BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1.

Analisis Uji Pendahuluan

5.1.1. Karakteristik Sampah
Uji pendahuluan dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik dari bahan kompos,
yang meliputi sampah daun, kantin dan mixed (daun-kantin). Uji pendahuluan ini meliputi
beberapa parameter, yaitu pH, kadar air, kandungan C-organik, N-total, K-total, P-total, serta
rasio C/N. Untuk hasil uji pendahuluan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5.1. Hasil Uji Pendahuluan Karakteristik Bahan Kompos
Karakteristik
pH

Sampah Daun

Sampah Kantin

Sampah Mixed
(Daun-Kantin)

6,09

6,50

6,3

Kadar air (%)

0,5165

19,5

10,01

C-Organik (%)

30,75

46,11

38,43

N-Total (%)

0,59

3,19

1,89

P-Total (%)

6,34

10,4

8,37

K-Total (%)

0,115

0,2

0,16

Rasio C/N

52,11

23

37,56

Sumber: Hasil Analisis, 2016

Gambar 5.1. Proses Penyiapan Bahan Baku Kompos Sebelum Uji Karakteristik
5-1 | P a g e

Hasil Uji Pendahuluan Karakteristik MOL Karakteristik pH MOL 4. Bahan Analisis Uji Karakteristik Gambar 5. Berikut ini diketengahkan hasil uji pendahuluan karakteristik MOL. yang sama dengan informasi bahan kompos.2.Gambar 5.4 5-2 | P a g e .2. P-total. K-total dan rasio C/N.3.2. kadar air. Uji Karakteristik 5. N-total. Tabel 5. C-organik. Karakteristik MOL Uji pendahuluan terhadap Mikroorganisme Lokal (MOL) dikarakterisasi untuk mengetahui informasi nilai pH.1.

Karakteristik MOL Kadar air (%) - C-Organik (%) 4.6 Sumber: Hasil Analisis.98 1.05 P-Total (%) 8.39 4 3.73 3.55 3.00 Rasio C/N 98.18 2.3.10 5 3.60 Sumber: Hasil Analisis.25 3. Proses Pembuatan MOL Tabel 5.49 K-Total (%) 0.93 N-Total (%) 0. Composting Tub dan Large-Scale Plant Hari ke- Kadar Air (%) Takakura 0 4.06 3. Hasil Uji Pendahuluan Penurunan Kadar Air Kompos dengan Metode Takakura.47 2 3.89 3.64 3.36 2. 2016 Gambar 4.22 3 3.17 2.37 Composting Tub 3.94 Large-Scale Plant 4.09 1 4. 2016 5-3 | P a g e .

73 5.09 5.39 25.12 4. 1 kg ≈ ± 4% kadar air awal 3.88%.81 Rata-rata 6.89 4.33 3.600 mL ≈ 5.6 L.71 3.09 3.1 12.19 3. setara dengan ± 4% kadar air.Tabel 5.36 5.43% per hari atau total 5 hari pengomposan sebesar 24.43 3. 2016 Berdasarkan Tabel 5.35 2. dan urutan ketiga adalah pengomposan sampah dengan metode composting tub sebesar 5.18 2. maka diasumsikan setiap 1 gram bahan baku mengandung 100 mL air.99 1. urutan kedua adalah pengomposan sampah dengan metode takakura sebesar 6.15 2. Diinginkan kadar air maksimal sebesar 60%.83 3.17 5.4.6 23.82 Sumber: Hasil Analisis.82% per hari atau total 5 hari pengomposan sebesar 60.22 7.78 4 3. Jadi 1 kg bahan baku kompos mengandung 400 mL air.37%. maka penambahan kadar air di awal pengomposan sebesar 56% ≈ 5. Sehingga ± 4% kadar air awal = 400 mL. Massa bahan baku kompos = 1 kg 2.06 7. Kalkulasi banyaknya air yang ditambahkan: 1.20 3 3.12% per hari atau total 5 hari pengomposan sebesar 27. Penambahan kadar air maksimal sebesar 60% untuk setiap metode pengomposan.37 1 4.16 2 3.64 6.13 5 3.47 15. Analisis terhadap penurunan kadar air dalam uji pendahuluan ini dimaksudkan untuk mendapatkan banyaknya air dalam satuan prosentase yang ditambahkan dalam proses pengomposan. Banyaknya air yang ditambahkan per hari dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan metabolisme mikroorganisme dalam proses dekomposisi bahan organik. Composting Tub dan Large-Scale Plant Kadar Air (%) Hari ke- Takakura Δ Composting Δ (/hari) Tub (/hari) 3.43 16.98 5. 4.23%.94 Large-Scale Plant Δ (/hari) 0 4. Apabila 1% = 1 g/100 mL.65 2.25 10.4 didapatkan penurunan kadar air rata-rata per hari terbesar adalah pengomposan sampah dengan metode large-scale plant sebesar 16.55 4. Analisis Penurunan Kadar Air Kompos dengan Metode Takakura. 5-4 | P a g e .

Running Hasil Pengomposan Bahan baku uji toksisitas dan biodegradabilitas merupakan kompos hasil pengomposan baik dengan pengomposan metode takakura. Secara teoritis penambahan air dapat dilakukan sebagaimana kalkulasi tersebut diatas. maka penambahan air ditambahkan sebesar 1.5. Penurunan kadar air per hari pada pengomposan dengan metode composting tub ratarata sebesar 5.5 kali dari prosentase penurunan kadar air per hari. Penurunan kadar air per hari pada pengomposan dengan metode takakura rata-rata sebesar 6.82%.682 mL per hari.5.5. Dalam penambahan air direncanakan 1. Berikut ini diketengahkan Gambar 5. 5.2. maka penambahan air ditambahkan sebesar 543 mL per hari. namun dalam prakteknya terdapat perbedaan aplikasi.1. Gambar 5. maka penambahan air ditambahkan sebesar 612 mL per hari.6 dan Gambar 5. Pengomposan Metode Takakura 5-5 | P a g e . Gambar 5.7 mengenai pengomposan bahan baku.12%.2.43%. sebagai faktor keamanan. Analisis Running Analisis running dibagi menjadi 2 (dua). Penurunan kadar air per hari pada pengomposan dengan metode large-scale plant rata-rata sebesar 16. 5. yaitu running hasil pengomposan dan uji toksisitas-biodegradabilitas. composting tub maupun largescale plant.

uji toksisitas dan biodegradabilitas secara simultan.7. Pengomposan Metode Composting Tub Gambar 5.6. Pengomposan Metode Large-Scale Plant Hasil pengomposan tersebut kemudian dilakukan karakteristik. 5-6 | P a g e .Gambar 5.

11 9.82 2.8-7.33 30.06 0.10 29.11 2.44 47.62 Suhu o 28.4 Memenuhi Memenuhi Standar 10-20 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min.29 maks.51 maks.000 ppm 0.1 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min.53 10-25 maks.15 13.94 2.47 30. 2 Memenuhi Sumber: Hasil Analisis. 0.93 15-25 C pH Unsur Makro C-Organik N total % % C/N rasio P % 0.10 7.27 2.39 3.21 0. 9.49 Kualitas Pupuk Organik Kadar air % 51.5.05 Memenuhi Standar 8.45 0.55 12. Karakteristik Kompos Sampah Daun Hasil Pengomposan Hari ke-30 Parameter Satuan X Y Standar Standar Kualitas Z Kualitas Keterangan Pupuk Kompos Organik Memenuhi Standar 49.6.00 28.40 min. Karakteristik Kompos Sampah Kantin Hasil Pengomposan Hari ke-30 Parameter Satuan X Y Z Standar Standar Kualitas Kualitas Keterangan Pupuk Kompos Organik 5-7 | P a g e .33 K % 0. 0. 0.30 12.2 Kualitas Kompos Unsur Mikro Fe % 0. 50 Kualitas Kompos 28.4 4-9 6. 2016 Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Tabel 5.8-32 Memenuhi min.70 9.Tabel 5.

93 4-9 6.46 K % 0.49 Kualitas Pupuk Organik P % 0.33 Standar Kualitas Z Pupuk Organik 50.1 8.56 5.29 0.02 10-25 maks. Karakteristik Kompos Sampah Mixed Hasil Pengomposan Hari ke-30 Parameter Kadar air Satuan % X Y 52.75 41.93 2.8-7.27 10-25 Standar Kualitas Keterangan Kompos maks.7.16 14.67 38.07 0.000 ppm maks.12 14.44 3. 0.19 9.1 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min. 2 Memenuhi Sumber: Hasil Analisis.2 Kualitas Kompos Unsur Mikro Fe % 0.14 15-25 C pH % % C/N rasio Standar Standar Kualitas Z Kualitas Keterangan Pupuk Kompos Organik Memenuhi Standar 51.4 Memenuhi Memenuhi Standar 10-20 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min. 9.21 48.98 49. 0.15 14.1 Memenuhi Standar 8.32 maks.91 40.15 2. 50 Kualitas Kompos 28.8-32 Memenuhi min.05 2.63 0.01 9. 50 Memenuhi 5-8 | P a g e .05 28 28.56 0. 0. 2016 Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Tabel 5.83 min.Parameter Satuan Kadar air % Suhu o Unsur Makro C-Organik N total X Y 52.

140/10/2011 tentang pupuk organik. pupuk hayati dan pembenah tanah) dan kualitas kompos (SNI No 19-7030-2004 tentang spesifikasi 5-9 | P a g e . 0.6 dan Tabel 5.2 Kualitas Kompos Unsur Mikro Fe maks.66 4-9 34.33 13.49 Kualitas Pupuk Organik 9.4 Memenuhi Memenuhi Standar 10-20 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min.47 4.54 36.63 2.8-7.39 8. Y dan Z berbahan baku sampah daun.39 K % 0. 0.8-32 Memenuhi min. 2016 Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5.70/Permentan/SR.94 9.06 0. Tabel 5. 0.000 ppm maks.54 15-25 P % 0.7 diatas.Parameter Satuan o Suhu C pH Unsur Makro C-Organik N total % % C/N rasio X Y 28 Standar Standar Kualitas Kualitas Keterangan Pupuk Kompos Organik Standar Kualitas Kompos Z 28 28 7.56 % 0. 9.08 2.54 0.15 13.5.10 2. kantin dan mixed telah memenuhi standar kualitas pupuk organik (Permentan No. 2 Memenuhi Sumber: Hasil Analisis.1 Kualitas Kompos Memenuhi Standar min.73 13.30 Memenuhi Standar 6. bahwa kualitas kompos X.05 2.54 0.62 min.69 35.25 0.

kantin dan mixed tidak terdapat perbedaan signifikan. Prosentase toksikan tidak dinyatakan. 2016 5-10 | P a g e . Toksikan dalam penelitian ini adalah kompos X. Tabel 5. Perbedaan karakteristik kompos antara kompos berbahan baku sampah daun. Panjang akar Hasil range finding test diketengahkan pada Tabel 5. Range finding test dimaksudkan untuk mencari range pengaruh toksikan terhadap biota uji.kompos dari sampah organik domestik). maka uji toksisitas dan biodegradabilitas diawal dilakukan pada sampah daun.Rata 1 Air (Kontrol) 10 10 10 10 2 Kompos X 10 10 10 10 3 Kompos Y 10 10 10 10 4 Kompos Z 10 10 10 10 Sumber: Hasil Analisis. Oleh karena itu. Running Uji Toksisitas dan Biodegrabilitas Uji toksisitas didasarkan pada tahapan range finding test dan definitive test. karena tidak terdapat penambahan toksikan lain ke dalam kompos. Range Finding Test Range finding test dilakukan dengan dasar sebagai berikut: a. A. kompos ditetapkan sebagai pupuk kompos yang kemudian digunakan sebagai media uji toksisitas dan biodegradabilitas.2.8 berikut ini. 5.8 Range Finding Test berdasarkan Perkecambahan Biji No Jenis Perlakuan Jumlah Biji yang Berkecambah (Buah) I II III Rata . Tes tanaman yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes perkecambahan biji dan penilaian panjang akar yang kemudian dinyatakan sebagai indeks perkecambahan atau germination index (GI). Y dan Z. Dengan catatan. Biota uji dalam penelitian ini adalah kacang hijau. Perkecambahan biji b. hasil toksisitas dan biodegradabilitas kompos sampah daun merepresentatifkan hasil toksisitas dan biodegradabilitas sampah kantin dan mixed.2. Sedangkan definitive test dimaksudkan untuk menetapkan besar pengaruh toksikan terhadap biota uji. tanpa adanya penambahan bahan-bahan lain yang memberikan pengaruh terhadap biota uji.

Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5.593 4 Kompos Z 5. namun memberikan hasil yang sama.410 2 Kompos X 5.783 3 Kompos Y 4.24 2 Kompos X 5.92 Sumber: Hasil Analisis.78 4.37 4. Berikut ini diketengahkan hasil range finding test berdasarkan panjang akar. Hal ini juga dilakukan sebanyak 2 (dua) kali perlakuan yang sama.47 3.78 4.410 Susunan Reaktor II 1 Air (Kontrol) 2 Kompos X 5. Perkecambahan sebanyak 10 buah yang sama dengan jumlah pada hari ke-0 pengujian dapat dinyatakan sebagai EC-0 atau Effect Concentration 0% yang tidak memberikan pengaruh kematian sama sekali terhadap perkecambahan biji. 2016 5-11 | P a g e .67 0 0 4.16 0 0 5.38 4.783 3 Kompos Y 4.Rata Susunan Reaktor I 1 Air (Kontrol) 3 3.33 4.9 3. sehingga dapat dinyatakan bahwa kompos X.7 diatas dapat dinyatakan bahwa rata-rata jumlah biji yang berkecambah sebanyak 10 buah selama pengujian 3 hari.24 0 0 5.47 3.97 4.69 Susunan Reaktor III 1 Air (Kontrol) 5.97 4.9 3.16 3 Kompos Y 4.76 3.83 4.69 3 3.76 3. Tabel 5.48 4.9 Range Finding Test berdasarkan Panjang Akar Panjang Akar (cm) No Jenis Perlakuan I II III Rata .38 4.593 4 Kompos Z 5.17 4.83 4.48 4.92 0 0 4.33 4.67 4 Kompos Z 4.37 4. Y dan Z sebagai konsentrasi toksikan tidak memberikan pengaruh atau tidak bersifat toksik.17 4.

702 > 85-100 Tidak Toksik 4 Kompos Z 137. Y dan Z No Jenis Perlakuan Germination Index (GI) Standar Klasifikasi Toksisitas Tingkat Toksisitas Susunan Reaktor I 1 Air (Kontrol) 100 > 85-100 Tidak Toksik 2 Kompos X 140. B. yang merupakan penggabungan dari perkecambahan biji relatif (G%) dan perpanjangan akar relatif (L%).702 > 85-100 Tidak Toksik 4 Kompos Z 137. Tabel 5. Sebagaimana penjelasan diatas. menunjukkan efek positif. apabila ditetapkan panjang akar minimal dalam perkecambahan sebesar 3 cm. maka baik perlakuan I. Nilai ini tidak hanya sebagai indikasi hilangnya fitotoksisitas pada kompos tetapi juga sebagai indikasi kematangan kompos (Selim et al. maka efek konsentrasi tidak perlu ditetapkan menggunakan definitive test. Nilai GI lebih dari 80% menunjukkan hilangnya senyawa fitotoksin pada kompos (Zucconi et al.10 mengenai hasil analisis GI pada kompos X. 1981).. Y dan Z sebagai konsentrasi toksikan tidak memberikan pengaruh terhadap perkecambahan biji maupun panjang akar. II dan III pada kompos X. Y dan Z.488 > 85-100 Tidak Toksik 5-12 | P a g e .9 diatas. Y dan Z. 2012). bahwa kompos X. Berikut ini diketengahkan Tabel 5.274 > 85-100 Tidak Toksik 3 Kompos Y 134.488 > 85-100 Tidak Toksik 100 > 85-100 Tidak Toksik Susunan Reaktor II 1 Air (Kontrol) 2 Kompos X 140.274 > 85-100 Tidak Toksik 3 Kompos Y 134. Indeks Perkecambahan Indeks perkecambahan (GI).10 Hasil Analisis GI Kompos X..Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5.

798 > 85-100 Tidak Toksik Sumber: Hasil Analisis. 1987) 3. GI > 100 = kompos stabil GI diatas 100 mengindikasikan kompos stabil (Cabanas-Vargas et al. 2003 and Meunchang et al. maka dibuat standar kematangan dan kestabilan kompos sebagai berikut: 1. serta Wei et al..10 diatas. 1981 dan Zucconi and de Burtoldi.. 2000.122 > 85-100 Tidak Toksik 4 Kompos Z 93. 2005) 4. GI < 60 = kompos tidak matang GI dibawah 60 disebabkan efek ammoniak yang bersifat fitotoksik dan rendahnya berat molekular dari asam organik (Zucconi et al. Zucconi and de Burtoldi (1987) dan Wei et al. 2001.... Zucconi and de Burtoldi. 2001. 2005) 5-13 | P a g e . 1981 and Wong et al. berikut ini ditentukan kematangan dan kestabilan kompos berdasarkan penelitian Zucconi et al. Berdasarkan penelitian Zucconi et al. GI > 80 – 100 = kompos matang-stabil GI antara 80 – 100 mengindikasikan hilangnya fitotoksik dalam kompos (Zucconi et al. GI > 60 – 80 = kompos matang GI antara 60 – 80 disebabkan hilangnya fitotoksik pada proses pengomposan (Zucconi et al. Wu and Ma. Cambaradella et al... 2016 Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5. 1981) dan (Wei et al.No Jenis Perlakuan Germination Index (GI) Standar Tingkat Klasifikasi Toksisitas Toksisitas Susunan Reaktor III 1 Air (Kontrol) 100 > 85-100 Tidak Toksik 2 Kompos X 98. (1981).. Butler et al... (2000). 2001) 2.473 > 85-100 Tidak Toksik 3 Kompos Y 89.

100 80 .274 > 85-100 Kompos Y 134.100 80 . 2016 5-14 | P a g e .11 Penentuan Kompos Matang dan Stabil berdasarkan Indeks Perkecambahan No Jenis Perlakuan Standar GI Klas Toksisitas Standar Tingkat Matang Toksisitas dan Keterangan** Stabil* Susunan Reaktor I 1 Air (Kontrol) 2 3 4 100 > 85-100 Kompos X 140.274 > 85-100 Kompos Y 134.122 > 85-100 4 Kompos Z 93.488 > 85-100 Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil Susunan Reaktor III 1 Air (Kontrol) 100 > 85-100 2 Kompos X 98.702 > 85-100 Kompos Z 137.702 > 85-100 Kompos Z 137.Tabel 5.488 > 85-100 Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil >100 Kompos Stabil Susunan Reaktor II 1 Air (Kontrol) 2 3 4 100 > 85-100 Kompos X 140.100 Kompos Matang-Stabil Kompos Matang-Stabil Kompos Matang-Stabil Sumber: Hasil Analisis.798 > 85-100 Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik Tidak Toksik >100 Kompos Stabil 80 .473 > 85-100 3 Kompos Y 89.

04 3 Kompos Y 134.Catatan 1: *ditentukan berdasarkan penelitian Zucconi et al.065 <0.01 0. 2012).00015x2 – 0.02 0.11 diatas.34 5.34 5.48 <0. Berikut ini diketengahkan Tabel 5.01 0. sedangkan konsentrasi BOD5 ditentukan menggunakan perbandingan 1 mg N/L sama dengan 4.02 0. C. Y dan Z adalah tidak toksik dan kompos matang-stabil hingga stabil. Biodegradabilitas Biodegradabilitas ditentukan berdasarkan perhitungan konsentrasi BOD5 yang didasarkan pada konsentrasi N-NH4 yang ditentukan menggunakan formula: y = 0.22604x + 100.065 Susunan Reaktor II 1 Air (Kontrol) 100.02 0.04 <0.98 2 Kompos X 140. (2000).70 <0.12 Hasil Perhitungan Konsentrasi N-NH4 dan BOD5 No Jenis Perlakuan GI NH4-N0 jam BOD5 0 jam Awal Awal (mg/L) (mg/L) NH4-N72 jam (mg/L) BOD5 72 jam (mg/L) Susunan Reaktor I 1 Air (Kontrol) 100.01 0. Zucconi and de Burtoldi (1987) dan Wei et al.27 <0. maka diperlukan uji dan analisis biodegradabilitas.00 1.02 0.01 0.09 <0.46 mg O2/L. Tabel 5..09 5-15 | P a g e .01 0.98 2 Kompos X 140.01 0. Catatan 2: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5.09 4 Kompos Z 137.12 mengenai hasil perhitungan konsentrasi N-NH4 dan BOD5.34 5.04 3 Kompos Y 134.00 1.30271 (Selim et al.70 <0.98 1. (2005).34 5. (1981). **ditentukan tim peneliti berdasarkan penelitian Cabanas-Vargas et al.04 <0.09 <0.27 <0. Untuk memperkuat uji dan analisis toksisitas.98 1. maka tingkat toksisitas kompos X.

2016 5-16 | P a g e .48 <0. Pengertiannya kompos X. maupun mikroorganisme yang tidak dapat diketahui sumbernya.30 3 Kompos Y 89. dengan klasifikasi kompos adalah kompos matang-stabil dan stabil untuk kompos uji X.01 0. terjadi penurunan ammonium dan BOD5 sebesar 9.78 252.01 0.02 144. Y dan Z pada susunan reaktor III mengalami input eksternal baik input substrat dan nutrisi.4 Kompos Z 137.27% per hari.80 30. Biodegradabilitas dan Klasifikasi Kompos No. Secara garis besar dapat dibuat tabel hubungan sebagai berikut: Tabel 5. Biodegradabilitas Germination Tingkat Toksisitas Index (GI) (%BOD5) >10% Klasifikasi Kompos 1 < 60 Toksik Kompos Belum Matang 2 60 – 80 Toksik Sedang 3 80 – 100 Tidak Toksik <10% Kompos Matang-Stabil 4 >100 Tidak Toksik 0% Kompos Stabil Kompos Matang Sumber: Hasil Analisis. Hal inilah yang memicu adanya proses stabilisasi kompos dengan adanya penurunan ammonium dan BOD5 oleh mikroorganisme.20 51 227. Y dan Z.86 8. sedangkan susunan reaktor III.065 <0.34 1. 2016 Catatan: X: Kompos Hasil Pengomposan Metode Takakura Y: Kompos Hasil Pengomposan Metode Composting Tub Z: Kompos Hasil Pengomposan Metode Large-Scale Plant Berdasarkan Tabel 5.26 36.12 diatas.34 1.13 Hubungan GI.98 2 Kompos X 98.00 1. Hubungan antara toksisitas dan biodegradabilitas dapat dinyatakan bahwa secara keseluruhan tingkat toksisitas adalah tidak toksik. sehingga terjadi peningkatan konsentrasi ammonium dan BOD5 awal.8% setelah pengamatan dan pengujian selama 72 jam atau 3 hari atau 3.34 5.57 131.14 36.12 51.53 29.47 8.065 Susunan Reaktor III 1 Air (Kontrol) 100.88 Sumber: Hasil Analisis.46 4 Kompos Z 93. tidak terjadi penurunan ammonium dan BOD5 pada susunan reaktor I dan II setelah pengamatan dan pengujian selama 72 jam atau 3 hari. Tingkat Toksisitas.

Sebagai catatan. biodegradabilitas dan klasifikasi kompos dimaksudkan untuk mempermudah dalam penentuan klasifikasi kompos berdasarkan nilai GI. tingkat toksisitas.13 diatas. 5-17 | P a g e .Hubungan tingkat GI. tingkat toksisitas dan biodegradabilitas. walaupun salah satu dapat digunakan dan dihubungkan dengan Tabel 5. tingkat toksisitas sebaiknya diperkuat dengan efisiensi biodegradabilitas untuk menentukan klasifikasi kompos.