You are on page 1of 3

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR

SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
STAD PADA MATERI VIRUS DI KELAS XF SMA NEGERI 2
PONTIANAK
A. LATAR BELAKANG
Guru sebagai tenaga professional dituntut bisa membimbing peserta
didik dalam mengembangkan suatu strategi pembelajaran yang tepat dalam
proses pembelajaran tersebut. Tujuan utama penerapan starategi pembelajaran
adalah membimbing peserta didik untuk belajar mandiri. Dari hal inilah
seorang guru harus bisa memahami karakteristik dari masing-masing siswa,
materi dan metodologi pembelajaran yang berkaitan dengan pemilihan
model-model pembelajaran dalam proses pembelajaran tersebut yang banyak
melibatkan banyak siswa.
Namun demikian, meskipun sikap positif terhadap perubahan telah
diakomodir oleh guru, bukan berarti bahwa guru akan terbebas sama sekali
dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran di kelas sepertinya akan selalu memunculkan
permasalahan seiring dengan perkembangan pribadi peserta didik dan seiring
juga perkembangan sekolah dan tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.
Terkait dengan hal ini tugas guru ialah merespon dan mencari pemecahan
terhadap setiap permasalahn yang timbul sepanjang masih dalam batas
jangkauan kompetensi dan profesinya demi terciptanya suasana belajar yang
lebih baik dan kondusif dan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan.
Seperti halnya yang terjadi dalam pembelajaran biologi kelas X
semester 1 SMA N 2 Pontianak, khususnya dalam penguasaan materi ciri-ciri
virus: “struktur dan ciri, Kasus-kasus penyakit yang disebabkan virus, Peran
virus dalam kehidupan, Jenis-jenis partisipasi remaja dalam menanggulangi

Menurut siswanya terkait masalah pembelajaran diantaranya: guru hanya ceramah saja dalam pembelajarannya. Hal tersebut tentunya berdampak terhadap hasil belajar siswa. Untuk itu penulis mencoba menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut pula dengan istilah Classroom Action Research. Dari semua yang ditemukan diatas. Dari jumlah total 36 siswa hanya 30% saja yang aktif melakukan tanya jawab selebihnya siswanya sibuk sendiri dan ada yang kelihatan bengong dan melamun. kurang bergairah. Namun respon siswa terkait motivasi dan hasil belajar siswa tetap saja masih kurang. diharapkan juga dapat menarik minat siswa. dan lain sebagainya. main-main sendiri. berbica dengan teman ketika dijelaskan. Penulis juga wawancarai siswa terkait permasalahan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD . menyenangkan.virus HIV dan lainnya”. kurang memperhatikan. Sehingga perhatian yang terpusat hanya pada gurunya saja (Student Center) sehingga memberi catatan kepada siswa. melibatkan siswa aktif dan mengembangkan kemampuan berpikir serta kerjasama saling membantu antara satu dengan yang lainnya. . Berdasarkan hasil observasi pada materi pembelajaran virus. hal ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan siswa merasa kebingungan karena guru hanya bercerita saja melainkan tidak mencontohkan atau mendemonstrasikan secara langsung. mendorong penulis untuk mencari solusi alternative berupa sebuah model pembelajaran yang diharapkan mampu membantu siswa atau peserta didik menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran biologi. Melalui wawancara. guru sebenarnya sudah mengajarkan dengan cara yang baik agar semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajarannya. Pendekatan dengan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

. Menurut Trianto (2009: 68). status social ekonomi. pembelajaran kooperatif mengajarkan keterampilan bekerja sama dalam kelompok atau teamwork.Banyak ahli berpendapat bahwa metode pembelajaran kooperatif ( cooperative learning) memiliki keunggulan dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Selai itu juga. Pembelajaran kooperatif sangat menekankan tumbuhnya aktivitas dan interaksi dintara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran demi tercapainya prestasi belajar yang optimal. Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diformulasikan dengan judul sebagai berikut:” UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI VIRUS DI KELAS XF SMA NEGERI 2 PONTIANAK”. Pembelajaran kooperatif juga dinilai bisa menumbuhkan sikap multicultural dan sikap penerimaan terhadap perbedaan antar-individu. pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran. gender. tes. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta dapat merefleksikan diri bagi guru demi tercapainya proses pembelajaran yang lebih baik. penyampaian materi. agama. penghargaan kelompok. budaya. dan lain sebagainya. baik itu menyangkut perbdaan kecerdasan. ras. kegiatan kelompok.