You are on page 1of 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP)

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)


A. TUJUAN
1. Tujuan Intruksinasional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta memahami tentang
penyakit jantung koroner (PJK).
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan 75% peserta dapat :
a. Klien dan Keluarga mengetahui definisi penyakit jantung koroner
(PJK).
b. Klien dan Keluarga mengetahui faktor resiko penyakit jantung
koroner (PJK).
c. Klien dan Keluarga mengetahui tanda dan gejala penyakit jantung
koroner (PJK).
d. Klien dan Keluarga mengetahui pencegahan penyakit jantung koroner
(PJK).
e. Klien dan keluarga mengetahui komplikasi penyakit jantung koroner
(PJK).

B. PELAKSANAAN KEGIATAN
1.

Topik
PJK (Penyakit Jantung Koroner)

2.

Sasaran
Keluarga pasien yang dirawat di Ruang ICCU

3.

Metode
Ceramah, tanya jawab dan diskusi.

4.

Media dan Alat


Leaflet.

5.

Waktu dan tempat


Hari / tanggal : Selasa, 09 Februari 2016
Waktu

: 11.00 - 12.00 WIB

Tempat: Ruang ICCU


6.

Pengorganisasian

7.

Moderator
Pemateri
Observer
Uraian Tugas

: Miftakhul Janah
: Yuyun Andriyani
: Andreas Kristanto

a. Moderator

Membuka acara

Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing

Menjelaskan tujuan dan topik

Menjelaskan kontrak waktu

Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada pemateri

Mengarahkan alur diskusi

Memimpin jalannya diskusi

Menutup acara

b. Pemateri
Mempresentasikan materi untuk penyuluhan.
c. Observer

Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.

Memotivasi peserta untuk berperan aktif dalam jalannya


penyuluhan

Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari peserta

C. KEGIATAN PENYULUHAN
No
1

Waktu
5 menit

Kegiatan Terapi
Pembukaan :
Perkenalan mahasiswa
Perkenalan dengan dosen
Menjelaskan tujuan
Menjelaskan kontrak waktu
20 menit Materi :
Menggali pengetahuan tentang
penyakit jantung koroner (PJK)
Memberi reinforcement positif
Menjelaskan pengertian
penyakit jantung koroner (PJK)
Menjelaskan faktor resiko
penyakit jantung koroner (PJK)
Menjelaskan tanda dan gejala
penyakit jantung koroner (PJK)
Menjelaskan pencegahan
penyakit jantung koroner (PJK)
Menjelaskan komplikasi
penyakit jantung koroner (PJK)
10 menit Penutup :
Memberi kesempatan pada
peserta untuk bertanya atas
penjelasan yang tidak dipahami
Menjawab pertanyaan yang
diajukan
Menyimpulkan diskusi
Melakukan evaluasi
Mengucapkan salam

Kegiatan Peserta
Memperhatikan

Moderator

Menjelaskan
Dan
Memperhatikan

Pemateri

Memberikan
pertanyaan

Moderator
Pemateri

Memperhatikan
Berpartisipasi
Menjawab
pertanyaan
Menjawab salam

D. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur

2.

Peran

Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana

60% peserta menghadiri penyuluhan

Tempat, media dan alat penyuluhan sesuai rencana

Evaluasi Proses

Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan

Waktu yang dilaksanakan sesuai pelaksanaan

70% peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan

Observer


3.

70% peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan

Evaluasi Hasil
Peserta mampu:
a. Menyebutkan pengertian penyakit jantung koroner (PJK) dengan bahasa
sendiri.
b. Menyebutkan faktor resiko penyakit jantung koroner (PJK)
c. Menjelaskan tanda dan gejala dari penyakit jantung koroner (PJK)
d. Menjelaskan komplikasi penyakit jantung koroner (PJK)
e. Menyebutkan upaya pencegahan dari penyakit jantung koroner (PJK)

MATERI PENYULUHAN

A. DEFINISI
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang ditandai dengan
penyempitan pembuluh darah jantung ( Joewono, 2003).
B. FAKTOR RESIKO
Penyebab penyakit jantung koroner (PJK) adalah :
a. Lemak dan pengaturan makanan
Terdapat hubungan langsung antara resiko penyakit jantung
koroner dan kolesterol darah. Kolesterol ditransport dalam darah dalam
bentuk lipoprotein, 75% LDL (Lemak jahat) dan 20% dalam bentuk HDL.
Kadar kolesterol yang rendah memiliki peran yang baik pada PJK dan
terdapat hubungan terbalik antara kadar HDL dan insidensi PJK.
b. Kebiasaan Merokok
Sekitar 24% kematian PJK pada laki-laki dan 11% pada perempuan
disebabkan kebiasaan merokok. Pengaruh merokok terhadap kejadian PJK
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Timbulnya aterosklerosis.
Peningkatan trombogenesis dan vasokonstriksi.
Peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.
Provokasi aritmia jantung.
Peningkatan kebutuhan oksigen otot jantung.
Penurunan kapasitas pengangkutan oksigen.
Setelah 1 tahun berhenti merokok resiko PJK turun menjadi normal

setelah 4 tahun berhenti merokok.


c. Kegemukan atau obesitas
Terdapat saling keterkaitan antara berat badan, peningkatan tekanan darah,
peningkatan kolesterol, diabetes mellitus, dan tingkat aktivitas rendah.
d. Kencing manis atau diabetes
Resiko terjadinya PJK pada pasien diabetes mellitus adalah 2-4 kali lebih
tinggi dari populasi umum dan tidak terkait dengan keparahan atau dengan
durasi diabetes mellitus. Meskipun diabetes merupakan faktor resiko untuk

PJK juga berkaitan dengan adanya abnormalitas metabolisme lipid,


obesitas, hipertensi sistemik dan peningkatan trombogenesis.
e. Hipertensi Sistemik
Resiko PJK berhubungan langsung dengan tekanan darah, untuk setiap
penurunan tekanan diastolik sebesar 5 mmHg resiko PJK berkurang
sekitar 16%.
f. Jenis kelamin dan hormon seks
Morbiditas PJK pada laki-laki 2 kali lebih besar dibandingkan perempuan,
dan terjadi hampir 10 tahun lebih dini pada laki-laki daripada perempuan.
Estrogen endogen pada perempuan bersifat protektif terhadap insidensi
PJK.
g. Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga PJK pada keluarga yang langsung berhubungan darah
yang berusia kurang dari 70 tahun merupakan faktor resiko independen
untuk terjadinya PJK. Terdapat beberapa bukti bahwa riwayat keluarga
yang positif dapat mempengaruhi usia terjadinya PJK pada keluarga dekat.
h. Kelas Sosial
Resiko kematian akibat PJK lebih tinggi pada kelas sosial ekonomi rendah
daripada kelas sosial ekonomi tinggi.
i. Kepribadian
Stres baik fisik maupun mental merupakan faktor resiko PJK. Perilaku
yang rentan terjadinya PJK antara lain : agresif, kompetitif, kasar, sinis,
keinginan untuk dipandang, keinginan untuk mencapai sesuatu, gangguan
tidur, dan kemarahan di jalan.
j. Aktivitas Fisik
Olahraga yang teratur berkaitan dengan penurunan insidensi PJK sebesar
20-40%.
k. Pembekuan darah
Beberapa faktor pembekuan darah dapat mempengaruhi insidensi kejadian
PJK termasuk kadar fibrinogen, aktivitas fibrinolitik endigen, viskositas
darah, dan kadar faktor VII dan VIII.
l. Infeksi
Infeksi oleh chlamidia pneumoniae tampaknya berhubungan dengan
adanya penyakit koroner arterosklerotik.
m. Alkohol
Alkohol dalam dosis rendah meningkatkan trombolisis endogen
mengurangi adesi platelet dan meningkatkan kadar HDL dalam sirkulasi,
namun peningkatan dosis alkohol dikaitkan dengan peningkatan mortalitas

kardiovaskuler karen aritmia, hipertensi sistemik dan kardiomiopathy


dilatasi.
C. TANDA DAN GEJALA KLINIS
1. Nyeri dada iskemik (Angina Pektoris)
2. Sesak nafas
3. Perasaan melayang
4. Pingsan
D. PENCEGAHAN
Faktor resiko yang dapat diubah :
1. Kurangi konsumsi makanan lemak atau minyak dalam makanan sehari2.
3.
4.
5.
6.
7.

hari.
Hindari kebiasaan merokok.
Kontrol berat badan dalam batas normal.
Olahraga teratur.
Ikuti pengaturan makanan bagi penderita kencing manis.
Hindari stres.
Hindari konsumsi alkohol.

1.
2.
3.
4.

Faktor resiko yang tidak dapat diubah :


Riwayat keluarga
Jenis kelamin dan hormon seks
Kepribadian
Pembekuan darah

E. KOMPLIKASI
1. Aritmia ( gangguan irama jantung )
2. Kegagalan pompa jantung

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah , Volume 2. Jakarta:
EGC.
Supartondo. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Balai Penerbit
FKUI
Suyono, Slamet. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3. Jilid I II.
Jakarta.: Balai Penerbit FKUI
Joewono. 2003. Ilmu Penyakit Jantung. Surabaya : Airlangga University.