You are on page 1of 17

BAB I

KONSEP MEDIS
1.1 Definisi
Osteomielitis adalah infeksi tulang. Infeksi tulang lebih sulit disembuhkan daripada
infeksi jaringan lunak karena terbatasnya asupan darah, respons jaringan terhadap inflamasi,
tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum (pembentukan tulang baru di
sekeliling jaringan tulang mati). Osteomielitis dapat menjadi masalah kronis yang akan
mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas. (Brunner,
suddarth. 2001).
Osteomielitis adalah infeksi akut tulang yang dapat terjadi karena penyebaran infeksi dari
darah (osteomielitis hematogen) atau, yang lebih sering setelah kontaminasi fraktur terbuka
atau reduksi bedah(osteomielitis eksogen). (Elizabeth, corwin. 2009).
Osteomyelitis didefinisikan sebagai infeksi pada tulang. Terdiri atas kata osteon (tulang)
dan myelo (sumsum) digabungkan dengan itis (peradangan) sehingga didefinisikan sebagai
penyakit klinis di mana tulang terinfeksi oleh mikroorganisme. (Luca Lazzarini, 2004)
1.2 Etiologi
Osteomielitis terjadi sebagai invasi langsung ke dalam jaringan tulang dari luka yang
terbuka, fraktura tulang atau sebagai infeksi sekunder. pada organ – organ tubuh yang jauh
dari tulang misalnya : radang tenggorokan karena streptokokkus atau pneomonia bakterial.
Phatogen utama adalah: staphylococcus aureus, Eschericia coli, Streptococcus phygenus dan
Basilus tuberculosa.
Pada bayi, patogen yang paling sering ditemukan dari darah atau tulang yaitu
Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, dan Escherichia coli. Namun, pada anakanak lebih dari 1 tahun, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Haemophilus
influenzae yang paling sering ditemukan. Setelah usia 4, kejadian infeksi Haemophilus
influenzae berkurang, dan keseluruhan insiden H. influenzae sebagai penyebab osteomielitis
secara dramatis menurun dengan penggunaan vaksin H. influenzae.
Cara penyebaran mikroorganiseme sebagai berikut :
- Penyebaran hematogen (melalui darah) dari fokus infeksi di tempat lain (mis. Tonsil
yang terinfeksi, lepuh, gigi terinfeksi, infeksi saluran nafas atas). Osteomielitis akibat
penyebaran hematogen biasanya terjadi ditempat di mana terdapat trauma.

dolor. menjalani pembedahan sendi sebelum operasi sekarang atau sedang mengalami sepsis rentan. atau memerlukan evakuasi hematoma pascaoperasi. anoreksia. mendapat terapi kortikosteroid jangka panjang. tumor. cedera - traumatik seperti luka tembak. 2001) 1. Ulkus dekubitus yang terinfeksi atau ulkus vaskuler) atau kontaminasi langsung tulang (mis. suddarth. (Brunner.1 Pengkajian Keperawatan . mengalami infeksi luka mengeluarkan pus. pasien yang menderita artritis reumatoid. Anggota yang terkena bernanah dan bengkak karena adanya infeksi. malaise karena adanya proses septikemi. . Selain itu. kalor.- Penyebaran infeksi melalui jaringan lunak (mis. pembedahan tulang) Pasien yang beresiko tinggi mengalami osteomielitis adalah mereka yang nutrisinya buruk. begitu pula yang menjalani pembedahan ortopedi lama. tidak dapat menggunakan anggota bersangkutan. BAB II KONSEP KEPERAWATAN 2. Fraktur terbuka.Nyeri tulang dekat sendi.Panas tinggi. kegemukan atau penderita diabetes.3 Manifestasi Klinis . lansia. fungsi larsa) - dan nyeri tekan. mengalami nekrosis insisi marginal atau dehisensi luka. telah di rawat lama dirumah sakit. pembengkakan lokal (tanda-tanda radang akut : rubor.

fraktur terbuka. Pola ADL Meliputi kebiasaan klien sehari-hari dirumah dan di RS dan apabila terjadi perubahan pola menimbulkan masalah bagi klien.kulit atau infeksi gigi dan infeksi saluran kemih) pada masa lalu. umur. Selain itu juga osteomielitis juga membutuhkan perawatan yang lama sehingga mengganggu klien dalam melakukan aktifitas. agama. Riwayat kesehatan sekarang Biasanya pasien mengeluh nyeri pada daerah yang terkena. rasa cemas. anoreksia. pendidikan. leukositosis meningkat. alamat. peningkatan suhu tubuh. di sini umur sangat berpengaruh terhadap terjadinya osteomielitis karena pada data yang didapat osteomielitis lebih sering mengenai anak umur 2-10 tahun karena pada masa tersebut. anak-anak aktivitasnya lebih aktif sebab osteomielitis bisa juga disebabkan oleh trauma. 7. tanggal masuk. diabetes. bengkak dan kemerahan. kultur darah 50% meningkat positif. Serta identifikasi adanya trauma tulang. timbul tandatanda peradangan. 3. dan takut. nomor register. 6. nyeri tekan. 2. Kebiasaan sehari-hari . diagnosa medis dan data penunjang lainnya. anemia. Riwayat kesehatan keluarga Apakah ada anggota keluarga lainnya menderita penyakit yang sama ataupun mempunyai penyakit keturunan atau penyakit menular lainnya. Jenis kelamin juga sangat berpengaruh dimana anak laki-laki lebih aktif dari pada anak wanita sehingga trauma lebih mudah terjadi. adanya faktor resiko (misalnya lansia.sinusitis. LED meningkat. Pada pemeliharaan kebersihan badan mengalami penurunan karena klien tidak dapat melakukan sendiri. Data biografi yang terdiri dari : nama. Pada pemenuhan kebutuhan nutrisi kemungkinan didapatkan muntah serta anoreksia. 5. pyereksia. pekerjaan. terapi kortikosteroid jangka panjang) atau infeksi lainnya (bakteri pneumonia. status perkawinan. Tanyakan mengenai riwayat pembedahan tulang. 4. Anamnesa 1. Riwayat kesehatan masa lalu Apakah sebelumnya pasien pernah menderita penyakit yang sama dan apakah pasien sebelumnya juga pernah dirawat. Riwayat psikososial Pada klien dengan osteomielitis sering muncul masalah konsep diri body image yang disebabkan karena mengalami gangguan perubahan keterbatasan gerak. Hal ini menumbuhkan stress.

3. Pemeriksaan laboratorium a. Pemeriksaan feses : Pemeriksaan feses untuk kultur dilakukan apabila terdapat kecurigaan infeksi oleh bakteri salmonella. Pemeriksaan fisik 1. terutama penurunan kekuatan  dan tahanan karena nyeri. timbul tanda-tanda peradangan.Palpasi area sekitar tulang yang terinfeksi biasanya menjadi bengkak dan terasa lembek. . dan adanya cairan - purulen. Selain itu. serta keterbatasan rentang gerak  pada area yang sakit. pengobatan antibiotik harus didasarkan pada . TTV Tekanan darah menurun. Pemeriksaan Kultur Bakteri Dalam kasus osteomyelitis hematogen.Klien biasanya mengeluhkan mengalami gangguan. LED meningkat. eritema. Move . peningkatan suhu tubuh. asalkan ada bukti radiografi osteomyelitis. Identifikasi adanya kelemahan umum akibat reaksi sistemik infeksi (pada osteomielitis akut). demam dan keluarnya pus dari sinus disertai nyeri. Kaji apakah terdapat cedera. . b. Pemeriksaan penunjang 1. nyeri tekan. pernafasan lemah sehingga tanda tidak adekuatnya pengembalian darah pada 48 jam pertama. . tahanan.Dengan adanya nyeri. bengkak dan kemerahan.Kaji gejala akut seperti nyeri tekan.Identisikasi peningkatan suhu tubuh kulit diarea sekitar tulang yang terinfeksi. Darah : pemeriksaan darah memperlihatkan peningkatan leukosit dan peningkatan laju endapan darah. c. pembengkakan nyata. infeksi atau bedah ortopedi sebelumnya. Palpasi (Feel) .Kaji pembengkakan. Keadaan umum Biasanya pasien mengeluh nyeri pada daerah yang terkena. pemeriksaaan biopsi tulang tidak perlu dilakukan dengan adanya pemeriksaan kultur bakteri pada darah. 2. leukositosis meningkat. anoreksia. nadi cepat. Inspeksi (Look) . Adanya keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit.Observasi adanya daerah inflamasi. kultur darah 50% meningkat positif. terutama penurunan kekuatan. 4. pyereksia. anemia. 5. kebiasaan sehari-hari klien juga dapat mengalami gangguan.

Radiografi biasanya tidak akan menunjukkan perubahan litik sampai setidaknya 50 sampai 75% dari matriks tulang yang hancur. c. maka pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan scan radionuklida. MRI (Magnetic Resonance Imaging) Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menjadi alat yang semakin berguna untuk diagnosis sepsis muskuloskeletal. seperti peningkatan kepadatan sumsum terjadi pada awal infeksi. secara umum. 2. Namun. Penampilan khas osteomyelitis akut pada scan MRI yaitu daerah lokal sumsum normal dengan intensitas sinyal menurun pada gambar T1 dan intensitas sinyal meningkat pada gambar T2. dan gas intramedulla ditunjukkan pada pasien dengan osteomielitis hematogen. Namun. penebalan periosteal dan / atau elevasi. pemeriksaan ini biasanya tidak diperlukan untuk mendiagnosis osteomielitis pada tulang panjang. b. Pemeriksaan Radiologik a. SCAN Radionuklida Saat diagnosis osteomyelitis perlu untuk dilakukan pengukuran tentang sejauh mana tulang dan/atau jaringan lunak yang mengalami peradangan. Teknesium polifosfat 99m Tc memindai terjadinya peningkatan akumulasi isotop di tempat terjadinya peningkatan aliran darah dan pembentukan tulang baru reaktif karena adanya infeksi. Daerah tertular biasanya tampak gelap. CAT scan juga dapat membantu mengidentifikasi area tulang nekrotik dan menilai keterlibatan daerah jaringan lunak. sequaestra (pembentukan tulang padat). dan osteopenia fokal. perubahan yang pertama kali terlihat adalah pembengkakan jaringan lunak. e. kavitas iregular. Bone scan . d.pemeriksaan kultur bakteri. Sedangkan pada fase lesonik terlihat pembengkakan lebih besar. agar dapat dicocokkan antara bakteri dan terapi anti bakterinya sehingga mempercepat proses penyembuhan bila memungkinkan. Radiografi Dalam kasus osteomyelitis hematogen. peningkatan periosteum. Sinar-X Pada fase akut. pemeriksaan sinar-X awal hanya menunjukkan pembengkakan jaringan lunak. karena biayanya yang mahal. Kultur bakteri harus dilakukan sebelum terapi antimikroba dimulai. pemeriksaan MRI digunakan jika belum mendapatkan diagnosis yang pasti tentang adanya osteomielitis. Perhitungan aksial tomografi (CAT) mungkin memainkan peran dalam diagnosis.

MRI. dimulai pemberian terapi antibiotika IV dengan tujuan untuk mengontrol infeksi sebelum aliran darah ke daerah tersebut menurun akibat terjadinya trombosis. menunjukkan adanya perbedaan dengan infeksi jaringan lunak. PET dan emisi foton tunggal computed tomography (SPECT) adalah teknik yang sangat akurat untuk evaluasi osteomyelitis kronis.  Penatalaksanaan Daerah yang terkena harus diimobilisasi untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah terjadinya fraktur. Antibiotic beads yang terdapat dipasaran saat ini . Para ahli mengembangkan pemberian antibiotika lokal dalam bentuk antibiotic beads. jaringan purulen dan nekrotik diangkat (debridement) lalu daerah itu diirigasi secara langsung dengan larutan salin fisiologis steril. g. Saat ini penanganan osteomielitis kronis masih merupakan masalah dalam bidang orthopaedi. Debridemen dan pemberian antibiotika merupakan penatalaksanaan yang dianut. Bila infeksi tampak telah terkontrol. atau leukosit scintigraphy. Fluorodeoxyglucose-Positron emission tomography (PET FDG-) scan Fluorodeoxyglucose-Positron emission tomography (PET FDG-) scan adalah teknik baru yang telah menunjukkan akurasi diagnostik tertinggi untuk mendiagnosis adanya osteomyelitis kronis jika dibandingkan dengan skintigrafi tulang. Sasaran awal terapi adalah mengontrol dan menghentikan proses infeksi. Selanjutnya terapi antibiotika dilanjutkan (Smeltzer & Bare. Bila penderita tidak menunjukkan respon terhadap terapi antibiotika. Radiolabeled antibiotik scan Radiolabeled antibiotik scan adalah tes diagnostik yang cepat mendeteksi infeksi pada lesi. f.Pada pemeriksaan sidik tulang dengan menggunakan tehcnetum-99 maka akan terlihat gambaran abnormal dari tulang berupa peningkatan uptake pada daerah yang aliran darahnya meningkat dan daerah pembetukan tulang yang cepat. Agen ini mungkin terbukti membedakan antara infeksi dan lesi inflamasi steril. Seringkali antibiotika yang diberikan secara oral maupun parenteral tidak dapat mencapai lokasi infeksi dengan baik. Begitu spesimen kultur telah diperoleh.2002:2344). terutama dari kerangka aksial. antibiotika dapat diberikan per oral dan dilanjutkan sampai 3 bulan. Dengan sidik tulang ini juga dapat ditemukan atau ditentukan lokasi terjadinya infeksi atau dapat juga dengan menggunakan gallium. tulang yang terkena harus dilakukan pembedahan.

2 Diagnosa Keperawatan 1. Sedangkan kejadian osteomielitis setelah empat minggu pengobatan pada kelompok ketiga adalah 0% (angka keberhasilan 100%). Ansietas . Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari kebutuhan 4. Gangguan Citra Tubuh 8. Pada minggu ke-4 dilakukan pemeriksaan klinis. Keletihan 5. Harga diri rendah 9. Kelompok kedua debridemen diikuti pemberian ceftriakson intravena. angka kejadian osteomielitis setelah pengobatan adalah 20% (angka keberhasilan 80%). 2005) 2. Hipertermi 3. Kerusakan integritas kulit 7. Digunakan 30 ekor kelinci jantan yang masing-masing dilakukan induksi osteomielitis pada tulang radius kirinya dengan menggunakan kuman Staphylococcus aureus. Ukuran beads 3x5 mm. Ceftriaxone impregnated beads dibuat dengan mencampur 2 gram bubuk ceftriakson dan 40 gram polimetilmetakrilat secara steril. Pada kelompok pertama. Hambatan Mobilitas Fisik 6.sangat mahal. Kelompok ke-3 debridemen diikuti pemberian ceftriakson intravena dan ceftriaxone impregnated beads. Kelompok pertama hanya dilakukan debridemen. Setelah empat minggu kembali dievaluasi secara klinis. radiologis. Selanjutnya dibagi menjadi tiga kelompok dengan jumlah setiap kelompoknya sepuluh kelinci. biakan kuman dan histopatologis. kejadian osteomielitis pada akhir empat minggu terapi adalah 60% (angka keberhasilan 40%). biakan kuman dan histopatologis untuk membuktikan adanya osteomielitis. Pada kelompok kedua. Med J Indones (dalam Andri. radiologis. Nyeri Akut 2. Kesimpulan: kombinasi antibiotik sistemik dengan ceftriaxone impregnated beads lebih efektif dari antibiotik sistemik. sehingga kami mencoba membuat antibiotic beads sendiri dengan menggunakan bahan aktif ceftriakson.

contoh :   keluhan dan tindak Analgesic Administra  Tentukan lokasi. duras  Mampu mengontrol nyeri (tahu  dan faktor presipita Observasi reaksi no nonfarmakologi untuk mengurangi  ketidaknyamanan Evaluasi bersama p penyebab nyeri. pencahaya Kurangi faktor pres Pilih dan lakukan p dengan durasi kurang dari 6 bulan.No 1 Diagnosa Keperawatan Nyeri Akut (00132) Domain 12 Kelas :1 (satu) Definisi : Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang muncul secara actual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan (Asosiasi Studi Nyeri Internasional): serangan mendadak atau pelan intensitasnya dari ringan sampai berat yang dapat diantisipasi dengan akhir yang dapat diprediksi dan Tujuan / Kriteria Hasil Interv NOC : NIC :  Pain Level  Pain control  Comfort level Pain Management  Lakukan pengkajia komprehensif terma Kriteria Hasil : karakteristik. tampak   menentukan interve Ajarkan tentang tek Kolaborasikan deng capek. penurunan interaksi  dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi. ka dan derajat nyeri se  obat Cek instruksi dokte  dosis. sulit atau gerakan kacau. kontrol nyeri masa Kontrol lingkungan mempengaruhi nye ruangan. kerusakan proses berpikir. dan frekuens Tentukan pilihan an  tipe dan beratnya n Pilih rute pemberia . mencari bantuan)  Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan kesehatan lain tenta  manajemen nyeri  Mampu mengenali nyeri (skala. non f vital dalam rentang normal   verbal Fakta dari observasi Posisi antalgic untuk menghindari  personal) Kaji tipe dan sumbe     nyeri Gerakan melindungi Tingkah laku berhati-hati Muka topeng Gangguan tidur (mata sayu. mampu menggunakan tehnik nyeri.   menyeringai) Terfokus pada diri sendir Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu. frekuensi dan tanda Batasan karakteristik : nyeri) Menyatakan rasa nyaman  Laporan secara verbal atau non setelah nyeri berkurang Tanda (farmakologi. intensitas.

menemui orang lain  dan/atau aktivitas. aktivitas  pengobatan nyeri se Berikan analgesik t berulang-ulang) Respon autonom (seperti  saat nyeri hebat Evaluasi efektivitas gejala (efek sampin diaphoresis. wa kulit Berikan cairan intr Kompres pasien aksila Tingkatkan intake  kenaikan suhu tubuh diatas     rentang normal kulit kemerahan takikardi pertambahan RR Kolaborasi : Faktor yang berhubungan:  peningkatan metabolisme  Berikan pengobat  penyebab demam Berikan pengobat  terjadinya menggig Ajarkan pada pa . merintih.jalan-jalan. kimia. nadi dan  dilatasi pupil) Perubahan autonomic dalam tonus otot (mungkin dalam rentang dari  lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif (contoh : gelisah. 2 psikologis) Hipetermi (00146) NOC: NIC: Domain 9  Thermoregulation    : Kelas : 2 (Dua) Kriteria Hasil: Defenisi: Suhu tubuh naik diatas rentang normal Batasan Karakteristik:  Suhu tubuh dalam rentang normal  Nadi dan RR dalam rentang normal  Tidak ada perubahan warna kulit   dan Monitor suhu mini Monitor tekanan da Monitor suhu. perubahan nafas. nafas panjang/berkeluh kesah) Perubahan dalam nafsu makan dan minum Faktor yang berhubungan : Agen injuri (biologi. fisik. perubahan tekanan darah. waspada. iritabel. menangis.

psikologis atau ekonomi. Kriteria Hasil :  Adanya peningkatan berat Batasan karakteristik: .Berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal .Perasaan ketidakmampuan untuk mengunyah makanan .Suara usus hiperaktif Kaji adanya ale Kolaborasi den badan sesuai dengan tujuan  Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan  Mampu mengidentifikasi  nutrisi yang dib Anjurkan pasie  meningkatkan i Anjurkan pasie   meningkatkan p Berikan substan Yakinkan diet y mengandung ti kebutuhan nutrisi  Tidk ada tanda tanda malnutrisi  Menunjukkan peningkatan  mencegah kons Berikan makan ( sudah dikonsu fungsi pengecapan dari menelan  Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti .Kelemahan otot yang digunakan untuk menelan/mengunyah .Kehilangan BB dengan makanan cukup . Nutrition Monitoring     BB pasien dalam b Monitor adanya pe Monitor lingkunga Jadwalkan pengoba .  3 keletihan akibat pa Dehidrasi ketidakmampuan/penurunan kemampuan untuk berkeringat Nutrisi kurang dari kebutuhan (00002) Domain: 2 Kelas NOC : NIC :  Nutritional Status : food and :1 Definisi : Nutrition Manageme   Fluid Intake  Nutritional Status : nutrient Intake menentukan jum Intake nutrisi tidak cukup untuk keperluan metabolisme tubuh. misinformasi  gizi) Ajarkan pasien  catatan makana Monitor jumlah  kandungan kalo Berikan inform  nutrisi Kaji kemampu Faktor-faktor yg berhubungan : Ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan atau mengabsorpsi mendapatkan n zat-zat gizi berhubungan dengan faktor dibutuhkan biologis.Kurangnya informasi.

4 Keletihan (00093) tidak selama jam m  Monitor turgor kul  Monitor kalori dan NIC: NOC: Domain 4 Kelas 3  Toleransi aktivitas  Katahanan Definisi: Manajemen energi  Mengatur peng Rasa letih yang luar biasa dan terus mengobati atau menerus serta penurunan kapasitas Kriteria Hasil: kerja fisik serta mental pada tingkat  Pasien dan mengoptim Membantu dal yang biasanya. asupan diet m penghematan energi  Menjaga keseimbangan aktivitas Batasan Karakteristik:  dan istirahat  Mempertahankan nutrisi yang     Keletihan Penurunan libido Menurunnya kinerja Ketidakmampuan  mempertahankan rutinitas Ketidakmampuan untuk mengembalikan  menunjukan adekuat  Melaporkan untuk bahwa yang seimbang Lakukan peruju jika keletihan  energi fungsi keluarga Konsultasikan tentang cara terpulikan setelah istirahat asupan makan  energi meskipun setelah tidur tinggi Menjelaskan keletihan dan Faktor yang Berhubungan:  keadaan penyakit penyakit Ajarkan peng teknij  manaje mencegah kele Ajarkan pa terdekatnya un dan gejala kele 5 Hambatan mobilitas Fisik (00085) Domain 4 Kelas 2 Definisi : Keterbatasan dalam kebebasan untuk pergerakan fisik tertentu pada bagian tubuh atau satu atau lebih NOC :     Joint Movement : Active Mobility Level Self care : ADLs Transfer performance Kriteria Hasil :  Klien meningkat dalam aktivitas NIC : Exercise therapy : am  Monitoring vital si latihan dan lihat re  latihan Konsultasikan deng .

Kesulitan berbalik (belok) .ekstremitas Batasan karakteristik : .Pergerakan yang lambat .Penurunan waktu reaksi . goyangan yang berlebihan pada posisi lateral) . kesulitan memulai jalan.Postur tubuh yang tidak stabil selama melakukan kegiatan rutin harian .Perubahan gaya berjalan (Misal : penurunan kecepatan berjalan.Usaha yang kuat untuk perubahan gerak (peningkatan perhatian untuk aktivitas lain.Keterbatasan kemampuan untuk melakukan kebutuhan Bantu klien untuk keterampilan motorik halus kebutuhan ADLs s . langkah sempit. fokus dalam anggapan ketidakmampuan aktivitas) .Bergerak menyebabkan tremor  ADLs. mengontrol perilaku. Ajarkan pasien bag .Keterbatasan ROM .Tidak ada koordinasi atau pergerakan kemampuan Dampingi dan Ban yang  mobilisasi dan ban tersentak-sentak .Bergerak menyebabkan nafas menjadi pendek . kaki diseret.Keterbatasan kemampuan untuk melakukan keterampilan motorik kasar fisik  Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas  Memverbalisasikan perasaan tentang rencana am  tongkat saat berjala dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah  Memperagakan penggunaan alat  cedera Ajarkan pasien ata  lain tentang teknik Kaji kemampuan p  mobilisasi Latih pasien dalam . Berikan alat Bantu  memerlukan.

elastisitas. nyeri .Intoleransi aktivitas/penurunan kekuatan dan stamina .Indeks massa tubuh diatas 75 tahun percentil sesuai dengan usia .Terapi pembatasan gerak .Kerusakan kognitif .Pengobatan .Kerusakan lapisan kulit (dermis) dipertahankan (sensasi.Kerusakan muskuloskeletal dan neuromuskuler .Gangguan permukaan kulit temperatur.Kurang pengetahuan tentang kegunaan pergerakan fisik .Tidak nyaman.Keengganan untuk memulai gerak Kerusakan integritas kulit (00046) Domain 11 Kelas 2 Definisi: perubahan epidermis dan atau NOC NIC  Tissue Integrity : Skin and Mucous Pressure Managemen Membranes  Anjurkan pasien   pakaian yang long Hindari kerutan pa Jaga kebersihan k  dan kering Mobilisasi pasien   setiap dua jam sek Monitor kulit akan Oleskan lotion a  pada daerah yang Monitor aktivitas d dermis Kriteria Hasil : Batasan karakteristik : . kontrol dan atau masa 6. pigmentasi) (epidermis)  Tidak ada luka/lesi pada kulit  Perfusi jaringan baik  Menunjukkan pemahaman dalam Faktor yang berhubungan : Eksternal : proses - mencegah Kelembaban kulit perbaikan kulit terjadinya dan cedera .Gangguan pada bagian tubuh  Integritas kulit yang baik bisa .Faktor yang berhubungan : . . .Kerusakan persepsi sensori . hidrasi.Depresi mood atau cemas .Penurunan kekuatan otot.

kultural/spiritual.Perubahan sensasi .Defisit imunologi .Kehilangan bagian tubuh .Perubahan sirkulasi .Bagian tubuh tidak berfungsi Faktor yang berhubungan: Biofisika (penyakit kronis). trauma/injury.Secara verbal menyatakan perubahan gaya hidup lain dalam kelo . pengobatan (pembedahan. kem  penyakit Dorong klien m  perasaannya Identifikasi arti  pemakaian alat Fasilitasi konta sosial . penyakit.Depersonalisasi bagian tubuh . kognitif/persepsi (nyeri kronis). 8 kemoterapi. krisis situasional. radiasi) Harga Diri Rendah Situasional NOC: NIC: .Perubahan status metabolik .Perasaan negatif tentang berulang  Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami NOC: NIC :  Body image  Self esteem Body image enhancem  Kaji secara ver  Body image positif  Mampu mengidentifikasi  respon klien ter Monitor frekue kekuatan personal  Mendiskripsikan secara factual  dirinya Jelaskan tentan Kriteria hasil: perubahan fungsi tubuh  Mempertahankan interaksi tubuh perawatan.Perubahan turgor (elastisitas kulit) Gangguan body image (00118) Domain 6 Kelas 3 Definisi: Gangguan kemampuan untuk melakukan ADL pada diri Batasan Karakteristik: .Internal : 7 .Perubahan aktual struktur dan fungsi tubuh .

(00120)  Tingkat depresi TINGKATKAN HAR Domain 6 Kelas 2  Kualitas Hidup  Definisi:  Harga diri Berkembangnya persepsi negatif terhadap harga diri dalam berespon terhadap sesuatu saat ini (spesifik) Batasan karakteristik : - evaluasi diri bahwa individu tidak mampu menghadapi peristiwa - evaluasi diri bahwa individu tidak mampu menghada[I situasi - perilaku tidak asertif - verbalisasi meniadakan diri diri      - Kerusakan/gangguan fungsi - Kurangnya  9 Gangguan fungsional - Perubahan peran sosial Ansietas ( 00146 ) Domain 9 kelas 2 Definisi : Perasaan gelisah yang tak jelas dari fasilitasi lingkunga dapat meningkatka  anjurkan keluarga u dorongan/dukunga pengakuan/penghargaan - bantu klien untuk m hidup yang realisti Faktor yang berhubungan : Gangguan gambaran diri valuasi bersama kl dan sekarang tubuh tang tegak  - yakinkan klien bah menghadapi situsi sosial dengan sifat terbuka  Mampu mempertahankan postur berikan reward pos keberhsilan dan ke membangun  Berpartisipasi dalam hubungan eksplorasi keberha dicapai klien  Tingkat percaya diri naik  Menerima kritik yang Dorong klien untuk perasaannya Kriteria Hasil:  Verbalisasi penerimaan diri Monitor pernyataan  kolaborasi denga ti pemberian medikas NOC :  Anxiety control  Coping  Impulse control KriteriaHasil : ketidaknyamanan atau ketakutan yang  Klien mampu mengidentifikasi disertai respon autonom (sumner tidak dan mengungkapkan gejala NIC : Anxiety Reduction (p kecemasan)  Gunakan pendekat  menenangkan Nyatakan dengan j  pelaku pasien Jelaskan semua pro .

 keamanan dan men Berikan informasi    diagnosis.  dirasakan selama p Pahami prespektif stres Temani pasien unt disebabkan dari antisipasi terhadap mengungkapkan dan bahaya. Sinyal ini merupakan menunjukkan tehnik untuk  mengontolc emas  Vital sign dalambatas normal  Posturtubuh. ketakuta Instruksikan pasien  teknik relaksasi Berikan obat untuk peringatan adanya ancaman yang akan datang dan memungkinkan individu untuk mengambil langkah untuk bahasa tubuh dan tingkat menyetujui terhadap tindakan. aktivitas menunjukkan Batasan Karakteristik : berkurangnya kecemasan Perilaku :   Penurunan Produktivitas Mengekspresikan kekhawatiran akibat perubahan dalam peristiwa      hidup Gelisah Memandang sekilas Kontak mata buruk Resah Menyelidikdan tidak waspadah Afektif :          Gelisah Kesedihan yang mendalam Distres Ketakutan Fokus pada diri sendiri Peningkatan kekhawatiran Gugup Perasaan takut Khawatir   Fisiologis : Wajah tegang Insomnia kecemasan . tindakan Dengarkan dengan Identifikasi tingka Bantu pasien meng  menimbulkan kece Dorong pasien unt  perasaan. perasaan keprihatinan cemas  Mengidentifikasi. ekspresiwajah.spesifik atau tidak diketahui oleh individu).

The Journal of Bone & Joint Surgery. Price. Jakarta: Department of Orthopaedic and Traumatology.Jakarta: EGC. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Osteomyelitis (Journal). 2014. Volume 3.Buku Saku diagnosis Keperawatan. Daniel and Francis. S Dohar L Tobing.dkk. dan Paruhum U Siregar.A Sylia. Jason. University of Indonesia Brunner and Suddarth. Jon Mader. Osteomyelitis of the Long Bones. Journal Osteomyelitis in Long Bones (Journal). National Institutes of Health.EGC:Jakarta Willkinsan Judith M. Luca Lazzarini. Manring. Faculty of Medicine. USA: US National Library of Medicine. 2004. and Jason Calhoun. 2009.2011. Patofisiologi Edisi 6 volume 2.DAFTAR PUSTAKA Andri MT Lubis. 2001. New England: The New England Journal of Medicine. The use of ceftriaxone impregnated beads in the management of chronic osteomyelitis. and Shirtliff.Edisi 9.dkk.EGC:Jakarta . 2000.2005.