You are on page 1of 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang
berjudul Kekayaan alam menjadi salah satu modal untuk mengembangkan
perekonomi Penulisan karya tulis ilmiah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan oleh guru mata pelajaran Ekonomi di Sma Plus PGRI Cibinong.
Dalam Penulisan karya tulis ilmiah ini saya merasa masih banyak
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang saya miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat
saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, khususnya kepada Guru saya yang telah
memberikan tugas dan petunjuk kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan
tugas ini.

Cibinong, Desember 2015

DAFTAR ISI

Bab I
Pendahuluan

I.1. Latar Belakang


Pembangunan suatu bangsa memerlukan aspek pokok yang disebut dengan
sumber daya (resources) baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Kedua sumber daya alam ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu
pembangunan perekonomian di suatu daerah. Sejarah menunjukkan masyarakat
bisa mencapai kemakmuran karena berhasil memanfaatkan sumber daya yang
dimiliki.
Sumber daya alam memiliki peran yang cukup penting sebagai penentu
pertumbuhan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Salah satu hal yang cukup
penting dan berimbas pada pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah ketersediaan
dari sumber daya alam yang ada. Jadi, sumber daya alam memegang peranan yang
cukup penting dalam kemajuan perekonomian di suatu daerah.
Pada dasarnya sumber daya alam merupakan asset yang dimiliki suatu Negara
yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim
atau cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut yang sangat mempengaruhi
pertumbuhan industri suatu Negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku
produksi. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi
tinggi sangat mendukung pembangunan ekonomi suatu Negara. Pembangunan
ekonomi adalah usaha usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang
sering kali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riel perkapita.
Namun sumber daya alam yang ada tersebut tidak sendirinya diolah olah alam
akan tetapi perlu adanya sumber daya manusia, guna mengolah sumber daya alam
tersebut. Keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah
dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi atau disebut juga
sebagai proses produksi.

Sumber daya manusia adalah yang terpenting, karena jika sebuah Negara
memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu
mengolah SDA yang jumlahnya terbatas.
1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan Kekayaan alam atau Sumber Daya Alam ?
Bagaimana peranan SDA terhadap pembangunan ekonomi ?
Apa saja manfaat sumber daya alam bagi kehidupan ?
Mengapa SDA sangat strategis untuk menjadi modal dasar

perekonomian ?
5. Apa saja negara yang kaya raya karena kekayaan alamnya ?

1.3 Tujuan
Tujuan umum saya menyusun dan membuat karya tulis ilmiah ini adalah
untuk mengetahui seberapa besar peranan SDA terhadap pembangunan ekonomi,
modal apa saja yang
Tujuan secara khususnya adalah saya menyusun karya ilmiah ini untuk
menambah wawasan dan pengetahuan sosial saya. Selain itu, juga menambah
wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.

I. 4 Manfaat
Dengan hadirnya karya tulis ini, pembaca akan mendapat manfaat yang
banyak, manfaat yang didapatkan setelah membaca karya tulis ini sangat
menopang pembaca dalam memahami berbagai prospek kehidupan sosial di
negara kita, yakni Indonesia.
Makalah ini bermanfaat sebagai pendamping belajar mengenai ilmu
pengetahuan sosial khususnya bagi para pelajar. Selain itu dapat memperluas
pengetahuan pembaca.

Bab II
Pembahasan
II.1 Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang
berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia.Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik,
seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik,
seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.
Inovasi teknologi,

kemajuan

peradaban

dan populasi manusia,

serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya
alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada
satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang
kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan
beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara
di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat
berlimpah.

Sebagai

contoh,

negara

di

kawasan Timur

Tengah memiliki

persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri
memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi[5].
Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan
perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

II. 2

Peranan SDA terhadap ilmu ekonomi


Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan

yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang
pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut
justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber
daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah.

Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini
disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil
bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negaranegara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya
akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai
dalam mengolahnya. korupsi,perang saudara, lemahnya pemerintah dan
demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian
negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan
sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang
industri

lain,

serta

peningkatan

transparansi

dan

akuntabilitas

dalam

pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi
hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara
adalah norwegia dan bostwana.
Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah,
belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak
dikelola dengan baik. Beberapa fakta telah menunjukkan bahwa negara-negara
yang kaya sumber daya alamnya masih tertinggal keadaan ekonominya jika
dibandingkan dengan negara-negara lain yang justru sumber daya alamnya
terbatas. Sebagai contoh, negara Jepang memiliki luas wilayah dan kekayaan alam
yang terbatas, tetapi Jepang menjadi negara maju di dunia, lebih maju dari
Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah ruah. Oleh karena itu, pemanfaatan
sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya.
Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam
berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya,
aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam
aktivitas, yaitu (1) pertanian, (2) perkebunan, (3) peternakan, (4) perikanan, (5)
pertambangan, dan (6) kehutanan.
1.

Aktivitas Pertanian
Di Indonesia, aktivitas pertanian merupakan aktivitas utama yang

dilakukan oleh sebagian besar penduduknya. Keadaan tanah yang subur dan di

dukung iklimnya membuat penduduk Indonesia banyak mencari nafkah pada


aktivitas pertanian. Aktivitas pertanian di Indonesia secara umum dapat dibagi
atas:
A.

Pertanian Lahan Basah


Pertanian lahan basah atau biasa disebut juga pertanian sawah banyak

dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik jika
dikembangkan di dataran rendah yang memiliki ketinggian kurang dari 300 meter.
Pada daerah tersebut, Ketersediaan air mencukupi dari sungai-sungai atau saluran
irigasi yang berada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan
pada lahan ini adalah padi.
B.

Pertanian Lahan Kering


Pertanian lahan kering adalah bentuk pertanian yang pengelolaannya

mengandalkan air hujan. Sebab itu, pertanian lahan kering dilakukan pada saat
musim hujan. Sementara itu, lahan dibiarkan tidak ditanami pada musim kemarau,
karena tidak adanya pasokan air. Pertanian ini banyak dikembangkan di daerah
yang memiliki ketinggian 500-1.500 meter. Dengan suhu udara yang cukup sejuk.
Tanaman yang cocok untuk lahan kering adalah palawija, sayuran, dan buahbuahan.
2.

Aktivitas Perkebunan
Perkebunan adalah aktivitas budi daya tanaman tertentu pada suatu lahan

yang relatif luas. Maksud dari tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau
tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman
perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar dikelola oleh
perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat

merupakan perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan rakyat luas


lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar.
Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam
jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas perkebunan disertai dengan
industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan.
Komoditas yang dihasilkan biasanya diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum
dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang berkembang di Indonesia di
antaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit.
Mampukah hasil perkebunan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh
masyarakat? Indonesia sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil berbagai
komoditas perkebunan. Kepulauan Indonesia dikenal oleh dunia sebagai daerah
penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal ini mengundang banyak
pedagang dari berbagai belahan penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli
rempah-rempah Indonesia dan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuklah
para pedagang dari negeri Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga pernah
datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah walaupun melakukan
perjalanan yang sangat jauh untuk memperoleh rempah-rempah dari Indonesia.
Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, seperti
tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa sawit, cengkih, kelapa, pala, karet, vanili, lada,
dan cokelat.
3.

Aktivitas Peternakan
Perhatikan aktivitas peternakan di daerahmu. Hewan ternak apa saja yang

dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang dikembangkan di


Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu, masih banyak ternak
lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam,
kambing, domba, dan lain-lain.
4.

Aktivitas Perikanan

Indonesia memiliki Sumber daya perairan yang sangat berlimpah. Curah


hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau,
dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk
untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih
besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau
dua per tiga dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam,
khususnya ikan. Tidak salah jika pemerintah Indonesia dibawah kepresidenan
bapak Jokowi berkeinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim
dunia.
Sudah sejak lama aktivitas pemanfaatan sumber daya laut dilakukan oleh
para nelayan. Mereka menemukan lokasi-lokasi yang banyak ikannya dengan
bermodalkan pengetahuan dan pengalamannya. Namun, karena perahu yang
dimiliki masih sederhana dan ukurannya relatif kecil, umumnya mereka mencari
ikan di tempat yang tidak terlampau jauh dari pantai dan hasilnya tidak terlampau
banyak. Selain itu, banyak di antara para nelayan yang tidak memiliki perahu
sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibat hal tersebut kondisi sosial
ekonomi nelayan di Indonesia tergolong masih rendah.
5.

Aktivitas Pertambangan
Sebelumnya, kita sudah membahas tentang jenis-jenis barang tambang

penting yang ada di Indonesia. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang
aktivitas pertambangan, baik yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan
maupun secara perorangan oleh rakyat.
Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang juga ikut serta melakukan
aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan
pemeritah Indonesia.
Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti

PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain


dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas alam
Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.
6.

Aktivitas Kehutanan
Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya alam yang juga sangat

berlimpah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan,


baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber
tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara
intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di
dalamnya.
Pada umumnya ilmu ekonomi (ekonomika) diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari tentang bagaimana tingkah laku manusia baik secara perorangan
maupun sebagai masyarakat berusaha memenuhi kebutuhan dari berbagai alat
pemuas kebutuhan atau sumber daya alam yang terbatas adanya. Oleh karena itu,
manusia atau masyarakat harus melakukan pilihan dalam menggunakan alat
pemuas kebutuhan atau sumber daya itu dan juga memilih di antara kebutuhan
yang harus dipenuhi.
Alat pemuas kebutuhan ini yang dapat pula disebut sebagai sumber daya,
dapat berupa barang konsumsi maupun barang produksi. Yang dapat dimaksud
sumber daya dalam proses produksi tidak hanya meliputi tanah, mineral, dan
bahan bakar, tetapi juga tenaga kerja, capital maupun valuta asing. Pada dasarnya
prinsip-prinsip dalam ekonomika sumber daya alam tidaklah terlalu khusus dan
masih akan menggunakan prinsip-prinsip analisis pada umumnya. Barang-barang
sumber daya alam ini tidaklah bebas adanya sehingga untuk memperolehnya
memerlukan pengorbanan. Dengan kata lain barang-barang ini langka adanya dan
memiliki penggunaan alternatif. Penggunaan alternatif itu dapat di antara
penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan dating; dengan kata lain dimensi
pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.
Selanjutnya dalam melakukan pilihan sumber daya untuk memenuhi
kebutuhan itu selalu dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan

untuk memaksimalkan kepuasan atau untuk memaksimalkan produksi, baik untuk


perorangan atau masyarakat. Khusus dalam kaitannya dengan sumber daya alam,
peranan ilmu ekonomi juga tidak banyak berbeda, karena tersedianya sumber daya
alam itu juga relatif terbatas dibanding dengan kebutuhan akan sumber daya alam
itu. Sekali lagi ilmu ekonomi merupakan ilmu tentang proses bagaimana
seseorang

atau

masyarakat

mengambil

keputusan

tentang

bagaimana

menggunakan sumber daya yang langka itu.


Dalam hubungannya dengan berbagai isu tersebut, maka ilmu ekonomi
lebih tepat kalau diharapkan sebagai ilmu yang mampu menganalisis keadaan
yang ada (positif) dan kemudian memberikan informasi tentang implikasi yang
dapat timbul dari adanya berbagai alternatif kebijakan, atau keputusan mengenai
penggunaan sumber daya alam dan selanjutnya dihubungkan dengan sumber daya
alam yang semestinya (normatif).
Pada saat ini umumnya setiap keputusan pemerintah selalu memiliki
sasaran ganda (multi objectives) dalam penggunaan sumber daya alam seperti
demi pertumbuhan ekonomi, mempertahankan keindahan lingkungan, pemerataan
distribusi pendapatan, kekayaan, maupun kekuasaan, serta keinginan untuk
membebaskan diri terhadap ketergantungan pada kekuatan asing. Jadi jelasnya
ilmu ekonomi sumber daya alam dapat diartikan sebagai ilmu yang
memperhatikan baik rencana maupun penilaian terhadap alternatif kebijaksanaan
sumber daya alam. Namun ilmu ekonomi tidak dapat bekerja sendirian secara
sempurna sebab bobot dari masing-masing sasaran kebijaksanaan hanya diketahui
oleh para politisi, di samping banyak informasi yang menyangkut aspek di luar
ekonomi seperti kualitas lingkungan, pemerataan dan stabilitas social,
memerlukan masukan dari disiplin ilmu lain seperti ilmu sosiologi, biologi,
hokum, teknik, pertanian dan geologi[1].
B. Lingkungan dan Ekonomika Lingkungan
Lingkungan sebagai kombinasi antara kondisi fisik dan kelembagaan.
Kondisi fisik mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi
surya, udara, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di

dalam lautan. Sedangkan bagian kelembagaan dari lingkungan adalah ciptaan


manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik itu.
Ekonomika lingkungan telah didefinisikan sebagai ilmu studi tentang
dampak yang tidak diinginkan atau tidak diketahui dari adanya suatu pilihan
tentang penggunaan sumber daya alam. Yang menjadi tantangan para ahli
ekonomi adalah definisi tersebut menunjuk pada deretan pilihan yang harus
diputuskan oleh pengambil keputusan.
Pilihan tersebut misalnya antara keperluan yang tidak ada habisnya untuk
menyediakan kebutuhan pangan dan keperluan untuk memelihara, melestarikan,
dan menciptakan suatu kualitas kehidupan tertentu. Namun sampai dengan
terpenuhinya kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, pendidikan dan
kesehatan, maka pertimbangan terhadap kondisi lingkungan yang baik sering
masih terlupakan.
Kita memehami bahwa produksi limbah dan keperluan akan pengelolaan
limbah dan lingkungan merupakan hasil langsung dari adanya produksi barang
dan jasa. Selanjutnya produksi barang dan jasa serta limbah tersebut seperti telah
disebutkan di depan berhubungan langsung dengan proses pertumbuhan ekonomi,
yang apabila tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang memadai akan
timbullah keadaan yang mengakibatkan adanya pencemaran dan memburuknya
lingkungan yang pada gilirannya mengganggu pertumbuhan ekonomi tersebut.
Pengurasan sumber daya alam juga tidak hanya terjadi terhadap kuantitasnya
tetapi dapat pula terhadap kualitasnya.
C. Penggunaan Sumber Daya Alam
Kita telah mengetahui bahwa kita hidup di planet bumi yang tetap
ukurannya, dengan tingkat penggunaan sumber daya alam yang relatif meningkat
dan tingkat penyerapan limbah yang relative tetap. Penggunaan sumber daya alam
untuk masa datang secara langsung dihubungkan dengan apa yang disebut dengan
imbangan antara penduduk dan sumber daya alam. Apabila penduduk
membutuhkan terlalu banyak sumber daya alam, maka muncullah kebutuhan
untuk meningkatkan penggalian sumber daya alam ekstraktif dan meningkatkan

permintaan akan sumber daya alam seperti lapangan terbuka, tempat rekreasi, dan
udara yang bersih. Namun dampaknya adalah memburuknya kondisi fisik dari
dunia ini dan sayangnya masyarakat sangat lamban dalam menemukan pemecahan
masalah yang timbul itu. Beberapa hal yang menjadi alasan dari lambannya
penyesuaian itu adalah bahwa :
1. Masyarakat lebih mengenal adanya pemilikan pribadi (privat) dan

mekanisme pasar, sehingga pengertian bahwa lingkunan sebagai barang


milik bersama dan dipelihara bersama masih sulit dimengerti.
2. Kita tidak mengerahui secara pasti apa yang sesungguhnya diinginkan

oleh masyarakat itu, demikian pula tentang teknologi untuk menghasilkan


apa yang diinginkan tersebut tidak banyak kita ketahui.
3. Karena adanya eksternalitas, maka biaya produksi barang dan jasa sering

menjadi tidak jelas, di samping adanya kelambanan dalam mobilitas


manusia.
II. 3

Pemanfaatan Sumber Daya Alam


Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan

manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi


berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.
o Sumber Daya Alam Hayati
Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah.
Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui
proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau
penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat
mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada
rusaknya rantai makanan Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu
faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya
Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya

Bahan makanan: padi, jagung, gandum, tebu

Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni

Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit

Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa

Pupuk kompos

Pertanian dan perkebunan


Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk
Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data
statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja
di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini
memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana
sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia
menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi,
jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu,
Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku
ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan
rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku
gula pasir).
Hewan, Peternakan, Dan Perikanan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah
dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia,
seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan
sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian
secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah
pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah
pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain.
Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan
juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.
o Sumber Daya Alam Nonhayati

Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat
dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan
hasil tambang.
Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri
didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97%
merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan
air tawar (wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi
manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus
meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman,
penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air
sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus
berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung
tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.
Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar
hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh
angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada
umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran
tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang
dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar
lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin
sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.
Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk
menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai
jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara
langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas
beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik.
Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat

pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada
sekarang ini.
Hasil Tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan
manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi,
maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai
ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut.
Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat
besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya
harus dilakukan secara efisien. Beberapa contoh bahan tambang dan
pemanfaatannya:
Minyak Bumi

Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;

Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;

Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;

Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;

LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;

Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;

Vaselin ialah salep untuk bahan obat;

Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan

Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton).

II. 4

Sumber Daya Alam Strategis sebagai Modal Dasar Pembangunan

Nasional Indonesia
Sumber daya alam memiliki peranan yang sangat penting dalam
pembangunan nasional. Sampai saat ini, Indonesia belum mampu memanfaatkan
potensi sumber daya alam ini dengan baik. Perlu kita ingat bahwa sumber daya
alam yang melimpah, bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan
pembangunan nasional. Selain SDA, faktor sumber daya manusia juga memegang
peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Potensi sumber daya
alam yang melimpah, akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan peningkatan sumber
daya manusia Indonesia. Oleh karena itulah pendidikan merupakan hal yang
sangat penting untuk mempersiapkan SDM Indonesia yang unggul. Keunggulan
potensi sumber daya alam yang strategis ada di Indonesia. Berkaitan dengan
Sumber Daya Alam strategis sebagai modal dasar pembangunan nasional
Indonesia, ternyata Indonesia juga mempunyai cadangan sumber daya energi nonrenewable yang dieksplorasi sejak dahulu, diantaranya:
A.

Minyak Bumi

Eksplorasi dan pengeboran sumber-sumber minyak di Indonesia telah


dilakukan, baik di daratan maupun di dasar laut. Usaha pertambangan minyak di
daratan Indonesia terdapat di: Perlak (Aceh) Langkat (Sumatera Utara) Cepu
(Jawa Tengah) Riau dan Jambi Sungai Gerong (Sumatera Selatan) Cirebon
(Jawa Barat) Laut Jawa (Jawa Timur) Kalimantan Selatan Balikpapan, Pulau
Bunyu, Pulau Tarakan (Kalimantan Timur) Sorong, Biak (Papua)
Adapun pemboran minyak lepas pantai Indonesia, terdapat di: Selat
Malaka Lau Jawa Laut Cina Selatan Selat Makassar Selat Sunda Laut
Sulawesi Selat Karimata (disekitar Kepulauan Natuna) Sampai tahun 2012 ini,
Indonesia masih bisa mengeksploitasi minyak bumi sebesar 207.841.000 barel per
tahun. pada tahun 2004, pernah mencapai harga minyak mentah lebih dari $ 50
per barel (1 barel = 119 liter). Beruntunglah negara kita yang memiliki tambang
minyak bumi, sehingga harga minyak di Indonesia tidak terlalu tinggi. Minyak
mentah dari tempat-tempat pengeboran, dialirkan melalui pipa-pipa minyak atau

diangkut dengan kapal-kapal tanker ke tempat-tempat penyulingan untuk diproses


menjadi minyak siap pakai. Penyulingan minyak di Indonesia, diantaranya
terdapat di: Pangkalan Brandan (Sumatera Utara) Dumai (Riau) Sungai
Gerong (Sumatera Selatan) Plaju (Jambi) Cilacap (Jawa Tengah) Balikpapan
(Kalimantan Timur).

B.

Gas Alam

Timbunan (deposit) gas alam, terpisah dengan timbunan minyak bumi.


Untuk mendapatkan gas alam yang terjebak dalam perlapisan batuan, dilakukan
pengeboran. Gas alam hasil pengeboran itu dialirkan lebih dahulu ke kilang
pencairan untuk dicairkan. Gas alam, disimpan dalam tangki-tangki penyimpanan.
Gas alam cair, disebut LPG (Liquid Petroleum Gas) atau disebut oula LNG
(Liquid Natural Gas). Proses pencairan gas alam, dihasilkan pula sejenis minyak
ringan yang dapat dijadikan bahan baku untuk industri: plastik, pupuk, dan
sebagainya. Di Indonesia, sumber gas alam yang terbesar terdapat di Kepulauan
Natuna. Tempat lainnya, adalah: Bontang (Kalimantan Timur) dan Arun
(Nanggroe Aceh Darussalam). Selain diekspor, gas alam juga untuk memenuhi
kebutuhan pabrik pupuk Iskandar Muda dan pabrik pupuk Asean di Aceh.
C.

Batu Bara

Pertambangan batu bara yang pertama di Indonesia, dilakukan pada tahun


1849 di Pengaron (Kalimantan Timur). Berikutnya di Umbilin (Sumatera Barat)
pada tahun 1892, dan Bukit Asam (Sumatera Selatan) pada tahun 1919. Di Bukit
Asam, endapan batu bara berada didekat permukaan tanah. Batu bara yang
dihasilkan di Bukit Asam, termasuk batu bara tua yang berkualitas tinggi,
sedangkan batu bara di tempat lain di Indonesia termasuk batu bara muda.
Indonesia penyumbang batu bara tertinggi ke-3 dunia. Keunggulan Sumber Daya
Mineral Indonesia Pada subtema sebelumnya, kamu sudah mempelajari macammacam sumber daya mineral. Sumber daya mineral atau tambang, merupakan
salah satu kekayaan alam Indonesia. 30 macam mineral utama, terdapat di
Indonesia. Mineral tersebut, adalah: emas, perak, tembaga, nikel, timah putih,

timah hitam, aluminium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batu
bara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit,
belerang, fosfat, batu gamping), batu mulia termasuk intan, dan bahan bangunan.
Mineral tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang ketika diolah
akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Saat ini, ekspor
bahan mineral mentah sudah mulai dikurangi. Hal ini disebabkan mengekspor
bahan mentah, hanya memiliki nilai tambah yang kecil apabila dibandingkan
dengan mengekspor olahan dari mineral.
Wawasan PT Freeport Indonesia merupakan salah satu tambang emas terbesar di
dunia yang terdapat di Pulau Papua. Pada tahun 2013, pendapatan PT Freeport
Indonesia mencapai 38 triliun rupiah. Indonesia hanya memiliki sebagian kecil
saham di PT Freeport Indonesia.
Berikut adalah sumber daya alam logam yang populer di Indonesia yang
mempunyai komparasi dengan negara lain, yaitu:
a) Bijih Besi Bijih besi biasanya bercampur dengan pasir vulkanik, berwarna
hitam mengkilat. Pertmbangan bijih besi: Sumbar, NTB, Kalsel, Jabar,
Jateng, Irja, Sulteng, dan Sulsel.
b) Nikel Nikel merupakan logam yang biasa digunakan sebagai bahan
campuran pada pembuatan berbagai barang dengan bahan baku logam,
seperti: kuningan, perunggu, dan besi. Nikel berguna untuk memperkeras
logam campuran yang dihasilkan. Digunakan juga untuk melapisi logam
lain agar tampak mengkilat dan tahan karat. Daerah penghasil nikel:
Soroako (Sulsel), Pomala (Sultra), dan Irian Jaya. Di Soroako,
penambangan nikel dilengkapi dengan pabrik peleburan dan pemurnian
yang modern.
c) Timah Putih Timah putih adalah logam berwarna putih yang tahan karat,
biasa digunakan pada industry: mesin, kaleng, dan juga sebagai bahan
patri. Penambangan timah terdapat di Pulau Belitung dan Singkep.
d) Tembaga Penambangan bijih tembaga yang terbesar di Indonesia, terdapat
di Irian Jaya bagian Tengah. Di Kota Tebagapura dibangun pabrik
peleburan bijih tembaga modern pada tahun 1972. Daerah penghasil
lainnya, adalah: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

e) Emas dan Perak Emas termasuk golongan bahan vital. Emas dan perak
biasanya ditemukan pada pertambangan tembaga, berbentuk uarat-urat
emas didalam batuan kuarsa. Pertambangan Emas dan perak terdapat di
Banten

Selatan

(Cikotok),

Sulawesi

Selatan,

Kalimantan

Barat,

Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Irian Jaya bagian Tengah.


f) Bauksit Bauksit merupakan bijih logam aluminium, yaitu sejenis logam
yang ringan dan tidak mudah berkarat. Bauksit didapat dalam bentuk
lumpur kemudian dilebur hingga diperoleh logam aliminium. Bauksit
banyak terdapat di: Sanggau (Kalbar), Lubuk Linggau (Sumsel), dan Pulau
Bintan (Kepri). Pabrik peleburan bauksit menjadi aluminium pertama di
Indonesia dibangun di Asahan (Sumut). Sedangkan sumber daya alam non
logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan
negara lain, yaitu:
1) Belerang Belerang merupakan mineral vulkanis, yang banyak
dihasilkan di kawah-kawah gunung berapi. Bahan ini banyak
digunakan dalam industri-industri: bahan kimia, pupuk, korek api,
bahan peledak, dan obat-obatan. Sebaran tambang belerang, antara
lain: Gunung Ijen (Jatim), Gunung Telaga Bodas (Jabar), dan
Gunung Welirang.
2) Kaolin Kata kaolin berasal dari Cina, yang berarti: gunung yang
tinggi. Di gunung yang tinggi itulah terdapat tanah liat, yang apabila
diproduksi akan menjadi keramik berkualitas sangat baik. Kaolin
merupakan bahan dasar untuk pembuatan keramik. Pulau Bangka
dan Belitung, merupakan daerah penghasil kaolin.
3) Fosfat Fosfat berasal dari persenyawaan antara pospor didalam
kotoran dan sisa-sisa binatang yang hidup di gua-gua, dan batu
gamping di dasar gua. Bahan tersebut, banyak ditemukan di daerahdaerah kapur. Fosfat adalah salah satu komponen bahan baku yang
cukup penting, dalam pembuatan pupuk untuk tanaman. Sebaran
fosfat ada di daerah: Bogor, Kebumen, Grobogan, Pati (Jawa
Tengah), Gresik dan Sam pang (Madura).
4) Marmer Marmer atau batu pualam, merupakan hasil perubahan
bentuk atau metamorfosis dari batu gamping. Marmer saat ini

banyak dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan, dan perabotan


rumah

tangga.

Sebaran

pertambangan

marmer, terdapat

di

Tulungagung (Jawa Timur) dan Citatah (Jawa Barat).


5) Aspal Ketika kamu di jalan, pernahkah berpikir dari mana aspal di
jalan raya berasal ?

Pulau buton di Sulawesi Tenggara adalah

penghasil aspal terbesar di Indonesia.

Bab III
Penutup

III. 1 Kesimpulan
Dari pembahasan dan uraian mengenai Kekayaan alam / SDA dapat
menjadi modal untuk perekonomian. Dalam pembangunan ekonomi, sumber daya
alam sangat berpengaruh sekali. Sumber daya alam menjadi faktor yang sangat
penting karena sumber daya alam adalah salah satu unsur utama dalam proses
produksi. Tanpa adanya sumber daya alam maka akan sulit terjadi proses
produksi. Misalnya dengan tidak adanya bahan bakar, maka perusahaan tidak
dapat melakukan produksi. Karena pentingnya sumber daya alam, maka masih
banyak terjadi eksploitasi terhadap sumber-sumber daya yang ada. Selain itu kita
masih disuguhi dengan permasalahan adanya sumberdaya alam yang terbatas,
semisal bahan bakar. Oleh karena itu semua negara berusaha untuk mencari dan
menggali sumber daya yang belum ditemukan, guna mengantisipasi terjadinya
kelangkaan sumberdaya alam. Maka dalam kehidupan sehari-hari kita harus
memanfaatkan sumberdaya alam dengan sebaik mungkin.

III. 2 Saran dan Kritik


Dengan tersedianya sumber alam yang relative banyak maka akan
menjurus pada pemborosan dan malah akan menghambat pembangunan, oleh
karena itu kita hendaknya menyadari bahwa dengan tersedia sumber alam yang
relative banyak ini kita harus dapat memanfaatkan secara efektif dan sefisien
mungkin karena kita juga harus mengingat kebutuhan kita akan SDA dimasa yang
akan datang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak


kekurangannya atau masih jauh dari kesempurnaannya seperti yang diharapkan
oleh karena itu kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat konstruktif sangat
diharapkan guna memperbaiki penulisan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

http://hmjiespuinjkt.blogspot.co.id/2012/12/peranan-sumber-daya-alam-

dalam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
Sumber : http://andikayudhitiya.blogspot.com/2014/01/makalah-sumber-

daya-alam.html
https://kurniawanbudi04.wordpress.com/2013/02/17/sumber-daya-alammakalah-ekonomi-pembangunan/?

_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3819115360
Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2014/12/sumber-daya-alam-

strategis-sebagai.html
http://www.matapelajaran.org/2015/09/contoh-makalah-tentang-sumberdaya-alam.html