You are on page 1of 67

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KIMIA

MATA KULIAH ANALISA MUTU PANGAN DAN HASIL PERTANIAN

Disusun oleh :
Dwi Helmi Reynaldi
NIM: 151710101126
THP-C/Kelompok (8)

Asisten :
1. Shelvy Khadijah U.
2. Merynda Kurnianthy A. P.
3. Lusianti
4. Awi Metalisa

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang
Bahan pangan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia.
Sebagian besar bahan pangan terdiri dari unsur-unsur pokok yaitu air, vitamin,
mineral, karbohidrat, lemakdan protein. Kelima unsure ini dibutuhkan oleh
manusia untuk pertumbuhan, produksi, reproduksi dan hidup pokok. Bahan
pangan berisi zat nutrisi dengan kandungan yang berbeda-beda karena itu perlu
dilakukan analisis untuk mengetahui kualitas dan kuantitas zat gizi yang
dibutuhkan oleh manusia. Kualitas bahan pangan dan komponennya ini dapat
dinilai melalui tiga tahapan penilaian, yaitu secara fisik, kimia, dan biologis. Salah
satu tahapan dari penilaian ini dapat dilakukan melalui analisis proksimat.
Analisis

proksimat adalah

suatu

metode

analisis

kimia

untuk

mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, abu,
vitamin dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Hasil
analisis proksimat menunjukkan angka yang mendekati angka fraksi yang
sesungguhnya. Analisis proksimat memiliki manfaat sebagai penilaian kualitas
produk pangan terutama pada standar zat makanan yang seharusnya terkandung di
dalamnya.
Dengan demikian analisis proksimat ini dapat bermanfaat dalam
pemberian nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Maka dari itu
Berdasarkan uraian di atas, praktikum tentang analisis proksimat ini penting untuk
dilakukan untuk menunjang pengetahuan tentang cara untuk mengetahui kadar
nutrisi dalam suatu pangan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan diadakannya praktikum analisa kimiaadalah sebagai
berikut :

1. Untuk mengetahui dan mengukur kadar air bahan pangan menggunakan
metode gravimetric.
2. Untuk mengetahui dan mengukur kadar abu bahan pangan menggunakan
metode pengabuan kering.
3. Untuk mengetahui dan mengukur kadar gula reduksi bahan pangan
menggunakan metode Nelson-Somogy.
4. Untuk mengetahui dan mengukur kadar lemak bahan pangan menggunakan
metode Soxhlet
5. Untuk mengetahui dan mengukur kadar protein bahan pangan menggunakan
metode kjedahl.
6. Untuk mengetahui dan mengukur kadar vitamin c bahan pangan
menggunakan metode iodimetri.

Zat yang telah ditetapkan disebut sebagai konstituen atau analit. Oleh karena itu. penentuan kadar air dari suatu bahan pangan sangat penting agar dalam proses pengolahan maupun pendistribusian mendapat penanganan yang tepat. karena kalau suatu bahan banyak mengandung kadar air. maka sangat memungkinkan adanya mikroba yang tumbuh. 1993).1.1 Kadar Air Kadar air adalah persentase kandungan air suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis). Pengertian lain dari analisis kuantitatif adalah analisis yang bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa kimia dalam suatu bahan atau campuran bahan (Sumardjo.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Analisis kuantitatif digunakan untuk menentukan kelimpahan absolutif atau relatif yang sering dinyatakan sebagai konsentrasi dari beberapa zat tertentu yang hadir dalam sampel. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penetapan banyaknya suatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. Analisis kuantitatif merupakan analisis kimia yang mencari kada kandungan komponen yang terdapat dalam suatu sampel.1 Analisis Mutu Kimia Analisis mutu kimia secara kuantitatif adalah penetapan berapa banyak jumlah suatu zat dalam sampel. Penentuan kadar air dapat dilakukan dengan pengeringan. sedangkan kadar air berdasarkan berat kering dapat lebih dari 100 persen (Syarif dan Halid. Semakin banyak kadar air yang terkandung. umur simpannya semakin sebentar. Kadar air berat basah mempunyai batas maksimum teoritis sebesar 100 persen. Menurut Ihma (2010). Kadar air dalam bahan makanan sangat mempengaruhi kualitas dan daya simpan dari pangan tersebut. Pengeringan merupakan proses mengurangi kadar air bahan sampai batas dimana perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat . Oleh karena itu kita harus mengetahui kandungan air dalam suatu bahan agar dapat memprekdisikan umur simpannya. 2009). 2.(Christian 1980).

Semakin banyak kadar air dalam suatu bahan. minyak atsiri dan lain-lain b) Dapat terjadi reaksi selama pemanasan yang menghasilkan air atau zat mudah menguap. Contoh gula mengalami dekomposisi atau karamelisasi. asam asetat. Kadar abu dari suatu bahan menunjukkan total mineral yang terkandung dalam bahan tersebut (Aprilianto. Metode oven biasa merupakan salah satu metode pemanasan langsung dalam penetapan kadar air suatu bahan pangan. yaitu : a) Bahan lain disamping air juga ikut menguap dan ikut hilang bersama dengan uap air misalnya alkohol. Dengan demikian bahan yang dikeringkan dapat mempunyai waktu simpan yang lebih lama dan kandungan nutrisinya masih ada. lemak mengalami oksidasi c) Bahan yang dapat mengikat air secara kuat sulit melepaskan airnya meskipun sudah dipanaskan (Soedarmadji 2003). 2. Metode ini memiliki beberapa kelemahan. Metode ini terutama digunakan untuk bahan-bahan yang stabil terhadap pemanasan yang agak tinggi. maka semakin cepat pembusukannya oleh mikroorganisme.1. Kadar abu total adalah bagian dari analisis proksimat yang bertujuan untuk mengevalusi nilai gizi suatu produk/bahan pangan terutama total mineral.2 Kadar Abu Abu adalah residu anorganik dari proses pembakaran atau oksidasi komponen organik bahan pangan. Bobot abu yang diperoleh sebagai perbedaan bobot cawan berisi abu dan . 1988). Kadar abu suatu bahan ditetapkan pula secara gravimetri. Kehilangan berat bahan yang terjadi menunjukkan jumlah air yang terkandung. Penentuan kadar abu merupakan cara pendugaan kandungan mineral bahan pangan secara kasar.menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. serta produk yang tidak atau rendah kandungan sukrosa dan glukosanya seperti tepung-tepungan dan serealia (AOAC 1984). Dalam metode ini bahan dipanaskan pada suhu tertentu sehingga semua air menguap yang ditunjukkan oleh berat konstan bahan setelah periode pemanasan tertentu.

contohnya adalah glukosa dan fruktosa. H dan O.cawan kosong. 2005). dan lainlain. Gula reduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawasenyawa penerima elektron. C12H22O11 sebagai C12 (H2O)11dan seterusnya. As.Gugus aldehida pada aldoheksosa mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat dalam pH netral oleh zat pengoksidasi atau enzim. Sifat gula pereduksi ini disebabkan adanya gugus aldehida dan gugus keton yang bebas. sisa dari proses pembakaran atau hasil oksidasi. Kadar abu/mineral merupakan bagian berat mineral dari bahan yang didasarkan atas berat keringnya. Dinamakan karbohidrat karena senyawa-senyawa ini sebagai hidrat dari karbon. Ag. sehingga dapat mereduksi ion-ion logam. 2008). Mg..Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. dan perumusan empiris ditulis sebagai CnH2nOn atau Cn (H2O)n (Sastrohamidjojo.Senyawa-senyawa yang mengoksidasi atau bersifat reduktor adalah logam-logam oksidator seperti Cu (II). H. dan lain-lain. P. dalam senyawa tersebut perbandingan antara H dan O sering 2 berbanding 1 seperti air. 2. dan Cu. Fe.1. maltosa. fruktosa. Sr. Ti. disamping itu terdapat dalam kadar yang sangat kecil seperti Al. Mn. Ca. Abu yaitu zat organik yang tidak menguap. Apabila suatu sampel di dalam cawan abu porselen dipanaskan pada suhu tinggi sekitar 650°C akan menjadi abu berwarna putih. Jadi C6H12O6 dapat ditulis C6(H2O)6. Sebagian karbohidrat bersifat gula pereduksi. laktosa.3 Kadar Karbohidrat Karbohidrat adalah senyawa yang mengandung unsur-unsur: C.Sedangkan yang termasuk dalam gula non reduksi adalah sukrosa (Team Laboratorium Kimia UMM. manosa. Pb. terutama terdapat didalam tumbuh-tumbuha n yaitu kira-kira 75%.Contoh gula yang termasuk gula reduksi adalah glukosa. . Na. Ternyata di dalam abu tersebut dijumpai garam-garam atau oksida-oksida dari K. Ba. Gula reduksi mempunyai kemampuan untuk mereduksi. Li. Penentuan kadar abu ada hubungannya dengan mineral suatu bahan.

Metode Nelson-Somogyi merupakan salah satu metode kimiawi yang
dapat digunakan untuk analisa karbohidrat adalah metode oksidasi dengan
kupri.Metode ini didasarkan pada peristiwa tereduksinya kupri okisida menjadi
kupro oksida karena adanya andungan senyawa gula reduksi pada bahan.Reagen
yang digunakan biasanya merupakan campuran kupri sulfat, Na-karbonat, natrium
sulfat, dan K-Na-tartrat (reagen Nelson Somogy) (Fauzi, 1994).

2.1.4 Kadar Lemak
Menurut Lehninger (1982) lemak merupakan bagian dari lipid yang
mengandung asam lemak jenuh bersifat padat.Lemak merupakan senyawa organik
yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik
nonpolar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), kloroform (CHCl3), benzena, hexana
dan hidrokarbon lainnya. Lemak dapat larut dalam pelarut tersebut karena lemak
mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut (Herlina 2002).
Metode

Soxhlet

termasuk

jenis

ekstraksi

menggunakan

pelarut

semikontinu.Ekstraksi dengan pelarut semikontinu memenuhi ruang ekstraksi
selama 5 sampai dengan 10 menit dan secara menyeluruh memenuhi sampel
kemudian kembali ke tabung pendidihan.Kandungan lemak diukur melalui berat
yang hilang dari contoh atau berat lemak yang dipindahkan.Metode ini
menggunakan

efek

perendaman

contoh

dan

tidak

menyebabkan

penyaluran.Walaupun begiru, metode ini memerlukan waktu yang lebih lama
daripada metode kontinu (Nielsen 1998).
Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang
umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan
dengan adanya pendingin balik. Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul antibumping, still pot (wadah penyuling,bypass sidearm, thimble selulosa, extraction
liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser
(pendingin), cooling water in, dan cooling water out (Darmasih 1997).

2.1.5 Kadar Protein
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh
karena zat ini berfungsi sebagai sumber energi dalam tubuh serta sebagai zat
pembangun dn pengatur. Protein adalah polimer dari asam amino yang
dihubungkan dengan ikatan peptida.Molekul protein mengandung unsur-umsur C,
H, O, N, P, S, dan terkadang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga
(Winarno, 1992).
Prinsip kerja dari metode Kjeldahl adalah protein dan komponen organic
dalam sampel didestruksi dengan menggunakan asam sulfat dan katalis. Hasil
destruksi dinetralkan dengan menggunakan larutan alkali dan melalui destilasi.
Destilat ditampung dalam larutan asam borat. Selanjutnya ion- ion borat yang
terbentuk dititrasi dengan menggunakan larutan HCl (jeanist, 2012).

2.1.6 Kadar vitamin C
Vitamin adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam
jumlah kecil dalam diet seseorang tetapi esensial untuk reaksi metabolisme dalam
sel dan penting untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara
kesehatan. Kekurangan vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit difisiensi,
tetapi biasanya gejala penyakit akan hilang kembali apabila kecukupan vitamin
tersebut sudah terpenuhi (Poedjiadi, 1994).
Titrasi Iodium adalah salah satu metode analisis yang dapat digunakan
dalam menghitung kadar Vitamin C. Dimana, suatu larutan vitamin C (asam
askorbat) sebagai reduktor dioksidasi oleh Iodium, sesudah vitamin C dalam
sampel habis teroksidasi, kelebihan Iodium akan segera terdeteksi oleh kelebihan
amilum yang dalam suasana basa berwarna biru muda. Kadar vitamin C dapat
diketahui dengan perhitungan 1ml 0,01 N larutan Iodium = 0,88 mg asam
askorbat (Wijanarko , 2002).

2.2 Sampel
2.2.1 Tahu

Tahu merupakan salah satu bahan makanan pokok yang termasuk dalam
empat sehat lima sempurna. Tahu juga merupakan makanan yang mengandung
banyak gizi dan mudah diproduksi. Untuk memproduksi tahu bahan-bahan yang
dibutuhkan hanya berupa kacang kedelai, sehingga saat ini dapat ditemukan
banyak pabrik pembuat tahu baik dalam bentuk usaha kecil maupun usaha
menengah yang masih menggunakan cara konvensional(Lehniger. 1982).
Bahan – bahan dasar pembuatan tahu antara lain kedelai, bahan penggumpal
dan pewarna (jika perlu). Kedelai yang dipakai harus bermutu tinggi (kandungan
gizi memenuhi standar), utuh dan bersih dari segala kotoran. Senyawa
penggumpal yang biasa digunakan adalah kalsium sulfat (CaSO4), asam cuka, dan
biang tahu, sedangkan zat pewarna yang dianjurkan dipakai adalah kunyit.
Tahaptahap dalam pembuatan tahu antara lain merendam kedelai, mengupas,
menggiling, menyaring, memasak, menggumpalkan, mencetak dan memotong
(Santoso, 2005).

Syarat Mutu Tahu menurut SNI 01-3142-1998 dan SII No. 0270-1990
Kriteria uji

Satuan

Persyaratan

Keadaan:
1.1 Bau

Normal

1.2 Rasa

Normal

1.3 Warna

Putih normal atau kuning normal
Normal, tidak berlendir dan tidak

1.4 Penampakan

berjamur

Abu

%b/b

Maks. 1,0

Protein

%b/b

Min. 9,0

0222-M dan Peraturan Men Kes.Kes/Per/IX/88 Cemaran logam: 7. 2.1 BTP %b/b Sesuai SNI. 1990. 30.1 Timbal (Pb) mg/kg Maks. 10 Cemaran Mikrobia 8.0 7. 1.3 Timah (Sn) mg/kg Maks. 1998).Lemak %b/b Min.1 Escherichia coli 8.0 7.0 / 250.0 x 106 (SII.2 Salmonella 8.722/Men.0 7.3 Angka Lempeng Total /25 g koloni/g Negatif Maks. 40. No. 2.2. Namun pemanfaatannya hanya sebatas sebagai lalap dan bahan tambahan dalam masakan. 40.1 Tembaga (Cu) mg/kg Maks.4 Arsen (As) mg/kg Maks.0 7. 0.2 Tomat Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu tanaman yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.5 Serat kasar %b/b Maks.2 Seng (Zn) mg/kg Maks. 0.0 APM/g Maks. 1. Badan Standarisasi Nasional. Kandungan senyawa dalam .

bioflavonoid (termasuk likopen. saponin. Tomat mengandung komponen nutrisi terutama kaya akan vitamin dan mineral. tidak . zat besi. Jenis uji Kesamaan satuan sifat. Dalam satu buah tomat segar ukuran sedang (100 gram) mengandung sekitar 30 kalori. asam malat. 5 Maks. kalsium dan lain-lain (Depkes RI. 10 % Maks.Komposisi zat gizi yang terkandung di buah tomat cukup lengkap. protein. Ukuran - Seragam Seragam 4. - Persyaratan Mutu I Mutu II Seragam Seragam varietas 2. asam sitrat. Busuk (jumlah/jumlah) (Badan Standarisasi Nasional. 1 (jumlah/jumlah) 6. 40 mg vitamin C. 1 Maks. 1992). tapi tidak Tua. α dan ß-karoten). Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker (Tri Dewanti. 2010). Vitamin A dan C merupakan zat gizi yang jumlahnya cukup dominan dalam buah tomat. 1500 SI vitamin A. vitamin. mineral dan histamine.007 %). Kotoran - Tidak ada Tidak ada 5. asam folat.buah tomat di antaranya solanin (0. 60 ug tiamin (vitamin B). 1972). lemak. Syarat Mutu Tomat Segar menurut SNI 01-3162-1992 No 1. tapi tidak terlalu matang terlalu matang dan tidak dan lunak lunak 3. Kerusakan % Maks. Tingkat ketuaan - Tua. Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L-dehidroaskorbat yang keduanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C.

Waring Blender k. METODOLOGI PRAKTIKUM 3. Labu Kjeldahl t. Mortar e. Pipet ukur 1mL dan 10 mL . Beaker glass v. Destilator x. Labu takar u. Magnetic stirer l. Eksikator beserta silika gel f. Penjepit r. Corong w.1. Cawan porselen m. Labu ukur j. Gelas piala i. Buret 50 mL z. Neraca Analitis o. Alat pemanas listrik c. Alat Destruksi s. Botol timbang n. pH meter h. Erlenmeyer 125 mL y.BAB 3.1 Alat a. Oven d.1 Alat dan Bahan 3. Labu Lemak p. Eksikator q. Alat Ekstraksi Soxhlet b. Tanur pengabuan (mufle) g.

Amilum 1% u. CaCO3 p. Tomat c. Na Oksalat q. n-Heksana e. Selenium j. HCL 0.02 N k.01 N s. Indikator Metil blue . Kertas saring f. Molibdine blue o. Tissue g. H2SO4pekat h. Arsenomolibdat t. NaOH n. Reagen Nelson l.1. Petroleum Ether d. Tahu b.2 Bahan a.3. Pb Asetat r. Larutan asam borat jenuh i. Aquades m. Iodin 0.

105°C Eksikator 15 menit Penimbangan botol timbang + tahu Perhitungan Kadar Air .2.3.2 Skema Kerja 3.1 Kadar Air Botol Timbang Pengovenan 20 menit pada suhu 105°C Eksikator 15 menit Tahu Penimbangan botol timbang Penghalusan Tahu Penimbangan dalam botol timbang 5gram Pengovenan 4Jam.

3. 105°C Eksikator 15 menit Tahu Penimbangan botol timbang Penghalusan Tahu Penimbangan dalam botol timbang 5gram Tanur skala 30-40. 1Jam Tanur skala 60-70.2. 4Jam Pendinginan 24Jam dalam tanur Pengovenan 15 menit. 105°C Eksikator 15 menit Penimbangan kurs porselen Perhitungan Kadar Abu .2 Kadar Abu Kurs Porselen Pengovenan 20 menit.

Persiapan Sampel Tomat Ditimbang 20 gram dalam beaker glass Dicuci +aqudes 50 mL.3. ekstraksi dengan magnetic stirer Sentrifuge selama 15 menit Ampas Saring dengan kertas saring Ekstrak tahap 2 dengan 50 mL aquadest Filtrat Disentrifuge + CaCO3 1 gram Pemanasan sampai air mendidih selama 20 menit Penyaringan dengan kertas saring Pendinginan Filtrat Penyaringan +Pb asetat 3 ml dan Na Oksalat 3 ml Sentrifuge Saring Filtrat untuk analisa gula reduksi nelson somogy .3 Kadar Gula Pereduksi a.2.

b.2 mL + @1 mL reagen Nelson. 0. vortex Absorbansi dengan panjang gelombang 540 nm Perhitungan gula reduksi dengan kurva standart . 0. 0.1 mL. vortex sampai larut + aquades sampai volume akhir 10 mL. Pembuatan Kurva Standar Sampel Dimasukkan dalam tabung reaksi @ sebanyak 0 mL.15 mL. vortex Pemanasan selama 20 menit Pendinginan + @1mL arsenomolibdat.

Persiapan Alat Labu Lemak Pengovenan Eksikator Penimbangan a b.3.2. Persiapan Bahan Kertas Saring Pengovenan 20 menit Eksikator Penimbangan Penambahan Sampel 5g Pengovenan 24 jam Eksikator 15 menit Penimbangan b .4 Kadar Lemak a.

c. Ekstraksi Soxhlet Sampel b Saring Peletakkan dalam tabung ekstraksi Soxhlet Penuangan pelarut ke dalam labu lemak Refluk 4-6 jam Distilasi pelarut Pemanasan ekstrak lemak hingga pekat Pengovenan (1) 600C 4 jam Eksikator 15 menit Penimbangan 1 (gram) Pengovenan (2) Eksikator 15 menit Penimbangan 2 (gram) .

2.3.5 Kadar Protein Sampel 0.5 mL Pemasukkan pada labu Kjeldahl Penambahan 1 g selenium + 1 ml H2SO4 Pemasangan labu ke alat destruksi Destruksi 1 jam Pendinginan 1 jam Penambahan 5 ml aquades Destilasi 4 menit Titrasi dengan HCl mL titrasi dihitung sebagai jumlah N .5 g. Blanko aquades 0.

3.penyaringan Ampas + 50ml aquades Ekstraksi. penyaringan Filtrat 1 Filtrat 2 Diterasampaitandabataspadalabuukur 100ml Masukkan sampel ke 4 erlenmeyer @20 ml +1 ml larutan amilum 1% Titrasi dengan larutan iodin 0.2.6 Kadar Vitamin C 20gram tomat + 50ml aquades Ekstraksi .01N Perhitungan kadar vitamin C Ampas .

3029 10.1 HASIL PENGAMATAN 4.0034 17.BAB 4.6092 16.3564 4.0570 28.2 Kadar Abu Ulangan Berat kurs (g) Berat kurs + sample Berat kurs + sample [A] sebelum pengabuan (g) setelah pengabuan (g) [B] [C] 1 10.8441 8.4697 15.1.4845 6 9.9759 8 11.2530 8. HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN 4.1216 15.1447 10.8638 7 10.2503 3 9.1321 10.2358 13.0616 23.4697 10.7556 2 10.2951 14.6456 4 10.9997 10.8164 9.2325 15.8548 3 16.9984 5 10.9131 14.4534 10.8087 14.2951 9.1 Kadar Air Tahu Ulangan Berat cawan + Berat cawan + Berat cawan bahan sebelum bahan setelah (a gram) pengeringan pengeringan (b gram) (c gram) 1 23.1338 15.9124 22.6555 6 9.8760 5 10.1.6055 12.8625 13.2400 10.4679 2 8.2268 15.8238 4 8.4552 15.3103 .

191 6 1 0.797 9 0 0.628 8 2 0.1 0.630 0.75 0.445 15 1. Kurva Standart Ulangan Volume Absorbansi 1 2 1 0 0.060 0.1.5 0.152 0.010 3 0.105 12 0.7586 4.454 0.25 0.000 0.5 0.7 8.75 0.3 Kadar Gula Pereduksi a.7427 13.109 0.021 0.000 10 0.406 7 1.5 0.827 0.407 0.000 0.052 4 0.000 2 0.026 11 0.25 0.5 0.043 0.209 0.644 16 2 0.5070 8 8.206 13 0.148 5 0. Sampel Absorbansi Ulangan Volume (ml) 1 2 .4920 13.821 b.196 0.646 0.781 0.383 14 1 0.1 0.384 0.4920 8.7427 8.

5 2 533.15 0.34 0.0942 34.2 0.2 0.5 0.342 0.7571 35.442 0.342 8 0.2012 32.1 0.0129 8 5.247 0.8348 34.5 4 516.1 0.162 0.4135 3 5.0662 32.464 4.7724 35.6141 33.396 5 0 0 0 6 0.15 0.246 7 0.156 3 0.8408 34.0424 32.5 Kadar Protein Ulangan Berat sampel (mg) Titrasi sampel Titrasi blanko (mL) (mL) 1 540 27.1 0 0 0 2 0.4 Kadar Lemak Ulangan Berat sampel (g) Berat labu lemak Berat labu lemak dan kosong (g) ekstrak lemak kering (g) 1 5.077 34.8948 4.1.2368 32.5 .7 25 0.5 3 510 26 0.0627 2 5.2330 32.0182 33.1.5227 7 5.0789 33.9787 5 5.6962 4 5.6 27.223 0.0539 33.0375 32.0734 6 5.3 0.23 4 0.

6 31.4 22.04 616.4 0.4 5 20 20 1.2 HASIL PERHITUNGAN 4.35 4 5.0910 0.6 Kadar Vitamin C Ulangan BeratSampel Filtrat Ml Titrasi I2 (gram) (mL) (mL) 1 20 20 1.1 Kadar Air Berat Berat bahan bahan setelah awal pengeringan (% atau (g) (g) g/100g) 1 5.1.3 8 20 20 2.4 0.31 435.7322 85.80 557.2.5 26.5 2 20 20 1.2 4.0105 0.2 0.37 2 5.87 5 5.2 6 20 20 1.4 4 20 20 1.55 1083.81 6 5.34 583.0 4.37 3 5.0046 0.8 7 20 20 1.60 594.5 596 31.9507 81.4230 91.3 0.7716 84.7322 85.0075 0.2 8 591.2 6 502.5 3 20 20 1.04 Ulangan Kadar air BB Kadar air BK (% atau g/100g) .0866 0.6986 86.0761 0.2 7 529.

2554 2 5.0159 0.3389 5 5 0.05 568.2541 1.7472 85.0077 0.4822 8 5 0.0109 0.296 1.93 197.82 SD 2.0150 0.86 6.4624 6 5 0.4896 4 4.0148 0.49 RSD 3.2.0151 0.2917 1.0152 0.02 0.5711 Rata-rata 0.1 Relatif Standar Deviasi 6.20 495.67 Rata-rata 85.0145 0.0172 0.2 Kadar Abu Ulangan Berat sampel (g) Berat Abu (g) Kadar abu BB Kadar abu BK [D] [E] (%) (%) [F] [G] 1 4.2890 1.502 7 5 0.0135 0.8421 83.0127 0.05 8 4.318 1.94 .44 32.304 1.9963 0.36 616.4412 Standar Deviasi 0.3 1.4278 3 5.9982 0.02 4.9816 0.2710 1.7 5.3015 1.

2 0.2.824 Rata Rata 0.2 0.075 0.629 8 0. Sampel Ulangan 1 Konsentrasi (v/10) 0 Absorban (rata-rata) 0 .01 0.025 0.056 4 0.2075 13 0.3 Kadar Gula Pereduksi a.4.3835 14 0.01 0.15 0.645 16 0.30566 SD 0.1 0.383 79.107 12 0.068 0.0345 11 0. Kurva Standar Ulangan Konsentrasi (x) Absorbansi (Rata-rata) 1 0 0 2 0.1 0.194 6 0.4065 7 0.076 0.025 0.05 0.37 b.016 3 0.4495 15 0.15 5 0.075 0.789 9 0 0 10 0.05 0.15 0.2426 RSD 89.

301 5.01 0.07 3 0.63 4.02 0.4 Kadar Lemak Ulangan Berat lemak (g) Kadar lemak (% bb ) Kadar lemak (% bk) 1 0.908 29.594 27.6 5 0.5 7 0.01125 0.22 73.97 Rata-rata 7.02 0.7 28.0079 0.159 3 0.2859 5.2.454 4.1653 RSD 70.2123 4.54 6 0.2.5 Kadar Protein Ulangan %N Kadar Protein (bb) Kadar Protein (bk) (%) (%) .01 0.453 Rata-rata 0.815 39.341 8 0.2265 4 0.487 22.405 17.2279 4.2807 5.1721 3.9391 18.584 27.015 0.452 71.025 8 0.497 92.485 4 0.37 5 0 0 6 0.015 0.078 Standar deviasi 5.2 0.2465 7 0.720 73.923 RSD 71.7457 14.214 21.2245 SD 0.435 2 0.

19 .378570 5 0.014070 0.098 RSD 18 17.012379 0.031 0.416615 6 0.014679 0.070559 0.400995 3 0.43 6 0.399200 2 0.033 0.014618 0.356685337 5.026 0.67 7 0.079840 0.079020 0.52 5 0.006 0.021164264 RSD 5.356698893 4.083323 0.031 0.033 0.48 8 0.014007 0.418365 Rata-rata 0.1 0.395055 8 0.079011 0.352795 7 0.04 0.014007 0.004232853 0.399200 4 0.013862 0.075714 0.6 Kadar Vitamin C Ulangan Kadar viamin % bb Kadar vitamin % bk 1 0.52 4 0.044 0.033 0.083673 0.55 2 0.2.029 0.57 SD 0.55 3 0.013283 0.080199 0.079840 0.395099 Standar Deviasi 0.73 Rata-rata 0.

Arah aliran udara (makin kecil sudut arah udara terhadap posisi bahan.81% dan paling rendah yaitu 435. PEMBAHASAN 5. terdapat pengaruh lain yang terjadi selama proses thermogravimetri. Kadar air berat basah mempunyai batas maksimum teoritis sebesar 100 persen. Sehingga terlihat masih memiliki berat kering yang cukup tinggi. pada saat pemanasan dapat mengakibatkan terjadinya pergerakan pada permukaan bahan. setelah itu kita mendapatkan data yaitu kadar air berat basah paling tinggi sebesar 91. Selain itu perbedaan yang terjadi dapat disebabkan karena pengaruh alatalatnya seperti timbangan analitik yang sulit stabil dan karena bahan yang digunakan sudah terkontaminasi dengan bahan lain ketika penyimpanan atau ketika berada dalam desikator.31% pada ulangan ke 6 kemudian untuk berat kering yang paling tinggi yaitu pada ulangan ke 5 sebesar 1083. maka bahan semakin cepat kering). . Semakin luas permukaan sampel. 1993). maka akan semakin cepat air menguap . Pengukuran kadar air dengan sampel tahu dilakukan 8 kali pengulangan.BAB 5.04% .1 Kadar Air Kadar air adalah persentase kandungan air suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis). proses pengeringan akan semakin lambat).Begitu juga sebaliknya. Untuk bahan-bahan yang memiliki kadar gula yang tinggi. Kecepatan aliran udara pengering (semakin cepat udara maka pengeringan akan semakin cepat). sedangkan kadar air berdasarkan berat kering dapat lebih dari 100 persen (Syarif dan Halid.55 % pada ulangan ke 5 dan paling rendah sebesar 81.berat kering yang memiliki angka terlalu jauh ini disebabkan karena faktor luas permukaan bahan pada saat proses penguapan air yang berbeda – beda sehingga akan menimbulkan nilai yang berbeda. Kelembaban udara (makin lembab udara. Pengaruh-pengaruh tersebut di antaranya: Suhu (makin tinggi suhu udara maka pengeringan akan semakin cepat). Selain itu.

3015% . Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa tahu telah sesuai dengan literatur yaitu nilai SD kurang dari 1.6%. 85.55%. Dari data di atas dapat disimpulkan kan bahwa tahu yang kita analisa tidak berbeda jauh dengan kadar air tahu menurut Depkes.2541% . 1.2890% . Pada pengamatan didapat kadar air sebesar 86. Sehingga tahu yang kita analisa memenuhi standar dari departemen kesehatan. 0. 5. 1.81.5. . kadar abu pada basis basah pada tahu dari ulangan pertama sampai ke-delapan secara berturut-turut adalah 0.31%. 0.86%. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya ketelitian dan pada praktikan.91.1980). 85.04%. Nilai SD untuk bahan sampel tahu dengan basis basah dan basis kering didapatkan nilai 0.8%. 1.4278%.3% dan 0.4896%.1.3389%.2 Abu Pada data hasil perhitungan.0%. 0.502%. Kadar abu berat keringpada tahu dari ulangan pertama sampai kedelapan secara berturut-turut adalah 1. teliti % RSD 1. 1. Nilai RSD % >5 maka artinya tidak teliti karena data yang dihasilkan sampel tahu baik basis basah maupun basis kering sangat tidak sesuai dengan syarat yang ditentukan. Nilai standar deviasi yang di peroleh yaitu 2. 84. dan tidak teliti % RSD >5.94 %. pada hasil kadar abu bb dan bk hasilya agak berbeda jauh . 0.Menurut Departemen Kesehatan bahwa Kadar air pada tahu sebesar 80% – 85 % .02 dan 0.4624%.34%. sedangkan untuk basis kering nilai kadar abu sebesar 6.83.93 sehingga tingkat ke akurasian dari data tersebut rendah karena nilai standar deviasi dapat dikatakan memiliki ketelitian tinggi yaitu jika kurang dari 0.5 (AOAC. 1. sedang: % RSD 2 . hal ini sudah sesuai dengan syarat mutu tahu menurut SNI 01-3142-1998 adalah maksimal 1. Dari bahan sampel tahu yang digunakan nilai RSD untuk kadar abu basis basah 6.4822% dan 1. 0. 0. Mengacu AOAC (1980) nilai % RSD adalah sebagai berikut sangat teliti % RSD < 1.2554%.2710% . hal ini dikarenakan berat bahan yang digunakan berbeda.2% .296% . 1.5711%.Literatur dari Puspita (2015) yang menyatakan bahwa nilai SD yang memenuhi dan dapat diterima yaitu yang memiliki nilai SD<1.318%.304% .

Reagen nelson somogyi berfungsi sebagai oksidator antara kuprooksida yang bereaksi dengan gula reduksi membentuk endapan merah bata.453.341. Pengukuran absorbansi didasarkan pada warna biru yang dihasilkan dari proses reduksi arsenomolybdat menjadi molybdine blue. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada percobaan ini setelah dilakukan sebanyak 8 kali.02 nilai adsorban yang diperoleh berturut-turut 0.3 Karbohidrat Metode Nelson-Somogyi digunakan untuk mengukur kadar gula reduksi dengan menggunakan pereaksi tembaga-arsenol-molibdat. 2006) sehingga tingkat ketepatan pada saat praktikum sudah cukup baik. Proses pengujian sampel dilakukan dengan 2 kali pengujian dan 8 kali pengulangan.5. 0. Setelah itu divortex untuk menghomogenkan dan masukan ke dalam kuvet yaitu tempat untuk pembacaan absorbansi dan tahap terakhir masukan ke spektrofotometer yaitu alat untuk mengukur absorbansinya dengan panjang gelombang 540 nm. dan 1 ml. 0. Sehingga didapatkan rata-rata pada buah tomat sebesar 0. agar larutan tidak terlalu pekat.1653 dan 73.5 (Sumardjo. 0. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi maka nilai adsorban yang didapatkan juga akan semakin tinggi. 0.02. 0. 0.2245.2265. kemudian didinginkan dan ditambahkan 1 ml arsenomolybdat untuk mereduksi endapan kuprooksida menjadi molibdine blue berwarna biru. Hal pertama yang harus dilakukan menyiapkan tabung reaksi dan diisi dengan larutan sampel 0.2465. Kemudian dapat diketahui nilai SD dan RSD pada tomat sebesar 0.6. Nilai standar deviasi yang didapatkan sudah cukup akurat karena kurang dari 0.015. .01. 0. 0. 0.015. dengan konsentrasi berturut-turut 0. Kemudian menera larutan dengan 10 ml aquades.2. Kemudian ditambahkan 1 ml reagen Nelson untuk mereduksi kuprioosida menjadi kuprooksida setelah itu dipanaskan pada air selama 20 menit. 0. 0. 0. 0.4.37. 0. Percobaan penetapan kadar gula reduksi pada praktikum kali ini dengan menggunakan sampel buah tomat.63%. 0.159. 0.01.

584. Dari data SD tersebut dapat disimpulkan bahwa SD pada tahu mempunyai ketepatan dan ketelitian yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kadar lemak basis basah tidak sesuai dengan SNI. Hal ini menunjukakan bahwa data tersebut memiliki ketepatan dan ketelitian data yang rendah. Nilai RSD 71. Pada analisis kadar lemak memiliki nilai SD sebesar 5. 5.5.078% dan kadar lemak bk 7.0 % maka data tersebut memiliki ketetapan dan ketelitian data yang digunakan tinggi.5 maka data tersebut memiliki ketepatan dan ketelitian data yang rendah dan suatu bahan pangan yang di analisis memiliki nilai SD < 0. 1979).5 maka data tersebut memiliki ketepatan dan ketelitian data yang digunakan tinggi. protein dan senyawa yang mengandung nitrogen. Ini sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa suatu bahan pangan yang dianalisis memiliki nilai SD melebihi 0.4 Lemak Metode Soxhlet merupakan metode kuantitatif untuk menentukan kadar lemak dalam bahan pangan. bahwa suatu bahan pangan yang di analisis memiliki nilai RSD < 5.5 Protein Metode Kjeldahl merupakan metode yang sederhana untuk penetapan nitrogen total pada asam amino. Hal ini menunjukakan bahwa data tersebut memiliki ketepatan dan ketelitian data yang rendah. kadar protein tahu didapatkan bahwa . Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata kadar lemak bk 39. kadar lemak pada tahu sekitar 0. Perhitungan kadar lemak menggunakan metode soxhlet menggunakan sampel tahu sebanyak 5 gram pada 8 pengulangan. menggunakan pelarut yang lebih sedikit.815. Dengan menggunakan pelarut heksan. Berdasarkan Apriyanto (1989) menyatakan. dan pemanasan dapat diatur sederhana dan mempunyai ketepatan yang baik (Harper et al. Menurut SNI. Keuntungan dari metode soxhlet yaitu : metode ini dapat digunakan untuk sampel yang lunak dan yang tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung.452 %.5 %. Metode ini dilakukan dengan cara melarutkan sampel dalam pelarut organik yang telah dipanaskan. Dari data hasil perhitungan yang didapatkan.

sehingga nilai SD dari tahu dapat diterima.079 % (bb).357% dan 5.0705 % (bb) dan 0.6 mg.Fungsi larutan standart yodium ialah pereaksi untuk memperlihatkan jumlah vitamin C yang terdapat dalam sampel menjadi senyawa dehidro askorbat sehingga akan berwarna biru tua karena pereaksi yang berlebih. teliti %RSD 1. Kadar protein berat basah dan berat kering diperoleh nilai tertinggi pada ulangan ke-8 sebesar 0. Data tersebut menunjukkan bahwa kadar protein tahu belum sesuai dengan syarat mutu menurut SNI (1998) yaitu kadar protein tahu kedelai min 9. 5. sedang % RSD 2 . Nilai RSD pada tahu dalam berat basah dan berat kering yaitu sebesar 5.5. Namun pada pengujian sampel tahu termasuk didalam kategori tidak teliti karena % RSD yang dihasilkan melebihi angka 5.004 dan 0.rata-rata kadar protein pada sampel tahu sebesar 0. Sesuai AOAC (2005) menyatakan bahwa nilai SD yang memenuhi dan dapat diterima yaitu yang memiliki nilai SD <1.418 % (bk). Fungsi amilum ialah untuk meningkatkan kecepatan percobaan (sebagai indikator).357 %. Metode titrasi iodium adalah salah satu metode analisis yang dapat digunakan dalam menghitung kadar Vitamin C. Nilai SD berat basah dan berat kering pada bahan tidaklah jauh berbeda. Pada percobaan ini meggunakan metodeTitrasi Iodium. Sesuai yang tercantum dalam AOAC (1980) adalah sebagai berikut % RSD <1.395 % (bk). sementara pada sampel tahu dalam praktikum ini diperoleh data kadar protein sebesar 0. dan tidak teliti % RSD > 5.021.Reaksi ini .353 % (bk). Nilai SD pada tahu dalam bb dan bk yaitu sebesar 0.4 mg dengan kadar protein sebesar 0.083673% (bb) dan 0.6 Kadar vitamin C Pada pegukura kadar vitamin C meggunakan sampel buah tomat. begitu pula sebaliknya berat bahan sampel awal yang memiliki nilai terendah maka kadar protein berat basah dan berat kering yang dihasilkan juga akan memiliki nilai terendah yaitu pada ulangan ke-6 dengan berat bahan sampel 502.0 % (b/b).079 % (bb) dan 0. sebab berat bahan yang digunakan sebagai sampel ke-8 juga yang terbesar yaitu 591.

dan 18.6. Sehingga didapat rata-rata vitamin c pada 100 gram buah tomat terkandung 33 miligram Vitamin C. kadar vitamin c tertinggi diperoleh pada ulangan ke-8 yaitu sebesar 44 mg/100 gr sampel hal ini dikarenakan memilki volume titrsi yang paling besar. SD dan RSD di dapatkan hasil perhitungan berturutturut0. 26. Hal tersebut di atas juga dapat disebabkan oleh jenis sample (tomat) yang digunakan mungkin saja berbeda .0. Proses titrasi dilakukan sampai larutan dalam erlenmeyer berubah warna menjadi biru. Dari data tersebut jika dihitung dalam Berat basah kemudian di hitung rata-rata. setelah itu dititrasi dengan menggunakan I2 0. 31. setelah dilakukan sebanyak 8x. kemudian ditambahkan 1 mL amilum 1% sebagai indikator.033. Sedangkan menurut SNI kadar vitamin c pada 100 gram tomat adalah 34 miligram. warna biru yang dihasilkan merupakan iod-amilum yang menandakan bahwa proses titrasi telah mencapai titik akhir. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa semakin kecil volume titrasi maka semakin kecil kadar vitamin C pada bahan tersebut. 31. 39. Kadar vitamin C setelah perhitungan diperoleh hasil berturut-turut 33. indikator yang dipergunakan dalam analisa vitamin C dengan metode iodimetri adalah larutan amilum. Setelah sample ditimbang dan diencerkan. warna yang diperoleh adalah pada saat 15 detik pertama. Proses pengujian untuk sample tomat dilakukan dengan 2 kali pengenceran yaitu masing-masing 50 mL.6.01 N. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan ini. Sehingga jika lebih hasil yang diperoleh juga akan berbeda yang dapat mempengaruhi hasil yang sesungguhnya. Vitamin C memiliki sifat yang mudah rusak dan mudah larut dalam air. 28. dan dilakukan 8 kali pengujian sehingga saat praktikum dilakukan 8 kali titrasi.disebut reaksi iodimetri karena terjadi perubahan dari tidak berwarna (bening) menjadi berwarna biru tua. Sedangkan.5 ml. sehingga mudah teroksidasi. selanjutnya sample dipipet sebanyak 20 mL dan dimasukan dalam erlenmeyer.4. 33. 44 mg/100 gr sampel.006. ml titran yang digunakan mempunyai rata-rata 1.Pada saat titrasi.

semakin lama waktu mengekstrasi kandungan vitamin C akan semakin berkurang (Sudarmadji. Kadar dari vitamin C. dipengaruhi oleh beberapa faktor. semakin layu/kusut atau tidak segarnya vitamin menyebabkan kadar vitamin C yang terkandung dalam buah tersebut berkurang. tingkat keasaman. yaitu Keadaan buah tersebut.baik dari segi jenis. Waktu dalam mengekstrasi juga mempengaruhi kadar vitamin C. dan hal-hal lainnya yang menyebabkan ketidaksamaan data yang didapat. varietas. 1989) .

Kadar karbohidrat tomat 0.033% %. Kadar vitamin c tomat rata-rata bb & bk berturut-turut 0. 1. Kadar abu tahu rata-rata bb & bk berturut-turut 0. 2. 39.395% 6.225 % 4.BAB 6. PENUTUP 6. Kadar air tahu rata-rata bb & bk berturut-turut 85.079%.815%.2 Saran Saran untuk praktikum selanjutnya adalah agar pada saat praktikum keadaan dikondusifkan.57% 6.0. 0.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan. Kadar protein tahu rata-rata bb & bk berturut-turut 0.441% 3. .292 %.36%.82 %. Kadar lemak tahu rata-rata bb & bk berturut-turut 7. dapat disimpulkan bahwa: 1. 616. 0.078% 5.

1980. 2010. S. Lehninger. Kimia Organik. R. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Medan. 1998. Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Apriyanto. Silliker. Ginting. 1998. Jakarta: Erlangga Jeanist. Anton.E.litbang. Washington DC. et al. Jakarta: UI-Press Herlina. 2005. A.id/user/ptek97 24. Elliot.p79-90 Darmasih. Kluwer Academic/ Plenum Publisher. J. Bogor: IPB-press BSNI. 1980. 2006. AOAC. Lemak dan Minyak. M. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia USU.Jakarta :Penerbit Erlangga.SNI 01-3142-1998: Syarat Mutu Tahu. Analisis Pangan.deptan.Official Methods of Analysis of the Association of OfficialAnalytical Chemist. Yogyakarta : Liberty .H.DAFTAR PUSTAKA AOAC. Nielsen. 1982.Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Pengantar Kimia. Handout. In J. USA. Biokimia. New York Poedjiadi. Minyak Atsiri. Jakarta : Gramedia Pustaka. Rodwell W. dan Mayes PA.Jember: FTP UNEJ. 1979. N dan H. 2006. Analisa Pangan dan Hasil Pertanian. Fauzi. Christian. Prinsip Soxhlet. 1997. 1989. Santoso. Kimia Organik.B.Food Analysis Second Edition. Basic Principles of Chromatography. Jilid 1. S. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Sudarmadji. Reduced water activity. Jakarta (ID): EGC Ihma.go. Harper V.P. 2012. Analitik Pangan. 1984. Jakarta: Erlangga . Guenther. 1994.pdf. 1989.C. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia. 2002.H. peternakan.

2002. Analisis bahan makanan dan pertanian. dan Halid Hariyadi. Sumardjo. 2009. Pengantar Kimia. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Syarief.. 2006. R. Yogyakarta : Graha Ilmu. Jakarta. Malang: Laboratorium Kimia UMM..Teknologi Penyimpanan Pangan. Yogyakarta:Liberty. G. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Penguasaan Eksperimental.Penerbit Gramedia Aspek . 2008. Team Laboratorium Kimia UMM. 1993. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. S. Yogyakarta. B. Studi Kandungan Vitamin C pada Tumbuhan Kol. 1992.Sudarmadji. Wijanarko. Penuntun Praktikum Biokimia Bioligi. Tri Dewanti. Liberty.. 2010. F. S. Sudarmadji. Winarno. 2003. Jakarta: Arcan. Haryono dan Suhardi.

8548 – 10.0866 g U3 = 22.9759 – 10.55% × 100 % = 81.31% × 100 % = 83.0105 g U6 = 14. Berat Bahan Setelah Pengeringan Berat bahan setelah pengeringan = (berat cawan + bahan setelah pengeringan) – berat cawan U1 = 23.60+84.0761 g U8 = 16.1338) 5.0910 5.0761 (10.7556 – 23.0046 (23.9997 – 9.1447 – 10.9984 – 10.34% × 100 % = 85.9963 g B.6055 – 11.0109 g U4 = 15.0866 (10.04 +85.80+91.6555 – 10.0109 4.0570) × 100 % = 84.0866 5.9507 g U3 = 17.1338 = 5.20% × 100 % = 74. Kadar Air BB BB = U1 = U2 = U3 = U4 = U5 = U6 = U7 = U8 =  ?(?1−?2) 5.3564 – 11.55+81.7322 g U7 = 10.8548−10.0570 = 5.1216 = 5.9759−10.0075 (10.2268 = 0.0570 = 0.04% × 100 % = 85.1216) 5.8638 – 9.7322 g U6 = 10.34+85.31+83.0910 (17.9131 = 5.0105 (10.9963 = × 100 % = 86.2325 = 0.6092 = 0.1338 = 0.7472 g C.7716 g U8 = 12.9963 (12.07 .1321 – 10.0910 g U7 = 15.2325) 5.0075 5.0105 5.3029 – 10.8421 g U4 = 10.9124 = 5.0046 g U5 = 15.60% 5.1216 = 0.0034 – 16.2325 = 5.20+74.0109 (10.6092 = 4.6092) 4.0046 5.0761 5.9124 = 0.0075 g U2 = 15.80% × 100 % =91.7556−23.2268) Rata-rata = = × 100 % ? 5.6555−10.9124) 5.2400 – 10.2268 = 5.6986 g U5 = 10.9131 = 0.8638−9.9984−10.4230 g U2 = 10.56 8 8 = 84.0616 – 23.9131) 5.6456 – 16. Berat Bahan Awal Berat bahan awal = (berat cawan + bahan sebelum pengeringan) – berat cawan U1 = 28.3564−11.LAMPIRAN PERHITUNGAN  Kadar Air A.6456−16.72 672.72% U1+U2+U3+U4+U5+U6+U7+U8 ⅀? 86.

81% × 100 % = 435.8548−10.0570) (23.0109− (10.42) =√  160.37% × 100 % = 594.05−616.9963− (12.11 7 RSD = 7 = √22.04−616.1338) (10.07)² =√ =√ (8−1) (3.37+594.87−616.9759−10.37% × 100 % = 583.07)2 +(85.82)2 +(435.9984−10.1216) (10.2325) (10.31−84.9131) 5.62)+(0.2268) Rata-rata = =  ?− (?1−?2) × 100 % = 557.0761− (10.9124) (10.87% × 100 % = 1083.6456−16.37+583.2325) 5.72−84.81−616.82)2 +(594.05+568.2)+(1118.35% (17.6456−16.82)2 +(583.82)² =√ =√ (8−1) (0.8638−9.35−616.53)+(55.61)+(2.78 × 100 % = 84.07 × 100 % = 5.87+1083.82)2 + (1083.7556−23.1338) 4.0046− (23.88)+(1.9131) (10.20−84.07)2 +(83.2268) 5.0570) 5.0075− (10.60−84.6092) (12.80−84.67% U1+U2+U3+U4+U5+U6+U7+U8 ⅀? 616.42) 7 .76)+(87.67 4934.0105− (10.8638−9.7556−23.05% × 100 % = 568.67−616.81+435.6092) × 100 % = 616.37−616.55−84.9759−10.1216) 5.6555−10.1)+(218079.07)2 +(85.07)²+(74.07)2 +(91.8548−10.82)²+(568.82)2 +(557.04% × 100 % = 495.87 = 4.34)+(0.95)+(7.9)+(3475.3564−11.07)2 + (81.53 8 SD = √ 8 = 616.82)2 +(495.6555−10.41)+(14827.78 ?? ẋ 4.3564−11.04+495.9124) 5.35+557.9984−10.37−616. Kadar Air BK BK = U1 = U2 = U3 = U4 = U5 = U6 = U7 = U8 =  = × 100 % ?1−?2 5.66)+(32681.93)+(2318.34−84.69 % D.0910−(17.04−84.07)2 +(84. SD = √ (U1−ẋ)²+(U2−ẋ)²+(U3−ẋ)²+(U4−ẋ)²+(U5−ẋ)²+(U6−ẋ)²+(U7−ẋ)²+(U8−ẋ)² (?−1) (86.9)+(504.0866− (10.82 (U1−ẋ)²+(U2−ẋ)²+(U3−ẋ)²+(U4−ẋ)²+(U5−ẋ)²+(U6−ẋ)²+(U7−ẋ)²+(U8−ẋ)² (?−1) (616.

=√  273006.52 7 RSD = ?? ẋ = √39000.8238 .8.4552 = 0.2503 .49 × 100 % = 616.0145 Ulangan 4 E = 8.2358 D = 15.49 197.93 = 197.0151 .7427 =5 =5 B.8625 = 0.4697 – 10. Berat sampel setelah pengabuan (g) E=C-A Ulangan 1 E = 10.4697 D = 14.4679 .2530 – 8.0127 Ulangan 3 E = 9.0077 = 4.82 × 100 % = 32. Berat sampel sebelum pengabuan (g) D=B–A Ulangan 1 Ulangan 2 D = 13.4552 = 5.4534 – 10.8441 – 8.8.2951 =5 =5 Ulangan 7 Ulangan 8 D = 13.10.0172 = 4.4920 – 8.9982 Ulangan 3 Ulangan 4 D = 14.8087 D = 13.8087 = 0.9.9816 Ulangan 5 Ulangan 6 D = 15.0135 Ulangan 2 E = 8.02 %  Kadar Abu A.2358 = 0.8760 .8164 – 9.2951 – 9.7427 – 8.4920 D = 13.8625 = 5.

5070 .2890% Ulangan 4 F = 5.Ulangan 5 Ulangan 6 E = 10.2710% Ulangan 6 = 0.7427 = 0.2951 = 0.0151 = 0.4920 = 0.4845 .9982 × 100% = 0.304% Ulangan 8 × 100% F= 0.0159 5 × 100% = 0.9816 × 100% = 0.0148 5 × 100% Ulangan 7 0.8.0152 Ulangan 8 E = 8.2541% Ulangan 3 0.0145 F = 5.9.3015% Ulangan 5 0.0077 × 100% F= 0.0150 5 = 0.8.0135 F = 4.0152 5 × 100% = 0.318% .296% F= = 0.0159 C.3% 0.10.0127 F = 4.7586 .4697 = 0.0172 × 100% F= 0.0150 E = 8.3103 . Kadar abu BB (%) ? F = ? × 100% Ulangan 1 Ulangan 2 0.0148 Ulangan 7 E = 9.

502% Ulangan 8 0.76 × 100% = 1.? × 100% Ulangan 1 0.5711% .76 × 100% = 1.304 G = 100−79.76 × 100% = 1.4624% Ulangan 7 0.3015 G = 100−79.2541 G = 100−79.2710 G = 100−79.296 G = 100−79.2554% Ulangan 3 0.76 ? G = 100−?.4896% Ulangan 5 0.76 × 100% = 1.4278% Ulangan 4 0.D.76 × 100% = 1. Kadar abu BK (%) Kadar air tahu = 79.76 × 100% = 1.76 × 100% = 1.3 G = 100−79.3389% Ulangan 6 0.4822% Ulangan 2 0.76 × 100% = 1.318 G = 100−79.2890 G = 100−79.

1/10 = 0.000151 6 1. RSD = ?? × 100% ӿ 0.86% = 6.05 Ulangan 5 : 0.????? 8−1 = √0.????? 8−1 = √0.1/10 = 0.00041 = 0.25/10 = 0.1 Ulangan 7 : 1.3389 0.2917 × 100% = ?.000449 6 0.075 Ulangan 6 : 1/10 = 0.1 RSD = ?? ӿ × 100% ?.015 Ulangan 8 : 0.2890 3 Basis kering Ulangan Ulangan E.00288 ӿ = 0.00062 8 1.4278 0. SD = = √∑(?−ӿ)2 ?−1 √?.00000729 2 1.3015 0.07018 ӿ = 1. Konsentrasi (Sampel) Ulangan 1 : 0/10 = 0 Ulangan 2 : 0.2/10 = 0.00006889 7 1.025 Ulangan 4 : 0.4896 0.4822 0.4412 1.2 b. Standar Deviasi dan RSD Basis basah Kadar abu BK (%) (x-ӿ)2 1 1.Kadar abu BB (%) (x-ӿ)2 1 0.001414 2 0.01046 5 0.502 0.15 Ulangan 8 : 2/10 = 0.3336 ∑(x-ӿ)2 = 0.02 Ulangan 5 : 0/10 = 0 Ulangan 6 : 0.00018 0.? = 0.00234 4 0.5/10 = 0.02 .02 SD = = √∑(?−ӿ)2 ?−1 √?.000428 4 1.1/10 = 0.01004 = 0.5292 ∑(x-ӿ)2 = 0.2541 0.01 Ulangan 7 : 0.2710 0.2554 0.02 2.15 /10 = 0.4624 0.75/10 = 0.2917 ∑x = 11.003696 7 0.304 0.0345 0.2/10 = 0.015 Ulangan 4 : 0.01 Ulangan 3 : 0.15 /10 = 0.318 0.5711 0.5/10 = 0.001681 8 0.94%  Kadar Gula pereduksi a.000096 3 1.01 Ulangan 3 : 0.00001849 5 1.296 0.016874 ∑x = 2. Konsentrasi (Kurva Standart) Konsentrasi = V (mL)/10 Ulangan 1 : 0/10 = 0 Ulangan 2 : 0.???? × 100% = 6.3 0.

025 + 0.021+0.05-0.076)2 + (0.2 + 0 + 0 + 0.148)/2 = 0.2-0.1-0.076)2 + (0.01-0.1 + 0.076)2 + (0.068 15 SD konsentrasi = √ = √0.076)2 + (0.05-0.076)2 + (0.076)2 + (0.1-0.075-0.076)2 + (0.05 + 0.075 + 0.00453 = 0.075- 0.075 + 0.150 .0155 Ulangan 3 : (0.1.152+0.025-0.076 ? 100% = 89.068 0.060+0.068 = 0.01-0.076)2 + (0.076)2 + (0.15-0.076)2 + (0.2 16 = 0.15 + 0.15-0.383 % Rata Rata Absorbansi 1 Ulangan 1 : 0+0 = 0 Ulangan 2 : (0.076)2 + (0.15 + 0.025 + 0.076)2) = 0.068 RSD konsentrasi = ?? ̅ ? x 100% 0.076 Standart Deviasi Konsentrasi 2 √∑(?? − ? ̅) ?−1 ̅) ∑(?? − ? 2 = ((0-0.01 + 0.025-0.1 + 0.076)2 + (0.076)2 + ((00. Kurva Standart Rata-rata Konsentrasi 0 + 0.010)/2 = 0.052)/2 = 0.076) 2 + (0.056 Ulangan 4 : (0.05 + 0.2-0.076)2 + (0.01 + 0.

37% .30566)2 + (0.3835+0.15∑(?? − ? 0.407+0.445)/2 = 0.2075+ 0.30566)2) = 0.107 Ulangan 12 : (0.406)/2 = 0.2075-0.0345+0.789+0+0.4495+0.628)/2 = 0.1935-0.629+0.30566)2 + (0.043+0.107+0.645+0.629 Ulangan 8 : (0.209+0.4065 Ulangan 7 : (0.Ulangan 5 : (0.15+0.30566)2 + (0.2426 RSD = ?? ̅ ? x 100% 0.30566)2 + (0.196+0.0155+0.30566)2 + (0.30566)2 + (0.206)/2 = 0.30566)2 + (0.384+0.30566)2 + (0.30566)2 + (0.3835-0.824-0.0.7081+0.8827 0.789-0.056+0.8827 SD = √ 16−1 = √0.646+0.827+0.4950. 194 Ulangan 6 : (0.4065+0.30566)2 + (0.30566)2 + (0.789 Ulangan 9 : 0+0=0 Ulangan 10 : (0.107-0.383) = 0.0588467 = 0.109+0.0155-0.105)/2= 0.056-0.454+0.2426 = 0.4065-0.824 Rata-rata absorbansi 2 (0+0.645-0.797) = 0.3835 Ulangan 14 = (0.0345 Ulangan 11 : ( 0.30566)2 + (0.30566)2 + (0-0.4495 Ulangan 15 : (0.026)/2 = 0.0345-0.645 Ulangan 16 = (0.2075 Ulangan 13 = (0.30566 2 ̅) = ((0-30566)2 + (0.630+0.644)/2 = 0.824)/16 = 0.821)/2 = 0.30566 ? 100% = 79.191)/2 = 0.30566)2 + (0.1935+0.6290.

0079 = 0.2245)2 + (0.0000625 = 0.247+0.462)/2 = 0.2265+0.37+0+0.342)/2 = 0.015-0.01125 ? 100% = 70.341 Ulangan 8 : (0.162+0.23)/2 = 0.159+0.01125)2 + (0.2465-0.2245)2 + (0.2245) 2 + (0.015+0.2245)2 + (0.341+0.2265-0.01+0.02-0.01125)2 + (0.0079 RSD = ?? ̅ ? x 100% 0.01-0.442+0.37 Ulangan 5 : 0+0 = 0 Ulangan 6 : (0.01-0.453 Rata-rata absorbansi 2 = 0+0.341-0.2465+0.01125)2 + (0.453-0.2465 Ulangan 7 : (0.01125)2 + (0-0.0004375 ?? = √ 0.02+0+0.020.2245 2 ̅) = ((0-0.01125)2 = 0.2245)2 = 0.34+0.01+0.015-0.2.02 8 = 0.0004375 7 = √0.156)/2 = 0.453 8 = 0.191718 .2245)2 + (0.015+0.2265 Ulangan 4 : (0.159 Ulangan 3 : (0. Sampel Rata-rata konsentrasi 0+0.37∑(?? − ? 0.2245)2 + (0-0.342+0.22% Rata-rata absorbansi 1 Ulangan 1 : 0+0 = 0 Ulangan 2 : (0.01125)2 + (0.01125 ∑(?? − ̅ ?)2 = ((0-0.159-0.396)/2 = 0.2245)2 + (0.246)/2 = 0.01125)2 + (0.01125)2 + (0.223+0.

908 % Kadar lemak bk = 29.015 0.301 g Kadar lemak bb = ????? ????? ????? ?????? 100% Ulangan 5 berat lemak = 35.0.1 0 0 0.2245 ? 100% = 73.63% Kurva dengan nilai R terbesar Absorban (rata-rata kurva sampel) Ulangan 5-8 0.02 0.1653 RSD = ?? ̅ ? x 100% 0.2 Linear (Absorban (ratarata)) 0.4 0.9974 0.0064 R² = 0.3 Absorban (rata-rata) 0.005 0.0942 100% = 5.908 100−80 100% = .5 y = 22.7724 = kadar lemak bb = 0.01 0.301 5.557x + 0.025  Kadar Lemak Berat lemak = berat labu lemak dan ekstrak lemak – berat labu lemak kosong 0.1653 = 0.027339 = 0.191718 8−1 SD = √ = √0.0734 – 34.54 % ????? ????? ?? 100− ????? ??? 100% kadar lemak bk = 5.

720 % Rata-rata Kadar lemak bb = 4.2859 5.5 % kadar lemak bk = 4.33.2859 g berat lemak = 32.Kadar air tahu = 80 % Ulangan 6 Ulangan 1 0.4135 – 32.405 + 5.815 8 .025 % kadar lemak bk = 4.7 % kadar lemak bb = 0.594 % kadar lemak bb = 0.33.485% Ulangan 4 berat lemak = 32.214 + 18.435 % Ulangan 7 Ulangan 2 0.908 +5.7 +3 .594 = 7.7571 = 0.6962 – 34.487 + 4.0375 kadar lemak bk = 3.405 % kadar lemak bb = 0.214 100−80 100% = 21.8408 = berat lemak = 32.1721 5.497 + 14.2123 100% = 4.0789 100% = 4.07 % Ulangan 8 Ulangan 3 0.2368 = berat lemak = 34.0627 – 33.0129 .7 100−80 100% = 28.2012 = 0.2807 5.2279 5.0424 100% = 5.7457 5.0539 100% = 3.2330 = 0.214 % 5.487 % kadar lemak bk = 5.8948 .8348 = 0.5227 – 32.9391 g kadar lemak bb = 0.2123 g kadar lemak bb = 0.7457 g kadar lemak bb = 0.497 100−80 100% = 92.6141 = berat lemak = 35.0662 100% = 14.720 + 5.405 100−80 100% = 17.594 100−80 100% = 27.2807 g berat lemak = 33.2279 g kadar lemak bb = 0.1721 g berat lemak = 34.0182 100% = 5.97 % kadar lemak bk = 18.487 100−80 100% = 22.9391 5.9787 – 32.497 % kadar lemak bk = 5.077 100% = 18.

435 + 21.6 + 29.5 + 17.078 8 .54 + 28.485 + 73.97 = 39.07 +92.Kadar lemak bk = 22.025 + 27.

008 ? 1 533. ??? + ???.7 = 0.???−??.5) ? 0.???)²+(??.01407? 5.923 100% = 71.01407% Kadar Protein (%) = 0.???−?.5−0.008 ? ? ?? ?????ℎ Kadar Protein (%) = ? ????? (%)? ?????? ???????? Ulangan 1 (27.7 = 0. ??? + ??.584 7.???)²+(??.?−?.02 ? 14.??−??. ??? + ????.584 100% = 71.454 %  Kadar Protein N Total (%) = (?? ???−?? ??????)? ? ??? ? 14.???−?. ??? + ?.923 39.5) ? 0. ??? + ???.???)² ?−? =√ ???.???)²+(?.07984% .?? RSD = ? 27.02 ? 14. ??? ? =√ ????.??−??.008 ? 1 N Total (%) = = 0.???−??.???−?.815 = 5.???−??.???−?.7 = 0.078 = 27.???−?.???)²+ (?.???)²+(?.?−??.???)² ?−? =√ =√ ??. ??? + ???.??−??.080199% Ulangan 3 (26−0.Standar Deviasi Bb = √ (?.07984% Ulangan 2 N Total (%) = (27.014007? 5.3−0.?−??.???)² + (?. ??? ? ???.???)²+(??.???)²+ (??.???−?.??? ? RSD = 5.452 % Bk = √ (??.5) ? 0. ??? + ??.014007? 5. ??? + ?. ??? + ??. ??? + ??.???)²+(??.???)²+(??.6 = 0. ??? + ???.???−?.???)²+(??.008 ? 1 N Total (%) = = 0. ??? + ????.02 ? 14. ??? + ?. ??? + ???.014007% 540 Kadar Protein (%) = 0.???)²+ (??.???)²+(?.???)²+(??.014007% 510 Kadar Protein (%) = 0.

079011% Ulangan 8 N Total (%) = (31.2) ? 0.2) ? 0.013862? 5.012379% Kadar Protein (%) = 0.7 = 0.075714% Ulangan 5 (31.7 = 0.2) ? 0.7 = 0.013283? 5.2) ? 0.55 % = = = = = 0.4−0.7 = 0.6 = 0.4 = 0.013862% Kadar Protein (%) = 0.014618? 5.014679% Kadar Protein (%) = 0.7 = 0.008 ? 1 516.014618? 5.5) ? 0.Ulangan 4 N Total (%) = (25−0.02 ? 14.5 = 0.02 ? 14.008 ? 1 591.02 ? 14.033 % × × 100 % ×100 .008 ? 1 529.013283% Kadar Protein (%) = 0.02 ? 14.014618% 596 Kadar Protein (%) = 0.2−0.3−0.070559% Ulangan 7 N Total (%) = (26.083323% Ulangan 6 N Total (%) = (22.008 ? 1 502.4−0.02 ? 14.083673%  Kadar Vitamin C Tomat :20 gram Pelarut : 100 Ml aquades 100 Fator Pengencer = 20 = 5 Kadar air = 94 % Ulangan 1 dan 2 db wb = = = 0.012379? 5.008 ? 1 N Total (%) = = 0.7 = 0.

Ulangan 3 dan 4 db wb = ×100 = = 0.026 % × × 100 % ×100 .43 % = = = = = 0.52 % = = = × = = 0.031 % wb × 100 % Ulangan 5 db = = = 0.

029 % × × 100 % ×100 .Ulangan 6 db wb = ×100 = = 0.48 % = = = = = 0.67 % = = = × = × 100 % Ulangan 7 wb = 0.04 % = db = = 0.

10-5 .031+ 0.033 – 0.033 – 0.033+ 0.55+ 0.033 -0.031+ 0.033)² = (0.044 % – Rata wb = 0.029)² =0 =0 = 4.267 8 = 0.57 %  Standart Deviasi (X .033 – 0.10-6 =4.52+ 0.9.73 % = = = × = × 100 %  Rata = 0.10-5 =4.10-5 =1.033+ 0.033 – 0.031)² = (0.026+ 0.033 – 0.48+ 0.040)² = (0.52+ 0.Ulangan 8 db wb = ×100 = = 0.033 % Db = = 0.026)² = (0.9.67+ 0.6.044 = 8 0.10-6 = 4.43+ 0.45 8 = 0.029+ 0.033)² = (0.73 8 4.031)² = (0.x1)² (X – x2)² (X – x3)² (X – x4)² (X – x5)² (X – x6)² (X – x7)² = (0.040+ 0.55+ 0.033 -0.

57 – 0.033 = × 100 = 18 0.006 bk = ? = ?? ? 0.000243 bb = √ = √ 8−1 = (0.x1)² (X – x2)² (X – x3)² (X – x4)² (X – x5)² (X – x6)² (X – x7)² (X – x8)² Σ (X – xn)² ?−1 0.0.1243 = 0.19 .87 bk = √  bb = = √0.353 RSD ?? = 4 ×10-4 × 100 = 17.57 – 0.57 – 0.098 0.52)² = (0.67)² = (0.87 = √8−1 = √0.10-4 Σ (X – xn)² =2.033 – 0.57 .044) ² =1.57 – 0.55)² = (0.43 × 10-4 Σ (X – xn)² ?−1 0.57 – 0.5 ×10-3 = 2 ×10-2 = 1 ×10-2 = 8.57 .0.52)² = (0.006 0.48)² = (0.57 = 4 ×10-4 = 2.(X – x8)² = (0.1 ×10-1 = 2.5 ×10-3 = 2.6 ×10-2 = 0.21.0000347 = 0.57 – 0.55)² = (0.73)² Σ (X – xn)² (X .43)² = (0.

Kadar Air No. Di eksikatorselama 15 menit . Penimbangandalambotoltimbang 5g 3. 1. Gambar Keterangan Penimbangansampel 2.LAMPIRAN FOTO a.

Kadar abu No. Penimbangandalambotoltimbang 5g 4.b. Di eksikatorselama 15 menit . 1. Gambar Keterangan Penimbangansampel 2.

4.c. Persiapansampel 2. Kadar Karbohidrat N o Gambar Keterangan 1. danarsenomolibdat 3. Pengukurannilaiabsorbansmenggunakanrefrakto meter Ektraksi 5. . Penambahan CaCO3 Penambahansampel. reagen nelson.

.

Eksikatorselama 15 menit Pengovenansampelselama 6 jam . Sampel (Tahu) 2. Kadar Lemak No .d. Gambar Keterangan 1. 4. Penimbangansampeldankertassaringsebelumdiekstr aksi 3.

PenambahanLarutanHeksan 6.5. Destilasipelarut yang adadalamlabulemakdanlemak yang dihasilkan . EkstraksiSoxhlet 7.

Lemakditimbangsampaidiperolehberat yang konstan e. Kadar Protein No 1 Gambar Keterangan Pengecilan ukuran tahu .8. Lemakdiovendandieksikator 9.

2 Labu Kjeldahl 3 Destilator 4 Biuret 5 Titrasi f. Vitamin C No Gambar Keterangan .

1 Larutan Iodin 3 Labu Takar 4 Proses sentrifugasi 5 Proses penyaringan .

Penambahan amilum 1 % 6 7 Proses Titrasi 8 Campuran Slury dan Aquades .