You are on page 1of 2

Nama: Miftahul Jannah

Kelas: PKN 31
Nim: L22116509
Prodi/Fak: Budidaya Perairan / FIKP
A. Pengertian

Identitas
Nasional
Identitas Nasional adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan
berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang dihimpun dalam satu
kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan pancasila dan Bhineka
Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya.
B. Bentuk
dan
Unsur-Unsur
Identitas
Nasional
Unsur-unsur pembentuk identitas nasional meliputi :
1. Suku Bangsa. Golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif atau ada sejak lahir,
dimana sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia
khususnya, terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang
tiga ratus dialek bahasa.
2. Agama. Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis (didasarkan pada
nilai agama). Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara yaitu agama
islam, katholik, kristen, hindu, budha dan kong hu cu.
3. Kebudayaan. Pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah
perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh
pendukung-pendukung utntuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi
dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakukan
dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
4. Bahasa. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas
unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi
antarmanusia.
Dari unsur unsur identitas nasional di atas, dapat dirumuskan pembagiannya
menjadi tiga bagian yaitu :
1. Identitas Fundamental, yaitu pancasila sebagai falsafat bangsa, dasar negara dan ideologi
negara.
2. Identitas Instrumental, yaitu berisi UUD 1945 dan tata perundang-undangannya. Dalam
hal ini, bahasa yang digunakan bahasa Indonesia, bendera negara Indonesia, lambang
negara Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya.
3. Identitas Alamiah, yaitu meliputi negara kepulauan dan pluralisme dalam suku, budaya,
bahasa dan agama serta kepercayaan.
C. Keterkaitan
Globalisasi
dengan
Identitas
Nasional
Dengan adanya globalisasi, intensitas hubungan masyarakat antara satu negara
dengan negara yang lain menjadi semakin tinggi. Dengan demikian kecenderungan
munculnya kejahatan yang bersifat transnasional menjadi semakin sering terjadi. Kejahatankejahatan tersebut antara lain terkait dengan masalah narkotika, pencucian uang (money
laundering), peredaran dokumen keimigrasian palsu dan terorisme. Masalah-masalah
tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi
mulai memudar. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan
psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa khususnya bagi
generasi penerus bangsa. Jika hal tersebut tidak dapat dibendung maka akan mengganggu

Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional tidak lain menunjukkan tingkat kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. aman dan tenteram.terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai identitas nasional. D. E. adalah nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun misalnya warna kulit atau ras atau bahasa. bahasa dan sebagainya. kebijakan dan diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. yang sering dikombinasikan dengan nasionalisme etnis. upaya integrasi nasional dengan stategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terelihara integrasi banggsa Indonesia yag diinginkan. . dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik disamping upaya lain seperti banyaknya keterlobatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parlemen. Sebenarnya upaya membangun keadilan. kesatuan. bagi kebanyakan kelompok nasionalis. memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa. Dalam nasionalisme kenegaraan. nasionalisme berasal dari kata "nasional" dan "isme" yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air.  Nasionalisme kenegaraan. Seperti semangat nasionalisme di Irlandia yang bersumber dari agama Hindu. bangsa adalah suatu komunitas yang memberikan kontribus terhadap pemeliharaan dan kekuatan negara. Dengan demikian. agama hanya merupakan simbol dan bukanlah motivasi utama. adalah nasionalisme yang terjadi dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.  Nasionalisme romantik. adalah nasionalisme yang terjadi dimana negara memperoleh kebenaran politik dari partisipasi aktif rakyatnya. merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan. Untuk mewujudkannya diperlukan keadilan. Keanggotan suatu bangsa bersifat secara turun temurun. atau memelihara kehormatan bangsa. adalah bentuk nasionalisme etnis di mana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah (organik) dan merupakan ekspresi dari bangsa atau ras. Nasionalisme Nasionalsme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan suatu negara yang memiliki tujuan dan cita-cita bersama untuk kepentingan nasional.  Nasionalisme etnis atau etnonasionalisme. agama. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. adalah nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.Nasionalisme terdiri dari berbagai macam bentuk yang ada didunia. Nasionalisme romantik menitikberatkan pada budaya etnis yang sesuai dengan idealisme romantik  Nasionalisme budaya. Namun demikian.  Nasionalisme agama. Bentuk-Bentuk Nasionalisme . Dengan adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari identitas nasional yang sedang dibangun. suku.  Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil).. Macam-macam bentuk nasionalisme adalah sebagai berikut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional.