You are on page 1of 2

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan Isoterm Adsorpsi Carbon Aktif

yaitu adsorben arang, larutan HCl, padatan NaOH, asam oksalat (H 2C2O4),
indikator phenolpthalein (pp), aquades, karet gelang, plastik dan tissue. Bahan
yang pertama yaitu adsorben arang yang nantinya pada saat praktikum akan
diaktifkan menjadi arang aktif dan digunakan untuk mengadsorpsi asam.
Selanjutnya, bahan yang kedua adalah asam oksalat (H 2C2O4) dari Merck yang
digunakan untuk standarisasi NaOH atau untuk membakukan NaOH sehingga
dapat digunakan untuk titrasi. Kemudian ada larutan HCl dari Merck yang pada
saat praktikum akan divariasi konsentrasinya. NaOH yang digunakan pada
percobaan ini yaitu padatan NaOH Pro analis dari produsen. NaOH tersebut
merupakan larutan baku sekunder yang akan digunakan saat titrasi untuk
penentuan konsentrasi asam sebelum penambahan arang aktif maupun setelah
penambahan arang aktif. Indikator phenolphtalein (pp) digunakan sebagai
indikator pada saat titrasi dilakukan. Untuk pengenceran NaOH, asam oksalat,
HCl digunakan aquades. Karet dan gelang digunakan untuk menutup labu takar
pada saat pengenceran. Tissue digunakan untuk mengeringkan alat yang
digunakan saat praktikum. Berikut merupakan bahan yang digunakan.
Pada percobaan isoterm adsorpsi carbon aktif menggunakan alat-alat sebagai
berikut. Erlenmeyer yang digunakan yaitu erlenmeyer 100 mL dan 200mL
produksi pyrex yang jumlahnya masing-masing 8 dan 6 buah. Erlenmeyer 100
mL digunakan untuk titrasi sebelum penambahan maupun setelah penambahan
arang aktif dan titrasi untuk pembakuan larutan NaOH. Sedangkan erlenmeyer
200 mL digunakan untuk mencapurkan larutan HCl dengan arang aktif. ada 2
jenis labu takar yang digunakan yaitu labu takar 250 mL dan 50 mL yang
merupakan produksi pyrex. Labu takar tersebut masing-masing berjumlah 1
buah. Untuk pengenceran larutan NaOH digunakan labu takar 250, dan
pengenceran larutan HCl digunakan labu takar 100 mL. Pipet volume yang
digunakan dengan ukuran 5 mL, 10 mL, 15 mL dan 50 mL yang merupakan
prodksi pyrex. Pipet volume 50 mL digunakan untuk mengambil larutan induk
HCl. Sedangkan pipet volume volume ukuran 5 mL, 10 mL, dan 15 mL digunakan
untuk mngambil larutan anak HCl. Gelas ukur ukuran 10 mL juga digunakan
untuk mengambil larutan HCl. Gelas ukur yang dibgunakan merupakan produksi
Iwake. Pipet ukur yang digunakan yaitu piper ukur 10 mL yang juga produksi
pyrex. Pipet ukur ini juga digunakan untuk mengambil larutan HCl. Glass beaker
digunakan sebagai tempat NaOH saat titrasi dan aquades saat pengenceran.
Glass beaker ini merupakan produksi Iwake yang berukuran 100 mL sebanyak 2
buah. Untuk mengaduk pada saat pembuatan NaOH digunakan batang
pengaduk. Corong sebanyak 2 buah yang digunakan untuk memasukkan larutan
NaOH dan asam oksalat serta digunakan untuk menyaring larutan HCl yang
sudah tercampur dengan arang aktif. Alat selanjutnya yaitu buret ukuran 50 mL
sebanyak 2 buah yang merupakan produksi Iwake. Buret ini digunakan untuk
titrasi. Statif dan klem sebanyak 2 buah yang digunakan sebagai penyangga
buret pada saat titrasi. Untuk pengambilan padatan NaOH dan arang digunakan
spatula besi sebanyak 1 buah. Pipet tetes sebanyak 3 buah digunakan untuk
mengambil aquades dan indikator fenolftalein (pp). Kaca arloji sebanyak 1 buah
yang digunakan untuk meletakkan padatan NaOH pada saat penimbangan. Ball
pipet digunakan untuk mengambil larutan yang dipasang pada pipet volume.
Cawan porselin digunakan sebagai tempat pemanasan arang aktif. Plastik
digunakan untuk menutup labu takar pada saat pengenceran larutan NaOH dan
larutan HCl. Karet digunakan untuk mengikat plastik yang dipasang pada labu

Kasa digunakan sebagai alat bantu pada saat pemanasan arang yang diletakkan di atas kompor agar cawan porselin tidak terkena api secara langsung. Neraca analitik digunakan untuk menimbang padatan NaOH dan arang aktif. dilajutkan pembuatan larutan HCl dengan 6 variasi konsentrasi antara lain 0.0000 gram dan diencerkan ke dalam labu takar 250 mL. Kertas saring digunakan untuk menyaring larutan HCl yang sudah tercamur dengan arang aktif. 0.15 mL yang diencerkan dalam labu takar 100mL. Alat dan bahan yang diperlukan pada percobaan dipersiapkan terlebih dahulu dan diletakan di atas meja secara terpisah.takar pada saat pengenceran. Dari larutan ini diencerkan menjadi 5 normalitas lainnya.0156 N. 0. Cara kerja pada percobaan ini sebagai berikut. Setelah pembuatan larutan NaOH selesai.5000 gram dengan menggunakan neraca analitik. Larutan ini akan dibuat dari larutan HCl dengan kadar 37% sehingga konsentrasi awal dari larutan yang digunakan adalah 12. berikut merupakan gambar cara kerja pada percobaan ini.0625 N.125 N.5000 N akan digunakan larutan HCl kadar 37% sebanyak 4. 0. Kemudian. Pemanasan ini dilakukan dengan menggunakan kompor tetapi jangan sampai membara. larutan NaOH ditrasi dengan larutan asam sebagai larutan standar primer untuk menentukan konsentrasi NaOH. . Setelah aktif. juga dilakukan pengaktifan arang dengan cara memanaskan arang tersebut selama 1 jam. Jadi untuk membuat larutan induk dengan konsentrasi 0. Alat yang terakhir yaitu shaker incubator yang digunakan untuk mengocok larutan HCl dengan arang aktif secara konstan.1N dibuat terlebih dahulu. larutan NaOH dengan normalitas 0. Campuran larutan HCl dan arang aktif yang sudah dikocok secara konstan kemudian disaring dan dititrasi sebanyak 10 mL untuk menentukan konsentrasi setelah penambahan arang aktif. Pertama.500 N.250 N. larutan tersebut dititrasi untuk mengetahui konsentrasi sebelum penambahan arang aktif. Keenam erlenmeyer tersebut dimasukkan ke dalam shaker incubator selama 30 menit dengan pengaturan pengocokan 1 menit setiap selang waktu 10 menit. 0. Pada saat pembuatan larutan NaOH. Setelah pengenceran. Arang yang sudah diaktifkan dimasukkan kedalam 6 erlenmeyer dan ditambahkan larutan HCl per konsentrasi serta ditutup dengan plastik. 0. dan 0.0630M. Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu pengocokan larutan HCl dengan arang aktif. Padatan NaOH ditimbang sebanyak 1. Berikut merupakan gambar alat yang digunakan. arang tersebut didiamkan agar tidak terlalu panas dan ditimbang sebanyak 0.0313 N.