You are on page 1of 1

JAKARTA - Kebingungan memilih jurusan ketika memasuki jenjang perkuliahan melanda

sebagian besar calon mahasiswa. Namun kini, lewat program karya mahasiswa Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kebimbangan tersebut bisa teratasi.
Adalah Mochammad Rashid Ridho, Ahmad Taufiqul Hafizh, Rachmadian M Pratiwi, Faishal
Mufied Al-Anshary, dan Adhika Ilham Dhata Pratomo yang menciptakan sebuah aplikasi
kreatif untuk membantu menentukan jurusan perkuliahan calon mahasiswa. Hasil karya
keempat mahasiswa Sistem Informasi (SI) ITS tersebut dinamakan Brighter Future Start Here
alias Buster.
Aplikasi Buster tidak sulit untuk digunakan. Pengguna cukup login dan memasukkan data
tentang karakter diri, serta jurusan yang diminatinya.
Data tersebut kemudian diproses, menghasilkan gambaran mengenai seberapa besarnya
kecocokan seseorang dengan jurusan tersebut. "Hasilnya juga dapat langsung dicetak maupun
disimpan dalam bentuk dokumen," ujar Ridho, sang ketua tim seperti dikutip dari situs ITS,
Rabu (25/4/2012).
Analisa yang dilakukan oleh aplikasi tersebut tentunya tidak asal-asalan. 'Otak' perangkat
lunak tersebut telah dikonsultasikan oleh Ridho bersama dengan konsultan handal. Dia adalah
Bagus Sanyoto yang merupakan psikolog sekaligus motivator lulusan Psikologi Universitas
Airlangga (Unair) Surabaya yang banyak berkonsentrasi di dunia pendidikan.
Aplikasi yang lolos dan didanai oleh Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian
Masyarakat (PKM-M) ini telah dirasakan manfaatnya oleh beberapa SMA, yakni SMA 18
Surabaya, SMA 17 Surabaya, dan SMA 2 Surabaya.
Pihak sekolah-sekolah tersebut banyak memberikan tanggapan positif. "Dulu pernah ada juga
yang seperti ini, tapi caranya masih manual," ungkap Wakil Kepala Sekolah SMA 17
Surabaya Rukmi Susilowati.
Sementara salah satu murid di sekolah tersebut, Amanda Imarotul Munna mengaku, aplikasi
tersebut memang banyak membantu. "Dengan ini kita jadi tahu kepribadian kita dan jurusan
yang cocok seperti apa, cara pakainya juga gampang, tinggal klik-klik saja," tutur Amanda.
Saat ini, Ridho tengah merencanakan pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
atas karyanya. Dia pun berharap, Buster dapat digunakan oleh lebih banyak lagi sekolahsekolah di Surabaya maupun di Indonesia.(mrg)