You are on page 1of 11

| IP: 202.69.101.

170

| Buletin | Berita Dari Aceh | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh |
Aqidah | Fiqih | Tsaqofah | Sastra |
| Dunia Islam | Pustaka Sofwa | Kajian | Kaset | Kegiatan | Konsultasi | Materi KIT | Ekonomi Islam | Analisa |
Senyum | Download |
Menu Utama
Home
Kontributor
Tentang Kami
Buku Tamu
Produk Kami
Kirim Artikel / Berita
Formulir
Jadwal Shalat
Kontak Kami
Download
Forum Diskusi

Statistik Situs
Minggu,20-3-2005 -2:6:40
Hits ...: 2485661
Online : 6 users
Artikel Tokoh Islam :
ABU HANIFAH-1 (Ulama Yang Juga Tajir)
Jumat, 18 Februari 05

Pencarian
cari di
Berita

Saya tidak pernah melihat seorang yang lebih berakal, lebih


mulia dan lebih wara' dari Abu Hanifah. (Yazid bin Harun)

search

Sekilas tentang kehidupannya


Informasi !
Kajian Buku Berpegang Teguh
kepada al-Quran dan
as-Sunnah PENGUMUMAN
HASIL UJIAN
SELEKSI TAHAP II
SIWAKZ ALSOFWA
Bantu Korban Banjir
dan Longsor Bandung
Jadwal Kajian Harian

Iklan
Abu Hanifah memiliki wajah bagus dan rupa nan elok serta
ucapan yang fasih dan manis. Ia tidak terlalu tinggi dan juga
tidak terlalu pendek, selalu memakai pakaian yang bagus
dan enak dipandang, demikian juga suka memakai minyak
wangi, orang akan mengetahui Abu Hanifah dari bau harum
minyak wanginya sebelum ia terlihat. Itulah an-Nu'man bin
Tsabit bin al-Marzuban yang dikenal dengan nama Abu
Hanifah, orang yang pertama kali menyingkap keutamaan
dan keistimewaan yang ada dalam ilmu fiqih.
Abu Hanifah mendapati masa akhir kekhilafahan Bani
Umayyah dan awal masa pemerintahan Bani Abbas. Ia
hidup di sebuah masa yang mana para penguasa sering
menghadiahkan harta kepada orang-orang yang berjasa
kepada negara, mereka sering mendapatkan harta yang
sangat banyak tanpa mereka sadari.

Kajian Islam
Akan tetapi Abu Hanifah memuliakan ilmu dan dirinya dari

Jajak Pendapat
Rubrik apa yang
paling anda sukai di
situs ini ?

Meneladani Manasik
haji Rasulullah
Shallallaahu alaihi
wasalam
Kitab Tauhid 2
Kitab Tauhid 1
Kiat-Kiat
Menghidupkan Bulan
Ramadhan
Nama Islami
(puteri)
Yumna
(puteri)
Yusriyyah
(puteri)
Yusra
Banner

hal demikian, ia bertekad untuk hidup dari hasil jerih


payahnya sendiri, sebagaimana ia juga bertekad agar
tangannya selalu di atas (selalu memberi).

Buletin
Ekonomi

Pada suatu waktu al-Manshur memanggil Abu Hanifah ke


rumahnya, maka tatkala ia sampai, al-Manshur memberi
salam penghormatan dan sambutan yang sangat hangat serta
memuliakannya, kemudian duduk di dekat Abu Hanifah dan
mulai bertanya tentang permasalahan-permasalahan duniawi
dan ukhrowi.

Fatwa

Di saat Abu Hanifah hendak pamit, al-Manshur memberinya


sebuah kantung yang berisi tiga puluh ribu dirham
meskipun diketahui bahwa al Manshur termasuk orang yang
pelit- maka Abu Hanifah berkata kepadanya, Wahai Amirul
mu'minin, sesungguhnya aku adalah orang asing di
Baghdad, aku tidak memiliki tempat untuk menyimpan uang
sebanyak ini dan aku takut kalau nanti ia akan hilang, maka
dari itu jika boleh aku minta tolong agar ia disimpankan di
Baitul Mal sehingga jika aku membutuhkan aku akan
mengambilnya.

Kisah

Fiqih
Firaq
Kajian
Khutbah

Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Pilih

Kemudian al Manshur mengabulkan permintaannya. Akan


tetapi setelah kejadian itu, Abu Hanifah tidak hidup lama.
Ketika ajal menjemput, ditemukan di rumahnya harta titipan
orang banyak yang jumlahnya melebihi tiga puluh ribu
dirham, maka tatkala al Manshur mendengar akan hal itu ia
berkata, Semoga Allah merahmati Abu Hanifah, dia telah
memperdayaiku. Ia telah menolak sesuatu pun dari
pemberian kami.

Hasil Jajak Pendapat

Yang demikian itu tidaklah aneh, karena Abu Hanifah


meyakini bahwasanya tidaklah seseorang makan satu suap
lebih suci dan lebih mulia dari hasil jerih payahnya sendiri.
Liputan Kegiatan
SEMBAKO LEBARAN Oleh karena itu, kita mendapati bahwa sebagian hidupnya
adalah untuk berniaga. Ia berdagang al-Khiz (tenunan dari
1425H
sutera dan bulu) dan bermacam pakaian yang terbuat
BUKA PUASA
darinya. Ia berdagang pulang pergi dari kota ke kota yang
DHUAFA & FUQARA
berada di Iraq. Ia memiliki sebuah toko terkenal yang
1425H
didatangi oleh banyak pengunjung karena mereka mendapati
SEHAT JELANG
Abu Hanifah sebagai orang yang jujur dan amanah, di
RAMADHAN 1425H
samping, mereka juga mendapatkan barang yang bagus di
tokonya.
Analisa
Ada Apa Dengan Bulan Dari perdagangannya tersebut Abu Hanifah diberi anugerah
oleh Allah berupa kekayaan yang melimpah.
Muharram..?

Penerimaan Aceh !

Mutiara Hikmah

Bursa Saham Dalam


Perspektif Islam
Sutrah Dalam Perspektif
Fiqh Islam
Bolehkah Wanita Haid
dan Orang Junub Masuk
Masjid..?
Instan Messg
ilhamudin : al ilmu qobla
'amal
20-Mar-05 00:54

Jika sampai masa satu tahun dari perdagangannya ia


menghitung seluruh laba dan kemudian mengambil dari laba
tersebut apa yang mencukupinya, setelah itu sisanya ia
belikan barang-barang kebutuhan bagi para Qari, ahli hadits,
ulama fiqih dan para penuntut ilmu dan juga membelikan
makanan dan pakaian bagi mereka. Kemudian setiap dari
mereka diberi sejumlah uang seraya berkata, Ini adalah laba
dari barang dagangan kalian yang diberi oleh Allah melalui
tanganku, Demi Allah aku tidaklah memberi kalian
sedikitpun dari hartaku, akan tetapi ia adalah karunia dari
Allah bagi kalian melalui tanganku. Tidaklah seseorang
memiliki daya untuk mendapatkan rizki kecuali dari Allah.

Kabar tentang kedermawanan Abu Hanifah telah tersebar di


timur dan barat, khususnya di kalangan para sahabat dan
teman dekatnya. Sebagai suatu contoh, pada suatu hari
seorang temannya pergi ke tokonya dan berkata,
Sesungguhnya aku membutuhkan pakaian dari bahan alKhizz, wahai Abu Hanifah.
Abu Hanifah bertanya,Apa warnanya?
abd rahim : kirimkan
Orang itu menjawab, Begini dan begini.
artikel -artikel islam ke
Sabar dan tunggulah sampai aku mendapatkan pakaian
syukran
qablahuabed21a@yahoo.c tersebut, kata Abu Hanifah.
Seminggu kemudian pakaian yang dipesan telah jadi, maka
om
tatkala temannya itu melewati toko, Abu Hanifah
19-Mar-05 11:18
memanggilnya dan berkata,
Aku punya pakaian yang kamu pesan.
Temannya merasa gembira dan bertanya kepada Abu
latadry : Cak husnul di
Hanifah,
aceh, piye kabare??baca
Berapa aku harus membayar pegawaimu?
ini dong..he he..hati-hati
Satu dirham, jawab Abu Hanifah.
ya..met bekerja...
Ia merasa heran dan bertanya lagi, Cuma satu dirham?
19-Mar-05 04:49
Ya, kata Abu Hanifah
Temannya berkata, Wahai Abu Hanifah, engkau tidak
Murni : Alsofwa, this is
sedang bergurau bukan?
the first time I came to
your web. Than I really
Abu Hanifah manjawab, Aku tidaklah bergurau, karena aku
suprise with the articles.
telah membeli pakaian ini dan yang satunya lagi dengan
could you send me some
harga dua puluh dinar emas plus satu dirham perak,
your articles about a
kemudian aku menjual salah satunya dengan dua puluh dinar
woman in
emas sehingga tersisa satu dirham. Dan aku tidak akan
Islam.PLEASE... ...
mengambil untung dari teman dekatku sendiri.
19-Mar-05 04:23
Pada waktu yang lain ada seorang perempuan tua datang ke
tokonya dan memesan sebuah baju dari bahan al-Khizz,
wajdi : syariah dan
khilafah solusi umat di
dunia ini
20-Mar-05 00:38

amirotul : butuh artikel or


produk-produk tentang
pendidikan anak mulai
dlm kandungn s/d balita
19-Mar-05 03:32

tatkala Abu Hanifah memberikan baju pesanannya,


perempuan tua tadi berkata, Sungguh aku adalah seorang
perempuan yang sudah tua dan aku tidak tahu harga barang
sedangkan baju pesananku adalah amanah seseorang. Maka
juallah baju itu dengan harga belinya kemudian tambahkan
sedikit laba atasnya, karena sesungguhnya aku orang
miskin.

Nama*
Email
Pesan*
Shout

*harus diisi

Abu Hanifah menjawab, Sesungguhnya aku telah membeli


dua jenis pakaian dengan satu akad (transaksi), kemudian
aku jual salah satunya kurang empat dirham dari harga
modal, maka ambillah pakaian itu dengan harga empat
dirham itu dan aku tidak akan meminta laba darimu.
Pada suatu hari, Abu Hanifah melihat baju yang sudah usang
sedang dipakai oleh salah seorang teman dekatnya. Ketika
orang-orang-orang telah pergi dan tidak ada seorangpun di
tempat itu kecuali mereka berdua, Abu Hanifah berkata
kepadanya, Angkat sajadah ini dan ambillah apa yang ada
di bawahnya. Maka temannya mengangkat sajadah
tersebut, tiba-tiba ia menemukan di bawahnya seribu
dirham. Kemudian Abu Hanifah berkata, Ambil dan
perbaikilah kondisi dan penampilanmu. Akan tetapi
temannya kemudian berkata, Sesungguhnya aku seorang
yang mampu (berkecukupan) dan sungguh Allah telah
memberiku nikmat-Nya sehingga aku tidak membutuhkan
uang tersebut.
Berkata Abu Hanifah, Jika Allah telah memberimu nikmat,
maka di mana bekas dan tanda nikmata-Nya itu? Tidakkah
sampai kepadamu bahwasanya Rasulullah SAW telah
bersabda, Sesungguhnya Allah suka melihat bekas nikmatNya pada diri hamba-Nya. Karena itu, seyogyanya kamu
memperbaiki penampilanmu agar temanmu ini tidak sedih
melihatnya.
Kedermawanan Abu Hanifah dan kebaikannya kepada orang
lain telah sampai pada taraf di mana bila ia memberikan
nafkah kepada keluarganya, maka ia pun mengeluarkan
jumlah yang sama untuk orang lain yang menghajatkannya.
Dan jika ia memakai baju baru maka ia akan membelikan
orang-orang miskin baju yang seharga dengan baju barunya.
Jika dihidangkan makanan di hadapannya, maka ia akan
mengambil dua kali lipat dari apa yang biasa ia makan
kemudian ia berikan kepada orang fakir.

Di antara hal yang diriwayatkan darinya adalah janjinya


yang tidak akan bersumpah atas nama Allah di sela-sela
perkataannya kecuali ia akan bersedekah dengan satu dirham
perak. Kemudian lama-kelamaan janji pada dirinya itu
ditingkatkan menjadi satu dinar emas. Sehingga setiap ia
bersumpah atas nama Allah maka ia akan bersedekah
sebanyak satu dinar.
Hafsh bin Abdur Rahman merupakan relasi dagang Abu
Hanifah dalam sebagian perniagaannya. Ia menyiapkan
barang-barang dagangan berupa al-Khizz dan mengirimnya
bersamanya (Hafsh) ke sebgian kota yang ada di Iraq. Pada
suatu waktu beliau menyiapkan untuk dibawa Hafsh barang
dagangan yang banyak dan memberi tahu kepadanya bahwa
di antara barang-barang tersebut ada yang cacat, ia berkata,
Apabila kamu mau menjualnya maka terangkanlah kepada
pembeli tentang cacat yang ada pada barang tersebut.
Maka kemudian Hafsh menjual semua barang yang
dititipkan dan ia lupa untuk memberi tahu sebagian barang
yang ada cacatnya kepada para pembeli. Ia telah berupaya
mngingat-ingat orang-orang yang telah membeli barang
yang ada cacatnya tersebut, tetapi tidak berhasil. Maka
tatkala Abu Hanifah tahu akan hal itu dan tidak mungkinnya
mengenali orang-orang yang telah membeli barang yang
cacat itu, hatinya tidak tenang sampai ia bersedekah dengan
harga semua barang yang diperdagangkan oleh Hafsh.
Di samping semua sifat yang telah disebutkan di atas, ia juga
seorang yang baik dalam bergaul dengan orang lain, teman
dekatnya akan merasa bahagia bila bersamanya dan orang
yang jauh darinya tidak akan merasa tersakiti bahkan
musuhnya sekalipun. Salah seorang sahabatnya pernah
berkata, aku telah mendengar Abdullah bin al-Mubarak
berkata kepada Sufyan ats-Tsauri, Wahai Abu Abdillah,
betapa jauhnya Abu Hanifah dari sifat menggunjing, aku
sama sekali tidak pernah mendengar ia berkata tentang
kejelekan musuhnya. Maka Abu Sufyan berkata,
Sesungguhnya Abu Hanifah sangat waras sekali sehingga
tidak mungkin melakukan hal yang dapat menghapus
kebaikan-kebaikannya.
Abu Hanifah adalah orang yang pandai mengambil hati
manusia dan berusaha keras untuk melanggengkan
persahabatan dengan mereka. Seperti diketahui bahwasanya
jika saja ada orang asing yang duduk di majlisnya tanpa ada

maksud dan keperluan, maka jika orang itu hendak pergi ia


bertanya kepadanya, apabila orang itu mempunyai
kebutuhan maka ia akan membantunya dan apabila sakit ia
akan menjenguknya sampai orang itu menjadi teman yang
dekat dengannya.
Di samping yang telah disebutkan itu semau, ia juga adalah
seorang yang banyak berpuasa dan bangun malam (untuk
shalat), berteman dengan al-Qur'an serta beristighfar
meminta ampunan Allah pada penghujung malam.
Dan di antara sebab ketekunannya dalam beribadah dan
semangatnya adalah karena pada suatu waktu ia bertemu
dengan sekelompok orang, lalu ia mendengar mereka
berkata, Sesungguhnya orang yang kamu lihat ini tidak
pernah tidur malam. Maka, begitu telinganya menangkap
apa yang mereka katakan itu, berkatalah ia di dalam hati,
Sesungguhnya diriku di sisi manusia berbeda dengan apa
yang aku lakukan di sisi Allah. Demi Allah, sejak saat ini
tidak boleh ada lagi orang yang berkata tentangku apa yang
tidak aku lakukan. Aku tidak akan tidur di malam hari
hingga aku menjumpai Allah (wafat).
Kemudian mulai hari itu, ia menghidupkan seluruh
malamnya dengan beribadah kepada Allah. Di saat malam
telah menjelang dan punggung telah menuju ke peraduan
(tenggelam dalam tidur), ia bangun malam lalu memakai
pakaian yang paling bagus, merapikan jenggot, memakai
minyak wangi dan berhias, kemudian menuju mihrabnya dan
mulai menghidupkan malam dengan khusyu' beribadah
kepada Allah, larut dalam membaca al-Qur'an atau berdoa
menengadahkan tangannya kepada Allah dengan penuh
ketundukan.
Bisa jadi, ia membaca al-Qur'an 30 juz dalam satu rakaat
atau mungkin saja ia menghidupkan seluruh malamnya
dengan satu ayat saja.
Di dalam sebuah riwayat disebutkan bahwasanya pada suatu
malam, ia menghidupkan seluruh malam dengan
mengulang-ulang firman Allah Azza wa Jalla yang artinya,
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada
mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (alQamar:46) Sembari menangis tersedu-sedu, sebuah tangisan
yang mengiris hati.
Abu Hanifah dikenal sebagai orang yang melakukan shalat

Shubuh dengan wudhu shalat 'Isya selama empat puluh


tahun, tidak pernah sekal pun ia meninggalkan kebiasaan itu.
Demikian juga, ia dikenal sebagai orang yang
menghatamkan al-Qur'an di satu tempat di mana ia
meninggal sebanyak 7000 kali.
Jika membaca surat az-Zalzalah, tubuhnya gemetar dan
hatinya dirundung rasa ketakutan dan serta-merta ia
memegang jenggotnya seraya mulai melantunkan,
Wahai Dzat Yang membalas kebaikan dengan kebaikan
walaupun hanya seberat dzarrah
Wahai Dzat Yang membalas kejelekan dengan kejelekan
walaupun seberat dzarrah
Berilah perlindungan kepada hamba-Mu yang bernama anNu'man dari api neraka
Jauhkanlah antara dirinya dengan sesuatu yang dapat
mendekatkannya dari neraka
Dan masukkanlah ia ke dalam luasnya rahmat-Mu, wahai
Yang Maha Pengasih dari sang pengasih
(SUMBER: Hayaah at-Taabiiin karya Dr. Abdurrahman
Ra`fat al-Basya, Jld.VI, h.127-144)
Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak |
|
|
|
| Pasca
Shahabat Tabi'in TabiutTabi'in Abad 3
|
|
|
H|

|
Kontemporer
|

Pengeluaran Aceh

YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: mailto:info@alsofwah.or.id | website:
http://www.alsofwah.or.id/ | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat tidak untuk komersil.