You are on page 1of 15

Kunjungan ke Panti Werdha Wisma Mulia

Nama Anggota Kelompok
Ketua: Fatin Batrisyia Binti Saiful Azizan Azli (102016256)
Wakil Ketua: Serlie (102016116)
Sekretaris 1: Luminto (102016073)
Sekretaris 2: Claudia Marlissa (102016161)
Dokumentasi 1: Vilya Lorensa Hosal (102016040)
Dokumentasi 2: Sapto (102016273)
Perlengkapan: Daniel Philip Valyakalayil (102016270)
Tanggal Kunjungan: Jumat, 14 Oktober 2016
Panti Werdha Wisma Mulia
Jl. Hadiah No.13-16 RT.05/03 Kelurahan Jelambar
Kecamatan Grogol Petamburan-Jakarta Barat 11460
Telp/Fax: 021-5683603
Email: pw.wismamuliakowani@yahoo.com

Panti werdha yang kami kunjungi yaitu wisma mulia. Warga Negara Indonesia 2.Pendahuluan Tempat yang menjadi tujuan kegiatan kelompok kami yaitu panti werdha. ada beberapa misi yang terdapat di panti werdha wisma mulia ini adalah pertama. dan nyaman bagi lanjut usia. Tujuan adanya tempat ini yaitu agar terselenggaranya pelayanan bagi lanjut usia yang sebaik-baiknya tercapai kesejahteraan lahir batin. Mandiri (mampumengurusdirisendiri) 5. rohani. Panti werdha wisma mulia ini merupakan unit kerja sosial dari Yayasan Bina Daya Wanita Kowani. Kedua. pemberdayaan peran serta wanita. Ada penanggungjawab . Visi dari panti werdha wisma mulia adalah member pelayanan prima menuju terciptanya kesejahteraan jasmani. khususnya orang-orang yang lanjut usia. Selain itu. Ketiga. Penghuni yang ada di Panti Werdha Wisma Mulia berjumlah 89 orang. 9 opa. menggalang peran serta masyarakat dalam keperdulian pada lanjut usia. Panti werdha merupakan tempat yang merawat dan menampung orang-orang lanjut usia atau lansia. Jakarta Barat. aman dan nyaman. Umur minimal 60 tahun (memiliki KTP) 3. terdiri dari 53 oma. menyelenggarakan pelayanan jasmani dan rohani serta fasilitas kesejahteraan lanjut usia yang sebaik-baiknya. Tempat ini terletak di daerah Grogol. aman. Sebagai lembaga yang memberikan pelayanan masyarakat. dan 27 orang pekerja sosial. Sehatjasmanidanrohaniatautidakmemilikipenyakitmenular 4. Adapula persyaratan untuk penerimaan lanjut usia di panti werdha wisma mulia ini yaitu : 1.

H Pengurus Ketua Yayasan: Anita. Fransnedy. Sos. M. Hj. Pd .Panti werdha ini mempunyai fasilitas–fasilitas pendukung yaitu kantor. aula. Panti: M. Giwo Rubianto. STh Bendahara: Titi Dermawan Pimpinan Panti: Dra. MM Sekretaris: Adee Jacob. Rumagit. HUM Anggota: Tati Sapta Adji Anggota: Angella Sasongko. ruang atau kamar dan sal. ruang makan. Cholidas Sjahrir. poliklinik dan ruang isolasi. Pd Anggota: Sri Yulianti Sugiri Anggota: Poppy Puspitasari Pengawas Ketua: Dra. Ir. Berikut adalah susunan pengurus panti ini : Pembina Ketua: DR. dapur umum. S. M. Sri Hartati Staff Ops. SH Wakil Ketua: Dra. Hj. mushollah. S. T. Y. Farida Djoko S.

.

Rencana oma Naomi selanjutnya adalah tetap berada di panti sampai akhir hayat karena panti adalah satu-satunya tempat tinggal beliau. beliau . alasannya tinggal di panti adalah karena tidak punya rumah.Komunikasi dan Empati Saat berada di panti kami melakukan wawancara dengan beberapa lansia. tidak merasa sedih. Mari kita bahas berikut ini: 1. Oma Naomi Bernama Tze Tiao Tiao Onew atau yang lebih dikenali sebagai Oma Naomi. Rumah oma Naomi terbakar. tidak juga berasa senang berada di sana. Dulu oma Naomi tidak bekerja. Oma ini terlihat ceria dan senang untuk diwawancarai. Beliau berumur 70 tahun. Oma Naomi sudah tinggal 10 tahun di panti itu dan merasa biasa-biasa saja. Kondisi fisik oma Naomi sangat baik dan tidak mempunyai riwayat penyakit yang serius. Menurut oma Naomi.

Pernikahan oma Naomi yang pertama adalah 1 minggu dan pernikahan yang kedua adalah 5 bulan. Rencana opa selanjutnya adalah tetap tinggal di panti. 2. Saat ditanya mengenai status pernikahannya. Oma Naomi juga bilang bahwa beliau pengen pergi ke surga karena ingin bertemu dengan mama dan papa serta keluarga yang sudah meninggal. beliau menjawab bahwa beliau sudah menikah dua kali tetapi beliau juga berkata bahwa pernikahannya itu seperti ‘pernikahan kucing’ karena Cuma sebentar-sebentar. Seperti yang telah kami bahas tadi mengenai riwayat pernikahan opa Oyong adalah tidak menikah. Opa Oyong Beliau berumur 70 tahun. Kondisi fisik opa Oyong adalah opa tidak bisa berjalan karena jatuh yang disebabkan stroke di bagian kiri dan telah menyebabkan lutut opa cedera. .bilang bahwa beliau hanya mengurus rumah tangga. Opa ini baru saja pindah ke panti werdha ini 2 minggu yang lalu dan mempunyai banyak teman. Opa Oyong dulu bekerja sebagai pelayar dan telah melawati banyak negara. Oma Naomi juga menceritakan riwayat keluarganya yaitu kedua orang tua beliau yang sudah meninggal dan beliau juga bercerita bahwa beliau mempunyai 5 orang saudara. tetapi 2 dari saudaranya itu adalah saudara tiri dan kelima saudaranya sudah meninggal semua. Riwayat keluarga opa Oyong adalah mempunyai 6 orang saudara tetapi beliau tidak mengatakan apakah mereka masih hidup atau telah meninggal. dia merasa amat gembira dapat tinggal di panti karena mendapat makanan yang cukup dan enak. Opa Oyong tinggal di panti karena beliau belum menikah dan tidak ada yang bisa menjaga opa di rumah. Menurut opa Oyong.

menjalani hidup perlu dengan hati yang senang. Oma Sumini Oma Sumini atau lebih dikenal dengan oma Sumi berumur 89 tahun. kita harus senantiasa berpakaian cantik supaya orang lain dapat mendekati kita. Rencana beliau selanjutnya adalah tetap tinggal di panti. Alasan oma tinggal di panti adalah karena tidak ada yang bisa menjaga oma karena oma tidak pernah menikah dan tidak mempunyai anak. Awalnya oma theresia di tempat Ibu Baker. Oma Sumini sangat menikmati hidupnya. Masuk dipanti werdha dibawah oleh anaknya. Oma Theresia Lahir di Jakarta. 4. ketika acara sedang berlangsung oma Sumini lah yang paling heboh dan semangat. Memiliki 3 anak laki-laki. Oma Theresia memiliki 13 cucu. Dua tahun . Berusia 83 tahun. Menurut beliau. Anak-anak Oma jarang mengunjungi dan menghubungi.3. dan sudah menikah. Kondisi fisik oma Sumini sangatlah bagus dan beliau masih begitu lincah dan kuat. Menurut oma. Biaya panti oma berasal dari uang hasil mengumpulkan angpao yang oma terima dari tamu yang melaksanakan kunjungan acara/kebaktian. Oma Theresia sudah menikah 2 kali. tadinya oma Theresia sekolah Alkitab dan melayani orang-orang terlantar. Riwayat pernikahan oma Sumini adalah tidak menikah. Oma Sumi dulu bekerja sebagai penjaga anak dan selalu memasak untuk anak. Oma juga bekerja di restoran dan dapat memasak masakan yang enak. Oma Sumini sudah berada di panti selama 50 tahun dan telah melihat perkembangan panti werdha ini. Ibu oma Sumini sudah meninggal ketika melahirkan oma dan oma tinggal di panti asuhan sejak kecil.

kemudian sudah di operasi. Keluarga Oma kurang mengunjungi dia. Oma Mei Lee menyukai panti ini. Beliau berusia 75 tahun. tetapi sudah terkontrol. dokter tersebut mengajak oma Theresia untuk bekerja dengannya di Australia. Saat itu oma sudah menikah dan anaknya masih kecil-kecil. 5. Alasan oma . bernama dokter Silvia. bertemu dengan seorang dokter. Oma Mei Lee Sudah tinggal di panti selama 10 tahun.lalu oma sakit jantung. Sudah menikah. Sebelumnya oma Theresia mengidap diabetes. Oma Dada sudah tinggal di panti werdha ini selama 2 tahun. Kondisi kesehatan oma Mei Lee lumayan baik. 6. Oma Dada Nama Chinese oma Dada adalah Chung Pin Nio dan beliau berumur 69 tahun (lahir tahun 1947). Dia juga senang berada di panti ini karena memiliki banyak teman dan itu membuat dia tidak kesepian. tapi hubungannya dengan suami tidak begitu baik. Masuk ke panti dibawa oleh kakaknya. Oma Mei Lee beragama Kristen sejak kecil. Setelah ikut sekolah Alkitab. hanya kakinya sakit jika dingin. karena saudara-saudaranya juga sudah tua. Oma theresia merasa bersyukur dan menikmati tinggal dipanti. Oma Theresia pernah bekerja menjadi perawat di Rumah Sakit Cipto. Merupakan ibu rumah tangga. Ketika dokter tersebut di pindahkan tugas ke Australia. Pendengaran oma Theresia juga kurang baik. Oma Mei Lee merupakan anak terakhir. dia merasa bahwa pengurus-pengurus di panti ini baik. Oma berharap anaknya kembali ke agama Kristen lagi.

beliau bilang bahwa hidup itu tidak perlu dipikirin karena kalau dipikirin malah sakit dan jadi repot sebab harus urus diri sendiri. Mengenai riwayat hidup pribadinya. maag. serta beliau tinggal di panti juga karena kemauan sendiri & teman (pendeta) menyarankan. beliau berkata bahwa beliau mau-mau saja tinggal dip anti asalkan ada yang membiayainya. Rencana oma selanjutnya adalah meninggal di panti.Dada tinggal di panti adalah karena oma Dada ini sendiri & tidak menikah. Oma Ester Nama lengkap oma Ester adalah Ester Sumiarti Tanumiharja dan beliau berumur 63 tahun. tidak punya anak dan saudaranya bilang bahwa beliau akan senang jika tinggal di panti. Kondisi fisik oma Ester adalah baru sembuh dari diare. Kakak laki-lakinya itu mempunyai 10 anak dan dari 10 anak itu tidak ada yang cocok dengan oma Dada. seperti yang sudah dibahas tadi bahwa oma Dada tidak menikah. sampai sudah tua & tutup mata tetap di panti. Oma Dada juga punya 1 saudara yaitu kakak laki-laki yang sudah meninggal. dulu saat muda beliau bekerja di restoran dan terakhir beliau bekerja di Gloria (Glodok) yang menjual berbagai macam barang. Perasaan oma Dada biasa-biasa saja. Kondisi fisik oma Dada adalah rematik pada kaki. 7. Beliau bilang bahwa . jika ada yang ajak ngobrol dia akan mengobrol. Oma Dada juga bercerita bahwa ayah beliau adalah orang Tiongkok asli (sudah meninggal). Tindakan oma Dada juga biasa-biasa saja. tidak punya suami. Oma Dada juga bercerita bahwa beliau sesekali mendapat angpao dari tamu yang mengadakan kunjungan ke panti itu. Mengenai pernikahannya. Alasan beliau tinggal di panti adalah karena tidak punya rumah. Oma Dada senang tinggal di panti. dan darah tinggi. Yang membiayai oma Dada untuk tinggal di panti ini adalah orang agama Buddha dari yayasan Buddha.

Ia lebih senang tinggal bersama dengan anaknya. jangan kemana-mana. Beliau juga bercerita bahwa ayah beliau sangat menyayangi adik laki-lakinya itu karena satu-satunya anak laki-laki. Beliau juga ada tremor. Adik beliau beli obat menggunakan uang sekolah anak adik beliau. Beliau bilang bahwa ayah beliau menunggu-nunggu kelahiran adik laki-lakinya itu. Oma Ester berempat bersaudara. Beliau juga bilang bahwa adik laki-lakinya itu terlahir prematur. Selain itu. Beliau mempunyai 3 adik yaitu 2 adik perempuan dan 1 adik laki-laki yang paling bontot. Riwayat hidup pribadinya adalah beliau dulu bekerja sebagai guru di KPS Jakarta. beliau berkata apa boleh buat. Pemikiran oma mengenai hidup adalah pasrah saja sama Tuhan. Beliau diberi obat dari adik dan juga ada yang beliau beli sendiri (tepatnya obat tremor). anaknyapun sibuk mengurusi keluarganya sendiri . Beliau berkata bahwa susah juga tinggal di panti sebab terdapat beragam agama. oma Ester bilang bahwa nama ayahnya adalah Tanumiharja dan nama ibunya adalah Handojo. 8. Mengenai pernikahannya. Mengenai riwayat keluarganya. semenjak suami oma nurlis meninggal dunia. Akan tetapi. Sesungguhnya. Rencana oma Ester selanjutnya adalah tetap di panti. Perasaan beliau tinggal di panti adalah disenang-senangin saja. Oma Ester juga bilang bahwa tindakannya sehari-hari adalah membalas kejahatan dengan kebaikan. Oma Nurlis Beliau sudah berumur 77 tahun. oma Nurlis tidak ingin tinggal di panti. seperti yang sudah dibahas tadi bahwa oma Ester tidak menikah. dokter penyakit dalam bilang bahwa kaki oma tepatnya pada lutut kehabisan oli.ketika diare dan beliau mandi maka diare tersebut langsung sembuh. tetap di panti saja. Pendeta dari GKI Kavling Polri juga bilang jangan keluar dari panti. dan keduanya sudah meninggal.

Oma cong moi sangat sehat. Bekerja sebagai ibu rumah tangga. Mempunyai satu orang anak laki-laki dari hasil pernikahannya dan juga dikaruniai dengan satu orang cucu. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali membawakan keperluan oma selama di panti.sehingga anaknya memutuskan untuk membawa ibu mereka tinggal di panti. Oma cong moi telah tinggal di panti kurang lebih 4 bulan. Tetapi karena alasannya dia tidak mau merepotkan anaknya sehingga oma lebih memilih untuk tinggal di panti werdha. Oma senang untuk berlibur katanya jika dia mempunyai uang atau di kasih uang. dia akan pergi untuk berbelanja atau mungkin jalan-jalan. Mempunyai 3 orang anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Rencana selanjutnya ia ingin pulang ke pontianak karena rindu rumahnya di sana. Akhirnya. Dulu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Dari semua anak-anaknya 4 orang sudah menikah . Oma nurlis sangat sedih karena tidak bisa tinggal bersama dengan anaknya meskipun ia sangat ingin tinggal dengan mereka. Oma nuris telah tinggal di panti kurang lebih 1 bulan. Setelah itu sarapan pagi bersama dengan penghuni panti lainnya. Rencana oma nurlis selanjutnya adalah terus melakukan kontak dengan anak-anaknya dan ingin pulang. Kegiatan sehari-hari oma adalah di pagi hari oma bangun tidur dan mandi. Oma Cong Moi Beliau berumur 70 tahun. Oma cong moi merupakan oma yang periang. Oma nurlis sering mengeluh pusing saat berdiri sehingga ketika berjalan harus dibantu dengan memegang tangannya. Alasan oma cong moi tinggal di panti karena anaknya sibuk dan akhirnya anaknya memutuskan untuk ia tinggal di panti werdha. Mengenai kondisi fisiknya. 9. oma nurlis pun menerima keputusan anaknya itu karena tidak ingin merepotkan anak-anak mereka.

Latar belakang oma Fransiska masuk ke panti karena anaknya sendiri yang ingin memasukkannya ke panti werdha. karena anaknya merasa kesusahan jika ada orang tuanya di rumah. Oma Yoseph Fransiska Beliau berumur 68 tahun. karena beberapa oma yang tidak menyukainya. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali membawakan keperluan oma selama di panti. Rencana selanjutnya. susah mendengar. Kondisi oma Fransiska ini buta. Perasaan oma Fransiska merasa sedih karena anaknya menitipkan dia di panti werdha. 10.tetapi hanya satu anak cewe yang belum menikah. Oma jusna telah tinggal di panti selama 3 bulan. dan kakinya sakit karena pernah terjatuh. anak dari oma Fransiska ingin memberi suntik mati tetapi oma . Bekerja sebagai ibu rumah tangga. Oma Jusna Beliau berumur 61 tahun. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali. sebenarnya dia merasa berat untuk tinggal di panti werdha tersebut. Tetapi dia mencoba untuk bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidupnya. Alasan tinggal di panti werda karena anaknya yang memasukannya sendiri sehingga ia harus tinggal di panti werdha tersebut. dia juga harus berjalan dengan tongkat dan itu sangat menyusahkan anaknya akhirnya ia memustuskan untuk tetap tinggal di panti werdha. 11. Mempunyai 2 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari hasil pernikahannya dan juga dikaruniai dengan 7 orang cucu. Kondisi oma jusna ia tidak bisa berjalan sendiri dan harus di bantu dengan menggunakan tongkat. Perasaan oma jusna biasa-biasa saja karena dia berpikir dia tidak bisa apaapa.

SMP 4 Jakarta. Perasaaan Oma Irene terhadap teman-teman di panti tersebut adalah senang dan pelayanan di panti tersebut kurang baik. kami juga dapat mengetahui betapa pentingnya menggunakan komunikasi dan empati yang baik karena dengan cara seperti ini kita menjadi dapat mengerti. namun tidak bereaksi secara emosional ketika mendengarkan kisah sedih mereka. tetapi anaknya selalu ingin memberikan tindakan suntik mati jadi oma Fransiska juga berpikir harus berserah. Oma Irene Oma Irene berusia 60 tahun. Dari kunjungan ke panti werdha ini kami mendapatkan begitu banyak pelajaran hidup. Selain itu. Keinginan kedepannya. dan menempuh perguruan tinggi di Perhotelan Trisakti. menghayati dan merasakan perasaan oma dan opa. SMA 22 Jakarta. Oma Irene beragama Katholik dan pernak bersekolah TK SD Regina Pacis. Oma Irene ingin memiliki tempat tinggal sendiri. salah satunya adalah apapun yang terjadi kita harus menjalani hidup ini dengan penuh syukur dan semangat.Fransiska selalu menolak. 12. membuat kami dapat memahami karakter dan emosi mereka yang mempunyai berbagai latar belakang yang berbeda-beda tetapi cukup memprihatinkan. KESIMPULAN Berdasarkan kunjungan serta wawancara yang telah kami lakukan di Panti Werdha Wisma Mulia pada tanggal 14 Oktober. Beliau merupakan seorang janda yang memiliki 4 orang anak. Oma Irene memiliki hobi berenang. Dengan kunjungan seperti ini juga membuat kita lebih sadar betapa pentingnya komunikasi secara dua arah . sewaktu masih muda beliau sering mengikuti acara berenang.

tetapi setiap individu di luar sana untuk dapat berinteraksi dan menghindari sifat menghakimi dan mengkritik orang-orang tua seperti ini karena kita tidak tahu apa sebenarnya kisah hidup mereka. Komunikasi dan berempatilah dengan baik seperti memberi kesempatan kepada oma dan opa untuk mengemukakan dan menerima ide serta perasaannya. Untuk mencapai komunikasi yang efektif. Melalui kegiatan seperti ini kami dapat mengetahui betapa pentingnya berkomunikasi dan berempati yang baik kepada orang dengan latar belakang yang sangat berbeda. PENUTUP Kunjungan ke Panti Werdha Wisma Mulia ini membawa manfaat yang banyak bagi semua pihak dan khususnya kepada kami. dengan begitu dapat membuat mereka paham dan mengerti akan pentingnya kehidupan ini sehingga tidak boleh disia-siakan dengan kegiatan yang merugikan dan tidak ada gunanya. mempunyai . Kegiatan-kegiatan keagamaan juga perlu ditingkatkan agar mereka dapat mendekatkan diri dengan sang Pencipta.karena membuat individu yang berkomunikasi dapat saling memahami perasaan masingmasing sehingga terjalin hubungan yang baik. persuasi mereka dengan kata-kata halus supaya bisa menanam kepercayaan kepadanya. kita harus menghormati dan menghargai orang lain. mahasiswa fakultas kedokteran. Kami juga dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan menerima kelebihan dan kekurangan mereka karena setiap individu di dunia ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. yakinkan dan nyamankan mereka dengan menjadi pendengar aktif dan jika oma dan opa itu tidak menyukai sesuatu atau tidak mau melakukan sesuatu. Diharapkan juga tidak hanya untuk petugas-petugas yang bekerja menjaga panti.

keinginan. kami seluruh anggota kelompok menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.empati yaitu memahami. perilaku. Akhir kata. Sebagai seorang mahasiswa yang akan menjadi seorang dokter. Kita harus mendengarkan masalah orang lain dan memahami perasaan-perasaan mereka. pikiran. tetapi mereka membutuhkan orang yang mau berkomunikasi dengan mereka dan sanggup mendengar cerita-cerita mereka. kami juga menyanyi dan melakukan senam yang sangat menarik sehingga membuat mereka senang dan tertawa. kita harus belajar berkomunikasi dan berempati dengan baik mulai dari sekarang untuk masa yang akan mendatang. kondisi mental dan kondisi fisik mereka. Oma dan opa di panti bukan ingin meminta uang dari kita. perasaan. menghayati dan menempatkan diri kita di tempat orang lain sesuai dengan identitas. Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan selama di panti juga dapat membuat para oma dan opa tersebut ceria dan gembira karena selain melakukan penyuluhan keagamaan. . bila terdapat kekurangan dan kesalahan kata baik secara tidak sengaja.