Prof. Dr. H. M.

Rasjidi

KOREKSITERHADAP DR.HARUN NASUTIION

tenta.ng
"Ys1a.m

.

ditinja.u da.ri

berba.ga.i a.speknya."

PERPUSTAKAAN Dr. H. MOH. 'BARIED 'ISHOM

291·°7
RaSt

K

.

~~~

PROF. DR. H.M.RASJIDI

KOREKSI
TERHAOAP -DR. HARUN· NASUTION

te n to n 9
"ISLAM DITINJAU DARI BERBAGAI ASPEKNYA"

PENERBIT ~~ ~JAJCAR.TA Kramat Kwitang 1/8 Telp. 42883-46247

,.
..

Cetalcan pertama

- 1977

KATA

PENGANTAR

Pada th. 1974, kami menerbitkan buku karangan Dr. Harun Nasution yang berjudul.' Islam Ditinjau ·Dari Berbagai aspeknya, dalam dua jilid. Dr. Mulyanto Sumardi, Kepala DirektQ,rat Perguruan 1'inggi. Departemen Agama pada waktu itu memb'r·.'ean sarnbutan yang antara lain berbunyi.' "buku Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya (adalah) suatu buku yang akan bermanfa 'at terutama untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Agama Islam - l1lata Kuliah Komponen Institut yang wajib diambil oleh setiap mahaslswa f.A.I.N. apapun fakultas dan jurusannya, seperti telah ditetapkan dalam rapat Kerja Rektor J.A. f.N. se Indonesia di Ciumbuluit Ban dung, , bulan Agustus 1973." Akan tetapi setelah buku "151am Ditinjau dari Berbagai Aspeknya" beredar beberapa lama, dari beberapa pihak kami menerima pernyat'aan-pernyataan tidak setuju dengancara penulisan buku tersebut. Kami merasa mendapat kesulitan, karena kami menerbitkan buku tersebut dengan segala niat baik dan iengan persetujuan dan restu dari Direktorat Perguruan Tinggi Departemen Agama. Ternyata, selama kami merasakan kesulitan tersebut, Prof DR. Rasjidi memajukan laporan kepada Menteri Agama dan para pembantunya mengenai buku tersebut. Dan setelah lebih dari satu tahun laporan terse but tidak mendapat perhatian dari Departemen Agama, Prof Rasjidi menulis buku yang berjudul .'Koreksi TerhaH.M.

5

dap Dr. Harun Nasution A'SfJeknya" ..

ten tang "Islam· Ditinjau Dari Berbagai

Dengan menerbitkan buku:·· Koreksi Terhadap Dr.. Harun Nasution ten tang Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya yang ditu/is oleh Prof Dr. H.M. Rasjidi, kami mengharap agar mereka yang menyatakan ketidak setujuannya terhadap bukit Dr. Harun Nasution, dapat menemukan kderangan-keterangan yang mereka rasakan perlunya untuk diketahui dan disajikan kepada para mahasiswa I.A.l.N., khususnya dan Umat Islam Indonesia pada umumnya. Penerbit N. V. BULAN BINTANG

Jakarta:

1 Ramadhan 1397
16 Agustus 1977

r

6

DAFT AR IS! .

..

•..

~.

Halaman Kata pengantar Pendahuluan 1. KOREKSI TERHADAP BAB I TENT ANG AGAMA DAN PENGERTIAN AGAMA DALAM BERBAGAI BENTUKNY A 2. KOREKSI TERHADAP BAB II TENTANG ISLAM DALAM PENGERTIAN YANG SEBENARNY A .... 3. KOREKSI TERHADAP BAB III TENTAN"~~ ASPEK IBADAT, LATIHAN SPIRITUIL DAN AJARAN MORAL 4. KOREKSI TERHADAP BAB IV TENT ANG ASPEK SEJARAH DAN KEBUDA YAAN 5. KOREKSI TERHADAP BAB V TENT ANG ASPEK POLITIK , 6. KOREKSI TERl{ADAP BAB VI TENT ANG . LEMBAGA KEMASYARAKATAN 7. KOREKSI TERHADAP BAB VII TENTANG ASPEK HUKUM d. KOREKSI TERHADAP BAB VIII TENT ANG ASPEK TEOLOGI 9. KOREKSI TERHADAP BAB IX TENTANG ASPEK FILSAFAT 10. KOREKSI TERHADAP BAB X TENTANG ASPEK MISTICISME 11. KOREKSI TERHADAP BAB Xl TENT ANG ASPEK PEMBAHARUAN DALAM ISLAM 12. PEN U T UP DAFTAR NAMA-NAMA DAN ISTILAH 5
8

15 25

42 53 56 72 78 102 113 122 130 142 151 7

t,

"

PENDAHULUAN

I
Agama Islam adalah agama Samawi yang terakhir yang dibaoleh Nabi Muhammad s.a. w. dengan wahyu yang dibukukan menjadi Al Qur-an. Sebelum ada agama Islam dan sebelum Nabi Muhammad lahir dan dipilih sebagai Rasul yang terakhir oieh A ilah s. w. t., teiah ada agama Masehi, yaitu agama yang dianut oie/1 pengikut-pengikut Isa Al Masih (Jolayang diusap dengan minyak kasturi) dan daiam bahasa Y ununi Yesus Kristus.
W4

Nabi Isa sesungguhnya tidak membawa agama baru; ia ddalah seorang Yahudi dari keiuarga Yahudi yang baik yang mengikuti agama yang dibawa oiehMusa aiaihissalam dengankitabnya Taurat, dan agama yang-dianut oleh Nabi Dawud yang membawakan kitab Zabur. Petunjuk yang dibawa oleh Nabi Isa adaiah JnJil yang kita tidak mengetahui aslinya. Menurut penyelidik: agama Kristen, Isa narJpak dalam sejarah selama satu tahun menurut Injil karangan Marcus, Matius dan Lukas dan tiga tahun menurut Injil karangan Yahya, artinya,' yang kita ketahui daripada riwayat hidup Nabi , Isa semenjak ia meiakukan tugasnya memimpin Bani lsrail .sampai ia tiada lagi di Dunia iagi itu hanya 1 - 3 tahun. Dikatakan bahwa umur Nabi Isa adalah 30 tahun, dandengan begitu maka riwayat hidup beliau seiama 27 tahun tak dapat diketahui. Oleh karena Nabi Isa memang dari keiuarga Yahudi dan ia menyampaikM aJaran-ajarannya juga di antara orang Yahudi, maka kitab suci pengikut Isa Ai Masih yang sekarang disebut Bible dan untuk Indonesia belakangan ini biasa dinamakan Ai Kitab, terdiri daft dua bagian : bagian pertama dinamakari Perjanjian Lama (old teSla8

IIICI/lJ, dllll yang kedua,dinamilkah P~rjanji~n Baru (new t;Uament). 2./3"dari flible sedangkan perjanjian: I'e/limjillll Lama merupakan hili'll ff/l'mpakan 1/3 yang terakhtr. Di antara isi Perjanjian iaru /1(11111111 k('('mpat Injil: Injil karangan Matius, Iniil karangan Markus, 1"," Allrllflgan Lukas dan Injil karangan Yahya.

i.

(jur-an adaiah wahyu dari Allah s. w. t. yang diturunkan A"I'tlc/a Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril. Ai ",'-a" diturunkan sedikit demi sedikit selama 23 tahun, ya'ni
11

/11",11 ahi Muhammad m~lakukan tugasnya menjadi Rasui. Pada N /1/i/sa lIie/up Nabi Muhammad, Al QUNJ.n sudah ditulis dengan /li/;'afl·hahan yang ada pada waktu itu seperti batu, kulit dan tu/(lIIIl.sa/a dihafal oleh beribu Sahabat Nabi. Set~~1h Nab; Muhammad wafat, mulai dikerjakan pembukuannya dan oaru seles;ai pada tlff/llll Khanfah Utsman, Al Qur-an yang kita baca adalah menurut 1"''''/1I4kuan tersebut. /"jil Ndak merupakan wahyu. Oleh karena itu kita dapatkan Kllah Jrljil karangan Matius, karangan.. Markus, karangan Lukas 'il" Aarangan Yahya. Di sam ping itu terqapat pula surat kiriman I'llli/us kepada orang-orang Rum, Koren/ius, Galatia, Epesus dan 'illlI-lain. Me.nurut 'teologi' Kristen, yang dikatakan wahyu adalah A('/waian yang mendorong para pengarang Injil dan surat itu untuk ""'/Ilt/is karya masing-masing,sehingga timbui pertanyaan-perta"Yllafl apakah jika seseorang menulis sebuah buku, ia juga dido,.()"~ uleh wahyu?

III
dalam Islam, seoagai tersebut -di atas, Isa adalah seorang sl'belum Nabi Muhammad ,s.a. w. utusan yang terakhir. '''lIntt Agarru1 Kristen, Isa atau Yes us adalah Lord, (adona;), illig "alJaC diterjemahkan .sebagai Tuhan atau Tuhan anak, yaitu ,mIll dari Aetiga oknum Trinitas, Allah Bapa, Allah anak dan RuJ>i

-,h'

'"t//\

lie/US.

9

",

'. Kepe.rcayaan bahwa Allahadala}l Tritunggal menurut agama .. ·Kris~en ~idak terjadi sekaligu's,:aka~ tf!J(Jpimelalui proses yang lama; dalam concili-concili Nicea th.3J5, Ephesus th. 449 dan akhirnya concili Kalcedon tho 451, y.a'ni setelah.Kaesar Konstantin memeluk agama Kristen, hampir 3 abad sebelum Mu1.nmmad menerima wahyu, padd tho 611 M Status Nabi Isa irzilah yang menjadi pokok perbedaan antara agama Islam dan agama Kristen, dan lebih lagi keUka Islam menjelma menjadi negara-negara di Asia Afrika dan Kristen menjadi negara-negara di Eropa., IV Dalam seja;ah lama bertempur dengan negara di Palestina dan Syria, utara, sampai ke Spanyol terjadilah bahwa lslam sebagai negara Byzantium atau KerajaIm Romawi Timur kemudian di Mesir dan seluruh Afrika dan Perancis.

Dalam sejarah modern semenjak abad 15, bangsa-bangsa yang beragama Kristen menjajah dan menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam, dan akhirnya pada tahun 1918 hampir seluruh umat Islam di Dunia menjadi jajahan Kolonialis Kristen.. Pada waktu i.tu seluruh. kepulauan Indonesia dikuasai Belanda dan Malaysia dikuasai Inggris,

v
Pada periode permulaan abad ke 20 itulah banyak sarjanasarjana Barat yang mempelajafl Isklm: Bangsa Belanda memberikan Snouck Hurgroonje (J857-1936) dan lain-lainnya, bangsa 1958) dan lain-lainPerancis memberikan Louis Massignon(wafat nya, Bangsa Inggris memberikan Hamilton Gibb (±1960) dan lainnya, bangsa Jerma~ memberikan Joseph Schacht dan lain-lainnya, bangsa Canada memberikan Cantwell Wilfred Smith. VI Para sarjana Barat yang mempelajari Islam dapat dibagi jadi
10

. ' .•....

.

dua golongan besar: G(/longa'nyangberdasarkan sikap ilmiYllh clan ;., golongan, 'yang berdasarRJfl"si1dip'missionaris memusuh1. IsI(f!1J. Tentang golongan missionaris, seperti Hendrik Kraemer ialah Guru Resar Belanda, tak petiu' dibicdrakan; sikap mereka jelas-jelas segala yang ada dalam Islam itu jahat, Islam harus diganti dengan Kristen. Adapun golongan yang berdasqrkan sikap ilmiyah juga bermacam-macam, ada yang kelihatan sangat simpati, ada yang memban,tu perjuangan' umat Islam dan ada pula yang kadang-kadang masih terpengaruh oleh rasa di bawah sadar kebencian Kristen. Hal ini sukar diberikan contoh, karena persoalannya ter- ~ gantung kepada perorangan dan permasalahan.
VII

Yang penting bagi kita umat Islart Indonesia: setelah kita menjadi bangsa yang merdeka, kita rasa/Janperlimya menyempurnakan penyelidikan dan penelitian ajaran-ajaranIslam secara ilmiyah sebagai yang telah dilakukan oleh sarjana-sarjanaRarat. Di samping itu kita juga merasa perlu mengetahui agama Kristen dari sejarahserta ajaran-ajarannya,sebagaimana'orang-orang missio~ naris Kristen banyak yang mempelajari agama Islam.
VIII

Ketika zaman NASAKOM ( Nasionalisme, Agama, Komunisme), yaitu dalam periode almarhum Presiden Sukarno sangat cenderung imtuk mendekatkan PKI kepada Pemerintah R.l sebelum tho 1958, saya terpaksa mencari kesempatan bercuti dari ja.. batan saya -sebagaiDubes RI di Pakistan tahun 58, dan mengajar sebagai associate professor di Institute of Islamic Studies di Me. gill University, Montreal Canada. . Selama 5 tahun saya mengajar dan belajar dan mendapat kesempatan banyak untuk mengetahui hal-hal yang beru dalam dunia orientalisme dan Kristen.
IX

Terdorong oleh Ifasafaedah mengetahui hal-hal yang baru
11

... :j'ang dtlpat 6/a)'a menfaatkan rj~latj1 rfreMqbdi kepada Islam dan Umat Islam di Indonesia, sac11a :"lefintis jalan untuk beru.saha menyalurkan para sarjalla tamatan l.A.LN. dalllain-lain untuk memasuki alam likiran orientalisme; dalam hal illi saya tidak bertindak sebagai perin tis. Saya mengetahui bal1wa banyak ulama dari al Azhar di Cairo dik;;im ke Jerman atau London atau Paris oleh satu panitya yang memakai nama Almarhum Syekh Muliammad Abdull. Saya kenaI beberapa rektor dari Al Azhar yang juga membawa gelar Docteur de l'wzil'ersite de Paris seperti Rektor Azhar sekarang Syekh Abdulflr/lim Malzmud da" Rektor Azhar yang sebelumnya Syekh Muhamad al Faklzam, dan yang sebelumnya lagi Syekh Abdul Rahman al Ta;.
,','
,

x
Akan tetapi entah karena sesuatu Izal yang tak terduga, di alltara yang saya uJahakan melanjutkan belajar di Institute of Islamic Study ada :rang memberikan hasil yang mengecewakan. Dalam menyelami alam fik-iran orientalisme, mereka bukan mendapatkan sumber kekeliruan para sat1ana Barat ten tang Islam, akan tet.::pi mc!ah menelan segala sesuatu yang mereka katakan dengan Ii, !ak m.:makai daya kritis .
...•

Memang' kemegahan Barat dalam keuletan cara meneliti dan berfikir dapat dibanggakan akan tetapi bagi orang yang bijak, di celah-celah hal-hal yang mengagumkan itu sering terdapat kekeliruan~kekeliruan yang besar.
XI

Di antara merek:a yang terpengaruh dengan cara berfikir orieni..:!isme yang merugikan Islam adalah ternan saya sendiri Dr. IIurun Nasution, yang saya bantu untuk datang ke Canada pada tahufl 1963. Beliau mendapat MA pada tallun 1965 dan Ph. D. pada ta~ gelar hUn 1968 sebagai putra Indonesia pertama yang mendapat tersebut. 12
'.
.. . -.i. ,

"

.. :...

,

~ .

Akan tetapi cara ber[ikir !J.e,lta.!I..ser[{l konsepsi beliau'tentang: Islam sangat merugikari· kepa&tJsl.tJ.. dan limat Isk£m' di Indonestz, m sehingga perlu di koreksi. XIl Mula-mula saya tiaak mau melakukan kore/(si tersebut di muka umum: pada tanggal 3/12 tahun 1973 saya menulis laporan Rahasia kepada sdr. Menteri Agama dan beberapa orang staf echelon tertinggi di Kementerian Agarna. Laroran Rahasia tersebut berisi Kritik terhadap buku sdr. DR Harun Naslltion yang berjudul: Islam ditinjau dari herbagai a,~peknya. Saya menjelaskan kritik saya fasal demi fasal dan menunjukkan bahwa garnbaran DR. Harun tentang Islam Uu sangat berbahaya, ~!1 saya mellgharap~n agar Menteri Agama me1Jgambil tindakan ~'hadap buku tersebut yang oleh Kementerian A~a/na dan Direktorat Perguruan Tinggr dijadikan buku wajib di seluruh 1.A.I.N. di Indonesia. XIII Karena telah lebih dari satu tahun tidak ada response cian Departemen Agama. maka saya menggambarkan dua kemungkin an : A. Pihak Departemen Agama, khususnya fliperta setuju dengan isi buku tersebut dan ingin mencetak sarjana I.A.1.N. menurut konsepsi Dr. Harun Nasution tentang Islam. B. A tau pihak-pihak tersebut di atas tidak mampu menilm buku tersebut dan balzayanya bagi existensi Islam di Indonesia serta umatnya. Kedua kemungkinan yang baik. tersebut di atas tidak memberi harapan

XIV Dengan begitu maka satu-satun-ya- jalan, yang dapat saya tempuh adalah menyiarkan Koreksi saya terseQut dalam .bentuk
13

.

~ .."

buku iintuk umum, sehingga pendapat.~mumlah yang akan memberi penilaian kepada duO.pandanglln yang berlainan ini. Maka dengtm kata pengantar dan sejarah singkat latar belakang ini saya mempersembahkan buku: Koreksi terhadap Dr. Harun Nastuion dan bukunya "Islam ditinjau dari berbagai aspeknya" kepada umat Islam Indonesia, dengan harapan bahwa tulisan ini akan membuka cakrawala baru bagi cara berfikir umat Islam Indonesia dalam menghadapi aliran-aliran dan ideologiideologi yang bermacam-macam yang serentak kita hadapi semuanya. Semoga Allah s. W.t. memberi kita petunjuk dan bimbingan. Ia adalah maha pendengar dan maha mengetahui.

M.Rasjidi

14

:

.

.~

1
KOij.EKSI TERHADAP BAB I TENT ANG AGAMA DAN PENGERTIAN AGAMA DALAM BERBAGAI BENTUKNYA Bab ini dimaksudkan untuk menrberi pengertian kepada mahasiswa ten tang agama dan pengertian agama dalam berbagai bentuknya. Tiga perkataan yang dipakai ~Jam masyarakat Indonesia
ill

dikupasnya, yaitu agama, al dien AJ.:jJ \ dan religion, yang pertama dari kata Sanskrit, yang kedua dari kata Arab dan yang ketiga dari kata Latin. Sesungguhnya amat sukar untuk mengambil kesimpulan dari definisi-definisi terse but, karena memang kqnotasi dari tiaptiap kata itu sangat berlainan. Agama dalam bahasa Sanskrit lebih menonjolkan soa1 tradisi, religion dalam bahasa Latin menonjo1kan ikatan manusia dengan ke1ompoknya di samping dengan dewanya. Kata religion tidak terdapat dalam Injil, sedang kata al dien adalah kata yang te{dapat dalam.AI Qur-an, yang konotasinya sangat berlainan dengan kata .agama atau religion. Memang kita menterjemahkan al dien dengan agama, atau kalau meniakai bahasa barat kita memakai religion, akan tetapi hal itu sekedar untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang banyak .. Dalam hakekatnya, ·al dien bukan tradisi saja dan bukan religion atau ikatansaja . . eara penyajian d3Iam buku ini adalah· cara pengarangpengarang Baiat yange dalam fikiran mereka menyimpan suatu pemsaan bahwa semJ,1aagama itu pada dasamya sarna dan meru. pakan gejala sosial Yang .dapat ditemukan pada tiap-tiap kelompok manusia.' Penganjur ke1onwok ini adalah sarjana Pe15

"

~ .

.:.

,"

..

'" rancis y~n~ bernama

,Emile· 'DuilFheim

d 858-1917).

Saya inerasa ada cara lain untuk menyajikan agama, yaitu dengan membedakan antara agama alamiyah yang merupakan kebudayaan, yakni yang timbul tum'buh dan be'rkembang dalam sesuatu masyarakat, dan agama Samawi, yaitu agama yang sudah dapat diselidiki secara ilmiyah dari semenjak Nabi Ibrahim 4000 tahun yang la1u, sampai yang terakhir yaitu agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w. semenjak 14 abad yang lalu.' Agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah agama yang terakhir, yang mengkoreksi agama-agama sebefumnya. Mungkin cara yang saya sebutkan di atas akan dianggap sebagai cara orang yang fanatik, orang yang exclusif. Tuduhan yang serhacam itu biasa dilontarkan terhadap agama Islam, akan tetapi jY<:akita ingat bahwa agama Islam se1alu mengajak berda'wah dengan j.alan kebijaksanaan, argumentasi dan nasehat yang baik, sggala tuduhan terhadap Islam tersebut akan membuktikan bahwa yang fanatik dan yang exclusif adalah para penyerang itu sendiri, dan Islam tetap bersikap 1apang dada serta terbuka. Dengan latar belakang ballwa semua agama itu pada dasan-, nya sarna, yakni dengan mengikuti para pengarang dari Barat ' yang menyelidiki semua agama- sebagai .aspek kehidupan manusia, maka Dr. Harlin Illenyebutkan dalam halaman 11 Empat Unsur Agama Dengan demlkian unsur-unsur penting yang terdapat agama adalah : 1.

dalam

Kekuatan gaib: manusia merasa dirinya lemah dan berhajat pada kekuata,ri gaib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh karena itu manusia merasa, harus mengadakan hubungan baik dengan kekuatan gaib tersebut. Hubungan baik ini dapat diwujudkan dengan mematuhi perintah dan larangan kekuatan galb itu. Keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini

2.
..

16

"""

dan hidupnya di .akh~ra.~·"'t~~ga.~fu~g· ada~adany'ahubung~m:/ p baik dengan kekuatan gaib yari:g, dimaksud. Dengan hilangnya hubungan baik itu, kesejahteraan dan kebahagiaan yang dicari akan hilang pula. 3. Respons yang bersifat emosionil dari manusia. Respons itu bisa mengambil bentuk perasaan takut seperti yang terdapat dalam agama-agama primitif, atau perasaan cinta, seperti yang terdapat dalam agama: monoteisme, . Sela-tljtitnya respons mengambil bentuk penyembahan yang terdapat dalam agama, primitif atau pemujaan yang terdapat dalam agamamonotejsme. Lebih lanjut lagi respons itu mengambil bentuk cara hidup tertentu bagL masyarakat yang bersangkutan. \
••

4.

Paham adanya yang kudus (saclM) dan suci, dalam bent uk kekuatan gaib, dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran. ajaran agama bersangkutan dan dalam bentuk tempat-tempat tertentu.

Empat hal yang tersebut di atas dapat difahami sebagai unsur-unsur yang semuanya terdapat dalam suatu agama atau dalam semua agama. Akan tetapi dalam meneliti beberapa agama hal' tersebut tidak benar secara keseluruhan. Dan penulis buku,IDr. Harun Nasution dalam fisal Pertama juga menyebutkan bermacammacam agama yang berbeda satu dengan yang lain dengan per~ bedaan yang sangat besar. Mengenai Unsur Pertama, yaitu Kekuatan Gaib

D~lam Islam, seorang mukmin tidak hanya percaya kepada kekuatan gaib akan tetapi kepada alam ghaib yang tak dijangkau oleh pancaindra. Selain daripada itu,· Allah bukan sekedar kekuatan. Allah adalah Zat yang mempunyai sifat-sifat sebagai tersebut dalaifl Al Qur-an, di antaranya sifatHidup, Berkehendak, Rahman dan Rahim, jadi bukan sekedar kekuatan. 17

Mengenai unsur ,k;edua 1?ahwa k;es~ahteraan 'di dunia dan akhirat tergantung pada adanya hilb\;mgan baik dengankekuatan gaib y"ang dimaksud, Ikata-kata di atas memberi kesan bahwa kekuatan gaib itu bersifat autoritatif, kekuatan yang dalam menghadapinya manusia ~arus menyesuaikan diri. Gambaran ini adalah gambaran penulis-pehulis Barat yang beranggapan at au merasa bah,wa ada suatu phenomena umum yang dinamakan agama. Kemudian agama, sebagai genus mempunyai species (corak-corak) yang bermacam-m;lcam. Islam tidak dapat disama ratakan dengan agama-agama kebudayaan atau agama alamiyah, karena memang lain, baik dari segi sumbernya, maupun dari segi ajarannya. Mengenai unsur ketiga yaitu respons; sebaiknya diganti dengan sikap (attitude), walaupun dua perkataan itu menunjukkan dua wajah dari suatu problema. Dalam hal yang oleh penulis buku dikatakan agama primitif, tindakan manusia merupakan expressi dari keyakinannya sendiri jadi bukan merupakan respons terhadap hal yang datangnya dari luar. Selanjutnya, penulis mengatakan ada respons yang mengambi! bentuk perasaan takut seperti terdapat dalam agama primitif atau cinta seperti dalam agama monoteis. Kata-kata tersebut di atas entah dengan sadar atau dengan tak sadar, menunjukkan bahwa penulis sangat terpengaruh oleh cara berfikir dalam agama Masehi. Agama masehi mengaku dirinya monoteb tetapi tak mau meninggalkan trinitas, sehingga oleh Al Qur-an dikatakan bahwa mereka itu menyembah, tiga Tuhan. Dalam agama Masehi, perkataan cinta merupakan suatu kata kunci. Manusia cinta kepada Tuhan dan Tuhan cinta kepada manusia; bahkan Tuhan itu adalah cinta. Agama yang betul-betul monoteis yaitu agama Islam menggambarkan sikap manusia terhadap Tuhan bukan hanya cinta tetapi juga takut seperti tersebut dalam beberapa ayat dalam Al

18

.";l

Qur-an. Kata:khasyyah; kha.l.lf. )<eduanya jeJas berarti taKtit seperti ayat 13 surat 9 (At-T<111bah~:· ".

Artinya
"Apakah kamu takut kepada mereka? Maka ALLah-lahyang lebih berhak kamu takuti."

dan ayat 175 surat 3 (Ali Imran):

Artinya:
~"Maka,janganlah kamu takut kepada mereka,· dan takutlah kepadaKu, jika memang kamu itu orang-orang yang beriman." .

Jadi sikap takut kep"ada Tuhan bukan terdapat dalam agama primitifsaja ·tetapi jelas ada dalam Islam. Walaupun takut kepadil Tuh.an dalam Islam jauh lebih halus dan tinggi daripada takut dalam agama primitif. Kemu\;lian : Dalam haJaman 15 terdapat kata-kata: "Faham serupa ihi (Hen(jteis~, yakni percaya kepada Tuhan yang bersifat Nasional) terdapat dalam perkembangan faham keagamaan masyarakat Yahu~i:' Untuk menjauhkan kesalah fahaman, kata-kata tersebut di atas perlu ditambahkan dengan "ketika Vmat Yahudi menyeleweng dari ajaran Tauhid nabi Ibrahim"" Kesucian Dalam halaman- 17 terdapat kata-kata :
19

.

'

.

·,..,.~: .•. ..

:

.' "Tuhan dalam faharn·. mon'oteisme adalah Maha Suci Tuhan menghendaki supaya manusi;1 tetap suci. Manusia kembali kepada Tuhan, dan yang d.apat kembali ke sisi Tuhan Maha suci hanyalah orang-orang yang suci. Orang-orang kotor tidak akan diterima kembali ke sisi Yang Maha Suci"

dan akan yang yang

"Jalan untuk tetap menjadi suci ialah senantiasa berusaha supaya dekat pada Tuhan, ingat dan tidak lupa pada Tuhan." Dalam Islam, agama yang paling monoteis, , manusia itu tidak sud, manusia diperintahkan supaya baik, melakukan amal baik, atau amal soleh. Dalam Al Qur-an kita meniumpai ayatayat· yang seperti ini Surat 6 (al An'am) ayat 48.

(£~: \~~\)
Artinya:

.~;~~~~~;~~~~~?;
amal soleh,mereka

"Maka barang. sio.pa yang percaya dan melakukan tak merasa takut dan tak merasa seaih. b

Adapun perkataan suci .ra1 banyak dipakai untuk menunjukkan usaha membersihkan djri dari hadas,: atau membersihkan pakaian dari naiis, at au dari kejahatan. Tersebut dalam surat Mujadilah (58) ayat 12 :

'.'~\/'-< .,/,/ -" '/\'''?

",-:;,-: ~21(J 0/1(/-\"-'/1\ ' r~~~~Y'~ /J ~V' ~G\)~j-: .

/"~ (~?'"'/ J:';U14P~4
<It', ~-::,/ -" ~..lt>

~,/~'.. ...• U-" '-' . // \' O~ ;-Q).j./:/ 5f'--:' .' ~\ ~.J~ !I/1/'/ ~~\''''~;J : I~ ; -' rs ~~) ( 'f: ~ lJ')
Artinya

"Hai orang yang beriman, jika kamu ingin mengadakan pertemuan khusus dengan Rasulullah, maka berikanlah-sedekah lebih dulu.ltu adalah lebih baik dan lebih suci. Tetapi kalau kamu tidak mampu, Allah maha Pengampun dan Pemurah"

Jadi istilah manusia suci itu tak terdapat 20

dalam Islam, yang

"
.
ada ,ialah Istilah manusia yang"melakuk.an ) amal soleh.
""

...."...
,"

Saya menjadi termenung memikirkan ,hal ini. Dari man~ Dr. Harun Nasution mendapat istilah "dan Tuhan menghendaki supaya manusia tetap suci". Akhirnya timbul suatu dugaan: mungkin Dr. Harun ini memhaca buku Kristen dan terlekatlah istilah: Suci itu. Dugaan saya it~ timbul karena kemudian Dr. Harun Nasution memakai kata-kata "Orang-orang yang kotor tidakakan diterima kembali ke sisi Yang Maha Suci". Istilah "sisi Yang Maha Suci" adalah istilah Masehi. Dalaml Injil dikatakan bahwa Tuhan mendudukkan putranya, Yesus, di sisi kanannya. (lnjil Lukas ayat 20, 42). Bagi umat Islam, di akhirat, manusi,p. adalah di hadirat Tu· han. Datam bahasa arabnya.: 'inda rabbilAhl, bukan di sisinya. Dugaan say a bahwa Dr. Harun telah memakai istilah Kristen menjadi jelas setelah say a ingat bahwa RudolfOtt'o untuk mempertahankan agama Kristen telah menulis buku: The idea of the Holy. Perkataan Holy inilah yang diterjemahkan dengan: Suci. Tujuan Hidup Beragama dalam Agama Monoteis Pada halaman 18, Dr. Harun Nasution meilUlis: "Jelasl(\h kiranya bahwa tujuan hidup beragama dalam agama monoteisme ialah membersihkan tliri dan mensucikan jiwa dan rokh."

Kata tersebut di atas adalah sambungan dari rangkaian fikiranIikiran yang sebelumnya. Fikiran tersebl,lt adalah hasil daripada tcrjemahan kat a ""holy", dan pemisahan antara kehidupan dunia d an akhira t. Dalam Islam tujuan beragama bukan hanya membersihkan diri dan mensucikan jiwa dan rokh. Tujuan beragama adalah hidup yang baik di dunia, baikdalam keluarga, negara at au dunia internasional, agar di akhirat juga dapat hidup yang baik, karena akhirat adalah kelangsungan aari dunia. Tersebut dalam surat Al Isra' (17) ayat 71 + 72:
21

,

.

1

Artinya:
"Pada hari itu (hari kiarnatJ' aku mengundang tiap kelompok dengan membawa kitabnya, barangsiapa diberi buku arnalnya dengan tangan kanannya, mereka akan membaca buku mereka dan tidak akan teraniaya sedikitpun. Dan barangsiapa ;idi dunia ini buta (hati) mako ia di akhirat buta (hati) juga dan 'lebih :~ersesat.~·
i

Membersihkan diri dan mensucikan jiwa dan rokh' adalah, sarana dasar untuk mendapatkan kebahagiaan di' dunia. dan akhirat, tetapi bukan tujuim hidup beraga~a . . Mungkin orang akan berkata: sesungguhnya tak terdapat: perbedaan antara uraian Dr. Harun Nasution dan uraian saya ini, karena ,Dr. Harun Nasution menu,lis selanjutnya: "Tujuan agama memanglah membina manusia baik, manusia' yang jauh dari kejahatan. Olehsebab itu agama monoteisme erat hubungannya dengan pendidikan moral. Agama-agama monoteisme mempunyai ajaran-ajaran ten tang norma-norma akhlak tinggi,kebersihan jiwa, tidak mementingkan diri sendiri, cinta kebenaran, suka membantu manusia, kebesaran jiwa, suka damai, rendah hati dan sebagainya, adalah norma-norma yang diajarkal'l agama-agama besar,,". Terhadap kemungkinan tersebut di atas, saya menegaskan bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah sebagian daripada ajaran Islam. Tetapi agama Islam lebih daripada itu semua. Agama Islam mempunyai 22 , dua pokok ajaran yaitu hubungan an tara

'.
'.
.

.. ,.

..

manusia dengan Tuhaq dar1·hubungan aBeanl manusia deflgah'ma-': nusia. Hubungan antara man usia' de1).gan Tuhan adalah berma eam ibadat seperti Salat. Tetapi banyak juga ibadat yang ada hubungannya dengan masyarakat seperti puasa, zakat dan haji. Hubungan antara mamisia dengan manusia terdapat dalam ajaran Islam yang mengenai keluarga, ne.gara, ekonomi, hukum dan hubungan internasional yang semua itu terdapat dalam ayatayat Al Our-an., Almarhun. Rasyid Ridha telah menggambarkan ajanfn-aJaran itu dalam bukunya: Al Wahyul Muhammady. Saya mengharap ada sarjana lulusan LA. LN. yang mampu menterjemahkan kitab yang sangat penting itu. Perbedaan pokok antara uraian Dr. Hamn Nasution dan uraian saya ini adalah bahwa yang memb~~ uraian Dr. Hamn mendapat kesimpulan bahwa agama-aganlh itu, setidak-tidaknya agama-agama besar, memberikan ajaran yang Sarna; dan ini seS'nai dengan cara approachnya mengenai unsur-unsur empat yang terdapat dalam agama. Yang membaca uraian saya akan berkesimpulan bahwa agama itu ada dua: alamiyah at au timbul dari kebudayaan sekelompok manusia dan samawiyah atau agama -wahyti yang datang dari Tuhan. Agama wahyu yang terakhir adalah agama Islam yang dibawaoleh Nabi Muhammad s.a.w. utusan Tuc han yang terakhir- dan ajarannya sempurna;' tak ada lagi wahyu sesudah Al Qur-an. Agama Monoteisme Dalam halaman 19, terdapat kata-kata "Agama monoteisme adalah Islam, Yahudi, Kristen (Protestan dan Katolik) dan Hindu". Dan dalam ijalaman 22, terdapat kata-kata "monoteisme Kristen dengan faham trinita,s dan monoteisme Hindu dengan faham politeisme yang banyak terdapat di dalamnYla, tidak dapat dikatakan monoteismemurni". Kata-kata terse but dL atas adalah kata-kata lidah yang tidak bertulang, yang tersirat di dalamnya adalah bahwa semua agama
23

.

·...
"

.

.,"

itt.i sarna, sedikitnya bagi bangsa II1dorie~i~~"Agama Kristen diberi penjelasan Protestan dan Kat.aUk"' Padahat"di samping Protestan dan Katolik ada lagi kelompok besar, lebih besar dati Protestan yaitu kelompok Orthodox yang terdapat di Russia, Europa Timur, Asia Barat dan Abbyssinia. Agama Hindu yang merupakan agama alamiyah disejajarkan dengan agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dan ini sarna sekali tak dapat diterima oleh orang" Islam. Kemudian Dr. Harun Nasution mengakui bahwa agama Kristen dengan . trinitasnya dan Hindu dengan politeismenya tidak dapat dikatakan monoteisme murni Jadi soalnya dijadikan begitu monoteisme ringan, bukan prinsip: monoteisme atau bukan tetapi monoteisme murni dan monoteisme tidak murni" Semuanya monoteisme dan serpuanya agama. Uraian Dr. Harun Nasution yang berselubung uraian ilmiyah sesungguhnya mengandung bahaya bagi generasi muda Islam yang ingin dipudarkan ke Iman-annya; jika soalnya agar terdapat jiwa toleninsi di an tara bangs a Indonesia, rriaka Islam sudah lengkap dengan toleransinya yang diakui oleh sarjana -sarjana Barat _sendiri. Tetapi janganlah menyama ratakan segala agama, dan mengatakan segala agama itu sarna, seperti yang sering kita dengar dari orang-o!ang yang tak pernah menyelidiki agama.

24

...•.

"".

•"

.

,0

,.

'

..

2
KOREKSI TERHADAP BAB II TENTANG ISLAM DALAM PENGERTIAN YANG SEBENARNY A

Dalam bab I betjudul : Agama dan pengertian agama dalam bcrbagai bentuknya, Dr. Harun Nasution telah menggambarkan bahwa dalam kehidupan manusia itu terdapat aspek yang bernama agama. Genus agama itu mengandung spcci;c:, yang bermacammacam, diantaranya agama Islam. Koreksi yang kami kemukakan adalah bahwa agama itu tidak merupakan genus yang mempunyai species, akan tetapi kita berhadapan dcngan dua geJala : gejala alamiah yang dinamakan agama Kebudayaan dan yang timbul dari kehidupan manusia scndiri~ serta agama Samawiyah atau wahyu yang diberikan oleh Allah S.W.t. kepada manusia, dan Islam adalah agama Samawiyah yang terakhir. Dalam bab II ini Dr. Harun N asution menguraikan' "Islam dalam pengertian yang sebenarnya", judul ini memberi kesan scolah-olah apa yang dikatakan itulah yang benar, dan ini berarti bahwa segal a sesuatu yang berlainan dengan apa yang dikatakan' adalah salah. Oleh karena itu marilah kita teliti bab .II ini dengan seksama. Faham dan keyakinan

.

(kita) Vmat Islam

Dalam halaman 24 terdapat kata : "Dalam faham dan keyakinan Vmat Islam Al Qur-an mengandung Sabda Tuhan (kalam Allah) yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Saya merasa alangkah baiknya jika setelah kata keyakinan, ditambah kata "KIT A" sehingga seluruh susunan itu berbunyi "Dalam
JI/ •

25

.. ... . faham d"an keyakinan kita U-iriirIsl~m"."· . Persoalannya adalah bahwa buku n"r".·Harun Nasution itu. ditulis olehseorang Muslim serta dibaca oleh Umat Islam Indonesia. Kalau ada pembaca yang tidak beragama Islam mereka itu jumlahnya sangat sedikit sekali. Dengan susunan yang ada sekarang, ctapat terkesan seolah-olah faham bahwa Al Qur-an itu mengandung Sabda Tuhan hanya merupakan kevakinan tlmat Islam dan pengarang tidak termasuk di dalamnya. Jadi persoalannya hanya soal kemantapan kata. Lain tidak. Dalam halaman 26 terdapat kata-kata: "BUKTI BAHWA AL QUR-AN ADALAH WAHYU" atas dasar Ayat-Ayat dan Hadis-Hadis serupa inilah Urnat Islam mempunyai keyakinan bahwa apa yang terkandung dalam Al Qur-an adalah sabda Tuhan dengan kat a lain, teks Arab yang tersebut dalam kitab suci itu adalah wahyu dari Tuhan. Hanya kata-kata Arab yang tersebut dalam teks itulilh yang diakui sebagai wahyu dan kalau diganti dengan kata~kata Arab lain, sungguhpun sinonimnya, itu tidak diakui lagi wahyu. Apalagi terjemahannya ke dalam bahasa asing, semua itu bukan lagi merupakan wahyu atau Al Qur-an yang sebenarnya!' Membaca tulisan Dr. Harun Nasution tersebut di atas saya mendapat kesan bahwa pengarang tersebut berpendapat bahwa keyakin;m Umat Islam tentang Al Qur-an sebagai wahyu hanya didasarkan kepada beberapa Ayat dan Hadis yang menceritakan bagaimana wahyu di turunkan. Dr. Harun Nasution sebagai seorang yang telah lama belajar di . Universitas Al Azhar di Mesir dan menRetahui bahasa Arab mestinya tidak dapat menganggap sepi keindahan bahasa Al Qur-an. Keindahan bahasa Al Qur-an adalah suatu unsur yang sangat pen~ing dan mu'jizat yang membuktikan bahwa Al Qur-an itu adalah wahyu. Kisah masuknya Umar bin Khattab kepada Islam justru menunjukkan hal ini. Ketika beliau datang ke rumah adiknya perempuan yang telah masuk Islam, dengan maksud untuk melarangnya memeluk agama Islam, ia menemukannya sedang mempelajari permulaan surat Taha (XX) yang bunyinya : 26

1_-

Artinya:
••Taha. Aku tidak menurunkan kepadamu kitab Al Qur-an ini agu: engkau celaka. tetapi agar menjadi peringatan hag;orangyang takut kepadlz Tuhan. Al Qur-an itu diturur',an dari zat yeng menciptakan bumi don langit - yang tinggi. zat Y.l.1l:,- bemfat maha penyayang dan bersemayam di atas singgasanaNya."

Membaca ayat-ayat tersebut, Umar bin Khattab yang tersohor bersifat keras, seketika menjadi lunak. Ia bukannya melarang adiknya untuk memeluk agama Islam, akan tetapi ia sendiri langsungmenujuke tempat Muhammad untuk mengumumkan bahwa ia telah memeluk agama Islam. Sahabat Abu Bakar juga diganggu oleh oran!; ,nusyrikin di Mekah, karena jika ia serp.bahyang malam, ia membaca ayat Al Qur-an yang mempersona para tetangganya sehingga banyak diantara mereka yang masll;k Islam. Realitas inilah yang diketahui oleh mereka yang tidak suka kepada Islam sehingga pelajaran bahasa Arab tilk dijuinpai di televisi umpamanya; seandainya Umat Islam mendapat kesempatan urituk mempelajari bahasa Al Qur-an (yang pada:waktu yang sarna juga merupakari bahasa Arab) niscaya ke Imanan mereka akan lebih kuat lagi.
Injil Bukan Wahyu

Dalam halam~n 27 terdapat kata-kata : Dalam agam<..d (KIJisten) Injil dalarn teksnya bukanlah wahYu. Yang wahyu
1

27

,"

.hanyalah isi atau arti YWg dik3.!1du.rlg-Jel}"s Maka terjemahan~tu, nya dalam bahasa asing diangg~p "sarna· kuat. Berd(isarkar.. atas ini ada kaum orientalis yang mengatakap :,;iabda Tuhan dalam Islam menjadi Al Qur-an, sedang dalam agama Kristen sabda Tuhan menjadi Yesus.'· Dengan tidak menerangkan bahwa bahasa Al Qur-an adalah suatu unsur yang penting dan mu 'jizat yang menunjukkan bahwa Al Qur-an itu wahyu, maka kata-kata tersebut di atas sangat berbahilya. Generasi muda akan mendapat kesan bahwa_ Umat Islam selalu brengsek; kita musti membaca Al Qur-an dalam bahasa Arab yang kita tidak mengerti, sedangkan Umat Kristen cukup membaca terjemahan Injil dalam bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa .daerah yang banyak di Indonesia, yang semua itu dianggap sania kuat. Bahwa sabda Tuhan dalam Islam menjadi Al Qur-an bukan kata kaum orientalis, tetapi itu tersebut dalam Qur-an sendiri tersebut dalam surat 12 (Yusuf) Ayat 2:
,.,.., ~.J!)

Artinya: .

.

i) .. /' _~-.r/~.,~(c.:~ //I~r\.J...1i/:7.'\~1 If « ~ /
W....s.v '" ~
OI"...J·u

V

"Sesungguhnya Aku agar kamu berfikir".

turunkan

kitab Al Qur-an dalam bahasa Arab

Juga tidak benar bahwa kaum orientalis mengatakan sabda Tuhan menjadi Yesus, Kata-kata tersebut adalah kata Injil Yahya I : 16 yang bunyinya : And the word was made flesh and dwell among us. Dan firman Tuhan dijadikan daging (manusia) dan tiIlf,gal diantara kita. Mengenai persoalan yang pokok, bahwa Injil itu bukan wahyu adalah benar. William Sanday telah berceramah di Universitas Oxford tahun 1893. Menjaw'ab pertanyaan : if it is no longer possible to believe in the verbal inspiration and en~rrancy of the scr,i pture, in what sense ought a Christian to hold that the Bible is inspired andtherefore authoritative: Yangartinya : jika sudah tidak mungkin lagi untuk percaya bahwa dalam 28

'.

,,'
~'

..

Injil itu tidak ada s'aiaJjl;"r11ak-a' l;<;lg~imanakah mempertahankan ke~ yakinan Kristt:n bahwa Injil itu diwahyukan dan dengan begitu bersifat authoritative", Wiiliam Sanday mengemukakan pendapat kaum ~Liberal akhir abad 19 dan permulaan abad 20 bahwa : yang diwahyukan oleh Tuhan itu bukannya kalimat-kalimatnya Bible akan tetapi orang-orang yang menulis kitab Injil itu (lihat Alan Richardson, The Bible in the age of Science halaman 67-68):
.

"It is not the word of the Bible that are inspired but the writers of the scd ptural boo ks", Hadis Nabi Hadis adalah sumber kedua daripada ajaran-ajaran Islam, Materinya, dinamakan Sunnah atau t~adisi,Aal Imran, ayat 31-32:

Artinya'
"Katakanlilh hai MUhammad: "Jika kamu cinta kepada Allah maka ikutilah aku, Tuhan ~kan mencintai kamu dan mengampuni segala dosamu, dan Allah itu yang maha Pengampun dan i maha Pengasih. Katakanlah. hai Muhammad, ikutilah perintah Allah dan ikutilah perintah RasulNya; dan jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada orang yang kafir. "

Sunnah Nabi ini ada yang merupakan ucapan, perbuatan atau 'persetujuanNabi terhadap sesuatu tindakan, Sunnah Nabi menjelaskan ayat Al Qur-an umpamanya dalam Al Qur-an,
29

, .. '

,

.'
..
"

~.

.
,.-- .•.....

"

...

'

. ;Itanya ada perintah 'untuk"lnelakukan,s.ertl'bahyang, tetapi tak disebutkan earanya. Nabi Muhammadlal1 yapg memberi penjelasan itu dengan menunjukkan b~u~airri'ana beliau sendiri melakukan sembahyang .. '. _ Karena itu maka ruang lingk.up.Iiadis ini luas;ada yang!:berhubungan dengan ibadat seperti salat dan puasa, ada yang bethubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad dalam rumah tangganya, .ada yang lJlengenai cara beliau hidup sehari-l1ari dari eara mandi, berpakaian, makan minum dan hiin-lain, ada y'ang Il}engenaisuatu peristiwa, umpamanya ketika beliau mengadakatf perundingan diplomasi di Hudaibiyah, sehingga barang siapa s¥patinembaea buku-buku Hadis itu, ia akan merasa hidup mendampingi Nabi Muhammad. Selama Nabi Muhammad masih hidup sampai kepada zaman Pemerintah Khulafa Rasyidin, para :.sahabatNabi sangat berminat untuk mengingat dan menghafal apa yang pernah dikatakan atau dilakukan oleh Nabi. Tetapi makin lama makinbertambah terasa.hajat umat Islam untuk mengetahui Sunnah Nabi seeara terperinci. Khalifah Kerajaan Amawiyah, yaitu Umar Ibn Abdul Aziz (717-'20 M) memerintahkan kepada Muhammad Ibnu Syihab alZuhri, maka dikumpulkannya apa yang dapat dikeIjakannya .. Pada zaman Kerajaan Abbasiyah, Khalifah Aqu Ja'far' al Mansur (Khalifah Kedua daripada Kerajaan Abbasiyah 754-720 M) memeriritahkan kepada Malik bin Anas (93 - 179 H) untuk mengumpulkan ,Hadis-hadis yang ia ketahui, dan dikumpulkanlah buku Hadis yang dinamakan al Muwatha' (artinya : yang telah terkuasai), beIjumlah. 870 Hadis, menurut IbnHazm. , Pengumpulan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Abu J a'far al Mansur-yang dilakukan oleh al Zuhrii dan Malik bin Anas hanyamerupakan usaha keeil, karena malik bin Anas tak pernah meninggalkan kota Medinah kecuali beberapa kali sebentar untuk haji~ sedangal Zuhri juga tidak melakukan penelitian yang besar seopenya. Akan tetapi pada Abad ketiga Hijrah lahirlah gerakan ilmiyah yang menyeluruh berbarengan dengan teIjemahan buku dari Yunani. Baik ilmu hukum,' maupun tafsir maupun ilmul kalam 30

·.•.

..
. .

:',:- ." '.. ; .'..... ~ .

.•

tau tauhid berkembang:sec'ara.' ..... ~. ,. be$ar·besatan . Mengenai pembuk,uan· Sunnah menonjol pula nama-nama 1 Bukhary (wafat 256) M.uslim .(wafat 261) dan Ibn Majah 274) al Nasai (wafat (wafat tahun 273), Turn1Uzi .(wafattahun tahun 303) Abu Daud (wafat tahun 275). .. Diantara mereka itu al Bukhary dan Muslim menggunakan riteri~ yang sangat ketatuntuk menyaring Hadis-Hadis. Cara penyelidikan . al Bukhary dan Muslim' yang begitu tetn:i telah menghasilkan dua kumpulan yang sekarang termasyhur dengan nama Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yakni kumpulan yang sah, yang benar daripada. al Bukhari dan Muslim. Pengumpul yang lainpun memakai ,criteria juga, akan tetapi dirasakan agak lebih lunak. Dan di samping yang enam tersebut ada lagi peberapa kumpulan lain sep~rti Musnad bin Hambal. Sunnah Nabi atau Hadis adalah(.tA~titu penti!lg dalam Islam. J ika Al Qur-an penting karena ia adalah wahyu dan barang siapa yang membacanya dengan mengerti bahasa se~ta maknanya ia akan hidup dalam suasana kerukhanian yang tinggi, maka dengan membaca Sunnah atau buku Hadis, seseorailg akan menjelr11a menjadi sahabat Nabi, seakan-akan ia dapat menemani dan melihat segala gerak gerik Nabi Muhammad s.a.w. Al Qur7an tidak dapat dir-agukan lagi kebenarannya, dan Dr. I:Iarun Nasution meng-quote (mengutip) kata-kata Nicholson dan Gibb yang menguatkan keaslian Al Qur-an. Tetapi orang yang tidak suka .kepada Islam mencoba untuk menyerang sumber kedua yakni al Sunnah, karenajika al Sunnah didiscreditkan maka akan kuranglah sumber kekuatan Islam.' Caramendiscreditkan Hadis adalah pertama menunjukkan bahwa ada kemungkinan Hadis itu dibuat-buat atau dipalsukan dan memang hal itu teIjadi, khususnya ketika teIjadi sengketa politik dan perebutan kekuasaan. Bahwaada Hadis'yang palsu telah disoroti oleh penyelidik-penyelidik Islam sendiri, khususnya al Bukhary dan Muslim, dan oleh karena itu maka mereka membentuk criteria yangketat dan ilmiyah untuk menerima Hadis. Akan tetapi sekali dikatakan bahwa ada kemungkinan Hadis itu dipalsukan dan memang sudah dibuktikan adanya beberapa Hadis palsu, kaum orientalis menjadikan hal 'tersebut sebagai pokok, seakan-akan semua Hadis Uu sangat mungkin merupakan
r

/

'\

31

,-

"

'Hadis palsu.:· "-: Dengan cara ini mereka bertnaksud untuk menghilangkan satu daripada sumber kekuat.q~ Islam .. Dengan peringatan tersebut di atas, marilah kita baca uraian Dr. Harun Nasution dalam bukunya, jilid' I halaman 29 sebagai berikut. "Karena Hadis tidak dih.afal,dan tidilk dicatat dari sejak semu- ' la, tidaklah dapat diketahui dengan pasti mana Hadis yang betulbetul berasal dari Nabi dan mana Hadis yang dibuat-buat. Abu Bakar dan Vmar sendiri, walaupun mereka sezaman dengan Nabi, bahkan dua sahabat yang terdekat dengan Nabi, tidak begitu saja menerima Hadis yang disampaikan kepada mereka. Abu Bakar meminta supaya dibawa sa:ksi yang memperkuat Hadis itu berasal daTi Nabi, dan Ali Ibn Abi Talib meminta supaya pembawaHadis bersumpah atas kebenarannya. Dalam pada itu jumlah Hadis yang dikatakan berasal dari Nabi bertambah banyak, sehingga keadaannya bertambah sulit membedakan mana Hadis yang orisinil dan mana Hadis yang dibuatbuat. Diriwayatkan bahwa Bukhari mengumpulkan 1600.000' (enam ratus ribu) Hadis, tetapi setelah mengadakan seleksi, yang dianggapnya Hadis orisinil hanya 3000 (tiga ribu) dari yang 600.000 itu, yaitu hanya setengah persen. Tid~k ada kesepakatan kata keorisinilan semua Hadis dari Nabi". antara umat Islam tentang

Keterangan Dr. Harun Nasution tersebut sudah cukup untuK memasukkan rasa goyah dalam kci:nanan generasi muda kita, sesuai dengan yang dimaksudkan dell kaum orientalis yang tidak suka Islam menjadi kuat. Perbedaan amara'IIrnu Kalam dan Teologi

Dalam halaman 30 disebutkan oleh Dr. Harun Nasution sebagai berikut : "Di samping ini (tauhid, pengakuan/adanya Tuhan Y.M.E.) menjadi dasar pula soal kerasulan, wahyu, kitab suci yaitu Al Qur-an, soal orang yang percaya kepada ajaran yang dibawa NaQi Muhammad yaitu soalmukmin dan Muslim, soal 32

.

~
..

',.

rail/! yan~ tak. percay'a kep'~da a}aran~ajaran itu, yakni orang'. Inr dan musyrik, hubungan makhluk terutama 'manusia dengan. l'IH;ipta, soal ini dibahas oleh ilmu tauhid atau ilmu kalam yang datum istilaJl Baratnya disebut "teologi". Aspek teologi merupukan aspek yang penting sebagai dasar-bagi Islam'.' Orang yang membaca kata-kata tersebut di atas mendapat kcsan bahwa ilmu kalam adalah teologi Islam dan teologi adalah i1mu kaJam Kristen. Kesan yang. seperti ini sesuai dengan jiwa yang menjadi landasan buku' : "Islam ditinjau dari berbagai aspcknya", yaitu bahwa ada agama genus, dan ada species agama diantaranya Islam dan Kristen. Dengan kata lain, pada pokoknya ama-agama itu tujuannya sarna, hanya perincinyaJah yang berbeda-beda .. Seharusnya, untuk memberikan gambaran yang tepat, diteaskan sebagai berikut : soal-soal kepercayaan dalam Islam dibahas Jatam ilmu tauhid. Walaupun kepercayaan itu ada yang mengenai hal ihwal orang muslim atau kafir, mengenai wahyu dan sebagainya, tetapi ilmu terse but, dinamakan tauhid oleh karena yang terpenting datam Islam adalah pemurnian keesaan Tuhan yang semenjak 00' tahun telah menjadi persoa~an diantara umat Kristen sendiri dan diantara umat Kristen dan umat Yahudi. Ilmu tauhid juga dinamakan ilmu kalam. Ini dapat diartikan bahwa diantara 'soal-soal yang penting di dalamnya adalan. soal sifat kalam (bicara) N.ya, atau firn1an Tuhan yakni Al ur-an. Dapat pula diartikan bahwa soal-soal kepercayaan itu memerlukan diskusi dan. argumentasi yang dalam bahasa Arab dinamakankalam. Biasanya orang Barat memakai istilah teologi untukmenunjukkan taufiid atau kalam, b.rena mereka tak punya istilah t'llin. Teologi terdiri dari dua perkataan yaitu teo (theos) artinya .Tuhandan logos artinya ilmu .. Jadi teologi berarti ilmu ketuhanan; datam bahasa Arab adalah ilmul ilaahiyaat. 33

.,

...

"

;~ Adapu~ sebab ·timbulnya· te~l~g~ d~Thm Kristen adalah karen(i . yang pokok dalam agama I<:risten itu adalah ke Tuhanan Nabi Isa, s~bagai salah satu dari pacta tri tunggal atau trinitas. Akan tetapi kemudian kata teologi .. ~engandung beberapa aspek-aspek agama Kristen, yang diluar· kepercayaan, sehingga teologi dalam agama Kristen tidak sarna dengan tauhid atau ilmul kalam akan tetapi dapat ditafsirkan sebagai ilmu keagamaah. Inilah sebabnya maka kita jumpai bermacam-macam teologi seperti teologi systematic, Heilgeschichte theology (salvation theology), the theology of images, theology of social justice, dialectical theology cip~aan Karl Barth dan lain sebagainya. Dengan begitu masuk ilmu kalam lam agama Kristen dari teologi jika ten. kalau aspek hukum dalam l-slam tidak terakan tetapi termasuk ilmu Fiqih, maka_ d(isoal-soal masyarakat juga merupakan bagian masyarakat itu ditinjau dari pandangan Kris-

Saya harap dengan penjelasan diatas, dapatlah kiranya orang membedaican antara arti dan perkembangan ilmu kalam Islam dan arti dan perkembangan teologi Kristen .. Manusia berasal dati Tuhan dan akan kembali ke Tuhan ? Dalam halaman 30 juga, kami dapatkan :sebagai berikut: "Salah satu ajaran dasar lain dalam agama Islam ialah bahwa manusia yang tersusun dari badan dan rokh itu berasal dari Tuhan dan al<:an kembali ke Tuhan. Tuhan adalah suci dan rokh itu datang dati Tuhan juga suci dan akan dapat kembali ke tempat asalnya disisi Tuhan kalau ia tetap suci. Kalau ia menjadi kotor denganmasuknya ia kedalam tubuhmanusia yang bersifat materi itu, ia tak akan kembali ke temp at asalnya". Ketika saya membacakata-kata tersebut di atas, saya fikirtikir dari manakah kata-kat2' tersebut dikutip ? Sepanjang ingatan saya, saya tak pernah menjumpai gambaran tersebut, baik dalam Al Qur-an maupun dalam Hadis. Akan tetapi ketika saya renungkan kembali, saya ingat bahwa ajarail tersebut terdapat dalam filsafat Yunani, Neo Platonisme.

34

~ .....
Mcnurut· ajaran tersebu·t~~·alam··:t~rinasuk manusia terjadi Secara pancaraI!. (emanasi atau faidh) dari Tuhan, dan ma~usia dapat kcmbali kepada Tuhan dengan 'cara membersihkan jiwanya, dengan hasH bersatu dengan Tuhan. Ajaran Islam tidak begitu. Manusia diciptakan oleh Tuhan tctapi tidakdatang dari pada Tuhan. Ia akan kembali kepada Tuhan, tetapi tidak ke tempat asalnya. Ia akan kembali ke hadirat Tuhan dan bukan disisinya. Di hadirat Tuhan ia akan menerima perh.itungan atau hisab. Jika pekerjaannya baik ia akan masul( Surga dan jika pekerjaannya jahat ia akan masuk Neraka. Badan yang bersifat materi tidak mengotori jiwa manusia. Yang mengotori jiwa manusia adalah pelang~aran terhadap larangan-' larangan 'Fuhan. Tersebut dalam surat 2 (al Baq ~/"&h),ayat 156:

.w'/ ,/ £:lIt\'/ ~t,r't; ~ '/ ·-'.?/I/:1\:")/U"M~ ~o"'\ ~.)/ ../ /!!;/./,/~ .., ~__ ~~
( Artinya: \0"\;

/'

/,...;/.

\ /--}

/.!i!,/

•.

/~/

~r')

"Dan jika mereka terkena musibah mereka berkata : sesungguhnya kami ini milik Tuhan (bukan berasal dari Tuhan). Dan sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya, yakni menghadap ke hadirat Tuhan ".

Gambaran Neo Platonisme berlainan dengan gambaran ISlam. Neo Platonisme adalilh ajaran mistik, dan menganggap milteri rcndah dan kotor. Islam menganggap bahwa badan itu netral. Nyawa atau nafas jika mellgikuti godaan syaitan, ia akan mempengaruhi badan untuk kejal1atan. Badan tidak dianggap jahat oleh Islam, bahkan dipandang sebagai bentuk yang indah daripada makhluk Tuhan yang lain . Apakah Fiqih itu ? Dalam halaman 31 terdapat kata-kata sebagai berikut : "Selanjutnya Islam berpendapat bahwa hid up manusia di dunia ini tidak bisa terlepas dari hidtip manusia di akhirat, bahkan Icbih dar,i itu,' corak hidup manusia di dunia ,ini menentukan' coral<. hidupnya di akhirat kelak. Kebahagiaan di akhirat bergan35

.

..

.. ... >;. 'tung'pada hidup baik di·\luilia. Hidr;tp baik menghendaki maysa'.Takat l1}anusia yang teratur.Oleh ;eba.b itu, Islam mengandung peraturan-peraturan tentang kehidupai1'masyarakat manusia. D.emikian terdapat peraturan-peraturim mengenai ,hid up kekeluargaan (perkawinan, perceraian, waris d~m lain-lain), ten tang hidup ekonomi dalam bentuk jiJai :beli, sewa menyewa, pinjammeminjam, perserikatan dan lain-lain; tentang hidup kenegaraan, tentang kejahatan (pidana), tentang hubungan Islam dan bukan Islam teritang hubungan orang kaya dengan orang miskin ,dan sebagainya. Semua ini dibahas dalam lapangan hukum Islam yang dalam istilah Islamnya disebut ilmu Fiqih. Fiqih memberikan gambaran ten tang aspek hukum dari Islam".
"

.

·.:.•..

Membaea paragraph di atas, saya merasa gembira oleh karena' Dr. Harun NasutlOn mengakui adanya hukum Islam untuk masyarakat. Ini merupakan suatu. hal yang tidak seirama dengan apa yang ditulis dalam bab I. Seba.,gai kita masih ingat (halaman 17) Dr. Harun Nasution menggambarkan Islam dengan kata-kata "Tuhan ?alam faham Monoteisme adalah maha suci dan Tuhan menghendaki supaya manusia tetap suei, manusia akan kembali kepada Tuhan dan yang dapat kembali ke sisi Tufian yang maha suci hanyalah orang-orang yang suei. Orang yang kotor tidak akan diterima kembali ke sisi yang maha suei. Jalan untuk tetap menjadi suci ialah ·.senantiasa berusaha supaya dekat pada, Tuhan, ingat dan tidak lupa kepada Tuhan". Dan kata-r ttla lain "J elaslah kiranya bahwa tujuan hidup beragama da1~m agama ,.Monoteisme ialah membersihkan diri dan merisueikan jiw::l dan rokh". Saya merasa gembira pula bahwa Dr. Harun Nasution menyebutkan: "tentang hidup ekonomi" dan "tentang hidup kenegaraan" sebagai hal-hal yang tersebut dalam ajaran Islam. Cuma sayangnya Dr. Harun .tidak memahami seeara keseluruhan apakah ajaran eko. nomi dan ajaran kenegaraan itu; yang terlihat dalam uraia.nnya hanya eontoh-eontoh mengenai jualbeli, sewa menyewa, pinjam meminjam sedang garis besar dan dasar filsafatnya tidak disinggung sarna sekali.

3p

. ..... ~
-

• .•.• ,I!.

'.-

Da1am ajaran,: ken,egaraan tidal< disebutkan contohiwa, dim It:lliti dalam bab Y'tentang aspek politik, akall kelihatan bahwa I>r. HaJllll kehilartgan arah; bukan ajaran prinsip kenegaraan yang diuraikan melainkai1 sejarah tragedi perebutan kekuasaan, wpcrti yang biasa ditulis 6Ieh kaum orieutalis yang tidak suka kq)ada Islam. Setelah menyampaikan rasa, kegembiraan yang tercampur ,!t-ngan kekecewaan, seperti tersehu.t di atas, saya akan membicarukan soal yang pokok : apakah Fiqih itu ? Yang dapat diambil kesimpulan daripada uraian Dr. Harun, Fiqih ada1ah hukum Islam. Dr. Harun berkata : "semua ini dibahus dalam lapangan hukum Islam yang da1am istilah Islamnya discbut Umu Fiqih. Fiqih memberikan gambaran tentang aspek hukum dari Islam". Di Indonesia orang awam tidak membedakan antara fiqih dan hukum Islam. Bukan orang awam saja, banyak orang terpeInjarpun mencampur adukkan dua hal tersebut. Hukum Islam adalah syari'at. Dalam surat 45 Al Jatsiyah ayat IH disebutkan :

/"j/ ~
Artinya:
J)

'\ ~ ~.f~/':~G';:ii( ~/' ~ 'I~8Q;~~' ' -, .• / V7' ~~~~ •
', ( \~

/ ~ / •.J/ V"", /O'I~ ~ ;:;'W:' I . 0:.lJ\ '/

zip.l

r

Kemudian aku jadikan engkau di atas syari'at (cara hfdup) maka ikutilah syari'at itu dan jangan mengikuti keinginan orang-orang yang tidak mengerti.»

Sesungguhnya Dr. Harun membicatakan hukum Islam dalam Hub VII dan pada tempatnya nanti akan kami bicarakan .. Yang perlu ialah 'bahwa Fiqih bukan Hukum Islam. Fiqih Ildalah pemikiran-pemikiran tentang Hukum Islam atau syari'at, sL'hingga ilmu Fiqih itu meneerminkan eara berfikir umat Islam
37,

~ ..
'

.
.,

.

.

'

~,..

'"

pada suatu waktu. Ada hal-hal dalam' fiqih ,:yang sudah sangat usang\ tetapi yang masih dijumpai orang -rn;cl1;1ptak:tekkan,umpamanya air sud itu air yang lebih dan, qua 'gullah, sehingga di kalangan rakyat yang tidak terpelaja'i:;ba~,)(ak:, orailg berwudlu berkumur dengan air bekas air yang sudahdipakai berkumur orang lain. Ini suatu contoh dari fiqih. ' Adapun syari'at atau hukum Islam adalah Ayat-Ayat Al'Qur-andan Hadis-Hadis yang dapat dipercayai yang jumlahnya banyak dan telah diteliti dan disaring oleh para saIjaria seperti Bukhari (wafat tahun 256) ~uslim (wafat tahun 261) dan lain-lain. Syari'at --adalah tetap, tak berobah. Akan tetapi masyarakat selalu berobah, sehingga para ahli hukum Islam mempunyai kaidah penting sebagai tersebut dalam kodifikasi Turki (majalah) principe 39 (1ilajalah: la yungkaru taghatyurul ahkam, bi taghayuril azman, yang artinya tak diingkari bahwa hukum itu berubah menurut zaman. Arti kata-kata tersebut, prinsip hukum tetap dalam AI Qur-an dan Hadits, tetapi pengertian dan pelaksanaannya perlu difikirkan dengim mengambil bahan daripada keadaan yang ad~. Soal ini akan saya uraikan rakan Hukum Islam; Bab VII. lebih panjang dalam membica-

Yang ingin saya tegaskan sekarang adalah bahwa _ fiqih itu bukar~t>tlkum Islam, akan tetapi pemikiran-pemikiran sarjana Islam teri'tang syari'at, dalam rangka periode dan kondisi tertentu. Keta tanegaraan dalam Islam Pada halaman'32 terdapat kata-kata sebagai berikut :

"Sementara itu Islam dalam sejarah mengambil bentuk kenegaraan. Dalam perkembangannya terjadi perbedaan faham tentang organisasi negara yang semestinya. Perbedaan faham terbesar dalam soal lembaga politik ini terdapat antara kaum Sunni dan kaum Syi'ah. Kaum Sunni berpenda1?at bahwa kepala negara tidak mesti dari keturunan N abi melalui Fatimah dan AlL Kaum Syi'ahsebaliknya berkeyakinan bahwa hanya keturunan

38

,

""

.~ ','
<"

..

Nabi yang bolehrn~nj~di -kepala negara\ Selanj~tnya terdapat pula perbedaan ,faham' :te~tang persoalan apakah Jabatan kepala "".,' . i negara mempuny~i slfat t~ti1n temurun da~i bapak kepada anak ataukah pengan"gkata-n k¢pala negara didasarkan atas kesanggupan scrta keahlian danpukiu). atas keturunan ?"
• '. " .·iII ••• " •• ' \

\

Segala yang dikatakan

.oleh Dr. Harun Nasution

dalam Bab

II ini hanya sebagai pengantar untuk menulis ~jUdUI-jUdUIselanjutnya. B a b II ini diberi judul "Islam dalam/ pengertian yang sebenarnya". B a b. III diberi judul "Aspek ilbadat, latiha.q, spirituil dan ajaran moral". B a b IV diberijuduL "Aspek sejarah dan kebudayaan". B a b V diberi judul " Aspek politik." B a b VI diberijudul "Lembaga-Iembaga kemasyarakatan".
\

Kemudian dalam jilid kedu'a, B a b VII diberi judul "Aspek hukum". B a b VIII diberi judul "Aspek teologi"'. ~ a b IX diberi judul "Aspek falsafat". Bab,. X diberi judul "Aspek misticisme". Bab XI diberi judul "Aspek pembaharuan dalalil1 Islam", kemudian buku karangan Dr. Harun N asution tersebu t, diakhiri dengan "Penutup'.'. Oleh karena "koreksi" ini akan membahas' buku tersebut bab. demi bab:" maka kiranya,mengenai KETATA NEGARAA,N DALAM ISLAM ini, saya hanya memberi koment<p" sebagai berikut : ' Kata Dr. Harun Nasution "Sementara itu Islam dalam sejarah mengambil bentuk kenegaraan", memberi kesan bahwa "Ketatanegaraan dalam Islam" hanya suatu kejadian ;sampingan, bukan merupakan prinsip at au ajaran pokok. Oleh I karena itu isi bab tersebut hanya menceritakan bentrokan anta"ra ahlussunnah dan Syi'ah serta antara republikein dan monark.ist. Ini adalah yang dimaksudkan oleh kaum orientalis yang in gin menjauhkan Umat Islam daripada ajaran-ajaran Islam, dan menggambarkan bahwa Islam itu tidak mempunyai teori atau filsafat politik .. 39

\;.. . ..;

Lembaga ymasyarakatan dalamlslam Dalam halaman 3 terdapat kata-kata '. sebagai berik:ut : "Islam sebagai negara entu mempunyai'tembaga~lembaga kemasyaraJ<:atan seperti Ie baga kekeluargaan, lerilbaga kemiliteran, lembaga kepolisian, 1 baga kehakiman dan l~mbaga pendidikan. Semua ini menggam, arkan aspek lembaga kemasyarakatan dalam Islam". Hal-hal yang pisebutkan oleh Dr. Harun Nasution memberi kesan bahwa itu adalah lembaga Islam "Yang sebenarnya" sehingga kalau mahasiswa atau orang muslim sekarang, pada tahun 1977 ini membaea bab II ia akan mei1dapat kesan Islam itu primitif, tak dapat mengh;adapi keperluan masyarakat abad 20 . lembaga kemasyarakatan dalam Islam tidak lain adal~h lembaga ~ebagai yang berfungsi pada abad 7, 8 dan 9, yakni sudah ± seribu tahun yang lalu. Memang begitti eara kaupl orientalis menggambarkan lembagalembaga Islam,1 seakan-akan lembaga-Iembaga itu tetap tak boleh dan tak dapat dirobah. Modernisasi atali Pembaharuan
I •

.y ang digatnbarkan

Dala~ b,!\a1aman33 kami dapatkan kata-kata sebagai berikut: "Del)gan adanya kontak antara Islam dan kemajuan Barat yang dimulai pada pembukaan abad ke 19 yang lalu, umat Islam dipi.mgaruhi oleh pemikiran-pemikiran modern Barat. Dalam
I

Islam hangat s~mpai di zaman kita sekarang. Maka di samping assoal timbull~h pula pemikiran pembaharuan yang masih menjadi pek-aspek terse but, terdapat pulaaspek modernisasi atau pembaharuan dalam Islam". Dertgan' mengingat bahwa Dr. Harun Nasution memberi judul-judul "Aspek pembaharuan" untuk Bab XI atau terakhir, dan di sanalah nanti saya sampaikan koreksi saya, pada sa'at in! saya hanya mengkonstatir bahwa kata-kata tersebut di at as memberi gambaran-gambaran a. umat Islam dipengaruhi oleh pemikiran-pemjkiran modern Barat. b. dengan begitu maka timbullah pemikiran pembaharuan.

40

.-

Dcngan kata lain', Islam itu ~assif, dipengaruhi oleh Barat .1011\ arcna dipengaruhi'maka k timbullah pemikiran pembaharuan . . . Gambar seperti" terse but di atas tidak betul. Lebih tepat h .•ltwa Islam bertemli dengan Barat dalam dua bidang : teknik (1.111 hidang fikiran. Islam menerima bidang teknik. Dan bidang lihlran Islam menunjukkan perhandingan-perbandingan panda11/'.;11\ hidup, yangakhirnya makin lama makin nyata kekuatan 1':Il\t1angan hidup Islam itu.

Hakekat Islam
Dalam halaman 34 kami dapatkan kata-kata di bawah ini : "Untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan faham itu perIlIlah diketahui dan diajarkan hakekat Islam, yaitu Islam dalam q~ala aspeknya". Komentar .saya mengenai kata-kata di atas adalah sebagai

Itnikut :
cl.dam

Maril~h kita mengikuti jalan fikiran Dr. Harun Nasution Bab III sampai Bat> XI yang akan datang. Dalam Bab II ini Dr. Harun Nasution memakai judul: Islam lI.dam pengertian yang sehenarnya. Ternyata banyak pengertianPl'ngertian yang disampaikan dalam Bah II tersebut bukan pengerIl:In yang sebenarnya. tentang Islam, akan tetapi pengertian kaum lIIientalis ten tang Islam. Nanti kita akan mengetahui, sesudah membaca Bab III sampai XI apakah Bah II 'itu mengandung hakekat Islam atau suatu 1.lham yang' mengandung banyak idee-idee yang tidak sesuai d(;ngan faham Islam, dan memberi gambaran Islam yang sang at 111crugikandan akan menjauhkan generasi muda dari Islam.

41

.. ~ ..

"

.'

.'

"..

3
KOREKSITERHADAP BAB III TENTANG ASPEK IBADAT, LATIHAN SPIRITUIL DAN AJARAN MORAL Badan tidak jib-at, Roh tidak selalu baik

Bab III ini oleh Dr. Hartin N asution dimulai dengan katakata beriku t : "Manusia dalam faham Islam, sebagai halnya dalam agama monoteisme lainnya, tersusun dari dua unsur, unsur jasmani dan unsur mhani. Tubuh manusia berasal dari materi dan mempunyai kebutuhan materiil,sedangkan roh manusia bersifaf immateri dan mempunyai kelJutuhan spirituil. Badan karena mempunyai hawanafsu, bisa membawa kepada kejahatan, sedang roh karena berasal dari unsur yang suci mengajak kepada kesucian, Kal.\lseseorang hanya mementingkan hidup kematerian ia mudah sekali dibawa hanyut oleh kehidupan yang tidak bersih, bahkan dapat dibawa hanyut kepada kejahatan ,".1 Kata-kata tersebut jika kita baca sepintas lalu kita lebih cendemng untuk menerimanya. Akan tetapi jika kita renungkan lebih mendalam, kita akan merasa bahwa faham yang terkandung di dalaml1)'a bukan faham Islam. Kata-kata tersebut mengandung ajaran Gnosticism dan Neo Platonism yakni ajaran yang menganjurkan menjauhkan diri dari dunia karena segalakeduniaan itu jahat. Badan itu tidak jahat danrokh itu tidak selalu baik. Badan tidak mempunyai' kecenderungan; tetapi bad an selalu dengan rokh, Kalau badan terlepas dati rokh itu namanya b{ngkai,' jiwa atau nafs atau rokh dapat mempunyai kecenderungan baik atau

42
"

.. '

..'
"

kl'<.:cnderungan jahat. Badan tidak mempunyai hawa nafsu; hawa lIarsu artinya keinginan j~hatdari nafsu. Nafsu dalam Al Qu:r-an .Ida yang disebut ammarah. memerintah kepada kejahatan, la'Ywa1111111, nafsu yang inencela orang lain, dan nafsu mutmainnah, lIarsuyang tentram. \ ' Kalau kita perhatikan uraian Dr. Harun Nasution sering meIlgandung kontradiksi. Padahalaman 36, ia mengatakan: "sedang loll, karena berasal dari unsur yang suci, mengajak kepada kesucian". Pada halaman 37, Dr. Harun Nasution berkata: "Pendek kata, dalam dialog dengan Tuhan (selJ1bahyang) itu seseorang meminta supaya rohnya disucikan." "Puasajuga merupakan pensucian roh." "Ibadah haji juga merupakan pensucian ' roh", "Zaka(sungguhpun itu mengambil bentuk mengeluarkan sebagian dari harta"untuk menolong fakir-miskin dan sebagainya, juga melllpakan penrocian, roh". Tersebut dalam Surat Al Dzariyat Ayat 56 :
./.
( 0"\ ~ ~~)
I.:J \)

t·/~ // 9-'•...?"'./ ~~ /· •••. ~ ,'...?~// L:;;-, ~/ 1~~ ~\-, / \ ~

llDan Aku ttdak jadikan jin dan manusia mela/nkan supaya mel:eka menyembah akan-daKu."

Dalam

Islam Tuhan Adalah Suatu Zat Yang DitakutiTetapi Juga Suatu Zat Yang Dikasihi. Pada halaman 39'; kami dapatkan kata-kata sebagai berikut:

"SelanjUtnya arti sembah dan sembahyang yang diberikan kepad~ ~ dan ~ juga membawa kepada faham yang'tidak tepat. Kata sembahyang berasal dari suatu bahasa yang memakai I"ilsafat lain dari filsafat Islam. Sembahyang mengandung arti mcnyembah kekuatan gaib dalam faham masyarakat ,animisme dan politeisme. Dalam filsafat masyarakat serupa ini kekuatan gaib yang demikian ditakuti dan mesti disembah dan diberi scsajen agar ia jangan, murka dan jangan membawa bencana hagi ala!TI'" "Kata sembahyang yang mengandung arti demikian ketika

43

.

.....
"~

•."

..

".

dibawa ke dalam konteks Islam, sebagai t~rjemahan bagi kata 'abada dan SoHa', menimbulkan perobahan dalam konsep Tuhan yang ada dalarri Islam!' "Dalam Islam, Tuhan bukanlah merupakan suatu zat yang ditakuti akan teta}?i suaJll zat yang dikasihi. Ini banyak dari
iJ.Z"') 1-iL1~. yang tiap ha.ri berkali-kali ucapan-ucapan dibaca umat Islam. Rahman dan Rahim berarti Pengasih dan Penyayang, jadi bukan Tuhan yang ditakuti, tetapi Tuhan yang dikasihi mereka. "Tetapi kata sembahyang yang masuk ke dalam konteks Islam itu menghilangkan sifat Pengasih dan Penyayang itu dari kesadaran umat Islam. Inilah pula kelihatan salah

~J'

saju sebabnya maka "'\-Ill ~\ dalam AI Qur-an di Indonesiakan menjadi "takutilah Tuh~n", sedang arti sebenamya ialah "pelihara dan jagalah dirimu dari tlukum Tuhan di akhirat dan patuhlah kepada nerintah dan larangannya." Dari halaman 39 terse but sengaja saya kutip secara panjang, karena pentingnya. Dr. Harun berpendapat bahwa "Tuhan bukanlah suatu zat yang ditakuti, tetapi suatu zat yang dikasi~ hi." Kata-kata tersebllt adalah kata-kata yang menunjukkan pengaruh agam::l .Kristen dalam pikiran Dr. Harun Nasution. • Bahasau!alah sangat terbatas, apalagi kalau untuk soal-soal • oj kerohanlan dan abstrak, maka dipakailah kata-kata yang lebih konkrit untuk menterjemahkan istilah-istilah keagamaan dengan mengambil istilah yang sudah ada. Kita me.makai "sembahyang" untuk salat yang berarti do'a atau permohonan dan kita memakai puasa untuk siyam. Semua itu untuk memudahkan faham. Dalam agama Kristen "God is love." Tuhan itu cinta, asal perkataan love atau cinta sesungguhnya berarti kekuatan apa saja, seperti daya tarik bumi umpamanya. Yesus menurut teologi Kristen adalah juru selamat, yang menyelamatkan manusia. Islam tidak begitu, Tuhan itu pengasih dan penyayang tetapi juga pemurka, Tuhan itu maha pengampun, Ghafur Rahim, te!api juga menjatuhkan hukuman berat, Syadidul iqaab. /' Bangsa Indonesia tidak keliru untuk menteIjemahkan Ittaqul

44

<r

'

..

~:..:.

~;.:..
•• r

".'

dengan takut kepada Tuluvl. Takut itu bermacam-macanj, Illl'Iluru1 fiisafat agama di Ba:tat; Rudolf Otto menggambarkan I.lIw t dalam agama sebagai numinous feelings yang terdiri dari Il'Iigious dread yakni takut yang membangkitkan bulu rama maIlllsia dan religious fascination yakni ras-a cinta dan kagum. Takut d:i1am Islam adalah seperti orang takut kepada orang tua, dalam h:dlasa Jawa: wedi asih. Takut kepada seorang pemimpin yang hl'rani dan jujur, takut di sini berarti hormat dan cinta. Dr. Harun
laha

Illpa bahwa selain "l11~\ . ~ ' terdflpat dalam Al Qur-an seperti: ~ dan

k~t~-kata

"t;...

lain di ) yang

Sl~caraharfia! jlH~aberarti takuL. palam aya! 13 sur at ~ .?I, ters~but: ~\.:Ul\,; ~~l : Apakah kamu takut kepada manusia padahal Allah lebih berhak untuk kamu berbunyi : hakuti. Ayat 175 surat C>~S

o~~,~u'

• ./ ;~ ~

• v.~ ./ ~J f

~~~./ •

,. / 0~ ~~ "'./"~ w' /:;;:r- l>.,.a

"...'.I~~ ./r .7 "'-: A~~')\!
I'

Maka limgan takut kepada mereka, tapi takutlah kepadaku jika kamu itu beriman.

\ -:;;
•• t*

/1

•.•••

Bahwa secara bahasa -P~berasal dari ~ ~, yang berarti menjaga diri sudahn£anyak orang mengetahui. Tetapi alangkah sebagai kata nama, jika diterjemahindahnya perkataan kan dengan takut yang harppir sarna bunyinya, sedangkan artinya juga sarna dengan: Khasyyah dan KhauL

o(i\

Dalam halaman 39 + ha1aman 40, baris terakhir, terdapat kata-kata sebagai beI'ikut "Tujuan ibadat da1am Islam bukanlah menyembah', tetapi mendekatkan diri kepada Tuhan, agar· dengan demikian roh manusia senantiasa diingatkan kepada har-hal yang betsih lagi suci, sehingga akhirnya rasa kesucian sese orang menjadi kuat dan tajam. Roh yang suci membawa kepada budi pekerti baik dan luhur. Oleh karena itu ibadat lii samping merupakan latihan spirituil, juga merupakan 1atihan moral." Dr. Harun berusaha mengkaitkan ibadat dengan moral. Tujuan ibadat bukan menyembah tetapi mendekatkan diri' kepada Tu!lan, selungga ingat kepada' hal yang bersih dan suet Sebagai saya katakan pada lain halaman, ini ada1ah gnosticism, yang menggam45

;",

.....

,.
barkan dunia ini iahat dan Tuhanitulah suci.

~

Ibadat ada dua ~acam. Ibadat murni ialah untuk berhubl,mgan dengan Tuhan, berdo'a, meminta, mengagungkan, memahasucikan, ini tercermin dalam salat at au yang kita namakan sembahyang. Ada pula ibadat yang banyak hubungannya dengan masyarakat seperti zakat, puasa dan haji, sehingga dalam 3 macam ibadat ini seseorang muslim secara simultan menyembah Tuhan dan mengabdi kepada masyarakat. Kata Dr. Harun N~.sution: "roh yang suci membawakan kepada budi peketti baik dan luhur, berarti ada roh yang ti-dak suei, dan ini bertentangan dengan apa yang ia katakan pada permulaan bab III bahwa: Badan karena mempunyai hawa nafsu bisa m~mbawa kep'ada kejahatan, sedang roh berasal dari unsur yang suci mengajak kepada kesueian. .Ibadat sebagai diterangkan di atas mencakup segi spirituil dan moral, karena dalam Islam dua segi itu tak. dipisahkan, sebagaimana juga segi akhirat .tak dapat dipisahkan dengan segi keduniaan. Sampai di sini dapatlah kiranya saya menerima uraian Dr. Harun Nasution, walaupun di dalamnya teras a ada campur aduk . ide gnostic dan ide Islam. Tet \.i . akibat dari kata Dr. Harun Nasution bahwa ibadat di sampifl.g merupakan latihan spirituil juga merupakan latihan moral, akan menjauhkan umat Islam dari ibadat. Dalam halaman 40, Dr. Harun Nasuti»n memberikan tafsiran kepada Hadis :_~\J~~\¥AG~~"'j 1.L /./ t1,,!"*/ t";."·~' '" ".., •• '" "./. "./ ~~~;{ / ' sebagai berikut: Salat yang tidak menjauhkan pelakunya dan kelakuan tidak senonoh dan perbuatan jahat bukanlah salat ; yang mengandung arti bahwa salat yang tidak mencegah sese orang dati perbuatan jahat dan tidak baik bukanlah sebenarnya salat. Salat demikian tidak ada artinya, DAN MEMBUAT ORANG BERTAMBAH JAUH DARI TUHAN. Dalam halaman 41, Dr. Harun Nasution juga menyebutkan Hadis 46

/; t' .•~ ~,/ /,'

/./.1'

/ -'/"/

,,~ /./""",,,,'
./ v/'/./ J\ '.T •.,/"•. ~
.d.1 .-"'(~,:.

<2.

L/, .. ,~\./:'~6.,~ "~ ' , ~ ~\ ~~' J /. ".I'

J~-;l>J .1'/ rf -' ~./""./l.-~r Z;'
.cJ...ALl. ~

"Orang yang tidak meninggalkan kata-kata bohong dan senantiasa berdusta tidak ada faedahnya menahan din' dan' ma~n dan minum ".

Jadi puasa yang tidak menjauhkan manusia d<!-riucapan dan. pl'rbuatan tidak baik tidak ada gunanya. Orang yang demikian lidak perlu menahan diri dari makan dan riiinum, karena puasalIya tak berguna. Dalam halaman 42, Dr. Hamn menyebutkan
- / / '..7 ~ c.;;'\j~ '/ :. 1'1 VI- f4Al1\t.. ~

Hadis :
/,.'" 0""":'

"",/

,~ /' '-I/'~ ~/1/ ?'

\ "-' '::
J,

> ~,j..,

../ tl ••

/j)/.' I ~/ ./ f\7""., -./ \~'
'"

' -.,

J\rtinya:

9.1I / '" ,.~J ~\:\, --: .~~ ,";d,~ f\".l'" /' "/iI'/ / ~~. '/-,-. L; \,b..\ \ ,/ ,,/ .. ~-' • ""/
\ '•••..

"Puasa bukanlah menahan diri darimakan dan minum, tetapi puasa ialah menahan diri darikata sia-sia don kata-kata tak sopan, jika kamu dicaci atau tidak dihargai, katakanlah 'aku berpuasa".

D.ENGAN DEMIKIAN BERPUASA BUKANLAH MENAHAN I)lRI BARI MAKAN DAN MINUM, TETAPI MENAHAN DIRI D!\RI UCAPAN TIDAK BAlK LAGI KOTOR. Jika seorang mahasiswa LA.l.N. tingkat pertama at au kita tidak hati-hati membaca uraian di atas,' niscaya kita akan berkesim(lulan: berpuasa bukan menahan diri dari makan dan minum, lak usahlah kita bersembahyang jika masih melakukan jahat" karena kita akan bertambah jauh dari Tuhan. Pada halaman 44, Dr. Hamn menye'butkan Hadis:

\::" '/-,;./ ./\~ ./ \/ /J,/ .. / ~¥'~~Q~~;;~ ,/1"" /,/ / '"

/.~ /../ -

\ v-/ '~.'4'//"~ / / \ /,~// .•.• ,;~" :.c~~~\A1\J"-,,L J./
/.~//'J./

/,,1// "",.-:'{ . / /:.~.~44J~->j~~\~ " J~~~:Jl;,I~IJ\~~:J~ ./ / ///.•.•• ,
-;;,

\~~l~t:'~L;\:~\/<~~.. / // /'7:"7'/ / ;\}/,-,/YJ.. i.9:L':YG~~~\ /
.q\~~\Jl;,~~ / / ,.../
•• tJ / '). / /.: // /. , , ,,/.; .~,' /

,

s~~~~~ ~ / / '-'\)I'~ /J.-/
47

Artinya:
<

"Wahai Rasul Tuhan, wan ita Ahu terkenal banyak melakukan salat, pu· asa dan bersedekah, tetapi lidahnya menyakiti hati tetangf!a". TJjarNa· bi: "fa masuk neraka". Kemudian petanya berkata: "Wahai Rasul Tu· han, wanita Anu terkenal sedikit melakukan salat serta puasa dan memberikan sedekah hanya kepingan keju asam, tetapi tidak menyakiti hati tetangga". Beliau menjawab: "fa masuk surga".

JADI SEBAGAI DIJELASKAN HADIS INI, ORANG YANG KUAT SEMBAHY ANG, BERPUASA DAN BERSEDEKAH, TET API LIDAHNY A MENY AKITI TET ANGGA, AKAN MASUK NERAKA. DAN ORANG YANG SEDIKIT MENJALANKAN IBADAT SEMBAHYANG, PUASA DAN SEDEKAH TETAPI TIDAK MENY AKITI HATI TETANGGA, AKAN MASUK SURGA. Orang yang belum ban yak mengetahui ajaran-ajaran Islam, jika membaca uraian tersebut di atas akan mendapat kesimpulan bahwa IBADAT atau RUKUN ISLAM dari sembahyang, puasa, zakat dan haji adalah tidak penting. Ia kurang penting jika dibandirigkan dengan budi pekerti yang tinggi. Fahar ~:<ang semacam ini sangat berbahaya. lni adalah fanam Kebatinan ·Yang tidak mengakui syari'at. Yang diakui adalah hakekat, suatu hal yang tak ada hubungannya dengan ibadat. Dengan gambaran seperti di atas, nyata sekali bahwa Dr. Harun Nasution mempelajari Islam tidak secara systematis. Syari'at dan Ibadat adalah hal yang mutlak harus dilakukan o1.eh orang -Yilngmengaku dirinya muslim. Dalam hal ini tentu tidak tiap orang sarna. Ada yang sering ketinggalan sembahyang, ada yang sekali dua kali /seminggu tidak melakukan sembahyang, ada yang setiap 'waktu melakukan sembahyangfardlu dan acta pula yang di samping melakukan sahtt fardlu juga melakukan salat sunnat. Orang yang melakukan ibadat semacam itu dengan sempurna, akan merasa sebagai akibatnya, bahwa ia lebih cenderung kepada melakukan

48

.-

kchajikan, bersikap ramah terhadap tetangganya dan sesama maIIlIsia, merasa belas kasihan terhadap (Orang yang menderita Jadi kalau ada orang" yang selalu melakukan sembahyang tetapibudi Jlckertlnya jelek, maka sesungguhnya ia tidak melakukan sembah~ i1ngyang semestinya. Maksud daripada Hadis-~adis yang disebutkan oleh Dr. Hamn Nasution bukan untuk meninggalkan ibadat, seperti yang ditulis~ lIya, ya'ni BERPUASA BUKANLAH MENAHAN DIRI DARI MAKAN DAN MINUM TETAPI MENAHANDlRI DARI UCAP~ AN TIDAK BAlK LAGI KOTOR; maksud Hadis tt::rsebut adalah· Iilngan sampai kita melakukan ibadat hanya secara formil, tanpa isi afau arti. Barangkali ada pembaca yang bertanya bagaimanakah hukumIlya orang yang berbudi baik tetapi tidak melakukan ibadat? Orang Islam yang semacam itu akan mendapat pahala berhubung dcngan kebaikan budinya, tetapi ia berdosa meninggalkan syari'at dan ibadatnya. ' Sampai di sini dapatlah kiranya say a anggap cukup untuk IIlCnyampaikan koreksi saya terhadap Bab III. Aspek ibadat, latill.Ill spiri tuil. Tentang ajaran moral yang disebutkanoleh Dr. Ha,mn Nasutilllldari halaman 46, mulai oaragraph.¥ang berbunyi "Di samping latihan spirituil dan moral, AI Quran d.~n Hadis' juga membawa ,Ijar an-ajar an atau' norma-norma moral yang hams dilaksanakan !Ian dipegang setiap orang Islam" sampai akhir halaman 54, menulul hemat. say a merupakan bab yang tersendiri, luas dan lebar 'l'rta mendalam, dan tidak dapat diboncengkan dalamsoal ibadat !Ian latihan spirituil. Saya ringkaskan kbreksi terhadap bab III adalah sebagai ber-

Ikut:
I Dr. Hamn Nasution. selalu menekankan adanya dualisme yaitu: unsur jasmani dan unsur rokhani. Badan merrtpunyai hawa
49

nafsu dan dapat membawa kepada kejahatan sedang berasal dari unsur suci mengajak kepada kesucian.

roh

karena

Dualisme tersebut adalah faham yang usang, faham Yunani, Hindu dan Kristen. Faham Islam tidak begitu. Badan itu sendiri bersifat netral. Badan tanpa jiwa artinya bangkai' yang baik . atau iahat itu roh. Di sinilah letak bedanya Islam daripada agama-agama lain. Kita harus memelihara badan kita, di samping memelihara rokh atau jiwa kita.

,

, II. Dr. Harun tidak dapat membedakan Hadis-Hadis dan AyatAyat hukum daripada Hadis-H(idis dan Ayat-Ayat akhlak. Hadis yang mengatakan bahwa: "Salat yang tidak menjauhkan pelakunya dari kelakuan tidak senonoh dan perbuatan jahat bukanlab. salat", Hadis tersebut bukan Hadis hukum akan tetapi Hadis akhlak, ya'ni anjuran sUPllya jika kita sembahyang hendaknya dengan secara khusyu' dart jangan hanya sekedar formalitas kosong, begitu juga Hadis yang mengatakan "Puasa bukanlah menahan diri dari, makan dan minum, tetapi puasa ialah menahan diri dari kat a sia-sia dan kata-kata tak' sopan" bukan Hadis hukum tetapi Hadis akhlaJc, yang menganjurkan kita supaya jangan puasa dengan ,puasa formil, tak makan tak minum sepanjang hari, akan tetapi mejtkukan hal-hal yang tidak baik. Aki~jdt dari dua kekeliruan tersebut adalah besar. Kekeliruan pertama 'menyebabkan kita condong kepada ascetisme, Zuhud yang melewati batas dan menyiksa bad an untuk kepentingan rokh, seperti yangdikerjakan oleh fakir-fakir dari agama Hindu dan oleh mistik Kristen dalam abad pertengahan. Kekeliruan kedua: dapat dipakaioleh pengikut "kebatinan" yang tidak suka kepada syari'at Islam. Apa gunanya orang sembahyang jika tanpa sembahyang orang sudah dapat memperbaiki diri.nya. Ada lagi kekeliruan 51 dan 52. 50 ketiga, yaitu yang tersebut dalam halaman ,/

Dr. Harun 11}enulis: "Dapatkah manusia melalui akalnya meIIp.L'lahuiperbuatan mana yang buruk? Ataukah untuk TJ1engetahui Ilil manusia perlu pacta wahyu. "Golongan Asy'ariyah mengatakan !ak dapat diketahui dengan Ilwl. Golongan Mu'tazilahmeng?tak~ln bahwa akal cukup kuat IIl1tuk mengetahui buruk baiknya sesuatu perbuatan. Wahyu 1',llIya memperkuat pendapat akal dan membuat nilai-nilai yang dillasilkan fikiran manusia itu bersifat absolute dan universil, '!gar dengan demikian, mempunyai kekuatan mengikat bagi seluruh IlIllat. " Soal perbedaan antara Asy'ariyah dan Mu'tazilah lebih meruflakan suatu lembaran daripada sejarah Al Firaq a1 Islamiyah (l'olongan-golongan dalam Islam) pada abad 4 H atau 11 M, dafl sebaiknya tidak dimasukkan- dalam aspek ajaran moral at au Ilah III. Soal kemampuan akal sampai hari ini tetap dibahas oleh I'ilsarat modern. Kaum Mu'tazilah sebagai suatu golongan yang kl'pengaruh o1eh Filsafat Yunani yang bersifat rationali~ dan yang llidup pada abad 11 M, belum mengalami sejarah filsafat Kritik .lIlg baru muncul pada abad 18 M. Emmanuel Kant (1724-1804) filosuf Jerman yang memulai lilsilJ"at Kritik menunjukkan dalam Qukunya: Critique of pure I L .!son bahwa ada hal-hal yang tak mampu diketahui oleh Akal, Illll hal-hal yang 1a namakan noumena (thing in itself). EmmanuI Kant berpendapat bahwa untuk mengetahui adanya Tuhan dan lam akhirat, manusia dapat melakukan dengan memikirkan \.I1-$oalyang berkenaan .:~engan Budi Pekerti, yaitu yang dibahas dilliltn bukunya yang berjudul Critique of Practical reason. lain, percayalah kepada adanya Tuhan dan (baik pahala maupun siksaan), niscaa L'ngkau akan melakukan budi pekerti yang baik. Jadi yang Illl'lIl;l1tukan baik buruk sesuatu perbuatan adalah kepercayaan klllang adanya Tuhan dan Hari Kemudian, Dengan kata lain, 1'~.1Il1 menunjukkan bahwa akal manusia terbatas, dan iman kepaIll: Illhalasan di hari kemudian

Dengan perkataan

51

da Tuhan manusia.

dan hari kemudian

menjadi

landasan

bagi perbuatan

Menonjolkanperbedaan pendapat antara Asy'ariyah dan Mu'tazilah dalam buku Pengantar Ilmu Agama Islam akan meleIl)ahkan Iman para mahasiswa~ memang tidak ada agama yang mengagungkan akal seperti agama Islam, tetapi dengan menggambarkan bahwa akal dapat mengetahui baik dan buruk sedang wahyu hanya membuat nilai yang dihasilkan fikiran manusia itu bersifat absolute u.piversal, berarti menganggap sepiayat-ayat Qur-an seperti: Wallahu ya'lamu wa antum laa ;ta'lamun; artinya.
,Dan Allahlah yang Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui

(Surat Al Baqarah avat 232) .. Pada zaman sekarang di Barat sendiri sudah dirasakan bahwa akal itu tidak mampu mengetahui baik dan buruk. Existentialism religiou~ adalah suatu aliran baru yang timbul sebagai reaksi terhadap rationalisme.

52

4 KOREKSI TERHADAP BAB IV TENTANG I SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ASPEK

Buku Dr. _Harun Nasution menunjukkan kurang adanya keseimbangan antara panjang pendeknya Bab, karena ada yang panjang seperti bab .IV ini, sedangkan lainnya ada yang jauh leb~h pendek dati Bab IV ini. Tetapi di samping ketidakseimbangan _ panjang ~ndeknya bab,. ada lagi ketidak seimbangan isi. FasallV ini mengandung sejarah -Islam dati Permulaan (permulaan abad 7M) sampai ak:hir abad 18 M .dan mengenai seluruh Dunia, dati Arabia sampai Afrika utara dan Spanyol, sam,pai Persia dan Turki, dan sampai Philipina dan Indonesia. Di sam ping itu Bab IV ini memuat sejarah kebudayaan dati bahasa dan sastra sampai ilmu kedokteran dan filsafat. Padahal kita dapatkan dalam jilid itu juga Gilid I) bab V yang membicarakan aspek politik di Bab VI tentang aspek lembaga-Iembaga kemasyarakatan, kemudian dalam jilid II kita dapatkan bab VII tentang aspek hukum, bab VIII ten tang aspek theologi, bab IX tentang aspek filsafat bab X tentang misticisme yang kesemuanya itu telah dibicarakan secara singkat pada Bab V atau aspek Sejarah dan Kebudayaan. . ~alam penilaian saya, Bab IV tentang Sejarah dan Kebudayaan Inl merupakan Bab yang terbaik, karena Bab ini dapat membeti gambaran yang menyeluruh tentang sejarah Islam. , Walaupun begitu, kami harus mengenai beberapa hal : hati-hati membaca bab ini

Per~ma: Perkataan' expansi, pada halaman 36. Perkataan expansi dalam bahasa latin expandere mengandung arti : berkembang dan membesar. Akan tetapi dalam bahasa Indonesia perka53

taan expansi selalu ada hubungannya dengan peluasan daerah dengan merebut daerah lain, atau menambah pengikut agama dengan merongrong pengikut' agama lain. Yang teljadi dalam perkembangan Islam adalah penambahan pengikut dan pada waktu tertentu pembelaan diri dengan akibat kemenangandan perluasan. daerah. Uraian Dr. Harun dalam Bab IV ini selalu memakai perkataan expansi tanpa keterangan, sehJ.ngga memberi kesan kepada orang yang belum mengetaJlUi iljaran Islam secara mendalam bahwa tujuan Islam adalah expansi, menaklukkan , negara-negara lain. - Kedua: Perkataan Jizyah pada halaman 60, Dr.. Harun menulis pada akhir halaman tersebut : "Mereka tetap dalam agama mereka masing,-nlasing, tetapi diharuskan yang disebut Jizyah". memba.yar semacam pajak

Kata-kata .tersebut di atas tidak diterangkan lebih jauh, sehingga berakibat bahwa pembaca yang baru in gin mempelajari Islam mendapat kesan bahwa Pemerintah Islam itu tidak adil, menga'nggap warga negara yang tidak beragama Islam sebagai warganer /1 kelas II atau setengah asing, Katanya tidak ada paksaan dalam 'agama, akan tetapi nyatanya orang yang tidak memeIuk agama Islam harus membayar Jizyah. Untuk menghilangkan kesan semacam tersebut, perlu diterangkan bahwa Jizyah adalah pengganti kewajiban pertahanan. Orang-orang y,ang tidak beragama Islam tidak diwajibkan ikut berperang melawan musuh; dan karena bebas tugas pertahanan itulah mereka harus membayar Jizyah. Saya rasa penjelasan seperli tersebut di' atas sangat perlu untukIrendudukkan persoaIan kenrerdekaan agama dalam negara Islam. Ketiga : 980-1037) disebutkan dalam , Ibnu Sina (Avicenna)(tahun halaman 73 sebagai seorang yang memberi syarah tentang Filsafat Aristoteles. Ibnu Sina dalam filsafatnya, sebagai filosuf-filo54

f

Islam lainnya di Timur, yakni sebelum Ibnu Rusyd di Barat 1126-1198), mengikuti aliran Neb Platonisme yang timbul di k-x<:ildria sekitar abad ketiga Masehi . Perbedaan antara AxistoII ks dengan Plato dan Neo Platonisme sangat besar dan merupilkan pertentangan.
II f'

l'cmpat: Dalam halaman 76, disebutkan kata "Hasysyasyin" (Assassin) sebagai Ianjutan dari Karamitah. Saya rasa perIu ada penjelasan bahwa yang disebut oleh orang Barat assasin.-, dan yang nama sesungguhnya dalam bahasa arab "Hasysyasyin" adalah berasal dari kata ' Hasysyasy artinya penggemar Hasyisy, , yaitu semacam ganja. Mereka dinamakan Hasysya.., syin oleh karena mereka mempergunakan ganja untuk orang yang ditugaskan melakukan pembunuhan, sehingga orang tersebut yang jika dalam keadaan sadar ragu-ragu akan melakukan pekerjaan itu, mereka akan merasa berbahagia dan berani melakukannya karena effek ganja yang telah diisapnya.

55

5 KOREKSI TERHADAP BAB V TENTANG ASPEK POLITIK Jika dalam menilai bab IV ten tang sejarah saya mengatakan bahwa bab IV itu saya ap.ggapyang terbaik karena dapat memberi., . kan tinjauan sejarah selama lebih dari seribu tahun dalam beberapa halaman, walaupun ada beberapa kata-kata yang akan menjadikan Islam sebagai tiljuan serangan darlpada mereka yang. membencinya, makaaspek -politik atau bab V ini sangat .mengecewakan dan salah setta sama sekali tidak mengenai sasaral'l.nya. Sebab kesalahan bab V ini terdapat dari permulaan, dati bab'I, di, mana Dr. Harun Nasution menggambarkan Islam sebagai salah satu species dari genus agama yang tujuannya ialah mendekatkan diri manusia kepada Tuhan. Agama Islam tidak sekedar mensucikan roh, mendekatkan diri kepa08 Ifuhan yang semuanya itu bersifat individuil (pero'~ rangan). AgMla Islam menuju kepadapengaturan' masyarakat (habluIll minannas) di samping mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (hablun inin Allah). Isi daripada bab V atau aspek politik bukannya ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketata negaraan yang tersebar di beber~pa bagian dari AI Qur-an dan beberapa tempat dari kitab-kitab Hadis, serta kata-kata mutiara dari para sahabat Nabi Muhammad s.a.w. Yang kami dapatkan dalam bab V atau aspek politik adalah halaman 6ejarah yang hitam dan merah' karena tercampur dengan darah dan sarna sekali bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam tiap-tiap bangsa atau umat terdapat orang-orang yang jahat yang mementingkan oirl sendiri dan berkhianat, tetapi kepada mereka tidak diberikan tempat dalam membicarakan prinsip suatu
.

56

negara. Mereka dianggap dalam tubuh yang-normal.

sebagai kekecualian,

sebagai penyakit

Metode Dr. Harun Nasution persis seperti met ode yang dipakai oleh kaum orientalist Barat yang anti Islam, artinya, menonjolkan soal-soal jelek yang pemah. teIjadi dalam Islam dan dilakukan olehorang-orang Islam akan tetapi tidak menunjukkan ajaran-ajaran Islam yang baik yang dilanggar oleh orang-orang tersebut. Apa yang diuraikan oleh Dr. Harun Nasution dalam bab V bukan aspek politik tetapi termasuk aspek sejarah yang juga telah disebutkannya dalam aspek sejarah secara ringkas. Pada halaman 96 Dr. Harun Nasution .menulis : "Dalam pada itu perIu ditegaskan bahwa menurut pendapat timum yang ada di zaman itu, seorang Khalifah (kepada Negara) haruslah berasal dari suku Quraisy. Pendapat ini didasarkan atas Hadis yang membuat Quraisy mempunyai kedudukan lebih tinggt dari suku-suku Arab lainnya dan terutama Hadis-Hadis Al Airmnatu min Quraisyin. Imam-imam (kepala negara) harus berasal dari suku Quraisy .... Pendapat ini kemudian meniadi teorl ketatanegaraan yang dianut oleh Ahlussunnah". Kalau sese orang mempelajari Islam secara mendalam, ia tentu akan merasa bahwa kata-kata "Kepala negara harus berasal dari suku Quraisy," itu bertentangan 'dengan jiwa Islam. Banyak ajaran Islam baik' dalam Qur-an atau "Hadis yang mengatakan bahwa manusia itu ~ma derajatnya, tilk ada perbedaan antara suku-suku dan bangsa-bangsa. Tetapi Dr. Harun Nasution menyebutkan Hadis tersebutsebagai Hadis yang benar walaupuri tidak memberikan sanad atau rangkaian nama-nama orang-orang yang meriwayatkan; pada hal pada halaman 29 dari bukunya sendiri ia mengatakan bahwa hanya Y2% daripada Hadis-Hadis Nabi yang dapat dianggap benar.
\

Pada halaman 97, Dr. Harun Nasution'menulis : "Sementara itu seorang pemu'ka Khawarij, Najdah Ibn 'Amr Al Hanafi mempunyai faharn bahwa kepala negara diperlukan hanya jika masla57

hat umat menghendaki yang demikian ..Pada hakekatnya, demikian Najdah, umat tidak berhajat pada adanya Khalifah atau Imam untuk memimpin mereka. Dalam hal ini ia sebenarnya dekat dengan faham Komunis yang mengatakan bahwa negara akan hHang dengan sendirinya dalam masyarakat Komunis". Adalah kebiasaan kaum orientalis anti Islam untuk menonjolkan hal-hal yang keeil untuk menunjukkan seakan-akan tak ada kesepakatan diantara umat Islam. Pada saat ini berapa rihukah diantara ratusan juta umat Islam, yang dapat dikatakan Khawarij, yang sadar apakah prinsip Khawarij itu. Dan diantara Khawarij yang sadar itu berapa orangkah yang mengikuti pendapat Najdah yang dekat dengan faham Komunis itu ? Sungguh orang menjadi heran apakah latar belakang tulisan yang semaeam ini Kemudian dari halaman 97 (paragraph terakhir) sampai akhir halaman 100, Dr. Harun Nasutian membiearakan teori politik Syi'ah tentang kepala negara. Sebagai saya katakan di atas, teori politik Syi'ah bukan teori politik Islam, karena bertentangan deI).gan jiwa Islam yang demokratis, sedang teori Syi'ah tentang kepala negara bersifat feodalistis. Dr. Harun menyebutkan : Syi'ah Itsna'asyriyah atau Syi'ah Duabelas yakni yang berpendapat bahwa kepala negara yang mustahak dalam sejarah adalah duabelas yaitu sebagai tereantum' dalam halaman 99 :
r 2. AI-Hasan 1. Ali Ibn Abi TaUb

I

3. AI-Husen 4. AU Zain AI-Abidin

T

I
I

ZJid S. Muhammad AI-Baqir

I
I

7. Isrtail

--------7-.

6. Ja'frr Al-Sadiq -M-us~a l.Kazim A 8. AU AI-Rida 9.

I I Muhammad AI-Jawwad I
I

10. All AI-Hadi 11. AI-Husan AJ-Askari 12. Muhammad AI-Muntazar.

58

Di samping itu ada Syi'ah Sab'iyah atau Syi'ah tujuh yaitu yang Ill" pcndapat bahwa kepala negara yang mustahak dalam sejarah hllilya tujuh. Golongan ini juga dinamakan golongan Isma'iliyah ,rllll Khoja. Rupanya golongan inilah yang dahulu datang di In· ollllJcsia sehingga di Jakarta umpamanya sampai sekarang masih It'rdapat kampung Pekojan. Di India dan Pakistan mereka adalah III'/Igikut Karim Khan, yang menjadi Ketua mereka, mengganti IIIIlcknya Almarhum Agha Khan. Golongan Syi'ah ketiga C\dalah Syiah Zaidiyah yang berada oll Yaman. Nama Zaidiyah dinisbatkan kepada Zaid bin Ali Zainal hidin bin Husein bin Ali, jadi keturunan Ali ke empat. Golongan /,:ddiyah ini hampir tidak berbeda dengan -ahlussunnah kecmili d,lIi segi sejarah dan hubungannya dengan Zaid putra Ali Zamal
hillin.

Inilah tiga golongan Syi'ah yang besar; bahkan yang terasa d,dam phenomena empiris adalah go]ongan Dua belas dan Tujuh. Dr. Harun mcnulis dalam halaman 100 : "Di sam ping ketiga "lliongan besar ini, masih ada golongankecil seperti Syi'ah sab'i.Ih, Ghurabiyah, Kasaniyah dan Rafidah". Syi'ah merupakan ± 1/1 0 dari jumlah, umat Islam seluruh ollillia, yang terbesar adalah Itsna asyriyah, kebanyakan di Iran. 1\l'lompok Isma'iliyah sangat sedikit, apalagi setelah pemimpinlIya dipegang oleh Karim Khan yang ibunya seorang wanita Iliggris lama tak kedengaran aktifitasnya; seperti say a katakan dlnlas, golongan Zaidiyah hampir tak berbeda dengan Ahlussunnah. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa justru perpecahan Illnat Islam ini yang ditonjolkan sebagai aspek politik, sampai dlscbutkan bahwa Sab'iyah mengatakan Ali itu Tuhan dan tidak ,"ati terbunuh, dan Ghurabiyah mengatakan bahwa wahyu itu l1/1tuk Ali tetapi Jibril salah alamat dan disampaikan kepada Na,bi Muhammad? 1'.ldahal Dr. Harun Nasution sendiri menulis pada halaman 103: (:oJongan extrim serupa ini tidak diakui oleh go long an Syi'ah
1.111l11ya.

59

Saya merasa bagi mereka yang kepada keimanan ajaran-ajaran Islam

bahwa penyajian semacam ini yang mestinya ingin memperdalam sejarah, sangat merugikan generasi muda kita yang belum mengetahui secara cukup mendalam.

Kemudian Dr. Harun Nasution meloncat kepada Al Mawardi (wafat tahun 1058) pengarang buku AI Ahkam AlSultaniyah (hukum-hukum tentang kekuasaan politik). Al Mawardi adalah seorang pengarang yang seperti pengarangpen~arang lainnya, banyak terpengaruh dengan keadaan di mana ia hidup. Ia mempertahankan kesukuan Quraisy bagi seorang Khalifah; tetapi di samping itu iamemajukan syarat-syarat lain yang lebih berarti seperti sifat adil, berilmu, sehat mental dan phisik, berani dan tegas. Ia. juga menyebutkan sifat-sifat pemilih, ~ehingga dengan begitu dapat ~ikatakan bahwa pemilihan Khalifah ·oukannya pemilihan langsung dari rakyat. Al Mawardi menceritakan- kontrak dengan umat,' sehingga kalau Khalifah menyelewengkan kekuasaan, hal ini berarti ia tellih melanggar kontraknya dan rakyat dapat memberhentikannya. Kemudian, secara tidak KIonologis, Dr. Hamn menyebutkan pendapat AI Gazali dan Ibn Jama'ah yang mengatakan bahwa Qrang tidak boleh menjatuhkan Khalifah yang dhalim karena Khalifah yang dhalim itu tentu kuat dan akan membunuh sebanyak mungkin orang-orang yang menentangnya. Kemudian menyebutkan pendapat Al Farabi (260-339 H) yang mengikuti pendapat Plato, filosuf Yunani (429-347 SM). Akhirnya Ibnll Sina (980-1037) juga disebut-sebut sebagai seorang yang mengutamakan fllosuf sebagai kepala negara akan tetapi harus mengetahui Syari'at. Sumber-surriber yang menjadi pedoman uraian Dr. Harun Nasution adalan dua buku karangan orang Barat, yaitu The I<haliphate karangan Arnold T.W. dan Political Thought in Medieval Islam (fikiran politik Islam pada abad pertengahan) karangan Rosenthal,E.I.J., di samping al Ahkamal Sultaniya}i' karangan

60

Al MawardiCwafat tahun 1058),al Mazahibal Islamiyah karangan Abu Zahrah danTheori Politik Islam karangan EI Rayes M.D. (Cairo). Diantara sumber-sumber tersebut, Khaliphate karangan Arnold h~mya membicarakan systim Khilafah dan sejarah, sedang buku Rosenthal secara terang-terangan meinbicarakan fikiran politik Islam pada abad pertengahan dan karangan Abu Zahrah membicarakan- golongan Islam, jadi bukan theori politik. Untuk mengetahui Islam dan ajaran-ajarannya, sesungguhnya dengan mudah orang menyelidiki dalam Al Qur-an dan Hadis, kedua-duanya mengandung ajaran-ajaran yang kadang-kadang belum dapat difaham pada zaman dahulu karena keadaan belum membuka mata manusia. Cara tersebut di atas adalah cara seorang [slam untuk menggali ajaran Islam. Seorang orientalist apalagi yang mempunyai dasar benci kepada Islam, ia tidak suka menyelidiki ajaran Qur~an dan Hadis akan tetapi mencurahkan perhatiannya kepada sejarah umat [slam yang sering menyeleweng dari ajaran Qur-an dan Hadis. Dengan cara terse but di atas, mereka dapat memberi gambaran yang jelek tentang Islam, seakan-akan keadaan yang jelek itu adalah hasH daripada ajaran Islam. Rupanya Dr. Harun Nasution memilih jalan kedua ini, cntah sadar entah tidak, sehingga akibatnya Bab V atau aspek politik ini menggambarkan Islam secara sangat Jelek. Sebagai kesan bahwa ajaran Islam ten tang politik sangat jelek, kecuali timbul karena yang diterangkan itu bukan ajaran Islam akan tetapi sejarah penyelewengan umat Islam dari ajaJan Islam, juga timbul karena hal-hal jelek itu merupakan keadaan pada abad Purba dan abad pertengahan sedang kita sekarang hidup dalam abad modern, penghabisan abad ke 20. Secara halus, dan tidak terasa uraian Dr. Rarun membandingkan keadaan umat Islam pada abad pertengahan dengan keadaan orang-oraQg Barat atau yang tidak memeluk agama Islam pada zaman modern.

61

Sebagai perbandingan, marilah kita mempelajari apa yang ditulis oleh almarhum Sayid Rasyid Ridha, pengarang majalah dan tafsir al Manar, dalam bukunya : Wahyu Muhammad. Dalam b:.tku Rasyid Ridlia kita dapatkan : Maksud keempat daripada Al Qur-an. Diantara maksud-maksud itu kita dapatkan: a. kesatuan umat sebagai terse but dalam surat 23 ayat 52:
0,., • .• eJY'" \
~

'

. "~I"'-;' '" U~1..:::l /~-.
-.9-;;' ./

:Ju, /~ ) ~f-"///./ 01.>- ~ /. '-4 o1.A.:.> /J - / /. ./
1',-1 ~/ \/
0. ~

..

"'--"'\/0 ."

"Dan sesungguhnya hai para Rasul, manusia itu umat yang satu, dan Aku ini TuhanMu, maka takutilah Aku."

'p

~.;,\ •

1

"\

Co

Artinya

:

"Hai man usia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari laki-laki dan wanita dan aleu jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-.suku agar kamu berkenal mengenal, sesungguhnya yang paling utama di an tara kamu di hadapan Tuhan adalah ya-ng paling bertaqwa."

c. persamaan dalam hukum masyarakat antara· orang yang berpangkat tinggi dan orang yang tidak berpangkat, antara orang kaya dan orang miskin, antara orang muslim dan O1~angyang menganut agama lain, kecuali dalam hukum keluarga. Kemudian Prinsip kita baca : Maksud keenam daripada Al Qur-an pertama dalam ketatanegaraan :

Kedaulatan adalah di tangan umat. Dan bentuk Pem~rintahan adalah syura (musyawarat). Kepala Pemerintah adalah Imam atau Khalifah, yaitu pelaksana Syari'at. Dan Urnatlah yang-.berhak mengangkatnya atau memberhentikannya. Tersebut dalam Al Qur-an surat 42 ayat 38

62

Artinya~
"Dan urusan mereka dilakukan dengan cara perundingan diantara mereka."

Tersebut dalam Al Qur-an surat 3 ayat 159 : /' -/ Artinya~

. yj'ilL:--f. ~~~,
y / ~
Y

.

/

''Dan ajaklah mereka itu (umat itu) bermusyawarat persoalan umum.U

dalam persoa/an-

Rasuiullah selalu bermusyawarat dengan sahabat-sahabatnya dalam soal-soal masyarakat dan negara baik dari segi politik atau segi miIiter atau segi keuangan. Adapun cara bennusyawarat itu tergantung kepada pemikiran seluruh umat oleh karena masyarakat itu berbeda menurut tempat dan waktu, sehingga jika cara (syura) ~ini ditetapkan niscaya akan menjadikannya beku, seperti Ibadat yang tidak dapat dirobah. Bukti bahwa hal-hal yang mengenai hukum dan poIitik adalah di tangan umat bahwa Al Qur-an mengalamatkan perintah-perintah Tuhan kepada Vmat, kelompok umat yang percaya sebagai contoh Surat Bara'ah Ayat I berbunyi:
, :-.1 -:' •

Artinya

h.,~\

:

.~~

••,

<:;(:{I ~~~~U-..IJ /' "\·~t· /' I / '/

-:'0

_/",1

~~~\J'" ·~ ,/ '" l. \ ~O~...) r, ..,r.. -\ " ~a......)\Q4.J.) '" ~. y,/
'';......7 :../ -/ / .,/

MIni adalah suatu pemutusan hubungan dan Tuhan dan utusanNya kepada orang-orang musyrik yang kamu sekalian telah adakan per- . janjian perdamaian."

Dan lain-lain Ayat di surat Anfal, Al Baqarah dan Aal Imran yang mengenai peperangan dan perdamaian. Contoh kedua adalah Surat 49 ayat 9 :

63

Arfinya :
"Jika ada dua kelompok orang yang beriman berperaflg, maka damaikanlah antara mereka. Jika salah satu dari mereka melewati batas terhadap yang lainnya, maka perangilah yang melewati batas itu sehingga mereka kembali kepada. perintah Allah ... Maka bilamana mereka sudah kembali damaikanlah an tara keduanya dengan adil don berlakulah adil, karena Allah suka kepada orang-orang yang berlaku adUn

Begitu juga soal-soal yang mengenai jarahan (harta musuh) dan pembagiahnya, dan soal-soal keluarga. 'Rasyid Ridha berhta : Ulama-ulama Besar tentang Hukum Islam mengatakan bahwa, kedaulatan dalam Islam adalah di tangan umat, akaf\ tetapi diselenggarakan oleh ahlul halli wal aqdl (fiemimpin-pemimpin yang mustahak) yang mengangkat Imamimam atau Khalifah. atau memberhentikan mereka jika terpaksa oleh keadaan (karena mereka menyeleweng). Prinsip pokok tentang negara Islam ini adalah suatu reform polltik yang terbesar bagi manusia. Prinsip te!"8ebut diproklamirkan pada waktu bangsa-bangsa di .dunia ini diperintah oleh Pemcrintah-pemerintah yang zalim dan yang menindasnya baik dalam segi agamanya maupun dalam segi keduniaannya. Dan Muhammad Rasulullah adalah orang yang mengetrapkan refotm tersebut untuk pertama kalinya; beliau tidak mengambil keputusan politik atau administratif kecuali sesudah bermusyawarah dengan pemimpin-pemimpin umat. Setelah nabi Muhammad wafat, para Khalifah mengikuti jejaknya. Abu Bakar al .Sidik berkhotbah setelah'selesai dibai'at :
64

-

. "..'::~
Pidato Abu Bakar

"Saudara-saudara, aku ini telah terpilih menjadi kepala negara dan aku ini bukannya yang terbaik diantara kamu, oleh karena itu jika aku melakukan kebenaran maka bantulah aku, dan jika aku melakukan kesalahan maka betulkanlah aku. Mengatakan yang benar adalah suatu amanat, dan membohongi rakyat adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah daripada rakyat mempunyai kedudukan kuat di hadapanku sehirtggaaku mengembalikan haknya kepadanya, Insya Allah. Dan orang yang kuat daripada rakyat, kedudukannya lemah dihadapanku sehingga aku mengambil hak orang lain (yang diperolehnya) daripadanya, Insya Allah. Tak ada kelompok manusia yang meninggalkan jihad dalam jalan Allah, kecuali Allah telah menimpakan hina kepada mereka, dan tak ada kejahatan moril yang tersiar diantara suatu umat, kecuali umat itu mendapat kesulitan dari Tuhan. Ikutilah perintahku selama aku mengikuti perintah Allah dan RasulNya dan jika aku tidak mengikuti perintah Allah dan RasulNya, maka aku tak berhak akan kepatuhanmu kepadaku. Marilah kita sembahyang, semoga Tuhan memberi rahmat atas kamu sekaliannya". Khalif-ah kedua, Vmar bin Khattab'iuga memberikan pidato waktu sesudah dibai'at, ia berkata : "Barang siapa mendapatkan penyelewengan dari tlhakku maka hendaklah ia..membetulkannya. Mendengar khotbah itu seorang rakyat jelata berkata dengan tenar: jika karni rnendapatkan penyelewengan dari padarnu, niscaya akan karni betulkan dengan pedang karni. Khalifah Vrnar rnenjawab :" Alharndulillah yang telah menciptakan di an tara Vmat Islam orang yang bersedia rnernbetulkan penyelewengan Vrnar dengan pedangnya." Keadilan dan persarnaan Rasyid Ridha kernudian rnenyebutkan keadilan dan persamaan. Al Qur-an 'rnenyebutkan pada Surat 16 : Ayat 90: .

65

Artinya:
''Tuhar(. memerintahkan keadilan dan kebaikan."

Pada Surat 4 Ayat 57 disebutkan

:

Artinya:
"Tuhan memerintahkan kamu agar menyampaikan amanat yang diserahkan kepada kamu, kepada orang-orang yang mempimyainya; dan Tuhan memerintahkan jika kamu memerintahkan, melakukan hukum, agar kamu memerintah atau menghukum dengan adil."

Larangan bagi pejabat untuk komersialisasi jabatan Tersebut dalam kitab Al Bukhari dan Muslim hadis seperti berikut:

66

Artinya:
J~bu Hamid al Sa 'eli berkata : Rasulullah memberi tugas kepada Ibn Lutbiya untuk mengumpulkan zakat (pajak) suku Bani Salim. Setelah selesai t'dgasnya, ia datang kepada Nabi dan diminta pertanggungan jawab, ia berkata : Ini adalah untuk kamu (untuk negara) .dan ini adalah hadiyah yang diberikan kepadaku. Maka Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak tinggal saja di rumah ibumu sampai hadiyah itu datang kepadamu, jika memang kamu berkata benar ? Kemudian NaN Muhammad berdiri dan berpidato, membaca Alhamdulillah dan' berkata Amma ba'du, aku' telah memberi tugas kepada beberapa orang mengenai keuangan negara, ada seorang diantara mu yang berkata Ini untuk kamu (negara) dan ini hadiyah yang diberikan orang kepadaku. Mengapa ia tidak tinggal saja di rumah ibunya sehingga hadiyah~ nya datang kepadanya, kalau betul ia tidak bohong. Demi Allah, seorangpun yang mengambi( harta dengan tanpa hak, ia akan menghadap T,uhan pada hari Kiamat membawa harta itu. Maka aku akan melihat orang yang menghadap Allah dengan membawa unta atau sapi atau kambing yang masing-masing berblmyi, kemudian Nabi mengangkat tar1gannya ke atas dan berkata . Ya Allah, aku telah menyampaikan amanatMu."

67

Yang tersebu t di atas adalah sebagian ke~il dari gambar aspek politik ajaran Islam. Dan ajaran-ajaran yang tersebut d~la Al Qur-an dan Al Hadis adalah ajaran yang up t.o date samp hari ini. Demokrasi yang dilakukan oleh negara kota (city state di negeri Yunani merupakan dcmokrasinya orang kaya; pari hamba yang tak ada prospek untuk menjadi merdeka, tetap be kedudukan rendall. Ketatanegaraan pada Kerajaan Romawi didasarkan atas k unggulan darah Romawi; bangsa-bangsa lain dianggap bangsa Ba bar yang rendah. Di negara-negara yang disebut Oriental empir, kerajaan-kerajaan besar di Timur, Raja adalah seperti Tuh yang tidak dapat keliru, dan semua tindakannya dianggap at harus dianggap baik. Kekayaan materiil dati kenikmatan mate' adalah satu-satunya tujuan hidup yang baik pada zam~n Kerajaa Romawi atau Kerajaan Persia, dan setelah Kerajaan Roma menganut agama Kristen, agama itu tetap tidak meresap kepad jiwa rakyat karena terlalu abstrak serta dilingkungi oleh hierarc gereja yang ketat. Hal yang semacam di citaslah yang mustinya dijadikan i dari aspek politik ajaran Islam; Ajaran-ajaran tersebut tiap oran, dapat· membacanya dalam Al Qur-an dan kitab-kitab Hadis; Adapun· si A membunuh si B, si C memerangi si D itu semu bukan aspek politik Islam. Itu ,adalah aspek politik manusia yan tidak mempraktekkan petunjuk Allah s.w. 1. yang telah diberik kepada manusia. Pad a zaman modern, kita membaca Montesquieu (1689 1755) dengan l'esprit des Lois Uiwa Hukum) di mana ia mengan jurkan pembagian tug as antara, kekuasaan legislatif, judicati dan executif. Hal ini pada dasarnya suatu cara untuk mewujudk keadilan, tetapi sampai saat ini sering dilanggar oleh Penguas yang tidak beIjiwa Islam. Jean Jacque Rousseau (1712-1778) memajukan theo tentang contrak sosial yang dalam garis besarnya sesuai denga Islam.

68

Kemudian kita dapatkan. Karl Marx (1818-1883) yang IIvgambarkan •peIjoangan permanent antara ~aum buruh dan 11111 -kapitalist. Gambaran semacam itu timbul dari salah faham lat ;lng plus-value, yang melukiskan segala kekayaan itu dari !!oIga physik. Faham ini sampai hari ini bertentangan dengan kapitalisme, 1.11Ipertentangan ini sampai saat ini menjadi seeab ketidak III"Han dun~a, menini.bulkan Blok Barat dan Blok Timur yang lulu menjadi sebab ketegangan Dunia. Aspek politik dalam Islam tidak hanya mengenai aspek utanegaraan at au aspek dalam negeri. Islam adalah agama Unioleh karena itu aspek politiknya juga mengandung aspek "krnasional, perang dan damai.
t

l~il,

Di bawah ini kami cantumkan

contoh

beberapa

pnnSlp:

I Islam melarang agressi akan tetapi juga melarang menyerah. \lillum AI Qur-an,._ Surat 2 Ayat 190kita dapatkan:

.tmya:
"Dan perangilah dalam jalan Allah mereka yang memerangi kamu dan jangan melakukan agressi, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-otang yang melakukan agressi. "

II. Tujuan daripada perang,setelah mengelakkan agressi, adalah IIlcndirikan masyarakat yang penuh perdamaian, masyarakat III mana Tuhan disembah dan dimuliakan dan karena itu masyalukat itu masyakarat yang adil, makmur dan penuh toleransi IItln budi pekerti luhur. Hal tersebut dapat Iyat 40 yang bunyinya dimengerti : dari AI Qur-an - Surat 22,

69

"Dan sekiranya Allah tidak melindungi manusia, sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain, niscaya dihancurkanlah pertapaan, gereja Kristen dan tempat sembahyang orang Yahudi dan masjid di mana banyak disebut nama Allah. Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong (agama)Nya. Allah itu maha K uat dan Tinggi ')'aitu mereka yang jika memegang kekuasaan, mereka menegakkan sem" i bahyang, mefrlberi zakat dan melakukan amar ma'ruf (menyuruh berbuat kebaikan) dan nahi mungkar (melarang perbuatan mungkar). Dan kepunyaan Allah-lah aqibat segala urusan."

,III. Mementingkan perdamaian Surat 8 ayat 61 berbunyi :

daripada

peperangan.

Al Qur-an

.'~i &PI;~;~\~j~;Q &~~\~~~;
'\1 : J1,A:.1l1

Artinya:
"Jika mereka menuju perdamaian, maka engkau harus juga menuju perdamaian, dan tawakkal lah kepada Tuhan. Sesungguhnya fa Maha Pendengar dan Maha Mengetahui."

IV. Harns selalu siap untuk berperang supaya jangan diserang. Prinsip mi nyata sekali dalam AI Qur-an Surat 8 Ayat 60 yang bunyinya : 70

\

,/ - ./.~~-'#~~ ~~\.k\:~' /;:~:
rtinya :
"1. :

Jwj) \.

"'/.1..>/ ~r/. ~\'" L,,~0 ~ .", ~./ ,/ ", ~
-' -' ./ ~ \:'-'

?-~~ /~

~ ' .... ' '\~~"'~j\'Vi'"
/ .y

., Y

"Dan sediakan bagi mereka (musuh-musuhmu) apa ya,Ylg dapat kamu sediakan = kekuatan orang, senjata dan kuda; untuk menakut-nakuti musuh Tuhan dan musuhmu."

Harus menepati perjanjian dan tidak mengkhianatinya Insebut dalam Al Qur-an, Surat 16 Ayat 91 :
Ji:l'
C\\

:

I{~ /.; ,,'"/:"('''''''' ''/ ,~+?/"'~L,)U: ... ~ .J>/':; 1./'-!-· ",~(\~/~1\~~~-'i.--! J ~\,",J.A

' '\ /

~

Itinya :
"Dan penuhilah janji (atas nama Allah) yang kamu buat, dan janganlah menyalahi sumpah setelah diucapkan".

Begitulah sekelumit dari· pokok-pokok fikiran yang muncul "ka seseorang membaca suatu Bab yang beIjudul aspek politik; 1J.lran-ajaran ,pOlitik Islam adalah ajaran: politik yang luhur, Illg di tanah air kita Indonesia ini disalah fahamkan. Orarig Il\l'ngidentifikasikan ajaran pcilitik Islam dengan terror, dengan ".I\latisme dan dengan Arabisme; semua itu dalam beberapa hal II'ielimuti dengan purba sangka dan fitnahan. Dengan uraian Dr. harun Nasution tentang aspek politik lug isinya adalah sejarah hitam d~ri pe:nyelewengan . ajaran 1,lum, maka sadar atau tidak sadar Dr. Harun Nasution telah 1Ill'llambah kt;salah fahainan konsepsi politik dalam Islam. Saya harap dengan penjelasan di atas sledikitnya keteranganderangan Dr. Harun Nasution yang did:asarkan atas metode IIl1entalisme yang anti Islam itu dapat dihila.ngkan effeknya yang 11l~l!:atif, terutama bagi generasi muda Islam.

71

I !

6

KOREKSI TERHADAP BAB VI TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN Dalam menilai bab VI tentang lembaga-Iembaga Kemasyarakatan, saya merasa perlu mengulangi apa yang saya tulis dalam penilaian bab-bab yang sebelumnya yaitu pertama Dr. Harun Nasution tipak mempunyai kepribadian sendiri dalam menulis bukunya. Ia hanya meniru orientalist-orientalist yang tidak suka kepada Islah1, kedua: sebagai akibat dari kek,eliruan pertama maka ia ~menganggap bahwa' apa yang terJadi. dalam sejarah Islam df abad pertengilhan a:dalah merupakan ajaran Islam. Ketiga: ~?lupa bahwa sumber Islam pukan sejarah Umat Islam tetapi Al Qur-an yang merup~kan wahyu Ilahi serta Hadis Nabi. Ia lupa p~a bahwa susunan' pemerintalian dan administrasi negara-negara Islam itu adalah susunan y~mg umum yang terdapat dalam negaranegara Timur atau Barat dalam abad Pei:tengahan. Dengan kat a-kat a tersebut di atas marilah kita nilai karya Dr. Harun Nasution. I. Dalarn' halaman 107, paragraph pertama, Dr. Harun Nasution menulis : "Islam dalam sejarah, seperti telah dilihat, mengarribil bentuk negara. Sebagai negara Islam sudah barang tentu harus mempunyai l'einbaga-Iembaga kemasyarakatan, seperti pemerintahan, hukum, pengadilan, polisi, pertahanan dan pendidikan." II Kata-kata tersebut di atas menunjukkan dengan jelas banwa Dr. Narun Nasution. belum faham konsepsi Islam. Kata-kata: "Islam dalam sejarah mengambil bentuk negara". Kata tersebut menunjukkan bahwa negara Islam itu adalah tidak disengaja
72

IIIIIbulnya. Dalam sejarah terjadi perkembat:lgatl lUkan bahwa Islam berbentuk negara.

yang memung-

Gambaran terse but di atas adalah garnbaran sarjana-sarjana listen kuno yang terpengaruh oleh agama mereka yang berI'l'ndapat bahwa agama dan negara hams dipisahkan. Menumt Ihcori Gereja Katolik: Paus mempunyai dua pedang, yang satu Ilpegang sendiri dan yang s~ltu lagi dipinjamkan kepada raja-raja III Eropa, yakni bahwa Paus itu memegang sendiri akan kekuasaan rllkhani sedang kekuasaan materiil dipegang oleh para raja-raja. Pada waktu sekarang telah banyak al111 teologi Kristen haik dari fihak Katolik at au dari Protestant yang berpendapat huhwa agama tak dapat dipisahkan dengan negara atau dengan IIlUsyarakat materiil. Dalam sistem Islam,· agama tak dapat dipisahkan dengan Ill'gara. Ini bukan theocratie. Theocratie berarti, bahwa yang Illcmegang pemerintahan adalah suatu kelompok khusus dari lhli agama, suatu hierarchi yang diketuai oleh Paus. Sistem 1•• lum dapat dinamakan :nomocracy artinya negara Hukum. HuIIm-hukum itu yang pokok dan fundamentil adalah dari Tuhan, lcrsebut dalam Qur-an dan Hadis dan jumlahnya tidak banyak. Dun selain itu adalah bikinan manusia sendiri dengan jalan ijtihad, dldasarkan atas ayat AI Qur-an dan Hadis.Dengan begitu maka hunyak sekali peraturan-peraturan yang. barn yang harus sesuai dl'ngan keadaan masyarakat yang serba berobah. Hal-hal yang disebutkan oleh Dr. Hamn Nasution dalam hab ini bukan lembaga-Iembaga Islam, tetapi Lembaga Kemasyarukatan yang ada pada abad Pertengahan.

II.

Dalam paragraph 2, Dr. Harun Nasution menu lis :

"Masyarakat Islam pada mulanya tersusun atas orang-orang Arab aja, tetapi dengan tersiarnya Islam ke luar Arab, orang-orang hukan Arab masuk Islam dengan menggabungkan~diri dengan alah satu suku bangsa Arab, disebut Mawali. Katena Mawali dalam prakteknya mempunyai kedudukan lebih rendah dari orang
7

Arab. Orang-orang Alab, sebagai bangsa yang berkuasa di waktu itu dianggap oleh masyarakat lebih tinggi. Karena mempunyai kedudukan lebih tinggi, agama dan kebudayaan Arab Islam di. pandang lebih Tinggi pula. Tidak mengherankan kalau bangsab~ngsa yang berada di bawah kekuasaan Islam di waktu itu banyak berusaha untuk meniru orang Arab dalam bahasa, pakaian dan adat istiadat. Bahkan banyak pula yang meninggalkan agama aslinya dan masuk Islam." Membaca paragraph terse but terbayang kepada saya seorang orientalist Barat y.ang tidak menghayati Ajaran Islam. Segala yang ditulis oleh Dr. Harun Nasution adalah jauh dari kebenaran. Penjelasannya adalah sebagai berikut: Dalam peperangan agama dahulu, pihak yang kalah menjadi budak. Budak itu dijual belikan. Praktek ini telah disetujui oleh orang-orang Yunani, Romawi, Persia dan agama Yahudi serta Kristen. Agama Islam juga membolehkan akan tetapi selalu membuka jalan. untuk emansipasi, agar budak-budak itu dapat tnerdeka, baik dengan niatan sebagai bayaran denda (diyat) atau atas dasar penebusan harga oleh si budak itu seridiri atau oleh karena niat baik at as pembebasan dari yang punya. Maula, kata majemuknya mawali, bera1;'ti budak. la, karena· dimiliki. tuannya, juga dianggap salah satu anggauta dari suku tuannya itu. Kalau ia sudah dimerdekakan, ia ·tetap menamakan diri sebagai beraff1liasi kepada suku bekas tuannya. J adi: Maula bukan orang yang menggabungkan diri dengan salah satu sukt~ bangsa .Arab. la adalah budak yang telah dibebaskan, akan teta;} pi tetap beraff1liasi kepada suku bekas tuannya. Dr. Harun menonjolkan sggi-segi negatif"Kaum Mawali dalam prakteknya mempunyai k~dudukan iebih reridah dari orang Arab. Karena kedudukan lebih tinggi, agama dan kebudayaan Arab Islam dipandang lebih tinggi pula. Tidak mengherankan kalau bangsa-bangsa yang berada di bawah kekuasaan Islam di waktu itu ban yak berusaha meniru orang Arab dalam bahasa, pakaian dan ad at istiadat. Bahkan banyak pula yang meldnggalkan agama 74

· ~:

.Islinya dan masuk

Islam."

Segi-segi negatif ini tentu terjadi dalam pertemuan b~ngsa11angsa. Secara latent selalu ada bahaya kekacauan racial di manaIllana termasuk di negara kita Indonesia sekarang ini. Bukan saja Lekacauan racial tetapi sering teIjadi rasa tidak puas terhadap kclompok yang sedang berkuasa meletus dan teIjadi kekacauan. Inilah yang ditonjolkan oleh kaum orientalist yang dianut oleh I)r. Harun Nasution, akibatnya ia menulis: "Bahkan banyak pula yang meninggalkan agama aslinya dan masuk Islam;; seakan-akan kekuasaan Islam di daetah-daerah peluasannya itu sarna dengan "x pansi kolonial pada abad 20. Bukankah i.lI.iak sedikit bangsa, Indonesia yang mengagumi segala sesuatu yang dibawa Belanda dahulu, termasuk agama mereka? ,'-:ungguh sangat mengherankan membaca keterangan semacam 11'I'Sebut dari seorang sarjana seperti Dr. Harun Nasution. Pada paragraph ketiga Dr. Harun Nasution menulis: "Ked lldukan Mawali yang lebih rendah itu di Persia pada akhirnya IIlcmbawa kepada gerakan Syuubiyah, suatu gerakan yang dekat Ilwnyerupai gerakan nasionalisme dalam arti mod.ern." Dengan tulisan tersebut, kita faham bahwa, orang Arab tidak .Idil dan menindas dan oleh karena itu timbullah Nasionalisme Persia yang dinamakan Syuu~iyah. I'ambaran kaum ori~ntalist. Gambaran semacam itu adalah

)

Marilah kita fikirkan dengan lebih tenang. Saya rasa tak Illia negara modern di dunia ini yang adil seperti Kerajaan Inggris. Walaupun begitu terjadi gerakan Irlandia merdeka, Di Canada, plOpinsi Quebec sarna kedudukannya dengan propinsi-propinsi ('anada lainnya, malah P.M. Canada sekarang P.M. Trudeau tdalah berasal dari Quebec. Walaupun begitu ada gerakan NalonaIisme Quebec. Di Spanyol, ada pula gerakan Nasionalisme Basque, yaitu kelompok suku~suku yang tinggal di pegunungan I'yreenee sebelah utara~ Di Irak, ada gerakan nasionalisme Kurdi Y:lng juga terdapat di Turki dan Persia. Dan di Indonesia sendiri kalau kita tidak waspada, akan ada saja gerakan sukuisme,
.•..

75

...... ,'-:: ..

------------------------banyaknya suku-suku d( Indonesia. Memang benar,

mengingat

Syuubiyah Iran akhirnya keIjasama dengan keluarga Abbasiyah untuk menggulingkan kekuasaan Dinasti Amawiyah di Damaskus. Yang terang bahwa mtfsuh-musuh kerajaan Amawiyah, yaitu kelompok Abbasiyah beke!ja sarna dengan golongan nasionalis Persia dan akhirnya berhasil menghancurkan kerajaan Amawiyah. Fakta yang terang itu dihiasi oleh Dr. Harun Nasution dengan gambaran bahwa orang Arab menindas orang yang bukan Arab~ bahwa Mawali itu masuk Islam sekedar karena Islam adalan agama kelompok yang berkuasa, sekan-akan tidak ada unsur Iman dari pihak Mawali tersebut, dan tidak ada jiwa Islam yang dihayati oleh masyarakat I~lam yang sudah meluas ke daerahdaerah di luar Jazirah Arab. Dalam halaman 108: Dr. Harun Nasution menulis:

"Di samping orang-orang Islam, baik Arab maupun bu~an Arab, terdapat orang-orang bukan Islam yang memeluk agama-agama lain, terutama agama Kristen dan Yahudi. Orang-orang ini disebut ahluzziimah., Mereka adalah pemeluk agama lain yang memilih tetap tinggal di bawah naungan Islam dengan membayar Jizyah yang dapat diartikan pajak naungan". Paragraph ini lebih baik dari paragraph yang terdapat dalam bab IV tentang aspek sejarah dan kebudayaan, (silahkan baca koreksi tentang bab tersebut). Te~api baiklah kita tambah dari kutipan buku Sayid Rasyid yang berjudul : Wahyu Muhammad sebagai berikut : Jizyah dalam Islam tidak seperti pajak-pajak yang dipaksakan olehpihak yang menang kepada pihak yang kahlh serta menyebabkan penderitaan-penderitaan mereka. Jizyah adalah pungutan sedikit sebagai imbalan terhadap jasa Pemerintah Islam dan tentaranya yang mempertahankan keselamatan mereka. Ini semua dapat -dibaca dalam sejarah Rasulullah. 76

Sebagai contoh perjanjian Jizyah adalah perjanjian yang· ditulis oleh Khalid bin Walid kepada Saluba bin Nastuna, kepala kelompok Kristen ketika Khalid menguasai daerah AI Furat (lrak). Perjanjian itu berbunyi: Ini adalah surat dari Khalid bin Walid kepada Saluba bin Nastuna. dan pengikutnya; aku berjanji akan menerima Jizyah dan melakukan pertahanan, hak kamu adalah zimmah. (tanggung jawab dan kesanggupan karoi). serta keamanan selama kami dapat mengamankan kamu, kami berhak menerima Jizyah. Jika kami tak sanggup lagimengamankan, kami tak berhak lagi menerima Jizyah. Ditulis pada tanggal 12 bulan Safar. (Pada zaman Khalifah Vmar memperluas daerah Islam di Persia).

77

--

-

·

~~

....

"

..

7

KOREKSI

TERfIADAP BAB VII TENTANG ASPEKHUKUM

Aspek hukum dalam Islam sangat penting. Kalau segi kepercayaan sudah banyak diterima oleh l)1anusia Indonesia, segi hukum sampai saat ini masih menjadi suatu penghalang bagi kaum terpelajar di Indonesia untuk menerima Islam dan menghayatinya. Bagi kaum terpelajar hukum yang terbaik adalah hukum buatan manusia, yang dapat sesuai dengan tempat dan zaman. Montesquieu (1689-1755) sarjana Perancis menulis karangannya l'ESPRIT des 10is pada tahun 1748. Dalam -:-karangan itu ia memberi definisi hukum sebagai berikut : "Les lois sont des rapports necessaires qui deriveilt de 1a nature des choses" yakni Hukum ada1ah h~bungan yang 1azim yang timbu1 dari watak benda atau manusia. Dengan perkataan lain, sumber hukum itu ialah manusia. Dan oleh karena sumber hukum adalah manusia maka Montesquieu mencetuskan idee tentang tiga macam kekuasaan legislatif yakni yang membentuk hukum, executif yakni yang mengetrapkan hukum dan judicatif yaitu kekuasaan kehakiman. Idee-idee Montesquieu tersebut pad a waktu ini menjadi dasar dari Pemenntahan atau struktur po1itik modern, meskipun banyak negara yang mengatakan dirinya modern tidak me1akukan prinsip terse but. Kekuasaan executiflah yang sering menguasai badan legislatif dan badan-badan peradilan, walaupun badan legislatif dan peradilan itu terdapat dalam bentuknya yang 1ahiriyah.
78'

.,.

"

.1{

Islam adalah agama yang mengatur segi jasm~l!1i danrohani mahusia, maka dari semenjak Nabi Muhammad s.aJ,w. berda'wah untuk Islam, Qur-an diturunkan Allah kepadanya sedikit demi sedikit sesuai dengan haj~t perkembangan da'wah. \Oleh karena jtu maka kita dapatkail bahwa Ayat yang diwahyuka,n di Mekah meri'sajakkepad8 tauhid, percaya bahwa Tuhan itu satu, dengan memusatkan perh,,'ltian kepada keindahan alam, kesera~,ian dalam Lukum alam serta t1agaimana manfaatnya kepada manus] a, sehingga sampailah man~5ia kepada keyakinan akan adan)la Allah yang maha tunggal Yh1!1g akan meminta pertanggungan ja,wab pe!vrjaan manusia di hart' kemudian .. )I Setelah -keyakinan ten tang adanya Tuhan yang maha 'tunggal tu tertanam baik, maka mulailah pendidlkan manusia m,eliwati ;lukum. Jadi lembaga hu&um itu timbul dalam Islam ,bukan karena Islam sudah merup~1kan negara seperti yang dikatakan Qleh Dr. Harun Nasution paola halaman 7, akan tetapi turunnya ayat hukum itu ditetapkan \,sesudah mendalamnya keyakillan I akan adanya Tuhan. \
\

Mungkin sepintas lalu ket~~rangan di atas kelihatan tidak banyak berbeda. Tetapi sesungg~lhnya perbedaannya besar ..Konsep Dr. Harun adalah bahwa ~\gama Islam itu seperti agamaagama lainnya, dan kebetulan Nabi Muhammadmenjadi kepala I negara, oleh karena itu, ia memerlukan Ayat-Ayat hukum. Konsepsi saya adalah bahwa agama Islan\1 itu untuk dunia dan akhirat dan hams mendirikan negara, Ayat-Ayat .ketatanegaraan itu bam diturunkan pada waktu yang tepa~,\ waktu ('>rang memerlukan untuk mengatur negara.
\

Hadis-Hadis bua~an Pada halaman 11, Dr. Hamn Nasuti\On menulis : I "Untuk mencari penyelesaian bagi soal-soal bam itu para sahabat kembalike AI Qur-an dan Sunnah yang ditinggalkan Nabi. Soal kembali ke Al Qur-an mudall karena Al Qur-an dihafal oleh sahabat-sahabat dan telah pula dibukukan di zaman Abu Bakar. 79

Tetapi ber1ainan halnya dengan Hadis. belum dibukukan pada waktu ltU. Di terpaksa mencari Hadis dan ha1 ini timbu1nya Hadis-Hadis yang diragukan adalah seben<trnya Hadis-Hadis buatan".

Hadis tidak dihafal dan sini timbullah keadaan nanti membawa kepada berasal dari Nabi, tetapi

Keterangan di atas mengandung unsur orientalisme. Hadis tidak dihafal. Ini sepintas 1a1u benar. Tetapi sebenarnya bany~ orang-orang yang mengetahui Hadis, dan Hadis itu .tidak se1alu perlu dihafal, karena kebanyakan mengenai suatu kejadian. Jika ada suatu kasus hukum, maka Abu Bakar dan Umar dan sahabat lainnya menanyakan apakah ada orang yang meugetahui bahwa Rasulullah pernah mengambil keputusan da1am kas,us semacam itu. Jib pernah ada, maka sahabat yang mengetahuinya memberitahu dengan membawa saksi. Jika tidak, maka para sahabat mengadakan sidang untuk merundingkan soal tersebut. Dan keputusan yang mereka ambil dinamakan Ijma' (konsensus sa.habat) Mencari Hadis pada zaman sahabat tak perlu dihubungkan dengan timbulnya Hadis-Hadis buatan, yang teIjadi dua abad kemudian. Penonjo1an a:danya Hadis buatan pada permu1aan perio,. de tasyri' Oegislasi) Islam adalah kebi~saan pa,ia orientalis khususnya Goldziher. Istihsan dan· al Masalih a1 Mursalah Pada halaman 17 Dr.. Harun menulis "Istihsan yang dibawa oleh Abu Hanifah dan al Masalih al Mursalah yang ditimbu1kan Malik ditolak oleh Al Syafii sebagai sumber hukum". Kata-kata tersebut di atas sangat singkat dan memberi kesan bahwa Imam Syafii sangat berbeda dengan Imam Abu Hanifah atau Imam Malik; dan dengan begitu maka dasar hukum Islam itu goyah, tidak kuat. Oleh karena itu perlu ditambah dengan dua kutipan, pertama mengenai Istihsan dan kedua mengenai alMasaJih a1 Mursalah. Da1am kitab Usu1 Fiqh karangan Syekh Muhammad Khudari, 80

Guru hesar s'yari'at sf"b:1zaiberikut :

Islam

di Universitas

Cairo, halaman

334,

"Sering perkataan Istihsan dipakai oleh ahli fiqih mazhab Hamlli sooagai kebalikan dariQiyas. Mereka mengatakan umpamanya : menurut Qiyas hukumnya sesuatu terlarang, tetapi alIstihsan mcmbolehkan; dengan begitu maka Istihsan dijadikan satu sumber hukum ;atau argumentasiyang menentang sumber hukum (argumentasi) lainnya dan mengalahka:nnya. Maka ada. orang-orang yang tidak setuju pemakaian kata lstihsan, karena mereka menganggapnya sebagai legislasi dengan ta:k pakai kaidah" Atas dasar ini pula Imam Syafii berkata:. Barang siapa melakukan Istihsan ia telah membentuk syari'at sendiri; banyak pula ahli usul· fiqih yang mengikuti Imam. Syafii dan mengatakan bahwa lstihsan adalah dalil (sumber hukum) yang keliru dan tidak boleh diandalkan untuk menetapkan hukum. Akan tetapi ahli-ahli usul fiqih ternama dari mazhab Hanafi telah menerangkan arti Istihsan itu. Dan setelah kita faham arti Istihsan yang sebenarnya ternyata hahwa perbedaan faham antara kedua belah fihak (Syafii dan Hanafi) hanya perbedaan kata-kata .. Mereka' menerangkan : Istihsan adalah Qiyas yang ilIatnya (sebab hukumnya) tidak terang jika dibandingkan kepada suatu Qiyas lain yang lebih nyata. Jika Istihsan terjadi jika dalam sua1u kasus ada .suatu illat (sebab) yang mei'ljadikannya diberi .. hukum yang mirip dengan sesuatukasus, tetapi di samping itu ia mempunyai illat (sebab, sifat) lain yang menjadikannya mirip. derlgan suatu kasus yang lain." al Masalih al Mursalah Untuk menghiIangkan kesan bahwa dasar-dasar atau sumbersumber hukum Islam itu kabur kare'na -lman Syafii tidak menyetujui al Masalih al MursaJah yang dikatakan oleh Imam Malik di bawah ini saya muatkan kutipan dari kitab: Filsafat Tasyri' dalam Islam karangan Dr. Subhi Al Mahmasani. Para Imam-imam mazhab bersepakat bahwa dalam ibadat
81

menurut syari'at Islam yang pokok ialah "Ta'abbud" yakni lakukan apa yang diperintahkan oleh agama dengan tak usah tanya mengapa demikian. Hukum-hukum ibadat telah diketahui menurut daliI-daliI syara' (Qur-an, Hadis). Para Imam-imam mazhab itu juga bersepakat bahwa bagian mu'amalat atau hukum yang mengenai hubungan masyarakat, .mempunyai arti yang dapat difahami manusia dan hukum-hukum itu didasarkan kepada maslahat dan manfa'at bagi manusia. Maslahat atim manfa'at jika telah -ada keterangan dalam Nas (Qur-an dan Hadis) atau Ijma' atau Qiyas ten tang boleh atau tidaknya, maka orang liarus.mengikuti hukum itu. Tetapi kalau sumber hukum, (Qur-an, Sunnah, Ijma dan Qiyas) tidak menerangkan faedah suatu perbuatan, maka kita berhak untuk menyelidikinya. Imam Malik mengatakan hal tersebut, yakni berarti bahwa faedah . (manfa'at) itu dianggap sumber hukum, dan hal tersebut ia namakan aI Masalih aI Mursalah, yakni maslahat yang tak ada diterangkan daIam sumber-sumber hukum lainnya .. Ada tiga syarat untuk menjadikan maslahat itu sumber hukum-hukUJ;n. Pertama: maslahat itu harus mengenai mu'amalat yakni bukan ibadat. Kedua: maslahat itu harus sesuai dengan jiw-a syari'at .Islam, yakni tidak bertentangan dengan salah satu sumber hukum. Ketiga: maslahat tersebut haros termasuk hal-haI yang dinamakan dharuriyat (necessities) yaitu yang bermaksud menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda, atau termasuk dalam hal yang dinamakan hajiyat (keperluan-kepeluan) artinya hal-hal yang diperlukan untuk kepentingan masyarakat, di sampirig keIima hal yang dinamakan dharuriyat." Pintu Ijtihad ditutup Pada haIaman 20, Dr. Harun Nasution rikut : menulis sebagai be-

"Sehabis periode ijtihad dan perkembangan hukum tersebut di atas, datanglah periode' takIid dan penutupan pintu ijtihad, di abad ke 4 '. Hijri (abad 11 Masehi) bersamaan dengan 82

mul.ainya I?asa kemunduran dalam sejarah kebudayaan Islam, berhentiIah perkembangan hukum Islam; Mazhab yang empat di waktu itu sudah mempunyai kedudukan stabil dalam. masya- . rakat dan perhatian bukan lagi ditujukan kepada Al Qur-an, Sun" nah dan sumbeNumber hukum lainnya, tetapi kepaaa buku-buku fiqih. Ulama-ulama" 'mazhab mempertahankan mazhab imamnya masing-masing dan menganggapmazhab iinamnyalah yang terbenar dan yang lainnya kurang benar. Dengan demikian perhatian dipusatkan pada usaha mempertahankan kebenaran mazhab 11)asing-masing.. Ulama-ulama kaliber besar yang sederajat dengan Abu Ranifah, Malik, Syafi( dan Ibnu Hanbal sudah tidak terdapat lagi dan ,ijtihad yang dijalankan oleh ulama-ulama yang belum . mencapai derajat mujtahid membawa kekacauan dalam bidang hukum dan dalam masyarakat. Dikatakan bahwa kasus yang sarna di kota yang sarna menperoleh penyelesaian hukuIJl yang bertentangan. Dalam suasana demikian para ulama melihat perlunya pintu ijtihad ditutup dan pengadilan perkara tidak boleh lagi didasarkan kecuali atas pendapat ulama-ulama besar sebelumnya. Orang tidak boleh lagi pergi langsung kepada Al Qur-an dan / Sunnah untuk menentukan hukum atau untuk memberi fatwa. Di sini timbullah faham dan sikap taqlid yaitu mengikut pendapat ulama-ulama sebelumnya. Ral yang demikian membawa keadaan statis 'dalam bidang hukum Islam yang pengaruhnyamasih terasa sampai dewasa ini" .. Dengan membaca parag(apn terse but di atas, kna Hlendapat gambaran bahwa ada' suatu larangan untuk mengambil hukum dari Al Qur-an atau Radis, dan adanya suatu penntah untuk mengikuti sesuatu larangan ten tang fiqih. 'Para ulama merasa perlu pintu ijtihad ditutup dan pengadilan agama tidak boleh lagi didasarkan kepada Al Qur-an dan Radis. Gambaran semacam tersebut dari kata-kata hasan. adalah tidak benar. Ini timbul

"Pintu ijtihad sud~h ditutu'p", seakan-akan ada penjaga Yang membawa kUtlcinya.

ada pintu dan

83

Gambaran tersebut eli atas aelalah gambaran keadaan yang abstrak. Dalam keaelaan yang kita bicarakan, suasana lesu, dan apatls meraja da. Ini ada1ah akibat elaripaela keburukan struktur politik. Hulagu Khan, cucu dari Genkiz Khan pada tahun 1258 M telah menyerang B:lgelael dan membunuh Khalifah Abasiyah yang terakhir, dan merusak kota tersebut. Mesir pada waktu itu suelah berganti pemerintahan. Setelah 'Kerajaan Ayubiyah runtuh, dig-anti c1engan MamaJik, dan raja yang keempat yaitu Baybars telah menclatangkan dari Bagdad seorang keturunan Khalifah dan diangkat menjadi Khalifah formil di Mesir, sedang segala : ~kuasaari clipegang oleh Raja Baybars tersebut. Hukum' mana hanya dapat berkembang dalam rakyat suasana dan stabil di

kckuasaan

tidak

menccngkeram

masyala}~at.

Yang .teIjadi sesungguhnya, bukan para ulama menutup pintu ijlihael, me13rang orang mencari hukum dalam Al Qur-an dan l-l~ldis. Y~lllg kIj'ldi aelolah kelesuan dan sikap apatis umum. Orang tielak mau lagi mempcrclalam perigetahuan termasuk di daJamnya pengetal1uan hukum. Jika dalam zaman sebelumnya, peminat kepada ilmu harus mempelajari Qur-an dan SunnaJl (Hadis) maKa pada zaman ke1esuan ini.orang hanya mempel:-jari karangan S03corang don mcngikuti earn berfikir"ya. Kdlau ia termasuk orang yang iSiimewa, ia dapat meIigarang buku yang merupakan ringkasan buku-buku yang tcrclahulu atau mengumpul~ari bahan d~ri sana sini, akan tetapi tidak be rani menunjukkan Sl<ltu sikap :1[ibadi tentang sesuatu masalah. Syekh Al Khudarj menceritakan bahwa seorang a~li hukum yang bernama aI Karkhi, bermazhab Hanafi berkata : Abul Hasan Ubaiclullah "tia') Ayat Mau Hadis yang bertentangan dengan pendapat kita harus Jihcri ta'wil (interpretasi) atau dianggap mansukh". Sebab yang pokok ialah tidak mencntunya kea~.C\an politik. :retapi di samping itu Syekh Muhammad Khudari menyebutkan tiga sebab lain:
1,

Muricl-murid yang pandai yang mengikuti suatu Imam. Muridmurid terse but "nenyiarkan pendapat aliran imammereka

84

dengan cara yang menarik schingga kalau aJa seorang mujtahid baru, orang tersebut akan tak dapat ruang gerak. 2.

L~'ltan

hakim, kebanyal<an raja-raja atau Kh; lifah mengangkat haklmnya daripada orang-orang yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam syari'at. Tetapi jika kemudian terdapat hakim-hakim yang memberi keputusan 'yang dapat dibantah oleh orang yang lebih pandai, akibatnya orang tidal< lagi suka kepada Hakim negeri. dan hanya mencukupkan diri dengan membaca buku seorang ahli hukum ternama. Sebaliknya' jika murid-murid pandai yang tersebut dalam hal no. I itu banyak yang diangkat sebagai Hakim, maka pengaruh mereka akan 'membendung pengaruh orang barn yang mempunyai idee-idee baru. Karangan-karangan orang-orang temama juga telah mcnjadikan ilmu pengetahuannya tersiar, dan mempengaruhi masyarakat yang menganggap baltwa tak perlu lagi mencari idee baru.

3.

Dengan penjelasan di at as teranglal~ bahwa teL_ ada orang menutup pintu ijtihad., Yang ada adalah kelesuan berfikir l~ada suatu mas:!. Tidak usah jauh-jauh. Di tanah air kita sendiri terdapat aliran orang hams bermazhab dan aliran yang mengatakan yang pokok adalah Qur-an dan Hadis. Tetapi karena kedua aliran tersebut kekuranga:n pengetahuan yang mengenai syari'ah maupun mengel1ai pengetahuan-pengetahuan modem, maka perbedaan pendirian itu tidak banyak membawa perbedaan hasH berfikir. Da1am halaman 21 Dr. Harun menulis: "Pendapat yang banyak dianut da1am kalangan Ahlussunnah bahwa pintu ij'tihad teitutup mulai mendapat tantangan oleh pemikir-pemikir pembaharuan da1am Islam di akhir abad 19 yang lalu seperti al Tahtawi, lamaluddin al Afgani dan Muhammad Abduh". l}raian tersebut perlu diletakkan dalam proporsi yang sebenarnya. Yang menjadi' persoalan bukan masalah membuka lagi pintu ijtihad yang telah ditutup. Yang menjadi masalah ia1ah bahwa umat Islam dalam keadaan kelesuan fikir selama 3 abad, 85

sehingga banyak sekali hal-hal yang terjadi di Barat yang tidak diketahui oleh ahli-ahli hukum Islam. Pokoknya ialah soal pendidikan ilmu-ilmu baru yang sama sekali' tak diajarkan di madrasah-madrasah sepe.rti berhitung, ilmu bumi' .ilm.u alam, ilmu hayat dan sebagaii1ya. Syekh Muhammad Abduh dan temantemannya, mengajak supaya kitamengetalmi ilmu-ilmu baru tersebut, I dan jika kita sudah mengetahuinya tentu cara berfikir ' kit a jug~ berobah. Tetapi bukan soal kembali dibukanya pintu ijtihad yang sudah ditutup. Ijtihad hams secara kolektif? Pada halaman 22 Dr.' .Barun menulis : "retapi dala1!l pada itu timbul persoalan apakah masih dapat diadakan ijtihad perseorangan sebagai yang dilakukan oleh imam-imam besar di zaman yang lampau ? Di zaman mereka seribu tahi.m yang lalu, problemaproblema masyarakat belum begitu banyal,<. dan belum begitu ruwet persoalallnya sebagai yang terdapat di zaman modern sekarang. Oleh karena itu, ijtihad sekarang. rasanya tidak dapat dilakukan lagi secara indi'viduil. Tetapi harus secara kolektif yang di dalamnya terdapat berbagai ahli dalam bid~ngnya masingmasing. Problema harus ditinjau umpamanya dati segi ekonomi, sosial, ilmu kependudukan, ilmu kesehatan, teknologi" psykhologi dan sebagainya dan bukan hanya dati segi agama atau hukum saja. Setelah mendapat berbagai macain pendapat ahli-ahli itulah, baru hukum ditentukan". Setelah Dr. Harun Nasution mengatakan bahwa "Pintu ijtihad sudah ditutup", kemudian ia mengatakan bahwa ada oiangorang yang ingin membukanya kembali seperti Syekh Muhammad Abduh, akhirnya ia menggambarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh ijtihad. Masyarakat terlalu banyak dan ruwet, jadi perlu ada ijtihad secara ko1ektif. Kata-kata tersebut perlu menda'pat penjelasan. Memang betul masyarakat abad ke 20 terlalu ruwet, akan tetapi dalam satu hal, sedikitnya, kita sangat beruntung. Komunikasi sangat mudah. 86

Scorang alim dapat menu1is suatu buku dan dalam beberapa hari telah dibaca oleh beribu-ribu orang, bukan saja di negerinya sendiri, tetapi juga di negeri lain. Di bermacam-macain negara sekarang ada majalah-majalah khusus : Majalah hukum; majalah filsafat, majalah ekonomi , majalah kedokteran dan sebagainya.. Orang-orang yang berminat .. dapat membaca dalam majalah-majalab yang ternama hasil daripada buah fikiran ahli-ahli yang terbesar di dunia.
.

Jadi soalnya 'Jukan· mengumpulkan ahli-ahli tersehl1t dan mempertemukan dengan ahli agama; soalnya adalah agar ahliahli agama, di. sam ping mengetahui agama, juga mengetahui pengetahuan umum atau memperdalam dalam suatu bi~ang pengetahuan umum. Dengan begitu maka ia dapat merasC'.kan hubungan antara segi agama dan segi kehidupan abad ke 20 ini~ Kalau kita hanya mempertemukan seorang ulama tradisionil dengan seorang dokter atau seorang ahli ekonomi yang keduanya tak ta,hu agama, niscaya pertemuari mereka akan berteletele, mer.eka berlainan fildran dan berlainan bahasa. Padahakekatnya ijtihad pada zaman modern dcngan komunikasi para ahli-ahli pengetahuan. ini berjala"n

Yang kita merasa kekurang;m adalah terwujudnya ahli agama yang mengetahui ekonomi atau ilmu lain dan ahli ekonomi tau ilmu lain yang mengerti agama - Perpaduan dala~ bidang ama dan bidang pengetahuan lain inilah yang sangat diperlukan. Ayat-Ayat Dubious, Dhanny

Pada halaman22 paragraph 3" Dr;Harun Nasution menulis : l<'ungguhpun teks itu betul-betul wahyu dari Tuhan, itu tidak encegah timbulnya perbedaan pendapat tentang ketentuanhuurn yang diambil dari Ayat-Ayat ahkam tertentu. Hal itu timbul kana arti yang dikandung teks ayat tidak sc1amanya b.ersifat qat'i tau positif. Ada ayat-ayat yang artinya bersifat dhanny, tidak sitif dan oleh karena itu boleh'1TIengandu~'1g1ebih dan satu
87

arti". Dr. Harun memberi contoh surat Al Baqarah ayat 228 ..
"M'~\-. ~.\

sebagai Ayat dubious, Pertama

'Y~~ /~ / /~/ ••• ~'/l :L....LU}\W /' •...;; ,s-" ~~~-y.w ~\J ././ /V---:-..../ ///7. y .•. ::::--T

~l \ / !)

"Perempuan yang lelah dicerai meni:tnggu tiga masa."

}>erkataan quru' diartikan oleh Malik dan Syafi'l sebagai masa suei, dan Abu Hanifah mengartikan masa tidak suci(masa haidh, m.enstruasi).

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, jallganlah kamu hampir kepada sembah-' yang padahal kamu sudah mabuk hingga kamu tahu apa yang kamu katakan dan jangan kamu hampiri kepada tempat sembah.yang padahal kamu junub kecuali orang-orang yang melalui, hingga kamu mandi, dan jika lW.mll sakit atau dalam perjalanan, atau seorang daripada kamu datang sedang bersih tangan pun." dari tempat buangan ~tau kamu s,entuh perempuan-perempuan kamu tak dapat air, maka hendaklah kamu cari debu yang lamas hendaklah kamu sapu muka-muka kamu dan tangankamu, karena sesungguhnya adalah Allah itu Pemudah Pengam-

Kata-kata menyentuh pert';T1puan diartikan persetubuhan oleh Malik, sehingga jika ora'1f' ,-'~rjabatan tangan saja tida', batal 88

wudunya. Oleh Syafii menyentuh perempuan diartikan menyentuh secara harfiyah sehingga bagi Syafii. barang siap'l menyentuh perempuan sesudah wudu maka wudunya bat'll. Mengenili disebutkanriya Ayat dubious atau. dhanni, ·saya kira tiap-tiap orang ahli hukum mengetahui bagaiinana para ;hli hukum selalu teliti dalam mengartikan hukum-hukum dan tidak jarang penafsiranm0reka berbeda-beda. Orang mempunyai kesan memberi image ten tang hukum diberikan oleh kaum orientalis bahwa Dr. Harun berusaha Islam persis seperti image yang yang tidak suka kepada Islam.

Tindakan Nabi merupakan Pada halaman 24, paragraph l11enulis sebagai berikut :

sumber hukum,

ter$lk]1jr Dr. Haron Nasution

"Mengenai sumber hukum kedua, hadis menjelaskan ucapanucap~n dan perbuatan-perbuatan Nabi, ucapan-ucapan dan perbuatan -perbuatan itu 'Ida yang beliau lakukan ,dalam sifat beliau selaku Rasulullah dan 'Ida pula yangdilakukan dalam sifal beliau sebagai manusia blasa (cara tidur, makan, berpakaian dan sebagainya). Yang diterima menjadi sumber hukum ialah ucapan-ucapan s dan perbuatan-perbuatan Nabi dalam bentuk pe~tama". Kata-kata tersebut tidak benar. Orang Islam' diwajibkan mengikuti Allah dan RasulNya. Perbuatan Rasulullah yang betbentuk ibadah, seperti salat, puas'). dan lain-lainnya wajib ditiru. Yang' lain-lainnya sunat ditiru, artinya jika ditiru mendapat pahala, jika tidak ditiru tidak berdosa. Dengan begitu maka segal a tindakan Rasul itu merupakan sumber hukum. Hadis Nabi Pada halaman 25 Dr. Haron Nasution menulis : Karena Hadis tidak pernah dihafal atau ditulis. oleh sahabat,
/"

89

maka acap kali tidak dapat diketahui dengan pasti apakah suatu Hadis betul-betul berasal dari Nabi. Sudah disebut bahwa dalarn sejarah niemang terjadi ada. orang dan golongan tertentu yang mencari-cari Hadis untuk memperkuat pendapat atau kedudukannya, maka diada-adakanlah Hadis. Oleh karena itu timbullah pengertian Hadis sahih yang betul-betul berasal dari Nabi dan Hadis tidak sahih atau maudu', yaitu Hadis yang sebenarnya tidak berasal dari Nabi, tetapi Hadis yang dikarang-k&rang orang. Sudah barang tentu Hadis golongan terakhir ini tidak dapat dipakai menjadi sumber hukum". "Kemudian Hadis sahih dibagi lagi menurut sanad atau rawi yaitu periwayatnya, ke dalam Hadis mutawati~, masyhur daJl ahad. Hadis mutawatir ialah Hadis, yang jumlah rawinya pada tiap rentetan demikian banyaknya sehingga tidak dapat dir;1gukan lagi bahwa Hadis itu henar-benar berasal dari Nabi. J adi sahabat yang meriwayatkan Hadis itu dari N abi jumlahnya besar sekali, begitu pula tabfin yang meriwayatkal1 dari sahabat besar j'umlahnya dan demikian seterusnya dari generasi ke generasi selan jutnya. "Hadis masyhuradalah Hadis yang diriwayatkan oleh satu, dua atau beberapa sahabat dari Nabi. kemudian 'oleh 'tabi'in yang berjum~ besar dari sahabat, .dan selanjutnya _rawi yang berjumlah besar dari tabi'in dan demikianlah seterusnya dari generasi ke generasi selaii]utnya. Kalau sahabat yang meriwayatkan sesuatu J-iadis dari Nabi sedikit jumlahnya, dan rawi dari sahabat sedikitpula dan demikian seterusnya dari, generasi kegenerasi selanjutnya makaHadis itu disebutHadis ahad. "Yang disepakati semua golongan umat_ Islam untuk dapat dipakai sebagai sumber hukum adalah' Hadis mutawatir. Hadis masyhur dan ahad ada :yang mau menerimanya dan ada pula yang tidak mau menerimanya, golongan .Mu'tazilah umpamanya. "Mengenai teks Hadis terdapat pula di dalamnya faham qat'i dan dhanni s~perti yang dijelaskan dalainhal teks al Qur-an". Saya persilahkan 90 para pembaca meneliti koreksi saya terha~

dap bab 11 dalam jilid Satu. Dalam bab II jilid Pertama terdapat perkataan yang hampir sarna, yaitu "Kalau Hadis tidak dihafal dan tidak dicatat dari semula, tidaklah dapat diketahui dengan pasti m~na Hadis yang betul-~etul berasal dari Nabi dan mana yang buat-buatan". Kelicikan dari kaum orientalis yang di-anut oleh Dr. Harun Nasution, entah dengan sadar atau tidak, ialah bahwa mereka membicarakan Hadis secara keseluruhan. Dalam Hadis secara keseluruhan, diantaranya djkatakan oleh Dr. Harun Nasution yang didengar oleh Bukhari enam ratus ribu Hadis; memang banyak Hadis -Hadis' yang dibuat-buat orang. Akan tetapi dari permulaan para sahabat Nabi berhati-hati sekali menerima Hadis. Pada zaman kegiatan ilmiyah, Hadis mendapat perhatian dari para peminat, dan diantara para peminat itu terdaoat enam orang yaituBukhari wafat tahun 256, Muslim w-afat -tah'un'"261, Ibnu Majah tahun 273, Abu Daud (tahun 275), Turmuzi (tahun 279) dan Nasai (tahun 303)., Buku-buku mereka biasanya disebut Al Kutubal Sittah yakni -enam buku. Akan tetapi para ulm:na scpakat menganggap kumpulan Bukhari dan Muslimlah yal!g paling baik. Al Bukhari (bcrasal dari Bukhara di Turkistan) dilahirkan· tahun 194. Ia men~njukkan kegiatan yang luar biasa dalam mengumpulkan Hadis yaitu dengan melakukan perjalanan yang, jauh di seluruh daerah Islam di mana ia me rasa ada orang yang mengetahui Hadis. Ia melakukan perjalanan mengumpulkan Hadis selamal6 tahun. Al Bukhari membentuk criteria sendiri unuk menyaring Hadis-Hadis yang didengarnya. Criteria ini biasanya isebut syuruth a1 Bukhari, seperti: Sanad atau rangkaian orang yang meriwayatkan harus tidak terputus, dan tiap-tiap rawi dalah orang muslim yang jujur dan berHkiran jernih, berbudi ekerti baik, baik ingatannya dan sebagainya. Muslim dianggap oleh para ahli Hadis sebagai nomor dua sudah Al Bukhari, karena syarat-syaratnya atau criterianya bih lunak dari syarat-syarat al Bukhari.
91

Jumlah Hadis Bukhari yang sahih adalah 7397 Hadis, tetapi banyak yang terulang oleh karena yang meriwayatkan banyak; jadi jika dihitung:Hadis al Bukhari yang sahih, yang tidak terulang, jumIahnya adalah 2762 Hadis sahih. Adapun Hadis Muslim seluruhnya beIjumlah 7275, dan yang tidak te,rulang berjumlah kira-kira ampat ribu Hadis. Dengan keterangan di atas, saya kira image pembilca tentang Hadis sudah berobah tidak seperti yang digambarkan oleh Dr. Harlin Nasution yang mengatakan: "Karena Hadis tidak dihafal dan tidak dicatat dari semula, tidaklah dapat diketahui dengan pasti mana Hadis yang betul berasal dari Nabi dan mana yang buat-buatan". Namun begitu kita tidak mengatakan ballWa segal a Hadis Bukhari dan Muslim itu benar, Di antara 2762 Hadis sahih Bukhari, tentunya ada saja beberapa Hadis yang tidak benar, karena Hadis Bukhari dikumpulkan oleh AI Bu}<:haridan ia adalah se,orang manusia biasa. Tetapi dalam garis besarnya kitab-kitab Hadis yang enam merpuat Hadis-Hadis yang sahih atau dekat kepa~a sahih, karena criteria yang dipakai oleh pengumpuI~ya adalah criteria yang ketat. . Sikap orang Islam adalah bahwa Hadis-Hadis itu pada llmumnya benar, ada sedikit 'sekali yang salah. Sikap kaum orientaIis adal¥1 : semua Hadis itu buat-buatan, kecuali beberapa Hadis yang betul sahih dari Nabi Mul111mmad. Hadis juga dubious Pada akhir keteraneanny:J. ten tang Hadis Dr. Harun Nasution mengatakan : "Mengenai teks Hadis terdapat pula di dalamnya fahanl qat"! oan o11anni seperti yang dijelaskan dalam hal teks AI Qur-an". Mengenai keterangan tersebut saya mengulang keterangan saya ten tang tek'> Al Qur-an. Tiap allIi hukum tentu akan dapat

92

mengerti bahw~ bahasa sesuatu pengertian dan pengertian lain; maka "iran untuk menjauhkan

itu ada yang dapat difahamkan menurut ada pula yang dapat difihami menurut pada Ayat-Ayat hukum selalu ada penaffaham yang bermacarn-macam. Ijma' ada atau tidak

Pada halaman 26, Dr. Harun Nasution menulis : "Sumber hukum· ketiga, Ijma' ialah konsensus atau kata sepakat para ulama mujtahid tentang sesuatu ketentuan hukum. Dengan· kata lain hasil ijtihad mereka sarna dan tidak berbeda. Di sini timbul pula pertikaian faham, tentang bisa atau tidak bisanya terwujud Ijma' .ulama,. terutama sesudah zaman sa- . habat, Golongan yang tidak menerimc Ijma' sebagai sumher hukum memajukan masaIah-masalah berikut : a. Ulama-ul31na sesudah meluasnya daerah Islam berjauhan tempat tinggal Jan komunikasi antara mereka di masa lampau sulit dapat diwu]udkan. Tidak semua ulama bersedia menyatakan hasil ijtihadnya. tentang siapa sebe-

i).

c.

Tidak ada norma yang bulat disepakati n~rnya yang disebut mujtahid.

Oleh karena itu -golongan ini berpendapat bahwa tidak ada ebenarnya apa yang disebut ljma'. Yang ada hailyaIaIl kesepakatan kata dari sebagian besar ulama dan bukan dari seluruh ulama. Diantara golongan yang menolak ljma' terdapat Syi'ah, Khawarij dan sebagian Mu'tazilah" .. Setelah membaca keterangan di ata~, seorang pembaca yang beluin memperdalami masalah ini akan berkesimpulan bahwa ljma' itu tidak ada. Dengan begitu hilanglah sumber hukum Islam yang ketiga, sedang sumber Hukum Islam yang pertama aitu Al Qur-:an banyak Ayatnya yang dubious,dan sumter hukum kedua yaitu Sunnah, tak ada criteria yang menetapkan benar idaknya sesuatu Hadis, di samping adanya Hadis yang dubious rtinya sebagaimana halnya Ayat-Ayat Al Qur-an. 93

Untuk menghilangkan kesimpulan yang salah, di bawah ini saya kutipkan keterangan Dr. Subhi Al Mahmasani dalam bukunya: The Philosophy of Jurisprudence in Islam. Subhi Al Mahmasani menulis : Sesudah Al Qur-an dan Hadis, bagi mayoritas ahli hukum Ijma' adalah sumber hukum Islam yang ketiga. Ijma' adalah persetujuan para mujtahidin dalam suatu periode, mengenai hukum agama. Para ahli fiqih dalam menentukan Ijma' sebagai sumber ketiga, bersandar kepada Al Qur-an, Hadis dan argumentasi. Dalil dari Al Qur-an : 1. Sur at 4 ayat 115 :

'/' ~
~.

/.~/ ./~<// ~J~:i' ~.•u.:0-A ~ \~' ./6~LY/~ /~./ 'd..; p,-"~'" ~_./ / ~,/~~~/~-<' .·;fl ~ /1~// t:?',(S \~,"~/-;;;/~/'/1 ~ \"1J ~~~
~~l/

"Bar.angsiapa menentang Rasulullah sesudah terang petunjuk baginya, serta mengikuti jalan selain jalannya orang mu'min, maka Kami akan palingkan dia ke mana ia berpaling dan Kami masukkan ke neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat."

Di sini Ijma' diikuti. 2. ~~rat 4 ayat
,/,

adalah jalannya . 59 :
I

orang mukmin

yang harus
~ __

yl '~-"3' ~V'\~\-,~_1,_//./;.l~\~\\ .-:''' ,F"..!./',·/" .,\ t/}./I/. l}::;\l\~_\\l ./ '.(r' f-' / /J<9h \ < ~ . J <~~1 /.' ~ \ /\ / .j••~-{ .--:.. ,! .--:~: !(( 0/ f'-/ s /rv\-'~
y...,.01\ ~. \.......:J \

~~O-,;l"'y~~

~~j

\

''Hai orang yang beriman, ikutilah Allah dan ikutilah RasulNya serta penguasa-penguasa daripada mu. Dan jika kamu berselisih dalam. sesuatu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan RasulNya".

J adi Ijma' adalah maq bul. 3. Surat 3 ayat 103 :

94

\·f ~ ~'.I§. (~~--:~)r/'~~\ -'
"Dan berpeganglah semua kepada berai." 4

\.~.\'~ ;T/? ~ ..././ ~~) /

~ '(

tali Allah dan janganlah bercerai

I-Iadis :
"Tuhan beserta orang banyak (Riwayat Turmizi.)"

5.

Kata Abdullah bin Mas'ud (S~habat Nabi) : 1,/'J ~..w~.#' /' /~.«(.~,~/'j1".f"; ./· 0/1 '.il on... / ,/ ~;-:"':.'.) ~4\b;~w5·fj '-""~ ./ (;' / /' .../' ?/t'(o\I~~
'.>' //
\

./

;.-

../

NHal-hal yang dianggap baik oleh umat Islam, acj.alah baik di hadapan Allah. Hal-hal yang dianggap jelek oleh umat Islam, adalah jf!lek di hadapan Allah."

Adapun argumentasi tentang I)ma' mengatakan bahwa menurut aqal, jika para ulama sepakat menetapkan sesuatu hal biasanya tidak mungkin seluruh mujtahidin itu keliru semua,' dan tak seorangpun yang merasaka.n-lcekeliruan mereka. Setengah orang seperti Ahmad bin I-Ianbal dan Dawud Al Dhahiri mengat~an bahwa Ijma' itu terjadi pada zaman sahabat, tetapi mayoritas mengatakan Ijma' itu dapat saja terjadi sesudah zaman sahabat. Dan Ijma' itu dapat terjadi secara explisit, tetapi dapat pula terjadi secara inplisit, artinya dengan diam dan fidak menentang .- . 1ill semua pendapat Ahlussunnah, adapun Syi'ah, mereka menjelaskan Ijma'. itu hanya. dapat terjadi diantara keturunan Nabi .. (Tentu saja ini tak bisa ditprima, karena sangat bersifat feodalistis dan menyalahi jiwa Al Qur-an.) Akhirnya J?r. Subhi AI Mahmasani menulis: "Ijma' telah banyak faedahnya dalam. sejarah hukum Islam dari segi bahwa hukum Islam itu selalu berkembang menurut perobahan zaman dan perbedaan adat istiadat serta terpengaruh oleh 95

para mujtahidin <till am hal-hal yang tak ada nas (teks) dalam Al Qur-an dan Hadis, atau acla teks akan tetapi yang menga!1dung lebih dari satu arti. Saya harap dengan membandingkan uraian Dr. Barnn Nasution dengan uraian Dr. Subhi Al Mahmasani, kita dapat menghilangkan rasa kekacau balauan yang disebabkan oleh 'uraian Dr. Harnn Nasution. Qiyas Pada halaman 27 Dr. Harun NasutlOn menulis tentang Qiyas. Tulisannya singkat tetapi saya pandang cukup baik. Hanya pada paragraph kedua, Dr. Harnn Nasution menulis : sebagai halny~ dengan Ijma', Qiyas juga diterima oleh sebagian besar ulama Golongan yang tak menerimanya sebagai sumberhukum memajukan argumen berikut:Qiyas didasarkan 3tas dhan,yaitu anggapan, dalam arti bahwa illat hanY<imerupakan pikiran saja. Daud Dhahiri dan Syi'ah Duabelas tidak menerima Qiyas sebagai sumber hukum". Karena Dr. Barun menyebutkan argume,n orang-orang yan~ tidak menerima Qiyas, alangkah baiknya kalau ia juga menyebutkan argumen or~ng-orang yang menerirnaQiyas. Qiyas Di bawah ini akan kami sebutkan argumen-argumen dari Al Qur-ari Surat 29 Ayat 4;3: untuk

;;~ (."1 .-(··:l.\.;5NIr/!I·~:/~/ 6J.t<-: u// /~. ,-,cj-f /~~

::/j~"II:Jl;/ /-'

Artinya: "Dan itulah contoh-contoh yang aku berikan kepada manusia, dan yang
memahaminya hanya orang pandai"

Dan Surat 59 Ayat 2
~ : ~\ J--

/

\

I "\~-'':\/\~/ • ....)~A o.~'\:) ,/. /'~r\' <..:$ll\\v ••./;,/ ::"\~ /./

Artinya:
"Maka berpikir-pikirlah hai orang-orang yang berakal."

96

Dari Hadis.I yaitu hadis Mu'adz: yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Turmuzi, yang maksudny~ : Ketika Nabi Muhammad mengangkat Mu'adz menjadi hakim di Yaman. beliau' bertaflya: Dengan apa engkau akan memberi hukum, Muadz menjawab : dengan Qur-an. M(lKa Rasulullah berkata : Jika engkau tak mendapatkan hukum dalam Qur-an? Maka Mu'adz menjawab: Dengan Sunnah Rasulullah. Nabi Muhammad bertanya lagi: Kalaupun dalam sunnah kau tak mendapatkan hukum, maka jawab Mu'adz: Aku akan berijtihad de~gan fikiranku. Maka Nabi Muhammadpun menyetujuinya dan berkata: Alhamdulillah yang telah memberikan taufikNya kepada utusanNya Rasulullah untuk menjalankan yang disukai Allah dan RasulNya. 11. Hadis Bukhari bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah, datang kepada Nabi Muhammad dan berkata:" Ibu saya pernah mengucapkari nadhar untuk melakukan ibadah haji, 'tetapi ia menin~al sebelum berhaji. Apakah aku dapat mewakilinya ? Nabi Muhammad menjawab: Ya, lakukanlah ibadah haji urituknya. Bukankah jika ibumu mempunyai hutang engkau hams membayarnya ?"Maka bayarlah hutang ibumu kepada Allah, karena hutang kepada Tuhan lebih' berhak untuk dilunasi". Dari .Hadis tersebut difahamkan bahwa kewajiban haji hams dilunasi sebagaimana hutangjuga hams dibayar.
HI. Sahabat-sahabat Nabi sepakat untuk melakukan "Qiyas. Khalifah Umar bin Khattab memberi instruksi kepada Abu Musa Al Asyari: Ketahuilah hal-hal yang ada persainaan dan qiyaskanlahdiantara hal-hal tersebut.

Istihsan Pada halaman 26 Dr. Hamn Nasution menulis : "Istihsan banyak dipakai dalam mazhab Hanafi. Ulama-ulama lain berpendapat bahwa ini jauh dari qiyas yang sebenarnya. Syafii menolak· "Istihsan" sebagai sumber hukum". 97

Dr. Harun' Nasution telah menulis pada halaman 17 dari bukunya, .jilid II mengenai lstihsan cian Maslahah Mursalah, yang ditolak oleh Syafii. Seakan-akan keterangan dalam halaman 17 tersebut belum cuk_up sehingga perlu diulangi pada halaman 26. Oleh karena sudah kami jelas~an sehubungari. dengan katakata Dr. Harun Nasution pada halaman 17, maka saya persilahkan pembaca untuk meneliti sekali lagi koreksi saya tersebut; apa lagi . mengingat masih banyak lagi hal-hal yang perlu dikoreksi . Hukum agama sebelum Islam Pada halaman 29, Dr. Harun Nasution menulis : "Yang dimaksudkan dengan hukum agama sebelumnya ialah hukumhukum yang disebutkan dalam Al Qur-an untuk umat Yahudi dan urn at Kristen, dengan syarat hukum itu tidak bertentangan , dengan hukum Jslam. Sumber ini dipakai terutama oleh golongan Hanafi". Kata-kata di atas memberi kesan kepada pembaca yang belum memperdalam ilmu hukum Islam seakan-akan banyak hukum agama Yahudi dan agama Kristen ,yang diwariskanl kepada Islam. Setidak-tidaknya kata-kata tersebut memberi kesan bahwa Islam berhutang kepada agama yang sebelumnya. Yang benar adalah sebaliknya, Islam datang untuk mengoreksi yang salah dan menyempurnakan yang ada dalam agama yang sebelumnya. Karena' alasan tersebut di atas, maka di bawah ini saya kutlpkan dari kitab usul Fiqh karangan Syekh Muhammad Al Khudari. Beliau menulis : "Ketahuilah bahwa syari'at-syari'at para Nabi dahulu, ada yang sudah dirobah oleh syari'at kita, dan ini sudah terang kita tidak disuruh mengikutinya. Diantara 8yari'at dahulu, ada yang tidak kita dapatkan keterangaI1~keterangan bahwa syari'at itu telah dihapus. Dan bagian kedua ini ada dua macam. Pertama : hal-hal yang telah ditetapkan oleh syari'at 98 kita, dan ini kita wajfb mengikutinya, justru karena

irii sudah menjadi syari'at kita. Kedua, hal-hal yang tidak ditetapkan oleh syari'at kita. Dari bagian kedua ini ada hal-hal yang diriwayatkan sebagai telah dikatakan oleh nabi mereka dengan tidak dikatakan bahwa kita wajib mengikutinya, dan ada pula yang tak tersebut dalarn Qur-an sarna sekali. Adapun yang tidak tersebut dalam Al Qur-an, sarna sekali kita tidak wajib mengikutinya. Dengan begitu maka permasalahannya tiriggal satu, yaitu hal-hal yangJersebut dalarn Al Qur-an. Orang yang tidak mengakui bahwa hukum-hukum itu juga berlaku bagi kita umat Islarn berkata : kalau hukum-hukum itu berlaku bagi kita niscaya Mu'adz menyebutkannya waktu ditanya oleh ~abi, dan niscaya Nabi mengoreksijawaban Mu'adz yang tidak menyebutkan agama-agama sebelum Islam sebagai sumber hukum. Terhadap argumentasi semacarn itu kit a menjawab : Mu'adz tidak menyebutkan dan Rasulullah tidak mengoreksi Mu'adz oleh karena hukum-hukum itu ada dalam Al Qur-ail. Kalau ada yang berkata, jika Ra~ulul1ah diwajibkan melakukan syari'at Nabi-nabi sebelumnya, tentu Nabi hams mempelajarinya dan orang-orang ahli ijtihad hams mencarinya. Jawab karni terhadap soal tersebut adalah sehagai berikut: Argum~ntasi di atas menunjukkan bahwa mereka membicarakan hal-hal yang tidak tersebut dal;un Al Qur-an. Tcntang hal itu tak ada persoaIan. Kita tidak wajih mengikutinya. Konklusinya: syari'at Nabi sebelum Nabi Muhammad yang dikatakan sumber hukum itu sesungguhnya sudah termasuk dalarn Al Qur-an dan Sunnah."Kesimpulan Pada halarnan 29 Dr. Hamn Nasution menulis : "Dari uraian di at as dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tidak ada kesepakatan kata antara ulama-ulama hukum tentang sumbersumber tersebut; apa yang diterima oleh satu golongan ditolak. oleh golongan lain selanjutnya Ayat-Ayat atau Hadis-Hadis dhanny juga menimbulkanperbedaan pendapat. Hal ini yang menitnbulkan peroedaan mazhab dalam Islam". 99

Kata-kata .te~s~but di atas merupakan Karikatur. Ibaratnya seperti seoning yang menggambarkan seorang yang sedikit pendek sebagai seorang cebol dan seorang yang agak tinggi sebagai seorang jangkung, proporsinya dibesar.: besarkan .. Kalau pembaca mengingat koreksi-koreksi tentang bab VII ~i1id II ini, tentunya 1~embaca telah dapat merasakan itu. Istiman, Qiyas, Masalili Mursalah, Ijma' semuanya digambarkan sebagai hal-hal yang tak ada kesepakatan di dalamnya. Akibatnya seorang pembaca yang belum mendalami hukum Islam akan merasa' terombang-ambing, dan kabur. Walaupun Dr. Harun Nasution pada akhir bab tersebut mengatakan : "Atas dasar ini, serrma hukum yang dihasilkan oleh ulama-ulama yang berlainan pendapat itu tidak keluar dari Islam:' dan seterusnya, namun kata-kata itu diberikan sesudah memberi penekanan .bahwa tak ada kesepakatan tentang sumber hukum Islam. Al Qur-an dan Hadispun ada yang positif dan ada yang dubious. Metode semacain ini adalah metode orientalis yang secara halus berakibat mer~gukan umat Islam, khususnya generasi muda terhadap Islam dan hukum Islam. Padahal kalau kita menglkuti inetode yang mengatakan bahwa sumber hukum Islam itrt tiga, yaitu yang diuraikan dalam hadis Mu'adz,:;oalnya menjadi terang - mula-mula kita mencari dalam A1 Qur-an kalau tak ada, kita mencari dalam Hadis dan kalau tak ada kita baru memakai ijtihad !a'yu atau fikiran. Memakai fikiran ini caranya bermacam-macani : dengan Qiyas, dengan Ijma', dengan Istihsan, dan dengan Masalih Mursalali; Dalam ilmu hukum, susunan kcita-kata sangat penting sehingg~ Fidak semestinya kalilu Dr. Barun Nasution mengatakan ayat positif dan ayat dubious, atau Hadis 'positif dan Hadis dubious; kemudian dasar fikiran orang juga bermacam-macam dan kondisi serta tempat hidup manusia juga memberi pengaruh kepada fikiran hukum.

100

Kodifikasi

Hukum Islam yang kabur Islam, sudah jelas

Dengan menggambarkan sumber hukum yang tidak disepakati oleh para ahli hukum image hukum Islam kehilangan kemegahannya.

Mengapa Dr. Harun Nasutiontidak menYinggun& sedikitpun mengenai Kodifikasi Hukum Islam, karena tabi'at dan watak ilmu hukum itu mengandung adanya perbedaan pendapat" maka dalam Dunia· Islam telah teIjadi Gerak Kodifikasi Hukum Isfam, sehingga dengan Kodifikasi ini berkurang sekali perbedaan pendapat. Kodifikasiyang pertama.adalah code Majal~h yang merupakan Code Hukum Perclata Islam dan acara perdata yang diselenggarakan oleh Pemerintah· Turki dan diumumkan pada tahun 1876. Code Majalah terdiri dari 1851 artikel : artikel pertama mengenai definisi Fiqih nan pembagian-pembagiannya, artikel 2 - 100 mengenaf kaidah-kaidah hukum seperti: Darurat itu menjadikan yang terlarang tidak lagi terlarang (al dhanirat tubihu al Mahdhurat), mencegah kerugian/kejahatan, l~bih diutamakan daripada mencari kemanfaatan. Setelah Kodifikasi Majalah, menyusullah Kodifikasi-koJifikasi lain khususnya di Mesir yang seperti negara-negara Islam lainnya, 'Tlenjadikan syari'at Islam sebagai sumber hukum. Perlu diingat pula Lahwa dalam sejarah hukum modern, Kodifikasi pertarna adalan Cooe NapOleon yang diumumkan pada tahun 1804, dan terdiri dari 2281 artikel. Coae Napoleon dlllah dasar daripada hukum-hukum bermacam-macarn di Europa. Dengan menggambarkan hubungan antara hukum Islam degan· hukum modern Barat akan terdapatlah suatu kesan bahwa anyak prinsip hukum Islam yang telah berumur ± seribu tahun tu telah di.ambil alih oleh hukum Barat sekarang ini. Prinsip Huuman mati dan prinsip dibolehkannya cerai dalam, perkawinan ang lama dihapuskan atau diingkari oleh hukum Barat pada ~:t'at ni telah diakui kembali walaupun tentunya dalam prinsipnya 'dak sarna dengan syari'at Islam.
101

8
KOREKSI TERHADAP BAB VlIITENTANG ASPEK TEOLOGI Bab ke VIII dari Buku Dr. Harun Nasution ten tang Islam ditinjau dati. berbagai aspeknya, diberi judul aspek teologi seperti pernah diuraikan dalam bab II, teologi berarti ilmu ke. Tuharian. Teologi adalah istilah Kristen, karena yang terpenting dalam agama Kristen adalah kepercayaan bahwa Isa al Masih (dalam bahasa Yunaninya Yesus Christus) adalah putra Tuhan. Dalam Islam, orang memakai istilah ilmu. tauhid atau ilmu keesaan Tuhan sebab yang paling penting di dalamnya adalah pembahasan bahwa Ttihan itu. maha Esa, satu, tidak beranak d~lll tidak dianakkan dan tak ada yang menyamaiNya Syekh .Muhammad Abduh mengarang : Risalah Tauhid yang .sudah diterjemahkan oleh muridnya Syekh Mustafa Abdur Raziq, kebahasa Perancis. Ilrrfu tauhid juga disebut Ilmu a0!lid artinya kepercayaan~ sebab yang banyak. qibicarakan adalah tentang kepercayaankepercayaan Islam. Ilmu tau hid juga disebut ilmul kalam, mungkin kare~a yang terpenting sebagai asasnya adalahAl Qur-an dan Al Qur-an itu kata-kata, hlam .dari Tuhan~ kemungkinan lain adaIah bahwa dalam ilmu aqaid atau tau hid orang banyak berdebat-, mempergunakan kata-kata atau kalam. Sebelum itu ada pula yang menamakan fiq h agam~.a1~ .. yakni rremahami agama, seperti kitab al Fiqih al akbar yang dikarang oleh Abu Hanifah. 102

Orang-orang ahli ilmul kalam adalah orang-orang ulama Islam. Mereka hidup dalam periode mempertahankan· aqidah Islam at au mencari kemungkinan-kemungkinan tafsiran yang menyeluruh, systematis dan logis, Karena dalam pemec;ilian beberapa persoalan tidak dapat diambil kata sepakat .maka timbullah firqah (golongan) kata majemuknya Firaq. Golongangolongan itu adalah Kha~ariJ, Murji'ah,}.1u'tazilah, dan Asy'ariyah. Golongan Khawarij adalah orang-orang yang menentang arbitrage antara Ali dan Muawiyah, ol~h karena tahkim atau arb~trage itu telah menceraiberaikan umat Islam, sehingga para penyebab perpecahan itu dianggap kafir. Kaum Murji'ah menentang faham Khawarij tersebut dan mengatakan, bahwa· mengatakan bahwa seseorang adalah kafir itu bukan hak manusia tetapi harus ditunda dan diserahkan kepada Allah di kemudian hari. Murji'ah artinya: menunda,

I

Golongan ketiga ialah Mu'tazilah artinya kelompok yang mengasingkan diri, Adapun sebabnya dinamakan Mu'tazilah karena asal mulanya, pemimpin mereka yaitu Wasil bin 'Ata menjauhi ' kelompok gurunya yaitu Hasan al Basri. Bahkan adapula pendapat yang mengatakan bahwa, sebab mereka dinamakan Mu'tazilah adalah oleh karena mereka mengasingkan diri, bukan secara physik, tetapi dalam arti tidak setuju dengan ajaran kelompok-kelompok yang sebelumnya, yang sudah disebutkan tentang ajaran mereka adalah 5, Yaitu al tawhid ( ~,;:JI ), al'adl ( J.uJ\ ), alwa'd wa al waid (¥j\,.As.~\ ), al manzilah bain al manzilatain ( ~yJ..\ dan amI' ma'ruf nahi munkar ~\~~,,~~~ ••». Golongan Murji'ah terse but ~ atas mengatakan i bahwa orang yang melakukan dosa besar itu masih tergolong orang mu'min. Khawarij khususnya Azariqah mengatakan bahwa mereka itu kafir, Hasan al Basri mengatakan bahwa mereka itu munafik, maka kelompok Mu'tazilah mengatakan bahwa mereka itu adalah dalam suatu kedudukan di antara kedudukan mu'min dan kedudukan orang kafir. Begitulah gambaran ringkas tentang timbulnya golongangolongan dalam Islam', Sebagai dapat kitamasing-masing meli-

.

~.;ij;l\ , )

103

hatnya sendiri, 'soalnya adal •• soal pemikiran ten tang hal-hal h yang "tidak be~ifat en'i)~ris; soal-soal tersebut banyak mirip dengan soal-soal hukum, yang tiap kelompok mempunyai pendiriannya sendiri sena argumentasinya sendiri. Soal-soal yang pernah diperbincangkan pada, zaman dua belas abad yang lalu itu ada yang masih relevant sekarang tetapi ada pula yang sudah tidak relevant. Pada waktu sekarang, yang masih dirasakan oleh umat Islam pada umumnya adalahadanya kaum Syi'ah. yang sebagai kita semua mengetahui, asali1.ya merupakan kelompok yang simpasi kepada Ali dan keluarga Ali yang dianiaya oleh golongan Mu'awiyah. Pokoknya mereka menentang Khawarij. Kemudian aliran SYl'ah ini mendapat tempat yang subur di Iran, olen karena bangs!! Iran yang pernah mempunyai kerajaan yang besar dan merupakan salah satu dari dua ra,ksasa dunia ; r~ksasa lainnya adalah Kerajaan Romawi. Bangsa Iran yang sudah memeluk agama Islam itu ingin pula merupakan' bangsa yang menonjol di antara bangsa~bangsa yang beragama Islam, maka perkawinan seorang keturunan Ali' dengan seora!).g putri bangsaw.an Iran dijadikan titik tolak untuk menyiarkan suatu aliran yaitu aliran 'Syi'ah, artinya kelompok simpatisan terhadap All dan keluarganya. Selaii1. daripada Syi'ah dan kebanyakan Syi'ah dua belas, seperti ;rang telah dibicarakan dalam Bab IV : Aspek Sejarah, maka aliran-aliran' lainnya sudah tidak ada, lagi dan hanya merupakan kenang-keqangan sejarah.
J

Maka saya merasa heran bahwa Dr. Harun Nasution mengungkapkan kembali halaman-halaman yang tidak menyenangkan itu untuk dijadikan bahan bacaan bagi orang-orang yang memulai mempelajari Islam. Memang aspek Islam dalam ilmul kalam ini selalu kita jumpai di buku-buku kaum orientalist, tetapi titik tolak mereka, seperti dalam aspek-aspek lain adalah lebih menonjolkan perpecahan dan perbedaan faham daripada menguraikan permasalahannya'

104

Marilah ki,ta tela'ah isi Bab VIII, at au A~pe~ "teologi ini. Pada halaman31' Dr. Harun Nasution menulis: "Penyelesaian sengketa dengan arbitrage bukanlah penyelesaian menurut apa yang diturunkan 1'uhan" dan oleh karena itu pihak-pihak yang menyetujui arbitrage terse but telah menjadi kafir dalam pendapat kaum Khawarij. Dengan demikian, Ali, Mu'awiyah, Abu Musa AI Asy'aIi dan 'Arm bin AI. 'Aas, menurut mereka, telah menjadi kafir. Kafir dalam arti keluar dari Islam, yaitu murtad, dan orang- murtad waj"ib dibunuh. Mereka pun memutuskan untuk membunuh ke empat pemuka itu. Penentuan sese orang kafir atau tidak kartr bukanlah lagi soal politik, tetapi soal teologi. Semua yang dikatakan oleh Dr. Harun Nasution seperti tersebut di atas adalah fakta dalam sejarah. Akan tetapi bahwa soal Khawarij membunuh empat orang pemimpin tersebut adalah semata-mata soal ilmul kalam" adalah pendirian orientalis. Bagi orang Islam, ia dapat memahami suasana p.olitik yang sangat panas pada waktu itu. 'Pada halaman 32 Dr. Harun Nasution menulis , "Dalam perkembangan selanjutnya kaum Khawarij "berpeeah ke dalam beberapa golongan. Konsep kafir turut pula mengalami perkembangan lebih lanjut." "Golongan pertama ialah Muhakkimat" dan mereka memasukkan ke dalam lingkungan kafir orang "Islam yang mengerjakan dosa besar. Pada halaman 33. Dr. Harun Nasution menulis :

"Golongan Azariqah lebih jauh lagi. Term kafir mereka robah dengan term musyrik (politeis), mereka tidak segan-segan membuntih orang-orang demikian. Golongan-golongan yang disebutkan oleh Dr. Harun Nasution sudah tidakada lagi: Dan ketika mereka masih ada, mereka hanya merupakan golongan keeil yang extrim, mengapa diungkap lagisebagai pengantar untuk mempelajari Islam? 105

Dr.

Rarun

Nasution

sendiri

menulis

pacta halaman

34:

"KaumKhawarij, katena faham dan sikap yang .radikal 1m telah hilang dari sejarah, kecuali golongan Ibadhyah." Mengenai golongan Ibadhyah ini Dr. Rarun Nasution tak menerangkan apakah perbedaan mereka daripada Umat Islam yang lain dan berapa jumlah mereka di an tara ratusan jut a Umat Islam se dunia. Saya telah melihat sendiri tempat-tempat mereka di Aljazair pada bulan Februari 1977 serta menyaksikan kehidupan mereka. Perbedaan antara mereka dan Umat Islam lainnya adalah pokoknya perbedaan lingkungan
1\1

u r

j

i 'a

h

Pada

halaman

34 dan

35 Dr. Harun

Nasution

menulis:

"Kaum Murji'ah Jahmiyah, Salehiyah, dalam dua golongan trim." dan seterusnya

terpecah menjadi beberapa golongan seperti Yunusiyah, Kasani~a!1, Mereka dapat dibagi besar, golongan moderat dan golongan ex..

Akan tetapi setelah memberikan gambaran perpecahanperpecahan itu, Dr. Rarun Nasution mengatakan pada akhirnya: "Sebagai halnya del1gan kaum Khawarij, kaum Murii'ahjuga sudah tidak mempunyai wujud lagi." Dengan begitu, maka bentuk pembahasan ini secara formilnya adalah bentuk ilmiyah, tetapi dal~m essensinya - adalah untuk rnenonjolkan bahwa I~lam itu dari dahulu selalu mengandung perpecahan. Mu'tazilah Dalam halaman 36-40, dengan panjang lebar Dr.. Rarun Nasution meperangkan tentang golongan Mu'tazilah. Tetapi setelah menghabiskan lima halaman, akhirnya Dr. Rarun Nasution mengatakan: "Kaum Mu'tazilah juga sudah tidakada lagi". pada 106 Dengan begitu pada lahirnya Dr. Rarun Nasution tetap garis ilmiyah akan tetapi sesudah menunjukkan kepada

generasi mud a perpecahan-perpecahan yang pernah terjadi. Akan tetapi di belakang itu semua ada maksud tertentu, yang nanti para pembaca akan melihat sendiri. Maksud itu ialah: menghidupkan kembali golongan Mu'tazilah' sebagai nama bagi orangorang terpelajar yang menghayatilslain. Tentu saja fikiran semacam itu sangat berbahaya kepada Umat Islam Indonesia. Pada halaman 41 Dr. Harun Nasution menulis: "Berbeda dengan ciliran-aliran teologi lainnya, aliran Asy'ariyah dan aliran Maturidiah masih ada dan inilah pada umumnya yang dianut oleh Umat Islam sekarang. Aliran Maturidiah banY<lk dianut oleh pengi"kut-pengikut mazhab Abu Hanifah. Kedua alitan inilah yang disebut Ahlussunnah. Tetapi dalam pada itu faham' r~s~onil yang dibawa oleh kaum Mu'tazilah mulai timbul kerilbali di abad ke 20 ini terutama - di kalangan kaum terpelajar' \ Islam. Tetapi bagaimanapun, pengikutAsy'ariyah jauh lebih banyak daripada pengikut aliran-aliran lainnya." Saya merasa perlu menerangkan sekali lagi 'keadaan yang ada sekarang. Dunia Islam menurut istilah sekarang terbagi dua:, yaitu golongan Ahlussunnah wal jama'ah dan golongan Syi'ah. Yang pertama merupakan 90% atau lebih dari Umat Islani,yang kedua merupakan 10% at au kurang. Golangan. Syi'ah ini kebanyakan terdapat di ,Iran, sedikit sekali di Lebanon, India dim Pakistan. Kata sifat daripada golongan pertama adalahS'unny sedang untuk golcngan kedua adalah Syi'iy. Pokok perbedaarr adalah theoritis. Syi'ah bermental feodalistis dan menganggap bahwa kepala negara harus dari keturunan Nabi Muhammad, yakni keturunan Ali. Sedang golongan Sunny mengatakan bahwa jabatan kepalq negara harus dengan pilihan. Pada permulaan memang Umat Islam berpecah-pecah menjadi 'Syi'ah, Khawarij, Mu'fazilah, Murji'ah dan lain-lain, akan tetapi soal-soal kepercayaan ataumetaphysica tidak rnungkin dibicarakan dengan akal karena tak ada orang yang dapat I'1embuktikan dengan meyakinkan mengenai apa yang dianggapnya benar. Karena kaum Mu'tazilah mempunyai prinsip me107

makai kekerasan, makil' terjadilah kekacauan. Khalifah Abbasi-_yah bernama AI Mutawakkil (847-861 AD) menganjurkan supaya Umat Islam kembali kepada sunnah Rasul dan men un- . jukkan persatuan. Semenjak itu maka Umat Islam yang bukan Syi'ah, semuanya dinamakan Ahlussunnah wal jama'ah. Anjuran daripada Khalifah Mutawakkil itu .sangat berguna bagi kesatuan Umat Islam sampaj hari ini. Tentu saja di antara sekian ratus juta Umat Islam di dunia selalu ada aliran-aliran sebagai akibat daripada perbed~an sejarah dan perbedaan lingkungan, akan tetapi kesatuan umum itu tetap terpelihara adalah sangat 'tidak bijaksana untuk mengorek sejarah yang hitam yang pernah terjadi di kal~ngan Umat Islam, walaupun hal itu tentu harus diketahui, tetapi nanti sesudah para mahasiswa mempelajari segi-segi prinsip yang positif. Perbedaan Pada halaman antara Asy'ariyah dan Mil'tazilah menulis sebagai berikut:

42 Dr. Harun Nasution , ,

"Perbedaan dasar an tara Asy'ariyah dan Mu'tazilah terletak pada pendapat tentang kekuatan aka!. Karena Mu'tazilah amat menghargai akal dan berpendapat bahwa akal manusia dapat sampai kepada ajaran dasar dalam agama yaitu adanya Tuhan dan masalah kebaikan dan kejahatan. Setelah sampai kepada 'adanya Tuhan dan' apa yang disebut baik serta apa yang disebut jahat akal manusia dapat pula mengetahui kewajibannya terhadap Tuhan dan kewajibannya untuk berbuat baik dan kewajiban untuk menjauhi perbuatan jahat. Wahyu dalam keempat hal ini datang untuk memperkuat pendapat akal dan untu:k memberi perincian tentang apa yang telah diketahuinya itu ". "Kaum Asy'ariyah, sebaliknya, berpendapat bahwa akal tidak 'begitu berdaya kekuatannya. Di antara ke empat masalah di atas, akal dapat sampai hanya kepadanya adanya Tuhan. Soal kewajiban manusia terhadap Tuhan, soal baik dan buruk (j:iliat)dan kewajiban berbuat baik serta kewajiban menjauhi

108

~

kejahatan itu tidak dapat diketahui akal, man usia. Itu diketahui manusia hanya melalui wahyu yang dikirimkan· Tuhan melalui para Nabi dan Rasul". "Kalau kaum Mu'tazilah bariyak percaya pada kekuatan akal manusia kaum Asy'ariyah ban yak bergantuqg kapada wahyu. Sikap yang dipakai kaum Mu'tazilah ialah mempeqwnakan akal dan kemudian memberi interpretasi pada teks atau ·nas w;:lhyu sesuaidengan pendapat akal.· Kaum Asy'ariyah sebaliknya per- . gi terlebih dahulu kepada teks wahyu dan kemudian membawa argumen-argumen .rasionil untuk teks wahyu itu. Kalaukaum Mu'tazilah banyak memakai ta'wil atau mterpretasi dalam memahami teks wahyu,' kaum Asy'ariyah banyak berpegang pada arti lafzi at au letterlek dari teks wahyu. Dengan lain kata kalau kaum Mu'tazilah. membaca yang tersirat dalam teks, kaum Asy'ariyah membaca yang tersurat. Selain dari itu, faham lebih dekat kepada faham qadariah atau kebebasan tahankan fahamkekuasaan atau sunnatullah akhirnya Asy'ariyah" . al kasb yang dibawa kaum Asy'ariyah labariah atau Iatalisme kepada faham manusia. Dan karena kuat mempermutlak Tuhan, faham hukum alam tidak mendapat tempat dalam aliran

Saya sengaja mengutip uraian Dr. Harun Nasution yang panjang mengenai perbeda~n-perbedaan antata Asy'ariyah dan Mu'tazilah. Maksud saya dengan l<utipan tersebut adalah untuk menggabungkannya dengan fikiran Dr. Harun Nasution selanjutnya yang tertera dalam halaman 43 sebagai berikut : "Hal-hal inilah an tara lain yang membuat aliran Asy'ariyah kurang sesuai dengan jiwa kaum terpelajar yang. banyak men dapat pendidikan Banit. Dalam suasana serupa inilah orang mulai kembali ke faham-faham rasionil yang dibawa kaum Mu'tazilah. Teologi atau falsafat hidup Asy'ariyah yang mempunyai corak traditionil itu kurang sesuai dengan' pandangan hidup mereka, yang tebih dapat mereka terima ialah teologi atau falsafat hidup 109

Mu'tazilah yang lebih banyak mempunyai

corak libera1."

Kata-kata tersebut di atas menggambarkan seolah-olah Mu'tazilah merupakan satu-satuiiya kelompok orang-orang yang berfikir secara rationil sedang lainnya tidak rationil. Memang Mu'tazilah berfikir secara rationil tetapi hal ini tidak berarti bahwa selain Mu'tazilah lainnya tidak rationil. Prof. Ahmad Amin yang menjunjung Mu'tazilah juga mengatakan bahwa rationalisme Mu'tazilah telah menjadikan agama itu sebagai fikiran-fikiran yang passif'~ Agama dengan rationalisme yang melampaui batas akan kehilangan kekuatan iman,_ dan agama tidak dengan kekuatan iman tidak ada lagi faedahnya. Dengan anjuran Khalifah Abbasi al Mutawakkil, umat telahkembali menjadi satu tidak terpecah belah, sehingga sekarang ini yang .ada hanya Ahlussunnah dan Syi'ah. Keduannya adalah pemeluk agama Islam dan agama Islam menganjurkan kita berfikir.

-Betulkah
Pada halaman

Mu'tazilah .

timbul kembali ? Nasution menulis:

43,' Dr. Hamn

"Pemikiran-pemikiran Mu'tazilah mulai ditimbulkan kembali oleh pemikiran-pemikiran pembaharuan dalam Islam abad 19 seperti lamaludin al Afgani, Muhammad Abduh dan Ahmad . Khan di India." Kata-kata terse but di atas berbau·. pandangan orientalist. lamaludin al Afgani, Muhammao Abduh dan, Ahmad Khan ad alah.orang-oran,g yang hid up pada abad 19' dan menyaksikan perobahan~perobahanmasyarakat di Barat yang mencapai kemajuan berhu~ung karena, ilmu teknik dan pemakaian fikiran merdeka yang lepas dati kungkungan gerej a. lamaludiil AI Afgani' at au Muhammad Abduh.tak pernah .. mengatakan bahwa mere~a itu kaum Mu'tazilah yang bam muncuI kem1;>ali. Mereka adalah orang-orang yang ingin. membang" kitkan Vmat Islam dari keterlambatannya dan kebodohannya, 110

agar mereka dapat mempertahankan diri dari im~erialisme yang pada waktu itu merajalela dimana-mana.

.Barat

Adapun Ahmad Khan (nama lengkapnya: Sir· Sayid Ahmad . Khan) lain lagi halnya. Ia. adalah se(}r~ng pega'waf Pemerintah Inggeris yang sangat kagum kepada ilmu-ilmu empiris yang dicapai oleh bangsa Inggeris, dan ingin menimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan empiris Barat di India. Ia adalah seorang yang setia kepada Pemerintah Inggeris dan menafsirkan ayat-ayat Qur-an menurut faham ilmu pengetahuan empiris yang ada pada waktu itu. Baik Jamaluddin al Afgani atau Muhammad Abduh atau Ahmad Khan termasuk Ahlussunnah wal jama'ah karena· bukan Syi'ah. Penilaian bab VIII

Dalam membaca bab VIII (aspek teologi ini) ada pandangan yang sangat penting tetapi. berbahaya, yaitu kepercayaan yang berlebih-lebihan terhadap akal. , Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akal atau fikiran, sehingga perkataan aka! dan fikiran yang tersebut ± 50 kali dalam Al Qur-an. Hal ini tak terdapat dalam kitab suci lainnya yang manapun. Asy'ariyah juga pakai akal, Mu'tazilah juga pakai akal.Perbedaaimya adalah titik berat dalam beberapamasalah, sehingga tak dapat dikatakan bahwa Mu'tazilah lebih rationil . dari Asy'ariyah dan lebih menarik kepada kaum terpelajar. Jika Mu'tazilah dan ASy'ariyah hidup padaabad lOAD (4 AH), pada waktu ltu pengaruh filsafat Junani terlalu besat Mustinya Umat Islam ingat kepada ayat Al Qur-an yang men unjukkan keterbatasan aqal: Surat Isra' ayat 85 :

,#" / ~
Artinya : . ", ~
r:.. ~ / \

.• • / .J..' -" J '1/ / V'-/ \ i.}A,. ., ..t.J . ~-' \ \,.4 -'
kecuali sedikit."

''Dan kamu tidak diberipen$etahuan

III

..

"

at au ayat 216 Sui-at Ai Baqarah: #~\ .'

Artinya:

'<I' :

/~/1 ~I-, :f..(7~t~/./ 0;'~}.

~.!~ .J'\ __ /~,\.)\-,/
\

':Allah mengetahui dan kamu tigak mengetahui'~

Bahwa akal itu terbatas pada abad 18.

baru diketahui

oleh filsafat Baraf

Emmanuel Kant (1724-1804) yang ~isebut sebagai bapa dati filsmat critic telah menulis bukunya: Critique of pure reason. Dalam buku itu ia menganalisa akal dan fungsinya serta menunjukkan keterbatasannya. Yang diketahui akal.adalah phenomena, hal-hal ~ahiriyah. Di belakang phenomena, ada noumena at au hakikat sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal. Dengan bangsa-bangsa yang memeluk agama Islam menj;ldi merdeka, maka terbukalah kesempatan bagi mereka untuk memperoleh kemajuan dalam segala bidang dan tetap beragama Islam; malahan mereka dapat membuktikan, secara langsung atau tidak langsung bahwa Islam adalah petunjuk yang terakhir yang diberikan oleh Tuhan kepada Umat manusia.

112

9
KOREKSI TERHADAP BAB IX TENTANG ASPEK FILSAF AT Sebelum membicarakan bab IX tentang aspek· filsafat, saya merasa perJu untuk menjelaskan sebagai berikut : Bab VIII atau aspek teologi, membicarakan tentang ilmul kalarn, atau ilmul aqaid atau ilmu tauhjd sebagai yang kita bica-. rakan dalam membahas arti "teologi'~. Maksud daripada ilmu tersebut adalahuntuk menerangkan aqidah Islarn dengan memakai hal-hal yang sudah diketahui orang pada waktu itu daripada filsafat Yunani at au daripada pemikiran semat'a-mata. Sebelum adanya ilmul kalam kebanyakan orang merasa takut menafsirkan ayat-ayat Qur-an yang kadan.g-kadang me:mberi kesan seakan-akan ada sifat-sifat Tuhan yang sarna dengan sifat manusia. Jadi ilmul kalam dan mutakallimin (ularna ilmul kalarn) adalah orang yang' berdasarkan iman dan keyakinan yang penuh dan ingin mempertahankan atau menyajikan keimanannya itu dengan cara yang sesuai pada waktu itu. Da:Iarn prakteknya, meI?-getrapkan metode tersebut tidak sarna, ada yang terlalu rationil seperti Mu'tazilah dan ada yang lebih conservatif eperti Asy'ariyah. Dab IX ini membicarakan aspek filsafat. Aspek ini menghendaki mukaddimah juga. Kebanyakan kita ~erasakan kebanggaan bahwa kita memplinyai apa yang disebut "filsafat Islam". Jika dalam kuliyah : ada yang disebut filsafat Yunani, maka kita memunyai "filsafat Islam", dan orang sekarang mempunyai filsafat arat atau filsafat modern.
113

Gambarai1'yang semacam itil tidak benar. Yang biasa dinamakan filsafat Islam adalah filsafat Yunani, khususnya filsafat Plato (429 - 347 SM). Aristoteles (384 - 322 SM) dan Plotinus (204 - 270 M) yang juga dinamakan N.eo Platonisme. Ideeidee dari tiga aliran itu masuk dalam Dunia Islam berhubung karena Vmat Islam suka mencari pengetahuan-pengetahuan dari segala tempat yang ada. Akibatnya, banyak persoalan-persoalan filsafat Yunani itu diberi gambaran 'Islam. Prof. Ahmad Amin menulis dalam Duhal Islam jilid I halaman 30. "Hal-hal tersebut di atas mendorong kita untuk mengatakan bahwa ilmul kalam' itu adalah ilmu, Islam meskipun di dalamnya terdapat unsur-llnsur filsafat Yqnani, sedang kita tak, dapat memberi nama "Islam" kepada filsafat yang ditulis olt(h Al Kindy, Al Faraby dan Ibnu Sina, kecuali secara : "Sekedar llntuk mempermudah". Pendapat-pendapat Al'Farabi

Pad a halaman 49, Dr. Harun Nasution menulis : "~engenai Filsafat ia berkeyakinan bal1wa filsafat Aristoteles dan Plato dapat disatukan dan untuk il).i ia inenulis risalah "Tentang Persamaan antara Plato dan Aristoteles". Kata-kata tersebut di atas perlu dijel·askan sebagai berikut : "Filsafat Plato sesungguhnya tak dapat disatukan dengan filsafat Aristoteles. Bahwa Al Faraby menulis risalah : Al Jam'll baina Ra'yai al Hakimaini"~ mempersatukan pendapat kedua failasuf hanya menunjukkan bahwa pada waktu itu Al Faraby tidak mempunyai bahan-bahan yang cukup yang berwlljud karangan-karangan Plato dankarangan-karangan - Aristoteles. Filsafat Plato mengatakan bahwa yang mempunyai wujud sendiri dan hakiki adalah idee atau misal. Sedang wujlld kita ini hanya lDayangan dari misaL tersebut. Aristoteles sebaliknya berpangkal tolak dari wujud kita di dllnia ini yang menurut dia adalah wujud hakiki. Dalan1 istilah filsafat, filsafat Plato adalah idealis sedang filsafat Aristoteles adalah realis., 114

,

..

Pada hal,aman 49 juga Dr. Harun Nasution' menulis·:?Fa1sa~ fatnya (al Farabi) yang terkenal adalah falsafat emanasi. Dalam falsafat emanasi ini ia menerangkan bahwa segal a yang- ada memancar dari Zat Tuhan melalui akai~akal yang berjumlah sepuIulr, alam materi dikontrol oleh akal yang sepuluh itu". \\ . Tufis~p. tersebut di at as seyogya.\1ya juga segera diberi penje-. Iasan sebagai .berikut : Filsafat emanasi atau Nazariyatul Faidh adalah suatu theori yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Theori -emanasi adalah ajaran dari Plotinus (204 -- 270 M) yang semua fikirannya telah'di~umpulkan oleh muridnya, Porphyry' dalam kitab •• Enlleads ,yang artinya kumpulan-kumpulan Uumlahnya enam) 'j' •• dari rangkaian sembilan pelajaran~ menurut Plotinus, ada dua gcrak~n: Cosmic mov~ment tentang kejadian alam, yang meman~ar secara au tonHttis dari PrinsipPertatha (first' print:iple)' dan spiritual movement, yakni usaha manusia ineh~arahke atas untuk bersatu dengim :Prinsip Pertama. Perlu dijelasbn bahwa filsafat Neo Platonisme t •••. ini)uga'tidak senafas dengan Islam;
• "t.-.,.,.., •• ~ ..

Pada halani.an 51, Dr. Hamn Nasution menulis : "Dalam falsafat ia (lbnu Sina) juga mempunyai fahq.memanasi, dan akal bagiriya adalahMalai'kat. ..., ,i ' Dengan sendirinya keterangan .t:ersebut perIu diberi penjeIasan bahwa dengan begitu maka filsafat Ibnu Sina juga tidak senafas dengan Islam. Karena filsafat ,AI Farabi.,dan Ibnu Sin a merupakan filsafat Neo Platonisme dan tidak senafas dengan Islam maka AI Gazali ,~". (1056 - 1111) menulis·bukunya yangmashur· yaitu Tahafut Al Falasifah atau kekacauan fikiran para failasuf. Dalam buku "Tahafut Al Fqlasifah'; 20 masalah filsafat sebagai berikut : 1. 2. 3. al Gazali menguraikan

I

Pendapat bahwa alam itu azali (tak berpermulaan). Pendapat bahwa alam itu abadi (tak berakhir). Para filosuf berpura-pura mengatakan bahwa Allah adalah pencipta alam dan alam adalah ciptaan Allah.
115

·~
...

7. 14. 10. II. 20.. 13. 12. 9. 8. 6. 5. 17. IS 4. 18. 16. 19.

Pembuktian bahwa para filosuf. tidak dapat membuktikan adanya zat pencipta. Pembuktian bahwa para filosuf tidak dapat metnbuktikan bahwa Mustahil-Iah ada dua Tuhan. Pendapat bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat. Pendapat bahwa zat Tuhan tidak terbagi kepada Genus dan differentia. Pendapat bahwa' Tuhan itu sederhana dan tak bermahiyah .. Para filosuf tidak dapat.membuktikan bahwa Tuhan itu bukan jisim. _ Pendapat para filosuf bahwa mereka tak dapat membuktikan bahwa alam ini ada penciptanya. Para filosuf tak dapat membuktikan bahwa Tuhan itu mengetahui makhlukNya. Para filosuf tak dapat membuktikan bahwa Tuhan itu mengetahui diriNya. Para filosuf berkata Tuhan tak tahu juziyat (perinci). Para filosuf berkata planet itu binatang yang bergerak dan berkemauan. Pendapat para filosuf ten tang maksud yang menggerak.kan planet. Pendapat para filosuf bahwa jiwa planet mengetahui perinci-perinci yang terjadi di alam ini. Pendapat para filosuf bahwa tak mungkin terjadi hal yang luar biasa. Para filosuf tak dapat membuktikan bahwa jiwa man usia itu jauhar (substansi) yang berdiri sendiri, bukan jisim dan bukan 'arad (accident). Pendapat para filosuC bahwa jiwa manusia itu tak dapat musnah. Para filosuf ingkar akan kebangkitan jasad serta nikmat surga dan penderitaan neraka. bahwa para filosuf itu

Kemudian Al Gazali mengatakan sudah menjadi kafir dalam tiga hal :

116

1. 2. 3. Karena

bahwa ~lam itu tak berpermulaan. bahwa Tuhan itu tak mengetahui perinci~perinci. bahwa tak ada hidup sesudah mati. tiga ha1 tersebut bertentangan dengan ajarari Islam.

Averroism , Pada halaman 56 Dr. Harun Nasution menulis : "Kemudian terdapat di Europa suatu aliran yang disebut Averroism. Menurut aliran ini falsafat mengandung kebenaran sedang agama dan wahyu membawa hal-hal yang tidak benar" Jelas bahwa pendapat demikian tidak mungkin bersumber pada falsafat Ibnu Rusyd, karena ia sebagai filosof-filosof Islam lain berkey akin an bahwa akal dan wahyu tidak bertentangan. Keduanya sama-sama membawa kebenaran. Kekeliruan ini kelihatannya timbul dari kesalah fahaman penulis-penulis Barat abad 13 tentang tafsiran Ibnu Rusyd terhadap falsafat Aristoteles. Tidak mengherankan kalau kaum gereja mencap Ibnu Rusyd sebagai ateis. Fa1safatnya dianggap bertentangan dengan agama dan buku-bukunya dilarang". Tulisan di atas perlu mendapat menjelasan sebagai berikut :

Ibnu Rusyd adalah seorang filosuf besar dan mengikuti aliran Aristote1es. Ia hidup di Dunia Is~am bagian Bani!, yaitu Spanyol, di kota Cordova (Qu~tllbah) yang sekarang masih berdiri masjidnya yang sanga.t megah. Cordova betjauhan dari Madrid, kurang lebih satu jam perjalanan dengan kapal terbang. Ibnu Rusydlah yang membuka mata Europa kepada filsafat Aristoteles. Tetapi, jika Ibnu Rusyd menjadi kebanggaan Umat Islam karena namanya sangat terkenal di Europa p-ada abad" 13"masehi, tidak seluruh pendapat filsafatnya senafas dengan Islam. Ini yang harus diketahui oleh generasi mud a kita.
0

Di Universitas Paris ada Fakultas Teologi. Diantara gurugurunya yang besar adalah Albert Ie Grand, Thomas Aquinas dan Bonoventure yang ketiga-tiganya kemudian diangkat sebagai orang suci (santa) oleh gereja Katolik. Mereka itu ahli teologi clan 117

-0" ,

mementingkan inempelajari metapinsica daripada Aristoteles untuk dipakai sebagai"alat mempertahankan atau mem"perkuat teologi Katolik. Tetapi mulai pertengahan abad 13, beberapa guru besar dan lektor dari Fakultas Sastra di Universitas Paris memperluas penyelidikan mereka terhadap filsafat Aristoteles, bukan saja terbata's dalam logika tetapi sampai dalam metaphisic, kosmologi' dan etika. Perhatian mereka itu terdorbng karena ~ntuk bersaing dengan Fakultas Teologi. ' Tetapi ada perbedaan besar antara sikap metode kedua belah fihak:. AWi teologi tidak mengambil daripada filsaf~t Aristoteles seluruhnya tanpa menyaringnya dari unsur-unsur yang bertentangan dengan agama. Seballknya guru-guru Fakultas Sastra mengambil seluruh filsafat Aristoteles, dan tidak membedakan antara filsafat yang sesuai dengan agama daTI yang tidak sesuai, khususnya theori Ibnu Rusyd tentang "kesatuan akal" atau unity. of the intellect bagiseluruh manusia. Oleh karena sikap inilah mereka din am ak an : Averroists, artinya pengikut-pengikut Ibnu Rusyd, pada hal lebih tepat kalau mereka dinamakan pengikut A~istoteles. Kita umat Islam yang belum banyak menyelidiki filsafat merasa bangga ada kelompokAverrotist di Paris yang menunjukkan kebesaran Ibuu Rusyd di Dunia Barilt. Tetapi kalau kita menerima anggapan tersebut, kita akan rugi besar dalam soal-soal aqidah Islam. Dalam hal ''kesatuan akal" untuk seluruhl manusia Ibn Rusyd, tergelincir, sangat terpengaruh oleh Aristoteles, dan tidak berpendapat bahwa wahyu Al Qur-an, lebih kuat dari filsafat Aristoteles. Dua hal yang menjauhkan Ibnu Rusyd dari aqidah Islam : Pertama, . bahwa alam itu tak ada permulaan dan tak ada akhirnya. Ini juga dianut oleh Ibnu 81lla.. ~""-Kedua, theori bahwa nyawa seluruh manusia itu satu (human monopsychism) yang berarti bahwa individu itu tidak mempunyai kelangsungan hidup.

118

Soal-soal yang semac'am ini dalam buku-bukunya Ibnu Rusyd ditulis dengan jelas, sehingga tak perlu kita mempertahallkan Ibnu Rusyd dengan met;Ugikan Islam. Kita dapat menger& bagaimana kekuatan berfikir Ibnu Rusyd yang kuat, sehingga ia in gin menyesuaikan Islam dengan pendapat Aristoteies yang pada waktu itu sangat dijunjung tinggi oleh umum. Tetapi pada tahun 1977 ini, dengan kemajuan yang dicapai olehilmu astrophysic dan cosmology, orang sudah yakin bahwa yang 'benar adalah theori At Qur-an, bukan theor:i Aristoteles yang diterjemahkan oleli Ibnu Rusyd dan kemudian sampai ke Paris dari Spanyol yang waktu itu dikuasai' oleh orang Islam. Soal Ibnu Rusyd ini soal yang pelik dan bukan diajarkan untuk memberi gambaran aspek Islam. Filsafat Ibnu Rusyd diberikan kepada mereka yang sudah mahir dalam bahasa Arab dan mengetahui filsafat Yunani serta perkembangan pengetahuan alam di Barat pada akhir abad ke 20 ini. Kesulitan konsep ftlsafat Islam Filsafat Islam sebagaimana juga Filsafat Kristen setelah filsafat dipelajati orang-orang Masehi, adalah suatu usaha unt,uk mempertahankan aqidah. denian mengambil bahan dati .filsafat Yunanil yang tidak bertentangan dengan Islam. Sebelum filsafat Islam timbul, Al Mutakallimun (ahli ilmu al Kalam) telah banyak mempergunakan bahan-bahan filsafat Yunani. Dalam dasarny~, Al . Mutakallimun adalah orang-orang yang mempertahaiikan' Islam. Adaimn filosui"-filosufIslam, adalah orang-orang yang sangat tertarik kepada -filsafat sehingga kalau perlu mendahulukan ajaran ftlsafat kepada ajaran agama. Theori Al Farabi dan Ibnu Sina tenta~g emanasi (pancaran, faidh) bertentangan dengan Islam yang mengatakan bahwa Tuhan itu menciptakan alam dengan kemauanNya, tidak secara pancaran. Ibnu Rusyd juga. mendahulukan filsafat kepada ajaran Al Qur-an. Ia adalah seorang tabib dan seorang ahli hukum yang ulung. Tetapi filsafatnya . ditinjau dati akhir abad 20 ini - sudah 119

·.. . ,
usang, tak dapat dipertahankan. Niat I.bnu Rusyd adalah baik, mengatakil'n bahwa Islam tak bertentangan dengan' akal. Pada zaman Ibnu Rusyd. (1126 - 1198 M) akal adalah akal Yunani yang mengatakan alam ini kekal, dan bahwa manusia sebagai kesatuan itu kekal, adapun individu akan lenyap. Kelihatan sekali bahwa Dr. Hamn Nasution tidak mengikuti perkembangan ilmu cosmology astrophysic, sehingga ia mempertahankan pendapat Ibnu Rusyd yang sudah usang itu. Pada halaman 66 Dr. Harun Nasution menulis : "Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pendapat kaum teolog tentang dijadikannya alam dari tak ada tidak berdasar kepada argumen syari'at yang kuat. Tidak ada Ayat-Ayat yang mengatakan bahwa Tuhan pada mulanya berwujud sendiri, yaitu tidak ada wujud selain dari wujudNya dan kemudian biuulah alam dijadikan. Pendapat bahwa parl;a mulanya hanya wujud Tuhan yang ada, kata Ibnu Rusyd, hanyalah merupakan interpretasi kaum teofog, Ayat Al Qur-an tnengatakan, demikian Ibnu Rusyd, bahwa alam dijadikan bukanlah dari tiada, tetapi dari sesuatu yang telah ada sebelum alam mempunyai wujud, umpamanya Ayat 7 dad Surat Hud :

I "--j.~/,(~ ~f~
-Artinya:

0~'· /.':)ti/ ..(l_-:,\~, -'~-? /~~--> ~'7Y'~
V ~ .J.fb

/

~.

~/}.\(..1/ ~~

,"?". ,/./

~u.\ ~

"Dan lfllah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan tahtaNya (pada waktu itu) berada di atas air".

Ayat ini menurut Ibnu Rusyd mengandung arti bahwa sebelum adanya langit dan bumi telah ada wujud yang lain, yaitu air yang di atasnya terdapat tahta kekuasaan Tuhan. Tegasnya, sebelum langit da,n bumi diciptakan Tuhan telah ada air dan tah-

ta".
Dr. Harun Nasution menjelaskan filsafat Ibnu Rusydsecara panjang lebar dalam halaman 66, 67, 68. Dan ia sering menyelipkan kata-kata : Demikian Ibnu Rusyd, , kata Ibnu Rusyd, menurut

120

"

Ibnu Rusyid; agaknya untuk memberi kesan bahwa -ia belum tentu setuju dengan pendapat Ibnu Rusyd. Tetapi jiwa keseluruhan dati bab IX ini· menunjukkan bahwa Dr, Rarun Nasution cenderung untuk mengikuti Ibn Rusyd. Bahkan di luar bukuIslam ditinjau dati berbagai aspeknya ini, Dr. Rarun tidak segansegan mengatakan terus terang bahwa alam ini adalah qadim, tak ada permulaan. Bahkan setelah selesai menguraikan filsafat Ibnu .Rusyd yang tidak senafas dengan Islam, Dr, Rarun membicarakan filsafat Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria al Razi (864 - 925 M) yakni seorang yang hidup sebelum zaman Al Gazali (wafat tahun 1111) sehingga fils afatny a sudah termasuk dikritik oleh Al Gazali. Diantara pendapat Al Razi, Dr. Ramn Nasution menyebutkan pada halaman 69~ ".\1 Razi iadalah seorang rasionalist, yang hanya percaya pada akal, dan tidak percaya kepada wahyu. Menurut keyakinannya, akal manusia cukup kuat unt'uk mengetah~i adanya Tuhail, apa yang baik dan apa yang buruk dan untuk mengatur hidup manusia di· dunia ini. Oleh karena itu Nabi dan Ras).ll tidak perIu, bahkan ajaran-ajaran yang mereka b~wa menimbulkan kekacauan dalam masyarakat manusia. Semua agama ia kritik. Al Qur-an baik dalam bahasa maupun isi~ya bukanlah mu 'jizat". Begitulah cara'Dr. Harun Nasution memberikan pengantar ilmu agama Islam yang disebutkannya : Islam ilitinjau dari ber" bagai aspeknya. Aspek filsafat ini, lebih dari aspek-aspek lain yang pad a umumnya bersifat negatif, merupakan aspek yang sangat negatif, khususnya bagi mahasiswa LA.LN. tingkat pertamayang sepanjang pendengaran saya, buku itu dijadikan bacaan wajib bagi mereka.

121

10

KOREKSI

TERHADAP

BAB X TENTANG

ASPEK MISTlCISME Dalam meneliti buku Dr. Harun Nasution tentang : Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, khususnya mengenai bab pertama: agama dan pengertian agama dalam be rbagai bentuknya", dan kedua : "Islam dalam pengerti~m yang sebenarnya" kami telah menunjukkan bahwa Dr. Harun Nasution menganggap agama sebagai genus sedang Islam adalah satu species (nau'), salah satu daripada agama-agama di dunia. Pandangan seperti tersebut mengandungkelemahan besar yang merupakan kekeliruan yang sekarang ini sedang dialami oleh bangsa Indonesia yaitu mempersamakan an tara "toleransi" atau sikap menghormati agama lam dengan "an~gapan bahwa semua agama itz.,lsarna". Dalam bab kedua yang betjudul : Islam dalam pengertian yang sebenamya. Dr. Harun N asution menganggap bahwa : "Salah satu ajaran pokok dalam Islam itu adalahmanusia yang tersusun dari badan dan roh itu berasal dari Tuhan dan akan kembali ke Tuhan. Tuhan adalah sud dan roh yang datang dari Tuhanjuga sud dan akan dapat kembali ke tempat asalnya di sist Tuhan, kalau ia tetap sud. Kalau ia menjadi kotor dengan masuknya ia ke dalam tubuh manusia yang bersifat materi itu ia tak akan dapat kembali ke tempat asalnya". Paragraph terse but yang merupakan bagian dalam bab II betjudul "Islam dalam pengertian yang sebenamya "merupakan satu pengertian yang tidak benar. Pengertian yang diterangkan oleh Dr. Har,m Nasution bukan pengertian Islam, akan tetapi pengertian Neo PlatQnism~lyarig banyak hubungannya dengan teori emanasi atau iaidh (pancaran) dan gnosticism. Hal ini juga diakui 122

-

-

-

oleh Dr. Harun pada halaman 72. Manusia bukan berasal dari Tuhan, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Dan kalau roh itu suci dan ma ti .ia bukan kembali ke temp at asalnya, akan tetapi menghadap Tuhan untuk mempertanggung-jawabkan pekeIjaannya di dunia, kalau jahat ia akan disiksa dan kaIa4, baik ak~n mendapat pahala di sorga, di hadirat Tuhan, bukan di sisi Tuhan. Dr. Harun Nasution serihg memakai istilah Kristen. Ia memakai istilah teologi, dan kali ini ia memakai kata~kata di sisi Tuhan. Kata-kata tersebut . ada dalam Injil tetapi tak ada dalam AI Qur-an. ·Dengan keterangan tersebut di atas, saya bermaksud menunjukkan kepada para pembaca bahwa Dr. Harun Nasution belum mendapat pengertian yang sebenarnya tentang Islam, sebagai terlihat dalam beberapa bab dalam bukunya sehingga sering menitik beratkan hal-hal yang kurang penting. Aspek politik yang diberikan sebag(\i judul bab V, tidak mengandung ajaran politik .samasekali. Aspek Lembaga kemasyarakatan membicarakari administrasi suatu negara abad menengah sehingga memberi image yang na'if tentang masyarakat Islam. t .' Dalam bab X ini Dr. Harun Nasution membicarakan misticisme sebagai aspek daripada Islam, yang tujuannya untuk mem• peroleh hubungalliangsung dengan Tuhan. Gejala yang disebutkan sebagai aspek Islam itu, Harun Nasution sendiri dikatakan dalam paragraph III 71 sebagai berikut : Tujuan dari misticism baik yang maupun yang di luar Islam ialah memperoleh hubungan dan disadari dengan Tuhan". oleh Dr. halaman di dalam hingsung

Dengan begitu maka misticism, bukan semata-mata aspek Islam. Bahkan paQa dasarnya, Islam tidak menganjurk~m misticisme, karena Islam adalah ajaran Tuhan untuk mengatur masyarakat yakni hubungan manusia dengan manusia, serta mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dengan tun tun an ibadat-ibada.t. Yang menarik perhatian adalah bahwa dalam membicarakan
123

misticism,: Dr. Harun Nasution banyak menyebutkan Hadis-hadis y~ng ia sendiri tidak meneTangkansumbernya. Padahal dalam Bab tentang arti Islam yang sebenarnya Dr. Harun Nasution sudah mengatakan bahwa Hadis yang dapat dipercaya itu sangat sedikit sekali.

n

Dengan mukaddimall di atas, dapatlah kita .memahami isi Bab X tentang misticism. Misticism menghendaki orang menjadi zahid. Tersebut dalam Hadis Bukhari : Anas bin Malik b'erkata : Adq tiga orang yang pergi menemui isteri Nabi Muhammad dan menanyakan mereka tentang ibadah Nabi. Mereka telah diberi keterangan seperlunya, tetapi mereka merasa bahwa apa yang dikeljakan oleh Nabi Muhammad itu terlalu sedikit.Mereka berkata : Kedudukan kita jauh lebih rcndah dari kedudukan Rasulullah. Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang dahulu maupun yang kemudian. Salah s,atu qiantara mereka berkata : Kalau aku,Aku akan terus sembahyang malam. Yang kedua berkata : Aku akan berpuasa selama lamanya. Yang k~tiga berkata I: Aku akan menjauhkan diri dari sex dan tak akan kawin selamaLlamanya. Akhirny'a Nabi Muhammad dapat juga mendengar itu semua. Beliau kemudian berpidato dengan membaca syukur kepada Tuhan dan kemudian berkata : Aku mendengar orang-orang berkata begini dan begini, (yakni mengulangi kata-kata ketiga sahabat terse but). Ketahuilah bahwa aku ini yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa; tetapi aku puasa dan aku berbuka, aku sembahyang tetapi aku juga tidur dan aku melakukan sex dengan isteriku. Barang siapa menyimpang dari tradisiku, ia bukan pengikutku. Ketiga sahabat tersebut ialah Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Amr danUthman bin Madh'un. Begitulah gambaran ajaran Rasulullah, tak meninggalkan dunia tetapi tak mencintainya $epenuhnya, danselalu mementingkan akhirat dan tidak me!1inggall$:annya. Dalam bab X mengenai aspek misticisme Dr. Harun Nasution 124

se~gaja menyebut hal-hal yang negatif. Ibrahim Ibn Adham disebutkan berkata : Kemiskinan (al faqr) adalah harta yang disimpan Tuhan di Surga dan yang- tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang dicintainya. Abu Nasr Bisyr .al Hafi (767 841) dikatakan tidak bersepatu (al Hafi) padahal negeri Khurasan adalah ne~eri dingin. Menurut pendapatnya memberi sedekah kepada fakir miskin lebih mulia daripada pergi haji. .. Ketika ia sakit, ia memberikan baju yang terlekat di badannya kepada orang miskin yang juga sakit, sehingga ia sendiri meninggal tanpa baju. lni bukan salah satu aspek Islam. 1ni adalah aspek kesintingan yang menvalahi aiaran Islam. Bukankah Al Qur-an berkata :
.....• 1-,. /' /' "'" ", ",

-1/ ,/ //,/

Artinya:
-

:~]

I ~ ~l.'>,"\.>-':::' '0-* Y-'
77)

"Dan berharaplah daTi anugerah yang Tuhan telah memberikan kepaaa-mu untuk mencapai akhirat, dan jangan lupa nasibmu (bagianmu) di dunia."(Surat 28 ayat

i \)]\ :8t\ ~/&\-,
t",/
";i ,..,~ /: .....

,-:1.,.

/"

/

A...\I \

Maqamat bukan Pada halaman '78 paragraph menulis:

Station Dr. Harun Nasution

terakhir

"Tujuan sebenarnya dari sufi, sebagai telah disebutkan di atas, ialah berada sedekat mungkin dengan Tuhan sehingga tercapai persatuan. J alan untuk mencapai tujuan itlJ panjafig dan b-erisi stasi on yang disebut dalam bahasa Arab : almaqamat':. Sebagai saya kat~an di bagian lain, tujuan bersatu dengan Tuhan itu bukan ajaran Islam. Tuhan itu Tuhan dan manusia itu hamba Tuhan. Tetapi ad~ suatu _Hadis yang mengatakan : Jika orang melakukan ibadah yang wajib dan sunnat sebaik-baiknya, maka segala tindakannya akan diarahkan oleh Tuhan kepada hal yang baik; maka seakan-akan Tuhan itu menjadikan kuping~ nya untuk mendengar dan menjadikan matanya untuk melihat. Keaclaan' yang seIi1acam itu bukan persatuan antara manusia dengan Tuhan, Memang jalan yang bleh orang mistik dikatakan jalan kepada 125

persatuan dengan Tuhan digambarkan dengan maqamat yang berbed~-beda jumlahnya dan berbeda-beda namanya,' karena semua itu sekedar gambaran atau konkritisasi saja. Yang dahulu banyak tersiar di Indonesia adalah martabat, sehingga ada ilmu martabat tujuh: Ahadivah, wahdah, wahidiyah, alam misal, alam ajsad. Martabat Tajalli dan Insan Kamil. Yang banyak tersiar dalam IhyaUlumuddin karangan Al Gazali (wafat tahun 1111) adalah Bab : seperti Bab Taubat, Bab Zuhud, Rab ~abar dan lain-lain. Oleh karena segala dasar Misticism.e ini adalah neo Platonisme yang menggambarkan kejadian alam sebagai pancaran dari Tuhan, emanasi atim dialectic descendant, dan menggambarkan usaha manusia untuk bersatu dengan Tuhan sebagai dialectic ascendantJadal shaid), maka Ai Maqamat lebih baik diteIjemahkan dengan tahap, karena tahap menuju ke atas, sedangkan stasion adalah sekedar tempat berhenti dan untuk lalu lintas dua jurusan. Aspek misticisme telah ditulis aIel) Dr. Harun Nasution dalam 20 halaman, secara terperinci, khususnya yang mengenai 1. al itthihad (persatuan dengan Tuhan), 2. a1 fan a' (hancurnya individu dalam Tuhan) dan 3. syathahat (theopathical stammerings), yakni kalimat yang diucapkan dalam keadaan mabuk mistik seperti kata Al Hallaj, aku ini alKhaliq, atau aku Allah. Dr. Harun juga menulis pada halaman 86, paragraph terakhir dan halaman 87 : "Menurut falsafatnya (AI Hallaj) Tuhan ke~anusiaan dan manusia sendiri mempunyai Nasuf'(c,~~l d~nLahut. (u~ Dasar filsafa.t 1ni ialah Hadis:
/!J'

mempunyai sifat sifat Ketuhanan,

!,l.
//"'/

////~

Artinya :~J~~f~\~'
"Tuhan menciptakan Adam menurut bentuknya .••

Dengan demikian dalam Adam terdapat bentuk Tuhan dan selanj1:ltnya dalam Tuhan terdapat pula bentuk Adam. Atas dasar
126

ini persatuan antara manusia dan Tuhan dapat teIjadi. Filsafat persatuan yang dibawa Al Hallaj di sebut A.i Hullll"'. bah Dalam membaca tlllisan Dr. Harun Nasution di atas, bertamkesan saya bahwa segi-segi negatif sangat ia perhatikan. Walallpun dengan tegas ia telah mengatakanHadis yang benar it~ sedikit sekali dan tak ada criteria llntllk memilih mana yang benar dan mana yang salah, dalam paragraph tersebut di at as ia memakai Hadis yang berbunyi Tuhan menciptakim Adam menurut bentllknya. Yang slldah terang, kata-kata semacam itu tersebut dalam Injil, kitab kejadian. Tetapi bagi orang Islall} yang dinatl).akan Hadis .tersebut sangat bertentangan dengan Al Qur-an yang pada Sllrat 42 Ayat 12 mengatakan Artinya : :

~~#~
. tentang

"Tak ada sesuatupun yang serupa dengan Tuhan."

Monisme : Pantheisme Pada halaman sebagai berikut : 88, Dr. Harun menlllis wujud, Nasut Ibnu Arabi

Dalam falsafat Wahdatul menjadi : al Khalq (makhluk).

al Hallaj dirobah

Ringkasnya dalam tasawuf Ibnu Arabi yang bersatu dengan Tuhan bukan hanya manusia tetapi semua makhluk. Semllanya mempunyai wujud satu dengan Tuhan. Oleh karena itu ada orang yang menyebut falsafah Ibnu Arabi ini pantheisme.Sungguhpun nama itu tidak sesuai dengan faham Wahdah al wujud". Setelah membicarakan filsafat Al Hallaj yaitu filsafat Al Hulul (inkarnasi) Dr. Harun Nasution tidak lupa membicarakan filsafat Ibnu Arabi, yang disebut Wahdatul wujud atau pantheisme, yakni dalam tiap makhluk terdapat aspek ketuhanan, jadi bukan hanya dalam manusia sebagaidisebut al Hallaj". Bagaimanakah hubungan-nya dengan ajaran Islam yang 127

sebenamya ? Dr.· Harun N asution sebagai dalam soal-soallainnya tak memberijawaban. Hakekat Muhammadyah + Nur Muhammad Pada halaman 89 Dr. Harun menulis: "Ibn Al-Farid dari Cairo (1181-1235 MJ menimbulkan fallam al-haqiqah AI-Muhammadiah (konsep Muhammad). Menurut fahamnya al-haqiqah Al-Muhammadiah diciptakan Tuhan semenjak azal sesuai dengan bentukNya sendiri. Oleh karena itu orang yang ingin tahu Tuhan, harus berusaha mencapai persatuan dengan alhaqiqah Ai Muhammadiah itu. Abd AI-Karim AI-Jill (w. 1428 M.) membawa falsafat al-insan ai-kamil (manusia sempuma). Manusia sempurna adalah kopi dari Tuhan dan terdapat dalam diri Nabi Muhammad. Al-insan al-kamil sarna dengan ai-nur Ai-Muhammadiah (cahaya Muhan1mad)atau ai-haqiqalt Al Muhammadiah tersebut di atas dan merupakan cermin bagi Tuhan." Bahwa faham Ha~ekat Muhammadiyah at au Nur Muhammad yang begitu. penting hanya disebutkan dalam beberapa baris, akan membeii peluang untuk kesalahan ~aham yang bukan-bukan. Hakekat Muhammad atau Nur Muhammad adalah suatu hasil dari meresapnya faham neo Platonisme. Menurut faham Neo Platonisme, ada tiga hal: pertama The One at au The Good atau The First Principle kedua The Divine mind, dan yang ketiga adalah The Soul. Daripada The· One, memancarlah The Divine mind, yang merupakan The World of forms (alam misal), dan dari alam misal memancarlah alam materi ini. Hubungan antara alam ma.teri dan The Divi!1e mind dinamakan Soul. Pancaran artinya bahwa kejadian alam ini sebagai pancaran dari l:'uhan tanpa acta kehendak daripada Tuhan, jadi secara automatis. Gambaran yang semacam itu adalah garnbaran yang bertentangan dehgan ajaran Islam, karena menurut ajaran Islam, Tuhan menciptakan alam daripada tidak ada, dengim kemauan dan keputusanNya. The Divine mind atau Logos yang merupakan The World
128

.

',,,,

..~~ ..

of forms atau alam misal inilah yang oleh kaum Masehi.dilekatkan' kepada Nabi Isa, sehingga nabi Isa AI Masih atau Yesus Christus itu adalah asal segala yang ada. Begitujuga kaum sufi, memakai kata Hakikat Muhammadyah atau Nur Muhammad untuk mengatakan hahwa Nabi Muhammad itu adalah mak:hluk pertam'a yang inenjadi sebab adanya dunia dan penghuninya Tentu saja gambaral! yang demikian bertentangan dengan aj~an Islam, karena ajaran Islam mengatakan bahwa Muhammad adalah bamba Allah dan utusanNya. Hal tersebut tidak dijelaskan oleh Dr. Harun NaJKitwn, pada hal sangat perIu bagi mahasiswa I.A.I.N. Ketika saya menulis ini saya iI).J@tpernah membaca suatu- artikel di Panji Masyarakat no. 215 tanggal 15-1-1977 tentang Nur Muhammad dalam ahran kebatinan,. ditulis oleh sdr. Samudio Tulisan sdr. Samudi cukup ilmiyah walaupun nampaknya bacaannya terbatas seperti.sebagian besar saIjana zaman sekarang. Tulisan yang baik itu dibantah oleh sdr. M. Harith bin Abd. Shafa .dati Fakultas Adab l.A.I.N. Alaudin Ujungpandang dalam Panji Masyarakat no, 220 tanggal 1 April KesiI)lpulan yang saya pet:o~eh dari bacaan Bab X tentang aspek mistlcisme bahwa Dr. Harun NasutioD telah menganggap penting sekali segi mistik dalam Islam dan :menerangkan bahwa tujuan misticisme adalah untuk bersatu atau mendekat dari Tuhan. Garnbaran bersatu dengan Tuhan pada sa'at ini ~dalah sarna dengan tujuan agama Kristen yaItu agar tiap penganut agama Kristen itu bersatu dengan Yesus. Dengan 'Sacrament. Eucharisti, yaitu makan roti yang diberikan oleh Pastur dengan berkata . Inilah jasadku, dan meminum seteguk anggut yang diberikan oleh Pastur dengan berkata : Jnilah darahku, maka dalam missa·itu seorang pengikut agama Masehi'telah bersatu dengan Yesus. Gambaran tersebut juga sarna dengan tujuan kebatinart = menekung dan manunggaling kawula gusti. . 'Dengan tjd¥ diterangkan mana aliran yang Deliar dan mana aliran ·Y'ang salah, maka bab- X tentang aspek •misticisme ini, seperti .'h'alnYa dengan bll:b-bab yang lain, hanya menarnbab kekaburan gambaran Islam bagi pada generasi muda.
·129

11'
KOREKSI ASPEK TERHADAP BAB XI TENTANG DALAM ISLAM PEMBAHARUAN

Bab XItentang aspek pembaharuan dalam Islam merupakan aspek yang penting. Kita bangsa Indonesia yang 95% memeluk agama Islam banyak yang tertarik dengan perkataan pembaharuan atau moderllism atau Tajdid. Perkataan lain adalah reform, dan dalam bahasa Arabnya Islah. Dalam buku-puku sejarah, timbulnya, agama Protest an adalah karena gerakan reform dati Martin Luther (1483-1546). Orang Barat sering memakai reform dan modernism sebagai synonim, !iehingga gerakan'Muhammad Abduh kadang-kadang dinamakan r~form dan kadang-kadang dinamakan modernisasi. Agama Kriste,n sebagai suatu agama yang banyak dia~~t orang di Barat telah ,mengalami bermaeam-maeam reform seperti gerakah Protestan, gerakan :lWingli (th. 1484-153.1) dan Calv:in

( 1509-1564).
Sesungguhnya reform atau modernism adalah gejala umum, oleh karena masyarakat berobah, maka tata earapun berobah pu~a. Dahulu sebelum banyak auto da-n kota-kota besar, orang tidak memerlukan lampu merah hijau dan kuning di tiap-tiap persimpangan jalan. Sekarang hampir di seluruh kota besar ki.,: ta d'apatkan lampu-lampu semaeam itu. Dahulu orang bikin rumah-rnmah yang sang at berdekatan satu dem~an lainnya dengan lorong-Iorong yang sempit; waktu itu keadaan semaeam itu perlu untuk menjaga keamanan. Sekarang rumah yang disukai orang adalah rumall yang luas pekarangannya, yang didirikan di jalan, yang Iebar sehingga auto dapat, keluar masuk dengan mudah, apalagi keamanan. pada umumnya sudah

130

terjamin. Perobahan masyarakat di Barat timbulnya karena kemajuan pengetahuan. Hilangnya feodalism dan digantikannya dengan kerajaan membawa pengaruh besar. Raja-raja walaupun kebanyakan berkekuasaan mutlak,' banyak membantu research untuk kemegahan dynastinya. Saudagar-saudagar besar juga berlomba membantu kemajuan pengetahuan. Francis Bacon ( 1561-1626 ) .dari Inggris dalam karangannya Novum organum mengajak orang memakai methode inductive. Rene Descartes (1596-1650) dari Prancis, dalam karangannya Discours de la methode untuk memakai ratio semata-mata. Instrument-instrument barn didapatkan orang. Barometer diciptakan oleh Torricelli dan Pascal (1623-1662) jam pendulum diciptakan oleh Huygens (16291695) dan pompa angin diciptakan oleh Van Guerecke. Perhimpunan-perhimpunan Pengetahuan timbul di mana-mana seperti Academy of Experiments di Florence (Itali),Royal society di negeri Inggris dan French Academy of Sciences di Prancis. Pelayaran jauh juga dilakukan untuk mengenal daerah-daerah yang belum pernah diketahui orang. Di samping itu Copernicus (1473] 543) mengemukakan heliocentric theory untuk mengganti geocentric theory yang dianut oleh Cladius Ptolemy seorang Yunani dari abad II masehi, Copernicus mengatakan bahwa bumilah yang memutari matahari dan bukan matahari yang memutari bumi. Copernicus dikuatkan oleh ahli-ahli ilmu bin tang seperti TychoBrahe (1546-160 1), John Kepler (1571-1630) dan GalileoGalilei (1564-1642). Tetapi theori Copernicus ditentang oleh Gereja Katolik dan bukunya Galileo termasuk buku yang terlarang pada tho 1757, sedang sebelum itu Geordano Bruno telah dihukum mati bakar oleh gereja Katolik juga. Ahli pengetahuan besar sesudah mereka itu adalah Sir IsaaCNewton (1642,-1724). Dialah yang menemukan formula: "Every \ particle of matter in the Universe attracts every other partiCle with a force varying inversely as the square of the distance between ..them and diredly proportional to the product of their masses". Tiap-tiap bagian kecil dari materi dalam alam ini menarik bagian
131

kecil lainnya dengan kekuatan yang berbeda secara terbalik menurut segi empat jarak antara mereka dan secara langsungbersifat proporsionil kepada hasil jumlah bagian-bagian kedl' itu. (lni adalah aturan daya tarik yang ditemukan -oleh Newton dan mungkin sukar difahami bagi yang tidak berkecimpung dalam ilmu alam). Kemajuan ilmu pe,ngetahuan bertambah lagi'dengan pengetahuan seorang Irlandia yang bernama Robert Boyle (1627-1691) yang banyak penemuannya di bidang chemistry. Yoseph Preestly (1733-1804) menemukan metode untuk menggunakarl gas di rumah. Di negeri Prancis, Antoine Lavoisier (1743-1794) menjadikan chemistry sebagai ilmu experimental la mengarang "Elementary Treat1se on chemistry". Listrik mula-mula ditemukan oleh William Gilbert (15401603), Benyamin Franklin (1706-1790) dan Ale~ander Volta (1745-1827) yang namanyadipakai sekarang untuk meminjukkan kekuatan listrik (voltage). Semen tara itu pengetahuan ten tang .geology, biology, botany, zoology, ilmu kedokteran juga bertambah dengan cepat. Di lain fihak, oleh karena negeri Inggris terhindar dari pep,erangan-peperangan seperti yang terjadi di benua Eropa maka industri di sana berkembang biak. Dengan memiliki arang batll: dan baja, maka industri textil bulu dan katun, serta industri berat (mesin-mesin) maju pesat pula. Pada tho 1825 kereta api mulai dipakai, kapal api dipakai mulai tho 1838. Industri membawa effek sampingan. Para kaum buruh banyak menderita. Orang-orang yan~ mempunyai capital menblak campur tangan Pemerintah dalam soal ekonomi, dan menganjurkan sloganslogan laissez faire laissez passer, (biar langsung, jangan diganggu)~ Hal ini menimbulkan reaksi yang memuncak dengan mnnculnya Karl Marx(1818-1883) yang berpendapat bahwa kaum buruhlah yang berhak memerintah . .Dalam pada itu imperialism, untuk tujuan-tujuan keuntungan ekonomi terus berjalan, dan rakyat yang terbuka matanva menun132

..;.

tut hak-haknya

daripada raja yang berkuasa mutlak.

Perobahan-perobahan besar di Europa Barat ini sangat meria'jubkan. Banyak para penginjil yang mengatakan bahwa kemajuan itu adalah buah daripada agama Kristen, mereka mengatakan bahwa peradaban Barat sekarang adalah peradaban Kristen. Katakata terse but memang sering kita den gar di Indonesia; tetapi itu tidak benar. Kalau kita ingat bahwa Giardo Bruno (1550-1600) dihukum mati bakar oleh gereja karena mengatakan bahwa bumi berputar, maka jelaslah bahwa agama Kristen tidak mendorong kemajuan-kemajuan tersebut. Kita hanya dapat mengatakan bahwa dalam sejarah, kemajuan teknik sangat pesat di abad 18-19 di Barat;- kit a tak dapat mengatakan sebabnya; kita juga.hanya dapat men~atakan bahwa filsafat subur di Yunani pad a abad 4 sebelum maseru, kemudian negeri Ynnani tak berbeda dengan negeri lainnya. Di samping bidang materiil seperti 'chemistry, llstrik, me sinmesin ringan dan berat, Europa barat juga memperoleh kemajuan dalam bidang ekonomi, sosiologi, filsafat dan theori-theor' poll ij~ ' Setelah kita membicarakan kemaJuan di Barat, manlah kita bicarakan bagaimana kemajuan di Barat itu berhadapan muka de~ ngan Dunia Islam. Dalam bidang politik dan militer, konfrontasi sudah lama terasa antara negara-negara Barat. Prancis dengan Inggris, Austria dengan Kerajaan Turki. Peperangan antara Turki dan Kerajaan Austria mengakibatkan Turki kehilangan daerah Balkan (Europa Timur). Yang lebih penting daripada itu adalah pertemuandalam bidang ilmu pengetahuan teknik dan filsafat. Di sinilah letak persoafan modernism. Napoleon Bonaparte yang sedang jaya di Europa ingin menguasai Mesir sebagai pintu gerbang ke India. Ia mendarat di Alexandria tgl. 2 Jull 1798 dalam suatu €xpedisl yang ternama dalam sejarah sebagai expedisi Prancis, suatu expedisi yang tidak hanya dilengkapidengan senjata modern1 tetapi juga dengan suatu

133

." iembaga IImiyah yang tersusun dan beberapa bagian seperti IImu fisika, ekonorni, politik dan sastra. Memang Mesir adalah suatu negara di mana peradaban Barat dan peradaban Islam bertemu, sebagai saya katakan dalam Bab VII atau aspek Hukum, untuk pertama kali Hukum Barat dipertemukan dengan Hukum (Syari'at Islam). Di Turki kode perdata Islam mulai dibentuk pada tho 1869 M. dan selesai pada tho 1876. Di Mesir yang telah banyak terpengatuh oleh kebudayaan Prancis dan dalam keadaan politik yang lemah menghadapi Inggris dan Prancis, mula-mula diadakan al Mahkamah al Mukhtalatah (tribunal mixte) pada tho t 875, dan pada tho 1883 diadakan peradilan-peradilan negeri yang kode Hukumnya hampir sarna dengan kode Hukum di Tribunal mixte. Waktu diadakan 'fribunal Mixte, naskah hukum-hukum yang akan berlaku itu dikirim ke Universitas al Azhar untuk dibahas oleh ulama-ulama. Hasil daripada penyelidikan para alim ulama mengatakan bahwa: Hukum-hukum itu dengan artikel-artikelnya, sebagian bersamaan dengan salah satu daripada pendapat yang ada dalam empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali) dan sebagian lagi tidak bertentangan dengan pendapat-pendapat mazhab tersebut, dan sebagian lagi termasuk dalam al masalih al muraalah yang merupakan hasH Ijtihad untukmengatur kepentingan masyarakat. Laporan terse but merupakan laporan tertulis tidak tercetak, aslinya ada di Perpustakaan Pemerintah Mesir; ini disebutkan oleh Ali Ali Mansur, ahli hukum besar yang merancang kodifikasiHukum Islam di LYbia. Modernism mendapat rintangan bukan oleh sebab agama Islam, tetapi karena ada pihak-pihak yang takut kehilangan vested interest mereka, di sam ping tiap-tiap keadaan bam yang didesakkan dari atas menimbulkan rasa curiga. Kita ma'lum bahw.a pada abad 18 M. dahuiu alat-alat komunikasi massa belum ada sehing'~ ga pengaruh desas-desus sangat kuat. Dr. Harun menulis dalam halaman -94, paragraph terakhir: "Pembaharuan-dalam bidang-bidang lain juga disambilkan. Tetapi

134

usaha pembaharuan itu mendapat tantangan terutama dari golongan militer yang tal\ut kehilangan kedudukan dalam perobahan-perobahan yang akan terjadi." Kata-kata itu adalah sebab yang pokok; vested interest sang'at mempengaruhi sikap sesuatu golongan. Tetapi Dr. Harun Nasution menambah: "Juga dari pihak kaurn ulama datang tantangan, karena di zaman itu perteritangan antara Kristen dan Islam masih keras. Orang masih memandang curiga terhadap apa yang berasal dari Dunia yang dianggap kafir." Kata-kata tersebut di atas sangat menusuk perasaan dan menandakan bahwa Dr. Harun Nasution sudah menelan apa saja yang ditulis oleh kaum Orientalis yang anti Islam tanpa menggunakan daya kritik fikirannya sebagai seorang sarjana. Jika dalam hukum, para ulama Azhar sudah mengatakan bahwa hukum barat itu, kecuali beberapa hal" tertentu, pada umumnya senafas dengan salah satu mazhab em pat yang ada atau mertipakan maslahah mursalah yang berarti salah satu" sumbe·r hukum yang dilakukan dengan Ijtihad untuk memelihara masyarakat manusia, maka opposisi terhadap pembaharuan itu adalah datang dari rakyat jelata yang mengasosiasikan modernism dengan pihak penjajah yang beragama Kristen tetapi karena penjajahannya, bukan karena agamanya. Dr. Harun Nasution berkata: "Karena pada waktu itu pertentangan antara Kristen dan Islam masih keras." Kata-kata tersebul adalah kata-kata seorang orentalis yang anti Islam. Umat Islam tidak benci kepada orang Kristen, tetapi benci kepada penjajahan Dan kalau Dr. Harun Nasution mengatakan bahwa "Pada waktu itu pertentangan antara Kristen dan Islam masih keras," maka saya mengatakan bahwa pada sa'at ini dan pada waktu yang akan da· tang, pertentangan itu juga tetap keras. Tetapi bukan ~ntara Islam dan Kristen sebagai agama; sebabnya ialah karena meraja lelanya Kristenisasi yang dilakukan di dalam tubuh Umat Islam, hal ini Jah yang tidak dirasakan oleh Dr. Harun Nasution. Atas dasar perasaan bahwa Islam terbelakang dan Kristen
135

maju, yang sudah meresap dalam hati Dr. Harun Nasution, maka ia mengatak·an pada halaman 95, bahwa Ibrahim Mutafariku yang ingin mengadakan percetakan di Istambul pada tho 1727 M terpakSlol meminta filtwa dari Mufti Besar Kerajaan Islam untuk mengatasi tantangan kaum "agama".Kasus tersebut adalah kasus yang dibesar-besarkan; ini adalah kebiasaan kaum orientalis yang anti Islam seperti yang sering saya katakan. Soalnya, karena banyak tukang bikin naskah tangan yang akan kehilangan sumber kehidupan, maka adalah bijaksana untuk mendapat fatwa dari Mufti, sehingga para tukang tulis itu dapat menerima hal baru yang merugikan diri mereka dalam segi ekonomi tetapi akan menguntungkan umat dalam segi pengetahuan. Gerakan Jamaludin AI 'Afgani, Muhammad Rasyid Ridha (1838-1897). Abduh dan

Jamaludin Al Afgani adalah seorang besar, seorang politikus yang berkaliber internasional. WalaupJ.ln ia pandai dalam agama dan filsafat tetapi ia mencurahkan segala tenaganya untuk menyalakan api semangat kemerdekaan umat Islam Dia selalu berhubungan dengan kepala-kepala negara di Afganistan, Iran, Turki, Mesir dan India. Karena kepandaiannya ia sering mendapat fitnah. la terpaksa meninggalkan Istambul dan hidup di Mesir. Ketika Mesir diduduki Ingg'ris, ia dibuang ke India. Setelah Inggris merasa aman di Mesir, Jamaludin dibolehkan kembali ke Mesir, dari' Mesir, ia dan muridnya Muhamad Abduh hijrah ke Paris dan menerbitkan majalah Al Urwatul Wutsqa (tali yang kuat). Di Paris ia sempat berpolemik dengan Earnest Renan yang memberi gambaran salah ten tang Islam di Universitas Sorbonne dengan ceramahnya tentang Islam dan Ilmu Pengetahuan, Al Urwatul Wutsqa yang hanya terbit 18 kali, pada tho 1884 telah berjasa membuka mata umat Islam ten tang penjajahan barat khususnya Inggris di India: dan Mesir. la pernah pergi ke London, dan Moskow serta Amerika. Akhirnya i.a diundang oleh Sultan Abdul Hamid ke Istambul; tetapi ia hidup di sana sebagai tawanan sampai ia meninggal pada tgl. 9 Maret 1897.

136

.

~. - .'""'-'~~~'-----""';:""",",,"';;';-----~ :!

Dengan begitu, J amaludin adalah seorang politikus ya;1g menggugah umat Islam supaya melepaskan diri dari penguasa yang mutlak seperti di Persia dan Turki, atau dari penjajahan Inggris di India dan Mesir. Muhammad Abduh

(1849-1-905).

Muhamad Abduh disebutkan dalam Encyclopedia of Islam sebagai pendiri aliran modernism di Mesir. Ia tamat belajar agama di al Azhar dan pada tho 1879 sebagai guru di Darul ulum, kemudian sebagai editor dalam surat kabar resmi Pemerintah (al Waqai~ al Mesriyah) atau kejadian-kejadian di Mesir. Waktu acta pemberontakan di Mesir terhadap Khedire Taufik ia dibuang ke Beirut pada akhir tho 1882. Dari Beirut ia pergi ke Paris dan bekerjasama dengan Jamaludin al~f~ani menerbitkan majalah All.!rwatul Wutsqa, Terdapat perbedaan besar an tara Jamaludin al Afgani dan Muhamad Abduh. Jamaludin al Afgani adalah pilitikus revolusioner yang menghendaki pembangunan umat Islam dengan pemberon-' takan, sedang Muhamad Abduh menginginkan perbaikan keadaankeadaan dengan bertahap melalui sistem pendidikan. Muhamad Abduh mengikuti ajaran Ibn Taimiyah dan Ibn Qoyyim al . Jauziyah serta Al Gazali. Muhamad Abduh berpendapat bahwa ilmu pengetahuan qaru (Science) harus dibimbing oleh agama.Ia juga menjawab serangan Gabriel Hanoteau dengan menulis bukunya; Islam dan Kristen dengan ilmu dan peradaban. Karangan Muhamad Abduh adalah Risalah Tauhid, Risalah al waridat, syarh aqaid,syarh logika; sedang tafsirnya dikumpul-. kan oleh muridnya, Rasjid Ridha. Rasyid Ridha (1865 - 1935), Berasaldari Syria, Rasyid Ridha hidup di Cairo,dan menjadi murid setia kepada Muhamad Abduh. Ia adalah pelaksana idee-idee Muhamad Abduh untuk memperbaiki sistem pelajaran di al Azhar. la' menerbitkanmajalah al Manar dan meI)1buat tafsir Muhamad Abduh yang ia catat setiap ia menghadiri pengajian Muhamad Abduh. Karangan Rasyid Ridha banyak, di

137

antaranya Al Khilafah, dan yang p~ling memuaskan dirinya adalah kitab al Wahyul Muhammady. Ali Abdul Razik Pada halaman 101, Dr. Harun Nasution menulis:"Juga". Syekh Ali Abdul Razik yang berpendapat bahwa sistem Khalifah -tidak ada dalam Qur-an". Kata-kata terse but ditulis dalam rangka memberi contoh tentang murid Syekh Muhamad Abduh: Saya sendiri kenaI baik dengan almarhum, karena saya selalu berjumpa dengan kakak beliau, almarhum Mustafa Abdul Razik yang menjadi Guru Besar Filsafat Islam di tJniversitas Cairo, dan saya termasuk salah seorang dari muridnya yang tak banyak jumlahnya pada waktu tho 1937. Ali Abti~l Razik adalah sangat berbeda dengan kakaknya Mustafa Abdul Razik. Ali Abdul Razik orangnya ambisius,. opportunist, ia masih kedl ketikaMuhamad Abduhmemimpin gerakannya. Ketika Mustafa Kemal Attaturk mensekulerkani negara Turk!, banyak orang yang ingin memberikan gelar Khalifah kepada . Raja Abdul Aziz bin Saud yang merdeka dan tidak ada ikatan politik dengan negara Jmperialis Barat. Tetapi waktu itu tahun 1926 Sultan Fuad ingiri menjadi Khalifah pada hal. negerinya diduduki ~entara Inggeris, maka Ali Abdul ~azik menulis bukunya Al Islam Wa Usul VI Hukm. (Islam dan prinsip-prin· .sip Ketatanegaraan), yang maksudnya menganggap bahwa Islam itu agama yang me.ngatur hubungan antara manusia dan Tuhan dan tidak mengatur keduniaan .. Buku tersebut sangat jauh dari logika, susunan argumentasinya buat-buatan; untung bahwa Raja Abdul Aziz al Saud sendiri tidak mau diangkat jadi KhaIifah, 3ehingga soalnya tidak berlarut-Iarut. Buku Ali Abdul Razik . adalah buku seorang opportunist, dan bukan ilmiyah., Kita masih in gat pada waktu orde lama ada orang yang menulis buku-buku Demokrasi terpimpin dengan .ayat Qur-an dan Hadis.

138

-

.

. Kar.ena buku Ali Abdul Razik itu melemahkan Ishim maka ,ia menjadi sangatpopuler pada kaum orientalis politisi. Untuk .memasukkan idee Ali Abdul Razik dalam rangkaian idee Pembaharuan Islam adalah sangat keliru. Pada waktu ini, buku tersebut telah dikupas kembali dari segi faktor-faktor politik dalam negeri Mesir pada tahun 1926, dan pada waktu terbitnya buku terse but telah dikoreksi oleh ulama-ulama besar seperti Rasyid Ridha dan Khadr Husein yang pernah menjadi Syekh al Azhar.

Pembaharuan

di Turki.

Pada halaman 102 - 105 Dr. Harun.NasutioJ1 membicarakan modernisasi di Turki, orang yang membaca uraian yang panjang itu akan mendapat kesan bahwa ia membaca sejarah pergolakan politik di dalamNegeri Turki. Unttik menyelamatkan negara perlu ada tentara yang kuat, perlu ada kebebasan berfikir, perlu '.ada demokrasi. Dengan begitu maka sesungguhnya judul Bab XI ini perlu dirobah, bukan aspek pembaharuan dalam Islam tetapi aspek pem . -baharuan di negara-negara- Islam.' AspekpembahalUan yang dibawakan oleh Mustafa Kamal Attaturk tentu saja bertentangan dengan Islam. Bahwa orang tak boleh melakukan azan dalam bah,asa Arab, bahwa Hukum Keluarga tidak didasarkan syariat sudah jelas bertentangan dengan Islam. Setelah 40 tahun Turki membuang etiket Islam dari segala aspek kehidupan pada waktu ini kembalilah ciri-ciri Islam di Turki. Banyak sekolah-sekolah Islam dan bahasa Arab pun kembali dipelajari orang dengan gairah.
,(

Pembaharuan

Vmat

Islam India,

00: 109 Dr. Harun Nasution membicarakan Pad a halaman pembaharuan dalam umat Islam di India. Ia menyeb1.ltkan sejarah Syah Wahyullah (1703 .~ 1762) Sayid Ahmad Syahid (1752139

!

1831) dan gerakan Mu}ahidinnya, kemudian ia menyebut kan Sir Sayid Ahmad Khan (1817 - 1898) dan berdirinya MAOC (Muslim Anglo Oriental College) dan akhirnya ia menyeblitkan Iqbal (1873 - 1938 M) dan Ali Jinnah (1876 .. 1948 m) serta berdirinya negara Pakistan.
Membaca uraian yang panjang itu, orang dapat menyimpulk<,\n bahwa dasar-dasar Islam selalu dapat menjadi landasan perjuangan untuk kemerdekaan dan perbaikan masyarakat. Gel'akan Muhamad Abdul Wahab (Wahabiyah

1703 - 1787

Gera kan ini adalah gerakan salaf yang ingin memurnikan Islam dari unsur-unsur yang datangnya dari luar. Yang memasukkan Gerakan Muhamad Abdul Wahab dalam modernisme adalah kauni orientalis. Sesungguhnya tak ada hubungan antara Muhamad Abdul Wahab dengan modernism atau pembaharuan-pembaharuan cli negara-negara Islam. Akan tetapi Dr. Harun Nasution yang sudah kena terlalu jauh pengaruh cara berfikir dan cara menilai menurut adat kcbiasaan Orientalis, memasukkal1 gerakan Muhamad Abdul Wahab sebagai gerakan modernism. Kemudia11, hati kecilnya mengatakan pada akhir halaman 95. "Oleh karena itu gerakan yang dipelopori oleh Muhamad Abdul Wahab kurang; tepat kalau disebut gerakan pembaharuan' . Menurut logika: Tetapi dasar pengaruh Kalau kurang tepat, jangan dimasukkan. oriental is terlalu mendalam. di Indonesia ,

Pembaharuan

Pembaharuan di Indonesia dibicarakan oleh Dr. Harun Nasutionpada halaman 110 dan 111, uraian terse but kurang tcratur, Gerakan Padri bukan gerakan pembaharuan.Jam'yatul Khair bukan gerakan 'pembaharuan sebab gerakan tersebut hanyu merupakan inisiatif orang-orang tertentu yang pengaruhnya tidak mencakup Indonesia.

140

, '.

Al Irsyad adalah gerakan pembaharuan pemimpinnya Al Marhum Ahmad Surkati. bukan ulama dan Azhar akan tetapi, seorang ulama dari .Mekkah, danberasal dari Sudan. Gerakan yang besar dalam sejarah pembaharuan umatlslam Indonesia adalah' Sarikat Islam yang dipimpin oleh Vmar Said (bukan Said Vmar) Cokroaminoto. Gerakan itu te'lah menggugah jiwa bangsa Indonesia dan menyadarkan inereka bahwa mereka itu adalah budak-budak Kolonialisme Belanda. Haji Agus Salim adalah figur, yang menonjol dalam Sarikat Islam, tetapi walaupun Sarikat Islam sudah menjadi kecil karena bermacam perpecahan di dalamnya, Haji Agus Salim tetap menjadi b~ntang umat Islam berhubung dengan pengetahuannya yang luas yang' menimbulkan rasa hormat kepada siapa y~ng berjumpa dengannya. Dr. Harun Nasution tidak menyebutkan Majlis Islam A'la Indonesia, (M.LA.I.) yang didirikan di Surabaya pada tahun 1936 dan merupakar. federasi' :iari seluruh gerakan-gerakan Islam, sehingga yang tidak didasarkan atas idee pembaharuan pun tercakup di' dalamnya. Dr. Harun Nasution juga tidak menyebutkan bahwa sebab yang langsung mendorong KH. Ahmad'Dahlan mendirikan Muhamadiyah adalah tersiarnya kristenisasi dan k.atolisas( dikalangan suku Jawa, serta belum meresapnya aj~ran Islamdikalangan suku Jawa, khususnya lapisan aristokrasiny,a. Yang paling akl1ir yang perlu disebut, jalah Dr. Harun Nasution tidak menyebutkan' Masyumi yang didirikan di Yogyakarta November tahun 1945 sebagai penjelmaan M.I.A.!, yang pada zaman pendudukan Jepang diganti dengan Masyumi sebagai alat propaganda Pemerihtah Militer Jepang. Masyumi yang didirikan pada akhir tahun 1945 adalah satusatunya partai politik Islam di Indonesia, semasa perjuangan physik menentang kembalinya jajahan Belanda ..

141

.'

12 PENUTUP
Dr. Harun Nasution mengakhiri bukunya, jilid II dengan fasal "Penutup" karena pentingnya maka saya cantumkan ".Penutup" itu seluruhnya. Setelah meninjau Islam dari berbagai aspeknya dapatlah kiranya dirasakan ruanglingkup Islam tidaklah sempit malahan luas sekali. Dan dapat pulalah kiranya difahami bahwa ka· lau disebut Islam, yang dimaksud dengan Islam bukanlah hanya ibadat, fikih, tauhid, tafsir, Hadis dan akhlak. Pengertian Islam lebih luas dari itu, termasuk di dalamnya sejarah, peradaban, falsafat, misticisme, teologi, hukum, lembaga-lembaga dan poIitik. Dalam garis besarnya apa yang terkandung dalam pengertian Islam dapat dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok ajaran dan kelompok n'on-ajaran. Dalam kelompok yang disebut terakhir dapat dimasukkan sejarah, kebudayaan dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang datang ke dalam Islam sebagai hasil dari perkem bangan Islam dalam sejarah. Kelompok ajaran selanjutnya dapat pula dibagi ke dalam ajaran dasar sebagai terdapat dalam AI Qur-an dan Hadis dan ajaran bukan dasar yang timbul sebagai penafsiran dan interpretasi ulamaulama dan ahli-ahli Islam terhadap ajaran-ajaran dasar itu. Dengan eara demikianlah pemikiran lahir dalam bidang hukum dan bidang teologi yang menimbulkan berbagai mazhab dan aliran. Dengan demikian pulalah timbul pemikiran dalam bidang falsafat, misticisme dan politik. Pemikiran-pemikiran itu adalah hasil akal manusia, manusia yang tidak bersifat ma'sum (infallible, tak dapat berbuat salah). Dengan lain kata' penafsiran atau iriterpretasi ulama-ulama, tegas~
142

nya ajaran-ajaran yang bukan dasar itu, tidak mempunyai sifat mutlak. Atas dasar inilah maka imam-imam besar tidak mau menyalahkan pendapat at au penafsiran rekannya, dan maka mazhab-mazhab dan aliran-aliran yang ada dalam Islam semuanya dipandang masih dalam kebenaran selama ia tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam sebagai tersebut dalam Al Qur-an dan Hadis. Dan at<,,:: dasar ini pulalah maka Ibn Rusyd mengatakan bahwa AI-Ghazali tidak dapat mengkafirkan kaum filosof. Alasan pengkafiran hanyalah penafsiran kaum teolog terhadap Ayat-Ayat Al Qur-an. Demikian juga penolakan kaum Syari'ah terhadap ajaran kaum sufi didasarkan atas penafsiran. Oleh karena iiu kaum sufi meriganggap diri mereka tidak melanggar ajaran dasar Islam; yang mereka langgar hanyalah penafsiran kalllTI Syari'ah. Selanjutnya penafsiran-penafsiran itu lahir sesuai· dengan suasana masyarakat yang ada di tempat dan zaman ia muncuL Zaman terus menerus membawa perobahan pada suasana masyarakat. Oleh karena itu ajaran bukan dasar yang timbul sebagai pemikiran di zaman tertentu belum tentu sesuai untuk zaman lain. Yang membuat umat Islam banyak bersifat statis ialah karena merasa terikat pada ajaran-ajaran bukan c1asar yangd:hasilkan zaman-zaman yang silam, yaitu ajaran-ajaran bukan dasar yang tidak sesuai lagi dengan kondisi zaman modern. Hakekat inilah yang disadari kaum pembaharu Islam, clan untuk pembaharuan, mereka melihat bahwa penafsiran atau ajaran-ajaran bukan das:at yang tidak sesuai dengan zaman lagi harus ditinggalkan. Sebagai penggantinya perlu diadakan ajaran bukan dasar baru ~lengan menimbulkan penafsiran baru dari ajaran dasar yang terdapat dalam Al Qur-an dan Hadis. Yang mereka maksud dengan meninggalkan taqlid ialah meninggalkan ajaran-ajaran bukan dasar itu, dan dengan kembali kepada Al Qur-an dan Hadis, ialah kembali kepada ajaran dasar dan menyesuaikan penafsirannya dengan tuntutan zaman. Sebagai dilihat dalam aspek hukum, ajaran dasar itu jumlahnya sedikit sekali. Setenlsnya ajaran dasar itu ticlak pula semua tersifat qat'i at au positif, tetapi banyak yang bersifat zanni, tidak positif, .-'canoleh karena itu boleh diberi arti selain dari arti lafzi143

nya, Dengan lain kat a ajaran dasar yang bersifat absolut dan dogmatis dalam Islam sedikit jumlahnya. Dengan demikian ruang gerak'dalam Islam tidak sempit malahan luas. Bahwa ruang gerak itu luas telah dibuktikan oleh sejarah di masa yang silam. Oleh.karena itu tidaklah berdasar anggapan bahwa umat Islam mundur, karena agama Islam merupakan penghambat bagi kemajuan. Umat Islam lambat dalam geraknya mencapai perobahan dan kemajuan, bukan karena agama Islam, tetapi karena umat Islam masih terikat pada tradisi nenek moyang. Dalam tiap masyarakat, - tradisi memang merupakan penghambat besar bagi tiap us ahausaha modernisasi, apalagi kalau tradisi itu dianggap mempunyai sifat sakral". Pada halaman 113 Dr. Harun Nasution menulis ':yang dimaksud bukanlah dengan Islam hanya ibadat, fiqih, tafsir, tauhid, Hadis dan akhlak. Pengertian Islam lebih luas dari itu, termasuk di dalamnya sejarah, peradaba.n, falsafat, rpisticism,. teologi, hukum, lembaga dan politik."· Hal tersebut adalah tidak benar, adalah yang ia naynakan teologi, tafsir dan Hadis adalah Qur-an dan hukum dan pegangan bagi tiap orang fikih adalah hukum, tauhid, akhlak rriengandung politik, Sunnah yang menjadi sumber muslim.

Adapun sejarah, peradaban, filsafat atau politik, ada yang pertum1:lUh~nnya sesuai dengan Islam dan ada pula 'yang tidak sesuai. PQlitik mengatakan bahwa kepala negara harus dari suku Quraisy, terang menyalahi ajaran Islam yang mengatakan bahwa yang paling mulia adalah yang paling taqwa kepada Allah. Filsafat yang mengatakan bahwa alam ini rriemancar dari Tuhan (theori emanasi) terang bertentangan dengan Islam, yang mengatakan Tuhan menciptakan alam dari tiada (creatio ex nihilo). Dalam halam<j.n 113 juga Dr. Harun Nasu'tion menulis "Mazhab-mazhab dan aliran-aliran dalam Islam semuanya dipandang masih dalam kebenaran selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam sebagai tersebut dalam Al Quran dan Hadis,. atas dasar ini pulalah Ibnu Rusyd ~engatakan bahwa Al Gazali tidak dapat

144

mengkafirkan kaum filosof, alas an pengkafiran hanyalah penafsiran kaum teologi." Kata-kata tersebut berarti bahwa tak ada fihak yang .salah. Sebagai saya terangka-n di atas, theori emanasi jelas bertentangan deng:w Islam. Tuhan dalam Islam adalah zat yang berkehendak, sedang emal}asi berarti pancaran yang automatis. Dengan kata-kata tersebut yang merupakan bagian dari penutup, Dr. Harun Nasution hanya menimbulkan kekacauan dalam fikiran generasi muda. Soalnya _bukan soal kafir atau muslim. Hanya Tuhan yang berhak menentukan siapa yang kafir itu. Tetapi Islam merupakan ajaran-ajaran yang tertentu yang menjadi critel1a benar atau'salah: Yang sesuai dengan ajaran Islam adalah benar, yang tidak senafa; dengan ajaran Islam tak dapatlah "kita menganggapnya sebagai ajaran Islam .. Dalam halaman 113 juga Dr. Harun Nasution menulis "Demikian juga penolakan kaumSy"ari'ah terhadap sufi didasarkan atas penafsiran. Oleh karena itu kaum sufi menganggap bahwa diri mereka tidak mela~ggar ajaran ~asar Islam yang .D.ereka langgar hanyalah penafsiran kaum Syari'ah." Dengan kata-kata terse but kaum sufi yang mengatakan bahwa wujud itu satu, tak ada Tuhan dan tak ada makhluk, atau yang mengatakan bahwa Tuhan itu dapat juga beihulul (incarnasi), kedalamdiri seseorang sufi, orang yang semacam itu tidak menyalahi ajaran Islam. Kalau soalnya begitu, maka saya dengan sangat menyesal terpkasa mengatakan bahwa penulis buku tersebut belum memahami ajaran-ajaran Islam. Pada pokoknya pasal ,;Penutup" ini menunjukkan jiwa dan fikiran Dr. Harun Nasution "dengan jelas : Islam itu luas sekali, semua ahli hukumnya benar, semua ahli filsafatnya benar, semua ahli misticnya' benar; semua itu karena ajaran dasar Islam. jumlahno/a sedikit sekali. Kecuali .sedikit sekali,jumlal1l1ya, ajaran 145

dasar itu tidak pula semua bersifat positif (qat'i) tetapi banyak yang bersifat dhanny ~,-~Jakpositif) dan oleh karena itu boleh diberi arti selain' arti lafzinya. Kata-kata tersebut di atas _akan menjefllmuskan umat -Islam kcpada penafsiran yang bukan-bukan seperti yalig dikatakan oleh ahli sufi. Dan dengan begitu pula maka syari'at dapat ditafsirkan secara simbolis seperti yang dilakukan oleh kaum kebatinan ~yang menafsirkan wujud taqwa dan sebagainya dengan cara yang sangat jauh dari ajaran Islam. Paragraph
terakhir

"Oleh karena itu tidaklah berdasar anggaiDan bahwa umat Islam mundur, karena agama Islam merupakan penghambat bagi kemajuan. Umat Islam lambat dalam geraknya mencapai perobahan dan kemajuan, bukan karena agama Islam, tetap! karena urn at Islam masih terikat pa·la tradisi nenek moyang. Dalam tiap masyarakat . tradisi memang merupakan penghambat besar bagi tiap usaha-usaha modernisasi, apafagi kalau tradisi itu dianggap mempunyai sifat sacral. " Paragraph terakhir ini bagi orang yang tidak memperhatiRan benar kelihatan sangat baik. Tetap-i kalau diperhatikan dengan jelas, paragraph tersebut mengajak kitakepada nama Islam, tetapi menganut idee-idee baru yang melanggar Islam; dengan memberi tafsirantafsiran baru kepada ajaran Islam, karena ajaran itu banyak yang tidak posifif, lagipula sedikitjumlahnya. Titik tolak pendapat tersebut adalah bahwa Islam itu ada, suatu fakta yang nyata dalam dunia ini. Kalau kit a menafsirkannya menurut kebutuhan kita sekarang, kita akan dapat'mencapai kema. juan. Tetapi kalau kita terikat dengan faham dahulu yang kita anggap sacral,. kita akan tetap terbelakang. Seharusnya bagi seorang yang menjabat Rektor LA.LN. Syarif Hidayatullah Jakarta, ia harus berfikir bahwa Tuhan memberi petunjuk kepada manusia berupa Islam, yaitu agama Samawi t yang terakhir sesudah' agama Yahudi dan Kristen. Um ..• Islam 146

hanyadapat maju dan kuat jika melakukan ajaran-ajaran yang terdapat dalam AI Qur-an dan Hadis. Al Qur-an menyuruh kita untuk bertikir, maka llrnU pengetahuan harus dipelajari oleh' umat Islam. Islam adalah pegangan bagi umat sedunia bukan berkewajiban memberi mahami Islam dalam konteks keadaan besar antara memberi tafsiran baru dan manusia. Kita umat Islam tafsiran baru, tetapi mesekarang. Ada perbedaan memahami dalam konteks

keadaan sekarang. Kalau memberi tafsiran baru berarti bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan baru dan mencari dasar penyesuaian itu dalam AI Qur-an dan Hadis. Kalau kit a memahami Al Qur-an dalam conteks keadaan sekarang ini berartibahwa tidak semua yang terjadi dalam kemajuan kehidupan dunia lni sesuai dengan Islam." Adat istiadat secara Islam yang diberik~m olehRasulullah memang ada sifat sacralnya, tetapi justru di situlah terletak kekuatan Islam. Dr. Harun Nasution selalu menggambarkan rasa kagumnya . kepada Kebudayaan Barat seakan-akan segala yang ada di Barat itu bersifat mutlak. Fikiran manusiapun dianggap mutlak.Bagi seorang muslim, oahkan bagi pemikir-pemikir .dari Barat sendiri seperti Raymond Aron mereka mengatakan bahwa sekarang ini terdapiH gejala-gejala kehancuran (decadel1si) dalam kehidupan di Barat baik kehidupan ke1uai'ga, hubungan antara orang tua dan anak, kehidupal1 sex dan bin-lain. (Raymond Aron dalam karangannY<l "Pledoyer pour l'Europe decadente"). Orang .Bara t sedang' bingung mencari pegangan baru. Kita harapkan pada suatu ketika mereka akan menemukan petunjuk . yang mereka cari itudalam AI Qur-an.

147

KESIMPULAN Telah agak hima say a menerima pengaduan daripada mahasiswa dan dosen-qosen tentang kuliyah-kuliyah Dr: Harun Nasution. Ketika saya membaca bukunya yang berjudul: Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, saya menjadi yakin akan kebenaran keluhan-keluhan yang saya dengar. Karangan Dr. Hamn Nasution yang diwajibkan untuk dipelajari mahasiswa I.A.I.N. adalah buku yang penuh dengan fikiran kaum oritntalis yang beragama Kristen. I. Pernyataari bahwa Tuhan tidak perlu ditakuti tetapi dicintai, adalah kata Kristen. II. Agama monotheisme adalah Islam, Yahudi, Kristen (Protestan dan Katolik) dan Hindu adalah fikiriln comparative religion' yang ditimbulkan oleh orang-orang yang mengaku berdasar ilmiyah dengan tidak beriman sedikitpun. Orang-orang yang kotor tidak akan diterima kembali ke sisi. Yang Maha Suci, adalah expressi Kristen, pengaruh dari Neo Platonisme dan Gnosticisme. Injil adalah teksnya bukan wahyu, yang wahyu adalah isi atilU arti yang terkandung dalam text itu. Pernyataan terse but adalah pernyataan yang lebih Kristen daripada teolog-teolog Kristen. Orang Kristen mengatakan bahwa wahyu adalah yang mendorong penulis-pe'nulis Injil untuk menulis Injil masing-masing, adapun isinya banyak yang salah, karena manusia tidak luput dari kekhilafan. Tidak dapat diketahui dengan pasti mana Hadis yang betui berasal dari Nabi" dan mana yang dibuat-buat. lr.l adalah

III.

IV.

V.

148

.f;

pendapat Goldziher, seorang Yahudi dari Hongaria.
VI.

Istillsan yang dibawa oleh Abu Hanifah, At Masalih AI Mursalah' yang dicetuskan oleh Malik bin Anas ditolak oleh' al Syafi'i, Qiyas yang dicetliskan oleh al Syafi'i ditolak oleh Ibn Hazm al Zahiri. Pintu Ijtihad ditutup .• Semua itu merupakan: gambaran suram -tentang hukum Islam ditulis oleh seorang sarjana Islam. Sedangkan· ahli hukum di Perancis mengeluarkan pemyataan dalam konferensi hukum Islam di Paris sebagai berikut : Para peserta Kongres merasa tertarik oleh problemapr~blvma y:;tng dilon tarkan dalam Minggu Hukum Islam dan oleh _ diskusi mengenai problema tersebut, serta mendapat kesimpulan yang terang bahwa prinsip Hukum Islam. mempunyai nilai yang -tak dapat dibantah, dan bahwa variasi aliran-aliran dalam hukum Islam mengandung kekayaankekayaan ilmu hukurr. yang istimewa yang memungkinkan hukum in! untuk melayani hajat penyesuaian dengan kehidupan modern. (dikutip dari "Hukum Islam dan pelaksana-

annya dalam Sejarah, terbitan ,Bulan Bintang 197~.) VII. "Sementara itu Islam dalam syjarah mengambil bentlj.k ketatanegaraan." Ini adalah konsep Kristen, karena dalam Kristen yang dibawa oleh Nabi Isa tak mengandungkon-sepsi tentang negara Kristen.
VIII. Pemikiran

pembahasan modernisasi mengandung arti fikiran, "aliran, gerakan dan usaha untuk merobah faham-faham, adat istiadat, institusi-institusi lama agar. disesuaikan dengan . pendapat-pendapat dan ,keadaan-keadaan baru yang ditimbulkan ilmu pengetahuan mod€rn. Pembaruan dalam Islam mempunyai tujuan yang sama. Pembaharuan dapat dilakukan mengenai interpretasi atau penafsiran dalam a~pek teologi, . hukum . dari seterusnya dan mengenai lembagalembaga." berarti bahwa yang ada di Barat itu semua
149

Ini semua

benar dan sempurna. Dan oleh karena Vmat Islam tak dapat meninggalkan Al Qur-an dan Hadis, maka diperlukan interpretasi bam' tep:tang Ayat-Ayat, apalagi Ayat-Ayat itu banyak yang dubious .. Dengan begitu maka yang -mutlak adalah yang terjadi di Barat yang beragama Kristen. Kita yang beragama Islam hanya dapat memberi interpretasi bam kepada ayat-ayat Al Qur~an. Hal tersebut adalah fikiran orang yang belum yakin akan dan keunggulan isi Al Qur-an .dan belum sa~ar akan kelemahan bibit-bibit kehancuran yang sekarang tumbuh di Barat. Akhir kata

Semula kita, Vmat Islam Indonesia menginginkan generasi mud a yang mahir Qalam ilmu ke Islaman, bahasa Arab, Al Qur-an Syari'ah,Tauhid dan lain-lain. Di saJi1ping itu Il)ereka hams mengetahui ilmu-ilmu baru: Sosiologi, Hukum, ~an Filsafat dan lain-lain. Buku Dr. Hamn Nasution menunjukkan bahwa sekarang ada di aritara kita yang terpengaruh oleh metode orieiltalis barat sehingga menganggap Islam sebagai suatu gejala masyarakat yang perlu menyesuaikan diri dengan peradaban Barat. Dengan begitu akan hilanglah identitas' Islam kita, dan' akan hifanglah kekuatan jiwa yang kita peroleh dari Al Qur-an. Buku Dr. Hawn Nasution telah membantu terciptanya masyarakat se1)1acam itu, masyarakat modern yang segala-galanya di dalamnya benar, dan agama' Islam harus dirobah penafsirannya sehingga sesuai dengan peradaban barat itu .. Aku berdo'a kepada Allah s.w.t., mudah-mudahan tulisan ini dapat menghindarkan bahaya yang besar Hu ..

.~ /''''~I=~:''/ 1''', ./ ....... ./ '" '/I:"./j;·"! ./: • ~ :J ~..u~~~Q' ~./"'l":.'.: a~l~w ••
A

~ ~.(,.-t/·~> t'Y;
,,XI:,..).J

I tJ'.,t Si

.

~\i~'i'\ ~\ ~ ~ 3
-

"/

»Ya Allah, janganlah Engkau menyesatkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat dari padaMu, sungguh Engkau maha Pemberi."

150

DAFTAR NAMA-NAMA
A Abbasiyah, 30, ,76 Abdullah bin Mas'ud, 95 absolut, 51, 144 abstrak, 44, 68, 84 Abu' Bakar al Sidik, 64, 79 Abu Hamid al Sa'di, 67 Abu la'far al Mansur, 30 Abul Hasan Ubaidullah al Karkhi, Abu Hanifah" Imam, 80 Abu Musa al Asy'ari, Abu Zahrah, 61

DAN ISTILAH

84

apatis, 84 'aqidah, 118 Arabisme, 7 J 'arad, 116 arbitrage, 105 argumen tasi, 81 54, 114 Aristoteles, Arnold, T.W., 60 artikel, 129 ascetisme, 50 aspek hukum, 37, 53 aspe~ ibadah, aspek politik, aspek sejarah, aspek teologi, Assassin, 55 39 37

97,105

accident, 6 al 'adl, 103 Afrika, 53 Agha Khan, 59 agresi, 69 Agus Salim, 141 ahad, 90 al Ahkam al Sultaniyah,

1i

39" 53

53

.60

ahlu] haHi wal 'aqdi, 64 Ahlussunnah, 57,,85 ahluzimmah, 76 Ahmad Amin, Prof., 110, 114 Ahmad Khaft, 110 Alan Richardson, 29 Albert Ie Grand, 117 Alexandria, 55 Ali Abdul Razik, 138 l Ali Ibn Abi Talib, 32, 124 Ali Jinnah, 140 Aljazair, 106 Amawiyah, 30, 76 Ambisius, 138 Amr bin al 'Aas, 105 Anas bin Malik, 124

astrophysic, 119 Asy'ariyah, 103, ,108 atti tude, 18 autorita'tif, 18 Aveqoism, 117 Avicenna, 54 Ayubiya.h; 84 Azariqah, Al Azhar, 103

26, 134

B
bai'at, 64, 65 Barbar, 68 Basque, 75 Baybars, 84 Belanda, 141 Benyamin Franklin,

132

anim!s~e, 43

Bonoventure, 117 al Bukhari, 31, 66, 91

151

.•..

:,

.~
'expandere, 53 expansi, 75 expedisi, 133 .el'plisit, 95 .¢xpres~i, 18 extrim, 5_9

c
Cairo, 12 I).' Calvin, 130.' city state, 68' Cladius. Ptolemy, '13 I Code Napoleon, 101 comparative religion, 148 conservatif, 113 Copernicus, 131 C<;>rdova, 117 Cosmic movemcn t, 115 cosmology, I 19 neatio e xnihilio, 144

F
fanatisme, al Farabi, fatalisme, Fatimah, l'atwa, 83
71

60, 114 109 38

D
Oaud al Ohahiri, 95 decadensi, 147 Demokrasi, 13!\ dhalim,60 Dhanny,87 dharuriyat, 82 dialectic, 126 dialog, 43 diyal, 74 diplomasi, 30 dogmatis, 144 Dubious" 87

alfaqr, 125 federasi, 141 feodalism, 131 filosuf, 54, 143 Fiqih al akbar, 102 firqah, braq, 103 first principle, 1 J 5 formalitas, 50 form ii, 49 Francis Bacon, 131 al Furat, 77

G
Gabriel Hanoteau. 137 al Gazali, 60, I 15 generasi muda, 34, 41 Genkiz Khan, 84 genus, 18, 25, 122 Geordano Bruno, 131 Ghurabiyah, 59 Gnosticism, 42, 45, 122 Gold ziher, 80

E
Earnest Renan, 136 ekonomi, 36 emanasi, 3S emansipasi, 74 Emile Durkheim, 16 Emmanuel Kant, 112 emosionil, 17 empiris, 104 Europa Timur, 24 exclusif, 16 executif, 68, 78/ Existensialism religious,
s2

H
hablum min Allah, S6 bablum minannas, 56 al Hafi, 125

152

Hanafi, 134 Harun Nasution, Dr:, 21,39,46 Hasan al Basri, 103 Henoteisme, 19 hierarchi, 68, 73 Holy, 21 Hulagu Khan, 84 Human monopsychism; 118

1ahmiyah, 106 JamaluddiI) al Afgani, Jam'yatu! Khair, 140 jarahan, 64 aI, J auziyah, 137 Jean J aq ue Rousseau, Jepang, 141 jihad, 65' Jizyah, 54 judicatif, 68, 78 juziyat, 116

85,'

no,

136 '

68

Ibadiyah, 106 Ibn Arabi, 127 Ibnu Ham~a!, Imam, 83 ibn Jama'ah, 60 tbnu Rusyd, 117 Ibnu Sina, 60, 115 Ibn Qoyyim, 137 idealis, 114 idee, 114 identifikasi, 71 Ihya Ulumuddin, 126 Ijma', 80, 93 ijtihad, 73, 82 iIIat, 81 Imam-imam, 57; 64 implicit, 95 incarnasi, 145 individuil, 56, 86 infallible, 142 Injil Lukas! 21 Injil Yahya, 28 international, 2I Iqbal, 140 Iran, 59 Isa, Nabi, 34, 129 Isma 'i1iyah, 59 Istambul, 136 Istihsan, 60, 97 Itali, 131

K
kapitalist, 69 Karim Khan, 59 Karl Marx, Kasaniyah, Katolik,23 kebatinan, Khalid bin 69, 132 59 50 Walid .. 77

Khalifah, 57, 60, 62 Khawarij, 57, 58, 93, 103 Khoja, 59 Khulafa Rasyidin, 30 al Kindy, 114 kodifikasi, 38, 101 komersialisasi, 66 Komunis, 58konotasi, 15 konsensus, 80 konsep Tuhan, 44 kontradiksi, 43 kontrak, 60 koreksi, 39 Kristen, 27 Kronologis, 60 Kurdi,7S al Kutubal Sittah, 91

L
J
latent, Jabariyah, 109 7S 68; 78 !egislatif,

153

I 'esprit Liberal, logika, Logos', ~.ybia,

des Lois, '68, 78 29, 109 138 ' 1 28., 134,

milngkar, 70 Murji'ah, 103 Muslim, 66, 91 mustahak, 58, 59 , Mustafa, l02 ,'m'usyrik,.105, . mutakallimin, aJ Mutawakkil, mutawatir, Mu'tazilah, . , I f3., 119 108 103

M
Madrid, 117 Malik bin Anas, 30 Malik, Imam. 80 Mamalik,84 mansukh, 84 maqbul, 94 Martin Luther, 130 ma'ruf, 70 al Masalih al Mursalah, maslaha t, 57 masyhur, 90 materiil, 42 Maturidiyah, 107 maudu',90 Maula,74 Mawali, 73 al Mawardi, 60 al Mazahibal Islamiyah, mazhab, 81, Metode, 57, 71 missa, 129, misticisme, 39 mistik, 35, 50, 129 moderat, 106 modernisasi, 40 monoteis, 20 Montesquieu, 68, 78· moral, 45 Mu'adz, 97 inu'amalat, 82 Mu'awiyah, 103 Muhakkimat, 105 Muhammad Abduh, 85, 110 Muhammad Khudari, Syekh, 80, 98 Muham'mad, Nabi, 16,25 mu 'jizat, 26 ll1ujtahid, 93

90 51,93,

N
Najdah Ibn 'Amr AI Hanafi, nas, 96 Nasai, 91 Nazariyatul .Faidh, 115 necessities, 82 nega tif, 127 Neo Platonisme, 34, 55,115 57, 58

80, 81

netral, 35 nomocrcaty, 73 noumena, 51, 112 norma, 22 numinous feelings, 45 61

o
opportunist; 138 orde lama, 138 .. Oriental empire, 68 Orientalis, 32, '58, 139 orisinil, 32 Orth,odox, 24 Oxford, 28

p
paragraph, 49 passip, 41 Paus', 73 Pekojan, 59 periode, 38, 80

1~4

','

permanent, Persia, 68 phenomena physik, 69

69 emj;liris, 59

roh,123 Romawi,68 Rosenthal,

E.

(J, 60
21; 45

pidana, 3f . Plato, 60, 114 Plotninus, 114 plus-value, 69 politeis, 105 p-oliteisme, 23, 43. Porphyry; 115 primitif, 17, 40 prinsip, 37 proporsi, 85 prospek, 68 Protestan, 23 Pyreence, 75

j{udolf Otto, Russia; 2,4

s
sacred, 17 sahih, 90, 92 , sakral, 144 Salehiyah, 106 Saluba bin Nastuna, samawi, 16 san ad, 57, 90 seleksi, 32 sex, 124, 147 Spanyo], 53, 1 J 7 species, 18, 25, 56 spiritual movement, 1J 5 stasion, 125 statis, 83 Subhi al Mahmasani, Dr., 81, 94 sufi, ]25 sukuisme, 75 sunny, 107 Syadidul iqaab, 44 al Syafi'iy, Imam, 80 syara', 82 syi'ah, 58, 93 syi 'ah Dua bel as, 58 syi'ah syi'ah Istna 'asyriyah, Sab'iyah, 59 58

77

Q qat'i, 90, 143 qiyas, 81, 96, 143 Quebec, 75 Quraisy, 57 Qurtubah, J 17

R
Rafidah, 59 rasial, 75 rasionalist, 121 Rasyid Ridha, 23, 62, 137 rawi,90 Raymond Awn, 147 al Razi, 121 reaksi, 52 realis, 114 realitas, 27 reform, 64, 130 relevan t, 104 religion, 15 Rene Descartes, 131 Respons, 17 Rlsalah tauhid, 102

.syi'ah Zaidiyah syi'iy, 107 systematis, 48 syura, 62 syuruth, 9 J syu'ubiyah, 75, 76

T
Ta'abbud, 82

155

'.
.....
' ..

'

.':

.

~
:.ta~t·in,·90··.···:

';' "

v
'vested interest, voltage,. 132 13.4

:ar,iafita~,8S .T-ajdj'd;'1-30:, .. . t.ak"lid; 82

. ':ta~akal, 7!> ta'wi/; l;l4, 109
.teologi, -33, 3 :teori, 39 terror, 71 The Khaliphate, 60 Thomas Aquinas, 117 toleransi, 24, 69, 122 tradisi, 15, 19 tragedi, 37 trinitas, 18 Truedeau, 75 - Turkistan, 91 Turrnuzi, 91

.. '

w
wahyu, 26,. 62 Wasil bin 'Ata, 103 William (~i]be.rt, 132 William San day, 29

n

y
Yahudi, 19, 146 Yaman: 59 Yesus, 21, 28, 129 Yunani, 34, 60, 11) Yunusiyah, 106

z

u
Zahid, Urnar bin Abdu!.Ajiz, 30 Urnar bin Khattab, 26 unity of the intellect, 118 universil, 51, 69 Ushul Fiqih, 80 Uthrnan bin Madh'un; 124 12'1 59 Zahiri, 149 Zaid bill Ali Zainal Abidin, Zanni, 144 Zimmah, 77 Zuhud, 126 Zwingli, .130'

156

Pere. "SINAR

HUDAYA

OFFSET"

Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.