You are on page 1of 3

PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN

LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BAB III
GRAVITY CONCENTRATION

3.1. Dulang
3.1.1. Dasar Teori
Dulang merupakan alat pengolahan bahan galian tradisonal dengan
mamanfaatkan berat jenis suatu material. Berat jenis mineral yang dapat dilakukan
proses ekstraksi menggunakan alat dulang harus lebih besar dari 3,00 gram/cm3.
Dalam proses pendulangan mineral berharga yang biasanya didulang adalah emas
dan intan. Pendulangan adalah salah satu metode gravity concentration yang paling
sederhana dan juga paling murah serta sering dipakai oleh para masyarakat karena
hanya memerlukan alat dulang.
(Tisnajaya, 2011)
Panning atau mendulang merupakan salah satu cara dalam pengambilan
sampel dalam eksplorasi. Panning memiliki keterbatasan dalam jumlah konsentrat
yang dapat terambil sehingga metode panning tidak digunakan dalam skala besar
atau skala perusahaan.
Panning digunakan untuk mengetahui jumlah penyebaran mineral berharga
yang tertransportasi oleh aliran sungai dari batuan induknya. Peta aliran sungai
sangatlah penting dalam menentukan tempat penyebaran mineral berharga. Setiap
lokasi aliran sungai akan diambil sampel dengan menggunakan panning. Apabila
hasil yang ditemukan terdapat adanya mineral berharga maka akan terus dilakukan
penyelidikan menuju ke arah hulu sungai untuk menemukan mineral induknya.
Apabila hasil dari pengambilan sampel menggunakan panning mulai berkurang
mineral berharganya maka akan dihentikan proses pencariannya.
Secara prinsip, kegiatan dulang merupakan pemisahan konsentrat dari
tailing-nya, dimana material konsentrat yang mempunyai berat jenis lebih besar akan
tertahan di bagian dasar alat dulang, sedangkan yang lebih ringan berat jenisnya
dan dianggap sebagai tailing ikut larut bersama aliran air.
(Tisnajaya, 2011)
3.1.2. Alat dan Bahan
a.

Alat

Kelompok VI

fungsinya adalah alat yang digunakan untuk memisahkan konsentrat dengan pengotornya (tailing). Mencampurkan konsentrat dengan pasir kuarsa. Menyisihkan material yang sudah terpisah dengan konsentrat mengganggu proses pemisahan material lain yang belum terpisahkan. fungsinya untuk mengeringkan puya setelah proses pendulangan. Sendok. 3) Timbangan. Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah: 1) Pasir kuarsa. g. d. Membuat lapisan terpal pada bak penampungan agar air dapat tertampung dengan baik. Melakukan penetrasi sampai ada proses pemisahan antara material dengan konsentrat. 2) Pasir besi. k.3. Alat tulis. Kelompok VI agar tidak .PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: 1) Dulangan. Prosedur Kerja a. Mengisi air pada bak dengan ketinggian air kira-kira 100 cm. f. e. Menyiapkan alat dulang. fungsinya sebagai tempat penampungan air dan tempat proses dulang dilakukan. h. 3) Air. Memasukkan campuran konsentrat ke dalam alat dulang. Melakukan penetrasi memutar dengan memberikan campuran air yang telah tersedia pada bak penampungan. 2) Bak air. fungsinya untuk menimbang berat sampel sebelum dan sesudah dulang (panning) sehingga dapat menentukan recovery dulang.1. 4) Cawan. Menyiapkan material lain (pasir kuarsa) di tempat terpisah c. fungsinya sebagai material konsentrat. 6) 8) b. 3. Menimbang konsentrat (pasir besi) b. fungsinya sebagai material tailing. berfungsi untuk memindahkan material. j. fungsinya sebagai media untuk proses dulang. fungsinya sebagai tempat untuk menaruh puya sebelum dilakukan pengeringan. fungsinya untuk mencatat hasil pengamatan. 5) Oven. i. Mengecek terpal kembali dan pastikan tidak ada air yang keluar dalam jumlah cukup besar.

3.5 R = 77.05 gram.1. Data Hasil Pengamatan Dari praktikum yang telah dilakukan.04 gram Kadar Konsentrat (c) = 23 % Ditanya : Recovery (R) Jawab : R = Cc x 100 % Ff 158.4.5.04 x 23 % R = x 100 % 2250 x 2. Mencatat hasil analisa. m. Mengambil dan mengeringkan konsentrat. 3. Perhitungan Diketahui : Feed (F) = 2250 gram Kadar Feed (f) = 2.1. Menimbang berat hasil dari aliran konsentrat dan menganalisa.09 % 3634. diperoleh data hasil pengamatan konsentrat sebesar 158.09 % Konsentrat (C) = 158.92 R = x 100 % 4702. selanjutnya dengan rumus yang ada dilakukan perhitungan recovery.29 % Jadi Recovery yang di dapat dari hasil percobaan adalah 77.PRAKTIKUM PENGOLAHAN BAHAN GALIAN LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT l.29 % Kelompok VI . n.