Rangkuman Teori Akuntansi

Pengertian dan Sifat Teori Akuntansi
Teori akuntansi dapat dirumuskan sebagai suatu susunan konsep, definisi dan dalil yang
menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi serta menjelaskan hubungan
antarvariabel dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat memprediksi fenomena yang
muncul (fenomena social dan ekonomi).Teori akuntansi adalah cabang akuntansi yang terdiri
dari pernyataanyang sistematis tentang prinsip dan metode yang menbedakannya dengan
praktik.Teori memiliki 3 dimensi yaitu:
1. Reductionism
2. Instrumentalism
3. Realism
Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsip yang logis, saling
terkait, yang membentuk kerangka umum dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan
mengembangkan praktik akuntansi.
Fungsi teori akuntansi:
1. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi
2. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar
resminya
3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan
4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan
5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi
Teori Akuntansi dan Proses Pembuatan Kebijakan
Pihak-pihak yang merupakan subjek dimana ketentuan dan berbagai regulasi dihasilkan,
meliputi:
1. Auditor
2. Penyusun laporan keuangan
3. Investor
4. Manajemen perusahaan
5. Asosiasi industry dagang
6. Masyarakat pada umumnya
Periodisasi Teori Akuntansi
Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi:
1. Pre-Theory Period (1492-1800)
Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan melainkan hanya sebatas pada
saran dan pernyataan.
2. General Scientific Period (1800-1955)
Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya berupa penjelasan terhadap
praktik akuntansi.
3. Normative Period (1956-1970)
Dalam periode ini perumus teori mulai mendefinisikan norma-norma atau praktik akuntansi yang
baik, dan pengembangan teori lebih menekankan pada apa yang seharusnya.
4. Specific Scientific Period (1970-sekarang)

Pendekatan Teoritis. Menarik kesimpulan Menurut Godfrey. Non-Teoritis b) Pendekatan Otoriter 2. yaitu: 1. dalam mengaitkan antara teori (dunia abstrak) dengan kenyataan (dunia praktik/pengalaman). Semantic yaitu teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke objek nyata 3. Mengumpulkan data yang diperluka untuk pengujian hipotesa 4. Self Evidence 3. hubungan pragmatis berkaitan denga pengaruh kata-kata. dikenal 3 jenis hubungan. Pragmatic yaitu tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. tetapi juga harus dapat diuji kenenarannya. terbagi dalam: a) Pendekatan Pragmatis. Mengidentifikasi masalah yang diteliti 2. Menganalisis dan mengevaluasi data yang terkait denhgan hipotesa 5. Pendekatan Informal.Periode ini disebut juga sebagai era positif. dimana teori akuntansi tidak cukup hanya dengan berdasarkan pada normative saja. Dogmatic 2. Scientific Scientific method meliputi bebdrapa tahap yaitu: 1. Pendekatan dalam perumusan teori akuntansi menurut Belkaoui: 1. Membuat laporan 3. symbol dan lain sebagainya terhadap manusia. terbagi dalam: a) Pendekatan Deduktif b) Pendekatan Induktif c) Pendekatan Etika d) Pendekatan Sosial e) Pendekatan Makro Ekonomi f) Pendekatan Eklektif . Perumusan Teori Akuntansi Ada 3 kriteria atau pihak yang memiliki wewenang dalam menentukan kebenaran atas suatu teori. yaitu: 1. Syntactic yaitu teori dihubungkan dalam bentuk hubungan logis 2. Praktis.

Pengambilan keputusan (decision usefulness) Pendekatan ini menganggap bahwa tujuan dasar dari akuntansi adalah untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan cara menyediakan data akuntansi yang relevan atau bermanfaat.Teori Akuntansi Normative Teori akuntansi normative disebut juga teori preskriptif. Disini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktekkan sekarang atau tidak. misalnya pernyataan yang menyebutkan bahwa laporan keuangan seharusnya didasarkan pada metode pengukuran aktiva tertentu. 2. bukan apa yang sekarang dipraktekkan. tetapi dihasilkan dari kegiatan “semi-research”. tidak ada kesepakatan terhadap apa yang dimaksud denganpengukur nilai dan laba yang benar. yang mencoba menjawab pertanyaan “apa yang semestinya”. Alasannya teori normative bukan dihasilkandari penelitian empiris. . Pada periode tersebut. teori normative lebih berkonsentrasi pada: 1. Meskipun demikian. Menurut Nelson (1973) dalam literature akuntansi teori normative sering dinamakan teori apriori (artinya dari sebab ke akibat atau bersifat deduktif). Pada awal perkembangannya. Penciptaan laba sesungguhnya (true income) Teori ini berkonsentrasi pada penciptaan pengukur tunggal yang unik dan benar untuk aktiva dan laba. Teori normative berusaha untuk membenarkan tentang apa yang seharusnya dipraktekkan. Teori normative hanya menyebutkan hipotesis tentang bagaimana akuntansi seharusnya dipraktekkan tanpa menguji hipotesis tersebut. Perumusan akuntansi normative mencapai masa keemasan pada tahun 1950 dan1960an. dan cenderung disusun untuk menghasilkan postulat akuntansi. Selama periode ini perumus akuntansi lebih tertarik pada rekomendasi kebijakan danapa yang seharusnya dilakukan. teori akuntansi normative belum menggunakan pendekatan investigasi.

Ada beberapa pengukur laba yang unik. Akuntansi seharusnya merupakan system pengukuran b. Teori akuntansi positif berusaha untuk menjelaskan fenomena akuntansi yiang diamati berdasarkan pada alas an-alasan yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Biasanya konsep tersebut didasarkan juga pada penyesuaian rekening karena pengaruh inflasi atau nilai pasar dari aktiva. merekomendasikan penggantian system akuntansi cost histories dan pemakaian teori normatif oleh semua pihak. Laba dan nilai dapat diukur secara tepat c. Pendukung teori ini biasanya menggambarkan system akuntansi yang dihasilkan sebagai sesuatu yang ideal. teori ini didasarkan pada konsep ekonomi klasik tentang laba dankemakmuran (wealth) atau konsep ekonomi pengambilan keputusan rasional. Tidak seperti teori normative yang didasarkan pada prems bahwa manajer akan memaksimumkan laba atau kemakmuran . auditor. Akuntansi keuangan bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi d. Karena teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi yang subyrktif maka tidak bisa diterima begitu saja. 1986). Teori Akuntansi Positif Teori akuntansi positif berkembang seiring kbutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat. pihak pengelola pasar modal dan institusi pemerintah (Watts dan Zimmerman. Pasar tidak efisien (dalam pengertian ekonomi) e. harus dapat diuji secara empiris agar memiliki dasar teori yang kuat.Pada kebanyakan kasus. Teori ini pada dasarnya merupakan teori pengukuran akuntansi. kreditor. Positive Accounting Theory (PAT) dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi konsekuensi yang terjadi jika manajer menentukan pilihan tertentu. Penjelasan dan prediksi dalam PAT didasarkan pada proses kontrak (contracting process) atau hubungan keagenan (agency relationship) antara manajer dengan kelompok lain seperti investor. PAT lebih bersifat deskriptif bukan preskiptif. E. Dengan kata lain. Teori tersebut bersifat normative karena didasarkan pada anggapan: a.

Misalnya. Pendekatan khusu dapat dilakukan dengan cara mensurvey pendapatanpendapatan analisis keuangan. Penjelasan berarti memberikan alas an-alasan terhadap praktek yang diamamti. Mereka juga menjelaskan bahwa “teori. Misalnya dengan menggunakan kuesioner dan teknik survey lainnya.untuk kepentingan perusahaan . dll). sebagaimana yang kami ganbarkan menghasilkan preskripsi (resep) untuk praktek akuntansi tetapi berkaitan dengan penjelasan terhadap praktek akuntansi”. Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa premis maksimisasi laba dalam konteks teori normatif tidak terbukti dan jauh dari bukti empiris. teroi positif didasarkan pada premis bahwa individu selalu bertindak atasdasar motivasi pribadi (self seeking motives) dan berusaha memaksimumkan keuntungan pribadi. Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa perumusan teori harus betul-betul bebas pertimbangan nilai dan menekankan pada kebutuhan akan penekatan baru.hal ini dapat dilihat dalam pernyataan mereka sebagai berikut : Tujuan dari teori akuntansi positif adalah untuk menjelaskan (to explain) dan memprediksikan (to predict) praktek akuntansi……. Kritik utama mereka terhadap teori normative adalah teori tersebut didasarkan pada pertimbangan nilai (value judgment). Predisi terhadap praktik akuntansi berarti teori berusaha memprediksi fenomena yang belum diamati. Penelitina kauntansi positif difokuskan pada pengujian empiric terhadap asumsiasumsi yag dibuat oleh teori akuntansi normative. keputusan membeli atau menjual saham. teori akntansi positif berusaha menjelaskan mengapa perusahaan tetap menggunakan akuntansicost histories dan mengapa perusahaan tertentu mengubah taktik akuntansi mereka. manajer bank atau akuntan terhadap tugas atau kasus tertentu yang dibuat peneliti (misalnya prediksi kebangkrutan. . peneliti akan menguji sikap manajer terhadap manfaat metode atau teknik akuntansi tertentu. Pendekatan positif atau empiric berkaitan dengan usaha menguji atau menghubungkan kembali hipotesis atau teori dengan pengalaman atau fakta-fakta dunia nyata.

Apakah biaya yang dikeluarkan untuk memeilih metode akuntansi sesuai dengan manfaat yang diperoleh? .Hipotesis hutang atau ekuitas (Debt/Equity Hypothesis) .Manajer mengambil tindakan yang memaksimumkan nilai perusahaan.Hipotesis Rencana Bonus (Bonus Plan Hypothesis) Manajer perusahaan dengan bonus tertentu cenderung lebih menyukai metode yang meningkatkan laba periode berjalan.Apakah laporan keuangan berpengaruh terhadap saham? Untuk menjawab pernyataan tersebut teori akuntansi positif menggunakan asumsi sebagai berikut : .Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah dengan menguji arti penting output akuntansi di pasar. . 1990) . investasi dan pendanaan perusahaan untuk memaksimukan kepuasan mereka. Atas dasar pernyataan dan asumsi tersebut teori akuntansi positif berusaha menguji tiga hipotesis sebagai berikut : .Manajer memiliki kebebasan untuk memilih metode akuntansi yang memaksimumkan kepuasan mereka atau mengubah kebijakan produksi. Dengan demikian teori akuntansi positif memiliki focus ekonomi dan berusaha menjawab pernyataan seperti : . kreditor. Pilihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai sekarang bonus yang akan diterima seandainya komite kompensasi dari dewan direktur tidak menyesuaikan dengan metode yang dipilih (Watts dan Zimmerman.Apakah biaya regulasi da proses penentuan standar akuntansi sesuai dengan manfaatnya? . dan individu lain bersifat rasional dan berusaha memaksimumkan kepuasan. investor.Manajer. .

Menurut Watts dan Zimmerman (1990) PAT telah memberikan konstribusi pengembangan akuntansi misalnya : . Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas makin dekat perusahaan dengan batas perjanjian atau peraturan kredit (Kalay. yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. manajer memiliki insentif untuk memiliki laba akuntansi tertentu dalam proses politik tersebut (Watts dan Zimmerman.Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas perusahaan mkin besar kemungkinan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang dapat menaikkan laba. Manajer akan memiliki metode akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga dapat mengendurkan batasan kredit dan mengurangi biaya kesalahan teknis (Watts dan Zimmerman. Yang mendasari hipotesi ini adalah asumsi bahwa sangat mahalnya nilai informasi bagi individu untuk menentukan apakah laba akuntansi betul-betul menunjukkan monopoli laba. Di samping itu. Makin tinggi batasan krdit makin besar kemungkinan penyimpangan perjanjian kredit dan pengeluaran biaya. 1990). 1982). Atas dasar cost informasi dan cost monitoring tersebut. Dengan demikian individu yang rasional cenderuang memiliki untuk tidak mengetahui informasi yang lengkap. . Tiga hipotesis di atas menunjukkan bahwa PAT mengakui adanya tiga hubungan keagenan : 1) Manjemen dengan pemilik 2) Manajemen dengan kreditor 3) Manajemen dengan pemerintah Kehadiran pendekatan positif telah memeberikan sumbangan yang berari bagi pengembangan akuntansi.Hipotesis Cost Politik (Political Cost Hypothesis) Perusahaan besar cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat mengurangi laba periodik disbanding perusahaan kecil. 1990). sangatlah mahal bagi individu untuk melaksanakan kontrak dengan pihak lain dalam proses politik dalam rangka menegakkan aturan hokum dan regulasi. Ukuran perusahaan merupakan ukuran variable proksi (proxsy) dan aspek politik. Proses politik tidak beda jauh dengan proses pasar.

Teori akuntansi positif merupakan varian dari teori ekonomi positif.Menghasilkan pola sistematik dalam pilihan akuntansi dan membrikan penjelasan spesifik terhadap pola tersebut.Memberikan kerangka yang jelas dalam memahami akuntansi. Artinya. Meskipun demikian. Teori ini berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik-praktik akuntansi yang ada di masyarakat—what it is (Watts dan Zimmerman. dan pihak yang lain yang berperan dalam kegiatan pasar modal dan ekonomi.Mendorong riset yang relevan dengan akuntansi dengan menekankan pada prediksi dan penjelasan terhadap fenomena akuntansi. . . Dalam penjelasan mengenai teori akuntansi positif tidak dapat dilepaskan dari adanya teori ekonomi positif. F. Hal ini disebabkan pertimbangan nilai yang bersifat implicit seringkali melandasi atau mempengaruhi bentuk dan isi penelitian yang dilakukan. asumsi yang melandasi proyek penelitian positif tersebut banyak dikritik karena pendukung teori positif menggunakan penolakan alternative alias pemikiran yang lain.Menunjukkan peran utama contracting cost dalam teori akuntansi. perusahaan. Peneliti tidak dapat menghindari unsur bias dalam semua penelitian yang dilakukan. yeori positif tidak bebas dari pertimbangan nilai atau implikasi preskriptif. . Dengan demikian unsur bias. jelas menunjukkan perwujudan orientasi dari peneliti tersebut.Menjelaskan mengapa akuntansi dijelaskan dan memberikan kerangka dalam memprediksi pilihan-pilihan akuntansi. 1986).. Hubungan Teori Akuntansi Normative dan Positif Teori akuntansi berdasarkan tujuan perumusannya ada dua yaitu teori akuntansi normatif dan positif. Pada saat sekarang teori positif menekankan pada penjelasan alasan-alasan terhadap praktek berjalan dan prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam kepuaan-kepuasan ekonomi individu. Teori ini memiliki pijakan yang berbeda dibandingkan dengan dengan akutansi . .

atau akuntan terhadap tugas/kasus tertentu yang dibuat peneliti (misalnya prediksi kebangkrutan. mengapa akuntan mengerjakan sesuatu. yang lebih menjelaskan praktik-praktik akuntansi yang seharusnya berlaku—it should be. Dan dia juga berkata bahwa teori akuntansi hanya bersifat menjawab pertanyaan tentang “apa yang seharusnya terjadi”. Pendekatan khusus dapat dilakukan dengan cara mensurvei pendapat-pendapat analisis keuangan. teori ini juga meramalkan berbagai fenomena akuntansi dan menggambarkan bagaimana interaksi antar-variabel akuntansi dalam dunia nyata. Jansen (1976) menyatakan bahwa riset dalam akuntansi saat itu tidak saintifik. mengapa dan bagaimana. Dalam terminologi teori. akan lebih menjelaskan mengenai: “apa. Pendekatan positif atau empirik berkaitan dengan usaha menguji/ menghubungkan kembali hipotesis /teori dengan pengalaman/ fakta-fakta dunia nyata. Penelitian akuntansi positif difokuskan pada pengujian empirik terhadap asumsi-asumsi yang dibuat oleh teori akuntansi normative. Yang kedua. tidak ada satupun baik akademisi maupun praktisi yang bisa . Tanpa positive theory. Kalau normatif kebanyakan bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sebaliknya untuk positif lebih banyak mendeskripsikan dan menjelaskan perilaku akuntan. apa pengaruhnya terhadap orang lain dan utilisasi sumberdaya. Di samping itu. 1975). sedangkan kalau positif lebih hanya bertanya tentang apa.normatif. Validitas teori akuntansi positif dinilai atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi (what it is). Jensen (1976) me-listing berbagai perbedaan dari pertanyaan riset normatif dan positif. Misalnya menggunakan kuesioner dan teknik survey lainnya. keputusan membeli/ menjual saham dll). Dengan pengembangan positive accounting theory. dan memberi jawaban atas praktik akuntansi. karena fokusnya hanya pada riset yang bersifat normatif dan definisional. manajer bank. Teori ini bertujuan menjelaskan meramalkan. peneliti akan menguji sikap menajer terhadap manfaat metode atau teknik akuntansi tertentu. dikatakannya bahwa akuntansi lebih bermakna sebagai sesuatu yang bersifat normatif. kalau normatif lebih banya mendeskripsikan entitas akuntansi (Kohler.

dan Worldcom yang terjadi pada tahun 2000. bahkan sampai pencabutan ijin usaha. tetapi praktik ini semakin mencuat diantaranya pada kasus ENRON. bila tidak ada masalah lagi. Salah satu bagian kecil dari PABU adalah SAK atau standar akuntansi Keuangan. Draft tersebut terlebih dahulu didiskusikan dengan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK) untuk kemudian dikeluarkan draft-nya. Dapat disimpulkan bahwa hubungan teori akuntansi normative dan teori akuntansi positif yaitu teori akuntansi positif pada dasarnya merupakan alat untuk menguji secara empirik asumsi-asumsi yang dibuat oleh teori akuntansi normatif. dan income smoothing.membuat langkah maju lebih signifikan untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaanpertanyaan normatif yang selama ini dipertanyakan (http://massatya. Aturan tersebut dikenal dengan nama Praktik Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau GAAP. dilakukan sosialisasi (public hearing) untuk memperoleh masukan lebih banyak lagi dari masyarakat luas (pemakai laporan keuangan). Selanjutnya. maka IAI akan mengesahkan standar tersebut dan diberlakukan secara efektif. Karena teori normatif pada dasarnya merupakan pendapat pribadi yang subyektif yang tidak dapat diterima begitu saja dalam menentukan keputusan. tidak saja keluar dari The big five. Bila telah diperoleh masukan. big bath. Kasus inilah yang menjadi titik tolak bagi para auditor dan lembaganya untuk meningkatkan kembali jaminan terhadap hasil audit mereka. Pada dasarnya praktik akuntansi ini sudah dilakukan cukup lama. Oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan teori . Sedangkan akuntansi normatif adalah praktik akuntansi yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. earning management.com/2008/5/) Untuk lebih mudah dipahami contoh teori akuntansi positif adalah praktik akuntansi yang saat ini sering kita dengar antara lain creative accounting. Kasus ini mengakibatkan krisis kepercayaan publik terhadap auditor.blog. Kasus ini telah meruntuhkan KAP Arthur Andersen. SAK yang ada sekarang dikeluarkan oleh IAI melalui suatu organ yang kita kenal dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK). Dewan ini bertugas untuk menyusun draft standar akuntansi keuangan yang akan diberlakukan.

yaitu pendekatan informasi dan pendekatan teoritis. dan penginterprestasian hasil proses tersebut. Atas dasar tujuannya teori akuntansi diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu teori akuntansi normative yang memberikan resep terhadap teori praktek akuntansi. etik. Pendekatan informal dibagi dalam pendekatan non teoritis dan pendekatan otoriter. dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang. induktif. dan specific scientific period. Periodisasi teori akuntansi dibagi menjadi pre theory period. dan teori akuntansi positif yang berusaha menjelaskan dan memprediksikan fenomena yang berkaitan dengan akuntansi. sosiologis. ekonomi. Perumusan teori akuntansi dibedakan menjadi dua pendekatan. general scientific period. Hubungan teori akuntansi normative dan positif dapat ditunjukkan dengan skema berikut: PENUTUP Kesimpulan Akuntansi adalah seni pencatatan. sedangkan pendekatan teoriti dibagi ke dalam pendekatan deduktif . dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan anatara variable dengan vriabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin akan muncul.akuntansi yang sekarang disebut teori akuntansi positif yang bertujuan untuk menguji teori akuntansi normatif secara empiris agar memiliki dasar teori yang kuat. Sedangkan teori akuntansi merupakan susunan konsep. dan eklektif. pengolahan. normative period. definisi. .

Metode ini disebut juga normative accounting research atau normative theory of accounting. Untuk selanjutnya dikembangkan teori untuk mrnjelaskan fenomena tersebut dan melakukan penelitian secara terstruktur dan peraturan yang standar dengan melakukan perumusan masalah. tidak peduli apakah berlaku atau dipraktekkan sekarang atau tidak. sehingga diketahui apakah hipotesa yang dirumuskan diterima atau tidak .Dalam teori akuntansi normative. yang berguna dalam membahas isu “true income” dan “decision usefulness”. penyusunan hipotesa. pengumpulan data dan pengujian statistic ilmiah. teori akuntansi positif berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat. Teori akuntansi positif dimulai dari suatu modal ilmiah. Berbea dengan teori akuntansi normatif. isi akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti. dan kemudian dirumuskan problem penelitian untuk mengamati fenomena yang nyata yang tidak ada dalam teori.