You are on page 1of 14

LAPORAN PENDAHULUAN

KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. PENGERTIAN
Komunitas (community)adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan
nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas
-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun
dkk, 2006). Misalnya di dalam kesehatan di kenal kelompok ibu hamil, kelompok ibu
menyusui, kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu
wilayah desa binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok masyarakat ada
masyarakat petani,masyarakat pedagang, masyarakat pekerja,masyarakat, terasing dan
sebagainya (Mubarak, 2006).
Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan
perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan
dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan
promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan
kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses
keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara
optimal,sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan (Mubarak,2006).
Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang bersifat
alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan berkesinambungan dalam rangka
memecahkan masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta masyarakat melalui
langkah-langkah seperti pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi
keperawatan (Wahyudi, 2010).
B. TUJUAN
Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk pencegahan dan
peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut.
1. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga,
dan keluarga dan kelompok dalam konteks komunitas.

Mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami. 3. d. C. SASARAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Sasaran perawatan kesehatan komunitas adalah individu. yang akhirnya dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri. 1. FUNGSI KEPERAWATAN KOMUNITAS 1. dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk : a. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga. baik yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/perawatan. dan kelompok. Individu . Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalah tersebut Merumuskan serta memecahkan masalah kesehatan Menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi. secara spesifik diharapkan individu. e. kelompok. keluarga. Selanjutnya. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahan atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (Mubarak. kelompok dan masyarakat. keluarga. 4. individu. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan. komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat. 2006). Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya di bidang kesehatan. D. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah.2. c. 2. b.

seperti TBC. terdiri atas kepala keluarga. diantaranya: 1) Wanita tuna susila 2) Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba 3) Kelompok-kelompok pekerja tertentu. permasalahan. Lembaga sosial. diantaranya adalah: 1) Panti wredha 2) Panti asuhan 3) Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik. dan lain-lain. gangguan mental dan lain sebagainya. umur. jantung koroner. satu dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Kelompok Khusus Kelompok hkusus adalah kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin. maka akan dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik. Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhannya. c. mental maupun sosial. maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya dan keluarga-keluarga yang 3. seperti: penyakit diabetes mellitus. mental dan sosial) 4) Penitipan balita E. perawatan dan rehabilitasi. AIDS. seperti: 1) Ibu hamil 2) Bayi baru lahir 3) Balita 4) Anak usia sekolah 5) Usia lanjut b. Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. STRATEGI KEPERAWATAN KOMUNITAS Strategi intervensi keperawatan komunitas adalah sebagai berikut: . Apabila individu tersebut mempunyai masalah kesehatan/keperawatan karena ketidakmampuan merawat diri sendiri oleh suatu hal dan sebab. aada di sekitarnya. cacat fisik. Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit. Termasuk diantaranya adalah: a. 2) Penderita dengan penynakit tak menular. penyakit kelamin lainnya. 2. anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi. lepra. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan/keperawatan. kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan. diantaranya adalah: 1) Penderita penyakit menular. Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan.Individu adalah bagian dati anggota keluarga. d.

Televisi. media masa.1. selain faktor pendidikan/pengetahuan individu. perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam diri individu. Oleh karena itu. apalagi memberantas penyakit tertentu. 2. Jika masyarakat sadar bahwa penangan yang bersifat individual tidak akan mampu mencegah. kerja sama sangat dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan keperawatan komunitas melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat. mental dan sosialnya. F. Pendidikan Kesehatan (Health Promotion) Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis. tentunya gambaran penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya sangat mempengaruhi upaya penangan atau pencegahan penyakit yang mereka lakukan. tentunya setelah belajar dari pengalaman sebelumnya. Proses kelompok (group process) Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit. dimana perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses transfer materi/teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur. FALSAFAH KEPERAWATAN KOMUNITAS Keperawatan kesehatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan (bio-psiko-sosio-kultural-spiritual) terhadap kesehatan . maka mereka telah melakukan pemecahan-pemecahan masalah kesehatan melalui proses kelompok. Akan tetapi. 23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu ”meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan No. Kerjasama (Partnership) Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat luas. baik fisik. penyuluhan yang dilakukan petugas kesehatan dan sebagainya. kelompok atau masyarakat sendiri. 3. Begitu juga dengan masalah kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat. sehingga produktif secara ekonomi maupun secara sosial.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS 1. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung secara berkesinambungan. keluarga. Pengkajian . Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusiawi yang ditujukan kepada individu. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral dari upaya kesehatan. 7. Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya. Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai consumer pelayanan keperawatan dan kesehatan. G. 6. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan secara berkesinambungan dan terus-menerus. 4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. 2. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya. mendidik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri. kesehatan. ia harus ikut dalam upaya mendorong. 3.masyarakat dan memberikan prioritas pada strategi pada pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. lingkungan dan keperawatan dirumuskan sebagai berikut: 1. kelompok dan masyarakat. manusia. menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan ke arah peningkatan status kesehatan masyarakat. 5. Falsafah yang melandasi yang mengacu pada paradigma keperawatan secara umum dengan empat komponen dasar yaitu. 8.

Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan yaitu : pengumpulan data. kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara langsung melalui lisan sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan. a. keadaan demografi.Pengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu. misalnya : kelurahan. pengolahan data. type komunitas (masyarakat rusal atau urban). Data subyektif adalah data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu. luas wilayah. Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subyektif dan objektif. Pengumpulan data Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik. maupun spiritual dapat ditentukan. keluarga. analisis data. . distribusi kekuatan komunitas dan pola perubahan komunitas. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu. 2005). pengamatan dan pemeriksaan fisik. Uraikan termasuk data umum mengenai lokasi daerah binaan (yang dijadikan praktek keperawatan komunitas). Cara pengumpulan data terdiri dari tiga cara yaitu dengan wawancara atau anamnase. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. psikologis. social ekonomi. Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi : 1) Data inti a) Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas Data dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas tersebut. keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis. kelompok dan masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan dan komunitas. perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masyarakat. social ekonomi dan spiritual serta factor lingkungan yang mempengaruhinya. Oleh karena itu data tersebut harus akurat dan dapat dilakukan analisa untuk pemecahan masalah. keluarga. iklim. struktur politik. catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record (Wahit. pengamatan dan pengukuran. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya. psikologis.

ras atau suku. pekerjaan. Adapun pengkajian selanjutnya dijabarkan sebagaimana dibawah ini :  Keluhan yang dirasakan saat ini oleh komunitas  Tanda-tanda vital : tekanan darah. Pada kelompok khusus di masyarakat : ibu hamil.Kesedihan yang dirasakan .TBC paru . morbiditas.Penyakit rheumatic . pendidikan. minum kopi yang berlebihan. status perkawinan. usia sekolah. penggunaan obat tanpa resep. IMR. penyakit menular. c) Vital statistic Jabarkan atau uraikan data tentang : angka kematian kasar atau CDR.ISPA . respirasi. remaja dan lansia. balita. suhu tubuh  Kejadian penyakit (dalam 1 tahun terakhir) : . cakupan imunisasi. angka kelahiran. MMR. mengkonsumsi alcohol. 2) Data lingkungan fisik . pola konsumsi tinggi garam. agam dan komposisi keluarga.Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan Peran di masyarakat . penyalahgunaan obat terlarang. angka pertambahan anggota.b) Data demografi Kajilah jumlah komunitas berdasarkan : usia. bahasa.Kelumpuhan .Penyakit jantung .Penyakit kulit . pekerja industri. tingkat pendapatan.Penyakit menahun lainnya  Riwayat penyakit keluarga  Status psikososial : .Penyakit gangguan jiwa .Penyakit mata . kelompok penyakit kronis. nadi.Penyakit asthma . lemak dan purin. d) Status kesehatan komunitas Status kesehatan komunitas dapat dilihat dari biostatistik dan vital statistic antara lain : dari angka mortalitas. Selanjutnya status kesehatan komunitas kelompokkan berdasarkan kelompok umur : bayi. penyebab kematian.Stabilitas emosi  Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan  Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan  Pola perilaku tidak sehat seperti : kebiasaan merokok. jenis kelamin.

atau cara - lainnya.Pengaturan ruangan dan perabot .Penerangan . Polusi udara. air.Pengelolaan jamban : bagaimana jenisnya. tanah atau suara/kebisingan Sumber polusi : pabrik. lapangan .Luas bangunan .Kelengkapan alat rumah tangga  Sanitasi .Kebersihan . berapa jumlahnya - dan bagaimana jarak dengan sumber air Sarana pembuangan air limbah (SPAL) Pengelolaan sampah : apakah ada sarana pembuangan sampah.Sarana olahraga . industri lainnya. perikanan dan lain-lain .Ruang pertemuan . ditimbun. bagaimana cara pengolahannya : dibakar.  Fasilitas .Atap rumah .Pencahayaan .Sarana hiburan . sebutkan. Pemukiman . rumah tangga. pertanian.Ventilasi .Taman.Dinding .Penyediaan air minum .Peternakan.Penyediaan air bersih (MCK) .Pekarangan .Jenis bangunan .Sarana ibadah Analisa data dan Prioritas Masalah Analisa data adalah kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui tentang kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalah kesehatan atau masalah keperawatan. Tujuan analisa data adalah : · Menetapkan kebutuhan komunity · Menetapkan kekuatan · Mengidentifikasi pola respon komunity · Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan Perumusan atau penentuan masalah kesehatan .Bentuk bangunan .Lantai . sebutkan.

Oleh karena itu perlu diprioritaskan masalah. Namun demikian masalah yang telah dirumuskan tidak mungkin dapat diatasi sekaligus. Masalah actual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian (American Nurses of Association (ANA).Berdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat. sekaligus dapat dirumuskan yang selanjutnya dilakukan intervensi. Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama yaitu : 1) Problem (Masalah) 2) Etiologi (Penyebab) 3) Sign or Symptom (Tanda atau Gejala) Perumusan daignosa keperawatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : 1) Dengan rumus PES DK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) + S (Symptom/gejala) 2) Dengan rumus PE 3) DK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) Jadi menegakkan diagnosa keperawatan minimal harus mengandung 2 komponen tersebut diatas. disamping mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : . diantaranya adalah :  Perhatian masyarakat  Prevalensi kejadian  Berat ringannya masalah  Kemungkinan masalah untuk didata  Tersedianya sumber daya masyarakat Aspek politis Prioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhann menurut Abraham H. Prioritas masalah Dalam menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria. Maslow yaitu : · Keadaan yang mengancam kehidupan · Keadaan yang mengancam kesehatan · Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan 2. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang aktual maupun potensial.

Sehat ……. Dalam bukunya : Family Centered Nursing in the Community : Diagnosa resiko Diantara : ……… (masalah) : …….1 : Kondisi P: Predikat K. 1986..1) Kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah 2) Sumber daya yang tersedia dari masyarakat 3) Partisipasi dan peran serta masyarakat Sedangkan diagnosa keperawatan menurut Mueke. Sakit 2) Karakteristik populasi 3) Karakteristik lingkungan (Epidemiologi triagle) Logan & Dawkins.. Perumusan tujuan Dalam merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Berfokus pada masyarakat 2) Jelas dan singkat 3) Dapat diukur dan diobservasi 4) Realistik 5) Ada target waktu 6) Melibatkan peran serta masyarakat Formulasi kriteria tujuan : T = S + P + K.2 : Kriteria Selain itu dalam perumusan tujuan : . Perencanaan keperawatan Perencanaan keperawatan adalah rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.. (komunity) Sehubungan dengan : ……… ( Karakteristik komunity dan lingkungan) Yang dimanifestasikan/ didemonstrasikan oleh : ……. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan.2 S: Subjek K. ( Indikator kesehatan/analisa data) 3.. kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.. Rencana keperawatan harus mencakup : Perumusan tujuan. 1984 terdiri dari : 1) Masalah …….1 + K. a.

1) Dibuat berdasarkan goal : sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkan 2) Perilaku yang diharapkan berubah 3) Specific 4) Measurable atau dapat diukur 5) Attainable atau dapat dicapai 6) Relevant/realistic atau sesuai 7) Time-Bound atau waktu tertentu 8) Sustainable atau berkelanjutan Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan Langkah-langkah dalam perencanaan perawatan kesehatan melalui kegiatan : 1) Identifikasi alternatif tindakan keperawatan 2) Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan 3) Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perncanaan melalui kegiatan : musyawarah masyarakat desa atau lokakarya mini 4) Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersedia 5) Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat c. 6) Mengarah pada tujuan yang akan dicapai 7) Tindakan harus bersifat realistic 8) Disusun secara berurutan Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan Penentuan kriteria dalam perencanaan keperawatan komunitas adalah sebagai berikut 1) Menggunakan kata kerja yang tepat 2) Dapat dimodifikasi 3) Bersifat spesifik 4. Inovatif . Pelaksanaan Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a.b.

fasilitas dan jumlah peserta ? .Apakah program yang diperlukan ? .Efektifitas . individu. e. sarana. lokasi.Cost efficiency (efisiensi biaya) . Fokus evaluasi .Bagaimana biaya ? .Bagaimana staf. kelompok dan c. kader dan tokoh masyarakat dalam rangka alih peran. o 5. o Adanya penyelenggaraan system rujukan baik medis maupu rujukan kesehatan. tenaga. masyarakat berdasarkan asas kemitraan Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun.Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berdasar pada iman dan takwa b. o Tindakan keperawatan yang dilakukan dicatat dan didokumentasikan.Perkembangan kemajuan . d. Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta komponen. Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesame profesi. tim kesehatan lain.Yang ada atau yang terbaru . Evaluasi a. keluarga. waktu. dan prasarana dengan pelayanan kesehatan maupun sector lainnya o Keterlibatan petugas kesehatan lain.Apa keuntungan program ? .Apakah dilaksanakan sesuai dengan rencana ? . Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan : o Keterpaduan antara : Biaya.Relevansi .

Menentukan perkembangan keperawatan kesehatan masyarakat yang - diberikan. kelompok dan masyarakat tidak menunjukkan perubahan kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru. kelompok dan masyarakat telah - menunjukkan kemajuan sesuai denga kriteria yang telah ditetapkan. diagnosis. Kegunaan evaluasi . yaitu : . Hasil evaluasi Terdapat tiga kemungkinan dalam hasil evaluasi. Menilai hasil guna. keluarga. Tujuan tidak tercapai Apabila individu.Tujuan tercapai Apabila individu. keluarga. sehingga perlu dicari - penyebab dan cara memperbaiki atau mengatasinya. Menilai asuhan keperawatan dan sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun rencana dalam proses keperawatan.- Apakah tujuan tercapai ? Apakah klien puas ? Apakah focus pada formulatif dan hasil jangka pendek ? Impact Apakah dampak jangka panjang ? Apa perubahan perilaku dalam 6 bulan atau 1 tahun ? Apakah status kesehatan meningkat ? b. c. analisis. daya guna dan produktivitas asuhan keperawatan - yang diberikan. tindakan dan faktor-faktor yang lain tidak sesuai sehingga menjadi penyebab tidak tercpainya tujuan. . Tujuan tercapai sebagian Apabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal. Dalam hal ini perlu dikaji secara mendalam apakah terdapat problem dalam data.

Chayatin Nurul.Jakarta : Sagung Seto Mubarak. Jakarta: EGC . Jakarta : Sagung Seto Mubarak.2006. Perawatan Kesehatan Masyarakat. Wahit Iqbal. Jakarta : Salemba Medika Nasrul Effendi 2006.2009. Wahit Ikbal.Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Wahit Iqbal. Pengantar Keperawatan Komunitas 1.DAFTAR PUSTAKA Mubarak.2005. Santoso Bambang Adi . Ilmu Keperawatan Komunitas buku 2 Konsep dan Aplikasi.