You are on page 1of 16

KELOMPOK 3 :

AYU RAHAYU
CAHYANI NURLAELA
CHAIRUNIESA
MUNIFATIK

21401082004
21401082015
21401082030
21401082043

BAB I
HAKIKAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
1. SISTEM
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya dilakukan
berulang-ulang. Dalam konteks sistem pengendalian manajemen, menurut Suadi (1995) maka
sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang dan saling
berhubungan maupun tidak yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan.
Menurut Marciariello ada dua bentuk sistem yang berlaku yaitu:
1) Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan pendelegasian otoritas dimana
sistem formal memperjelas struktur, kebijakan dan prosedur yang harus diikuti oleh
anggota organisasi. Pendokumentasian struktur, kebijakan dan prosedur secara formal
ini membantu anggota organisasi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sistem struktur,
prosedur dan respon yang terpola membantu manajemen dalam merencanakan dan
mengelola strategi dalam memenuhi tujuan organisasi dengan tetap memperhatikan
fator lingkungan yang ada.
2) Sistem informal adalah sistem yang lebih berdimensi hubungan antar pribadi yang
tidak ditunjukkan dalam struktur formal.
Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak sistematis.
Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi seorang manajer untuk
menggunakan aturan sistem yang telah ditetapkan, sehingga manajer menggunakan
pertimbangan pibadinya dalam bertindak. Kegiatan seperti ini biasanya berkaitan dengan
interaksi antara manajer yang satu dengan yang lainnya dan manajer dengan bawahannya.
Ketepatan sistem itu sendiri akhirnya bergantung pada kemampuan manajer mengatur
sesesorang, tidak lagi berdasarkan aturan yang ditentukan sistem tersebut.

2. PENGENDALIAN
Pengendalian menurut Hansen & Mowen adalah proses penetapan standar dengan
menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang
diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah
direncanakan sebelumnya.

Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dilakukan untuk menjamin
aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan organisasi. Suatu sistem
pengendalian memiliki beberapa elemen yang memungkinkan pengendalian berjalan baik.
Elemen-elemen tersebut adalah :

SENSOR/DETEKTOR yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang


terjadi dalam suatu proses.

ASSESOR yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya dengan
membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.

EFEKTOR yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari
assessor.

JARINGAN KOMUNIKASI yakni alat yang mengirim informasi antara detektor


dan assesor dan antara assesor dan efektor.

Dengan demikian pengendalian adalah suatu proses untuk mengarahkan organisasi


mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. MANAJEMEN
Salah satu pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi seta pengendalian sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Proses pengendalian manajemen dalam hal
ini adalah proses yang menjamin anggota satu unit usaha melakukan apa yang telah
menjadikan strategi perusahaan.
Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya meliputi :

Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan.

Mengkoordinasikan kegiatan pada masing-masing bagian.

Mengkomunikasikan informasi yang ada.

Mengevaluasi informasi.

Memutuskan apa yang akan dilakukan..

Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk mengerjakan sesuai dengan


yang digariskan.

Pengendalian manajemen dalam hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan/kegiatan
harus sama dengan rencana. Pada prosesnya bisa saja berubah karena perbedaan waktu antara
rencana dan kegiatan. Tujuan pengendalian manajemen adalah menjamin bahwa strategi yang
dijalankan sesuai dengan tujuan organisasi yang akan dituju. Jika apabila seorang manajer
2

menemukan cara yang lebih baik dalam operasi sehari-harinya, pengendalian manajemen
seharusnya tidak melarang manajer tersebut melakukan dengan cara yang menurut dia benar.

4. BATASAN PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan dan
pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen
merupakan kegiatan yang berada tepat di tengah dua kegiatan lainnya. Dua kegiatan yang
dimaksud adalah perumusan strategik yang dilakukan manajemen puncak dan pengendalian
tugas yang dilakukan manajemen paling bawah.
Beberapa karakteristik dari masing-masing aktivitas ini adalah :

Perumusan strategik merupakan kegiatan yang paling sedikit sistematik tetapi


pengendalian tugas merupakan yang paling sistematik. Pengendalian manajemen
dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.

Perumusan strategi difokuskan untuk jangka panjang, sedangkan pengendalian tugas


difokuskan untuk operasi jangka pendek dan pengendalian manajemen dalam hal ini
berada ditengah-tengahnya.

Perumusan strategi lebih difokuskan pada proses perencanaan sedang pengendalian


tugas lebih difokuskan pada proses pengendalian. Baik itu proses perencanaan
maupun pengendalian sama pentingnya dengan pengendalian manajemen.

5. PENGENDALIAN MANAJEMEN
Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi anggotanya
untuk melaksanakan strategi organisasi. Dari hal ini dapat diambil beberapa hal berikut :

SIFAT KEPUTUSAN. Keputusan pengendalian manajemen dibuat dalam kerangka


kerja sesuai dengan strategi organisasi. Tanpa pedoman yang jelas akan sulit
menjalankan pengendalian manajemen yang benar. Manajer dalam hal ini mempunyai
pertimbangan yang bisa saja lain dari yang telah ditetapkan asalkan baik untuk
peningkatan prestasi unit bisnisnya.

SISTEMATIS DAN RITMIS. Dalam proses pengendalian manajemen, keputusan


yang dibuat berdasarkan prosedur dan jadwal yang dilakukan berulang-ulang tahun
demi tahun.

PERTIMBANGAN PERILAKU. Proses pengendalian manajemen melibatkan


interaksi antara individu dan interaksi tersebut tidak sistematis. Seorang manajer
mempunyai tujuannya sendiri-sendiri. Yang harus dilakukan adalah menyelaraskan
tujuan tersebut sesuai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebut

keselarasan tujuan yang berarti tujuan pribadi anggota organisasi seharusnya


konsisten dengan tujuan organisasi.

ALAT UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI. Sistem pengendalian


manajemen adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan strategi yang
telah ditetapkan. Jadi pengendalian manajemen memfokuskan pada pelaksanaan
strategi. Pengendalian manajemen hanya salah satu cara bagi manajer untuk
menerapkan strategi yang diinginkan. Strategi yang dapat diterapkan selain
pengendalian manajemen adalah melalui pendekatan struktur organisasi, manajemen
sumber daya dan budaya.

PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN. Pengendalian manajemen melibatkan


hubungan antara atasan-bawahan. Pengendalian dilakukan melalui tingkat atas hingga
ke bawah. Proses ini meliputi aktivitas komunikasi, motivasi dan evaluasi.

METODOLOGI PENGENDALIAN MANAJEMEN. Penerapan proses


pengendalian manajemen yang telah diuraikan diatas memerlukan tiga bentuk
aktivitas yaitu menentukan tujuan, pengukuran prestasi dan evaluasi prestasi. Menurut
David Outley proses pengendalian manajemen dirancang untuk menjamin bahwa
tugas rutin dijalankan oleh seluruh anggota organisasi yang secara bersama-sama
membantu tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan.

PERUMUSAN STRATEGI. Perumusan strategi adalah proses memutuskan atas


tujuan organisasi dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut.
Strategi yang diambil oleh perusahaan tidak tertutup kemungkinan untuk diuji
kembali atau dilakukan perubahan dimana perlu. Kebutuhan untuk mengubah strategi
biasanya disebabkan oleh ancaman atau untuk memperoleh keuntungan yang lebih
baik.

6. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Marciarello & Kirby mendefinisikan Sistem Pengendalian Manajemen sebagai
perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan pemrosesan
informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada
dan pencapaian tujuan organisasi secara terus menerus. Sistem pengendalian manajemen
dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science).
Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan
mengendalikan perusahaan / organisasi yang dianggap baik berdasarkan asumsi-asumsi
tertentu. Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian
manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif
dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang
lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting dalam sistem pengendalian
manajemen adalah lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.

7. HAKEKAT PENGENDALIAN MANAJEMEN


Organisasi terdiri dari manajer dan karyawan harus dimotivasi dan dituntun agar
melakukan apa yang diinginkan pimpinannya dan harus dikoreksi jika menyimpang dari arah
pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari semua proses pengendalian adalah pemikiran untuk
mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu.
Variabel dapat berupa manusia, mesin, organisasi
7.1.

LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Pengendalian manajemen merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh faktor


lingkungan. Berikut ini diuraikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian
manajemen yang meliputi perilaku organisasi dan pusat-pusat pertanggungjawaban.
1. a. PERILAKU ORGANISASI. Proses pengendalian manajemen mempengaruhi
terhadap pencapaian tujuan organisasi. Beberapa karakteristik organisasi yang
mempengaruhi proses tersebut, terutama berkaitan dengan perilaku anggota dalam
suatu organisasi. Suatu organisasi mempunyai tujuan dan fungsi pengendalian
manajemen adalah mendorong anggota organisasi mencapai tujuan. Disinilah
perlunya faktor keselarasan tujuan masing-masing anggota organisasi dalam
pencapaian tujuan organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bentuk sistem
pengendalian manajemen yang akan diterapkan. Perilaku organisasi juga berkaitan
dengan motivasi, kemampuan individu itu sendiri dan pemahaman tentang perilaku
yang diperlukan dalam mencapai prestasi yang tinggi.
2. b. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN. Suatu organisasi dibagi menjadi beberapa
pusat pertanggungjawaban. Adanya pusat pertanggungjawaban adalah untuk
memenuhi tujuan yang telah ditetapkan manajemen puncak. Secara garis besar, pusat
pertanggungjawaban dibagi menjadi empat yaitu :
3. PUSAT BIAYA. Pusat biaya dalah pusat pertanggungjawaban dimana biaya diukur
dalam unit moneter namun outputnya tidak diukur dalam unit moneter.
4. PUSAT PENDAPATAN. Pusat pendapatan merupakan pusat pertanggungjawaban
dimana output-nya diukur dalam unit moneter tetapi tidak dihubungkan dengan
inputnya.
5. PUSAT LABA. Apabila suatu pestasi keuangan pusat pertanggungjawaban diukur
dengan dasar laba, maka pusat pertanggungjawaban tersebut disebut pusat laba.
6. PUSAT INVESTASI. Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi
manajernya diukur atas dasar perbandingan antara laba dengan investasi yang
digunakan.
2.7.2

PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN

Suatu poses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antarmanajer dan manajer


dengan bawahannya. Proses pengendalian manajemen meliputi kegiatan-kegiatan sebagai
berikut yaitu :

1. PERENCANAAN STRATEGI. Perncanaan strategi adalah proses memutuskan


program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi dalam rangka
implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan
untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan datang.
2. PENYUSUNAN ANGGARAN. Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasian
rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter untuk kurun
waktu tertentu.
3. PELAKSANAAN. Selama tahun anggaran, manajer melakukan program atau bagian
dari program yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya
menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang anggaran dan realisasinya baik itu
informasi untuk mengukur kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal
maupun eksternal.
4. EVALUASI KINERJA. Pestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya
suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan
membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
2.7.3

PENGENDALIAN TUGAS

Pengendalian tugas adalah proses yang menjamin bahwa tugas yang telah ditentukan
dikerjakan secara efektif dan efisien. Penendalian tugas cenderung ke kegiatan operasional.
Aturan-aturan harus dibuat secara berurutan tetapi tidak semua tugas harus dijelaskan secara
berurutan. Perbedaan antara pengendalian tugas dengan pengendalian manajemen adalah
pengendalian tugas lebih merupakan sesuatu yang scientific, sedangkan pengendalian
manajemen tidak demikian karena manusia merupakan faktor penting dalam proses
pengedalian manajemen dan manusia tidak bisa hanya diungkapkan atas dasar suatu
persamaan.
Dalam pengendalian manajemen, manajer berinteraksi dengan manajer lainnya, sedangkan
dalam pengendalian tugas interaksi karyawan dengan orang lain relatif kecil. Sistem
pengendalian manajemen pada dasarnya sama untuk seluruh organisasi. Sebaliknya masingmasing tugas akan berbeda satu organisasi dengan organisasi lain. Dalam pengendalian
manajemen fokusnya adalah pada satu unit organisasi, sementara dalam pengendalian tugas
adalah salah satu tugas daru suatu unit organisasi. Pengendalian manajemen berhubungan
dengan seluruh kegiatan perusahaan dan manajer harus memutuskan apa yang harus
dilakukan, sedangkan pengendalian tugas berhubungan dengan satu tugas tertentu dan hanya
sedikit diperlukan pertimbangan atas apa yang dilakukan.
2.7.4 HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN PERENCANAAN
DAN PENGENDALIAN
Sebagian orang dalam organisasi melakukan perencanaan dan sebagian lagi dalam
bidang pengendalian. Kedua hal ini saling terkait. Kebanyakan manajer melakukan
pengendalian namun sifat dari pengendalian itu sendiri berbeda dalam penerapannya untuk
penetapan strategi, pengendalian manajemen dan pengendalian tugas. Karena itu,
perencanaan dan pengendalian tidak merupakan kegiatan terpisah tapi saling terkait satu
sama lainnya.
6

2.7.5
HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN INTERNAL
AUDITING
Pengendalian manajemen adalah aktivitas yang dilakukan oleh manajer, selain itu
internal auditing adalah kegiatan staf yang dimaksudkan untuk menjamin keakuratan
informasi sesuai dengan aturan kesalahan yang minimum terhadap pelaporan asset dan
menjamin pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.

2.8 TEORI KONTIJENSI ORGANISASI


Salah satu cara yang paling sering diguanakan dalam pengendalian kegiatan organisasi adalah
dengan merestrukturisasi kegiatan organisasi tersebut dengan memeberi otoritas dan
pertanggungjawaban untuk berbagai tugas bagi manajer yang ada dan kelompok pegawai.
Tetapi biasanya muncul kesulitan yaitu perhatian manajer hanya terfokus pada bagiannya saja
dan berakibat pada pengabaian terhadap tugas-tugas yang memerlukan koordinasi dengan
bagian lain.
Manajer pusat pertanggungjawaban bisa diberi target yang jelas tentang rentang tugasnya dan
bertanggungjawab atas segala aspek pertanggungjawabannya. Dengan demikian, aspek utama
dari struktur organisasi formal adalah segmentasi kegiatan ke bagian-bagian yang bisa
ditangani oleh manajer perorangan. Proses pelengkap berupa integrasi diperlukan untuk
mengkoordinasikan kegiatan sub-unit yang berbeda dan dalam hal ini, sistem akuntansi
manajemen memerankan peran penting dalam proses tersebut.
Pendekatan dalam memandang desain struktur formal organisasi telah diformalisasikan
dengan pendekatan teori kontijensi. Teori kontijensi diperlukan dalam merancang sistem
pengendalian. Hal ini disebakan karena struktur itu sendiri karena merupakan mekanisme
awal dari akuntansi manajemen.
2.9 TEORI KONTIJENSI AKUNTANSI MANAJEMEN
Teori kontijensi akuntansi manajemen ini menunjukkan suatu upaya dalam penentuan sistem
pengendalian yang paling memungkinkan atas seperangkat keadaan yang ada pada suatu
organisasi. Beberapa variable yang perlu dipertimbangkan adalah :

LINGKUNGAN. Satu hal yang mendasa dai sistem pengendalian manajemen ini
adalah adanya pengaruh dari lingkungan dimana organisasi tersebut beroperasi.

TEKNOLOGI. Sifat dari proses produksi suatu produk atau jasa biasanya ditentukan
juga oleh biaya dalam penggunaan teknologi tersebut.

UKURAN ORGANISASI. Ukuran organisasi merupakan faktor yang mempengaruhi


baik struktur maupun kesatuan pengendalian dalam organisasi.

STRATEGI. Strategi yang dimiliki oleh organisasi mempunyai pengaruh yang besar
terhadapsistem akuntansi manajemen dan sistem pengendalian manajemennya.

2.10 UKURAN DAN PENGHARGAAN KINERJA


Dalam membentuk ukuran kinerja, maka beberapa indikator kinerja yang perlu diperhatikan
adalah :

Tujuan organisasional adalah kompleks dan tidak bisa dikurangi dengan mudah
menjadi satu-satunya ukuran yang terintegrasi bagi kinerja keseluruhan, walaupun
tingkat keuntungan sering digunakan sebagai salah satu tujuan organisasi.

Jika ukuran kinerja bertingkat digunakan, beberapa hal tentang kebutuhan


kepentingan harus dikomunikasikan.

Beberapa tugas perlu kerjasama antar manajer, misalnya sistem harga transfer.

Beberapa aspek kinerja tidak bisa diukur secara kuantitatif, walaupun kecenderungan
yang ada adalah ukuran kuantitatif lebih banyak dipakai daipada ukuran kualitatif.

Esensi kerja manajerial seperti hasil yang diinginkan sering tidak bisa ditentukan
terlebih dahulu, pernyataan tentang kinerja sering merupakan pernyataan subjektif.

Kinerja manajerial harus dibedakan dari kinerja ekonomi unit dimana manajer harus
bertanggungjawab namun perbedaan antara apa yang bisa dikendalikan dan yang
tidak bisa dikendalikan dan tidak bisa dilihat dengan jelas.

Manajemen berada dalam lingkungan yang tidak pasti dan kompleks sehingga
penghargaan prestasi yang diberikan mungkin tidak mencakup swluruh aspek kerja
anggota organisasi.

2.11 PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PENGHARGAAN KINERJA


Pengaruh yang paling tampak dalam penggunaan informasi akuntansi dalam prilaku
manajerial terjadi pada saat penggunaan evaluasi kinerja. Jika manajer meyakini bahwa
kinerjanya kan dievaluasi berdasarkan informasi akuntansi, maka ia akan berusaha untuk
mempengaruhi informasi tersebut sehingga kelihatan menguntungkan manajer tersebut.
Perilaku ini akan mengganggu kegiatan organisasi secara keseluruhan.
Penggunaan informasi akuntansi yang tidak tepat dalam pengukuran kinerja seringkali
menghasilkan perilaku tidak baik. Kesulitan dalam penentuan dan penghargaan perilaku
manajerial yang layak mengakibatkan perlu adanya monitoring dan penghargaan atas kerja.
Ukuran yang paling sering digunakan dalam pengukuan kinerja melibatkan ukuran-ukuran
akuntansi dan menggunakan anggaran sebagaistandar terhadap kinerja yang dihasilkan.
Kinerja anggaran bisa dimanipulasi untuk memberi kesan kinerja yang memuaskan walaupun
target yang ditetapkan tidak tercapai. Biasanya perusahaan sulit mengendalikan karena
anggaran yang ditetapkan biasanya fleksibel.

2.12 GAYA PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI


Dalam hal anggaran ada perbedaan antara anggaran yang statis dan fleksibel. Anggaran statis
melibatkan manajer senior yang mengawasi bawahannya secara ketat dalam memenuhi
anggaran biayanya. Sedangkan anggaran fleksibel masih mempertimbangkan kelayakan
pencapaian anggaran, namun manaje senior hendaknya diberi penjelasan masuk akal atas
kelebihan pengeluaran. Jika informasi akuntansi tidak merupakan informasi yang sempurna
akan kinerja sesungguhnya anggota organisasi, maka penggunaan gaya statis tidak layak dan
membawa ke tingkat stress yang tinggi, konsekuensinya bisa timbul perilaku negatif seperti
manipulasi data akuntansi. Anggaran fleksibel jika dikaitkan dengan hal diatas tampaknya
lebih layak digunakan.
Studi yang dilakukan oleh Briers dan Hirst dalam mengamati situasi dimana penganggaran
dan informasi ditunjukkan sebagai dasar evaluasi yang lebih layak. Ditemukan bahwa gaya
evaluasi statis tidak membawa ke konsekuensi yang baik. Namun, manipulasi penganggaran
yang dilakukan dihubungkan dengan kinerja unit-unit yang dikelola, dimana unit yang
berkinerja jelek menunjukkan bias anggaran paling besar. Hasil temuan ini, dengan konteks
yang lebih luas dimana standar akuntansi kinerja akan berisikan uraian yang sedikit lebih
lengkap tentang kinerja pekerjaan akan berisikan uraian yang sedikit lebih lengkap tentang
kinerja pekerjaan Dalam kondisis ketidakpastian yang tinggi.
Studi selanjutnya menyarankan bahwa manajer hendaknya dievaluasi dengan memperhatikan
juga pendekatan subyektif jika unit tersebut menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Temuan di atas relevan dengan pengaruh pengendalian akuntansi. Yakni ia merupakan cara
dimana informasi akuntansi digunakan manajer puncak dan penghargaan yang dibuat
kontijensi dengan pencapaian anggaran adalah kritis dalam penentuan pengaruh sistem
informasi akuntansi. Kedua, pengaruh penempatan kepercayaanyang tinggi atas ukuran
akuntansi terhadap kinerja kontijensi dengan keadaan karena tingkat pengetahuan yang kita
punyai tentang perilaku manajerial mengkontribusikan ke arah kinerja yang sukses.
Bila menghadapi ketidakpastian eksternal dan internal, maka yang diperlukan adalah sistem
penghargaan dimana diperlukan dukungan inovasi dan menghindari kegagalan jika manajer
kemudian bisa mencapai kesuksesan daripada menghindari kegagalan.

BAB II
PERILAKU DALAM ORGANISASI

Keselaranan Tujuan
Tujuan utama dari sistem pengendalian manajeman adalah memastikan tingkat
keselaranan tujuanyang tinggi. Dalam proses yang searah dengan kepentingan pribadi mereka
sendiri, dan sekaligus merupakan kepentingan perusahaan.
9

Faktot-Faktor Informal yang Mempengaruhi Keselaran Tujuan


Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi perusahaan, konsekuensinya kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat
pencapaiaan keselarasan tujuan. Hal yang perlu diperhatikan dalam dalam pengendalian
formal adalah proses-proses yangberkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya
manjeman, dan budaya yang melingkupi.
Faktor-Faktor Eksternal
Ialah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan dalam masyarakat dimana
organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencangkup sikap yang sering juga disebut
dengan etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan,
semangat, dan kebangaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas secara tepat
waktu.
Faktor-Faktr Internal
1. Budaya
Budaya dalam organisasi itu sendiri meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup
yang dianut, norma-norma prilaku seta asumsi-asumsi implisistditerima dan secara
eksplisist dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi.
2. Gaya Manajeman
Biasanya sikap bawahan akan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap
atasan mereka dan sikap atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi
sikap CEO.
3. Organisasi Informsi
Garis-garis pada bagan organisasi mengambarkan hubungan-hubungan formal yaitu :
pemegang otoritas resmi dan bertanggung jawab dari setiap manajer.
4. Persepsi dan Komunikasi
Dalam upaya meraih tujuan tujuan organisasi para manajer oprasi harus mengetahui
yujuan dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. Mereka
menyerap informasi dari berbagai jalur, baik jalur formal ataupun informal.
Sistem Pengendalian Formal
Pengaruh besar laianya adalah sistem pengendaliaan formal. Sistem ini biasa kita
klasifikasikan ke dalam 2 jenis :

10

1. Sistem pengendalian manajeman itu sendiri


2. Aturan-aturan
Beberapa jenis aturan bisa kita lihat disisni :
1. Pengendalian fisik
Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, paswords komputer, ctv, dan
pengendalian fisik lainnya yang merupakan bagian dari struktur pengendalian.
2. Manual
Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan aturan
lorganisasi lain. Organisasi memiliki unit-unit yang terbesar secara geografis
mempunyai lebih banyak aturan dibandingkan organisasi yang terpusat secara
geografis.
3. Pengamanan Sistem
Berbagai pengamanan sistem dirancanag ke dalam sistem pemrosesan informasi
untuk menjamin agar informasi yang mengalir melalui sistem itu akan bersifat
akurat dan untuk mencegah kecurangan. Hal ini meliputi: pemeriksaan silang
secara terinci, pembuatan tandatangan dan bukti lain bahwa sebuah transaksi telah
dilaksanakan, melakukan pemilihan, menghitung uang yang ada dan aktiva-aktiva
yang mudah dibawa sesering mungkin.
4. Sistem Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tugastugas tertentu dijalankan secara efektif dan efisien. Kebanyakan dari tugas-tugas
itu di dikendalikan melalui peraturan-peraturan.
Proses Kendali Secara Formal
Suatu perencanaan strategi akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi. Seluruh
informasi yang tersedian digunakan untuk membuat perencanaan ini. Perencanaan stategis
tersebut kemudian di konversi menjadi anggaran tahuan yang fokus pada pendapatan dan
belanja yang dirancang untuk masing-masing pusat pertanggung jawaban.

JENIS-JENIS ORGANISASI
1. Struktur fungsional, di dalam setiap manher bertanggung jawab atas fungsi-fungsi
yang terspesialisasi seperti produksi dan pemasran
2. Steruktur unit bisnis, di dalamnya para unit manajer bertanggung jawab atas aktivaaktiva dari masing-masing unit dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian independen
dari prusahaan.

11

3. Struktur matriks, didalamnya unit-unit fungsional memiliki pertanggung jawaban


ganda.
Organisasi-Organisai Fungsional
Alasan dibalik organisasi fungsional melibatkan gagasan mengenai seorang manajer
yang membawa pengetahuan khususcuntuk mengambil keputusan yanag berkaitan dengan
fungsi spesifik, yang berlawana dengan manajer umum yang kurang memiliki pengetahuan
khusus.
Ada sejumlah kelemahan dalam struktur fungsional
1. Dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidak jelasan dalam menentukan
efektifitas manajer fungsional secara terpisa (seperti manajer produksi dan manajer
pemasaran)karena setiap fungsi tersebut sama-sama memberikan kontribusi pada hasil
akhir.
2. Jika organisasi terdiri dari beberapa manajer yang berkerja dalam satu fungsi yang
melapor ke beberapa manjer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut maka
perselisishan para manjer tersebut hanya dapat di selesaikan diatas kertas meskipun
perselisishan tersebut bsrasal dari tingkat organisasi yang rendah.
3. Struktur fungsional tidak memadahi untuk diterpkan pada sebuah perusahaan dengan
produk dan pasar yang beragam.
Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancanag untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Suatu unit bisnis juga disebut
sebagai suatu devisi, bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan
pemasaran sebuah produk.
Implikasi Terhadap Rencana Sistem
Jika kemudahan dalam pengendalian merupakan satu-satunya kriteria, makas semua
perusahaan akan di orgabisasikan ke dalam unit-unit bisnis.dal ini disebabkan karena dalam
organisasi unit bisnsi setiap manajer unit harus bertanggung jawab untuk meningkatkan
kemampuan setiap peroduk yang dihasilsksn oleh unitnya guna menghasilakan laba,
melekuakan perencanaan, mengkoordinasiaan dan pengendalian elemen-elemen yang
berpengaruh pada kemempuan itu.
12

FUNGSI KONTROLER
Orang yang bertanggung jawab dalam merancanag dan mengoprasikan sistem
penegendalian majaeman disebut sebagai seorang kontroler. Sebenarnya di banyak organisasi
jabatan orang ini adalah chief finencial officer (CFO).
Kontroler biasanya menjalakan fungsi sebagai berikut :
1. Merancanag dan mengoprasikan sistem pengendalaian.
2. Menyiapkan pernyataan keuangan dan lapora keuangan kepada para pemegang saham
3. Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja
4. Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prisedur-prosedur pengendalaian
untuk menjamin validasi informasi.
5. Mengembangkan personal dalam organisasi pengendali dan berpartisispasi dalam
pendidikan personel manjeman dalam kaitanya dengan fungsi manjeman.
Relasi ke jalan Organisais
Fungsi pengendalian dalah fungsi staf. Meskipun seorang kontroler dapat bertanggung
jawab untuk merancang maupun mengoprasiolakan sistem yang mengumpulkan dan
melaporkan informasi, pemanfaatan ini dalah tanggung jawab jajaran manajemen.
Tanguang jawab untuk menjalakan pengendalian sesunguhnya adalah CFO lalu turun
ke bawah melelui jalaur organisasi.
Kontroler Unit Bisnis
Para kontroler unit bisnis mau tidak mau telah membagi loyalitas mereka. Pada satu
sisi mereka berutang kesetiaan pada kontroler, korporet, yang memegang tanggung jawab
organisasi secara keseluruhan. Di sisi lain mereka juaga berutang kesetiaan pada majer unit
mereka yaitu pihak kepada siapa mereka memberikan bantuan.

13

BAB III
PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

Pusat Pertanggungjawaban
adalah suatu unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab
terhadap kinerja (aktivitas) unit bisnisnya.
berguna untuk membantu mengimplementasikan rencana strategis manajer puncak.
pengukuran kinerja didasarkan atas dasar efisiensi dan efektivitas.

Input dan Output


hubungan antara input dan output bersifat timbal balik dan langsung.
(mis. : departemen produksi input bahan baku menjadi barang jadi)
ada juga input yang tidak berkaitan secara langsung dengan output.
(mis. : biaya iklan)

14

Pengukurannya
input diukur dengan satuan moneter yaitu uang.
nilai uang diperoleh dari =
kuantitas fisik x harga per unit.
(mis. : jumlah jam kerja x tarif per unit)
jumlah moneter itu yang disebut sebagai biaya.
input lebih mudah diukur daripada output.

Efisiensi dan Efektivitas


adalah rasio output terhadap input.
efisiensi diukur dengan membandingkan biaya aktual dan biaya standar.
Contoh:
Pusat tanggungjawab A > efisiensi dari B apabila :
Input A < input B, tetapi dengan output yang sama
Input A = input B, tetapi output A lebih besar

Efektivitas
lebih ditentukan oleh hubungan output yang dihasilkan dengan tujuan.
semakin besar output, maka semakin efektif unit tersebut.
Suatu pusat tanggungjawab akan bersifat efisien jika melakukan sesuatu dengan tepat dan akan
bersifat efektif jika melakukan hal-hal yang tepat.

1. Pusat Pendapatan

adalah pusat tanggungjawab yang outputnya (pendapatan) dapat diukur secara moneter,
tetapi tidak ada hubungan antara input dan output.
hal ini karena pusat pendapatan merupakan organisasi pemasaran yang tidak
bertanggungjawab terhadap laba.
jika input (biaya) dikaitkan dengan output (pendapatan), maka unit tersebut merupakan pusat
laba.
kinerja diukur atas dasar :
pendapatan yang diperoleh = unit yang terjual x harga jual

2. Pusat Biaya
adalah pusat tanggungjawab yang inputnya dapat diukur secara moneter, tetapi outputnya
tidak.
kinerja manajernya diukur berdasarkan biaya yang dikeluarkan.

15

input dapat diukur karena kita mengeluarkan biaya, sedang output tidak dapat diukur karena
output terdapat pada pusat pendapatan.
Pusat Biaya Teknik
input (unit moneter) punya hubungan erat dengan output (fisik).
jumlahnya (biaya) dapat diestimasi. Contoh: biaya pabrik untuk tenaga kerja langsung,
biaya-biaya langsung, biaya-biaya yang terjadi pada departemen produksi.
input-inputnya dapat diukur secara moneter.
Ciri-Ciri
input-inputnya dapat diukur secara fisik.

jumlah Dollar optimum dan input yang dibutuhkan dapat


ditentukan.

Pusat Biaya Kebijakan


sebagian besar biaya yang terjadi mempunyai hubungan erat dengan output yang dihasilkan.
output sulit diukur.
Pusat Biaya Kebijakan meliputi :

a. Unit Administrasi dan Pendukung


Contoh : akuntansi, hukum, sumber daya manusia, hubungan industrial.

Kendala

Kesulitan mengukur output

Tidak adanya keselarasan data-data

b. Operasi Penelitian dan Pengembangan (Lit Bang)


Kendala

Kesuliatan mengukur output

Tidak adanya keselarasan data-data

c. Aktivitas Pemasaran
Pemindahan (distribusi) barang dari perusahaan ke pelanggan.
Aktivitas
Kendala

Pengumpulan piutan yang jatuh tempo dari para pelanggan.

Logistik
Aktivitas
Pemasar

Aktivitas untuk

Periklanan memperoleh pesanan


Pengawasan terhadap
.?

16