LAPORAN PRAKTIKUM IV

KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN
Pembuatan pupuk campur
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Pupuk merupakan material ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi

kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material
pupuk dapat berupa bahan organik atau pun non-organik (mineral). Pupuk berbeda
dari suplemen.

Pupuk

mengandung

bahan

baku

yang

diperlukan

pertumbuhan

dan

perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran
proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat
ditambahkan sejumlah material suplemen.
Setiap

bahan

yang

diberikan

kedalam

tanah

atau

disemprotkan

ke

tanaman

untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Suatu bahan yang diberikan sehingga
dapat mengubah keadaan fisik, kimia dan biologi tanah agar sesuai dengan tuntutan tanaman.
Pemupukan merupakan setiap usaha pemberian pupuk yang bertujuan menambah persediaan
unsur2 hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman.
Pupuk anorganik dalam prosesnya dapat dicampur dengan pupuk lain, hal ini dilakukan
agar memudahkan dalam proses pemakaian dilapangan. Pada proses pencampuran pupuk ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sifat pupuk (kadar unsur hara, kelarutan, higroskopis
dan pH pupuk). Pupuk anorganik yang satu dengan yang lain ada yang dapat dicampur, ada yang
dapat dicampur tetapi harus segera dipergunakan dan tidak dapat dicampur.
B.

Tujuan Praktikum

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pembuatan pupuk campur dengan suatu grade tertentu. tidak bereaksi dengan pupuk. Hal ini merupakan penghematan waktu. Dengan sekali pemberian pupuk. 2002). Pencampuran pupuk tersebut harus dilakukan dengan hati-hati karena beberapa pupuk akan menjadi rusak jika dicampur atau tidak dapat disimpan lama setelah pencampuran. 2007). tenaga. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Adapun hasil Pencampuran pupuk dengan menggunakan rumus sebagai berikut : pupuk = Dosis (g/tanaman) x 100 % Kadar unsur dalam pupuk ZA = __ZA ( gram )____ x 100% 20 . Bahan yang dapat digunakan sebagai filler harus memenuhi syarat. dan K yang dibutuhkan tanaman (Sutejo. yakni tidak higroskopis. Tujuan pembuatan pupuk campur adalah untuk mendapatkan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Untuk itu. P. Pupuk pabrik sukar diperoleh para petani karena harganya yang tinggi. tenaga dan biaya. perlu bahan tambahan yang disebut pengisi (filler).Menurut Sutejo (2002). Pencampuran pupuk yang baik dilakukan berdasarkan hasil analisis sesuai dengan kebutuhan kandungan unsur hara N. biasanya jumlah pupuk yang dicampurkan tidak sesuai dengan pupuk campur yang diinginkan. pupuk NPK disebut sebagai pupuk majemuk lengkap ataucomplete fertilizer. Salah satu pupuk kimia yang beredar lebih banyak di pasar adalah pupuk pabrik. kita sudah dapat memasok 2 atau lebih hara yang dibutuhkan oleh tanaman. dan biaya yang dikeluarkan. petani dapat mencampur beberapa jenis pupuk. 2001). Oleh karena itu untuk menghemat waktu. sehingga sifat dan karakter pupuk tersebut dapat diketahui dari hasil anlisis yang tercantum dalam setiap kemasannya (Marsono dan Paulus Sigit. dan dapat membantu dalam pemakaian pupuk (Fandie dan Nasih. Pupuk kimia buatan tersebut dibuat dari bahan kimia dasar yang dibuat dalam pabrik.

Sp36 dan Kcl masing-masing pupuk tersebut mengandung satu unsure hara pada pupuk Za mengandung 21% kandungan Nitrogen. Seperti pada hasil perhitungan diatas yakni pencampuram antara pupuk Za. dan K yang dibutuhkan tanaman. 2. Campuran kehilangan kendungan haranya ( N menguap sebagai NH3 ) 3. diantaranya sebagai berikut : 1. karena ada pula beberapa pupuk yang apabila di campur dapat menimbulkan kerugian. . Terbentuk senyawa baru. Pupuk Campuran memiliki higroskopisitas tinggi yang menyebabkan terjadinya penggumpalan sehingga sukar digunakan atau ditabur. sehingga hara menjadi tidak tersedia bagi tanaman. Tidak semua pupuk dapat di campur. didalam mencampur pupuk tidak sembarangan mencampur harus disesuaikan dengan kandungan hara yang terdapat dalam masing-masing pupuk.= _4_ gram ____ x 100re% = 20 % 20 SP36 = __Sp-36 ( gram )____ x 100% 36 = _6 gram ____ x 100% = 17 % 36 KCL = __KCL( gram )____ x 100% 50 = _ 10 gram ____ x 100% = 20 % 50 Jadi Total kandungan hara pada pupuk yang sudah dicampur adalah 57% (gram) N. P.pada pupuk Sp36 mengandung 36% P2O5kemudian untuk pupuk KCL mengandung unsure hara 60 % K20 sehingga pada masing-masing pupuk tunggal tersebut akan menjadi pupuk majemuk yang terdiri dari beberapa unsure hara yakni NPK sebanyak 105% dalam hitungan gram.P K Pembahasan Berdasarkan praktikum yang dilakukan adalah Pencampuran pupuk yang baik dilakukan berdasarkan hasil analisis sesuai dengan kebutuhan kandungan unsur hara N.

Hanum.Ilmu Memupuk. higroskopis dan pH pupuk). Pupuk dan Pemupukan. DAFTAR PUSTAKA Afandie Rosmarkam dan Nasih Widya Yuwono.Yasaguna:Jakarta. jakarta: Diraktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Pupuk anorganik dalam prosesnya dapat dicampur dengan pupuk lain. 2008.pencampuran pupuk yang terdiri dari beberapa macam unsure hara yang kemudian akan diapalikasikan sesuai dengan syarat-syarat tertentu dam tidak merugikan. Jember: Politeknik negeri Jember . T. Pustaka Buana: Bandung. 2010. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. hal ini dilakukan agar memudahkan dalam proses pemakaian dilapangan. 1983. ada yang dapat dicampur tetapi harus segera dipergunakan dan tidak dapat dicampur.B. Kanisius:Yogyakarta. Pada proses pencampuran pupuk ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sifat pupuk (kadar unsur hara. Gaeswono. Ilmu Kesuburan Tanah. 2002. Teknik Budidaya Tanaman Jilid 1.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari praktikum yang dilakaukan dapat disimpulkan bahwa Pupuk campuran adalah pupuk yang terdiri dari beberapa jenis pupuk tunggal yang dicampur secara fisik saja. kelarutan. Irawan. Bachtiar Rifai dan Soeroto Sosroedirdjo. Soepardi. C. Pupuk anorganik yang satu dengan yang lain ada yang dapat dicampur.