You are on page 1of 2

Kelas

: PKN 31

Kelompok

: IV B



Tri Kartika Subair (L24116521 )
Miftahul Jannah (L22116509 )
Muhammad D Hibaturrahman (L22116515 )
Lestari Permatasari (L22116522 )
PKn sebagai MKU di PT

Pendidikan Kewarganegaraan adalah Unsur Negara. Pendidikan kewarganegaraan
mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap
hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa
yang di harapkan. Karena dinilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di
setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar
menghasikan penerus - penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa
dan bernegara.
Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa di
setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat terdiri dari Pendidikan Bahasa,
Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kep. Mendikbud No. 056/U/1994 tentang
Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
menetapkan bahwa “Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan
Kewarganegaraan termasuk dalam Mata Kuliah Umum (MKU) dan wajib diberikan dalam
kurikulum setiap program studi”. Dengan penyempurnaan kurikulum tahun 2000, menurut Kep.
Dirjen dikti No. 267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewiraan disamping membahas tentang
PPBN juga dimembahas tentang hubungan antara warga negara dengan negara. Sebutan
Pendidikan Kewiraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan
Kewarganegaraan adalah tentang hubungan warga negara dengan negara, dan Pendidikan
Pendahuluan Bela Negara (PPBN).
Berdasarkan ketentuan Undang-undang yang ada disebutkan bahwa penyelenggaraan
pendidikan tinggi dilaksanakan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjunjung
tinggi: HAM, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajuan bangsa, sebagai satu kesatuan yang
sistemik, diselenggarakan dengan sistem terbuka, multi makna dan dipandang sebagai suatu
proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
Dengan memperhatikan hal ini, maka selayaknya penyelenggaraan pendidikan saat ini dan ke
depan adalah memberi keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta
didik dalam proses pembelajaran.
Hal ini penting dilakukan karena karakteristik masyarakat di masa depan akan sangat
berbeda dengan masyarakat saat ini. Setidaknya kondisi masyarakat di masa depan dicirikan
dengan religiositas, kepastian hukum, penghargaan pada hak asasi, dan kontak budaya yang tidak
dibatasi negara. Implikasi dari hal demikian bagi penyelenggaraan pendidikan adalah perhatian

Dalam konteks dengan kompetensi nilai-nilai kehidupan. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). nilai dasar berbangsa (Pancasila). Berkaitan dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di PT. . selayaknya Pendidikan Kewarganegaraan dapat diorientasikan pada mengungkap nilai-nilai kebenaran kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. keyakinan pada ajaran agama. telah disepakati bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (nation and character building) dan pemberdayaan warga negara. serta harmoni alam (ramah lingkungan. dan keyakinan wujud negara kesatuan Indonesia. dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions). sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. terutama pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. perolehan hasil pendidikan yang didapat peserta didik selayaknya berupa kemampuan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam kehidupan sosialnya. maka proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di PT selayaknya dikembangkan dalam kerangka proses pendidikan yang diarahkan pada pembentukan manusia yang utuh. Kondisi seperti demikian. maka yang layak dikembangkan adalah kompetensi nilai harmoni yang mencakup. membentuk warga negara yang baik. nilai dasar bernegara (landasan konstitusional) UUD 1945.terhadap perubahan tuntutan tersebut terutama dalam pencapaian kompetensi lulusan pada institusi penyelenggara pendidikan. semakin dibutuhkannya kemampuan beradaptasi pada kehidupan sosial dengan kemampuan yang dimiliki dalam ilmu pengetahuan dan kematangan afeksi secara keseluruhan. kepedulian). Dalam pandangan tersebut. (2) proses belajar mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menjalani kehidupan dengan situasi yang berbeda beda. melindungi). (3) proses belajar mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi sosial. Oleh karena itu. Pada era globalisasi dewasa ini dan perubahan sosial yang tidak dapat diduga lagi. kejujuran. Kemampuan untuk mudah beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang terus berubah fluktuatif ini akan menjadi tuntutan dari proses pendidikan di jenjang pendidikan tinggi. Aspek kompetensi yang hendak dikembangkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Sedangkan dalam konteks nilai kebangsaan. kepercayaan). (1) proses belajar mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan untuk melakukan pembelajaran selanjutnya secara kontinum. menimbulkan ketidakpastian dan menyebabkan bergesernya pola kehidupan dan nilai yang dianut masyarakat. harmoni sesama (penghargaan. yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. harmoni diri (tanggung jawab. yakni. menjadi tantangan bagi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dan (4) proses belajar mahasiswa untuk melakukan refleksi sebagai bagian bangsa yang hidup dalam realitas sebagai warga negara Indonesia yang memiliki tanggung jawab dan konsekuensinya. yakni keragaman budaya (Bhinneka Tunggal Ika).