dalam janga waktu 2 tahun sesudah berakhirnya masa pajak. Apabila wajib pajak dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) terdapat kekeliruan dalam pengisiannya. Upaya keberatan diajukan ke kepala KPP/KPPBB sesuai ketentuan pasal 25 UU KUP. tanggal pemotongan atau pemungutan. Pasal 3 ayat (3) dan ayat (4) UU KUP menegaskan bahwa batas waktu penyampaian SPT masa paling lama 20 hari setelah akhir masa pajak dan untuk SPT tahunan paling lambat 3 bulan setelah akhir masa tahun pajak. Hak untuk membetulkan Surat Pemberitahuan. Hak untuk memperpanjang waktu penyampaian Surat Pemberitahuan. 7. Apabila wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajaknya mengalami kelebihan. Setelah fiskus melakukan pemeriksaan. maka atas kelebihan tersebut dapat diminta kemabali (resitusi) dengan suatu permohonan tertulis. Apabila wajib pajak sudah mendapatkan keputusan atas upaya keberatan yang diajukan ke kantor pajak dan merasa keputusan tersebut tidak memuaskannya. 5. bagian tahun pajak.2. Hak mengajukan banding. Hak mengajukan keberatan. Apabila wajib pajak merasa tidak puas atas ketetapan pajak yang diterbitkan atau pemotongan atau pemungutan pajak yang dilakukan pihak ketiga. 4. wajib pajak masih diberikan kesempatan untuk membetulkannya dengan syarat fiskus belum melakukan tindakan pemeriksaan. 3. Hak memperoleh kembali kelebihan pembayaran pajak. wajib pajak dapat mengajukan upaya hukum keberatan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal surat. maka pengambilannya dilakukan paling lama 1 bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sehubungan diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB).

9. pemotongan atau pemungutan pajak.Dalam penjelasan pasal 34 UU KUP ditegaskan bahwa setiap pejabat. antara lain: a. d. Pasal 23 ayat (2) UU KUP menegaskan adanya hak wajib pajak untuk mengajukan gugatan atas: 4 . Dalam hal-hal tertentu. 8. Hak yang diberikan berdasarkan ketentuan pasal 9 ayat (4) UU KUP ini dimaksudkan untuk membantu wajib pajak tetap dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tetap dapat menjalankan usahanya sesuai kondisi nyata wajib pajak yang bersangkutan. c. Hak mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak. Hal ini terkait dengan proses pengajuan upaya hukum keberatan yang akan disampaikan wajib pajak. maka wajib pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Pasal 26 ayat (2) UU KUP menegaskan bahwa sebelum surat keputusan atas keberatan diterbitkan. maka wajib pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajaknya. 10. Pasal 25 ayat (6) UU KUP memberikan hak kepada wajib pajak agar Dirjen Pajak memberikan keterangan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan pajak. ada kalanya wajib pajak tidak dapat melunasi utang pajaknya secara sekaligus. SPT. Hak memberikan alasan tambahan. Dokumen dan/atau rahasia wajib pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berkenaan. penghitungan pajak. petugas pajak maupun mereka yang melakukan tugas dibidang perpajakan untuk tidak megungkapkan kerahasiaan wajib pajak yang menyangkut masalah perpajakan. Laporan keuangan. Apabila pejabat tersebut membocorkan rahasia wajib pajak kepada pihak lain. dan lain-lain yang dilaporkan oleh wajib pajak. Hak meminta keterangan mengenai koreksi dalam penerbitan ketetapan pajak. Dokumen dan/atau data yang diperoleh dari pihak ketiga yan bersifat rahasia. maka wajib pajak dapat mengadukan pejabat tersebut karena telah melakukan tindak pidana perpajakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 UU KUP. Hak mengajukan gugatan. 11. b. Data yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan pemeriksan.

Hak wajib pajak untuk memperoleh imbalan bunga didasarkan pada pasal 27A UU KUP bahwa apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya. Hak untuk menunda penagihan pajak Berkaitan dengan proses banding yang sedang dilakukan wajib pajak. Ketentuan tersebut merupakan pengecualian dari ketentuan ayat (1) yang menegaskan bahwa gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya penagihan pajak atau kewajiban perpajakan wajib pajak. sampai ada putusan pengadilan pajak. Pelaksanaan surat paksa. b. sepanjang utang pajak dalam SKPKB atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. Gugatan diajukan secara tertulis menggunakan bahasa Indonesia dan terhadap satu pelaksanaan penagihan atau satu keputusan diajukan satu surat gugatan. d. 5 . 12. Hak memperoleh imbalan bunga. 13. Permohonan tersebut diajukan sekaligus dalam surat gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya. maka kelebihan pembayaran pajak tersebut dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk paling lama 24 buan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya keputusan keberatan atau putusan banding. Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan. Hak mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. selain yang ditetapkan dalam pasal 25 ayat (1) dan pasal 26. Pengadilan pajak tentu dapat mengabulkan permohonan dimaksud apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika pelaksanaan penagihan pajak yang digugat itu dilaksanakan. Keputusan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 yang berkaitan dengan surat tagihan pajak. surat perintah melaksanakan penyitaan. 14. c. Keputusan pembetulan sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 yang berkaitan dengan surat tagihan pajak. Hak ini timbul berdasarkan ketentuan pasal 91 UU PP yang hanya bisa dilakukan berdasarkan alasan-alasan tertentu yang disebutkan dalam undang-undang.a. Pasal 43 ayat (2) Undang-undang pengadilan pajak (UU PP) menegaskan bahwa penggugatan dapt mengajukan permohonan agar tindak lanjut penaihan pajak ditunda selama pemeriksaan sengketa pajak sedang berjalan. atau pengumuman lelang.

2) Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN) atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan untang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. honorarium. dan pajak kecuali PPh. adalah sebagai berikut: a. sewa. biaya administrasi. prei asuransi. 3) Telah diplubikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. termasuk biaya pembelian bahan. biaya pengolahan limbah. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. Hak ini diberikan kepada wajib pajak yang mempunyai peredaran bruto usaha dalam satu tahun kurang dari Rp600 juta dengan syarat memberitahukan kepad Dirjen Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 14 UU PPh. Kerugian dan selisih kurs mata uang asing. menagih. 4) Wajib pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Dirjen Pajak. penghasilan. Hak mengurangi penghasilan kena pajak dengan biaya yang telah dikeluarkan. Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. Hak memperoleh fasilitas perpajakan.15. dan pelatihan. bunga. dan memelihara e. magang. Pasal 6 UU PPh menegaskan adanya pengeluaran atau biaya yang dapat dikurangkan. gaji. Sesuai pasal 7 UU PPh. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. Hak pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Biaya untuk mendapatkan. Hak menggunakan norma penghitungan penghasilan neto. dengan syarat: 1) Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial. royalty. 17. Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. gratifikasi. f. yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Dirjen Pajak. d. biaya perjalanan. g. Iuran kepada dana pension yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. 6 . 16. 18. dan memelihara penghasilan. Biaya beasiswa. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. b. hak ini khusus diberikan kepada wajib pajak orang pribadi dengan memberikan pengurangan sebesar penghasilan tidak kena pajak yang telah ditentukan. Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 dan pasal 11A. menagih. bous. c. h.

dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor pajak tempat wajib pajak terdaftar. 2. Dalam UU PPN ditegaskan bahwa apabila wajib pajak mempunyai Pajak Masukan. Ketentuan pasal 3 ayat (1) UU KUP menegaskan bahwa setiap wajib pajak wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin. maka atas pajak masukan tersebut dapat dikreditkan terhadap pajak keluaran. 3) Perubahan utang menjadi penyertaan modal. wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dan khusus terhadap wajib pajak yang harus menjadi pengusaha yang mempunyai kewajiban PPN berdasarkan UU PPN. pasal 31B menyebutkan bahwa terhadap wajib pajak melakukan restrukturisasi utang usaha melalui lembaga khusus yang dibentuk pemerintah.Dalam pasal 31A UU PPh ditegaskan adanya fasilitas perpajakan yang diberikan kepada wajib pajak yang melakukan penanaman modal pada bidang usaha tertentu dan/ daerah tertentu dalam bentuk: a. Hak untuk melakukan pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran. Sementara itu. 7 . Ketentuan pasal 2 UU KUP menegaskan bahwa setiap Wajib Pajak wajib mendaftarkan diri pada Dirjen Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan wajib pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). satuan mata uang rupiah. Pengenaan PPh atas dividen sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 sebesar 10% kecuali apabila tariff menurut perjanjian perpajakan yang berlaku menetapkan lebih rendah. tetapi tidak lebih dari 10 tahun. 2. Penyusutan dan amortisasi yang dipercepat. c. b. Kewajiban mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan.1. dan kepadanya diberikan Nomor Poko Pengusaha Kena Pajak (NPPKP). baik dalm jangka waktu mapun jenisnya berupa keringanan PPh yang tertutang atas: 1) Pembebasan utang: 2) Pengalihan harta kepada kreditur untuk penyelesaian utang. 19.2 Kewajiban Wajib Pajak Kewajiban wajib pajak yang diatur dalam undang-undang perpajakan adalah sebagai berikut: 1. d. Pengurangan penghasilan neto paling tinggi 30% dari jumlah penanaman yang dilakukan. angka arab. Kewajiban untuk mendaftarkan diri. dapat memperoleh fasilitas pajak yang bersifat terbatas. Kompensasi kerugian yang lebih lama.

dan ketentuan UU PPN. 5. 6. Kewajiban menaati pemeriksaan pajak. tentunya wajib menaati ketentuan pemeriksaan pajak. Pengertian menerbitkan surat ketetapan pajak sekaligus juga dalam arti membetulkannya secara jabatan. 22. SKPKBT. sesuai pasal 2 ayat (4) U KUP. 23. Hak menerbitkan surat ketetapan pajak.2.2 Hak dan Kewajiban Fiskus 2. Berbagai surat ketetapan pajak yang merupakan hak fiskus untuk mnerbitkannya adalah STP. Kewajiban melunasi Bea Materai. Dalam UU Bea Materai Nomor 13 Tahun 1985 disebutkan bahwa Bea materai merupakan pajak yang dikenakan atas dokumen. Kewajiban pajak untuk membayar atau menyetor pajak yang terutang dilakukan di kas negara melalui kantor pos dan/ bank Badan Usaha Milik Negara atau bahkan bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 7. 2. Kewajiban melakukan pemotongan atau pemungutan pajak. SKPKB. 8 . Bagi wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekejaan bebas dan wajib pajak badan di Indonesia diwajibkan membuat pembukuan.1 Hak Fiskus Hak-ha fiskus yang diatur dalam undang-undang perpajakn Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Keajiban membuat pembukuan atau pencatatan. 8. Kewajiban melakukan pemotongan atau pemungutan pajak ini dilakukan wajib pajak terhadap pihak lain dalam rangka melaksanakan perintah UU PPh. sesuai pasal 16 ayat (1) UU KUP. sesuai ketentuan pasal 29 ayat (3) UU KUP. 2. seperti pasal 21. Kewajiban membayar atau menyetor pajak. SKPLB. Hak menerbitkan NPWP atau NPPKP secara jabatan. sesuai ketentuan pasal 10 ayat (1) UU KUP. Kewajiban membuat Faktur Pajak.3. sesuai ketentuan Pasal 28 ayat (1) UU KUP. sesuai ketentuan pasal 31 UU PPN. 4. Hak menerbitkan NPWP atau NPPKP dilakukan secara jabatan oleh karena wajib pajak atau pengusaha kena pajak tidak melaksanakan kewajibannya untuk mendaftarkan diri dan / melaporkan usahanya ke kantor pajak. SKPN. Terhadap wajib pajak yang diperiksa. 26. Setiap pengusaha kena pajak (PKP) wajib membuat faktur pajak untuk setiap penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).

denda.000. 8. Penyidikan terhadap wajib pajak dapat dilakukan oleh pejabat pegawai negeri sipil (PPNS) tertentu di lingkungan Dirjen Pajak yang diberi wewenang khusus untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sebagaimana diatur dalam pasal 44 UU KUP.3. dam kenaikan yang terdapat dalam ketetapan pajak tersebut dapat dihapuskan atau dikurangi oleh Dirjen Pajak. tentu dapat terjadi adanya ketidaktelitian petugas pajak yang dapat membebani wajib pajak yang tidak bersalah atau tidak memahami peraturan perpajakan. Dalam praktik penerbitan surat ketetapan pajak. 4. Kewajiban untuk membina WP. Hak melakukan penyanderaan. Kewajiba fiskus untuk membina WP merupakan satu kewajiban yang sangat penting sekaipun sistem perpajakan yang dipakai sekarang adalah sistem self-assessment. Hak melakukan pencegahan. maka sanksi administrasi berupa bunga. yaitu apabila masih mempunyai utang pajak sekurangkurangnya sebesar Rp 100. Hak melakukan pemeriksaan dan penyegelan. Kewajiban menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar. 5. Hak menghapuskan atau mengurangi sanksi administrasi.000. yaitu 2x24 jam harus melunasi utang pajaknya.000.00 dan diragukan iktkad baiknya dalam melunasi utang pajak. 6. Dalam hal wajib pajak tidak melunasi utang pajak sebagaimana ditentukan dalam surat ketetapan pajak kurang bayar setelah jatuh tempo pembayaran. Pencegahan dilakukan apabila wajib pajak atau penanggung pajak mempunyai utang sekurang-kurangnya Rp 100. maka fiskus mempunyai hak untuk menerbitkan surat paksa agar wajib pajak dalam jangka waktu yang ditentukan. Hak melakukan pencegahan terhadap wajib pajak untuk pergi ke luar negeri didasarkan pada ketentuan pasal 29 UU tentang penagihan pajak dengan Surat Paksa (UU PPSP). Dalam hal yang demikian. Hak melakukan penyanderaan terhadap wajib pajak atau penanggung pajak didasarkan pada ketentuan pasal 33 ayat (1) UU PPSP. 9 .000.2. Hak menerbitkan surat paksa dan surat perintah melaksanakan penyitaan. Hak melakukan penyidikan. 2.00 dan diragukan iktikad baiknya dalam melunasi utang pajak.2 Kewajiban Fiskus Kewajiban fiskus yang diatur dalam undang-undang perpajakan adalah: 1. Hak fiskus untuk melakukan pemeriksaan dalam rangka menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan diatur dalam pasal 29 UU KUP. 7. 2.

Namun. Putusan pengadilan pajak tersebut langsung dapat dilaksanakan dengan tidak memerlukan lagi keutusan pejabat yang berwenang kecuali peraturan perundang-undangan mengatur lain. a. Perlawanan pasif terhadap pajak Perlawanan yang inisiatifnya bukan dari wajib pajak itu sendiri tetapi terjadi karena keadaan yang ada di sekitar wajib pajak itu. Kewajiban melaksanakan putusan. maka sepanjang proses pemeriksaan benar menghasilkan adanya kelebihan pembayaran pajak. wajib pajak dituntut untuk menghitung sendiri pendapatan nettonya. Perlawanan terhadap pajak terdiri dari perlawanan aktif dan perlawanan pasif.Hambatan-hambatan tersebut berasal dari struktur ekonomi.Berdasarkan permohonan wajib pajak atas adanya kelebihan pembayaran pajak dan fiskus telah melakukan pemeriksaan atas permohonan tersebut. dilarang mengungkapkan kerahasiaan wajib pajak kepada pihak lain atas segala sesuatu yang menyangkut masalah data perpajakan. 4. Padahal pajak ini diperuntukkan untuk masyarakat di negara industri. 3. fiskus berkewajiban menerbitkan surat ketetaan pajak lebih bayar (SKPLB) paling lambat 12 bulan sejak surat permohonan diterima kantor pajak (pasal 17B UU KUP). sesuai ketentuan pasal 34 UU KUP. Kewajiban merahasiakan data WP. Putusan pengadilan pajak harus diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum. putusan pengadilan pajak harus dilaksanakan oleh pejabat yang berwenang dalam jangka waktu 30 hari terhitung sejak tanggal diterima putusan. 1. Salinan putusan atau salinan penentapan tersebut akan dikirim kepada para pihak dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal putusan pengadilan pajak diucapkan atau dalam jangka waktu 7 hari sejak tanggal putusan sela diucapkan. dan teknik pemungutan pajak itu sendiri.Untuk itu diperlukan adanya pembukuan. menghitung pendapatan netto akan sangat sulit dilakukan oleh masyarakat 10 . 2. Setiap petugas pajak. perkembangan moral dan intelektual penduduk. Sesuai pasal 88 ayat (2) UU pengadilan pajak.3 Penghindaran Pajak Penghindaran pajak atau perlawanan terhadap pajak adalah hambatan-hambatan yang terjadi dalam pemungutan pajak sehingga mengakibatkan berkurangnya penerimaan kas negara.Dalam pajak ini. Struktur Ekonomi Contoh: Pajak penghasilan yang diterapkan pada masyarakat agraris.

Perlawanan pasif sangat kuat dirasakan oleh pajak langsung dari pada pajak tidak langsung. Perkembangan Intelektual dan Moral Penduduk Perlawanan pasif yang timbul dari lkemahnya sistem kontrol yang dilakukan oleh fiscus ataupun karena objek pajak itu sendiri sulit untuk dikontrol.Pendapatan mereka lebih sedikit sehingga penerimaan negara pun kurang. mereka tidak bisa bekerja di musim dingin.Karena itu. b. Indonesia mengambil jalan keluar untuk masyarakat kecil yang tidak bisa melakukan pembukuan dengan menggunakan norma perhitungan. d. Hal ini bisa mengakibatkan mereka bekerja lebih santai dan hasilnya tidak optimal. peugas pajak melakukan penyuluhan dari kantor perpajakan mulai dari pusat sampai ke daerah. Permata adalah benda yang kecil dan sulit dikontrol keberadaannya. mereka harus bekerja keras di musim yang lainnya agar kebutuhan di musim dingin bisa terpenuhi. mereka juga tidak mampu melakukan pembukuan. maka perlu diadakan penyuluhan pajak untuk menghindari adanya perlawanan pasif terhadap pajak. biasanya negara agraris menghubungkan besarnya penghasilan netto dengan luas kepemilikan atas tanah dan dihubungkan dengan tingkat kesuburan tanah.Hasilnya. timbullah perlawanan pasif terhadap pajak. Sebelum teknologi berkembang. Contoh: Pajak kepemilikan permata yang diterapkan di Belgia. mereka bisa menghasilhan pendapatan yang lebih banyak sehingga uang yang masuk ke kas negara pun lebih banyak. Di negara berkembang. pajak ditentukan dengan perkiraan jumlah bulat atas dasar pendapatan kadastral/nilai sewa.Sehingga bisa saja pemilik permata menyembunyikan permata ini agar terhindar dari pengenaan pajak. Teknik Pemungutan Pajak Itu Sendiri Contoh: untuk pajak yang cara perhitungannya rumit dan memerlukan pengisian formulir yang rumit pula. ataupun atas dasar luasnya tanah yang dikerjakan. Cara Hidup Masyarakat di Suatu Negara Contoh: masyarakat yang hidup di daerh tropis yang hanya memiliki dua musim sehingga memungkinkan mereka bekerja sepanjang tahun.agraris. Jadi. Karena itu. Selain karena pencatatan pendapatan yang akurat sulit dilakukan. Hal ini 11 . setiap tahun. Wajib pajak tinggal menghitung berapa omsetnya dikalikan dengan norma perhitungannya. Norma perhitungan dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak. c.Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di daerah subtropis yang memiliki empat musim.Untuk menghindari hal ini.

Hal ini merupakan usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan terhadap fiscus dan bertujuan untuk menghindari pajak atau mengurangi kewajiban pajak yang seharusnya dibayar.Sebagai contoh. yaitu: Penghindaran Pajak (Tax Avoidance). Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Penghindaran pajak terjadi sebelum SKP keluar. Ada 3 cara perlawanan aktif terhadap pajak. menggunakan ikat pinggang dari plastik. Contoh: Di Indonesia. Hal ini harus sesuai dengan kentungan yang akan mereka dapatkan dan keringanan pajak yang mereka peroleh. Di negara berkembang. SDM.Sedangkan di negara maju. atau 12 . Pengelakan Pajak (Tax Evation). Perlawanan aktif terhadap pajak Perlawanan aktif adalah perlawanan yang inisiatifnya berasal dari wajib pajak itu sendiri. dari pajak tidak langsung ada masalah ketidakadilan. 2.Mereka harus memikirkan tentang transportasi. yaitu: (1)Menahan Diri : Yang dimaksud dengan menahan diri yaitu wajib pajak tidak melakukan sesuatu yang bisa dikenai pajak. A. Yang terjadi hanya pada pengusaha yang baru membuka usaha. cukai tembakau yang dikenakan pada orang yang merokok. pindah lokasi tidak semudah itu dilakukan oleh wajib pajak.Namun.Pajak tidak langsung hanya merupakan pelengkap dari pajak langsung. serta fasilitas-fasilitar yang menunjang usaha mereka. wajib pajak tidak secara jelas melanggar undang-undang sekalipun kadang-kadang dengan jelas menafsirkan undang-undang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pembuat undang-undang. SDA.disebabkan oleh karena cara perhitungan pajak tidak langsung lebih sederhana dari pajak langsung. Sebagai gantinya. hal ini jarang terjadi. Melalaikan Pajak. Contoh: Tidak merokok agar terhindar dari cukai tembakau dan tidak menggunakan ikat pinggang dari kulit ular atau buaya agar terhindar dari pajak atas pemakaian barang tersebut. akomodasi. Jika ada konglomerat dan tukang becak yang merokok. (2)Pindah Lokasi : Memindahkan lokasi usaha atau domisili dari lokasi yang tarif pajaknya tinggi ke loksi yang tarif pajaknya rendah. mereka akan dikenakan cukai tembakau yang sama besarnya walaupun mereka memiliki kemampuan ekonomi yang jauh berbeda. pemasukan negara dari pajak langsung lebih besar dari pada pemsukan negara dari pajak tidak langsung. diberikan keringanan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia Timur. pajak tidak langsung lebih besar dari pajak langsung. Penghindaran pajak dilakukan dengan 3 cara.Dalam penghindaran pajak ini.Namun. Biasanya.

Untuk menghindari hal ini. Dengan demikian. dan yayasan menyalurkannya ke pegawai dalam bentuk beras. Dengan asumsi. Pemerintah negeri Belanda menetapkan pajak khusus untuk tempat dansa umum. Jadi.4 Rahasia Jabatan Rahasia jabatan adalah segala hal yang tidak boleh diceritakan lebih lanjut oleh pejabat atas apa yang diketahuinya dari wajib pajak atau pihak lain pada melakukan tugasnya(tentang 13 . mereka terbebas dari pengenaan pajak untuk tempat dansa umum. Perusahaan memberi uang kepada yayasan. Menurut undang-undang yang berlaku. Di Indonesia. Maka dari itu. Pemilik bioskop menghindari pengenaan pajak ini dengan cara mengenakan tarif masuk yang sangat murah khusus untuk wartawan. Penghindarannya dengan cara: perusahaan bekerjasama dengan yayasan dalam penyaluran tunjangan ini.Hal inilah yang memberikan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. Karena pengenaan pajak ini. Di Belanda dan di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Oleh pemerintah. diterapkanlah pajak untuk kursi gratis tersebut. untuk pegawai diberi tunjangan beras (in natura). Penetapan pajak khusus untuk tempat dansa umum di Belanda. hal ini tidak boleh dibebankan sebagai biaya. 2. ini dianggap iklan gratis. pegawai tetap dapat beras dan hal itu dibebankan sebagai biaya sehingga pajaknya berkuarang. 2. keuntungan pengusaha jadi berkurang. pemilik bioskop menyediakan sederet kursi gratis di barisan terdepan khusus untuk wartawan. Mereka membuka cabang baru di tempat yang tarif pajaknya lebih rendah. Contoh: 1. 3. mereka mengubah status tempat dansa umum tersebut menjadi tempat dansa khusus anggota yang keanggotaannya terbuka untuk umum.perusahaan yang akan membuka cabang baru. setelah menonton wartawan tersebut akan menulis review tentang film tersebut dan memuat di koran/majalah mereka. (3)Penghindaran Pajak Secara Yuridis : Perbuatan dengan cara sedemikian rupa sehingga perbuatan-perbuatan yang dilakukan tidak terkena pajak. Biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kekosongan atau ketidak jelasan undangundang.

Pihak-pihak yang dikecualikan merahasiakan keadaan Wajib Pajak a. Menteri Keuangan dapat memberi izin tertulis untuk meminta kepada pejabat dan tenaga ahli . Setiap pejabat dilarang memberitahukan kepada pihak lain yang tidak berhak segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya untuk menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. nama pihak yang ditunjuk dan nama pejabat atau ahli atau tenaga ahli yang diizinkan untuk memberi keterangan atau memperlihatkan bukti tertulis dari atau tentang Wajib Pajak. Pejabat dan tenaga ahli yang bertindak sebagai saksi atau saksi ahli dalam sidang pengadilan. harus menyebutkan nama tersangka atau nama tergugat. kecuali sebagai saksi atau saksi ahli dalam sidang pengadilan. wajib pajak dan seterusnya) daripada yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. c. Untuk kepentingan pemeriksaan di Pengadilan dalam perkara pidana atau perdata atas permintaan Hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata. b. tenaga ahli yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak untuk membantu dalam pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Dalam surat izin menteri keuangan harus dicantumkan nama Wajib Pajak. Menteri Keuangan berwenang memberi izin tertulis kepada pejabat dan tenaga-tenaga ahli supaya memberikan keterangan. Untuk kepentingan negara. memperlihatkan bukti tertulis dari atau tentang Wajib Pajak kepada pihak yang ditunjuknya. 22. produksi perusahaan. b. a.ngan yang diminta serta kaitan antara perkara pidana atau perdata yang bersangkutan dengan keterangan yang diminta tersebut 3Pihak-pihak yang dapat diberikan Keterangan oleh Pejabat dan Tenaga Ahli yang Ditunjuk ( Pasal 34 ayat 2a a Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 ) huruf b Jo KMK Nomor 539/KMK. d. 1Pihak-pihak yang wajib merahasiakan keadaaan Wajib Pajak . Permintaan Hakim sebagaimana dimaksud. Pjabat dan tenaga ahli yang memberikan keterangan kepada pihak lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. bukti tertulis dan keterangan Wajib Pajak yang ada padanya.kekayaan penghasilan.04/2000 14 . pekerjaan. keterangan-ketera.

Surat tugas ini harus menyebutkan nama Wajib Pajak dan keterangan yang ingin diketahui tentang Wajib Pajak yang bersangkutan b. Wajib Pajak Orang Pribadi dapat bertindak sendiri sedangkan Wajib Pajak Badan oleh wakilnya. sehingga tidak mungkin melakukan sendiri kewajiban perpajakannya. Pihak lain yang kepadanya dapat diberikan keterangn oleh pejabat dan tenaga ahli mengenai segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan oleh Wajib Pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya untuk menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan adalah pejabat dari lembaga negara atau instansi pemerintah yang berwenang melakukan pemeriksaan di bidang keuangan negara yang sedang menjalankan tugas sesuai dengan surat tugas yang diterima dan ditunjukan kepada pejabat atau tenaga ahli tersebut. Wajib Pajak Badan. Wajib Pajak Wajib Pajak dapat digolongkan menjadi dua yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan. pada hakekatnya merupakan suatu bentuk organisasi atau perkumpulan. Wajib Pajak Badan.5 Kuasa Atau Wakil Wajib Pajak Dalam melaksanakan hak dan/atau memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. untuk bertindak. harus dilakukan oleh orangorang yang ditunjuk atau dipilih untuk mewakilinya. Ketentuan yang mengatur hal tersebut adalah Pasal 32 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah 15 . Lembaga negara atau instnasi tersebut adalah : 1) Badan Pemeriksa Keuangan 2) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 2. Kuasa adalah seseorang yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melaksanakan hak dan/atau memenuhi kewajiban perpajakan tertentu dari Wajib Pajak yang memberikan kuasa. Wajib Pajak Orang Pribadi (kecuali orang dalam pengampuan) dapat menjalankan sendiri hak dan kewajiban perpajakannya.a. Wajib Pajak dapat menunjuk seorang kuasa. Dalam hal Wajib Pajak tidak dapat memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya. yang meliputi konsultan pajak dan bukan konsultan pajak.

misalnya berwenang menandatangani kontrak dengan pihak ketiga. badan dalam pembubaran oleh orang atau badan yang ditugasi untuk melakukan pemberesan. Kuasa Wajib Pajak Dalam praktek.” Dalam penjelasannya disebutkan: “Orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang dalam menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan perusahaan. Selama orang tersebut memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan perusahaan. badan dalam likuidasi oleh likuidator.” Pengertian pengurus diatur dalam Pasal 32 ayat (4) Undang-Undang KUP sebagai berikut: “(4) Termasuk dalam pengertian pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan. termasuk dalam pengertian pengurus.” Melihat pasal tersebut di atas. seorang pengurus adalah seseorang yang tidak harus duduk di jajaran direksi (direktur atau komisaris). Seorang karyawan -manajer. atau staf ahli perpajakan. dan sebagainya walaupun orang tersebut tidak tercantum namanya dalam susunan pengurus yang tertera dalam akte pendirian maupun akte perubahan. Wajib Pajak diwakili dalam hal: badan oleh pengurus. badan yang dinyatakan pailit oleh curator.terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 (Undang-Undang KUP). pelaksana wasiatnya atau yang mengurus harta peninggalannya. Misalnya. yaitu: “Dalam menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. orang tersebut termasuk dalam pengertian pengurus. suatu warisan yang belum terbagi oleh salah seorang ahli warisnya. kepala bagian perpajakan. menandatangani cek. Wajib Pajak sibuk atau tidak 16 . Ketentuan dalam ayat ini berlaku pula bagi komisaris dan pemegang saham mayoritas atau pengendali. dapat saja terjadi karena sesuatu hal Wajib Pajak tidak dapat melaksanakan atau menjalankan sendiri hak dan kewajiban perpajakannya.dapat menjadi pengurus suatu perusahaan sepanjang karyawan tersebut secara nyata-nyata mempunyai kewenangan ikut menentukan kebijaksanaan dan/ atau mengambil keputusan untuk menjalankan kegiatan perusahaan. anak yang belum dewasa atau orang yang berada dalam pengampuan oleh wali atau pengampunya.

Yang dimaksud dengan hak dan kewajiban perpajakan tertentu adalah suatu proses perpajakan tertentu yang terkait dengan pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak.menguasai/ memahami ketentuan perpajakan. pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan dalam rangka pemeriksaan. yang berbunyi sebagai berikut: “(3) Orang pribadi atau badan dapat menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa khusus untuk menjalankan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. ingin memberikan kuasa untuk mengajukan keberatan kepada Sdr. seorang kuasa hanya mempunyai hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan Wajib Pajak sesuai dengan surat kuasa khusus (yang diberikan Wajib Pajak). Lain halnya. misalnya. tampak jelas diatur bahwa yang dapat menerima kuasa dari Wajib Pajak adalah orang (individu) bukan badan. apabila Wajib Pajak sendiri yang bertindak. seorang kuasa membutuhkan adanya surat kuasa khusus dari Wajib Pajak yang bersangkutan. Undang-Undang KUP telah memberikan kemudahan dan kelonggaran kepada Wajib Pajak di mana Wajib Pajak dapat menunjuk seorang kuasa untuk membantu melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Oleh karena seorang kuasa bukan merupakan Wajib Pajak. Rian Nugroho. pengertian seorang kuasa berbeda dengan Wajib Pajak (wakil Wajib Pajak). atau pengisian serta penandatanganan Surat Pemberitahuan (SPT). maka dalam bertindak menjalankan hak dan kewajiban perpajakan Wajib Pajak. maka mereka tidak memerlukan kuasa dari siapapun. Dari ketentuan tersebut. Di samping itu pula. Misalnya. Selanjutnya. Kenari. yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Subiyakto & Rekan. Rian Nugroho sebagai penerima kuasa. pengajuan keberatan. Ani harus menyebutkan nama Sdr. bukan antara Sdri. Ani. Sdri. bukan Kantor Akuntan Publik Subiyakto & Rekan sebagai penerima kuasanya. Seorang kuasa merupakan pihak atau orang lain dari Wajib Pajak. Apabila hal tersebut terjadi. permohonan fasilitas perpajakan. ayat (3a) Undang-Undang KUP. tidak berarti hak dan kewajiban perpajakan tersebut tidak dilaksanakan oleh Wajib Pajak. Ani dengan Kantor Akuntan Publik Subiyakto & Rekan karena Kantor Akuntan Publik Subiyakto & Rekan bukan orang (individu) tetapi badan (firma). direktur utama PT. Surat kuasa khusus yang dibuat oleh Sdri. Kuasa Wajib Pajak bermula dari Pasal 32 ayat (3) jo. 17 .

3. Hak mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak. Hak meminta keterangan mengenai koreksi dalam penerbitan ketetapan pajak.BAB III PENUTUP 3. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pengarahan dari fiskus. 7.1 Kesimpulan Hak wajib pajak antara lain: 1. Hak mengajukan keberatan. Hak memperoleh kembali kelebihan pembayaran pajak. Hak untuk membetulkan surat pemberitahuan. Hak mengadukan pejabat yang membocorkan rahasia wajib pajak. Hak untuk memperpanjang waktu penyampaian surat pemberitahuan. Hak mengajukan banding. 4. 9. 2. 5. 8. 18 . 6.

Hak menurangi penghasilan kena pajak dengan biaya yang telah dikeluarkan. 3. 16. 17. Hak melakukan penyidikan. 2. Hak memperoleh imbalan bunga. 8. 12. 13. 6. 5. 14. 3. Hak menghapuskan atau mengurangi sanksi administrasi. 15. 4. Hak melakukan pencegahan. 11. Kewajian merahasiakan data WP. Kewajiban melunasi Bea Materai. Kewajiban untuk membina WP. Hak mengajukan peninjauan kembali ke MA. 19 . Kewajiban menerbitkan surat ketetapan pajak lebih bayar. Kewajiban wajib pajak: 1. Hak memperoleh fasilitas perpajakan.10. Kewajiban Fiskus: 1. Hak menerbitkan surat paksa dan surat perintah melaksanakan penyitaan. Kewajiban membuat faktur pajak. Hak pegurangan berupa penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Penghindaran Pajak: Penghindaran pajak atau perlawanan terhadap pajak adalah hambatan-hambatan yang terjadi dalam pemungutan pajak sehingga mengakibatkan berkurangnya penerimaan kas negara. 7. 19. 3. Hak memberikan alasan tambahan. Hak mengajukan gugatan. Kewajiban membuat pembukuan atau pencatatan. Hak Fiskus : 1. 18. 8. 4. Hak melakukan pemeriksaan dan penyegelan. Hak untuk melakukan pengkreditan pajak masukan terhadap pajak keluaran. 7. Kewajiban membayar atau menyetor pajak. Hak menerbitkan surat ketetapan pajak. Hak menggunakan norma perhitungan penghasilan neto. 2. 4. Perlawanan terhadap pajak terdiri dari perlawanan aktif dan perlawanan pasif. 6. Kewajiban menaati pemeriksaan pajak. Kewajiban untuk mendaftarkan diri 2. Kewajiban melaksanakan putusan. Hak untuk menunda penagihan pajak. Hak menerbitkan NPWP atau NPPKP secara jabatan. Kewajiban mengisi dan menyampaikan surat pemberitahuan. 5. Hak melakukan penyanderaan. Kewajiban melakukan pemotongan atau pemungutan pajak.

Ilyas.Richard & B.Rahasia Jabatan: Rahasia jabatan adalah segala hal yang tidak boleh diceritakan lebih lanjut oleh pejabat atas apa yang diketahuinya dari wajib pajak atau pihak lain pada melakukan tugasnya (tentang kekayaan penghasilan. Jakarta: Salemba Empat. Kuasa atau wakil wajib pajak: seseorang yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melaksanakan hak dan/atau memenuhi kewajiban perpajakan tertentu dari Wajib Pajak yang memberikan kuasa. Hukum Pajak.Wirawan. pekerjaan. yang meliputi konsultan pajak dan bukan konsultan pajak. DAFTAR PUSTAKA Burton. 2014. 20 . wajib pajak dan seterusnya) daripada yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. produksi perusahaan.