PENGURUS BESAR

IKATAN DOKTER INDONESIA
THE INDONESIAN MEDIGAL ASSOCIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 10350 Telp 021-3150679 - 3900277 Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

POSITION PAPER

Masa Bakti 2015 - 2018

AMANDEMEN UNDANG.UNDANG NO 20 TAHUN 2013
TENTANG PENDIDIKAN KEDOKTERAN

(elua Umum/President
Prol.Dr. l. ()etama Marsis,Sp.oc

PENDAHULUAN
Ketua Maielis Kehormatan
Etik Ked0kteran (MKEK)/Chairman ol H0n0rary
Board ol Medical Ethics
DR.Dr.Priio Sidipratomo,Sp.Rad

Ketua Maiel'1 Kolegi[m Kedokteran
lndonesia (Ml(Kl)/Chaiman 0l Board 0t lnd0nesian
Medical Collegium

Undang-undang Pendidikan Dokter (UU Dikdok) no 20 tahun 2OL3
dimaksudkan sebagai rujukan bagi semua pihak untuk menata sistem pendidikan
kedokteran dan membangun sistem pelayanan kesehatan di lndonesia bagi
kemaslahatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pada kenyataannya UU Dikdok
tersebut berpotensi merugikan masyarakat. Karena adanya definisi tentang dokter
pada Bab 1, pasal L, ayat 9, sebagai berikut:

Pr0l. I)R.Dr. l,auid S Perdanakusuma,Sp.BP.RE (K)

[elua Malelis Pengembangan

"Dokter adalah dokter, dokter layanan primer, dokter spesialis-subspesialis lulusan
pendidikan dokter, baik di dalam maupun di luar negeri, yanB diakui oleh
Pemerintah".

Pelayanan Kepro,esian (MPPK)/Chairman ol Board
0f Devel0pment of Medical Srrrices
Dr. Poedio Hartono,Sp.0G (K)

Penyisipan istilah profesi baru yaitu "Dokter Layanan Primer (DLP)" tidak
sejalan dengan UU no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Bab L, pasal 1, ayat
2yang berbunyi:

Wakil Ketum Umum/Netua Terpilih

Presidenl Elect
Dr. Daeng M Faqih,SH,MH

Kelua Purna/lmmediale Pasl Presldent

"Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi
spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun
di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik lndonesia sesuai dengan
peraturan perundang-undangan."

Dr. Zaenal Abidin,SH,MH

Sekrelaris Jendera/General

Secretary

Dr. Moh. Adib khumaidi,Sp.oT

Bendahara Umum & Manaiemen Asel 0rganisasi/
General Treasurer & Finance Dsvelopment
0r. Ulul AIbab,Sp.0G

lkatan Dokter lndonesia (lDl) sepenuhnya mendukung rencana pemerintah
pelayanan primer, namun pembentukan profesi baru yang
memperkuat
untuk
dipaksakan melalui pendidikan formal, menurut pandangan lDl, tidak saja tidak
menyelesaikan akar masalah dan boros tetapi juga mempunyai dampak negatif yag
besar dan luas. Pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP), telah membawa polemik
yang berlarut-larut. Berbagai pertemuan telah diupayakan, namun tetap tidak ada
titik temu yang bisa diterima oleh semua pihak. Bahkan di hari-hari terakhir ini, ranah
media diramaikan oleh berita DLP, seolah-olah lDl berhadapan diametrikal melawan
Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Bila
situasi ini tidak segera diselesaikan, akan timbul hal-hal lain yang lebih menyulitkan.
Risalah pendek ini ditulis oleh PB lDl dengan sepenuhnya membawa semangat
mencari titik temu yang terbaik bagi semua pihak, sehingga diharapkan program
Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional yang begitu penting bagi masa depan bangsa
dan Negara ini dapat segera berjalan dengan baik, efektif dan efisien.
Mengapa penolakan pendidikan DLP tidak juga berhenti? Beberapa faktor
yang boleh jadi saling silang dalam polemik pengajuan-penolakan DLP antara lain
adalah belum ada kejelasan status DLP, kepentingan kelompok yang saling tarik ulur,
ketidakadilan yang dirasakan oleh para dokter, keengganan untuk meninggalkan
zona nyaman, dan ketidakjelasan arah pengembangan karir, atau mungkin juga
sedikit ketidakpercayaan korps dokter pada penggagas dan lembaga penyelenggara
pendidikan DLP. Selain itu, menurut kami, masih banyak halyang lebih penting dan
perlu diprioritaskan dalam menyelesaikan masalah sistem pelayanan kesehatan yang
ada.

PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA
THE INDONESIAN MEDIGAL ASSOCIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 't0350 Telp 021-3150679 - 3900277 Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

Masa Bakti 2015 - 2018

Ketua Umum/Presidenl

Prol.Dr l. 0etama Marsis,Sp.0(i

Ketua Malelis Kehormalan
Etik Kedokleran (MKEK)/Chaiman ol Honorary
Board ol Medical Elhics
I)R.Dr.Priio Sidipralomo,Sp.Rad

l(etua

Maiel'i Kolegium KedoHeran

Indonesia (MKKI)/Chairman 0l 80ard 0l lndonesian
Medical Collegium
Prof. DR.Dr. David S P8rdanakusuma,Sp.BP-RE (K)

(etuaMajelis Pengembangan
Pelayanan Keprolesian (MPP[]/Chahman 0l B0a1d

POSITION PAPER PB ID!
Tanggal
: 21 Juni 2016

Halaman i2

MEMAHAMI SUDUT PANDANG IDI:
Pada dasarnya dokter adalah golongan knowledge based worker. Di mana
dokter dalam menjalankan pekerjaannya selalu berpegang pada data. Dokter

bukanlah sosok yang sulit untuk diajak bekerja sama. Dokter terbiasa bekerja
sistematik, berdasarkan bukti, sadar akan probabilitas dan kemungkinan adanya
odverse effect. Dokter selalu memulai kerjanya dengan upaya menegakkan diagnosis
yang tepat, sebelum melangkah ke tindakan definitif. Sebab, kesalahan diagnosis bisa
berakibat fatal. Pemerintah seharusnya juga melakukan hal yang sama di saat
mengambil keputusan besar, apalagi yang menyangkut perubahan fundamental,
seperti pendidikan DLP.

ol Development ol Medical Seruices
Dr, Posdio Hartono,Sp,0G (K)

Wakil Ketum Umum/Ketua lerpilih

President Elecl
Dr, t)aeng M Faqih,SH,MH

l(etua P[]na/lmmediale Pasl Plesident
Dr. Zaenal Abidin,SH,MH

Sebelum membuat keputusan perlunya pendidikan DLP, pertanyaan di bawah ini
harus dijawab:
L. Apakah ada data valid yang membuktikan bahwa dokter umum saat ini
tidak mampu bekerja di layanan primer?
2. Apakah selama ini baik/tidaknya performa layanan primer di lndonesia
pernah diukur dengan seksama? Apa saja kriteria yang dipakai dan siapa

3.

yang mengukur?
Benarkah penyebab utama tidak optimalnya layanan primer adalah karena

faktor kurangnya kompetensi dokter umum? Apakah tidak ada faktor
penyebab lain?

Sekrctaris Jenderal/General Secretary
Dr. Moh. Adib khumaidi,Sp.oT

4.

Bendahara Umum & Manaiemen Aset organisasi/
Genelal Treasurer & Finance Developmenl
Dr, Ulul Albab,Sp.0G

5.

Apakah sudah pernah dievaluasi kendala utama pelaksanaan proses
pendidikan dokter yang ada di Fakultas Kedokteran saat ini? Bagaimana
kurikulum, SDM, infrastuktur, ataupun manajemen pendidikan-nya?
Apakah selama ini sudah benar kebijakan pemerintah di hulu tentang
sistem pendidikan kedokteran yang mengakibatkan masalah di hilirnya
yaitu rendahnya jumlah kelulusan dan tingginya jumlah retaker? Bukankah
akan sangat lebih baik untuk memperbaiki basis sistem pendidikan
kedokteran daripada membuat program studi baru (DLP), yang akan
memperpanjang proses pendidikan kedokteran untuk menjawab
kebutuhan dokter di layanan primer?
Bila benar, apakah pendidikan Dokter Layanan Primer adalah solusi yang
terbaik, dalam arti, lebih ekonomis, lebih efektif dan lebih efisien? Apakah
tidak ada cara lain yang lebih bisa diterima tetapi lebih efektif, ekonomis
dan tidak membawa efek samping yang besar? Pernahkah dilakukan cost
benefit analysis, membandingkan dengan cara lain?

6. Apakah telah

diperhitungkan adverse effect keberadaan DLP dalam
konstelasi layanan yang telah berjalan begitu lama? Bagaimana

meminimalisir-nya?
Kedokteran yang ditugasi menyelenggarakan pendidikan
DLP itu telah benar-benar siap untuk menyelenggarakan semua modul
yang tertera dengan optimal?
Apakah sertifikat DLP benar-benar akan menjamin masa depan dokter?

7. Apakah Fakultas
8.

Sudah siapkah infrastruktur dan manajemen kelola bagi DLP dalam
menjalankan kompetensi di tempat praktiknya?

...

hal3

PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA

THE INDONESIAN MEDIGAL ASSOGIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 10350 Telp 021-3150679 - 3900277 Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

Masa Bahi 2015 - 2018

POSITION PAPER PB IDI
: 21 Juni 2015
Tanggal

Halaman

Ketua UmumiPtesidonl

Prol.Dr l. 0etama Marsis,Sp.0G

;3

Ketua Maielis Kehormatan
Etik Kedoheran (MKEK)/Chailman ol Honorary
Board of Medhal Elhics
DR.DrPrijo Sidipratomo,Sp.Rad

Ketua Maiel'r Kolegium l(edokleran
lndonesia (MK(l)/Chairman 0l B0ard 0l lndonesian
Medical Collegium
Prof. DR.Dr David S Perdanakusuma,Sp.BP.RE

Ketua Majelis Pengembangan
Pelayanan Keprolesian (MPPK)/Chaiman

(()

0l Board

0l De!,el0pmenl 0l Medical Seryices
Dr Poedio Hailono,Sp.oc (K)

Wakil Kelum Umum/Ketua Terlilih

President Elect
Dr. Daeng

lll Faqih,SH,MH

Ketua Purna/lmmediate Past President
Dr. Zaenal Abidin,SH,MH

Sekrelaris Jenderal/Genelal Secr8taly

Dr Moh. Adib khrmaidi,Sp.0T

Perubahan besar di abad 2L menuntut pengambil kebijakan di setiap
organisasi menggunakan cara Evidence Based Decision Making dalam setiap
mengambil keputusan, yaitu cara pengambilan keputusan yang berpegang pada
adanya bukti, dengan melakukan riset sebelum keputusan diambil. Cara ini, akan
dapat menjaga agar keputusan yang diambil tepat terutama di saat-saat situasi sulit.
Setiap keputusan harus didasari oleh penilaian sistematik (critical opproisoll
terhadap bukti yang ada, sehingga keputusan yang dilahirkan dapat
dipertanggungjawabkan. Keputusan baru harus didasari oleh bukti baru. Tidak boleh
suatu keputusan dibuat hanya berdasarkan asumsi saja. Apalagi keputusan besar
yang menyangkut masa depan bangsa dan Negara.
Setelah membaca dengan seksama ikhtisar Pendidikan Dokter Layanan Primer
yang disusun oleh -Kelompok Kerja Percepatan Pendidikan Dokter Layanan Primer
yang dibentuk Kementerian Riset Teknologi & Pendidikan Tinggi dan Kementerian
Kesehatan-, terlihat jelas bahwa ikhtisar panjang itu dibuat hanya berdasarkan
asumsi, mengacu pada standar yang ditetapkan WONCA dan meniru Negara-Negara
lain yang terlebih dahulu melaksanakannya. Kita ketahui, bahwa suatu nilai
kebenaran tidak pernah absolut. Selalu kontekstual, artinya terikat oleh ruang dan
waktu. Hal yang dianggap benar di satu tempat dan di suatu waktu, belum tentu
menjadi kebenaran di tempat lain dan di waktu berbeda. Benarkah cara-cara yang
dianggap benar di Inggris, Australia, New Zealand, Hongkong, lreland, Canada, US,
Nothern Europe, Central-Southern Europe lmandatory) dapat menyelesaikan
persoalan kesehatan di lndonesia? Jawabannya, mungkin bisa atau mungkin juga
tidak. Untuk itu diperlukan studi pendahuluan untuk memastikan bahwa keputusan
besar itu sesuai dengan kebutuhan lokal.

Bendahara Umum & Manaiemen Aset 0rganisasi/
General Treasurer & Finance Devel0pment
Dr. Ulul Albab,Sp.0G

KOMPETENSI DOKTER UMUM

Benarkah kurangnya kompetensi dokter umum adalah determinant foctor yang
menyebabkan tidak optimalnya layanan primer?
Untuk memudahkan menjawab pertanyan di atas, kami berikan bantuan berupa
Rumus Muir Gray, sebagai berikut:

P=MxC
B

P

Performance

M

Motivation

c

Competency

B

Barrier

Catatan:

r

o

Kompetensi adalah tentang apa yang pernah dipelajari dan tentang
kema m puan seseora ng da la m melakukan tugasnya.

Performa adalah, tentang apa yang benar-benar dilakukan seseorang sehari
hariditempat kerja.

...

hal4

PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA

THE INDONESIAN MEDTGAL ASSOGIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 10350 Telp 021-3150679 - 3\OO2TZ Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

Masa Bakli 2015 - 2018

Ketua Umum/Presldent
Prol.Dr. I. ()etama Marsis,Sp.0G

Ketua Majelis Kehormalan
Etik Kedokteran (MKEK)/Chairman of Honorary
Board ol Medical Ethics
DR.DrPriio Sidipratomo,Sp.Bad

Ketua Majel'r Kolegium l(ed0kleran
lndonesia (M(Kl)/Chairman ol Board ol lndonesian
Medical Collegium
Pr0f. DR.Dr David S Perdanakusuma,Sp.BP.RE (K)

Ketua

Maplh

Pengembangan

Pelayanan Keprolesian (MPPK)/Chahman ol Board
0f Devel0pment 0f Medical Seruices

POSITION PAPER PB IDI
Tanggal
: 21 Juni 2015
Halaman
:4

Dari rumus di atas, jelas bahwa performa seseorang tidak hanya tergantung dari
faktor kompetensinya saja. Tapi ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi
performa seseorang. Yaitu faktor motivasidan adanya hambatan dalam menjalankan
tugas. Bila masalahnya ada di faktor motivasi, jelas pendidikan DLP bukan
jawabannya. Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sebelum lahirnya
keputusan pendidikan DLP, studi pendahuluan perihal ketiga faktor di atas (M, C dan
B) harus dilakukan sebaik baiknya agar "diagnosis" nya jelas, sehingga upaya
perbaikan yang dilakukan betul-betul tepat sasaran. Pada sidang di Mahkamah
Konstitusi jelas disebutkan bahwa Pendidikan Dokter Layanan Primer dilakukan
semata-mata untuk meningkatkan kompetensi dokter yang bekerja di layanan
Primer.

Dr Poedjo Haflono,Sp,0G (K)

Wakil Ketum l.mum/Ketua Terpilih

President Elect
Dr Daeno M Faqih,SH,MH

Ketua Purna/lmmediate Past President
l)r. Zaenal Abidin,SH,MH

Sekretaris Jenderal/General Secretary
Dr. Moh. Adib khumaidi,Sp,0T

Bendahara Umum & Manaiemen Aset 0rganisasi/
Geleral Treasurer & Finance Development
Dr. Ulul Albab,Sp.0G

MOTtVAS|
Dengan predikat profesi luhur, dokter seakan telah kehilangan haknya untuk
bertanya tentang imbalan profesi yang sepantasnya dia dapatkan. Walaupun imbalan
itu semata-mata untuk menyambung kehidupan keluarga dan demi masa depan
anak-anak mereka. Dalam iklan di satu klinik UNTAR di Tangerang yang buka pukul
08:00 - 2L:00 tertulis, dicari dokter pengganti, dengan bayaran Rp 2.000,- (SAus 0,2)
per-pasien untuk pasien BPJS. Sebagai catatan, biaya tukang parkir di Surabaya Rp
3.000,- per kendaraan, tukang cukur di pos Hansip Rp 10.000,- hingga Rp 20.000,-,
tukang pijat Rp 60.000,- hingga Rp 100.000,- per jam. Di Melbourne, biaya konsultasi
GP sekali datang sebesar SAus 110 (Rp 1.000.000,-) dan pasien hanya membayar dari

kantongnya sendiri SAus 20 {Rp 190.000,-), sisanya dibayar Medicare, BPJS nya
Australia. Artinya, imbalan jasa dokter lndonesia per pasien L/550 kali dokter
Australia. Untuk bisa membeli 1 (satu) Big Mac Hamburger, DLP di lndonesia harus
melayani 19 pasien (harga Big Mac di lndonesia Rp 38.630,-), sedangkan GP di
Melbourne, honor melayani 1 (satu) pasien bisa untuk membeli 23 Big Mac
Hamburger (harga Big Mac di Melbourne 5 Rus 4,81). Jelas di sini ada ketidakpatutan
yang luar biasa. Bagaimana dokter di negeri ini harus merencanakan masa depannya
dengan pendapatan seperti itu? Bagaimana mungkin kita akan menuntut dedikasi
dan motivasi tinggi pada seseorang yang hidupnya relatif pas-pasan dan kurang
merasa aman. Bisakah semangat dokter praktik umum di negeri ini (dalam
menjalankan tugas sebagai dokter layanan primer) disamakan dengan semangat GP
di Australia? Bisakah sistem yang dianggap benar di Melbourne langsung diterapkan
di lndonesia? Di tengah himpitan kecemasan akan hidupnya, terbitlah Undangundang, dokter praktik umum harus menempuh pendidikan 3 tahun untuk bisa
memulai bekerja sebagai dokter layanan primer. Bisakah sang pengambil keputusan
membayangkan suasana batin dokter di negeri ini? Janganlah pemerintah terkesan
menutup mata, tidak mau melihat hal ini sebagai masalah besar yang harus segera
diselesaikan terlebih dahulu.
Selain itu, pemerataan infrastruktur kesehatan perlu menjadi perhatian lebih
jauh. Dari 9.719 Puskesmas yang telah ada hingga Juni 20L4, masih terdapat daerah
yang belum terjangkau ataupun memiliki akses yang mudah ke Puskesmas sebagai
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang difasilitasi oleh pemerintah.
Sumber daya yang bekerja di setiap Puskesmas pun masih belum terpenuhi sesuai
standar jumlah penduduk yang ada, apalagi sarana yang dibutuhkan untuk
optimalnya pelayanan kesehatan pimer.

PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA

THE INDONESIAN MEDICAL ASSOGIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 10350 Telp 021-3150679 - 3^OO2TT Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

Masa Bakti 2015 - 2018

Ketua UmumiPresident

Prol.Dr l. 0elama Marsis,Sp.0G

Ketua Majelis l(ehormatan
Etik Kedokteran (MKEK)/Chairman 0l H0norary
Board ol Medical Ethics
DR.Dr.Prijo Sidipratomo,Sp.Rad

Ketua Malei'r K0legium Kedokteran
lnd0nesia (MKKI)/Chairman 0, Board 0l lndonesian
Medical ColleUium
Prof. DR.Dr. Dauid S Perdanakusuma,Sp,EP-BE (t0

Ketua Majelis Pengembangan
Pelayanan Kepr0fesian (MPPK)iChairman 0f B0ard
0l Devel0pment 0f Medical Services
Dr. Poedio Harlono,Sp.0G (()

Wakil Ketum Umum/Ketua Terpilih

President Elect
Dr. Daeng M Faqih,SH,MH

POSITION PAPER PB IDI
Tanggal
: 21 Juni 2016
Halaman
:5

Untuk bekerja secara menetap di daerah terpencil dan amat terpencil dengan
pendapatan yang rendah, kurang leluasanya inovasi kerja karena terbatasnya fasilitas
pelayanan kesehatan, dan sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup bagi dokter di
daerah tersebut, juga menyebabkan rendahnya motivasi untuk bekerja di daerah
tersebut. Hal ini dibutuhkan kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan
motivasi dokter bekerja untuk pemerataan pelayanan kesehatan di lndonesia.
lkatan Dokter lndonesia (lDl) adalah satu-satunya organisasi profesi dokter di
lndonesia, di mana anggota-anggotanya adalah pelaku utama dari setiap program
kesehatan di negeri. Anggota-anggota lDl lah yang berinteraksi langsung dari hari ke
hari dengan masyarakat sejak lahirnya negeri ini. Sesuai dengan AD/ART tDl, salah

satu kewajiban lDl adalah melakukan advokasi, dengan memberi usulan yang
konstruktif pada pemerintah.
Setelah lDl mengamati dengan seksama perubahan yang menyangkut layanan
kesehatan dan langsung melibatkan dokter lndonesia, lDl menilai:
L. Pemerintah belum melihat masalah layanan primer secara holistik,
akibatnya lahir keputusan-keputusan yang fragmented, yang berpotensi
mengundang masalah baru.

l(etua Purna/lmmediate Past President

Dr Zaenal Abidin,SH,MH

2.

masalah yang ada.

3.
Sekretaris Jenderal/General Secrelary
Dr. Moh. Adib khumaidi,Sp.0T

Bendahara Umum & Manaiemen Aset 0rganisasi/

Pemerintah belum menempatkan prioritas kerja berdasarkan fakta dan

4.
5.

Pendidikan DLP bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan kompetensi
dokter umum yang bekerja di layanan primer.
Pelaksanaan pendidikan DLP, belum memenuhi kriteria pendekatan ilmiah
yang obyektif.
Keputusan (besar) tanpa didahului riset lapangan yang seksama, sangat
berbahaya.

General Treasurer & Finance Deuelopment
0r, Ulul Albab,Sp.0G

Atas dasar penilaian di atas, PB lDl mengusulkan:

L.

2.
3.

4.

Revisi Undang-undang no 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran
karena bertentangan dengan Undang-undang no 29 tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran, dengan penyisipan Profesi Baru Dokter Layanan Primer.
Undang-undang adalah suatu dasar acuan dari berbagai kebijakan
selanjutnya. Untuk melindungi masyarakat, maka di dalamnya tidak
diperkenankan terdapat hal yang herpotensi menimbulkan kerugian
masyarakat dan polemik yang berlarut-larut.
Pemerintah menghentikan kegiatan-kegiatan persiapan, sosialisasi,
rekrutmen dan langkah peresmian program studi DLP karena Pendidikan
Formal DLP tidak tepat bagi kondisi dan masalah kesehatan di Indonesia.
Systemotic review harus segera dilakukan dengan seksama pada seluruh
sistem kesehatan, sehingga peta permasalahannya segera dapat
teridentifikasi. Dalam melakukan systematic review, IDI seyogyanya
dilibatkan, sebab hampir di semua program kesehatan di lndonesia, dokter
(anggota lDl) selalu terlibat.
Tetapkan prioritas penyelesaian masalah sesuai dengan peta hasil
systemdtic review.
.... Hal6

PENGURUS BESAR
IKATAN DOKTER INDONESIA
THE INDONESIAN MEDIGAL ASSOCIATION
GENTRAL EXEGUTIVE BOARD
Jl. Dr. G.S.S.Y Ratulangie No. 29 Jakarta 10350 Telp 021-3150679 - 3900277 Fax : 3900473
Email : pbidi@idionline.org - Website : www.idionline.org

Masa Bakti 2015 - 2018

l(etua Umum/President
Prof.Dr. l. oelama Marsis,Sp.0G

Ketua Maielis Kehormalan
Elik Kedokteran (MKEK)/Chairman 0f Honorary
Board ol Medical Ethics
DB.0r.Priio Sidipratomo,Sp,Rad

POSITION PAPER PB ID!
Tanggal
: 21 Juni 2016

Halaman :5
5.

Mencari solusi yang kreatif, efektif dan bijak, dalam arti membawa efek
samping terkecil untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan
terstruktur sesuai keanekaragaman kebutuhan dokter di daerahnya masingmasing.

(etua Majel'i Kolegium Kedokleran
Ind0nesia (MIKI)/Chairman 0f B0ard 0l lndonesian
Medical Collegium
Pr0f. DR.Dr. David S Perdanakusuma,Sp.BP.RE (K)

Ketua

Maielh Pengembangan

Pelayanan Keprofesian (MPPK)/Chairman ol Board
0l Developmenl 0l Medical Services
Dr. Poedio

Haflono,Sp.oc (()

Wakil Ketum Umum/Ketua Terpilih

President Elect
Dr. Daeng M Faqih,SH,MH

Sebelum sampai pada akhir risalah pendek ini, ijinkan kami mengingatkan bahwa
semua pihak harus saling percaya bahwa upaya ini dilakukan demi kepentingan
bersama, benefit for oll. Dengan kata lain, upaya ini benar-benar bertujuan untuk
membuat semua pihak tersenyum. Bukan demi keuntungan beberapa pihak, tetapi
membuat pihak lain menangis. Begitu banyak problema yang sedang membelit
negeri ini, juga di sektor kesehatan. Semua yang kami perjuangkan ini semata-mata
untuk kepentingan seluruh rakyat lndonesia. Jika pendidikan dokter tidak berjalan

dengan baik dan benar maka akan juga berdampak buruk terhadap pelayanan
kesehatan bagi masyarakat. PB lDl meyakini, semua persoalan bisa diselesaikan
hanya dengan kerja kolektif dari kita semua. Kerja kolektif tidak akan bisa dibangun
tanpa adanya kesadaran kolektif. Besar harapan kami, PB lDl dan semua anggota lDl,
risalah ini dapat membawa kita pada kesadaran kolektif, sehingga ke depan kita bisa
kerja bahu membahu dalam membangun bangsa dan negeri ini.

l(elua Purna/lmmediale Pasl President
t)r. Zaenal Abidin,SH,MH

Sekrelaris Jenderal/General Secrelary

Jakarta, 2L Juni20L6

Dr, Moh. Adib khumaidi,Sp.oT

Bendahara Umum & Manajcmen Aset
General Treasurel & Finance Developmenl

Dr Ulul Albab,Sp,0G

Prof. Dr. L Oetama Marsis,Sp.OG
NPA. lDl :7.535

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.