You are on page 1of 2

Nama

: Noer Syafiiah Tiarma

NPM

: 1506687674

Varian

: S1 Reguler Kesehatan Masyarakat

Kelompok

:E

8.

Jelaskan kerangka untuk menentukan pilihan implementasi aksi dan berikan
contohnya dengan mengacu pada buku Public Health 101 bab 2!

Dikarenakan berkembangnya sususan dari kemungkinan intervensi berarti
menentukan implementasi membutuhkan metode atau kerangka yang sistematis untuk
menentukan intervensi apa yang digunakan dengan cara seefektif mungkin dan seefisien
mungkin. Salah satu metode untuk menentukan implementasi itu ada pendekatan yang
disebut ‘When-Who-How‘ atau ‘Kapan-Siapa-Bagaimana’.
‘When’ atau kapan ialah menanyakan kapan intervensi itu terjadi, disaat mulai
berjalan atau berkembangnya penyakit. Pada waktu ini kita diperbolehkan untuk
mengatergorkan intervensi primer, sekunder dan tersier. Intervensi primer bertujuan untuk
mencegah penyakit sebelum terjadi. Lalu intervensi sekunder ini bertujuan untuk
mendeteksi penyakit atau mengurangi faktor resiko sementara sang pasien belum terlihat
adanya tanda-tanda penyakit. Intervensi tersier terjadi setelah terjadinya awal gejala,
tetapi sebelum disabilitas yang masih bisa kembali ke bentuk asal.
‘Siapa’ adalah menanyakan kepada siapa kita harus melangsungkan intervensi?
Apakah ke pihak individu seperti pelayanan klinik?. Sebagai alternative, seharusnya
diarahkan ke sebuah populasi, seperti populasi yang rentan terkena penyakit atau ke
semua komunitas didalam populasi? Dalam pertanyaan seperti ini, yang dilayani untuk
melakukan pemilihan subjek implementasi subjek haruslah dilihat dari jenis ke berapa
intervensinya. Jika masih di tahap primer, intervensi dilakukan masih perorangan atau
individual. Ditahap sekunder, mulai ke-tingkat grup yaitu siapa saja yang beresiko terkena
penyakit tertentu. Dan ditahap ketiga barulah dilakukan intervensi di tingkat populasi atau
masyarakat.
‘How’ adalah cara bagaimana kita untuk melakukan hal-hal seperti yang diatas tadi,
bagaimana kita memberikan informasi berupa edukasi yang menjelaskan alasan mengapa
kita harus mengubah kebiasaan kita di tahap intervensi primer, memberikan motivasi
yang mendorong untuk mengubah kebiasaan agar mendapatkan keuntungan di tahap
intervensi sekunder dan menolak memberikan pelayanan kesehatan jika kebiasaannya
belum diubah pada saat tahap intervensi tersier.
Contohnya adalah mengenai kebiasaan merokok. Pada tahap intervensi primer,
dilakukan cara untuk pencegahan merokok. Subjek Intervensi ini masih dilakukan hanya

Yang terakhir adalah intervensi tertier. peringatan pada bungkus rokok. memberikan sebuah pelanggaran kepada tempat yang memperbolehkan merokok didalam. Subjek intervensi ini mulai beralhir ke grup yang beresiko terkena penyakit akibat merokok. iklan. memeriksa pasien yang dianggap terjangkit kanker. dan tahapan lebih lanjut adalah untuk memberikan pajak rokok. dll. 9.Cara kita melakukannya adalah dengan memberikan informasi. penting sekali untuk melakukan evaluasi apakah implementasi yang kita lakukan yaitu berupa sebuah intervensi atau kombinasi dari intervensi tersebut telah membuahkan hasil dalam mengurangi masalah. Pada tahap intervensi sekunder. kampanye anti rokok. Jelaskan apa yang harus dilakukan setelah melakukan implementasi! Dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Karena itu. . menaikkan harga asuransi kesehatan. Subjek dalam intervensi ini sudah mengarah ke populasi. Cara kita melakukannya adalah dengan larangan menjual rokok pada anak-anak. orang dewasa yang masih menjadi perokok aktif ataupun telah menjadi mantan perokok. Pada tahap ini mulai melakukan pelayanan kesehatan untuk meminimalisir dampak dari penyakit akibat merokok. jarang sekali dapat diselesaikan hanya dengan satu intervensi. Cara kita melakukannya adalah dengan cara memberikan motivasi. mulai membantu perokok untuk berhenti merokok. dll.perseorangan. Seluruh populasi termasuk orang-orang yang tidak pernah merokok dan yang tidak akan merokok. Itu juga penting untuk menghitung seberapa banyak masalah yang telah diselesaikan dengan melakukan intervensi-intervensi.