You are on page 1of 3

KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, SOSIAL BUDAYA, GENDER DALAM REALITA

KEHIDUPAN DI INDONESIA

1; Keragaman Suku Bangsa di Indonesia

Negara Indonesia adalah negara kepulauan. Pulau-pulau di Indonesia berjumlah 13.
667 pulau besar dan kecil. Pulau pulau itu membentang dari Sabang sampai Merauke. Dahulu,
orang Indonesia berasal dari nenek moyang yang sama yaitu bangsa Yunan. Kemudian mereka
berpencar. Karena berada di tempat yang letaknya terpisah-pisah oleh alam baik gunung,
hutan, laut maupun sungai, maka terbentuklah berbagai suku bangsa. Suku bangsa tersebut
memiliki adat istiadat dan budaya yang berbeda satu dengan yang lain.
Suku bangsa merupakan sekumpulan masyarakat yang memiliki kebiasaan dan
budaya yang sama. Perlu diketahui bahwa bangsa Indonesia terdiri lebih dari 300 suku
bangsa. Sebagai contoh suku di Indonesia antara lain Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Aceh,
Suku Batak, Suku Dayak, Suku Bali, dan lain sebagainya. Suku-suku tersebut ada yang belum
banyak mendapat pengaruh budaya lain. Mereka sering dikenal sebagai suku terasing.
a; Suku Jawa
Bagaimana suku jawa itu? bagaimana stratifikasi suku jawa itu? dan bagaimana
dengan pandangan hidup, dan watak orang jawa itu? Semua akan terjawab dalam
pembahasan kali ini. Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal
dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta mereka yang menggunakan bahasa Jawa
dalam kesehariannya untuk berkomunikasi. Menurut hikayat, asal muasal suku Jawa
diawali dari datangnya seorang satria pinandita yang bernama Aji Saka. Ia adalah orang
yang menulis sebuah sajak, dimana sajak itu yang kini disebut sebagai abjad huruf Jawa
hingga saat ini. Maka dari itu, asal mula sajak inilah yang digunakan sebagai penanggalan
kalender Saka.
Asal usul suku Jawa juga berkaitan dengan bahasa yang digunakan, yakni bahasa
Jawa. Secara resmi, ada dua jenis bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat suku Jawa.
Dua jenis bahasa ini tersedia sebagai berikut : Bahasa Jawa Ngoko adalah bahasa Jawa
yang digunakan oleh orang yang sudah akrab, orang dengan usia yang sama atau seseorang
kepada orang lain yang status sosialnya lebih rendah.Bahasa Jawa Kromo. Bahasa tersebut
digunakan kepada orang yang belum akrab, dari orang muda kepada orang tua atau dengan
orang yang status sosialnya lebih tinggi.
Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan
hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan unggah-ungguh. Aspek
kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan membuat
orang Jawa biasanya sangat sadar akan status sosialnya di masyarakat. Pada bahasa Kromo,
masih ada pembagian menjadi dua macam, yakni Kromo Madya dan Kromo Halus atau
Kromo Inggil. Dimana Kromo Madya digunakan sebagai bahasa pergaulan yang lebih
sopan daripada bahasa Ngoko. Sedangkan untuk Kromo Inggil digunakan kepada orang
yang lebih tua atau memiliki jabatan dan status sosial yang jauh lebih tinggi dibandingkan
yang berbicara.
Dalam masyarakat Jawa terdapat penggolongan sosial yang pernah dibahas oleh
seorang antropolog dari Amerika Serikat bernama Clifford Geertz. Ia membagi suku Jawa
dalam tiga golongan. Golongan tersebut antara lain:
1; Kaum santri
Golongan ini adalah mereka yang memeluk agama Islam dan menganut agama Islam
sebagai jalan hidupnya.
2; Kaum Abangan
Kaum abangan adalah mereka yang masih berpegang pada adat istiadat Jawa,
meskipun mereka memeluk berbagai agama. Kaum ini sering disebut dengan Kejawen,
maka ada istilah Islam Kejawen, Kristen Kejawen dan lain diantaranya. Beberapa
priyayi kuno masuk dalam golongan ini.

bukan mengenai fitnah yang telah dilakukan Jokowi sebelumnya dan bukan juga motivasi Jokowi yang kemudian tersirat. dituakan. yakni hubungan kekerabatan berasal dari kedua orang tua. Incumben Foke. Jokowi memenangkan Pilkada DKI Jakarta ini terutama adalah karena kejawaannya. satu pertanyaan puncak yang ditanyakan Foke kepada Jokowi dalam acara debat yang ditayangkan oleh ratusan juta pasang mata di media Televisi tidak berbayar lalu bukanlah mengenai program. latar belakang apalagi segala retorikanya memajukan Jakarta dengan lebih baik. Indonesia adalah Negara dengan suku bangsa majemuk. namun seringkali menjadi negatif karena terkadang menyimpan dendam sesama saudara atau orang lain. ulet dalam mengerjakan sesuatu. Cara berpakaian dan bertingkah laku sederhana. berbahasa dengan sederhana dan berpikiran pun sederhana. Mereka pada umumnya bekerja untuk pemerintah atau swasta dengan status sosial yang lebih tinggi dari orang kebanyakan. Kaum Priyayi Kaum priyayi adalah mereka yang bekerja sebagai pegawai atau para cendikiawan. Termasuk dalam wilayah sukunya sendiri. Hal ini merupakan cara tersendiri bagi masyarakat suku Jawa dalam menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Dengan senyum konyol. yakni sistem kekerabatan. Foke adalah lambang Jawa modern yang lama tinggal dan bergaul dengan berbagai suku bangsa lain di Indonesia pada Jakarta. Penggolongan sosial ini berkaitan dengan bahasa yang sudah dibahas diatas. Setelah kita membahas asal usul. berlatar belakang pendidikan tinggi berkata normatif dan menjaga sikap kewibawaan dengan upaya yang sangat tinggi. Bahkan mungkin jika diadakan pemilihan dengan skala nasional pun begitu. Pertanyaan yang diajukan Foke adalah mengenai identitas kejawaan Foke sendiri dan rasa yang dialami Jokowi dalam menghadapi semua yang terjadi terkait dengan Pilkada Jakarta. Jokowi adalah batu kriptonit dari Foke yang seperti manusia sempurna. sistem kekerabatan disesuaikan dengan asal usulnya. berbudi pekerti halus.Tapi Jokowi dipilih karena Foke. Sebagai contohnya adalah kehidupan yang dialami pak Jokowi beberapa waktu lalu. tiap wilayah di Indonesia adalah sah jika diduduki oleh suku dari dalam bangsa. kerendahatian yang tersirat besar. Jika Foke dan Jokowi adalah dua anak suku Jawa yang berkebalikan dan dalam ruang interaksi antara keduanya yang juga berada pada ruang interaksi yang lebih besar dari Indonesia di Jakarta. dan kepribadian Jokowi sendiri. bahasa dan golongan sosial suku Jawa. siapapun harus mengakui bahwa Jokowi lebih banyak disukai oleh Rakyat Jakarta pada umumnya dengan margin kemenangan sekitar 5-7% atas saingannya. orang yang lebih muda. Meski belum dilantik secara resmi. suku Jawa adalah yang terbanyak yang mendiami wilayah indonesia secara keseluruhan dan memiliki jumlah terbanyak di Indonesia. Identitas Jokowi adalah identitas Jawa keseharian yang nampak sehari-hari dalam pergaulan dengan suku bangsa lain di Indonesia. ibu dan sebagainya. Jokowi telah memenangkan pertarungan Pemilukada DKI Jakarta kali ini. Dalam suku Jawa. yang akhirnya beradaptasi dan diadaptasikan kepentingannya menghadapai berbagai kepentingan yang lebih besar. digunakan bahasa yang berbeda. Memiliki kecenderungan tertutup dan tidak berterus terang adalah salah satu watak yang paling terkenal pada suku Jawa. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan orang Jawa yang menghindari konflik dan ingin memelihara hubungan yang harmonis. dan kemudian secara non eksplosif tidak mengakui kejawaannya. ayah.Dengan kemajemukannya. Suku Jawa tidak menyukai pertikaian. Suku Jawa terkenal sebagai suku yang penuh dengan tata krama. . maka sudah wajar rasanya jika kita mengakui bahwa keduanya adalah figur yang sama baiknya. Rakyat Indonesia adalah lebih menyukai Jokowi dibandingkan sosok manapun di Indonesia sekarang ini.3. pejabat. Sistem yang digunakan adalah bilateral. Dalam melakukan komunikasi antara satu dengan lainnya. maka kita akan melanjutkan pada karakteristik suku Jawa. Dan suku dari dalam bangsa terbanyak yang menduduki wilayah dari suku lain di Indonesia adalah Suku Jawa. Maka dari itu disimpulkan bahwa hubungan kekerabatan suku Jawa tidak seperti suku lain kebanyakan yang hanya satu garis saja. yang sama namun berlainan. Bukan karena program. ayah dan ibu.

Suku batak .Keduanya adalah Figur suku Jawa yang Indonesia. Dan Jokowi tidak menyerang Foke dengan kata-kata yang tidak Jawa dengan menyatakan bahwa Foke adalah orang yang munafik yang tidak mengakui kejawaannya. tidak seperti para pendukung keduanya. Foke tidak secara terbuka mengakui dirinya sendiri sebagai suku Jawa. b. suku jawa yang besar dan mengayomi kepentingan berbagai suku bangsa lain yang diakui di Indonesia.