Tanaman yang menghasilkan senyawa ini antara lain: Jarak pagar. Jalur Asam Malonat Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan melalui jalur asam malonat diantaranya: asam lemak (laurat. Asam amino benzoic dan Quinon. misalnya n CH3CO2H [CH3C0]n Termasuk poliketida adalah asam temak. 1. Jalur asam sikimat Jalur asam sikimat merupakan jafur alternatif menuju senyawa aromatik. 2. sehingga asam amino aromatik merupakan asam amino . Asam benzoic. dalam pembentukan asam lemak melibatkan enzim asam Iemak sintase seperti yang dibahas di atas. Streoid. 2) Asam Mevalonat asetat dan 3) Asam Shikimat. coklat. oleat. a. kemudian reaksi dapat berlanjut sampai dihasilkan rantai poli-ß-keto yang cukup (Gambar 3—7). ABA. Geraniol. bunga matahari.Jalur Pembentukan Metabolit Sekunder Senyawa metabolit sekunder diproduksi melalui jalur di luar biosinthesa karbohidrat dan protein. stearat. Biosintesis metabolit sekunder sangat beragam tergantung dari goIongan senyawa yang bersangkutan. kelapa. Akan tetapi studi tentang enzim yang terlibat dalam biosintesis asam Iemak belum terungkap secara rinci. Menthol. b. dan jalur asarn mevalonat. Pembentukan rantai poli-ß-keto dapat digambarkan sebagai sederet reaksi Claisen. tetapi tidak berlangsung dalam hewan. antibiotika makrolida. Squalent. kacang tanah. yaitu 1) jalur Asam Malonat asetat. zaitun. Mengenai reaksi-reaksi yang terjadi pada jalur asam asetat tercantum dalam Gambar 3 —6. jalur asam sikimat. Monoterpenoid. keragaman melibatkan urutan ß-oksidasi dalam metabolisme asam lemak. Jalur Asam Sikhimat Metabolit sekunder yang disintesis melalui jalur asam shikimat diantaranya adalah Asam Sinamat. terbentuk oleh koupling unit-unit asam asetat (C 2) via reaksi kondensasi. Jalur ini berlangsung dalam mikroorganisme dan tumbuhan. yaitu jalur asam asetat. Terpenoid. miristat. Jalur yang biasanya dilalui dalam pembentukan metabolit sekunder ada tiga jalur. jagung. dan L-triptofan. prostaglandin. kapas. Jalur Asam Mevalonat Senyawa metabolit sekunder dari jalur ini diantaranya adalah Essential oil. Namun demikian. linoleat. c. JaIur asam asetat Poliketida meliputi golongan yang besar bahan alami yang digolongkan bersarna berdasarkan pada biosintesisnya. poliasetilen. Korosinoid. kelapa sawit. Ada tiga jalur utama untuk pembentukan metabolit sekunder. Tanin. Sapogenin. Lignin. wijen. palmitat. dan alpukat. dan glikolipida. Keanekaragaman struktur dapat dijelaskan sebagai turunan rantai poli-ß-keto. L-tirosina. utamanya Lfenilalanin. 2 molekul asetil-KoA dapat ikut serta datam reaksi Claisen membentuk asetoasetil-KoA. linolenic). dan GA3. fosfolipida. kedelai. gliserida. Jadi. poliasetilena. Fenol. Koumarin. dan senyawa aromatik seperti antrakinon dan tetrasiklina.

Gambar 3 – 6. Gambar 3 – 8. 1997) esensial yang harus terdapat dalam diet manusia maupun hewan. Dalam biosintesis L-triptofan dan asam 4-hidroksibenzoat juga terjadi zantara asam korismat. Tahap pertama adalah kondensasi tipe aldo stereospesifik antara fosfoenolpirupat dan Deritrose-4-fosfat yang menghasilkan 3-deoksi-D-arabinoheptulosonat 7-fosfat(5. Mekanisme untuk reaksi ini digambarkan dalam skema 5. Asalnya adalah metabolisme karbohidrat dengan beberapa sifat yang menarik. Zantara pusat adalah asam sikimat. di mana penambahan terjadi pada muka-si dari ikatan rangkap pada (5. kami akan lebih memfokuskan pada biosintesis asam shikimat ALUR ASAM SHIKIMAT Suatu senyawa yang tak terduga pentingnya. Jalur asam mevalonat Terpenoid merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang besar dalam produk alami yang diturunkan dan unit isoprena (C5) yang bergandengan dalam model kepala ke ekor (head-to-tail). 1997) 3. Gambar 3 – 7. 1997) Dalam makalah ini. terjadi eliminasi-syn fosfat anorganik. Adapun contoh reaksi yang terjadi dalam biosintesis asam polifenolat tercantum dalam Gambar 3 — 7. Jalur asetat dalam pembentukan IPP yang merupakan batu bata pembentukan terpenoid via asam mevalonat (Dewick. beberapa tahun sebelum perannya dalam metabolisme ditemukan. Penambahan dan eliminasi air berlangsung secara cis yang tidak lazim dan dipostulasikan terjadi dalam urutan dua langkah.3. yang dibentuk melalui gugus-keto dalam. yaotu suatu jenis tanaman dalam bahasa jepang.1) dan muka-re dari gugus karbonil pada (5. DHQ mengalami dehidrasi reversible dan menghasilkan asam dehidrosikhimat. pada tanaman dan mikroorganisme ( hewan tingkat tinggi tidak dapat mensintesis de novo melalui alur ini). melalui suatu suatu status transisi mirip “kursi”(5. yang sebagian besar diketahui dari penyelidikan yang rinci atas tahap-tahap yang dilalui. Lfenilalanin. L. suatu asam yang ditemukan dalam tanaman IlIicium sp. dimana disamping reduksi dan oksidasi. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut.3.DAHP).1. Asam shikimat didapatkan dari suatu penyelidikan yang mendalam oleh para peneloti setelah itu.triptofan. Biosintesis via jalur asetat (Dewick. sedangkan unit isoprena diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat (mevalonic acid : MVA). Alur biosintetik melalui asam shikimat ke asam-asam amino aromatic. diisolasi pada tahun 1885 dari buah Illicium religiosum.tirosin dan L. yang melibatkan enamin. (asamnya disajikan sebagai anion) dan disebut jalur asam shikimat atau alur shikimat.11). dan pada langkah terakhir diikuti dengan suatu reaksi aldol intramolekuler. dan itu merupakan suatu zat antara kunci dalam biosintesis asam – asam amino aromtik. diperlihatkan dalam skema 5.2) Penutupan cincin pada DAHP menghasilkan dehydroquinic acid (DHQ). Jalur sikimat dalam biosintesis asam polifenolat (Dewick. suatu nama yang berasal dari kata shikimi-no-ki. Senyawa itu diberi nama asam shikimat(shikimic acid). . Asam ini juga terbentuk dalam mutan tertentu dari Escherichia coli.

melalui route yang berbeda dari route yang melalui poliketida dan.1) menghasilkan (5. dan berbagai metabolit sekunder aromatic terutama alkaloid-alkaloid dan flavonoid di bentuk dari asam – asam aromatic.19).5 dan 37 °C) sampai 1. Ini berjalan. triptofan adalah sumber dari cincin-cincin aromatiknya]. Terdapat alur – alur metabolit yang sama dari fenilalanin.13) ke triptofan (5. Eliminasi 1.10). akan tetapi perhitungan menunjukan bahwa enzim (khorismat mutase) dari Aerobacter aerogenes meningkatkan laju reaksi (pada pH 7. yang terdapat pada tanaman tumbuhan tingkat tinggi. sebaliknya berlangsung melalui asam prefenat (5.9 x 10 6 kali. Mekanisme yang terjadi.4).1) dapat bergeser dari garis utama. disajikan pada skema 5. suatu reaksi yang telah ditunjukan melibatkan eliminasi trans dari dua gugus yang hilang [hilangnya (6-pro-R)-hidrogen]. p-Coumaric acid (5. yang pembentukannya dari asam khorismat (5. Lfenilalanin dan atau L-tirosin [untuk beberapa jenis alkaloid seperti juga beberapa metabolit microbial. Pada tanaman tingkat tinggi. Langkah pertama dari fenilalanin meliputi ensim L-fenilalanin ammonia liase (yang dikenal juga sebagai PAL). tetapi melibatkan pengaturan-ulang yang bertahap seperti yang digambarkan dalam skema 5. Reaksi enzim ini tampaknya bukanlah reaksi yang terpadu.Terdapat dua langkah dari asam shikimat (5. Eliminasi ammonia berlangsung dan menghasilkan cinnamic acid (5. polimer lignin.24) adalah produk yang dihasilkan melalui penghilangan ammonia dari tirosin . karena hanya satu contoh lain saja yang diketahui.17) dan tirosin (5. pembentukan fenilalanin (5. karena pada asam khorismatlah (5. Pada bakteri. misalnya (5.23).9). Aminasi asam khorismat (5.21) juga diturunkan dari (5.9) menjadi khorismat (5. dibandingkan dengan reaksi termal biasa. Dari penyelidikan pelabelan diperoleh hasil bahwa reaksi penambahan mempunyai sterokimia yang berlawan dengan langkah eliminasi yang terakhir tadi. melalui asam – asam amino aromatic. Barangkali jalur shikimat mestinya disebut alur khorismat (chorismate).6. merupakan suatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa aromatisasi zat antara alur asam shikimat dapat terjadi setelah [ seperti untuk (5. dari asam dehidroshikimat ke protocatechuic acid (5. proses ini meliputi hilangnya (3-pro-S)-proton dari L-fenilalanin (5.21)] atau sebelum asam khorismat (5. sebagai contoh. asam salisilat (5.10) terjadi melalui asam anthranilat (5. suatu ensim yang tersebar luas dan sangat dikenal.16). kondensasi dengan fosfoenolpiruvat (5.15) melibatkan penyusunan-ulang clasien yang merupakan suatu contoh biologis yang unik.22).4. aromatisasi dengan cara ini memungkinkan senyawa fenolat. Namun tampaknya biosintesis beberapa metabolit microbial tertentu (bagian 7.5 Suatu route dari asam khorismat melalui asam isokhorismat telang diketengahkan untuk biosintesis asam – asam amino m-karboksi. yang lebih umum lagi. pada tanaman. pada mikroorganisme.10) garis tunggal biosintesis terpecah menjadi beberapa garis yang terminalnya adalah asam – asam amino aromatic vital dan senyawa – senyawa yang beragan lainnya. pada suatu tahapan yang dekat dengan asam dehidrokuinat (5.4. tirosin ke zat antara fenilpropanoid (C6-C3).8). dan pada beberapa tanaman.20).10) = (5.17) dan makanya muncul dalam wujudnya – anti [L-tirosin armonia liase berfungsi memindahkan juga (3-pro-S)-proton dalam tirosin]. Reaksi yang sama dapat juga dicapai dengan pemanasan larutan asam khorismat berair.18).konjugat asam fosfor mengubah (5. jenis reaksi biologis ini sifatnya unik.10).14). asam ini berasal dari hidroksilasi cinnamic .7) ke 3-fosfat (5.

yang sebagian besar diketahui dari penyelidikan yang rinci atas tahap-tahap yang dilalui. Terdapat dua langkah dari asam shikimat ke 3-fosfat kondensasi dengan fosfoenolpiruvat dan alur khorismat Terpenoid merupakan komponen yang biasa ditemukan dalam minyak atsiri. Terpenoid mempunyai kerangka karbon yang terdiri . BAB III PENUTUP 3. Asalnya adalah metabolisme karbohidrat dengan beberapa sifat yang menarik.1 Kesimpulan Asam sikimat merupakan suatu asam yang ditemukan dalam tanaman IlIicium sp.2) baik untuk para-hidroksilasi maupun ortho-hidroksilasi.24). beberapa tahun sebelum perannya dalam metabolisme ditemukan. Sebagian besar terpenoid mengandung atom karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan lima.6. Sampai dua gugus hidroksifenolat yang selanjutnya dapat diintroduksikan pada (5. skema 5.23) yang dibentuk melalui pembuangan ammonia dari fenilalanin.acid (5.3. Alur biosintetik melalui asam shikimat ke asam-asam amino aromatik. hidroksilasinya diikuti oleh pergeseran NIH yang biasa (bagian 1. Asam ini juga terbentuk dalam mutan tertentu dari Escherichia coli.

1986). . monoterpen dengan 10 atom C. diterpen dengan 20 atom C. Berdasarkan jumlah atom C yang terdapat pada kerangkanya. seskuiterpen dengan 15 atom C. dan seterusnya sampai dengan politerpen dengan atom C lebih dari 40.dari dua atau lebih unit C5 yang disebut unit isopren (Sjamsul. triterpen dengan 30 atom C. terpenoid dapat dibagi menjadi hemiterpen dengan 5 atom C.