You are on page 1of 16

Value For Money Audit

Dan
Proses Audit Kinerja
Disusun oleh :
Ruzam Almas
F1315084
Kelas C Beasiswa STAR BPKP Batch 3
1. Tujuan Pembelajaran
I.

Agar mahasiswa dapat memahami konsep value for money
audit dan proses audit kinerja

II.

Agar mahasiswa dapat memahami tujuan value for money
audit dan proses audit kinerja

III.

Agar mahasiswa dapat memahami serta paham praktek dan
langkah-langkah dalam value for money audit dan proses
audit kinerja

2. Pembahasan
I.

Pendahuluan
Kinerja suatu organisasi dinilai baik jika organisasi yang
bersangkuan mampu melaksanakan tugas-tugas dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada standar yang tinggi
dengan biaya yang rendah. Secara teknis kinerja yang baik bagi
suatu organisasi dicapai ketika administrasi dan penyediaan jasa
oleh organisasi yang bersangkutan dilakukan pada tingkat yang
ekonomis, efisien dan efektif. Audit kinerja atau value for money
audit meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Salah satu
hal

yang

membedakan

Value

For

Money

audit

dengan

conventional audit adalah dalam hal laporan auditnya.
II.

Karakteristik Value for Money Audit
Audit

kinerja

meliputi

audit

ekonomi,

efisiensi

dan

efektivitas, yang pada dasarnya merupakan perluasan dari audit
keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya.

1 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t &

Proses Audit Kinerja

hasil auditnya adalah berupa pendapat (opini) auditor secara independen dan obyektif tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. akan tetapi juga dilengkapi dengan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Audit Ekonomi dan Efisiensi Audit ekonomi dan efisiensi bertujuan untuk menentukan :  Apakah suatu entitas telah memperoleh. prosedur administrasi. dan struktur organisasi. (Malan. III. peraturan dan hukum yang berlaku. kesesuaiannya dengan kriteria / standar yang telah ditetapkan dan kemudian mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak – pihak pengguna laporan keuangan tersebut. Sedangkan dalam tanpa pemberian value for rekomendasi money audit perbaikan. agar dapat melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan efisiensi operasi. efektivitas dalam pencapaian hasil yang diinginkan. melindungi dan menggunakan sumberdayanya secara ekonomis dan efisien.  Penyebab terjadinya praktik – praktik yang tidak ekonomis atau tidak efisien.Audit keuangan adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengavaluasi bukti secara objektif mengenai asersi atas tindakan dan kejadian ekonomi. serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan tersebut. 2 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola sistem informasi. 1984) Audit kinerja adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif. tidak sekedar menyampaikan kesimpulan berdasarkan tahapan audit yang telah dilaksanakan. menentukan kesesuaian antara kinerja yang telah dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Audit yang konvesional. dan kepatuhan terhadap kebijakan.

g. Melakukan pengadaan sumber daya (jenis. b. h. f.  Kinerja tahun-tahun sebelumnya. auditor dapat membandingkan output yang telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan:  Standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk dapat mengetahui apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal dengan sumber daya yang dimilikinya. dan fasilitas) yang minimum dalam menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa dengan kuantitas dan kualitas yang tepat.  Unit lain pada organisasi yang sama atau pada organisasi yang berbeda Prosedur untuk melakukan audit ekonomi dan efisiensi meliputi: a. dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan pada biaya terendah. Menghindari duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa tujuan atau kurang jelas tujuannya. mutu. e. c. Menghindari adanya pengangguran sumberdaya atau jumlah pegawai yang berlebihan. i. 3 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . Melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kehematan dan efisiensi. Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat. Menggunakan sumber daya (staf. Melindungi dan memelihara semua sumber daya yang ada secara memadai. pemeliharaan. Menggunakan prosedur kerja yang efisien. Mematuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perolehan. dan penggunaan sumber daya negara.The General Accounting Office Standards menegaskan bahwa audit ekonomi dan efisiensi dilakukan dengan mempertimbangkan apakah entitas yang diaudit telah: a. peralatan. d. Perencanaan audit.

d. Melaksanakan audit. By-product VFM work 4 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . efektivitas berarti menyediakan jasa-jasa yang benar sehingga memungkinkan pihak yang berwenang untuk mengimplementasikan kebijakan dan tujuannya. Menyampaikan laporan IV.b. Mereviu sistem akuntansi dan pengendalian intern. b. dan e. Menguji sistem akuntansi dan pengendalian intern. Tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan. Audit Efektivitas Menurut Audit Commission (1986). Apakah entitas yang diaudit telah mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama dengan biaya yang paling rendah. c. Audit efektivitas (audit program) bertujuan untuk menentukan: a. c. Kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Karakteristik audit kinerja : Ekonomi Audit Manajemen 3E Efisiensi Audit Kinerja / Value For Money Audi Audit Program Efektivitas Tiga kategori kegiatan value for money audit : a.

Staf yang ditugasi untuk melaksanakan audit harus secara kolektif memiliki kecakapan professional yang memadai untuk tugas yang disyaratkan. Hubungan akuntabilitas antara auditee (subordinate) dan recipient (otoritas yang lebih tinggi). Standarstandar yang menjadi pedoman dalam audit kinerja terhadap lembaga pemerintah menurut Standar Audit Pemerintah adalah : a. Prasyarat yang harus dipenuhi dalam audit kinerja : a. 2. organisasi/lembaga audit dan auditor. Standar Umum 1. Performance review Berupaya untuk menilai secara obyektif value for money yang telah dicapai oleh klien dan membandingkannya dengan kriteria (pembanding) yang valid. auditee (pihak yang diaudit). Standar Audit Pemerintahan (SAP) Tahun 1995 Standar Audit Pemerintahan merupakan standar untuk melakukan audit atas semua kegiatan pemerintah. Independensi antara auditor dan auditee. b. Auditor (orang/lembaga yang melakukan audit). c. V.Berupaya mencari penghematan-penghematan dengan jalan melakukan sedikit perubahan dalam praktik kerja. An arrangement review Berupaya untuk menjamin bahwa klien telah melakukan tugas administrasi yang diperlukan untuk mencapai value for money. harus independen (secara organisasi maupun secara pribadi). Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan audit. bebas dari 5 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . Pengujian dan evaluasi tertentu atas aktivitas yang menjadi tanggungjawab auditee oleh auditor untuk audit recipient. c. d. recipient (pihak yang menerima hasil audit). baik pemerintah maupun akuntan publiK. b.

2. Pengendalian Manajemen Auditor harus benar-benar memahami pengendalian manajemen yang relevan dengan audit. yang dapat mempengaruhi independensinya. 3. 2. dan persyaratan kepatuhan lainnya merupakan hal yang signifikan bagi tujuan audit. dan sIstem sistem pengendalian mutu tersebut harus direviu oleh pihak lain yang kompeten (pengendalian mutu ekstern). b. Setiap organisasi/lembaga yang melaksanakan audit yang berdasarkan pengendalian SAP intern ini yang harus memiliki memadai. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan Apabila hukum. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. 4. Ketepatan Waktu Auditor harus dengan semestinya menerbitkan laporan untuk menyediakan infromasi 6 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & yang dapat digunakan Proses Audit Kinerja . 4. Bentuk Auditor harus membuat laporan audit secara tertulis untuk dapat mengkomunikasikan hasil setiap audit. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. c. auditor harus merancang audit tersebut untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai kepatuhan tersebut. serta harus dapat mempertahankan sikap dan penampilan yang independen. 3. peraturan perundang-undangan. Perencanaan Pekerjaan harus direncanakan secara memadai. Standar Pelaporan Audit Kinerja 1. Standar Pekerjaan Lapangan Audit Kinerja 1.gangguan independensi yang bersifat pribadi dan yang di luar pribadinya (ekstern). Supervisi Staf harus diawasi (supervisi) dengan baik.

c. Penyajian Laporan Laporan harus lengkap. obyektif. Kepada pejabat lain yang mempunyai tanggung jawab atas pengawasan secara hukum 7 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & atau pihak yang Proses Audit Kinerja . meyakinkan. dan Metodelogi Audit  Hasil Audit  Rekomendasi  Pernyataan Standar Audit  Kepatuhan terhadap peraturan perundang- undangan  Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang- undangan dan penyalahgunaan wewenang  Pelaporan secara langsung tentang unsur perbuatan melanggar/melawan hukum  Pengendalian manajemen  Tanggapan pejabat yang bertanggungjawab  Hasil/prestasi kerja yang patut dihargai  Hal yang memerlukan penelaahan lebih lanjut  Informasi istimewa dan rahasia 4. 3. b. Distribusi Laporan Laporan tertulis diserahkan oleh organisasi/lembaga audit kepada: a. 5. Pejabat yang berwenang dalam organisasi pihak yang diaudit. kecuali jika peraturan perundang-undangan melarangnya. termasuk organisasi luar yang memberikan dana. akurat.secara tepat waktu oleh manajemen dan pihak lain yang berkepentingan. Lingkup. serta jelas dan ringkas sepanjang hal ini dimungkinkan. Kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pihak yang meminta audit. Isi Laporan  Tujuan.

a. Audit Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Konteks Etonomi Daerah Terdapat tiga aspek utama yang mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance) yaitu. VI. b. pengawasan. Pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki independensi dan memiliki kompetensi profesional untuk memeriksa apakah hasil kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan 8 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . Kepada pihak lain yang diberi wewenang oleh entitas yang diaudit untuk menerima laporan tersebut. dan pemeriksaan. Pengendalian (control) adalah mekanisme yang dilakukan oleh eksekutif (pemerintah) untuk menjamin dilaksanakannya sistem dan kebijakan manajemen sehingga tujuan organisasi tercapai. pengendalian. c.bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut berdasarkan temuan dan rekomendasi audit. Pengawasan mengacu pada tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (yaitu masyarakat dan DPR/DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. d.

Pemberian kepercayaan kepada auditor dengan memberikan peran yang lebih besar untuk memeriksa lembagalembaga pemerintah. dan d. Tahap-tahap audit. b.VII. Tahap pengauditan 1) Reviu hasil-hasil program 2) Reviu ekonomi 9 | Va l u e Fo r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . maka auditor dituntut menjaga dan meningkatkan profesionalisme. dan bertangung jawab kepada daerah kabupaten/kota akan membawa konsekuensi perubahan pada pola dan sitem pengawasan dan pemeriksaan. nyata. transparan. c. kompetensi. kolusi. Perluasan struktur audit kinerja: a. Bagi auditor. Tujuan umum masing-masing elemen. Struktur Audit Kinerja Secara umum. Elemen masing-masing tahap audit. struktur audit terdiri atas: a. Tugas-tugas tertentu yang diperlukan untuk mencapai setiap tujuan. dengan diberikannya peran yang lebih besar tersebut. Tahap pengenalan dan perencanaan 1) Survei pendahuluan 2) Reviu sistem pengendalian Manajemen b. telah menjadi bagian penting dalam proses terciptanya akuntanbilitas publik. seperti tuntutan kepada pegawai/ aparatur pemerintah daerah untuk lebih terbuka. dan indenpendensi dan dapat menghilangkan pratik korupsi. Perubahan-perubahan tersebut juga memberikan dampak pada unit-unit kerja daerah. nepotisme (KKN) yang ada. VIII. dan bertangungjawab atas kepusan yang dibuat. Permasalahan Audit Kinerja Lembaga Pemerintah Di Indonesia Permasalahan otonomi dan desentralisasi yang luas.

Telaah kepatuhan (compliance review) 10 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . Telaah ekonomi dan efisien (economy and efficiency review) C. X. auditor memulai pekerjaan dengan melakukan reviu dan evaluasi terhadap sistem pengendalian intern (SPI) terutama yang berkaitan dengan prosedur akuntansinya. Tahap penindaklanjutan 1) Desain follow-up 2) Investigasi 3) Pelaporan IX. sedangkan pada audit kinerja. sifat. Telaah hasil-hasil program (program results review) B. auditor harus menelaah sistem pengendalian manajemen atau sistem pengendalian administrasif dengan tujuan untuk menemukan kelemahan pengendalian yang signifikan agar menjadi perhatian manajemen dan untuk menentukan luas. Tahap Pengenalan Dan Perencanaan Elemen tahap pengenalan dan perencanaan: a. kebijakan. Survey Pendahuluan Pada tahap survei pendahuluan auditor akan berupaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit. terutama berkaitan dengan struktur dan operasi organisasi. Tahapan Audit Tahapan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen: A. dan prosedur kerja.3) Reviu kepatuhan c. dan waktu pekerjaan pemeriksaan berikutnya. lingkungan manajemen. standar. Tahap pelaporan 1) Persiapan laporan 2) Reviu dan revisi 3) Pengiriman dan penyajian laporan d. Reviu Sistem Pengendalian Pada audit keuangan. b.

Laporan audit kinerja harus ditulis secara obyektif. Perencanaan dan tujuan C. temuan-temuan tersebut menjadi audit. Kebijakan dan praktik E.Secara lebih rinci. b. Pengiriman. Sistem dan prosedur F. c. Praktik penempatan staf (staffing practices) XI. Tiga langkah utama yang sangat penting dalam mengembangkan laporan tertulis yaitu: a. meliputi persiapan tertulis sebuah laporan yang permanen agar dapat dikirim ke lembaga yang memberi tugas untuk mengaudit dan kepada auditee. Informasi yang disajikan harus disertai suatu bukti yang kompeten 11 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . komponen audit terdiri dari: A. reviu dan komentar atas laporan diberikan oleh pihak manajemen atau auditee. Sumber daya manusia dan lingkungan fisik H. pada mengembangkan temuan-temuan tahap persiapan. Indentifikasi lingkungan manajemen B. Pengendalian dan metode pengendalian G. Area khusus investigasi (special areas of investigation) Tahapan Pelaporan Laporan tertulis bersifat permanen dan sangat penting untuk akuntabilitas publik. serta menyiapkan bukti-bukti pendukung dan dokumentasi yang diperlukan. Penelaan merupakan tahapan analisis kritis terhadap laporan tertulis yang dilakukan oleh staf audit. I. Analisa fiskal J. Struktur organisasi D. Auditor tidak perlu terlalu overstate c. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan audit kinerja: a. Persiapan. b. auditor mulai sebuah menggabungkan laporan yang koheren dan logis.

Auditor hendaknya menulis laporan secara konstruktif.d. Auditor hendaknya mengakomodasi usaha-usaha yang dilakukan oleh manajemen untuk memperbaiki kinerja 12 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . e. memberi pengakuan terhadap kinerja yang baik maupun yang buruk.

dan isu-isu spesifik dapat diidentifikasi lebih awal pada proses perencanaan. Kegiatan follow up yang dilakukan diharapkan mampu menjelaskan peningkatan aktual yang telah dicapai setelah proses audit dilaksanakan pada organisasi tertentu. 13 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja . e. manajemen harus menentukan apakah rekomendasi tersebut ditolak atau diterima dan kapan implementasi rencana dilakukan. d. Melaksanakan reviu follow up Perencanaan manajemen memberikan dasar untuk reviu follow up. Implementasi rekomendasi oleh unit kerja Rekomendasi yang ditindaklanjuti oleh diberikan oleh pihak-pihak auditor yang perlu segera berwenang agar perbaikan kinerja dapat sesegera mungkin dilaksanakan. untuk setiap rekomendasi yang diberikan oleh auditor. Tahapan Penindaklanjutan Tahap lanjutan didesain untuk memastikan/ memberikan pendapat apakah rekomendasi auditor sudah diimplementasikan. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penindaklanjutan antara lain. Berdasarkan prosedur.XII. b. Batasan reviu follow up Pelaksanaan follow up sebaiknya tidak terbatas pada penilaian pelaksanaan dan dampak yang diusulkan oleh auditor. c. Dasar untuk melakukan follow up Perencanaan yang dilakukan oleh pihak manajemen. yang mana hal ini sangat bergantung pada kompleksitas rekomendasi dan tingkat kesulitan rekomendasi. tetapi sebaliknya dihindari terjadinya follow up yang overload. Pemeriksaan kembali secara peiodik Laporan hasil pemeriksaan sebelumnya dapat dijadikan sebagai dasar untuk memulai pekerjaan audit sehingga dapat menghemat waktu untuk perencanaan audit. hal yang pertama yang diputuskan adalah penjadwalan follow up. a.

14 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja .

Kesimpulan Value for money merupakan sesuatu yang menilai apakah suatu organisaasi telah memperoleh tujuan yang diharapkan atau belum dalam kaitannya dengan pengelolaan keuangan. Pengembangan Kriteria Awal dalam Audit.kebijakan dan praktik yang sehat. efisien dan efektif). Penelaahan terhadap peraturan dan kebijakan yang berkaitan denga objek Audit.3. Kualitas dan kuantitas SDM yang sesuai dengan tanggung jawab yang dipikul dan adanya pemisahan fungsi yang memadai.system review yang efektif.  Tahap Pelaporan Mengkomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan atas laporan komprehensif yang 15 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja .  Tahap Audit Pengendalian manajemen dengan tujuan Pernyataan tujuan perusahaan. Penentuan Tujuan Audit. Penentuan Ruang Lingkup dan Tujuan Audit. Reformasi penataan keuangan saat ini mengharuskan penerapan konsep value for money atau yang lebih dikenal dengan konsep 3E (ekonomi. Tujuan yang dikehendaki terkait pelaksanaan value for money :  Ekonomi : hemat dan cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya  Efisiensi : berdaya guna dalam penggunaan sumber daya  Efektivitas : berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran  Equity : keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik  Equality : kesetaraan dalam penggunaan sumber daya Dalam menjalankan audit kinerja seorang auditor melakukan tahapan yang memiliki tujuan masing-masing antara lain:  Tahap Pengenalan Dan Perencanaan Pemahaman Auditor terhadap objek audit. Rencana perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan.

16 | V a l u e F o r M o n e y A u d i t & Proses Audit Kinerja .  Tahap Penindaklanjutan Mendorong pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut (perbankan) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.menyajikan temuan penting hasil audit untuk mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi.