You are on page 1of 30

WRAP UP BLOK GINJAL DAN SALURAN KEMIH

SKENARIO 3
“TIDAK BISA BUANG AIR KECIL”

KELOMPOK

: A-7

KETUA

: Arief Nurhidayah Saputro

SEKRETARIS: Arum Sekar Latih
ANGGOTA

: Adi Wibowo

1102012028
1102012029
1102011006

Aprilia Aqmarina Indah

1102012026

Ariandhy Rukhma Megananda

1102012027

Erin Octivera

1102012077

Eva Rosalina

1102012078

Fadlina Arysta Brawidya

1102012079

Ida Nur’Ainun A.M

1102012116

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
2013/2014

Sekenario 3
TIDAK BISA BUANG AIR KECIL

Laki-laki, 56 tahun datang berobat ke Poliklinik Bedah dengan keluhan tidak bisa buang
air kecil sejak 1 hari yang lalu, meskipun rasa ingin kencing ada. Sebelumnya riwayat LUTS
(Lower Urinary Tract Syndrome) seperti hesistensi, nokturia, urgensi, frekuensi, terminal
dribbling sering dirasakan sebelumnya. IPSS (International Prostate Symptom Score) > 30 dan
Skor Kualitas Hidup (QoL) > 5. Pada pemeriksaan fisik didapatkan region supra pubik bulging
dan pada pemeriksaan colok dubur didapatkn prostate membesar. Oleh dokter yang
memeriksanya dianjurkan untuk dipasang kateter urin dan dilakukan pemeriksaan BNO-IVP.

2

KATA SULIT
LUTS

: kumpulan gejala pembesaran prostat.

Terminal dribbling : keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir berkemih.
Hesistensi

: awal keluarnya urin lebih lama dan seringkali pasien harus mengejan
untuk mengeluarkan urin.

Nokturia

: sering BAK pada malam hari.

Urgensi

: rasa ingin BAK terus menerus.

Ipps dan Qol

: untuk melihat seberapa besar gejala LUTS.

Supra pubik bulging: pembengkakan yang terasa di daerah supra pubik pada saat palpasi.
BNO-IVP

: untuk pemeriksaan radiografi dengan menyuntikan zat kontras melalui
pembuluh darah vena.

PERTANYAAN
1. Apa yang menyebabkan terjadinya pembesaran prostat?
Jawab: salah satunya karena factor usia,growth hormone, dan hormone testosterone
merangsang proliferasi sel.
2. Mengapa diharuskan melakukan pemeriksaan colok dubur dan BNO-IVP??
Jawab: untuk mengetahui ada atau tidaknya pembesaran prostat dan mengetahui lobus mana
yang membesar.
3. Mengapa pasien tidak bisa kencing?
Jawab: karena tertekannya urethra pars prostatica oleh prostat sehingga urethra tersumbat.
4. Mengapa bisa terjadinya nokturia, hesistensi, terminal dribbling dan urgensi?
Jawab: fungsi ginjalnya menurun, hyperplasia prostat.
5. Mengapa didapatnkanya bulging pada daerah suprapubik?
Jawab:karena urin berkumpul di vesicse urinaria sehinga terasa –embesaran
6. Apa saja tindakan yang harus dilakukan untuk penyakit ini?

3

doksasosin.andregenik seperti prazosin. 10. Apa boleh menurut agama melakukan pemeriksaan dengan lawan jenis? Jawab: boleh. Pemeriksaan lab selain BNO-IVP? Jawab: urin lengkap. Apakah factor usia berpengaruh pada penyakit tersebut? Jawab: berpengaruh. Berdasarkan BNO-IVP dan QOL termasuk kategori apakah pasien ini? Jawab: kategori berat. dan pemberian obat anti α. 8. rontgen. panendoskop. Mengapa pasien dipasang kateter urin? Jawab: untuk membantu pengeluaran urin. dilatasi balon. 7. 9. Hipotesa Sementara Aktivitas Hormon Androgen Hesistensi Faktor penuaan nokturia. PSA. urgensi Pembesaran prostat frekuensi Pemeriksaan terminal dribbling 4 . 11.Jawab: Bedah.

2 Mikroskopik LI.2 Memahami dan Menjelaskan fisiologi Prostat LI. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Prostat 1.Fisik : Penunjang : Regio supra pubik bulging BNO-IVP Benigna Prostat Hiperplasia SASARAN BELAJAR Pengobatan LI.1.3 Memahami dan Menjelaskan Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) 5 .1 Makroskopik 1.

tebalnya ± 2 cm dan panjangnya ± 3 cm dengan lebarnya ± 4 cm.6 Manifestasi Klinis 3. Prostat mengelilingi uretra pars prostatika dan ditembus di bagian posterior oleh dua buah duktus ejakulatorius.1.8 Tatalaksana 3.7 Diagnosis dan Diagnosis Banding 3.3 Epidemiologi 3.3. 6 . Prostat merupakan kelenjar aksesori terbesar pada pria.1 Makroskopik Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli dan membungkus uretra posterior. dan berat 20 gram.9 Komplikasi 3.4 Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam Mengenai Pemeriksaan Lawan Jenis LI.10 Pencegahan 3. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Prostat 1.2 Etiologi 3.4 Klasifikasi 3.1 Definisi 3.5 Patofisiologi 3.11 Prognosis LI. Prostat berbentuk seperti piramid terbalik dan merupakan organ kelenjar fibromuskuler yang mengelilingi uretra pars prostatica.

Ductus ejaculatorius menembus bagisan atas permukaan prostat untuk bermuara pada uretra pars prostatica pada pinggir lateral Orificium utriculus prostaticus.embriologi: berasal dari dinding depan Urethra pars prostatica.unsur kelenjar tidak berkembang . Septum ini dibentuk pada dihubungkan dengan permukaan posterior masa janin oleh fusi dinding ujung os pubis dan Ligamentum puboprostatica.terletak di depan Urethra pars prostatica . yaitu : 1. yang semula menyebar ke garis tengah dan merupakan kondensasi bawah menuju Corpus perinealis. 7 . Fascia pelvis.seer. INFERIOR Basis prostat melanjutkan diri sebagai Apex prostat terletak pada permukaan Collum vesica urinaria.http://training.ANTERIOR 4. Lobus anterior: .gov/images/prostate/prostate. dipisahkan dari berhubungan erat dengan permukaan simphisis oleh lemak ekstraperitoneal anterior Ampula recti dan dipisahkan yang terdapat pada Cavum retropubica darinya oleh Septum retovesicalis (Fascia (cavum retziuz). bawah Excavatio rectovesicalis Ligamentum ini terletak pada pinggir peritonealis. POSTERIOR Permukaan anterior prostat berbatasan Permukaan posterior prostat dengan simphisis pubis. levator ani waktu serabut ini berjalan ke posterior dari Os pubis.jpg 1.LATERAL Permukaan lateral prostat terselubung oleh serabut anterior M. 5. Selubung fibrosa prostat Denonvillier). otot polos berjalan atas Diafragma urogenitalis.SUPERIOR 2. Uretra tanpa terputus dari satu organ ke organ meninggalkan prostat tepat diatas apex yang lain permukaan anterior 3.cancer. Prostat terdiri dari beberapa lobus.

sinonim: Lobus medianus . Beberapa serat ini berasal dari sel ganglion otonom yang terletak di kapsula dan di stroma.paling berkembang Benign Prostat Hyperplasia . 8 .terletak diatas Ductus ejakulatorius .terletak dibawah muara Ductus ejakulatorius Aliran darah prostat merupakan percabangan dari Arteri pudenda interna.2. mungkin terutama simpatis. dan berakhir sebagai jala-jala kapiler yang berkembang baik dalam lamina propria.lobus posterior ini yang teraba pada rectal toucher kanker prostata. berada di dasar musculofascial pelvis dimana dan dikelilingi oleh selaput tipis dari jaringan ikat. Limfe terutama dicurahkan ke Nodus iliaka interna dan Nodus sakralis. di mana.terletak sebelah lateral dari Urethra pars prostatica 3. Pleksus vena mencurahkan isinya ke Vena iliaca interna. Prostat mengeluarkan cairan prostat dan menyimpannya untuk dikeluarkan pada saat ejakulasi.2 Mikroskopik Prostat merupakan kumpulan 30-50 kelenjar tubuloalveolar bercabang yang saluran keluarnya bermuara ke dalam urethra pars prostatica. Serabut motoris. . Pembuluh vena mengikuti jalannya arteri dan bermuara ke pleksus sekeliling kelenjar. Pembuluh ini bercabang-cabang dalam kapsula dan stroma. Lobus lateral: . Lobus medius: . Prostat mendapat persarafan terutama dari serabut saraf tidak bermielin.berkembang dari dinding posterior Urethra pars prostatica . Secara umumnya. tampak mempersarafi sel-sel otot polos di stroma dan kapsula sama seperti dinding pembuluh darah. 1.bagian prostat yg berhadapan dengan rectum .sering menjadi BPH 4. kalenjar prostat terbentuk dari glandular fibromaskuler dan juga stroma. prostat berbentuk piramida. Lobus posterior : . Persarafan prostat berasal dari Pleksus hipogastrikus inferior dan membentuk Pleksus prostatikus. Arteri vesikalis inferior dan Arteri rektalis media. Pembuluh limfe mulai sebagai kapiler dalam stroma dan mengikuti pembuluh darah dam mengikuti pembuluh darah.berkembang dari dinding dorsal urethra .

terutama fibrinolisin yang membantu pencairan semen. Lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. Keistimewaan ini dipertahankan pada karsinoma prostat yang ditandai oleh adanya enzim dalam konsentrasi tinggi dalam tumor dan dalam darah. kaya dengan enzim proteolitik. keduanya memiliki lumen yang lebar. 9 . Zona Anterior atau Ventral Sesuai dengan lobus anterior. Sekret juga mengandung sejumlah besar fosfatase asam. 2. Sitoplasma banyak mengandung butir sekret dan butir lipid. Kapsula ini memancarkan septa yang menembus kelenjar. Zona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak. terdiri atas stroma fibromuskular.Prostat dikelilingi oleh kapsula fibroelastis yang kaya akan otot polos. sekret terlihat sebagaimassa granular yang asidofilik. meliputi 70% massa kelenjar prostat. Bagian-bagian kelenjar terbenam di dalam stroma padat yang di bagian tepi berlanjut pada simpai. Sel-selnya mensekresi protein. Stromanya juga fibroelastik dan mengandung sejumlah berkas serat otot. tidak punya kelenjar. Fosfatase asam serum diukur tidak hanya pada diagnosis tetapi juga untuk mengikuti penderita dengan tumor tersebut. Pada sajian. bersifat agak alkali. jala-jala serabut elastin padat dan kapiler-kapiler darah. Saluran keluar mempunyai lumen yang tidak teratur dan mirip tubuli sekretoris yang kecil. Seringkali mengandung badan-badan bulat atau bulat telur disebut konkremen prostat (korpora amilasea) yang merupakan kondensasi sekret yangmungkin mengalami perkapuran. disertai sedikit selsel basal. tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar. Zona Perifer Sesuai dengan lobus lateral dan posterior. Stroma yang sangat kaya akan fibromuskuler terbentuk mengelilingi kelenjar. Sel-sel ini memiliki aktifitas fosfatase asam yang besar. Alveoli dan tubuli bercabang berkali-kali. yaitu: 1. Lamina basalis tidak nyata dan sel-sel epitel terletak pada suatu lapisan jaringan penyambung yang banyak otot polos. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk dan ukurannya. Zona ini meliputi sepertiga kelenjar prostat. Epitelnya mungkin kubis atau malahan berlapis tetapi pada sebagian besar tempat adalah toraks. Jenis epitelnya selapis atau bertingkat dan bervariasi dari silindris sampai kubis rendah. Telah ditemukan lima daerah/ zona tertentu yang berbeda secara histologi maupun biologi. Sekret prostat merupakan cairan seperti susu.

Bila otot polos pada capsula dan stroma berkontraksi.tcc. Zona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik.gif LI. Zona ini resisten terhadap inflamasi 4. Hal tersebut dapat mengakibatkan obstruksi urethra total atau parsial. http://faculty. sekret yg berasal dari banyak kelenjar diperas masuk ke urethra pars prostatica. yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperpiasia (BPH) 5. Badan-badan ini sering membentuk kalkuli. Proses sekresi prostat bergantung pada testosteran seperti halnya vesica seminalis. Merupakan bagian terkecil dari prostat. Lokasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius. Zona Sentralis.2 Memahami dan Menjelaskan fisiologi Prostat Prostat adalah kelenjar sex sekunder pada laki-laki yang menghasilkan cairan dan plasmaseminalis. sesuai dengan lobus tengah meliputi 25% massa glandular prostat. Cairanini juga ditambahkan ke semen pada waktu ejakulasi.3.dengan perbandingan cairan prostat 13-32% dan cairan vesikula seminalis 4680% padawaktu ejakulasi. Jumlah mereka akan bertambah seiring bertambahnya usia. Pada usia sekitar 40 th kelenjar-kelenjar mukosa ini sering mengalami hipertrofi. Zona Transisional. Sekret prostatica bersifat alkalis dan membantu menetralkan suasana asam di dalam 10 .edu/mmitchell/images/prost2b. Kelenjar-Kelenjar Periuretra Bagian ini terdiri dan duktus-duktus kecil dan susunan selsel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal. Badan-badan kecil sferis dan susunan glikoprotein yang bergaris tengah kurang dari 0.2 mm sering ditemukan pada lumen prostat (konkremen prostat). Cairan ini tipis seperti susu yg mengandung asam sitrat dan fosfatase asam.

cairan protat normal normal mengandung 3 – 5 sel darah putih perlapangan pandangan besar. bekuan seminal diuraikan oleh fibrinolisisn. Fungsi kelenjar prostat: 1. Setelah itu. Enzim seperti PSA. 11 . 2. secret didapatkan dengan pemijatan secara lembut. Kelenjar prostat termasuk dalam isi pelvis laki – laki dengan vesica urinaria dan vas deferens. Cairan prostat bersifal basa (alkalis).5-4). Prostat mengeluarkan secret cairan yang bercampur secrte dari testis. bersama dengan ejakulat yang lain. sehingga sperma motil yang dikeluarkan dapat bergerak bbas di dalam saluran reproduksi wanita.vagina. suatu fungsi penting karena sperma lebih dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang sedikit basa. suatu enzim pengurai fibrin dari prostat. sehingga sperma yang diejakulasikan tetap tertahan di saluran reproduksi wanita saat penis ditarik keluar. Sewaktu mengendap di cairan vagina wanita. mengelilingi uretra dan terdiri atas kelenjar majemuk. transi tdan survival sperma. Cairan ini menambah volume cairan vesikula seminalis dan sperma. prostat mengeluarkan cairan encer seperti susu yang mengandung berbagai enzim dan ion ke dalam duktus ejakulatorius.Cairan prostat merupakan 70% volume cairan ejakulat dan berfungsi memberikan makananspermatozon dan menjaga agar spermatozon tidak cepat mati di dalam tubuh wanita. PSA disintesis oleh sel epitel prostat dan bersifat organ specific tetapi bukan cancer Specific. Kelenjar ini menghasilkan sekresi yang penyalurannya dari testis secara kimiawi dan fisiologis sesuai kebutuhan spermatozoa. Mengeluarkan cairan alkalis yang menetralkan sekresi vagina yang asam. Kelenjar prostatdibawah pengaruh Androgen Bodies dan dapat dihentikan dengan pemberian Stilbestrol.Kelenjar prostat kira – kira sebesar buah walnut atau buah kenari besar letaknya di bawah vesica urianria. Sperma tidak dibuat di prostat melainkan testis. Sekresi prostat . saluran – saluran dan otot polos. Menghasilkan enzim-enzim pembekuan dan fibrinolisin. cairan ini dibutuhkan karena motilitas sperma akan berkurang dalam lingkungan dengan pH rendah. Sewaktu perangsangan seksual. Enzim-enzim pembekuan prostat bekerja pada fibrinogen dari vesikula seminalis untuk menghasilkan fibrin yang membekukan semen. dimana sekretvagina sangat asam (PH: 3. Dengan demikian sperma dapat hidup lebih lama dan dapatmelanjutkan perjalanan menuju tuba uterina dan melakukan pembuahan. Enzim ini membantu sperma mencapai sel telur selama melakukan hubungan seksual. Fungsi cairan : a b c d Pelumas Produksi ejakulat Finansial untuk ejakulasi Kelenjar prostat memasok zat yang memfasilitasi kesuburan.

Prostat tumbuh selama masa remaja di bawah kontrol hormon testosteron dan DHT. dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. bahwa dalam keadaan normal hormon gonadotropin hipofise akan menyebabkan produksi hormon androgen testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat. 3. yaitu: perkembangan testis.Testosteron mengarahkan dan mengatur ciri-ciri tubuh pria. BPH kadang tidak menimbulkan gejala. karena produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase. tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dehidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua). estrogen juga berperan untuk terjadinya BPH. 12 . sitrat dan fruktosa sebagai sumber energi sperma untuk menempuh perjalanan mencapai sel telur. perkembangan ciri seksual primer dan sekunder serta spermatogenesis. LI. Dengan makin bertambahnya usia. prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen. yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. Dimana sel-sel leydig mengasilkan testosteron yang menyebabkan proses diferensiasi dari vasa deferens dan vesikula seminalis. tetapi jika tumor ini terus berkembang. pada akhirnya akan mendesak uretra yang mengakibatkan rasa tidak nyaman pada penderita. genitalia pria. adalah pertumbuhan berlebihan sel-sel prostat yang tidak ganas. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. Beberapa teori atau hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hyperplasia prostat adalah: 1. metabolit dari testosteron menghasilkan dihidrotestosteron (DHT) yang merangsang proses diferensiasi dari prostat dan genitalia eksterna. dahulu dikenal sebagai hipertrofi prostat jinak.2 Etiologi Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasia prostat.1 Definisi Hiperplasia prostat jinak / Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal. Dari berbagai percobaan dan penemuan klinis dapat diperoleh kesimpulan.3 Memahami dan Menjelaskan Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) 3. Teori Hormonal Selain androgen (testosteron/DHT). akan terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi androgen. Dilihat dari fungsional histologis.Zat lainnya yang dibuat oleh prostat dan vesicula seminalis yaitu : zinc. sehingga timbul dugaan bahwa testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel tetapi kemudian estrogenlah yang berperan untuk perkembangan stroma.

testosteron direduksi oleh enzim 5 alpha reductase menjadi 5 dyhidro testosteron yang kemudian bertemu dengan reseptor sitoplasma menjadi hormone receptor complex. RNA ini akan menyebabkan sintese protein menyebabkan terjadinya pertumbuhan kelenjar prostat.2. Sedangkan faktor pertumbuhan TGB beta berperan dalam proses apotosis. Kemudian hormone receptor complex ini mengalami transformasi reseptor menjadi nuclear receptor yang masuk kedalam inti yang kemudian melekat pada chromatin dan menyebabkan transkripsi m-RNA. Pada apotosis terjadi kondensasi dan fragmentasi sel yang selanjutnya sel sel yang mengalami apoptosis akan difagositosis oleh sel sel disekitarnya kemudian didegradasi oleh enzim lisososom. Teori Growth Factor (faktor pertumbuhan) Peranan dari growth factor ini sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. 4. Terdapat empat peptic growth factor yaitu basic transforming growth factor. Diduga hormon adrogen berperan dalam menghambat proses kematian sel karena setelah dilakukan kastrasi. keseimbangan ini disebabkan adanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem sehingga dapat berproliferasi. Testosteron bebas inilah yang bisa masuk ke dalam target cell yaitu sel prostat melewati membran sel langsung masuk kedalam sitoplasma di dalam sel. Teori Peningkatan Lama Hidup Sel-sel Prostat karena Berkurangnya Sel yang Mati Kematian sel prostat (apotosis) pada sel prostat adalah mekanisme fsiologik untuk mempertahankan homeostasis kelenjar prostat. Estrogen diduga mampu memperpanjang usia sel prostat. Teori Dihydro Testosteron (DHT) Testosteron yang dihasilkan oleh sel leydig pada testis (90%) dan sebagian dari kelenjar adrenal (10%) masuk dalam peredaran darah dan 98% akan terikat oleh globulin menjadi sex hormon binding globulin (SHBG). Pada keadaan tertentu jumlah sel stem ini dapat bertambah sehingga terjadi proliferasi lebih cepat. terjadi peningkatan aktivitas kematian sel kelenjar prostat. Teori Sel Stem (stem cell hypothesis) Seperti pada organ lain. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral pada seorang dewasa berada dalam keadaan keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel yang mati. 5. transforming growth factor F2. 13 . 3. transforming growth factor F1. Berkurangnya jumlah sel-sel dalam prostat yang mengalami apoptosis menyebabkan jumlah sel sel dalam prostat secara keseluruhan menjadi meningkat sehingga menyebabkan petambahan massa prostat. Terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi atau proliferasi sel stroma dan sel epitel kelenjar periuretral prostat menjadi berlebihan. dan epidermal growth factor. Sedang hanya 2% dalam keadaan testosteron bebas.

menimbulkan perkiraan adanya reawakening yaitu jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik. dari 200 juta lebih bilangan rakyat indonesia. di dunia. diperkirakan hampir 50 persen pria Indonesia yang berusia di atas 50 tahun. Selanjutnya. jika di lihat secara histologi penyakit BPH. 2009). teori infeksi dari zat-zat yang belum diketahui. teori rasial dan faktor sosial. persen untuk mendapatkannya bisa sehingga 90% (A. dan setelah meningkatnya usia.5 juta pria Indonesia menderita penyakit BPH atau PPJ ini. dan 90% pada usia 70 . kemungkinan seseorang itu menderita penyakit ini adalah sebesar 40%. teori peningkatan kolesterol dan Zn yang kesemuanya tersebut masih belum jelas hubungan sebab-akibatnya. Teori Reawakening Mc Neal tahun 1978 menulis bahwa lesi pertama bukan pembesaran stroma pada kelenjar periuretral (zone transisi) melainkan suatu mekanisme glandular budding kemudian bercabang yang menyebabkan timbulnya alveoli pada zona preprostatik. diperkirakan bilangan penderita BPH adalah seramai 30 juta. secara umum membabitkan 20% pria pada usia 40-an. 2004) 3. dan kita jaraskan menurut usia. 2005). persentasenya meningkat menjadi 50% dan diatas 70 tahun. maka dapat secara umumnya dinyatakan bahwa kira-kira 2. maka oleh sebab itu. BPH terjadi hanya pada kaum pria (emedicine. dan yang berusia 60 tahun dan ke atas adalah kira-kira seramai 5 juta. jika dilihat. dan meningkat secara dramatis pada pria berusia 60-an. Abbas.K. dan jika dilihat secara umumnya. 5 persen pria Indonesia sudah masuk ke dalam lingkungan usia di atas 60 tahun. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. Di indonesia. Oleh itu.6. Jika dilihat secara epidemiologinya. penyakit pembesaran prostat jinak menjadi urutan kedua setelah penyakit batu saluran kemih. Persamaan epiteleal budding dan glandular morphogenesis yang terjadi pada embrio dengan perkembangan prostat ini. Akan tetapi.3 Epidemiologi Di dunia. bilangan ini hanya pada kaum pria kerana wanita tidak mempunyai kalenjar prostat. yakni dalam rentang usia 60 hingga 70 tahun. maka dapat diperkirakan 100 juta adalah pria. dengan kini usia harapan hidup mencapai 65 tahun ditemukan menderita penyakit PPJ atau BPH ini. Selain teori-teori di atas masih banyak lagi teori yang menerangkan tentang penyebab terjadinya BPH seperti teori tumor jinak. sehingga teori ini terkenal dengan nama teori reawakening of embryonic induction potential of prostatic stroma during adult hood.4 Klasifikasi 14 . maka dapat di lihat kadar insidensi BPH. pada usia 40-an. teori yang berhubungan dengan aktifitas hubungan seks. 3.( De Jong.

Derajat IV : Ukuran pembesaran prostat lebih dari 4 cm Gejala BPH tidak selalu sesuai dengan derajat rectal. terdapat empat derajat pembesaran kelenjar prostat yaitu sebagai berikut : a. Klien disuruh BAK sampai selesai dan puas. Ukuran dari pembesaran kelenjar prostat dapat menentukan derajat rectal yaitu sebagai berikut : 1). harus mengedan saat BAK. kadang-kadang dengan rectal toucher tidak teraba menonjol tetapi telah ada gejala. Pada derajat ini klien mengeluh jika BAK tidak sampai tuntas dan puas. Derajat O : Ukuran pembesaran prostat 0-1 cm 2). Residual urine dibagi beberapa derajat yaitu sebagai berikut : 1). Bila kandung kemih telah penuh dan klien merasa kesakitan. c. hal ini dapat terjadi bila bagian yang membesar adalah lobus medialis dan lobus lateralis. Derajat Intra Vesikal 15 . tidak ada nyeri bila ditekan dan permukaannya rata. Pada derajat ini telah terdapat sisa urine sehingga dapat terjadi infeksi atau cystitis. Derajat III : Ukuran pembesaran prostat 3-4 cm 5). Derajat I sisa urine 0-50 ml 3). Derajat II sisa urine 50-100 ml 4).Menurut Rumahorbo (2000 : 71). Derajat Klinik Derajat klinik berdasarkan kepada residual urine yang terjadi. Derajat Rektal Derajat rektal dipergunakan sebagai ukuran dari pembesaran kelenjar prostat ke arah rektum. kemudian dilakukan katerisasi. dapat digerakan. Derajat II : Ukuran pembesaran prostat 2-3 cm 4). Urine yang keluar dari kateter disebut sisa urine atau residual urine. maka urine akan keluar secara menetes dan periodik. Tetapi rectal toucher pada hipertropi prostat di dapatkan batas atas teraba menonjol lebih dari 1 cm dan berat prostat diatas 35 gram. b. pancaran urine lemah. Rectal toucher dikatakan normal jika batas atas teraba konsistensi elastis. Normal sisa urine adalah nol 2). Derajat IV telah terjadi retensi total atau klien tidak dapat BAK sama sekali. Derajat I : Ukuran pembesaran prostat 1-2 cm 3). hal ini disebut Over Flow Incontinencia. nocturia semakin bertambah dan kadangkadang terjadi hematuria. Derajat III sisa urine 100-150 ml 5). nocturia tetapi belum ada sisa urine.

Akhirnya diperlukan peningkatan penekanan untuk mengosongkan kandung kemih. berarti telah sampai pada stadium tida derajat intra vesikal. yang menghasilkan trabekulasi di dalam kandung kemih.Derajat ini dapat ditentukan dengan mempergunakan foto rontgen atau cystogram. 16 . panendoscopy. Serat-serat muskulus destrusor berespon hipertropi. yang membatasi pengeluaran urin.5 Patofisiologi Umumnya gangguan ini terjadi setelah usia pertengahan akibat perubahan hormonal. Pembesaran adenoma progresif menekan atau mendesak jaringan prostat yang normal ke kapsula sejati yang menghasilkan kapsula bedah. 3. Kapsula bedah ini menahan perluasannya dan adenoma cenderung tumbuh ke dalam menuju lumennya. Bila lobus medialis melewati muara uretra. Gejala yang timbul pada stadium ini adalah sisa urine sudah mencapai 50150 ml. Derajat Intra Uretral Derajat ini dapat ditentukan dengan menggunakan panendoscopy untuk melihat sampai seberapa jauh lobus lateralis menonjol keluar lumen uretra. d. kemungkinan terjadi infeksi semakin hebat ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Pada stadium ini telah terjadi retensio urine total. Bagian paling dalam prostat membesar dengan terbentuknya adenoma yang tersebar. menggigil dan nyeri di daerah pinggang serta kemungkinan telah terjadi pyelitis dan trabekulasi bertambah.

sehingga meskipun volume kelenjar periurethral sudah membesar dan elastisitas leher vesika. Edema ini berespon cepat dengan drainage kateter. Gejala pada saluran kemih bagian bawah Keluhan pada saluran kemih sebelah bawah ( LUTS ) terdiri atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. 5. otot polos prostat dan kapsul prostat 3. b. terjadi dekompensasi kandung kemih menjadi struktur yang flasid. 3. 4. natrium. yaitu : 1. otot polos prostat dan 17 . demam (infeksi). Gejala pada saluran kemih bagian atas Nyeri pinggang. 1. Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistancy) Pancaran miksi yang lemah (Weak stream) Miksi terputus (Intermittency) Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling) Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of Incomplete Bladder Emptying ) Manifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor. hidronefrosis. Diuresis paska operasi dapat terjadi pada pasien dengan edema hebat dan hidronefrosis setelah dihilangkan obstruksinya. Karena terdapat sisi urin. Elastisitas leher vesika. Peningkatan tekanan balik dapat menyebabkan hidronefrosis. Gejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan Uretra pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus. urin dan beban solutlainya meningkatkan diuresis ini. dan urea dapat menimbulkan edema hebat. Gejala obstruktif ialah : 1. akhirnya kehilangan cairan yang progresif bisa merusakkan kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan serta menahan air dan natrium akibat kehilangan cairan dan elekrolit yang berlebihan bisa menyebabkan hipovelemia. Kekuatan kontraksi otot detrusor Tidak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi. Volume kelenjar periuretral 2. Retensi progresif bagi air. Gejala pada saluran kemih: a.6 Manifestasi Klinis Gejala hiperplasia prostat dapat menimbulkan keluhan pada saluran kemih maupun keluhan di luar saluran kemih. Pada awalnya air. 2. elekrolit. berdilatasi dan sanggup berkontraksi secara efektif.Pada beberapa kasus jika obsruksi keluar terlalu hebat. maka terdapat peningkatan infeksi dan batu kandung kemih. 3.

Secara klinis derajat berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi : Grade I : Gejala prostatismus + sisa kencing < 50ml Grade II : Gejala prostatismus + sisa kencing > 50 ml Grade III: Retensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas + sisa urin > 150 ml Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan pada saluran kemih sebelah bawah. Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency) Nokturia Miksi sulit ditahan (Urgency) Disuria (Nyeri pada waktu miksi) Gejala-gejala tersebut di atas sering disebut sindroma prostatismus. Setiap pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi diberi nilai 0 sampai dengan 5. c.kapsul prostat menurun. Dari skor IPSS itu dapat dikelompokkan gejala LUTS dalam 3 derajat. WHO menganjurkan klasifikasi untuk menentukan berat gangguan miksi yang disebut Skor Internasional Gejala Prostat atau IPSS (International Prostatic Symptom Score). sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh. Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaria yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh hipersensitivitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica. d. Sistem skoring IPSS terdiri atas tujuh pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi (LUTS) dan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Timbulnya dekompensasi vesica urinaria biasanya didahului oleh beberapa faktor pencetus. tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan. yaitu: Ringan : skor 0-7 Sedang : skor 8-19 Berat : skor 20-35 Timbulnya gejala LUTS merupakan menifestasi kompensasi otot vesica urinaria untuk mengeluarkan urin. Pada suatu saat otot-otot vesica urinaria akan mengalami kepayahan (fatique) sehingga jatuh ke dalam fase dekompensasi yang diwujudkan dalam bentuk retensi urin akut. b. Gejala iritatif ialah : a. antara lain: 18 . sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup pasien diberi nilai dari 1 hingga 7.

9. mengkonsumsi obat-obatan atau minuman yang mengandung diuretikum (alkohol. Penyempitan uretra yang menyebabkan kesulitan berkemih. antara lain: golongan antikolinergik atau alfa adrenergik. hipertrofi kandung kemih dan cystitis (Hidayat. 13. 3. Pada malam hari miksi harus mengejan. mual dan muntah. Timbulnya kedua penyakit ini karena sering mengejan pada saat miksi sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan intra abdominal. Kolik renal (kerusakan renal. b. dibagi menjadi 4 gradiasi. sehingga renal tidak dapat berfungsi). dan rasa tidak nyaman pada epigastrik. Gejala di luar saluran kemih : Keluhan pada penyakit hernia/hemoroid sering mengikuti penyakit hipertropi prostat. Pasien sama sekali tidak dapat berkemih sehingga harus dikeluarkan dengan kateter. pada DRE (colok dubur) ditemukan penonjolan prostat dan sisa urine kurang dari 50 ml. tetapi tak selalu disertai gejala-gejala klinik. Volume vesica urinaria tiba-tiba terisi penuh yaitu pada cuaca dingin. termasuk keletihan. Berat badan turun.a. Anemia. 11. Kesulitan mengawali dan mengakhiri miksi. anoreksia. Frekuensi kencing bertambah terutama malam hari (nocturia). 8. Urgency (dorongan yang mendesak dan mendadak untuk mengeluarkan urin). Karena urin selalu terisi dalam kandung kemih. Retensi urin dalam kandung kemih menyebabkan dilatasi kandung kemih. Benigna Prostat Hipertropi selalu terjadi pada orang tua. 6. Adapun gejala dan tanda yang tampak pada pasien dengan Benigna Prostat Hipertrofi: 1. kadang-kadang tanpa sebab yang diketahui. kopi) dan minum air dalam jumlah yang berlebihan. 12. Massa pada abdomen bagian bawah. nyeri atau sekitar waktu miksi (disuria). Retensi urin (urine tertahan di kandung kemih. maka mudah sekali terjadi cystitis dan selaputnya merusak ginjal. Setelah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kontraksi otot detrusor atau yang dapat mempersempit leher vesica urinaria. 2. Gejala generalisata juga mungkin tampak. 7. c. b. Secara klinik derajat berat. Hematuria (adanya darah dalam urin). menahan kencing terlalu lama. Miksi yang tidak puas. Terasa panas. sehingga urin tidak bisa keluar). 10. 4. Kurangnya atau lemahnya pancaran kencing. 2009). 5. 19 . 14. Massa prostat tiba-tiba membesar. yaitu setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami infeksi prostat akut. yaitu: - Derajat 1 : Apabila ditemukan keluhan prostatismus. hal ini terjadi karena dua hal yaitu: a.

Derajat 4 : Apabila sudah terjadi retensi total. Derajat 3 : Seperti derajat 2. WHO dan AUA telah mengembangkan dan mensahkan prostate symptom scoreyang telah distandarisasi.- Derajat 2 : Ditemukan tanda dan gejala seperti pada derajat 1. Salah satu pemandu yang tepat untuk mengarahkan dan menentukan adanya gejala obstruksi akibat pembesaran prostat adalah International Prostate Symptom Score(IPSS). Analisis gejala ini terdiri atas 7 pertanyaan yang masing-masing memiliki nilai 0 hingga 5 dengan total maksimum 35. Anamnesis itu meliputi: - Keluhan yang dirasakan dan seberapa lama keluhan itu telah mengganggu Riwayat penyakit lain dan penyakit pada saluran urogenitalia (pernah mengalami cedera. Keadaan pasien BPH dapat digolongkan berdasarkan skor yang diperoleh adalah sebagai berikut: - Skor 0-7: bergejala ringan Skor 8-19: bergejala sedang Skor 20-35: bergejala berat. infeksi. 20 .7 Diagnosis dan Diagnosis Banding a. prostat lebih menonjol. Skor ini berguna untuk menilai dan memantau keadaan pasien BPH. hanya batas atas prostat tidak teraba lagi dan sisa urin lebih dari 100 ml. Kuesioner IPSS dibagikan kepada pasien dan diharapkan pasien mengisi sendiri tiap-tiap pertanyaan. atau pem-bedahan) Riwayat kesehatan secara umum dan keadaan fungsi seksual Obat-obatan yang saat ini dikonsumsi yang dapat menimbulkan keluhan miksi Tingkat kebugaran pasien yang mungkin diperlukan untuk tindakan pembedahan. batas atas masih teraba dan sisa urine lebih dari 50 ml tetapi kurang dari 100 ml. 3. Anamnesis Pemeriksaan awal terhadap pasien BPH adalah melakukan anamnesis atau wawancara yang cermat guna mendapatkan data tentang riwayat penyakit yang dideritanya.

Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal) 2. Semakin berat derajat hiperplasia prostat. adanya kelainan lain seperti benjolan di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. mukosa rektum. permukaan rata. Pada perabaan prostat harus diperhatikan : 1. Adakah nodul pada prostate 4. Sulcus medianus prostate 6. di dalam daftar pertanyaan IPSS terdapat satu pertanyaan tunggal mengenai kualitas hidup (quality of lifeatau QoL) yang juga terdiri atas 7 kemungkinan jawaban. konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung. reflek bulbo cavernosus. lobus kanan dan kiri simetris.Selain 7 pertanyaan di atas. tidak didapatkan nodul. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani. Adakah krepitasi Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan prostat teraba membesar. dan menonjol ke dalam rektum. Apakah batas atas dapat diraba 5. 21 . b. Adakah asimetris 3.

Sedangkan pada kanker prostat. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan di antara lobus prostat tidak simetris.  Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi. yang merupakan tanda dari suatu retensi urine.Pada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masakistus di daerah supra simfisis akibat retensi urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis. Pemeriksaan kultur urine berguna dalam mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa antimikroba yang diujikan.Blood urea nitrogen .batas atas semakin sulit untuk diraba. fibrosis daerah uretra.Gula darah2. Pielografi Intravena (IVP) 22 . Foto polos abdomen (BNO) BNO berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih. Pemeriksaan pencitraan 1. adanya batu/kalkulosa prostat dan kadang kala dapat menunjukkan bayangan vesica urinaria yang penuh terisi urin. Faal ginjal diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas.Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik . a. daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia. Darah :Ureum dan Kreatinin . 2. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di Fossa navikularis atau uretra anterior.Prostate Specific Antigen (PSA) . Sedangkan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit diabetes mellitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada vesica urinaria. Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pielonefritis akan disertai sakit pinggang dannyeri ketok pada pinggang. condilomadi daerah meatus. Urin : Kultur urin + sensitifitas test . c. divertikel kandung kemih atau adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat. b. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi.Elektrolit .Sedimen Sedimen urin diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih. Selain itu juga bisa menunjukkan adanya hidronefrosis. fimosis.

2. USG secara transrektal (Transrectal Ultrasonography = TURS) Untuk mengetahui besar atau volume kelenjar prostat. o foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin 3. laju pancaran melemah menjadi 6 ± 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 ± 15 ml/detik. o memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat (pendesakan vesica urinaria oleh kelenjar prostat) atau ureter di sebelah distal yang berbentuk seperti mata kail atau hooked fish. divertikel. serta mencari kelainan lain yang mungkin ada di dalam vesica urinaria seperti batu. maka sistogram retrograddapat pula memberi gambaran indentasi. Pemeriksaan Sistografi Dilakukan apabila pada anamnesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urine ditemukan mikrohematuria. Selain itu juga memberi keterangan mengenai basar prostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan melihat penonjolan prostat ke dalam uretra. Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan. 4. daya kontraksi otot detrusor b. adanya kemungkinan pembesaran prostatmaligna. atau sakulasi vesica urinaria. tumor dan divertikel. Uroflowmetri Untuk mengukur laju pancaran urin miksi. MRI atau CT jarang dilakukan Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam ± macam potongan. o penyulit yang terjadi pada vesica urinaria yaitu adanya trabekulasi. sebagai petunjuk untuk melakukan biopsi aspirasi prostat. Sistografi dapat memberikan gambaran kemungkinan tumor di dalam vesica aurinaria atau sumber perdarahan dari atas bila darah datang dari muara ureter. 5. 6. atau batu radiolusen di dalam vesica. Sistogram retrograd Apabila penderita sudah dipasang kateter oleh karena retensi urin. Laju pancaran urin ditentukan oleh : a. Pemeriksaan Lain 1. Pemeriksaan Tekanan Pancaran (Pressure Flow Studies) 23 . Pada obstruksi ringan. menentukan volume vesicaurinaria dan jumlah residual urine. tekanan intravesica c.Pemeriksaan IVP dapat menerangkan kemungkinan adanya: o kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter atau hidronefrosis. resistensi uretra Angka normal laju pancaran urin ialah 10-12 ml/detik dengan puncak laju pancaranmendekati 20 ml/detik. d.

neuropatia diabetes mellitus . Kandung kemih neuropati. Dengan cara ini maka sekaligus tekanan intravesica dan laju pancaran urin dapat diukur.hiperplasia prostat jinak atau ganas .neuropati perifer .kelainan yang menyumbatkan uretra .diabetes mellitus . Diagnosis Banding Benigna Prostat Hiperplasia 1.8 Tatalaksana 24 . Obstruksi fungsional: . Resistensi uretra yang meningkat dikarenakan: .dis-sinergi detrusor-sfingter terganggunya koordinasi antara kontraksi detrusor dengan relaksasi sfingter .uretritis akut atau kronik 6. dilakukan pemeriksaan tekanan pancaran dengan menggunakan Abrams-Griffiths Nomogram.farmakologik 2.alkoholisme . Prostatitis akut atau kronik 3. Sisa urin lebih dari 100 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi. Untuk membedakan kedua hal tersebut.Pancaran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot detrusor yang melemah. dapat pula dilakukan dengan membuat foto post voiding pada waktu membuat IVP.kelainan medula spinalis . penghambat alfa dan parasimpatolitik) 3. Pada orang normal sisa urin biasanya kosong.Fibrosis 5.uretralitiasis .pasca bedah radikal di pelvis . Kelemahan detrusor kantung kemih: . disebabkan oleh: .kelainan neurologik .ketidakstabilan detrusor 4. Pemeriksaan Volume Residu Urin Volume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan cara sangat sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang masih tinggal atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. Kekakuan leher kandung kemih: . sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal vesika.farmakologik (obat penenang. 3.

Contoh obat: prazosin. medikamentosa. e Bila terjadi kemunduran. Dengan demikian. Watchful Waiting Watchful waiting dilakukan pada penderita dengan keluhan ringan a Pasien diberi nasihat agar mengurangi minum setelah makan malam agar mengurangi nokturia. Efek samping dari obat ini adalah penurunan tekanan darah yang dapat menimbulkan keluhan pusing (dizziness). lelah. c Mengurangi kopi. 2 Penghambat enzim 5a reduktase Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim 5a reduktase. yaitu dengan penghambat adrenergik a-1. sehingga testosteron tidak diubah menjadi dehidrotestosteron. Tamsulosin dengan dosis 0. konsentrasi DHT dalam jaringan prostat menurun. dan terapi minimal invasif. dan rasa lemah (fatique). penghambat enzim 5a reduktase. Salah satu efek samping obat ini adalah menurunnya libido dan kadar serum PSA2. Obat ini baru akan memberikan perbaikan simptom setelah 6 bulan terapi. Pengobatan dengan penghambat reseptor a-1 masih menimbulkan beberapa pertanyaan. dan fitoterapi. terazosin dosis 1 mg/hari. seperti berapa lama akan diberikan dan apakah efektivitasnya akan tetap baik mengingat sumbatan oleh prostat makin lama akan makin berat dengan tumbuhnya volume prostat. segera diambil tindakan. Terdapat tiga macam terapi dengan obat yang sampai saat ini dianggap rasional. d Melarang minum minuman alkohol agar tidak terlalu sering buang air kecil. Penderita dianjurkan untuk kontrol setiap tiga bulan untuk diperiksa: skoring. 25 . terapi bedah konvensional. dan TRUS.4 mg/hari. Contoh obat : finasteride dosis 5 mg/hari. prostat. leher buli-buli.Terapi BPH dapat berkisar dari watchful waiting di mana tidak diperlukan teknologi yang canggih dan dapat dilakukan oleh dokter umum. dan dapat dinaikkan hingga 2-4 mg/hari. Berikut ini akan dibahas penatalaksanaan BPH berupa watchful waiting. hingga terapi bedah minimal invasif yang memerlukan teknologi canggih serta tingkat keterampilan yang tinggi. uroflowmetri. Obat ini dapat memberikan perbaikan gejala obstruksi relatif cepat. akan terjadi relaksasi di daerah prostat sehingga tekanan pada uretra pars prostatika menurun dan mengurangi derajat obstruksi. Dengan demikian.2-0. dan kapsul prostat. b Menghindari obat-obat parasimpatolitik (mis: dekongestan). sumbatan hidung. 1 Penghambat adrenergik a-1 Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor a-1 yang banyak ditemukan pada otot polos ditrigonum. sehingga tidak akan terjadi sintesis protein. Terapi Medikamentosa Pilihan terapi non-bedah adalah pengobatan dengan obat (medikamentosa).

hiponatremia (sindrom TUR). Fitoterapi Terapi dengan bahan dari tumbuh-tumbuhan poluler diberikan di Eropa dan baru-baru ini di Amerika. Urtica sp. Sampai saat ini. dan Secale cerelea. 3 Transurethral incision of the prostate (TUIP) 26 . Populus temula. infeksi. atau bila disertai divertikulum atau batu buli-buli. Dapat dilakukan dengan teknik transvesikal atau retropubik. TUR-P masih merupakan baku emas dalam terapi BPH. Terapi Bedah Konvensional Prostatektomi digolongkan dalam 2 golongan: Prostatektomi terbuka : a Prostatektomi suprapubik transvesikalis (Freyer) b Prostatektomi retropubik (Terence Millin) c Prostatektomi perinealis (Young) Prostatektomi tertutup : a Reseksi transuretral b Bedah beku 1 Open simple prostatectomy Indikasi untuk melakukan tindakan ini adalah bila ukuran prostat terlalu besar. di atas 100 gram. Sabal serulla. dan retensi karena bekuan darah. Operasi terbuka memberikan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi daripada TUR-P1-2. Masih diperlukan penelitian untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya.1 dan penghambat enzim 5a reduktase Terapi kombinasi penghambat adrenergik a-1 dan penghambat enzim 5a reduktase pertama kali dilaporkan oleh Lepor dan kawan-kawan pada 1996. Curcubita pepo. 2 Transurethral resection of the prostate (TUR-P) Prinsip TUR-P adalah menghilangkan bagian adenomatosa dari prostat yang menimbulkan obstruksi dengan menggunakan resektoskop dan elektrokauter. Komplikasi jangka pendek adalah perdarahan. inkontinensia (<1%). Terdapat penurunan skor dan peningkatan Qmax pada kelompok yang menggunakan penghambat adrenergik a-1. Echinacea purpurea. Pygeum africanum.3 Kombinasi penghambat adrenergik a. Sembilan puluh lima persen prostatektomi dapat dilakukan dengan endoskopi. ejakulasi retrograd (75%). Komplikasi jangka panjang adalah struktur uretra. Namun. masih terdapat keraguan mengingat prostat pada kelompok tersebut lebih kecil dibandingkan kelompok lain. Penggunaan terapi kombinasi masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Obat-obatan tersebut mengandung bahan dari tumbuhan sepertiHypoxis rooperis.

2. Tekniknya antara lain Transurethral laser induced prostatectomy (TULIP) yang dilakukan dengan bantuan USG. Visual coagulative necrosis. retensi (19%).9 Komplikasi Lokal Hiperplasi prostat dapat menyebabkan penyempitan lumen ureta posteio yang menghambat aliran urin dan meningkatkan tekanan intravesikal. 2 High intensity focused ultrasound (HIFU) Melalui probe yang ditempatkan di rektum yang memancarkan energi ultrasounddengan intensitas tinggi dan terfokus. 3 Intraurethral stent Adalah alat yang secara endoskopik ditempatkan di fosa prostatika untuk mempertahankan lumen uretra tetap terbuka. yaitu Nd YAG dan holmium YAG. mungkin dilakukan pada pasien yang menjalani terapi antikoagulan. Microwave hyperthermia Memanaskan jaringan adenoma melalui alat yang dimasukkan melalui uretra atau rektum sampai suhu 42-45oC sehingga diharapkan terjadi koagulasi.Dilakukan terhadap penderita dengan gejala sedang sampai berat dan dengan ukuran prostat kecil. Prosedur ini hanya efektif bila ukuran prostat kurang dari 40 g. 4 Transurethral baloon dilatation Dilakukan dengan memasukkan kateter yang dapat mendilatasi fosa prostatika dan leher kandung kemih. Keuntungan terapi laser adalah perdarahan minimal. sifatnya sementara. Visual laser ablation of the prostate (VILAP). dan disfungsi ereksi (1%)3. diperlukan waktu pemasangan kateter yang lebih lama. yang sering terdapat hiperplasia komisura posterior (leher kandung kemih yang tinggi). 1 Trans urethral needle ablation (TUNA) Alat yang dimasukkan melalui uretra yang apabila posisi sudah diatur. keluhan iritatif yang lebih banyak. Dilakukan pada pasien dengan harapan hidup terbatas dan tidak dapat dilakukan anestesi atau pembedahan. nyeri pasca operasi (3%). dapat mengeluarkan 2 jarum yang dapat menusuk adenoma dan mengalirkan panas. Teknik ini meliputi insisi pada arah jam 5 dan 7. Buli-buli kontaksi lebih kuat untuk melawan tahanan tersebut maka timbul peubahan anatomis yang dinamakan fase 27 . dan harga yang mahal1. Efek samping yang pernah dilaporkan di Indonesia adalah perdarahan (2%). dan dapat dilakukan tanpa perlu dirawat di rumah sakit. dan interstitial laser therapy. Terapi laser Terdapat dua sumber energi yang digunakan. Kerugiannya di antaranya tidak didapatkan jaringan untuk pemeriksaan histopatologi. dan jarang dilakukan lagi. 1 3. jarang terjadinya sindrom TUR. sehingga terjadi koagulasi sepanjang jarum yang menancap di jaringan prostat. ejakulasi retrograd (3%). Penyulit yang bisa terjadi adalah ejakulasi retrograd.

vitamin E. Inkontinensia Paradoks 2. Batu Kandung Kemih 3. Gagal Ginjal Komplikasi Obstruksi dan residual urin menyebabkan infeksi pada VU danprostat dan kadangkadang menyebabkan pyelonephritis. dapat terbentuk batu endapan pada buli. Obstruksi fungsional padaintravesical ureter. Vitamin B1. Refluks Vesiko-Ureter 8. sakulasi. hidronefrosis. selenium (dalam makanan laut). Batu tersebut dapat pula menimbulkan sistitis dan bila terjadi refluks dapat terjadi pielonefritis. akan tejadi retensi urin. dan C. dan protein. Sindroma Uremia.bila vesica urinaria pecah dan meyebar ke rongga peritonium. Hematuria 4. Hidronefrosis 10. Obstruksi juga dapat menyebabkan terjadinya divertkel VU. dapat menyebabkanhydroureteronephrosis. Berolahraga secara rutin 6. Meningkatkan makanan kaya lycopene (dalam tomat). Karena selalu terdapat sisa urin. 3. Hidroureter 9. Infeksiresidual urin berperan terhadap pembentukan batu (calculi). dan B6. Gagal ginjal Anemia . Retensi Urin Akut Atau Kronik 7. yang dibutuhkan dalam proses metabolisme karbohidrat. dapat timbul hidroureter. Apabila Buli-buli menjadi dekompensasi.kompensata akan terjadi hipetrofi otot detusor. isoflavonoid (dalam produk kedelai) 4. diverkulasi. dan gagal ginjal. Karena produksi urin terus berlanjut maka pada suatu saat buli-buli tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intravesika meningkat. E. General Peritonitis. Makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran sehari 5. lemak. Mengurangi makanan kaya lemak hewan 3. Banyak mengkonsumsi vitamin A. 1.10 Pencegahan 1. karena menurut penelitian. Batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria.buli. Asidosis Metabolik Dilihat dari sudut pandang perjalanan penyakitnya. antioksidan yang berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. ini mungkin sulit untuk dihilangkan. B2. sehingga kerja ginjal dan organ tubuh lain tidak terlalu berat 2. hiperplasia prostat dapatmenimbulkan komplikasi sebagai berikut 1. Pielonefritis 6. disebabkan oleh hipertropi trigonum. trabekulasi. Sistitis 5. 5-10% kasus BPH dapat berkembang menjadi kanker prostat. Pertahankan berat badan ideal 28 . Ini dinamakan komplikasi lokal dari BPH.

Menurut penelitian. Jangan sering manahan air kencing 3. 2ND Vol. Jakarta: EGC Putz. kebolehan hanya pada bagian tubuh yang sangat diperlukan. Farmakologi dan Terapi. karena itu. bagian tubuh yang lain yang tidak terkait langsung tetap berlaku ketentuan umum tidak boleh melihatnya. 2ND Vol. mayoritas ulama memperbolehkan berobat kepada lawan jenis jika sekiranya yang sejenis tidak ada. 2007. 29TH Ed.An-nahl : 115) dengan menjauhi kezaliman dan lewat batas. Jakarta: EGC Price. Stanley L. karena berobat hukumnya hanya sunnah dan bersikap pasrah (tawakkal) dinilai sebagai suatu keutamaan (fadlilah). 2006. Reinhard & Reinhard Pabst. 5TH Ed.Newman. Sylvia A. Alasannya.W. Namun. BPH yang telah diterapi juga menunjukkan berbagai efek samping yang cukup merugikan bagi penderita. dengan syarat ditunggui oleh mahram atau orang yang sejenis.11 Prognosis Prognosis untuk BPH berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi pada tiap individu walaupun gejalanya cenderung meningkat. 2ND Vol. 2006.html Dorland.S Al -baqarah : 173.4 Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam Mengenai Pemeriksaan Lawan Jenis Dalam batas-batas tertentu. http://helath. Jakarta: EGC FKUI. Buku Ajar Uroginekologi. Jakarta: EGC 29 . kanker prostat merupakan kanker pembunuh nomer 2 pada pria setelah kanker paru-paru5. Namun BPH yang tidak segera ditindak memiliki prognosis yang buruk karena dapat berkembang menjadi kanker prostat. Departemen Farmakologi dan Terapeutik. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. 7TH Ed. Buku Ajar Patologi Robbins. untuk meminimalisir batasan darurat dalam pemeriksaan oleh lawan jenis sebagai upaya sadd al-Dzari’at (menutup jalan untuk terlaksananya kejahatan).qur’an ( Q. Daftar Pustaka AllRefer Health. Al-an’am :145 . Dalam pengobatan.com/health/benign-prostatichyperplasia-bph-prognosis. termasuk pembolehan melihat aurat orang lain. Jakarta: FKUI FKUI.allrefer. Ulama sepakat bahawa pembolehan yang diharamkan dalam keadaan darurat.A. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC Robbins. 2005. 22ND Ed. LI.ada batasnya yang secara umum ditegaskan dalam al. 2003. 2007.7. Enlarged Prostate. 6TH Ed. Atlas Anatomi Manusia Sobotta. disarankan disertai mahram dan prioritas diobati oleh yang sejenis.

30 .