You are on page 1of 5

Nama : Isna Rosyidah

NIM

: 13520072

Kelas : B
AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN
Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubungannya yang
erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku memasuki siklus
persediaan dan pergudangan dari siklus akuisisi dan pembayaran, sementara tenaga kerja
langsung memasukinya dari siklus penggajian dan personalia. Siklus persediaan dan
pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penagihan.
A. Fungsi Bisnis Dalam Siklus dan Dokumen serta Catatan Terkait
Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap sebagai dua sistem terpisah tetapi terkait
erat, di mana yang satu melibatkan arus fisik bang dan yang lainnnya dengan biaya terkait.
Enam fungsi bisnis akan membentuk siklus persediaan dan pergudangan.
1. Pemrosesan Pesanan Pembelian
2. Penerimaan Bahan Baku
3. Menyimpan Bahan Baku
4. Pemrosesan Produk
5. Penyimpanan Barang Jadi
6. Pengiriman Barang Jadi
7. Berkas Utama Persediaan Perpetual
B. Pengaruh E-Commerce Terhadap Manajemen Persediaan
Internet memiliki kegunaan khusus dalam pengelolaan persediaan, dari sini dapat diketahui
informasi lengkap berbasis real time yang dibutuhkan oleh rekan bisnis (pemasok dan
pelanggan). Informasi yang biasanya terseedia didalamnya, seperti jumlah stok yang disimpan,
lokasi produk, dan berbagai informasi lainnya yang diperlukan manajemen untuk mengawasi
aliran persediaan.
Selain kegunaannya yang penting, internet juga dapat meenimbulkan resiko bisnis.
Penggunaannya dalam E-Commerce akan meningkatkan resiko bisnis jika pengendalian untuk
mengoperasikannya kurang memadai. Seperti pembetasan penggunaan password, firewalls, dan
pengendalian teknologi manajemen lainnya. Hal tersebut akan memunculkan
kecurangan/kesempatan untuk mengubah jumlah persediaan yang telah ada.
C. Bagian Dari Audit Persediaan
Tujuan dalaam audit siklus persediaan dan pergudangan adalah menyediakan kepastian
bahwa laporan keuangan menyajikan informasi bahan baku, barang setengah jadi, persediaan
barang jadi, dan harga pokok penjualan secara wajar.

adalah proses yang mempengaruhi persediaan fisik dan penelusuran biaya terkait sejak bahan baku dipesan sampai barang selesai diproduksi dan dipindaahkan kepenyimpanan. Lebih bervariasi dibandingkan dengan wilayah audit lainnya. Pengendalian atas biaya terkait Untuk melindungi asset. barang setengah jadi. Audit Atas Akuntansi Biaya Sistem dan pengendalian atas akuntansi biaya bervariasi di setiap perusahaan. Berkas utama persediaan perpetual 4. tenaga kerja. Pengendalian akuntansi biaya yang efektif lainnya dapat dilakukan dengan menyusun berkas utama persediaan perpetual yang dilakukan oleh personel yang mewakili wewenang atau akses asset. dan persediaan barang jadi 2. Pengujian atas Akuntansi Biaya Metodologi yang perlu diikuti auditor dalam memutuskan jenis pengujian yang akan dilaksanakan. Pengendalian Akuntansi Biaya Pengendalian akuntansi biaya. dan overead Pemindahan aset dan biaya secara internal Pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya Pengamatan fisik atas persediaan Penetapan harga dan kompilasi persediaan Siklus yang diuji Akuisisi dan pembayaran dan penggajian dan personalia Persediaan dan pergudangan Siklus penjualan dan penagihan Persediaan dan pergudangan Persediaan dan pergudangan D. banyak perusahaan secaraa fisik memisahkan dan membatasi akses ketempat penyimpanan bahan baku. Tentunya perusahaan kecil dengan pemilik yang secara aktif terlibat dalam proses produksi akan membutuhkan pencatatan yang lebih sederhana dibandingkan perusahaan besar yang menghasilkan bermacam-macam produk. Pengendalian fisik atas bahan baku. yaitu: 1. Salinan atas dokumen tersebut harus dikirimkan langsung kebagian akuntansi oleh pihak yang menerbitkan. dan barang jadi untuk mengendalikan pergerakan persediaan. Auditor perlu memperhatikan empat aspek dalam akuntansi biaya. Dokumen dan pencatatan dalam pemindahan persediaan 3. barang setengah jadi. Jenis pengendalian ini dipisahkan menjadi 2 (dua) kategori : 1. Contoh dokumen yang efektif untk jenis ini adaalah permintaan bahan baku yang disetujui untuk dikeluarkan dari ruang penyimpanan. tanpa melalui personel yang bertanggunngjawabatas pengawasannya. Pencatatan biaya per unit . Pengendalian fisik atas persediaan 2. karena jenis persediaan dan tingkat kemutahiran yang diinginkan manajemen sangat bervariasi. Klien dapat menggunakan dokumen bernomor urut untuk mengotorisasi pergerakan persediaan agar tidak terjadi penyalahgunaan asset.Audit atas persediaan Bagian audit Akuisisi dan pencatatan bahan baku.

pengamanan fisik dan penetapan harga dan kompilasi. dan penyimpanan catatan. Setelah melakukan pengujian yang benar atas pencatatan akuntansi biaya dan prosedur analitis.  Melakukan tanya jawab kepada klien tentang prosedur perhitungan mereka. dll) dan kapasitas fasilitas penyimpanan untuk menentukan apakah persediaan yang tercatat konsisten dengan persediaan yang tersimpan. tangki. oleh karena itu pemahaman atas industri dan bisnis klien lebih penting dalam persediaan dibandingkan dalam area lainnya. Auditor sering menggunakan informasi non-keuangan untuk menilai kewajaran saldo terkait persediaan. produksi.  Mengamati prosedur perhitungan klien. Perhitungan fisik dapat dilakukan mendekati tanggal neraca. Pengendalian Atas Perhitungan Fisik Terlepas dari metode pencatatan persediaan. F. potensi keusangan persediaan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut. auditor membutuhkan informasi mengenai ukuran dan berat produk persediaan.  Melakukan mengujian terpisah saat perhitungan fisik. auditor memiliki dasar untuk mendesain dan melakukan pengujian perincian saldo persediaan.E. perencanaan. atau berbasis siklus sepanjang tahun. . dan risiko tertukarnya barang konsinyasi dengan persediaan milik sendiri. Poin penting dalam persyaratan PSA 07adalah adanya perbedaan antara orang yang melakukan pengamatan atas perhitungan fisik persediaan dan orang yang bertanggungjawab atas perhitungannya. tanggal interim. terutama mengenai perubahan dalam pengendalian internal dan proses lain sejak tahun sebelumnya. maka akan membahas dua aspek pengujian pengendalian untuk perincian saldo. mensyaratkan auditor untuk memeriksa efektifitas metode klien dalam perhitungan persediaan dan mendapatkan keyakinan dari klien atas kuantitas dan kondisi fisik persediaan. saperti halnya dalam siklus lain. Dua pendekatan terakhir dapat dilakukan jika terdapat pengendalian internal memadai atas berkas utama persediaan perpetual. Pengecekan ini harus dipimpin oleh penyelia yang dapat menjawab pertanyaan mengenai produksi. Auditor pertama kali harus mengenali persediaan klien dengan melakukan pengecekan terhadap fasilitas penyimpanan klien. tetapi tidak perlu setiap tahun. auditor harus :  Hadir pada saat klien menghitung persediaan untuk menentukan saldo akhir tahun. Beberapa hal pokok yang harus dipertimbangkan auditor antara lain adalah metode penilaian persediaan yang dipilih manajemen. Dalam melakukan prosedur analitis yang menguji hubungan antara saldo akun persediaan dan akun laporan keuangan lainnya. termasuk area penerimaan barang. Pengamatan Fisik Atas Persediaan PSA 07 (SA 331) sekarang. G. Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo Persediaan jenisnya bervariasi disetiap perusahaan. Prosedur Analitis Prosedur analitis adalah hal yang penting dalam audit persediaan dan pergudangan. Klien bertanggungjawab untuk menyusun prosedur perhitungan fisik akurat atas penyediaan dan membuat pencatatannya. Auditor bertanggungjawab mengevaluasi dan mengamati prosedur klien termasuk melakukan pengujian perhitungn persediaan dan mengambil kesimpulan apakah persediaan fisik sudah memadai. metode penyimpanannya (rak. penyimpanan. Misalnya. klien harus melakukan perhitungan fisik secara periodik atas persediaan. Oleh karena kompleksitas dalam persediaan.

Jumlah sampel. klien harus melakukan telaah formal dan pelaporan atas persediaan yang sudah usang. rusak atau lebih saji. Saat klien melakukan perhitungan interim.Keputusan Audit Keputusan audit atas pengamatan fisik persediaan sama dengan yang dilakukan pada area audit lainnya. auditor pada saat itu melakukan pengamatan atas prhitungan persediaan dan menguji transaksi yang tercatat dalam pencatatan persediaan dari tanggal perhitungan hingga akhir tahun. terutama dengan dasar akurasi berkas utama persediaan perpetual. dengan membahas prosedur audit yang memadai untuk itu. bukan jumlah jenis persediaan yang dihitung. H. yang disetujui auditor bila pengendalian internal efektif. Penetapan waktu. Pencatatan biaya standar berguna untuk mengevaluasi kewajaran biaya produksi jika manajemen selalu memperbarui prosedur terkait perubahan dalam produksi dan biaya. penentuan jumlah sampel.  Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang atau rusak. dan dimasukkan dalam berkas utama persediaan perpetual dan akun buku besar terkait dalam jumlah yang benar. . maka auditor perlu hadir pada saat perhitungan dilakukan. dijumlahkan dengan benar. pergerakannya lambat.  Mendiskusikan dengan manajemen alasan tidak dimasukkannya persediaan tertentu. Saat personil yang menghitung tidak menjalankan intruksi. Pengujian Atas Pengamatan Fisik Bagian terpenting dalam pengamatan persediaan adalah menentukan apakah perhitungan fisik yang dilakukan sesuai dengan intruksi klien. Jumlah jenis persediaan yang harus dihitung auditor sering kali sulit ditentukan karena auditor harus berkonsentrasi untuk mengamati prosedur klien agar memudahkan jumlah sampel dalam pengamatan fisik dapat diambil dari jumlah total jam yang dihabiskan. Auditor menutuskan apakah perhitungan fisik dapat dilakukan sebelum akhir tahun. Agar dapat dilakukan secara efektif. juga lakukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk memastikan penghitungan fisik driringkas dengan benar dan penetapan harganya sama dengan pencatatan. auditor harus menghubungi penyelia personil tersebut agar menyelesaikan persoalan ini atau memodofikasi prosedur pengamatan. penetapan waktu dilaksanakannya prosedur. Audit Penetapan Harga Dan Kompilasi Pengendalian Harga dan Kompilasi Pengendalian biaya per unit yang terintegrasi dengan produksi memberikan kepastian bahwa klien menggunakan penetapan biaya yang wajar untuk menilai persediaan akhir. Saat auditor melakukan pengamatan atas perhitungan persediaan. Untuk mencegah persediaan yang sudah usang dimasukkan dalam perhitungan atau lebih saji. mereka harus berhati-hati dalam :  Mengamati perhitungan atas jenis persediaan yang signifikan dan sampel dari jenis persediaan tertentu. dan pemilihan sampel untuk diuji. Pemilihan sampel. Tiga keputusan terakhir akan dibahas berikut ini. Keputusan ini mencangkup dengan prosedur audit.

metodenya harus sesuai dengan SAK. Penetapan Harga Persediaan yang Diproduksi Dalam menetapkan harga persediaan yang diproduksi. biaya persediaan versus harga pasar harus dioertimbangkan. Jika klien memiliki pencatatan biaya standar. auditor harus melakukan verifikasi biaya per jam atas tenaga kerja dan jumlah jam kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit output. Auditor harus menentukan biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian suatu jenis persediaan. lalu memeriksa spesifikasi rancangan. termasuk deskripsi masing-masing persediaan. auditor harus mempertimbangkan nilai realisasi bersih yang lebih kecil daripada biaya historis.Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi Prosedur penetapan harga dan kompilasi bertujuan untuk pisah batas yang dilakukan sebagai bagian dari penjualan dan akuisisi. Terakhir. lalu memeriksa faktur yang memadai untuk memperhitungkan seluruh akun persediaan atas jenis yang diuji. auditor harus mempertimbangkan biaya per unit atas bahan baku dan jumlah unit yang diperlukan dalam memproduksi setiap unit output. Dalam overhead manufaktur. Dalam hal tenaga kerja langsung. Auditor dapat menggunakan informasi yang diperolah dari klien sebagai kerangka referensi. FIFO. maka metode yang tepat untuk menentukan penilaian adalah dengan menalaah dan menganalisis selisih. harga per unit. rata-rata tertimbang. jumlah. Lalu. auditor harus berfokus pada persediaan dengan nilai besar dan produk yang harganya berfluktuasi. Ketiga. Auditor dapat menetukan jumlah jam kerja untuk memproduksi barang dari spesifikasi rancangan atau sumber serupa. Auditor juga harus memeriksa faktur vendor atas berkas utama persediaan perpetual. Penetapan Harga atas Persediaan yang Dibeli Dalam penilaian persediaan yang dibeli. penerapan metode harus konsisten dari tahun ke tahun. auditor harus menguji biaya per unit tercatat dalam pencatatan perpetual ke faktur vendor sebagai bagian dari pengujian transaksi siklus dan pembayaran. Kedua. auditor dapat menguji biaya penggantian dengan memeriksa faktur vendor pada periode jeda atau faktur terakhir yang jika tidak terdapat pembeliaan persediaan setelah akhir tahun. Auditor juga harus mendata jenis persediaan untuk diverifikasi atas penetapan harga dan meminta faktur vendor kepada kliaen. Penilaian Persediaan Auditor harus memperhatikan tiga hal. terutama yang menggunakan metode penilaian FIFO. Auditor pun harus mempertimbangkan nilai penjualan persediaan dan kemungkinan dampak fluktuasi harga untuk menemukan nilai realisasi. Dalam verifikasi penetapan harga persediaan bergantung pada barang yang dibeli atau diproduksi. Pertama. dan nilai perluasannya. Setelah itu. Biaya Perolehan atau Harga Pasar Dalam menetukan biaya Harga Perolehan Persediaan. auditor harus menetukan apakah klien menggunakan LIFO. atau metode penilaian lainnya. . atau menemukan metode sejenis untuk menentukan jumlah unit yang diperlukan untuk membuat satu unit produk. memeriksa produk yang selesai dibuat. dimana kemungkinan keusangan saat mengevaluasi persediaan. auditor harus mengevaluasi metode yang digunakan untuk menguji konsistensi dan kewajaran dan menghitung kembali biaya untuk menentukan apakah biaya overhead sudah benar.