You are on page 1of 15

Kunjungan ke Panti Werdha Wisma Mulia

Nama Anggota Kelompok
Tanggal Kunjungan: Jumat, 14 Oktober 2016
Panti Werdha Wisma Mulia
Jl. Hadiah No.13-16 RT.05/03 Kelurahan Jelambar
Kecamatan Grogol Petamburan-Jakarta Barat 11460
Telp/Fax: 021-5683603
Email: pw.wismamuliakowani@yahoo.com
Pendahuluan
Tempat yang menjadi tujuan kegiatan kelompok kami yaitu panti werdha. Panti werdha
merupakan tempat yang merawat dan menampung orang-orang lanjut usia atau lansia. Panti
werdha yang kami kunjungi yaitu wisma mulia. Panti werdha wisma mulia ini merupakan
unit kerja sosial dari Yayasan Bina Daya Wanita Kowani. Sebagai lembaga yang memberikan
pelayanan masyarakat, khususnya orang-orang yang lanjut usia. Tempat ini terletak di daerah

Sehatjasmanidanrohaniatautidakmemilikipenyakitmenular 4. aula. ruang atau kamar dan sal. terdiri dari 53 oma. aman dan nyaman. rohani. Ada penanggungjawab Panti werdha ini mempunyai fasilitas–fasilitas pendukung yaitu kantor. Berikut adalah susunan pengurus panti ini : Pembina Ketua: DR. Kedua. dapur umum. poliklinik dan ruang isolasi. M. Adapula persyaratan untuk penerimaan lanjut usia di panti werdha wisma mulia ini yaitu : 1. aman. Ketiga. ada beberapa misi yang terdapat di panti werdha wisma mulia ini adalah pertama. menyelenggarakan pelayanan jasmani dan rohani serta fasilitas kesejahteraan lanjut usia yang sebaik-baiknya. Jakarta Barat. Mandiri (mampumengurusdirisendiri) 5. Giwo Rubianto.Grogol. Ir. mushollah. Umur minimal 60 tahun (memiliki KTP) 3. Visi dari panti werdha wisma mulia adalah member pelayanan prima menuju terciptanya kesejahteraan jasmani. Penghuni yang ada di Panti Werdha Wisma Mulia berjumlah 89 orang. Warga Negara Indonesia 2. Tujuan adanya tempat ini yaitu agar terselenggaranya pelayanan bagi lanjut usia yang sebaik-baiknya tercapai kesejahteraan lahir batin. dan nyaman bagi lanjut usia. Selain itu. menggalang peran serta masyarakat dalam keperdulian pada lanjut usia. Pd Anggota: Sri Yulianti Sugiri Anggota: Poppy Puspitasari . 9 opa. dan 27 orang pekerja sosial. ruang makan. pemberdayaan peran serta wanita.

Pengawas Ketua: Dra. Rumagit. S. SH Wakil Ketua: Dra. H Pengurus Ketua Yayasan: Anita. S. Pd . Sri Hartati Staff Ops. STh Bendahara: Titi Dermawan Pimpinan Panti: Dra. Farida Djoko S. M. Cholidas Sjahrir. Hj. Hj. Sos. Panti: M. MM Sekretaris: Adee Jacob. Y. Fransnedy. T. HUM Anggota: Tati Sapta Adji Anggota: Angella Sasongko.

Komunikasi dan Empati .

Rumah oma Naomi terbakar. Oma Naomi sudah tinggal 10 tahun di panti itu dan merasa biasa-biasa saja. Mari kita bahas berikut ini: 1. Oma Naomi Bernama Tze Tiao Tiao Onew atau yang lebih dikenali sebagai Oma Naomi. Menurut oma Naomi. Saat ditanya mengenai status pernikahannya. beliau bilang bahwa beliau hanya mengurus rumah tangga. Oma Naomi juga bilang bahwa beliau pengen pergi ke surga karena ingin bertemu dengan mama dan papa serta keluarga yang sudah meninggal. Oma Naomi juga menceritakan riwayat keluarganya yaitu kedua orang tua beliau yang sudah meninggal dan beliau juga bercerita bahwa beliau mempunyai 5 orang saudara. Beliau berumur 70 tahun. tidak merasa sedih. tidak juga berasa senang berada di sana. Kondisi fisik oma Naomi sangat baik dan tidak mempunyai riwayat penyakit yang serius.Saat berada di panti kami melakukan wawancara dengan beberapa lansia. tetapi 2 dari saudaranya itu adalah saudara tiri dan kelima saudaranya sudah meninggal semua. alasannya tinggal di panti adalah karena tidak punya rumah. Opa Oyong . Oma ini terlihat ceria dan senang untuk diwawancarai. Dulu oma Naomi tidak bekerja. Rencana oma Naomi selanjutnya adalah tetap berada di panti sampai akhir hayat karena panti adalah satu-satunya tempat tinggal beliau. Pernikahan oma Naomi yang pertama adalah 1 minggu dan pernikahan yang kedua adalah 5 bulan. beliau menjawab bahwa beliau sudah menikah dua kali tetapi beliau juga berkata bahwa pernikahannya itu seperti ‘pernikahan kucing’ karena Cuma sebentar-sebentar. 2.

Seperti yang telah kami bahas tadi mengenai riwayat pernikahan opa Oyong adalah tidak menikah. Opa Oyong tinggal di panti karena beliau belum menikah dan tidak ada yang bisa menjaga opa di rumah. Alasan oma tinggal di panti adalah karena tidak ada yang bisa menjaga oma karena oma tidak pernah menikah dan tidak mempunyai anak. menjalani hidup perlu dengan hati yang senang. Biaya panti oma berasal dari uang hasil mengumpulkan angpao yang oma terima dari tamu yang melaksanakan kunjungan acara/kebaktian. dia merasa amat gembira dapat tinggal di panti karena mendapat makanan yang cukup dan enak.Beliau berumur 70 tahun. Menurut opa Oyong. Oma Sumini sudah berada di panti selama 50 tahun dan telah melihat perkembangan panti werdha ini. Opa Oyong dulu bekerja sebagai pelayar dan telah melawati banyak negara. Menurut beliau. Opa ini baru saja pindah ke panti werdha ini 2 minggu yang lalu dan mempunyai banyak teman. Kondisi fisik oma Sumini sangatlah bagus dan beliau masih begitu lincah dan kuat. Oma Sumini Oma Sumini atau lebih dikenal dengan oma Sumi berumur 89 tahun. ketika acara sedang berlangsung oma Sumini lah yang paling heboh dan semangat. Rencana opa selanjutnya adalah tetap tinggal di panti. Rencana beliau selanjutnya adalah tetap tinggal di panti. Oma Sumi dulu bekerja sebagai penjaga anak dan selalu . 3. Kondisi fisik opa Oyong adalah opa tidak bisa berjalan karena jatuh yang disebabkan stroke di bagian kiri dan telah menyebabkan lutut opa cedera. Oma Sumini sangat menikmati hidupnya. Riwayat keluarga opa Oyong adalah mempunyai 6 orang saudara tetapi beliau tidak mengatakan apakah mereka masih hidup atau telah meninggal.

Dua tahun lalu oma sakit jantung. Oma Mei Lee . Oma theresia merasa bersyukur dan menikmati tinggal dipanti. kemudian sudah di operasi. Berusia 83 tahun. Awalnya oma theresia di tempat Ibu Baker. 5. bernama dokter Silvia. tadinya oma Theresia sekolah Alkitab dan melayani orang-orang terlantar. dokter tersebut mengajak oma Theresia untuk bekerja dengannya di Australia. Ibu oma Sumini sudah meninggal ketika melahirkan oma dan oma tinggal di panti asuhan sejak kecil. Oma juga bekerja di restoran dan dapat memasak masakan yang enak. kita harus senantiasa berpakaian cantik supaya orang lain dapat mendekati kita. Oma berharap anaknya kembali ke agama Kristen lagi. Masuk dipanti werdha dibawah oleh anaknya. 4. Oma Theresia memiliki 13 cucu. Saat itu oma sudah menikah dan anaknya masih kecil-kecil. Oma Theresia sudah menikah 2 kali.memasak untuk anak. dan sudah menikah. Setelah ikut sekolah Alkitab. Anak-anak Oma jarang mengunjungi dan menghubungi. Riwayat pernikahan oma Sumini adalah tidak menikah. bertemu dengan seorang dokter. Ketika dokter tersebut di pindahkan tugas ke Australia. Oma Theresia pernah bekerja menjadi perawat di Rumah Sakit Cipto. Sebelumnya oma Theresia mengidap diabetes. Menurut oma. Memiliki 3 anak laki-laki. Pendengaran oma Theresia juga kurang baik. Oma Theresia Lahir di Jakarta. tetapi sudah terkontrol.

dia merasa bahwa pengurus-pengurus di panti ini baik. Merupakan ibu rumah tangga. dan darah tinggi. Rencana oma selanjutnya adalah meninggal di panti. Oma Mei Lee beragama Kristen sejak kecil. Oma Dada sudah tinggal di panti werdha ini selama 2 tahun. 6. Alasan oma Dada tinggal di panti adalah karena oma Dada ini sendiri & tidak menikah.Sudah tinggal di panti selama 10 tahun. Kondisi fisik oma Dada adalah rematik pada kaki. hanya kakinya sakit jika dingin. jika ada yang ajak ngobrol dia akan mengobrol. Oma Mei Lee merupakan anak terakhir. karena saudara-saudaranya juga sudah tua. Kondisi kesehatan oma Mei Lee lumayan baik. Keluarga Oma kurang mengunjungi dia. Tindakan oma Dada juga biasa-biasa saja. Oma Dada juga bercerita bahwa beliau sesekali mendapat angpao dari tamu yang mengadakan kunjungan ke panti itu. Masuk ke panti dibawa oleh kakaknya. tapi hubungannya dengan suami tidak begitu baik. beliau bilang bahwa hidup itu tidak perlu dipikirin karena kalau dipikirin malah sakit dan jadi repot sebab harus urus diri sendiri. Sudah menikah. Dia juga senang berada di panti ini karena memiliki banyak teman dan itu membuat dia tidak kesepian. sampai sudah tua & tutup mata tetap di panti. Mengenai . Yang membiayai oma Dada untuk tinggal di panti ini adalah orang agama Buddha dari yayasan Buddha. Beliau berusia 75 tahun. Perasaan oma Dada biasa-biasa saja. maag. Oma Mei Lee menyukai panti ini. Oma Dada Nama Chinese oma Dada adalah Chung Pin Nio dan beliau berumur 69 tahun (lahir tahun 1947). serta beliau tinggal di panti juga karena kemauan sendiri & teman (pendeta) menyarankan.

Oma Dada juga punya 1 saudara yaitu kakak laki-laki yang sudah meninggal. tidak punya anak dan saudaranya bilang bahwa beliau akan senang jika tinggal di panti. dulu saat muda beliau bekerja di restoran dan terakhir beliau bekerja di Gloria (Glodok) yang menjual berbagai macam barang. Rencana oma Ester selanjutnya adalah tetap di panti.riwayat hidup pribadinya. Pemikiran oma mengenai hidup adalah pasrah saja sama Tuhan. tidak punya suami. Beliau diberi obat dari adik dan juga ada yang beliau beli sendiri (tepatnya obat tremor). Oma Ester Nama lengkap oma Ester adalah Ester Sumiarti Tanumiharja dan beliau berumur 63 tahun. beliau berkata bahwa beliau mau-mau saja tinggal dip anti asalkan ada yang membiayainya. Selain itu. beliau berkata apa boleh buat. Oma Ester juga bilang bahwa tindakannya sehari-hari adalah membalas kejahatan dengan . 7. Kakak laki-lakinya itu mempunyai 10 anak dan dari 10 anak itu tidak ada yang cocok dengan oma Dada. Beliau berkata bahwa susah juga tinggal di panti sebab terdapat beragam agama. Alasan beliau tinggal di panti adalah karena tidak punya rumah. Mengenai pernikahannya. dokter penyakit dalam bilang bahwa kaki oma tepatnya pada lutut kehabisan oli. Oma Dada juga bercerita bahwa ayah beliau adalah orang Tiongkok asli (sudah meninggal). Kondisi fisik oma Ester adalah baru sembuh dari diare. Oma Dada senang tinggal di panti. Perasaan beliau tinggal di panti adalah disenang-senangin saja. Pendeta dari GKI Kavling Polri juga bilang jangan keluar dari panti. Beliau juga ada tremor. Beliau bilang bahwa ketika diare dan beliau mandi maka diare tersebut langsung sembuh. Adik beliau beli obat menggunakan uang sekolah anak adik beliau. tetap di panti saja. seperti yang sudah dibahas tadi bahwa oma Dada tidak menikah. jangan kemana-mana.

Akhirnya. anaknyapun sibuk mengurusi keluarganya sendiri sehingga anaknya memutuskan untuk membawa ibu mereka tinggal di panti. oma Nurlis tidak ingin tinggal di panti. dan keduanya sudah meninggal. Akan tetapi. Beliau juga bilang bahwa adik laki-lakinya itu terlahir prematur. Ia lebih senang tinggal bersama dengan anaknya.kebaikan. Oma nurlis sangat sedih karena tidak bisa tinggal bersama dengan anaknya meskipun ia sangat ingin tinggal dengan mereka. Oma nurlis sering mengeluh pusing saat berdiri sehingga ketika berjalan harus dibantu dengan memegang tangannya. Tetapi karena alasannya dia tidak mau merepotkan anaknya sehingga oma lebih memilih untuk tinggal di panti werdha. Mengenai riwayat keluarganya. Mengenai pernikahannya. Bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beliau bilang bahwa ayah beliau menunggu-nunggu kelahiran adik laki-lakinya itu. Beliau mempunyai 3 adik yaitu 2 adik perempuan dan 1 adik laki-laki yang paling bontot. seperti yang sudah dibahas tadi bahwa oma Ester tidak menikah. oma Ester bilang bahwa nama ayahnya adalah Tanumiharja dan nama ibunya adalah Handojo. Mengenai kondisi fisiknya. Oma Nurlis Beliau sudah berumur 77 tahun. 8. oma nurlis pun menerima keputusan anaknya itu karena tidak ingin merepotkan anak-anak mereka. Sesungguhnya. Riwayat hidup pribadinya adalah beliau dulu bekerja sebagai guru di KPS Jakarta. Mempunyai satu orang anak laki-laki dari hasil pernikahannya dan juga dikaruniai . Beliau juga bercerita bahwa ayah beliau sangat menyayangi adik laki-lakinya itu karena satu-satunya anak laki-laki. Oma Ester berempat bersaudara. Rencana oma nurlis selanjutnya adalah terus melakukan kontak dengan anak-anaknya dan ingin pulang. semenjak suami oma nurlis meninggal dunia.

Alasan oma cong moi tinggal di panti karena anaknya sibuk dan akhirnya anaknya memutuskan untuk ia tinggal di panti werdha. Kondisi oma jusna ia tidak bisa berjalan sendiri dan harus di bantu dengan menggunakan tongkat. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali. Oma cong moi sangat sehat. Oma Jusna Beliau berumur 61 tahun. Rencana selanjutnya ia ingin pulang ke pontianak karena rindu rumahnya di sana. Dari semua anak-anaknya 4 orang sudah menikah tetapi hanya satu anak cewe yang belum menikah. Kegiatan sehari-hari oma adalah di pagi hari oma bangun tidur dan mandi. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali membawakan keperluan oma selama di panti. Dulu bekerja sebagai ibu rumah tangga. dia akan pergi untuk berbelanja atau mungkin jalan-jalan. Bekerja sebagai ibu .dengan satu orang cucu. Setelah itu sarapan pagi bersama dengan penghuni panti lainnya. Oma senang untuk berlibur katanya jika dia mempunyai uang atau di kasih uang. Oma nuris telah tinggal di panti kurang lebih 1 bulan. Oma cong moi merupakan oma yang periang. Oma cong moi telah tinggal di panti kurang lebih 4 bulan. Oma Cong Moi Beliau berumur 70 tahun. dia juga harus berjalan dengan tongkat dan itu sangat menyusahkan anaknya akhirnya ia memustuskan untuk tetap tinggal di panti werdha. Alasan tinggal di panti werda karena anaknya yang memasukannya sendiri sehingga ia harus tinggal di panti werdha tersebut. 9. Perasaan oma jusna biasa-biasa saja karena dia berpikir dia tidak bisa apaapa. 10. Mempunyai 3 orang anak perempuan dan 2 anak laki-laki.

Oma Yoseph Fransiska Beliau berumur 68 tahun. karena beberapa oma yang tidak menyukainya. SMP 4 Jakarta. 12. karena anaknya merasa kesusahan jika ada orang tuanya di rumah. Oma Irene ingin memiliki tempat tinggal sendiri. anak dari oma Fransiska ingin memberi suntik mati tetapi oma Fransiska selalu menolak. Beliau merupakan seorang janda yang memiliki 4 orang anak. 11. Oma Irene beragama Katholik dan pernak bersekolah TK SD Regina Pacis. Keinginan kedepannya. SMA 22 Jakarta. sebenarnya dia merasa berat untuk tinggal di panti werdha tersebut. dan menempuh perguruan tinggi di Perhotelan Trisakti.rumah tangga. sewaktu masih muda beliau sering mengikuti acara berenang. Oma jusna telah tinggal di panti selama 3 bulan. Perasaaan Oma Irene terhadap teman-teman di panti tersebut adalah senang dan pelayanan di panti tersebut kurang baik. Kondisi oma Fransiska ini buta. Oma Irene memiliki hobi berenang. Oma Irene Oma Irene berusia 60 tahun. Perasaan oma Fransiska merasa sedih karena anaknya menitipkan dia di panti werdha. tetapi anaknya selalu ingin memberikan tindakan suntik mati jadi oma Fransiska juga berpikir harus berserah. Tetapi dia mencoba untuk bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidupnya. Mempunyai 2 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari hasil pernikahannya dan juga dikaruniai dengan 7 orang cucu. susah mendengar. Latar belakang oma Fransiska masuk ke panti karena anaknya sendiri yang ingin memasukkannya ke panti werdha. Anaknya sering datang berkunjung setiap sebulan sekali membawakan keperluan oma selama di panti. dan kakinya sakit karena pernah terjatuh. Rencana selanjutnya. .

persuasi mereka dengan kata-kata halus supaya bisa menanam kepercayaan kepadanya. menghayati dan merasakan perasaan oma dan opa. Diharapkan juga tidak hanya untuk petugas-petugas yang bekerja menjaga panti. Dari kunjungan ke panti werdha ini kami mendapatkan begitu banyak pelajaran hidup. membuat kami dapat memahami karakter dan emosi mereka yang mempunyai berbagai latar belakang yang berbeda-beda tetapi cukup memprihatinkan.KESIMPULAN Berdasarkan kunjungan serta wawancara yang telah kami lakukan di Panti Werdha Wisma Mulia pada tanggal 14 Oktober. kami juga dapat mengetahui betapa pentingnya menggunakan komunikasi dan empati yang baik karena dengan cara seperti ini kita menjadi dapat mengerti. Selain itu. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga . namun tidak bereaksi secara emosional ketika mendengarkan kisah sedih mereka. yakinkan dan nyamankan mereka dengan menjadi pendengar aktif dan jika oma dan opa itu tidak menyukai sesuatu atau tidak mau melakukan sesuatu. Dengan kunjungan seperti ini juga membuat kita lebih sadar betapa pentingnya komunikasi secara dua arah karena membuat individu yang berkomunikasi dapat saling memahami perasaan masingmasing sehingga terjalin hubungan yang baik. tetapi setiap individu di luar sana untuk dapat berinteraksi dan menghindari sifat menghakimi dan mengkritik orang-orang tua seperti ini karena kita tidak tahu apa sebenarnya kisah hidup mereka. salah satunya adalah apapun yang terjadi kita harus menjalani hidup ini dengan penuh syukur dan semangat. Komunikasi dan berempatilah dengan baik seperti memberi kesempatan kepada oma dan opa untuk mengemukakan dan menerima ide serta perasaannya.

kita harus menghormati dan menghargai orang lain. keinginan. Melalui kegiatan seperti ini kami dapat mengetahui betapa pentingnya berkomunikasi dan berempati yang baik kepada orang dengan latar belakang yang sangat berbeda. menghayati dan menempatkan diri kita di tempat orang lain sesuai dengan identitas. kami juga menyanyi dan melakukan senam yang sangat menarik sehingga membuat mereka senang dan tertawa. perasaan.perlu ditingkatkan agar mereka dapat mendekatkan diri dengan sang Pencipta. tetapi mereka membutuhkan orang yang mau berkomunikasi dengan mereka dan sanggup mendengar cerita-cerita mereka. Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan selama di panti juga dapat membuat para oma dan opa tersebut ceria dan gembira karena selain melakukan penyuluhan keagamaan. Kami juga dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan menerima kelebihan dan kekurangan mereka karena setiap individu di dunia ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. kita . mempunyai empati yaitu memahami. Untuk mencapai komunikasi yang efektif. perilaku. Kita harus mendengarkan masalah orang lain dan memahami perasaan-perasaan mereka. pikiran. Sebagai seorang mahasiswa yang akan menjadi seorang dokter. kondisi mental dan kondisi fisik mereka. PENUTUP Kunjungan ke Panti Werdha Wisma Mulia ini membawa manfaat yang banyak bagi semua pihak dan khususnya kepada kami. mahasiswa fakultas kedokteran. dengan begitu dapat membuat mereka paham dan mengerti akan pentingnya kehidupan ini sehingga tidak boleh disia-siakan dengan kegiatan yang merugikan dan tidak ada gunanya. Oma dan opa di panti bukan ingin meminta uang dari kita.

Akhir kata.harus belajar berkomunikasi dan berempati dengan baik mulai dari sekarang untuk masa yang akan mendatang. . bila terdapat kekurangan dan kesalahan kata baik secara tidak sengaja. kami seluruh anggota kelompok menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.